
Tubuh Xiao Shuxiang terkena lahar panas yang menyembur, dia pikir akan segera mati dengan luka parah. Sangat disayangkan sebuah tangan malah menahan badannya agar tidak sampai menghantam tanah.
?!
Tubuh Xiao Shuxiang yang panas tiba-tiba saja menjadi dingin. Suasana disekitarnya juga mendadak berubah, seperti dirinya barus saja diterpa angin sejuk.
Pandangan Xiao Shuxiang sedikit memburam, namun dia jelas merasa sedang dirangkul sekarang.
Satu-satunya yang dapat hidungnya cium saat ini adalah aroma kayu cendana yang menenangkan.
Penglihatan Xiao Shuxiang mulai jelas bersamaan saat luka di tubuhnya menghilang. Dia dapat melihat wajah seseorang yang begitu dekat dengannya.
"Kau lama sekali.."
"Aku membawa pakaianmu,"
Xiao Shuxiang ingin mengumpat, namun dirinya terlalu lelah melakukannya. Dia berkata membawa pakaian sendiri, tidak perlu dibawakan oleh temannya ini.
"Bukan waktunya mengganti pakaian sekarang. Kau datang dengan siapa, Lan Zhi?"
Xiao Shuxiang menunggu jawaban, namun Lan Guan Zhi hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun. Anehnya, dirinya malah tahu maksud dari tatapan temannya ini.
"Kau bersama Kucing Putih dan beberapa senior kemari?"
"Benar,"
!!
Dengan menggunakan Shǎndiàn, yakni Pusaka Abadi milik leluhurnya.. Lan Guan Zhi menangkis serangan yang datang dan melindungi dirinya sendiri dan temannya dari letusan gunung berapi ini.
"Emm, Lan Zhi? Kau tidak perlu merangkulku terlalu erat, kawan. Aku bisa melayang seorang diri. Jika Dai Chen tahu, dia bisa memukul bokongku.."
"Aku akan melindungimu,"
!!
Xiao Shuxiang mematung saat ditatap penuh kelembutan oleh Lan Guan Zhi. Seketika temannya melepaskan rangkulannya tersebut hingga membuat Xiao Shuxiang terjatuh.
Beruntung dirinya dapat mendarat dengan mulus pada pucuk daun sebuah pohon. Lan Guan Zhi menghilang di atas langit dan langsung berdiri di sampingnya.
"Aku menang lagi,"
"Jadi Yang Tadi Itu Candaan?! Kau benar-benar teman yang menakutkan. Lan Zhi, kau yakin bukan penyuka batangan?"
Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan dadanya. Orang yang terkenal begitu serius dengan wajah tenang nan berwibawanya sangatlah mengerikan ketika bercanda.
Meski hujan, Xiao Shuxiang bisa merasakan ada keringat dingin mengucur di sisi keningnya. Dia lalu mengusap-usap wajahnya dan mencubit keras pipinya.
"Butuh bantuan?"
"Tidak Perlu..! Kau membuatku takut,"
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada Yīng xióng, dia menghembuskan napas pelan dan berusaha menenangkan diri. Telinganya yang sedikit memerah tadi perlahan kembali normal.
"Dengar, Lan Zhi. Aku ini masih normal, penyuka gadis yang di dadanya ada sesuatu kenyal bergoyang-goyang. Kau jangan membuatku belok, mengerti?"
Xiao Shuxiang hampir mengeluarkan asap di kepalanya saat melihat tatapan bingung temannya.
Sepertinya hanya dia yang menganggap candaan Lan Guan Zhi tadi mengarah ke hal menyimpang, temannya jelas tidak berpikiran begitu.
"Aku benar-benar telah terkontaminasi oleh ucapan Hou Yong, dia sudah mengotori pikiranku yang suci murni ini,"
Xiao Shuxiang melesat disusul oleh Lan Guan Zhi, keduanya mencari pilar atas Scarlet Bayangan tanpa rasa takut terkena semburan dari gunung berapi tersebut.
Dari kerusakan yang dilihatnya saat datang kemari, Lan Guan Zhi dapat menyimpulkan bahwa temannya telah bertarung habis-habisan.
Xiao Shuxiang dapat melayang tanpa bantuan pedang terbang membuatnya terkesan, sebanyak apa Qi milik temannya ini?!
Lan Guan Zhi mengeluarkan sebuah jubah berwarna putih, dia menyerahkannya pada Xiao Shuxiang dan meminta temannya tersebut untuk memakainnya.
