
Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, dia memegang erat Seruling Giok Putih di tangannya, tak berani mengintip keluar sebab khawatir akan ketahuan.
"Kapan orang itu akan pergi..? Ini sangat mengkhawatirkan,"
Xiao Shuxiang bahkan tidak sadar berkeringat dingin. Sedikit saja dia mengeluarkan Qi, maka kehadirannya akan langsung disadari.
Kultivator dengan tanda api di keningnya terus menatap dengan seksama Pil Napas Naga di tangannya, dia membaca tulisan pada kayu penutup peti tersebut.
"..."
?!
Kultivator ini mulai mengalihkan pandangannya, tepat ke arah dipan tempat peti mayat dan Xiao Shuxiang yang sedang bersembunyi di belakangnya berada.
Tap
Tap
Tap
Xiao Shuxiang menutup mulut dan hidungnya, dia memejamkan mata erat, kekhawatirannya saat ini berada di tingkat yang membahayakan.
Tiba-tiba jantungnya seperti berhenti berdetak dan detik berikutnya berpacu lebih kencang saat mendengar suara dari kultivator ini.
"Tetua, maafkan ketidaksopananku yang menganggu istirahat Anda. Aku Ling Lang Tian bukanlah berasal dari Benua ini. Tapi kuharap Tetua mengizinkanku mengambil pusaka berhargamu. Aku berjanji akan menggunakannya di jalan kebenaran..! Hormat terakhirku untuk Tetua..!"
Bersamaan saat Ling Lang Tian memberikan hormatnya, peti giok di depannya bercahaya seakan merestui dirinya memiliki pusaka tersebut.
Detik itu juga, hawa keberadaan Xiao Shuxiang kembali. Tetapi Ling Lang Tian tidak menyadarinya, peti giok yang bercahaya ini rupanya memberi segel pelindung pada Xiao Shuxiang, bahkan Sang Bintang Penghancur itu tidak sadar telah dilindungi.
".. Tetua, terima kasih. Beristirahatlah dengan tenang.."
Ling Lang Tian mulai berjalan pergi ke arah pintu. Xiao Shuxiang baru bisa bernapas lega saat mendengar suara pintu tersebut ditutup.
"Haaah.. Kupikir aku sudah mati.." Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan dadanya, api biru kecil di dekatnya entah sejak kapan menjadi redup.
Xiao Shuxiang tertawa, dia meledek api biru kecilnya karena begitu penakut. Dirinya lalu memperhatikan Seruling Giok Putih di tangannya dan beberapa kali menghembuskan napas, Xiao Shuxiang terlihat senang.
"Salah satu Pusaka Langit kini ada di tanganku. Sekarang tinggal bagaimana cara menggunakan benda ini.." Xiao Shuxiang mulai berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap ke arah pintu yang tertutup.
Dia mengetuk-ngetuk peti mayat pemilik tempat ini dan duduk di atasnya sambil memainkan Seruling Giok Putih di tangan kanannya.
".. Untungnya orang tadi tidak sadar ada aku di sini. Haiih.. Dari suaranya, dia terdengar perkasa,"
"Tentu saja, karena aku yang menyembunyikan keberadaanmu."
!!
Xiao Shuxiang mematung saat mendengar suara orang lain, dia menoleh ke samping dan menemukan seorang pria paruh baya berambut putih panjang serta berseragam putih, tubuh pria ini terlihat transparan.
"AAAAA..!"
Xiao Shuxiang berteriak dan refleks melompat ke belakang dengan seruling terhunus bak pedang. Kekuatan jantungnya benar-benar banyak diuji.
"Hantu Tua Bangka..! Beraninya Kau Mengagetkan Xiao Shuxiang..!"
"Dasar Bocah Nakal, setelah menguras hartaku, tidak menghormati makamku, duduk di atas petiku, dan sekarang kau mengataiku 'Tua Bangka'..?! Berlutut Sekarang Juga..!"
!!
