
Dada Xiao Shuxiang terasa sesak, dia hampir menangis saat dengan terpaksa harus merelakan delapan puluh guci arak Anak Linglung berukuran sedang miliknya untuk diberikan kepada paman dan bibi angkatnya.
Beruntung dirinya tidak mengungkit-ungkit tentang Arak Kaisar Naga yang dia punya, syukurlah dia masih bisa menjaga arak paling berharganya itu.
"Tenggorokanku sakit, seperti nyawaku baru saja ditarik keluar. Mereka sangat menyebalkan, keluarga angkat apa yang kupunya ini?!"
Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, dia berusaha menenangkan dirinya agar tidak sampai mengeluarkan umpatan kasar.
Paman dan Bibi angkatnya memang tidak mengambil Arak Anak Linglung secara cuma-cuma, tetapi tetap saja Xiao Shuxiang merasa keberatan.
Kedelapan puluh arak itu adalah Arak Anak Linglung yang tersisa miliknya, dia harus membuat lagi kalau ingin meminumnya.
"Haah.. Aku bahkan sudah tidak tahu kapan terakhir kali minum arak.."
Xiao Shuxiang terlihat memayunkan bibirnya, dia berdecak kesal karena paman dan bibi angkatnya tidak mengantarnya keluar dari kediaman Lui Me Tian.
Jelas sekali, arak seperti telah menggeser tempat Xiao Shuxiang sebagai keponakan angkat Wu Yu, Yan Xi Fan, dan Lui Me Tian.
Setelah diberi arak, ketiganya langsung hanya fokus pada minuman itu tanpa ada niatan mengantar Xiao Shuxiang keluar. Ck ck ck, tidak tahu lagi ekspresi apa yang harus diberikan saat melihat tingkah paman dan bibi angkatnya tersebut.
Saat berada di halaman, tubuh Xiao Shuxiang perlahan berubah menjadi butiran cahaya dan kemudian menghilang.
Entah sedang sial atau beruntung, Xiao Shuxiang malah tercebur ke dalam bak mandi saat dirinya muncul di Dunia Manusia.
Lokasi Xiao Shuxiang sekarang merupakan tenda khusus milik Shuai Niao, wanita cantik jadi-jadian tersebut baru saja akan mandi saat dirinya mendengar suara dari balik sekat kayu, pembatas antara kamar tidurnya dengan bak mandi yang sebelumnya telah disiapkan pelayannya.
!!
"Xiao'Er?!"
Xiao Shuxiang terbatuk, sepertinya ada air yang dia telan dan sebagian masuk ke dalam hidungnya. Batuknya semakin parah saat melihat Shuai Niao sedikit bertelanjang dada.
"Pa-Paman. Hai.."
Xiao Shuxiang mencoba bangun namun malah terjatuh lagi, air memercik keluar dan sebagian membasahi pakaian Shuai Niao.
"Xiao'Er? Apa yang kau lakukan di sini?"
Shuai Niao tidak melihat atap tendanya berlubang, tetapi Xiao Shuxiang seperti baru saja terjatuh dari atas. Dia lalu merasa pemuda di depannya ini pasti sedang menguji Cermin Pemindah untuk mengintip.
Xiao Shuxiang merasa Shuai Niao menatapnya dengan aneh. Rasanya canggung sekali, bagaimana bisa dirinya bertindak begitu ceroboh? Ini memalukan.
Xiao Shuxiang ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya saja. Dari sekian banyaknya tenda, kenapa harus milik Shuai Niao?!
".. Astaga.. Tekanan darahku.."
Xiao Shuxiang menutup hidungnya, kedua telinganya nampak memerah saat melihat Shuai Niao hanya memakai selapis pakaian dan itupun bagian dadanya cukup terbuka.
Jangan tanyakan bagian bawah tubuh wanita cantik jadi-jadian ini, Xiao Shuxiang tidak mau melihat paha mulus seputih susu yang menggoda iman itu.
Shuai Niao dapat melihat perubahan wajah keponakan angkatnya dan tatapan mata pemuda tersebut yang seperti berusaha menghindarinya. Sebuah senyuman penuh arti mulai terlukis pada wajah cantik Shuai Niao.
"Xiao'Er..? Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang sedang kau lakukan di sini~ hm?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Shuai Niao menaikkan kakinya di bibir bak mandi. Secara spontan dirinya mundur dan memperingatkan agar pamannya tidak macam-macam.
"Memang apa yang kulakukan padamu? Harusnya aku yang bilang begitu. Hmm~ Jangan bilang kau datang kemari untuk mengintipku mandi, huh?"
"Tidak. Ma-mana mungkin aku mau mengintipmu mandi. Aku masih pria normal! Tidak tertarik dengan batangan meski itu adalah dirimu..!"
Xiao Shuxiang hampir kehilangan ketenangannya. Keperjakaannya terus diuji seharian ini, dan sekarang ujian yang paling berat tepat berada di depan matanya.
"Xiao'Er, jika kau mau mandi denganku tinggal bilang saja. Kau tidak perlu bertindak diam-diam begini Keponakan~"
Xiao Shuxiang segera melompat keluar dari bak mandi saat Shuai Niao mulai melepaskan pakaiannya secara perlahan. Jelas sekali bahwa Demonic Beast berwujud ular putih ini sedang menggodanya sekarang.
"A-Aku sebaiknya pergi. Kau lanjutkan saja mandimu, Paman. Sampai nanti..!"
Xiao Shuxiang menggunakan segel Cermin Pemindah dalam keadaan hati yang tidak karuan. Dirinya jatuh dari atas dan tepat menubruk seseorang hingga terjatuh.
!!
