XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
56 - Turnamen Kultivator Muda (3) [Revisi]


__ADS_3

Traang!


Traanng!


Tan Bao dan Cheng Hai saling bertukar serangan, tak butuh waktu lama sampai Cheng Hai berhasil memberi sebuah tendangan pada dada Tan Bao, dan mengakibatkan lawannya terpental keluar panggung arena.


Untung saja Feing Chu dengan sigap menangkap Tan Bao, sehingga anak berusia tujuh tahun tersebut tidak sampai menghantam tanah.


"Dia pingsan..!" Feing Chu berseru ke arah Huan Shan, dia lalu memeriksa kondisi Tan Bao. "Huuft, baguslah anak ini baik-baik saja..."


Huan Shan kemudian mengumumkan bahwa Cheng Hai dari Sekte Phoenix Iblis yang memenangkan pertarungan. Dia juga memanggil peserta selanjutnya untuk segera menaiki arena pertarungan.


Kali ini, yang akan bertarung adalah Dai Chen dari Sekte Akar Teratai melawan Jou Dang dari Sekte Pedang Kembar.


Keduanya sama-sama berusia 14 tahun, namun tingkat kultivasi Dai Chen kini sudah berada di Forging Qi tingkat 7, sementara Jou Dang berada di Forging Qi tingkat 5.


Meskipun Dai Chen bisa dibilang begitu dicintai oleh Qi, namun dia juga tidak bisa menaikkan tingkat praktiknya begitu saja.


Dantian milik Dai Chen terbilang unik, sebab dantian tersebut seakan memiliki pikiran sendiri. Meskipun Qi terserap secara otomatis ke dalam tubuh Dai Chen, namun dantiannya hanya menyimpan Qi tertentu saja.


Sampai saat ini, belum ada penjelasan yang cukup mengenai cara kerja Dantian Emas Hijau atau Dantian Kehidupan ini. Sebab sangat jarang kultivator yang memiliki dantian seperti milik Dai Chen di Benua Timur.


Huan Shan mulai menurunkan tangannya. Bersamaan dengan hal itu, Jou Dang langsung melesat dan kemudian melompat tepat di depan Dai Chen.


Shaang!


Saat melompat, Jou Dang dengan cepat menarik kedua pedang yang ada di punggungnya.


TRAAANG!


Pedang Jou Dang berbenturan dengan dua akar menjalar milik Dai Chen yang muncul tiba-tiba dari lantai arena, terlihat lantai tersebut rusak akibat akar menjalar milik Dai Chen.


"Lumayan!" Jou Dang tersenyum lebar saat serangannya berhasil ditahan oleh Dai Chen. Dia lalu mempercepat gerakannya, kali ini yang menjadi sasarannya adalah punggung Dai Chen.


TRAANG!


Dua akar lainnya kembali muncul di lantai dan menahan serangan Jou Dang. Dai Chen masih tetap terlihat berdiri tenang bahkan dirinya tidak terlihat menarik pedang di pinggangnya.


Jujur, Dai Chen mengharapkan dirinya bertarung dengan Zong Ming. Dia sangat ingin memisahkan tangan dan kaki anak laki-laki tersebut. Kebenciannya sudah terlalu dalam kepada Zong Ming, dia bahkan tidak sadar mengeluarkan aura pembunuhnya.


Jou Dang begitu sangat terkejut, dengan segera dirinya menghindar dari aura pembunuh milik Dai Chen.

__ADS_1


Huan Shan berseru pada Dai Chen, "Tarik kembali aura pembunuhmu! Dalam turnamen kultivator muda di larang mengeluarkan Aura Pembunuh!"


Huan Shan sebenarnya merasa sedikit bersalah sebab lupa mengatakan peraturan tersebut, sepertinya dia terlalu memikirkan Pelelangan di tempat Asosiasi Bangau Merak.


Dai Chen tidak didiskualifikasi sebab ini murni kesalahan wasit. Dai Chen lalu mengembuskan napas pelan dan mulai memfokuskan diri untuk bertarung dengan lawan di depannya.


"Berada di arena atau pun tidak, akan kubuat Zong Ming merasakan akibatnya!"


Dai Chen mulai menarik pedangnya, akar-akar miliknya perlahan menghilang. Setelah tiga tarikan napas, dia melesat cepat dan menyerang Jou Dang.


TRAAANG!!


Jou Dang menahan serangan Dai Chen dengan kedua pedangnya. Benturan pedang keduanya menciptakan angin yang kencang. Tekanan yang dirasakan Jou Dang begitu kuat, dia terlihat menggertakkan giginya.


Dai Chen tak berhenti disitu, saat merasa serangannya bisa ditahan oleh Jou Dang----dirinya langsung mengendurkan serangan, dan detik berikutnya menyerang Jou Dang kembali.


TRAANG!! TRAAANG!


Jou Dang tak hanya tinggal diam, dia tidak mau terus menjadi pihak bertahan. Segera saat dirinya melihat ada celah, Jou Dang langsung memberi serangan balasan kepada Dai Chen. Pertempuran dan benturan pedang keduanya begitu keras.


Meskipun Jou Dang memakai dua pedang, namun Dai Chen merasa tidak kesulitan sama sekali.


TRAANG! TRAANG!