Xiao Shuxiang refleks berlutut, tubuhnya kaku dan tak bisa dia kendalikan. Padahal hanya suara saja yang didengarnya, itu pun tidak memiliki aura penekan sama sekali.
Api kecil Xiao Shuxiang bahkan melakukan hal yang sama, dia seperti ikut berlutut di lantai dan perlahan-lahan meredup, seolah takut dengan Hantu Kultivator ini.
"Sekarang.. Ayo minta maaf,"
Xiao Shuxiang menatap hantu kultivator di depannya yang terlihat berusia 80 Tahun dengan alis dan janggut putih panjang, matanya berwarna ungu keperakan, dengan pinggang ke bawah di selimuti kabut putih transparan.
"Aku.. minta maaf pada Kakek karena telah berlaku tidak sopan pada tempat tidurmu. Kuharap Kakek.. Tidak.. Mengambil hati tindakanku,"
Xiao Shuxiang memberi hormat, api biru kecil yang ada di dekatnya melayang naik-turun seperti memberi hormat juga pada kultivator tua ini.
"Kenapa kau memanggilku 'Kakek', aku tidak menikah dengan Nenekmu. Panggil 'Tetua Besar'..!"
!!
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dan lalu menggumam kesal karena hantu ini berani membentaknya. Hanya saja gumaman pelannya di dengar oleh kultivator tersebut.
"Bocah, hati-hati dengan ucapanmu. Kau bisa kumasukkan kembali ke perut ayahmu jika membuatku kesal,"
Tatapan kultivator ini begitu menusuk, bahkan Xiao Shuxiang langsung mengangguk dan segera merapatkan bibirnya, dirinya begitu menurut seperti anak anjing.
Kultivator ini tersenyum, dia mulai melayang perlahan mendekati Xiao Shuxiang. Dirinya baru berhenti saat di depan anak tersebut.
Di luar masih terdengar suara keributan, namun dengan sekali jentikan jari.. Suara itu tidak terdengar lagi. Sekarang lebih mudah untuk berbicara tanpa gangguan.
"Nak, kau adalah orang pertama yang bisa sampai kemari, karenanya aku melindungi keberadaanmu agar tidak disadari pria berkarisma itu sebelumnya. Untuk seseorang yang memiliki Dantian Berakar, keberanianmu boleh juga.."
Kultivator Tua ini menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang sekarang adalah pemilik dari Pusaka Langit, Seruling Giok Putih. Yang mana berarti dibalik kekuatan pusaka tersebut ada tanggung jawab besar yang harus dipikul.
".. Aku tidak pernah menggunakan pusaka itu sampai akhir hayatku. Waktuku tidak banyak untuk melakukannya.."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia memperhatikan kultivator di depannya yang seperti mengenang sesuatu. Ada kesedihan dan kekecewaan yang mendalam dari mata penatua tersebut.
".. Nak, aku memilihmu karena kuyakin kau bisa melakukan ini."
"Apa yang kau inginkan, Kakek..?"
__ADS_1
Penatua itu meminta Xiao Shuxiang untuk menyelamatkan keturunan terakhirnya yang terjebak dalam Es Abadi di Benua Utara.
".. Kau pasti sudah pernah mendengar sejarah tentang Benua Selatan serta tragedinya. Semua orang hanya tahu bahwa aku satu-satunya yang bisa pergi dari benua itu, tetapi sebenarnya aku membawa satu orang lagi.."
Penatua tersebut mengatakan telah mengarungi lautan dari Benua Selatan menuju Benua Tengah sambil menggendong seorang bayi, dia lalu melanjutkan perjalanan ke Benua Utara.
Di sanalah dirinya mengurung bayi tersebut di dalam Es Abadi. Meski terkurung, tubuh bayi itu tetap tumbuh dan berkembang layaknya manusia biasa.
".. Dan perjalanan terakhirku adalah Benua Timur,"
Xiao Shuxiang masih kebingungan, dia bertanya tentang motif penatua terus berpindah-pindah bahkan sampai mengurung bayi di dalam Es.
