
Lan Guan Zhi terlihat sedang berjalan bersama Ling Qing Zhu, Nie Shang, dan Mo Huai. Di antara mereka--Nie Shang yang paling banyak bicara.
Pemuda berambut panjang dengan pakaian hijau giok tersebut, begitu seriusnya membahas rencana yang akan ia lakukan untuk perkembangan perdagangannya di Benua Tengah dengan Mo Huai.
".. Kurasa, aku bisa memulainya di kota ini." Nie Shang memain-mainkan kipas berwarna hijau giok dengan corak daun bambu di tangannya.
Dia juga berkata akan mencari tempat yang bisa disewa, tempat itulah yang akan dia gunakan untuk memulai bisnisnya.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang bisnis, tetapi saya akan membantu Anda untuk pekerjaan lainnya,"
Mo Huai begitu sopan berbicara dengan Nie Shang. Dirinya hanya pemuda biasa dari Kota Awan Dingin, dia salah satu orang yang ikut bertualang dengan Xiao Shuxiang saat mencari Duan De dahulu.
Dalam petualangan tersebut, Mo Huai tidak terlalu mencolok, dan bisa dibilang dirinya merupakan beban karena tidak pernah ikut bertarung.
Dia termasuk pemuda yang lemah dan hampir membuat Xiao Shuxiang menjadi santapan bunga raksasa pemakan manusia, apalagi saat di tempat Wali Kota Awan Dingin--Xiao Shuxiang harus terkena serangan jaring merah milik Bian Que karena menolongnya.
Namun, meski begitu. Xiao Shuxiang tidak pernah menolak saat Mo Huai ingin ikut bertualang dengannya, dia merasa pengalaman semacam itu penting untuk perkembangan Mo Huai menjadi kuat.
Jing Mi sendiri tidak pernah mengganggap Mo Huai sebagai beban, karena dia dulunya juga adalah anak yang lemah dan pengalaman telah membentuknya menjadi seperti sekarang.
"Tuan Muda Nie, jika Anda memulai bisnis di tempat ini.. Lalu bagaimana dengan Tanah Batu, bukankah Anda memiiki tanggung jawab di sana..?"
"Saudara Mo, aku tetap dengan tanggung jawabku. Hanya saja, menurutku penting membangun relasi di tempat ini. Aku ingin menjadi salah satu pedagang yang memiliki nama besar,"
Mo Huai tersenyum dan berkata Nie Shang pasti bisa melakukannya, dirinya juga akan ikut membantu. "Tuan Muda Lan, bagaimana menurut Anda?"
"Buatlah rencana yang matang, kurasa kalian bisa,"
Nie Shang mengangguk semangat, dia merasa percaya diri setelah mendapat dukungan dari Lan Guan Zhi, apalagi Ling Qing Zhu juga mengangguk setuju.
Nie Shang mulai membicarakan tentang rencana yang akan dia terapkan, namun seketika sebuah seruan membuatnya tersentak.
!
Dia sedikit menyipitkan matanya sambil menatap ke arah kerumunan orang. Ada salah satu pemuda yang berpakaian merah dan nampak menggendong anak kecil, wajah pemuda tersebut terasa tidak asing baginya.
Tidak hanya diriny, Mo Huai, Lan Guan Zhi, dan Ling Qing Zhu juga melihat pemuda tersebut. Saat semakin dekat, mereka yakin bahwa pemuda itu adalah Xiao Shuxiang, orang yang sudah mereka tunggu sangat lama.
"Saudara Xiao..!" Nie Shang berseru, dia berjalan lebih cepat dari ketiga temannya menuju ke tempat Xiao Shuxiang. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa gembira karena akhirnya dapat bertemu kembali dengan saudaranya ini.
Mo Huai terlihat tersenyum, namun dia tidak seheboh Nie Shang. Dirinya hanya berjalan biasa, sama seperti Lan Guan Zhu dan Ling Qing Zhu.
"Saudara Xiao, aku hampir tidak mengenalimu. Kau sekarang terlihat tampan," Nie Shang menepuk-nepuk pelan pipi Xiao Shuxiang sambil sesekali mencubitnya.
