
Seperti yang pernah dikatakan Xiao Shuxiang pada Ling Lang Tian, dia hanya meminta izin membawa Ling Qing Zhu pergi selama tiga hari dan akan kembali sehari sebelum pernikahan.
Koki Alkemis itu benar-benar melakukannya, dia berpamitan pada Schönheit dan Eins saat pergi meninggalkan Dunia Elf.
Ling Qing Zhu membawa serta Peri bersamanya, makhluk berbulu lebat yang selalu menjadi penerang di kamar Xiao Shuxiang itu berubah menjadi sangat kecil dan menghiasi salah satu sisi rambutnya.
Ketika Ling Lang Tian tahu adiknya dan Xiao Shuxiang sudah pulang, dia pun mengajak keduanya untuk menemui ibu dan neneknya, Wang Rui Chan dan Ling Shen Yue.
Di hadapan Ling Shen Yue, Xiao Shuxiang merasa seperti berada di ujung pedang. Tatapan wanita tua berambut hitam di hadapannya sangatlah menusuk dan lebih buruk dari tatapan Ling Lang Tian.
Bukan hanya nenek Kucing Putihnya, tetapi calon ibu mertuanya----yakni Wang Rui Chan juga terlihat seperti itu. Dia adalah wanita dengan rambut putih panjang, memiliki suara dingin yang khas dan jujur saja tatapan matanya menyeramkan bagi Xiao Shuxiang.
"... Dalam sejarah keluarga 'Ling', ini adalah yang pertama kalinya kami mengadakan pernikahan di tiga tempat. Apalagi ketiganya bukanlah tempat biasa seperti di luar kota atau Kekaisaran Langit Tengah, melainkan berada di benua yang berbeda.." Wajah Ling Shen Yue tidak memperlihatkan emosi, tetapi tatapan matanya mengandung ketegasan.
Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa dan hanya mendengarkan dengan seksama ucapan dari nenek Kucing Putihnya ini.
"... Jujur saja, aku terkejut mendengar bahwa kau merupakan cucu dari kaisar Benua Utara. Apalagi, bahkan tanpa identitas bangsawanmu----kau telah terkenal sebagai pelindung dari Benua Timur. Tidak ada yang memiliki identitas semacam itu di tempat ini, kau adalah yang pertama."
Xiao Shuxiang dalam hati mengembuskan napas, ucapan nenek cantik di depannya tidak terdengar seperti pujian. Malahan, dia merasa telah menjadi spesies manusia yang langka.
"Terserahlah, mari kita coba untuk tersenyum.." Xiao Shuxiang berusaha membalas ucapan Ling Shen Yue dengan senyuman termanisnya, namun bibirnya terasa kaku akibat suasana tegang di ruangan ini.
Ling Shen Yue, "Xiao Shuxiang, kau harus tahu satu hal. Bagi keluarga 'Ling', seorang Wali Pelindung yang berasal dari luar klan sama sekali tidak ada artinya bagi kami. Identitasmu yang merupakan keturunan bangsawan pun, tidak memiliki harga di mata kami."
!!
Sekarang Xiao Shuxiang mulai kesal mendengar ucapan wanita berambut hitam di hadapannya. Dia kesal sebab apa yang dikatakan Ling Shen Yue tidak dapat didebat dan memang itulah kebenarannya.
Xiao Shuxiang akhirnya bicara, "Aku tahu. Bahkan setelah pernikahan ini, siapa pun masih bisa menantangku untuk merebut posisi sebagai 'Wali Pelindung' Kucing Putih. Tapi apa Nenek harus menjelaskan ini sekarang?"
?!
Ling Qing Zhu dan Ling Lang Tian memandang Xiao Shuxiang dengan tatapan mata yang seakan bersiap andai pemuda berpakaian hitam ini malah tersinggung dan melakukan hal yang tidak diinginkan.
"Xiao Shuxiang.." Wang Rui Chan akhirnya angkat suara, "... Kami memberitahukan ini padamu agar kau mengerti bahwa sulit bagimu untuk masuk ke dalam keluarga 'Ling'."