Dirinya juga penasaran dengan penyebab Benua Selatan tidak bisa dihuni makhluk hidup dan menjadi Benua Kematian.
"Iblis.. Semua terjadi karena kelahiran Iblis.."
!!
Demonic Beast hanyalah binatang. Dengan meningkatkan kekuatan, bertapa, atau menggunakan Teknik Terlarang mereka bisa menjadi manusia dan memanjangkan umur mereka. Berbeda dengan Iblis yang notabenenya adalah makhluk abadi sejak diciptakan.
Tabrakan sepuluh bintang di langit bersamaan dengan pembunuhan pertama seorang anak kecil pendendam menciptakan makhluk mengerikan ini dan pendamping setianya.
Bahkan saat terlahir untuk pertama kalinya di Benua Selatan, hanya kultivator ini dan seorang bayi yang berhasil selamat.
".. Butuh waktu ribuan tahun agar Iblis itu mampu membentuk tubuhnya menjadi manusia sempurna. Dan jika tidak segera dihentikan, bukan hanya Benua Selatan.. Tetapi empat Benua lainnya akan hancur,"
Xiao Shuxiang mencengkeram kuat Seruling Giok Putih di tangannya, dia mengatakan Iblis tak bisa dimusnahkan begitu mudah, mereka adalah makhluk abadi.
"Memang tidak bisa. Tetapi aku memiliki dua cara, namun aku tidak yakin ini berhasil atau sebaliknya,"
"Katakan, Kakek.."
Penatua menjelaskan cara pertama yang berasal dari asumsinya. Jika sepuluh tabrakan bintang bersamaan dengan pembunuhan pertama seorang anak kecil melahirkan Iblis, maka bisa saja sepuluh tabrakan bintang dan kebaikan pertama seorang anak kecil mampu menciptakan pemusnah Iblis tersebut.
".. Yang kedua adalah menyegelnya dengan Segel Sembilan Gerbang Dunia. Namun aku tidak tahu kebenaran segel itu karena aku sendiri belum yakin ada dunia selain yang dihuni ini. Alam Baka tentu tidak termasuk, karena saat masuk ke sana, kita tidak akan bisa keluar lagi.."
Penatua ini tertawa, harusnya sudah sejak dulu dirinya menghilang, namun kesadaran spiritualnya terlalu kuat sehingga memaksanya untuk tetap tinggal.
Sesuatu yang cukup bagus, setidaknya dia bisa melihat siapa pewaris dari semua harta berharganya termasuk Pusaka Langit yang dititipkan kepadanya.
Dia juga bisa meminta bantuan pewarisnya untuk menyelesaikan misi yang tak dapat diselesaikannya. Ini agar kematiannya tidak menyebabkan perasaan sesal yang mendalam.
"Aku akan memberimu sesuatu yang pasti akan sangat berguna-"
"Tunggu dulu,"
Xiao Shuxiang memotong pembicaraan kultivator tua di depannya. Setelah menghembuskan napas pelan, dirinya berkata bahwa dia mulai mengerti situasianya sekarang.
".. Jadi kau memintaku untuk pergi ke Benua Utara, menyelamatkan keturunan terakhirmu dan membawanya pulang ke Benua Selatan sekaligus menyegel Iblis itu?"
"Kau pintar. Memang tidak sia-sia aku memilihmu,"
"Kakek Tua, aku tidak suka berbohong. Jadi biar kukatakan padamu, aku bukanlah orang yang baik. Dibandingkan dengan menolong, aku lebih suka melihat kehancuran.."
Wajah Xiao Shuxiang begitu serius, dia mengatakan sudah pernah hampir menghancurkan Benua Timur. Dan tak ada alasan bagi dirinya untuk menolong orang yang baru dia temui, Xiao Shuxiang bukanlah kultivator naif yang suka mencampuri urusan orang lain.