"Nie Shang, jadi maksudmu yang dulu itu aku kurang tampan..? Kau ini benar-benar.." Xiao Shuxiang membalas perlakuan Nie Shang dengan mengusap gemas kepala temannya tersebut, pemuda berpakaian hijau giok di depannya ini seperti sudah tumbuh menjadi pemuda yang kuat.
"Ibu.."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening mendengar suara Lan Xiao yang nampak terlihat sedang menatap Lan Guan Zhi. Dirinya seperti baru sadar bahwa ada orang lain yang bersama dengan Nie Shang.
?!
"Lan Zhi.."
"Kau terlalu lama,"
Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda berpakaian putih di depannya ini. Jika dilihat dari wajahnya.. Lan Guan Zhi tidak banyak mengalami perubahan, tetap berekspresi tenang dengan tatapan mata yang menenggelamkan.
"Lan Zhi, kuperhatikan kau terlihat sehat-sehat saja. Aku ingin meminta maaf karena sudah merepotkanmu, tapi sepertinya itu tidak perlu.."
"Mn, kau sendiri bagaimana?"
"Mn, seperti yang kau lihat.."
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi hanya menyapa biasa, keduanya tidak saling berpelukan seperti yang dilakukan Yi Wen, Jing Mi, Hou Yong, ataupun Nie Shang. Bahkan sekedar bersentuhan tangan pun tidak dilakukan.
Mereka hanya saling menatap dan sedikit menahan senyum, walau ekspresi wajah Xiao Shuxiang yang paling tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
Xiao Shuxiang lalu menatap gadis di samping Lan Guan Zhi, sejak tadi sebenarnya dia sudah memperhatikan gadis bercadar tipis tersebut, namun dirinya sedikit canggung untuk menyapa.
Ling Qing Zhu hanya memasang ekspresi datar, tatapan matanya juga terlihat biasa-biasa saja. Walau hal tersebut hanyalah topeng bagi perasaannya di dalam hati.
Jujur saja, dia sebenarnya terkejut karena bisa bertemu kembali dengan Xiao Shuxiang. Dia sudah memperkirakan pemuda ini baru akan datang ke tempatnya setelah lima atau sepuluh tahun yang akan datang, tetapi tidak disangka Wali Pelindungnya telah ada di depan matanya.
Jika Xiao Shuxiang canggung, maka Ling Qing Zhu jauh lebih canggung. Dirinya tidak tahu cara menyapa lebih dulu, dia jelas tidak perpengalaman dalam pertemanan dan dirinya bukan tipe perempuan agresif seperti Yi Wen.
Ling Qing Zhu hanya bisa diam dan mendengarkan ketika Xiao Shuxiang berbicara dengan Lan Guan Zhi, Nie Shang, dan Mo Huai.
"Ibu.."
".. Sejak tadi Lan Xiao hanya mengucapkan satu kata, apa dia memang baru belajar bicara..?"
Xiao Shuxiang memperhatikan anak kecil digendongannya, namun lagi-lagi hanya kata 'ibu' yang Lan Xiao ucapkan.
"Benar," Lan Guan Zhi mengusap pelan kepala anak laki-laki digendongan Xiao Shuxiang, dirinya lalu meminta temannya ini untuk menyerahkan Lan Xiao padanya.
"Hemat Qi milikmu saat di tempat ini, jangan memakainya untuk mengangkat Lan Xiao,"
?!
Xiao Shuxiang tersentak saat Lan Guan Zhi sama sekali tidak memakai Qi saat menggendong Lan Xiao. Dirinya berdecak kagum karena temannya memiliki fisik yang lebih kuat dari dirinya.
"Saudara Xiao..!"
"Saudaraku..!"
__ADS_1
Hou Yong, Jing Mi, dan yang lainnya terlihat berlari mendekat, mereka akhirnya dapat berkumpul kembali. Xiao Shuxiang, Hu Li, O Zhan, dan Xiao Qing Yan lalu dibawa ke Sekte Pagoda Langit untuk beristirahat.
Selama perjalanan ke Sekte Pagoda Langit, Hou Yong banyak mengeluhkan tentang dirinya yang setiap hari harus bertarung sebagai perwakilan dari Xiao Shuxiang, ini dikarenakan tubuhnya yang lebih pendek dari teman-temannya yang lain.