"Aku mengerti maksud Calon Ibu Mertua. Kau ingin mengatakan aku harus mengikut marga 'Ling' agar bisa menjadi bagian dari kalian, bukan? Tapi maaf saja, bahkan di kehidupanku selanjutnya... Aku akan tetap memakai nama ini, 'Xiao Shuxiang'."
"Ibu.. Tolong untuk bermurah hati sedikit," Ling Qing Zhu menyatukan kedua tangannya. Dia tahu sifat Wali Pelindungnya, pemuda di sampingnya tidak akan nyaman duduk bersama orang-orang yang berperilaku dingin seperti ibu dan neneknya.
"Qing Zhu'Er, kau diam saja!" Wang Rui Chan meninggikan suaranya, dia membentak dan menatap tajam ke arah putrinya. Wang Rui Chan memang terkenal jarang bicara di depan umum, namun tetap saja saat bersuara----ucapannya bahkan bisa lebih tajam daripada senjata.
Di ruangan pribadi Ling Shen Yue ini, Xiao Shuxiang tidak memiliki teman untuk membantunya. Grand Elder Sekte Pagoda Langit tidak ada, sementara Ling Lang Tian yang duduk di sisi kanannya tidak mengatakan apa pun. Kucing Putihnya bahkan tidak berani angkat suara setelah mendapat teguran.
Wang Rui Chan, "Xiao Shuxiang, aku tidak tahu apa yang sudah kau ajarkan pada putriku, tapi kuharap kau tidak memberinya pengaruh buruk. Selama kuperhatikan, kau bahkan tidak menerapkan satu aturan pun dari sekte ini. Tingkahmu liar dan tanpa sopan santun,"
Ling Lang Tian, "Ibu.. Maafkan Putramu ini, tapi aku mengajak Shuxiang kemari tidak untuk mendengarkan keluhanmu dan mempermalukannya. Tolong jangan membuatnya marah,"
"Hmph, apa sekarang kau takut dengan kemarahan calon adik iparmu yang liar itu? Dia membawa pergi Qing Zhu'Er, tidak pernah menemui nenekmu, bahkan tidak menemuiku yang merupakan calon Ibu Mertuanya. Yang dia lakukan hanyalah ke sana kemari tanpa pernah mengakrabkan diri dengan anggota keluarga lainnya. Pekerjaannya hanya keluar-masuk sekte tanpa aturan, dan selalu mengekor pada Tuan Muda Lan."
"Ibu..!" Ling Lang Tian meminta agar Wang Rui Chan mengendalikan diri dan tidak melampiaskan semuanya pada Xiao Shuxiang. Dia tidak akan pernah bisa menolong ibunya andai pemuda di sampingnya ini mengamuk.
"......."
Kebungkaman Xiao Shuxiang membuat Ling Qing Zhu tidak nyaman. Selama ini, Wali Pelindungnya selalu cerewet, jadi saat diam seperti sekarang tentulah rasanya akan sangat aneh.
Buruknya, dia bahkan tidak tahu caranya menghibur pemuda ini. Tatapan matanya menunduk sambil melihat kedua tangannya yang mencengkeram erat pakaiannya.
Ling Lang Tian sendiri baru ingin kembali bicara saat melihat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja memperbaiki posisi duduknya dan mulai meletakkan kedua tangan di lantai.
!!
__ADS_1
Tindakan Xiao Shuxiang mengejutkan bagi semua orang di ruangan ini, termasuk Ling Lang Tian sekali pun.
Kakak dari Ling Qing Zhu itu melihat Xiao Shuxiang merendahkan kepala dan tubuhnya untuk menunduk di depan Wang Rui Chan dan Ling Shen Yue. Dia tidak pernah menyangka Xiao Shuxiang akan melakukan sesuatu yang tidak terduga seperti ini.
Ling Qing Zhu juga sama kagetnya. Posisi tubuh Wali Pelindungnya bagaikan seseorang yang tengah bersujud meminta maaf.
"Terima kasih karena Anda selama ini memperhatikanku.." suara Xiao Shuxiang tidak mengandung kemarahan sama sekali, malah penuh dengan rasa syukur. Senyumannya bahkan lebih tulus daripada yang tadi.