".. Sepertinya kau telah salah memilih pewaris. Lebih baik aku memanggil orang tadi dan biarkan dia yang menolongmu,"
Kultivator di depan Xiao Shuxiang tersenyum, dia memang tidak salah memilih. Pemuda ini memiliki hati giok hitam, sebuah hati yang menurut kultivator dan manusia biasa sangat tidak berperasaan.
Namun, arti sebenarnya dari seseorang yang memiliki hati giok hitam adalah mereka akan selalu membalas setiap kebaikan atau keburukan yang diterimanya berkali-kali lipat.
Mereka tidak pernah menyesal melakukan pembunuhan dan sangat sulit untuk meluluhkan hatinya. Jika ada yang bisa, maka seseorang berhati giok hitam akan setia.
Mereka juga lebih menghargai diri sendiri daripada orang lain dan sangat sulit dendam pada siapa pun. Xiao Shuxiang jelas adalah kandidat sempurna untuk mendapat tugas ini.
".. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan seseorang yang tidak memiliki sedikit pun aroma kebohongan. Tidak ada kultivator jahat yang sejujur dirimu, Nak. Kau jelas-jelas bukanlah salah satu dari mereka,"
"Aku memang benci berbohong, tapi tugas itu terlalu berat. Selama hidupku.. Aku banyak melihat kultivator naif yang sangat suka terlibat dalam masalah orang lain, saling bersaing dan menjatuhkan untuk bisa mencapai posisi puncak. Jika ada yang memiliki sedikit saja bakat, maka mereka akan bekerjasama menghancurkannya.. Sama seperti waktu itu.."
Xiao Shuxiang tersenyum sedih, dirinya lalu mengusap pelan wajahnya dan menghembuskan napas pelan. Berikutnya dia berkata pada kultivator tua di depannya untuk memikirkan lagi sebelum mengambil keputusan.
".. Xiao Shuxiang ini tidak bisa menjanjikan akan menyelamatkan keturunanmu atau Benua Selatan, bahkan jika ini berhubungan dengan keselamatan dunia. Maaf, Kakek carilah saja orang yang lain,"
"Aku mengerti. Kakek Tua ini tidak akan memaksamu. Kau bisa menyelamatkan keturunanku jika kau mau. Lagipula kau masih punya banyak waktu beberapa ribu tahun sebelum Iblis di Benua Selatan bangkit dengan tubuh manusianya. Jangan memintaku mencari orang lain, waktuku tidak sebanyak Iblis itu.."
Xiao Shuxiang menatap kultivator bertubuh transparan ini. Dia mengangguk dan berkata akan menyerahkannya pada langit. Bila memang dirinya ditakdirkan ke Benua Utara, maka dia akan menolong keturunan kultivator ini.
"Aku senang mendengar jawabanmu. Kemarilah.."
Xiao Shuxiang dan api biru kecilnya mengikuti kultivator transparan yang melayang di depan mereka menuju peti mayat.
Kultivator ini meminta Xiao Shuxiang membuka peti tersebut. Saat dibuka, nampak jelas mayat kultivator ini yang telah berubah menjadi tulang-belulang, namun masih berpakaian lengkap.
Xiao Shuxiang diminta mengambil kantong penyimpanan di dalam pakaian mayat kultivator ini. Tanpa rasa takut sama sekali.. Xiao Shuxiang mulai meraba-rabanya.
"Aku bukannya tidak sopan yaah. Kakek sendiri yang memintaku.."
"Tentu saja, kau jangan khawatir."
Setelah mendapatkan kantong penyimpanan tersebut, Xiao Shuxiang kembali menutup peti mayat dan memeriksa isi kantong ini.
!!
Banyak kepingan emas, mutiara roh, manual praktik, dan senjata di dalam kantong penyimpanan di tangannya. Jangan ditanyakan tentang Spirit Stone dan Demonic Core, benda itu menggunung bahkan Xiao Shuxiang sampai berkeringat dingin karenanya.
"Ka-Kakek..? Kau serius memberikan semua ini padaku?!"