".. Pemuda yang melamar Nona Ling sangat kuat, beberapa kali aku hampir kehilangan kepala. Dalam sehari saja, aku bisa bertarung lebih dari tiga kali, dan andai Tuan Muda Ling tidak mengatur waktu pertandingan.. Aku mungkin masih berada di arena saat ini," Hou Yong menghembuskan napas, dirinya tertunduk sambil berdecak pelan.
"Apa tidak ada yang mau bertarung dengan Nie Shang atau Mo Huai..? Mereka punya tubuh yang sedikit tinggi darimu, namun terlihat lebih lemah dari kau, Hou Yong.."
Nie Shang dan Mo Huai tersentak dan seketika memandang ke arah Xiao Shuxiang, ucapan teman mereka ini sangat terang-terangan dan yang terburuknya, mereka tidak bisa membantah karena itu benar.
Di antara Xiao Shuxiang dan teman-temannya, memang Nie Shang dan Mo Huai yang tidak terlalu menonjol. Bisa dibilang.. mereka biasa-biasa saja, baik dari wajah maupun bentuk tubuh.
"Saudara Xiao, Nie Shang dan Mo Huai tidak ikut dalam pertandingan karena mereka bukan bagian dari wakil Wali Pelindung. Nie Shang adalah pedagang yang datang ke Benua Tengah, jadi dia tidak menginap di Sekte Pagoda Langit.."
Hou Yong juga menjelaskan bahwa mereka selalu mengadakan jalan-jalan rutin seperti ini. Biasanya mereka juga bersama dengan Ling Lang Tian, tetapi saat ini pria tersebut memiliki banyak pekerjaan di sekte.
"Aku banyak ketinggalan informasi karena kalian tidak pernah lagi mengirimiku pesan, kupikir kalian sudah melupakanku.."
"Bagaimana mungkin kami melupakanmu, Saudaraku.." Jing Mi menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang dan merangkul saudaranya tersebut, ".. Tempat di sini sangat minim dengan Qi dan bangau kertasmu setiap harinya melemah. Kami tidak ingin dia menghilang, karena itulah kami menyimpannya,"
Xiao Shuxiang sudah tahu bahwa Benua Tengah tidak cocok untuk para kultivator, dia sejak tadi berusaha menyerap Qi dari alam dan ternyata tidak bisa.
Bila tidak menguasai Teknik Pernapasan dan Tenaga Dalam, mereka jelas hanya akan menjadi mayat di tempat ini.
".. Masalahnya, aku tidak tahu cara menguasai Teknik Tenaga Dalam. Satu-satunya yang bisa kuandalkan hanyalah Teknik Pernapasanku,"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan sedikit menatap punggung Ling Qing Zhu yang berjalan di depannya.
Gadis muda tersebut memakai pakaian berwarna hitam bercampur ungu gelap. Pakaiannya sedikit terbuka pada bagian kedua bahu hingga memperlihatkan kulitnya yang putih bersih.
Rambutnya panjang diikat dan dirinya memakai cadar kain tipis. Lama tidak bertemu, Kucing Putih terlihat lebih cantik dari sebelumnya.
Xiao Qing Yan yang berjalan di samping Xiao Shuxiang terus memperhatikan pemuda ini, dia menyenggol temannya yang seketika membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"Kau lupa berkedip, sedang memikirkan apa?"
Xiao Shuxiang merangkul anak yang nampak berusia 10 Tahun tersebut sambil mencubit gemas pipinya, "Aku sedang memikirkan masa depanku, bocah sepertimu tidak akan mengerti,"
"Saudara Xiao.. Masa depanmu adalah bersamaku.."
!!
Xiao Shuxiang terkejut ketika Yi Wen langsung merangkul lengannya. Dia berusaha dipisahkan oleh Hou Yong, Jing Mi, dan Xiao Lu.. Namun rangkulan Yi Wen benar-benar kuat.
"Yi Wen, lepaskan Xiao'Er sekarang juga. Ayo lepaskan..!"