"... Xiao Shuxiang benar-benar meminta maaf. Ucapan Anda sangat benar, harusnya aku lebih bisa menjalin hubungan dengan anggota keluarga 'Ling' yang lain dan tidak bertingkah sembarangan di tempat ini."
Ling Shen Yue tersenyum meledek, tatapan matanya nampak melihat Xiao Shuxiang dengan rendah dan seakan telah menang dari pemuda itu. "Bagus jika kau mengerti ucapan dari menantuku. Setidaknya sekarang kami tidak perlu mempertanyakan didikan kedua orang tuamu,"
"Oh... Kalau untuk masalah itu, orang tuaku tidak banyak memberiku kekangan, bahkan kakekku pun demikian. Mereka sepertinya hanya ingin agar aku bisa bebas menjalani hidup dan mendapat pelajaran darinya. Mungkin karena itu jugalah, aku bisa berada di tempat ini..."
Xiao Shuxiang kembali bangun dan kini memandang kedua wanita di hadapannya secara langsung.
Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu tidak percaya bahwa pemuda yang mereka lihat merupakan Xiao Shuxiang yang sebenarnya. Sampai ucapan selanjutnya dari Koki Alkemis itu terdengar.
Xiao Shuxiang bersujud meminta maaf dan mengakui kesalahannya adalah karena memang dirinyalah yang salah. Dia sama sekali tidak keberatan atau merasa terhina saat melakukannya. Baginya, mengakui kesalahan merupakan cermin pria sejati.
"... Aku bahkan berani bersujud dengan disaksikan oleh semua orang untuk mengakui kesalahanku jika memang itu harus dilakukan. Namun kuharap Nenek dan Calon Ibu Mertua juga bisa mengerti satu hal, jika kalian tidak dapat mengubah sikap di depanku----maka jangan salahkan Xiao Shuxiang ini bila bertindak nekat,"
!!
Ling Shen Yue mengepalkan kedua tangannya, dia baru pertama kali melihat pemuda yang semengesalkan Xiao Shuxiang. "Berani sekali kau mengancam kami-"
"Ini bukan ancaman Nenek, kurasa usia tua sudah membuatmu melupakan sesuatu. Tanganku berani memisahkan kepala paman Kucing Putih di depan matanya sendiri, jadi apa kau pikir aku tidak berani bertindak demikian padamu?"
"XIAO SHUXIANG..!" Ling Shen Yue menggebrak meja di depannya dan menatap marah ke arah pemuda itu, "Sebaiknya Kau Jaga Ucapanmu Atau Aku-"
"Sayangnya kau tidak bisa melakukan apa-apa. Maaf atas ucapanku yang kasar. Tapi sebagai 'Wali Pelindung' Kucing Putih, baik kau dan Calon Ibu Mertuaku... Kalian berdua merupakan dalang di balik penderitaan gadisku ini,"
!!
"Akan jauh lebih baik kukatakan ini tepat di depanmu, Calon Ibu Mertua. Sesuatu yang tidak waras di tempat ini adalah tradisi kuno klan 'Ling', keluarga dari Ibu Mertuamu. Apa kalian berdua pikir, waras membuat seorang gadis menjadi hadiah taruhan? Jika aku yang merupakan 'Wali Pelindung' Kucing Putih dibunuh oleh seorang pendekar, apakah gadisku harus menikah dengan pendekar itu? Lalu jika ada pemuda lain yang membunuh pendekar itu, apa dia masih juga harus menikahinya? Jangan bercanda!"
!!
Ling Qing Zhu tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja berdiri. Dia bisa merasakan suasana di ruangan ini memanas, namun dirinya tidak berani membuka suara atau meminta Wali Pelindungnya duduk kembali.
Di sisi lain, Ling Lang Tian hanya mengembuskan napas pelan sambil memandang ke depan. Dalam posisi ini, dia bahkan tidak bisa membela ibu dan neneknya atau mencegah Xiao Shuxiang bicara.
"... Aku bukanlah orang awam yang sama sekali tidak mengerti tradisi klan 'Ling'. Bahkan setelah seratus tahun berlalu, tradisi menyebalkan itu masih saja ada. Entah berapa banyak gadis di keluarga kalian yang menjalani hidup seperti benda mati.."