"Tidak perlu, nanti akan koyak lagi,"
"Kau terlihat memalukan,"
!!
Xiao Shuxiang memijat keningnya dan kemudian mengambil jubah tersebut. Tubuh bagian atasnya memang separuh terlihat dan ada beberapa koyakan pada bagian betis serta pahanya. Padahal, apa yang dia kenakan sebelumnya merupakan pusaka tingkat tinggi.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi dapat melihat sesuatu terbentuk dari beberapa gumpalan lahar. Pedang Pusaka Langit kembali menancap bersamaan dengan tangan seseorang memegang pedang itu.
__ADS_1
Kali ini Xiao Shuxiang dapat melihatnya dengan jelas, pilar atas Scarlet Bayangan benar-benar adalah Shouxing, roh dari Pedang Bintang Malamnya.
Pilar atas Scarlet Bayangan menghilang, dirinya lalu muncul di depan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang melayang. Jarak dia dan kedua orang tersebut sekitar tujuh meter.
"Bagaimana mungkin..? Shouxing? Apa ini benar-benar kau?"
"Kau mengenalnya?"
Xiao Shuxiang mengangguk meng-iyakan. Dia menjelaskan pada Lan Guan Zhi sambi memakai jubah pemberian temannya tanpa mengalihkan pandangannya dari pilar atas Scarlet Bayangan yang begitu mirip dengan Shouxing.
Lan Guan Zhi sudah tahu bahwa temannya ini adalah Sang Bintang Penghancur di masa lalu. Jadi penjelasan singkat dari Xiao Shuxiang jelas dipahaminya.
Pilar atas Scarlet Bayangan tidak mengatakan apapun, dirinya mengayungkan pedang yang langsung menghasilkan sepuluh serangan beruntun.
BAAAM!
Dia dan Xiao Shuxiang menangkis kesepuluh serangan tersebut. Walau yang lebih banyak mengeluarkan tenaga adalah dirinya.
Lan Guan Zhi sadar, temannya seperti tidak niat untuk bertarung lagi. Ini tentu bukanlah hal yang baik, mengingat lawan mereka seperti menginginkan kehancuran wilayah Kekaisaran Matahari Terbit.
Yīng xióng bergetar, dia seakan setuju dengan Lan Guan Zhi. Dia menarik Qi Xiao Shuxiang secara paksa, membuat pemiliknya tersentak.
"Ini mengesalkan, siapapun orang di balik Scarlet Bayangan.. Dia sudah sangat keterlaluan. Aku tidak akan pernah mengampuninya,"
Xiao Shuxiang melesat, kali ini dia bersama dengan Lan Guan Zhi. Serangan keduanya kuat, cepat, dan tajam.
Meski demikian, kekuatan lawannya masih saja dapat mengimbangi mereka.
TRAANG!
TRAANG!
Untuk seseorang yang sangat sulit dibunuh, ini memang merepotkan. Karena Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi jelas adalah makhluk yang hidup.
Di tempat lain, Yi Wen, Feng Ying, dan yang lainnya telah berada di wilayah Kekaisaran Matahari Tengah. Mereka bisa sampai dengan cepat karena bantuan dari kultivator ketiga aliran.
Kultivator senior setidaknya mengangkut dua orang untuk melayang bersamanya dengan memakai pedang terbang.
Sementara para junior yang tidak memiliki pedang terbang menggendong satu orang manusia biasa dan melesat cepat sambil sesekali menapak di dahan pepohonan.
Feng Ying dan teman-teman seperguruannya meminjamkan pedang terbang mereka pada beberapa kultivator. Mereka lalu mengangkut dua orang manusia biasa sambil melayang tanpa bantuan pusaka apapun.
Tentu ini membuat para kultivator terkejut, sebab para murid dari Sekte Kupu-Kupu yang mereka lihat ini belum ada yang mencapai Forging Qi Tingkat Emas Merah.
"Ck ck, siapa sebenarnya mereka ini..?"
Anak-anak berbakat yang muncul di satu tempat secara bersamaan adalah sesuatu yang langka. Mereka jadi penasaran dengan Sekte Kupu-Kupu.
Beberapa kultivator yang pernah hadir dalam Turnamen Kultivator Muda dahulu pasti akan merasa bahwa nama Sekte Kupu-Kupu ini tidak asing di telinga mereka. Walau rasa penasaran itu juga akan ada.