"Aku tidak mau, sejak tadi aku selalu ingin melakukan ini, jadi jangan menghentikanku, Kakak Lu."
Lan Xiao yang berada di gendongan Lan Guan Zhi terlihat tertawa geli saat menyaksikan tingkah Xiao Lu dan teman-temannya yang terus memaksa Yi Wen melepas rangkulannya.
Ling Qing Zhu hanya sekilas melirik ke belakang, keributan yang secara tidak sadar dilakukan teman-temannya ini membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Ada salah satu dari teman Xiao Shuxiang yang menginjak kakinya. Mereka sama sekali tidak mendengar peringatan dari pemuda ini, hanya Siu Yixin dan Hu Li yang melerai, itu pun mereka tidak sanggup melakukannya.
"Kalian ini sudah dewasa, tapi masih saja bertingkah kekanakan. Benar-benar payah! Apa kalian tidak malu ditertawakan oleh anak kecil itu?!"
Xiao Qing Yan akhirnya bukan suara, dan jelas itu membuat Jing Mi, Xiao Lu, serta yang lainnya tersentak. Mereka segera menatap Lan Xiao yang masih tetap tertawa geli sambil menepuk-nepuk tangannya.
"Ibu.."
"Lihat kan? Kalian sudah seperti orang bodoh, apa masa kecil kalian kurang bahagia? Aku saja yang masa kecilku tidak terlalu bahagia masih bisa waras, tapi kalian ini.." Xiao Qing Yan menggeleng sambil berdecak pelan.
Cara bicaranya yang begitu mengesalkan membuat Xiao Lu dan Yi Wen berkedut. Keduanya lalu menarik Xiao Qing Yan dan menggilas kepala anak tersebut dengan buku jari tangan.
Xiao Shuxiang akhirnya dapat bebas, dia memilih untuk berjalan di antara Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu dibandingkan dengan teman-temannya.
**
Sekte Pagoda Langit adalah yang terluas di Kota Bintang Biduk, pegawalan di sana sangat ketat dan seakan tertutup oleh tembok setinggi tujuh meter.
Banyak bangunan di sekte ini, yang paling luas merupakan bangunan induk bertingkat empat dengan nuansa cokelat kemerahan.
Selain itu, yang mencolok di sekte ini adalah pagoda besar bertingkat sembilan yang merupakan tempat ujian bagi para murid Sekte Pagoda Langit.
Sekte ini lebih banyak diisi oleh murid dari klan Ling, mereka biasa disebut murid inti. Jika ada orang lain yang tidak berasal dari klan, mereka di tempatkan di bangunan terluar sekte.
Jika Sekte Pedang Langit hanya memiliki satu buah tembok, maka tidak dengan Sekte Pagoda Langit. Tempat ini mempunyai dua tembok besar dengan tinggi yang sama, pagoda tingkat sembilan berada di balik tembok terluar sekte.
"Di Benua Timur, sekte mereka masih baru. Tapi di sini.. Mereka seperti punya kekaisaran sendiri.."
Xiao Shuxiang menatap pintu gerbang setinggi tujuh meter di depannya. Pintu tersebut terbuat dari kayu cendana dengan ukiran bunga wisteria, terdapat dua penjaga yang berpakaian putih dengan corak bunga wisteria merah.
Nie Shang memanggil Xiao Shuxiang dan mulai berpamitan. Dia, Mo Huai, serta Siu Yixin tidak akan masuk ke dalam Sekte Pagoda Langit bersama mereka, ".. Kami memiliki salah satu kamar di penginapan sekitar sini, tapi kami akan datang besok. Aku masih ingin berbincang-bincang denganmu,"
Xiao Shuxiang mengangguk dan berkata dia juga masih mau menghabiskan waktu dengan Nie Shang serta teman-temannya. Mereka belum makan-makan bersama sekaligus merayakan pertemuan mereka ini.
"♩♬ Besok kita akan berjalan-jalan lagi, yo! Ada kedai arak terbaik di kota ini, yo! Kita bisa minum-minum sampai mabuk wii!♬♪"
"Tentu saja, tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku, yo."