Qi Xuan dan Xiao Lu juga menatap kagum dengan pertarungan tersebut. Mereka jadi merasa bahwa saat Dai Chen melawan Zong Ming beberapa hari lalu, dia hanya menggunakan sebagian dari tenaganya.


Anak yang begitu angkuh tersebut ternyata memiliki kekuatan sehebat ini. Qi Xuan jadi merasa kecil, dia sudah melihat pertarungan saudara seperguruannya Jing Mi yang membuatnya kagum. Kali ini, dirinya kembali dibuat kagum oleh kemampuan Dai Chen dan Jou Dang.


Qi Xuan merasa bahwa semua anak yang ada di sini adalah anak berbakat dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat. "Apa aku bisa... Sejajar dengan mereka?"


Qi Xuan mencengkeram pakaiannya, dia lalu berjalan pergi meninggalkan Xiao Lu dan Jing Mi yang masih terlihat berbaring.


Qi Xuan berjalan perlahan, menyelip di antara peserta. Tangan kanannya tiba-tiba dipegang dan ditahan oleh seseorang, itu adalah Xiao Lu.


"Kau mau ke mana?" Xiao Lu menyadari Qi Xuan tidak ada di sampingnya. Untung dia melihat Qi Xuan, sehingga dengan cepat dia meraih tangan saudara seperguruannya ini.


"Jangan ke mana-mana, bagaimana jika yang bertanding berikutnya adalah dirimu,"


"Aku tidak akan pergi lama Kakak Lu Yang Cantik, hanya berjalan-jalan di sekitar sini saja. Aku akan segera kembali," Qi Xuan melepaskan perlahan tangan Xiao Lu pada dirinya.


Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak akan jauh-jauh, dia hanya ingin mencari udara segar saja. Xiao Lu menghela napas saat mendengar ucapan Qi Xuan. Dia lalu mengangguk dan mengizinkan saudaranya itu untuk pergi.

__ADS_1


Qi Xuan mengangguk, dia kemudian meninggalkan Xiao Lu yang masih berdiri sambil menatap punggungnya.


BAAAM!!


Sebuah ledakan membuat Xiao Lu tersentak, dengan segera dirinya menoleh ke asal ledakan yang terdengar di arena pertarungan.


Ledakan tersebut diakibatkan oleh pertarungan antara Jou Dang dengan Dai Chen. Keduanya sama-sama menggunakan jurus sekte masing-masing, dan inilah yang membuat ledakan tersebut terdengar keras.


Jou Dang terlihat begitu kelelahan, napasnya terputus-putus seakan sudah mencapai batasnya. Dia sudah mengerahkan semuanya. Qi-nya juga mulai menipis, dia tidak bisa mengumpulkan Qi sambil terus bertarung. Sangat berbeda dengan Dai Chen yang dicintai oleh Qi.


Jou Dang berusaha berdiri dengan tegap, namun kaki dan tubuhnya sudah sangat berat. Huan Shan lalu mengumumkan bahwa Dai Chen adalah pemenang pertandingan kali ini, setelah dia melihat bahwa Jou Dang tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan.


Huan Shan kemudian meminta Feing Chu untuk membantu Jou Dang dan Dai Chen kembali ke tempat peserta lainnya, hanya saja Dai Chen terlihat menolak dan lebih memilih untuk berjalan tanpa bantuan Feing Chu.


Langkah Dai Chen begitu santai, namun sebenarnya dia menahan kelelahan pada tubuhnya. Dai Chen hanya tidak ingin terlihat lemah, apalagi ketika dia mengetahui bahwa Zong Ming saat ini melihatnya.


"Babak selanjutnya, perwakilan dari Sekte Bunga Lotus, Jung Ren. Dan akan berhadapan dengan Sekte Lembah Kabut, Lie Kai!" Huan Shan mengumumkan peserta selanjutnya, tak butuh waktu lama sampai seorang anak laki-laki berusia 14 tahun melompat dan langsung mendarat tepat di depan Huan Shan.


Terlihat juga seorang anak perempuan berusia 9 tahun berjalan dan menaiki arena pertarungan. Anak perempuan ini memiliki wajah manis dengan pipi yang terlihat merona. Wajah dan tatapan mata yang begitu meneduhkan membuat beberapa peserta berdecak kagum melihatnya.


"Junior Ren, Berjuanglah!"


"Junior Ren, Kau Sangat Cantik!"


"Junior Ren, Menikahlah Denganku!"


Beberapa murid Sekte Bunga Lotus berteriak sambil bertepuk tangan dengan heboh saat melihat Jun Ren berjalan. Tindakan mereka ini membuat peserta lainnya menatap heran sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.


Xiao Shuxiang yang melihat anak gadis berusia 9 tahun ini dari lantai dua, hanya memasang wajah yang biasa saja bahkan terkesan tak tertarik. "Cantikan juga aku.." Xiao Shuxiang sedikit mengibas pelan poni rambutnya.


Kultivator Sekte Serigala Iblis yang menyamar menjadi penonton terlihat berbisik-bisik, salah satu dari mereka bertanya apakah anak berusia 9 tahun tersebut yang menjadi target penculikan mereka.


"Bukan, anak itu bukan cucu GrandElder Sekte Bunga Lotus.." ucap salah satu Kultivator Sekte Serigala Iblis.


***


-


-


-

__ADS_1


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Semakhluk Dengan Itu, Serta Tambahkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/


__ADS_2