Ucapan Xiao Shuxiang tenang, namun bila didengarkan baik-baik.. Seseorang bisa merasakan ada ledekan di dalamnya. Apalagi, dengusan dan tatapan matanya itu seakan baru saja menatap sesuatu yang tidak layak dilihat dunia.
!!
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chan baru pertama kali di pandang serendah itu. Mereka benar-benar sudah salah besar karena menyetujui pernikahan ini.
Wang Rui Chan, "Kau sangat berani Xiao Shuxiang.. Sangat berani..! Apa kau pikir tindakanmu yang kurang ajar ini akan kubenarkan?! Kau sama sekali tidak pantas untuk Putriku!"
"Hmph, baru sekarang kau melihat Kucing Putihku sebagai putrimu? Di mana saja kau selama lebih dari dua puluh tahun ini? Bahkan saat pertama kali melihatmu, kau seperti tidak pernah memiliki hubungan dengan Kucing Putihku."
!!
Jika di pandang sekilas, Xiao Shuxiang memang seperti pemuda yang tidak tahu aturan. Dia orang yang kurang ajar dan tidak menghormati orang tua, sikapnya yang angkuh dan sembrono ini bisa membuatnya dibenci.
Namun, Xiao Shuxiang bertindak seperti itu hanya kepada orang yang tidak dia sukai. Dia menaruh hormat pada orang yang ingin dirinya hormati, tidak ada siapa pun yang bisa memaksanya.
"... Calon Ibu Mertua, justru karena akulah yang pantas untuk putrimu hingga berani kukatakan ini. Tradisi keluargamu harus diperbaiki dan kurasa karena kalian yang paling keras, maka kalian berdualah yang harus melakukannya."
__ADS_1
Ling Shen Yue merasakan darahnya mendidih, pemuda di hadapannya sangat kurang ajar. Tanpa sadar, giginya menggemeretak saat mulai berujar. "Kau.. Jangan pernah berpikir dengan identitasmu kau bisa memerintah sesuka yang kau mau.."
"Dengarkan aku, Nenek Tua. Kalau aku ingin sesuka hati di tempat ini, maka sudah sejak tadi kau kehilangan kepalamu.." Xiao Shuxiang lagi-lagi memotong ucapan Ling Shen Yue, dia pun berjalan satu langkah ke depan sebelum kembali bersuara.
"... Kau harus tahu, Xiao Shuxiang tidak pernah suka membuang waktu untuk meminta sesuatu dari seseorang yang keras kepala seperti kalian, apalagi saat aku yakin kalian tidak akan mungkin memenuhi permintaanku. Hanya saja, demi menghormati Kucing Putih, Calon Kakak Iparku, dan Grand Elder sendiri... Aku melakukannya,"
!!
Mata Xiao Shuxiang berkilat merah, nada suaranya kali ini berubah sangat dingin. "Kalau dilihat dari sifatku yang liar... Aku lebih suka membunuh kalian dan membuat sendiri aturan di tempat ini. Siapa pun yang berani menentang, akan berakhir dengan kepala terpenggal dan digantung di depan umum. Tapi aku dengan sangat terpaksa tidak melakukannya karena melihat Calon Kakak Iparku dan Calon Istriku sendiri, karenanya.. Tolong agar kalian tidak membuatku menyesal atas tindakan yang telah kuambil ini."
Ling Lang Tian menoleh dan menatap adiknya, kebetulan Ling Qing Zhu juga ikut memandang ke arahnya. Dia pun memberi isyarat dengan anggukan kepala agar adiknya membawa Xiao Shuxiang keluar dari ruangan ini.
Ling Qing Zhu mengangguk mengerti, dia pun berdiri dan membungkuk hormat para Ling Shen Yue serta Wang Rui Chan sebelum meraih pergelangan tangan Wali Pelindungnya.
"Ayo pergi,"
"Kucing Putih, aku belum selesai."