Xiao Shuxiang segera masuk ke Sekte Pagoda Langit saat gerbang mulai terbuka, dia menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu melewati gerbang.
Nie Shang, Mo Huai, dan Siu Yixin kembali berjalan pergi menuju penginapan mereka.
Meski sudah terlalu larut, nyatanya masih banyak murid luar Sekte Pagoda Langit yang nampak berlatih.
__ADS_1
Ada beberapa dari mereka yang berhenti sejenak saat melihat Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu lewat, mereka memberi hormat dengan begitu sopan.
?!
Lentera di Sekte Pagoda Langit bisa dibilang lumayan banyak, apalagi terdapat obor di beberapa bagian.
Keadaan ini membuat lingkungan sekte begitu terang, dan hal itu juga yang membuat murid-murid luar menyadari bahwa ada beberapa orang yang mereka tidak kenali.
"Tuan Muda Xiao, tempat ini seperti satu buah kota besar. Menjelajahi semuanya pasti butuh waktu yang tidak singkat.."
Pii..!
"Kau benar. Melihat tempat ini membuatku bertanya-tanya tentang luas Kota Bintang Biduk.."
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ada satu tempat yang rupanya merupakan hutan wisteria merah, terlalu banyak dan sepertinya itu adalah buatan.
Xiao Shuxiang sejak melangkahkan kakinya memasuki sekte ini.. Sejak itu pula dirinya bisa merasakan Qi dari alam. Ini membuatnya tersadar bahwa Sekte Pagoda Langit dibangun di tempat dengan kepadatan Qi yang lumayan.
".. Dari angka 1 sampai 10.. Tempat ini berada di angka 8. Ini saja sudah luar biasa untuk berkultivasi di benua yang kebanyakan penduduknya adalah pendekar,"
Jarak antara gerbang pertama dengan gerbang kedua Sekte Pagoda Langit kurang lebih sekitar 50 meter. Gerbang kedua sendiri juga dijaga oleh dua orang murid, mereka membuka gerbang saat melihat Ling Qing Zhu.
Wilayah dalam sedikit lebih sunyi, hanya beberapa murid saja yang nampak berlatih. Jing Mi dan Hou Yong antusias menunjuk bangunan tempat mereka tidur, keduanya sedikit curhat mengenai Yi Wen serta Xiao Lu yang harusnya tidak menginap di sekte ini.
".. Saudara Wen dan Kakak Lu Yang Cantik awalnya datang bersama Saudara Nie, tetapi mereka berdua sangat keras kepala. Karenanya Tuan Muda Ling mengizinkan mereka tinggal. Mereka membuat kami malu.." Jing Mi bersuara begitu pelan, dia dan Hou Yong jelas tidak mau kedua perempuan itu mendengar keluhan mereka.
Ling Qing Zhu berhenti melangkah dan mulai menatap Xiao Shuxiang, "Kau, ikut denganku."
Untuk pertama kalinya dia membuka suara, setelah mengucapkan kata tersebut dirinya kembali berjalan. Xiao Shuxiang nampak menaikkan sebelah alisnya dan kemudian mengikuti Ling Qing Zhu.
"Saudara Xiao..! Nanti kita bertemu lagi..!"
Hou Yong berseru, dia dan Jing Mi tidak ikut dengan Xiao Shuxiang serta Lan Guan Zhi karena kamar mereka berada di bangunan lain.
Yi Wen terlihat lesu, dirinya masih belum melakukan apapun dengan Saudara Xiao-nya dan sekarang harus berpisah lagi.
"Saudara Xiao.."
"Yi Wen, besok kau juga akan bertemu Xiao'Er. Apa kau begitu menyukai adikku?"
Yi Wen menghembuskan napas pelan dan menatap Xiao Lu dengan dalam, "Aku sangat menyukainya Kakak Lu Yang Cantik. Sangat suka sampai-sampai aku selalu bermimpi menginjak kepalanya sampai pecah.." mata Yi Wen terlihat berair saat membayangkan mimpinya.
Itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan tanda bahwa dirinya begitu senang membayangkannya. ".. Saudara Xiao adalah motivasi utamaku dalam membuat racun. Wajahnya terlihat mempesona dan pasti akan semakin tampan saat dia berekspresi penuh ketakutan.."