__ADS_1
"Tentu saja tidak. Kau simpan itu untuk keturunanku, berikan padanya sebagai modal memperbaiki Benua Selatan. Kau sudah menjarah makam ini, jadi jangan serakah.."
!!
Xiao Shuxiang menyunggingkan bibir atasnya, dia lalu meniup poni rambutnya dengan kesal. Detik berikutnya Xiao Shuxiang langsung protes, mana benda yang dijanjikan oleh Tua Bangka ini padanya?!
".. Benda yang kau bilang berguna untukku, mana dia?!"
"Tenanglah, Bocah. Aku tidak lupa pada janjiku,"
Kultivator tua ini meminta Xiao Shuxiang mencari satu-satunya cincin di dalam kantong penyimpanannya. Xiao Shuxiang memfokuskan Qi dan kemudian mengeluarkan cincin tua hitam berukir emas, dia memperhatikan cincin aneh tersebut.
Kultivator tua menjelaskan benda di tangan Xiao Shuxiang bernama One Ring. Sebuah pusaka tingkat bumi yang telah dia sempurnakan menjadi Pusaka Langit.
Mendengar nama 'One Ring' mengingatkan Xiao Shuxiang tentang sebuah buku yang sekilas pernah dibacanya di tempat Bai Wu Dang.
Sebuah legenda tentang cincin yang menjanjikan setiap pemiliknya kekuatan dan kekuasaan absolut, sayang hanya pemilik asli cincin ini yang dapat menggunakannya.
".. Jika orang lain, maka akan hancur dalam jurang keputus-asaan karena One Ring berisi roh pemiliknya.. Sauron. Tua Bangka.. Kau ini.."
"Pengetahuanmu tentang sejarah melegenda itu bagus juga. Tapi tenang saja, One Ring di tanganmu bukan One Ring yang seperti di buku yang kau baca.."
Xiao Shuxiang menyipitkan matanya, dia memperhatikan wajah kultivator tua bertubuh transparan ini dengan seksama. Jelas tatapan matanya mengandung kecurigaan.
"Kau tidak pernah menyebutkan namamu sejauh kita bicara, bagaimana bisa aku percaya padamu? Dan lagi, aku tahu salah satu pepatah mengatakan bahwa jika kau mudah percaya pada orang yang baru kau temui, maka kau bisa saja mati."
"Darimana kau mendengar pepatah semacam itu?"
"Hmph, tentu saja aku yang membuatnya sendiri.."
Kultivator tua bertubuh transparan ini menggeleng sambil berdecak pelan saat melihat Xiao Shuxiang mengibas pelan rambutnya dengan penuh rasa bangga.
"Haaah.. Namaku Da Lin, panggil saja aku 'Tetua Besar Lin'. Aku ini sesepuhmu, jadi berlutut dan hormatlah padaku. Hidupmu bahkan belum cukup untuk membuat sebuah pepatah, berhentilah membanggakan diri."
"Meski sekarang aku tahu namamu, Kakek.. Tapi aku masih curiga. Bisa saja cincin ini mengandung kutukan jahat,"
?!
Penatua Da Lin menjitak kepada Xiao Shuxiang yang selalu dipenuhi rasa curiga. Dia tersentak sebab pemuda ini berniat membuktikan One Ring mengandung kutukan.
Xiao Shuxiang meletakkan One Ring di atas penutup peti giok hitam, dia meneteskan darahnya pada cincin tersebut. Tiba-tiba saja semburan asap hijau kehitaman keluar dari cincin itu.
"Lihat, Kan..?! Memang Ada Kutukannya, Kau Hampir Saja Membunuhku Kakek Tua..!"
"Mana kutahu ada kutukannya.. Aku hanya menyempurnakan cincin itu tanpa pernah memakainya,"
!!
Xiao Shuxiang tak tahu harus berekspresi seperti apa saat mendengar ucapan mengesalkan kultivator tua ini. Jelas dirinya ingin sekali menjitak kepala dan menampar bokong Penatua di sampingnya, sayang dia tidak bisa.