"Kita harus pergi. Ayo,"
Xiao Shuxiang mengikuti Ling Qing Zhu saat gadis itu menarik tangannya. Warna matanya kembali berubah, dia pun melangkah keluar dan meninggalkan Ling Lang Tian yang masih bersama dengan dua wanita menyebalkan itu.
*
*
"Kucing Putih.." Xiao Shuxiang mulai buka suara saat dia dan Ling Qing Zhu telah jauh dari pintu ruang pribadi Ling Shen Yue. ".. Aku minta maaf karena sudah bicara kasar pada ibu dan nenekmu. Aku tahu itu tindakan yang tidak benar, tapi mereka sangat mengesalkan."
"......."
"... Kau tahu kan aku orang yang seperti apa. Lagipula meski kau tidak percaya, tapi sebenarnya usiaku lebih tua dari mereka. Jadi sangat wajar jika aku memanggil ibu dan nenekmu dengan sebutan, 'Kau' dan bukannya, 'Anda'..."
Xiao Shuxiang tidak berhenti bicara, dia berusaha membela dirinya di depan Ling Qing Zhu karena memang tindakannya tidak sepenuhnya salah.
"... Aku bahkan bisa bertindak seperti menarik telinga dan menampar bokong mereka sebagai hukuman karena sudah berani membentak Xiao Shuxiang ini. Itu tindakan yang wajar karena sebagai seseorang yang sudah hidup lebih lama dari mereka, aku layak dihormati. Hanya saja, karena jiwa mudaku yang benar-benar muda... Aku tidak melakukan itu. Ehm.. Sebenarnya daripada menampar bokong, aku lebih suka memotong lidah mereka sebagai hukuman. Tapi... Biar bagaimanapun mereka keluargamu, dan aku berusaha menghormati itu."
"Kau terlalu banyak bicara, Shuxiang."
Ekspresi wajah Ling Qing Zhu tidak pernah berubah, tatapan mata teduhnya pun nampak begitu tenang. Bahkan suaranya pun, sama sekali tidak mengandung kekesalan.
"Kucing Putih.. Apa kau marah padaku? Aku memperlakukan ibu dan nenekmu dengan..."
"Tidak masalah. Kau sangat berani. Aku sendiri tidak memiliki keberanian seperti itu," Ling Qing Zhu menoleh ke arah Wali Pelindungnya, tatapan matanya melembut. "... Aku mengucapkan terima kasih, tapi kuharap kata itu tidak membuat batasan antara kau dan aku."
Xiao Shuxiang berkedip, dia tidak menyangka Kucing Putihnya sama sekali tidak marah, bahkan justru gadis ini berterima kasih padanya. Dia pun dengan ragu mengatakan bahwa lain kali Kucing Putihnya tidak perlu mengucapkan kata itu lagi.
Ling Qing Zhu masih memegang pergelangan tangan Wali Pelindungnya. Xiao Shuxiang sendiri tidak keberatan atau pun menyinggung ini, dia hanya menunggu sampai Kucing Putihnya sadar sendiri.
"Selama ini dia tidak banyak bertanya tentangku.. Tidak pernah menanyakan apa yang sudah kulakukan di masa lalu, dan tidak pernah bertanya mengapa aku selalu mengatakan kata yang aneh. Padahal tadi aku menyinggung tentang usiaku yang lebih tua dari neneknya, tapi Kucing Putih sama sekali tidak membahas itu. Gadis ini.. Apa dia sama sekali tidak mau peduli..?"
Xiao Shuxiang juga tidak bisa asal bicara dan mengungkapkan semua tentangnya pada Ling Qing Zhu.
Selama ini, hanya Ling Lang Tian yang tahu tentang reinkarnasinya dan dia merasa pemuda itu bukan tipekal orang yang cerewet. Ling Lang Tian tentunya tidak akan menceritakan tentang dirinya pada sembarangan orang.
"......."
Xiao Shuxiang ingin bicara, namun saat melihat ketenangan pada tatapan teduh Kucing Putihnya.. Dia pun tidak mencoba bersuara.
Jauh lebih baik diam dan mengikuti ke mana gadis ini akan membawanya. Xiao Shuxiang tidak berniat merusak momen semacam ini.
__ADS_1
***