!!
"Kau sebenarnya suka pada adikku atau membencinya, sih? Ekpresi wajahmu itu seperti terobsesi membunuh Xiao'Er. Dia itu saudaramu, jadi sadarlah.."
Xiao Lu menarik Yi Wen dan mengajak Hu Li serta Xiao Qing Yan ke salah satu bangunan, sebuah tempat di mana mereka bisa beristirahat.
Hou Yong dan Jing Mi mengikuti Xiao Lu dari belakang, keduanya sudah biasa dengan tingkah Yi Wen ini.. Namun tidak begitu dengan Hu Li dan Xiao Qing Yan. Mereka merasa bahwa Xiao Shuxiang akan berada dalam bahaya jika dekat dengan gadis seperti Yi Wen.
Di tempat lain, Ling Qing Zhu bersama dengan Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Lan Xiao menemui Ling Lang Tian.
Pemuda berambut putih dengan wajah yang tampan tersebut terlihat berada di dalam kamarnya dan sedang memeriksa surat tantangan pada wakil Wali Pelindung adiknya.
Ling Lang Tian sebenarnya tidak menyangka Xiao Shuxiang sudah datang, dengan ini maka Sang Bintang Pelindung tersebut tidak perlu lagi diwaliki oleh Lan Guan Zhi atau pun yang lainnya untuk bertarung dengan para penantang.
".. Pertarunganmu besok akan dimulai. Selama ini, kau terus saja merepotkan Tuan Muda Lan dan teman-temanmu, jadi kau harus berterima kasih pada mereka.."
"Calon Kakak Ipar, setidaknya tanyakan kabarku terlebih dahulu.. Kau tahu? Aku merasa seperti dikelilingi tiga gunung es. Wajah papan datar kalian membuatku tidak nyaman,"
Ling Lang Tian mendengus dan berkata bahwa Xiao Shuxiang terlihat baik, jadi tidak perlu ditanya lagi, ".. Lama tidak bertemu, kau masih saja cerewet.."
"Mn, dia sama sekali tidak berubah.."
"Mn,"
Xiao Shuxiang tidak tahu harus berekspresi seperti apa setelah mendengar ucapan Lan Guan Zhi yang didukung dengan Ling Qing Zhu. Dirinya hanya bisa duduk diam sambil mengusap pelan tengkuknya.
"Ehm.. Ngomong-ngomong, di mana ayahmu..?"
"Hmph, kau tidak perlu mengalihkan pembicaraan. Aku butuh penjelasan,"
Gagal sudah niatan Xiao Shuxiang, pemuda yang duduk di depannya ternyata tidak bisa dipermainkan. Dia sepertinya harus rela berlama-lama di ruangan ini dengan suasana yang tidak dia sukai.
Xiao Shuxiang hanya menceritakan pengalamannya selama berada di kapal dan di Benua Utara, dia tidak mengatakan apapun tentang Dunia Elf maupun Dunia Siren.
Lan Guan Zhi sendiri tahu temannya pernah berada di Dunia Elf, namun dia tidak mengetahui Xiao Shuxiang pernah ditarik paksa ke dalam lautan.
Xiao Shuxiang baru dibiarkan pergi saat cahaya matahari mulai nampak, dia diantar oleh Ling Qing Zhu ke salah satu kamar untuk membersihkan diri sekaligus bersiap-siap.
"Salah satu murid akan datang kemari dan mengantarmu ke arena pertarungan,"
Xiao Shuxiang memperhatikan Ling Qing Zhu yang seperti menghindari menatap wajahnya. Sebelumnya juga seperti ini, namun dia tidak mempermasalahkannya.
"Apa aku berbuat salah padamu?"
"Tidak,"
"Benarkah?"
"Mn,"
Ling Qing Zhu merasa tidak nyaman terus ditatap oleh Xiao Shuxiang. Dalam hati dia gugup berdiri hanya berduaan dengan pemuda ini, tetapi dirinya berusaha menutupi semua itu.
__ADS_1
"Apa kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku..? Seperti 'aku merindukanmu', atau sejenis ucapan penyemangat untukku.."
***