Penatua Da Li memuji Xiao Shuxiang yang ternyata memiliki darah begitu istimewa sampai mampu menghilangkan kutukan pada cincin tersebut.
Dia menjelaskan bahwa One Ring lebih luas dari Cincin Spasial termahal sekali pun. Pusaka yang berada di tingkat bumi dan disempurnakan olehnya menjadi pusaka langit adalah sebuah benda yang sangat berharga.
"Aku merasa tidak nyaman jika memakai dua cincin," Xiao Shuxiang berhenti bicara sejenak dan nampak memikirkan sesuatu. Jika dugaannya benar, maka One Ring masih bisa dia sempurnakan ketingkat yang lebih tinggi lagi.
Xiao Shuxiang mengambil cincin tersebut dan mulai duduk bersila. Dia mengatakan pada Penatua Lin akan menyempurnakan One Ring dengan kemampuannya.
!!
"Kau yakin bisa?"
Xiao Shuxiang mengatakan akan mencobanya. Dia mulai berkonsentrasi, memfokuskan Qi dan mengingat semua teknik penempaan yang dia dapatkan dari Duan De dan Paman Tang.
*
*
Menghilangnya ruangan berpintu kuning emas membuat terkejut para kultivator yang masih bertarung dengan Kadal Api.
Sejak seorang pemuda keluar dari pintu tersebut, kobaran api menjadi padam dan pintu menghilang. Mereka merasa bahwa pemuda yang memiliki aura bak pemimpin telah mengambil pusaka paling berharga makam kuno ini.
Hu Li dan Nie Shang tidak khawatir sebab mereka menganggap Xiao Shuxiang pasti telah pergi menggunakan Cermin Pemindah. Keduanya sepakat mencari Jing Mi dan pergi ke tempat di mana mereka pernah menggali sebuah lubang.
Hu Li dan Nie Shang tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang masih belum keluar dari ruangan tersebut.
Butuh waktu sekitar tiga jam sampai Xiao Shuxiang berhasil menyempurnakan One Ring menjadi Gelang Semesta.
One Ring berubah menjadi tulisan emas melayang-layang dan perlahan menuju ke tangan kanan Xiao Shuxiang.
Tulisan emas itu terus bergerak di kulit luar tangannya dan berkumpul mengelilingi lengannya membentuk seperti gelang, warna tulisan tersebut berubah hitam saat tidak lagi bergerak.
Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya yang terasa hangat. Saat proses penyempurnaan cincin itu tadi, dia juga menyatukannya dengan segel Cermin Pemindah. Alhasil, Xiao Shuxiang dapat menghilang dan masuk ke dalam Gelang Semestanya sesuka hati.
Tempat di dalam Gelang Semestanya begitu luas, bahkan Xiao Shuxiang terkejut karena ada tanah yang dia lihat dan ini tanah sungguhan.
Yang mengejutkannya lagi, tempat ini dipenuhi Qi murni dan udara. Xiao Shuxiang seperti memiliki dunia pribadi, dia bahkan tak sadar mulutnya terbuka dengan pandangan yang dipenuhi rasa kekaguman.
"Tanah ini.. Bukankah itu artinya aku bisa menanam banyak herbal.."
Xiao Shuxiang tidak perlu lagi mengisi perbekalan tanaman herbal dan bahan masakannya, dia kemungkinan bahkan bisa menanam pohon di tempat ini.
Xiao Shuxiang memfokuskan kembali pikirannya dan seketika muncul di ruangan Penatua Da Lin. Dia menceritakan tanah luas yang ada di dalam Gelang Semestanya pada kultivator tersebut.
"Ini Luar Biasa..! Cincin Spasial tidak bisa dimasuki oleh makhluk hidup, tapi Gelang Semestaku ternyata bisa..! Apa aku baru saja bermimpi?! Bahkan ini terlalu nyata untuk disebut mimpi..!"
Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pipinya, jitakan Qi dari Penatua Da Lin menyadarkannya bahwa semua yang baru saja dia alami bukanlah mimpi.
__ADS_1
***