Sementara untuk kultivator muda yang pernah belajar di Sekte Pedang Langit pasti akan ingat dengan para murid Sekte Kupu-Kupu ini, apalagi salah satu diantara mereka sangat ahli dalam membuat keributan dengan pil anehnya.
Sekte Pedang Langit adalah sekte terdekat yang ada setelah melewati perbatasan wilayah Kekaisaran Matahari Terbit.
Masalahnya, mereka mendengar kabar mengejutkan bahwa sebagian besar murid Sekte Pedang Langit, para Patriarch, dan GrandElder saat ini sedang berperang melawan kultivator dari Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Jing Mi dan teman-temannya serta para kultivator senior segera berangkat menuju tempat perang tersebut. Tubuh mereka dalam kondisi baik karena asap keemasan dari Xiao Shuxiang sebelumnya.
Meski beberapa kali tanah di Sekte Pedang Langit bergetar, namun tidak ada satu bangunan pun yang roboh. Bisa dibilang, tempat ini lebih aman untuk dijadikan pengungsian asalkan tidak ada serangan nyasar yang datang dari arah Kekaisaran Matahari Terbit.
Kultivator junior dan para warga dari Kekaisaran Matahari Terbit di terima dengan baik di sekte ini. Mereka diberi pakaian serta makanan hangat.
Tidak ada yang dapat tidur, gemuruh petir terlalu menakutkan untuk membuat mata terpejam.
Nenek Nian dan beberapa pegawainya kerepotan, mereka kehabisan bahan makanan. Satu kekaisaran diberi makan tentu bukan hal yang mudah, beruntung sebelumnya mereka mendapat sumbangan dari Jing Mi dan ketujuh saudaranya sebelum anak-anak itu pamit dari sekte ini.
Ling Qing Zhu juga berpamitan pada Nenek Nian, dia harus pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Terbit untuk membantu murid-murid Sekte Pedang Langit yang masih ada di sana.
Dirinya mengangguk saat Nenek Nian memberitahukannya bahwa kakaknya Ling Lang Tian sedang pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam.
".. Dia menitipkan surat untukmu,"
Ling Qing Zhu membaca surat tersebut, isinya cukup singkat. Ling Lang Tian hanya menyuruhnya untuk tidak mati dan ditindas oleh serigala hitam itu. Jelas 'Serigala Hitam' yang dimaksud Kakaknya adalah Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu segera melesat pergi, semenjak dia memutuskan untuk tetap tinggal di Sekte Pedang Langit.. Di hari itu juga segel yang membuatnya tidak dapat merasakan Qi dilepas.
Sambil terus melesat, dia memikirkan kakaknya yang saat ini pasti sedang melakukan perjalanan untuk pulang ke Benua Tengah. Dia tahu betul, kakaknya tidak akan mau ikut campur masalah orang lain.
!!
__ADS_1
BLAAAR!
Gunung berapi yang sebelumnya meletus sudah tidak ada. Pilar atas Scarlet Bayangan membuat gunung tersebut benar-benar menghilang, dia menggunakan kekuatan yang selama ini dipendamnya untuk mengalahkan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
Sebelumnya, setengah dari gunung ini terkena serangan gabungan dari kedua lawannya. Dia sendiri sudah tiga kali menjadi debu, ini keempat kali dirinya bangkit kembali.
Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang juga.. Andai roh Phoenix api tidak menolong mereka, mungkin keduanya telah lama kehilangan nyawa.
Meng Yaoya yang melayang di tempat lain bersama kedua rekannya nampak berdecak kesal. Dia memang suka pria seperti Lan Guan Zhi, tetapi bukan untuk saat ini.
"Pemuda itu harus disingkirkan lebih dulu, dia bisa merusak segalanya. Han Na,"
Han Na mengangguk pelan, dirinya memfokuskan pikirannya, cermin berbentuk lingkaran yang berada di tangannya mengeluarkan cahaya putih redup, pelipis sebelah kanannya retak.
Bersamaan dengan hal itu, lima buah cermin besar terbentuk dan melayang mengelilingi Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang menyeringai, dia tahu ini akan terjadi. Semua api biru yang pernah dikeluarkannya menghilang, termasuk yang berada di tubuh Shao Nu.
"Lan Zhi, kau urus yang di sini..!"
Empat api biru kecilnya muncul, mereka langsung membesar seperti kepalan tangan orang dewasa dan langsung menghancurkan empat cermin yang mengelilingi Lan Guan Zhi.
Cermin kelima adalah target Xiao Shuxiang. Dengan menggunakan jurus Cermin Pemindahnya lalu disatukan pada cermin lawan, dirinya dapat masuk dan muncul tepat di depan Han Na dengan pedang yang terayun kuat.
!!
Cermin kelima pecah, bersamaan dengan menghilangnya Xiao Shuxiang. Lan Guan Zhi kini harus bertarung satu lawan satu dengan pilar atas Scarlet Bayangan.
Di perbatasan Kekaisaran Matahari Tengah dengan Matahari Tenggelam, tiga kali petir menyambar di tengah prajurit milik Dai Chen dan kedua istrinya.
Xiao Lu sendiri sudah banyak mengalami bekas sayatan, tetapi itu tidak mengapa. Sebab dia memiliki cukup banyak persediaan Pil Naga Putih buatan adiknya.
Pil ini mempunyai efek yang sama dengan Pil Napas Naga, namun waktu agar efeknya dapat terlihat lebih lama, sekitar lima tarikan napas. Namun, itu juga sudah sangat cepat.
Selain menyembuhkan luka dalam dan luar, Pil Naga Putih dapat menetralisir racun seperti Pil Embun Malam. Ini adalah pil terkuat keempat buatan Xiao Shuxiang.
!!
"Tapi rasanya asam sekali?!"
Raut wajah Xiao Lu berubah membuat Li Qian Xie menganggapnya lucu. Pil Naga Putih sangat asam, ketika menyentuh lidah.. Pil tersebut langsung melebur sehingga Xiao Lu tidak dapat menelannya.
Xiao Lu baru saja merasa telah meminum ribuan jeruk nipis yang asamnya berkali-kali lipat. Dia sepertinya tidak sadar sedang dikerjai oleh Xiao Shuxiang.
"Untung efek pil buatannya bagus, kalau tidak.. Aku pasti akan mengikatnya bersama Tuan Muda Lan dan mengurungnya sampai dia melahirkan anak..!"
!!
Patriarch Lan yang sudah berada di medan pertempuran terkejut kala pendengarannya menangkap seruan yang baru saja terlontar dari mulut Xiao Lu.
"Apa aku tidak salah dengar? Ada hubungan apa LanLan dengan Shuxiang?"
"Jangan pikirkan masalah itu, kita fokus pada lawan dulu,"
Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit, yakni Yu Changhai juga mendengarnya. Namun bukan saat yang tepat untuk membahas Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
!!
Bai Wu Dang dan Ming Mei bertugas sebagai pelindung dari serangan petir yang selalu mengarah pada pasukan kaisar serta kultivator dari Kekaisaran Matahari Tengah.
Sejak kekuatan keduanya terhisap oleh pagoda milik Ling Qing Zhu, Ming Mei dan Bai Wu Dang meningkatkan praktik mereka dengan bantuan Patriarch Ketiga.
Kini, praktik mereka telah berada di Master Foundation Tingkat Emas Hitam. Ada satu hal yang mereka tahu dari perang ini, yaitu kultivator dari tiga aliran wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam sedang dibawah kendali seseorang.
Mata lawan mereka tidak memiliki pupil berwarna hitam, semuanya putih pucat. Inilah yang menyebabkan kultivator dari wilayah Kekaisaran Matahari Tengah menyimpulkan bahwa lawan mereka sedang dikendalikan.
"Awaas..!"
BAAAM!
Sebuah seruan membuat Patriarch Ketiga menangkis serangan yang datang dan mengembalikannya ke pasukan lawan.
Serangan barusan berasal dari petir yang cukup kuat, dia merasakan keanehan. Bagaimana mungkin petir terus menyambar ke tempat rekan-rekannya, sementara petir itu tidak pernah menyambar pasukan lawan.
Andai Patriarch Ketiga tahu, bahwa petir tersebut merupakan buatan dari salah satu pilar atas Scarlet Bayangan, Tu Liao.
Selir Kaisar Matahari Tenggelam itu adalah petarung jarak jauh. Dia menggunakan kuas sebagai senjatanya.
Dengan memanfaatkan awan hitam, Tu Liao melukis petir di sebuah kanvas yang sebelumnya telah ada lukisan pasukan lawan. Hanya butuh satu goresan dan sebuah petir langsung menyambar di tempat yang diinginkan Tu Liao.
__ADS_1
Syukurlah kekuatannya memiliki batasan jarak, sehingga petir yang saat ini berada di Kekaisaran Matahari Terbit bukan berasal dari jurusnya.
***