Jing Mi dan Hu Li yang sedang membawa balok kayu begitu terkejut saat melihat kejadian tidak terduga di depan mereka.
"Saudaraku?!"
"Tuan Muda Xiao?!"
__ADS_1
Jing Mi dan Hu Li menjatuhkan balok kayu yang mereka bawa dan segera mendekat ke arah Xiao Shuxiang.
Keduanya kembali terkejut kala orang yang ditubruk saudaranya tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Tidak hanya mereka yang kaget, tetapi setiap kultivator di dekat mereka juga sama kagetnya.
Lan Guan Zhi sendiri merasakan dada dan punggungnya sakit. Dia lengah karena begini saja dirinya tidak dapat menghindar. Siapapun yang menubruknya ini sangat keterlaluan.
"Aduh! Tulang hidungku,"
?!
"Shuxiang..?"
Lan Guan Zhi tidak percaya dengan suara rintihan yang dia dengar. Pantas saja rasanya berat sekali, yang menimpanya ternyata bukan seorang gadis.
Xiao Shuxiang mengangkat perlahan wajahnya. Dia tersentak saat tahu siapa yang ditubruknya. Tsk, sebenarnya ini hari apa?! Kenapa dia sial sekali?!
"Lan Zhi..? Maaf, aku tidak sengaja. Hidung dan dahiku sakit.."
"Kau basah,"
Lan Guan Zhi sebenarnya ingin memarahi Xiao Shuxiang, tetapi entah mengapa kata itu yang malah keluar dari mulutnya.
Beberapa tetesan air di ujung rambut poni Xiao Shuxiang jatuh ke pipinya. Bukannya cepat bangun, temannya ini malah semakin..
"Shuxiang,"
"Hidungku sakit, Lan'Er. Sepertinya ada tulang hidungku yang retak.."
'Apa hubungannya hidungmu dengan posisi tubuhmu sekarang ini? Kau jelas bisa bangun, kan? Menyingkirlah dariku,'
Perkataan itu jelas nampak pada tatapan mata Lan Guan Zhi saat ini. Dia tidak bisa bergerak karena dada dan punggungnya sakit. Tubrukan dari pemuda yang entah menceburkan diri di sungai mana di atasnya begitu keras.
Xiao Shuxiang sepertinya tidak sadar posisi tubuhnya yang seperti menindih Lan Guan Zhi. Dia hanya memikirkan keselamatan hidungnya saja.
Baru setelah temannya menyebut namanya kembali, dia mulai tersadar. Dirinya meminta maaf dan perlahan mulai bangun, masalahnya lutut Xiao Shuxiang sepertinya menyentuh sesuatu.
"Kau!"
Lan Guan Zhi mendorong Xiao Shuxiang hingga bokong temannya itu tertubruk di tanah. Dia sendiri terlalu memaksakan diri untuk bangun hingga dada dan punggungnya sakit.
"Aku tidak sengaja, Lan Zhi..!"
Lan Guan Zhi mencoba berdiri. Dia merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, basah, dan kotor akibat ulah temannya.
Xiao Shuxiang juga ikut berdiri. Dia baru sadar menjadi pusat perhatian para manusia biasa dan kultivator.
"Xiao'Er..! Apa kau baru saja melecehkan Adikku?!
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat mendengar seruan dari Patriarch Lan. Dia tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan kultivator tersebut, tentu saja dirinya mengatakan 'Tidak' secara tegas.
".. Ini hanya salah paham, Patriarch. Aku tidak sengaja menubruk Lan Zhi.."
Kalau bukan gara-gara Shuai Niao, kejadian sekarang tidak akan terjadi. Xiao Shuxiang mulai merasakan sakit di hidungnya perlahan menghilang.
Dia lalu bertanya keadaan Lan Guan Zhi. Syukurlah temannya berkata dia sudah membaik, namun anehnya.. Lan Guan Zhi seperti menjaga jarak dari dirinya.
"Aku tidak melakukan apapun padamu, tadi itu sungguh tidak sengaja-!!"
Xiao Shuxiang tersentak saat mendapat tatapan dari Lan Guan Zhi yang seakan melarangnya mengungkit kejadian barusan, dan sebaiknya dia melupakannya.
"Baiklah, aku tidak akan mengingat itu lagi,"
Lan Guan Zhi memalingkan pandangannya dan segera berjalan meninggalkan Xiao Shuxiang. Entah bagaimana dia bisa sampai mempunyai teman seperti itu. Apa langit sedang menghukumnya?
Lan Guan Zhi menghembuskan napas pelan. Ketenangan dan kewibawaannya benar-benar diuji saat bersama dengan pemuda nakal serta tidak tahu malu itu.
Temannya sendiri saat ini sedang mendapat teguran habis-habisan oleh Patriarch Lan serta beberapa orang seperti Lai Kuan Ye dan Duan De.
Butuh waktu sekitar lima belas menit sampai Xiao Shuxiang dibebaskan. Telinganya berdengung mendengar ceramahan sebanyak itu.
Setelah mengganti pakaiannya dengan yang lebih baik, Xiao Shuxiang melesat bersama Hu Li ke wilayah Kekaisaran Matahari Terbit.
Salah satu dari sembilan gerbang ternyata ada di bekas gunung berapi, Kekaisaran Matahari Terbit.
Tap
Xiao Shuxiang dan Hu Li menapakkan kakinya dengan mulus di tanah. Ada sebuah gerbang yang berdiri kokoh di depan keduanya.
__ADS_1
Gerbang ini memiliki tinggi 8 meter dan lebar 4 meter, terbuat dari batu giok berwarna hitam dengan ukiran naga emas.
Terdapat cahaya kemerahan yang muncul sekali dalam setiap lima tarikan napas. Xiao Shuxiang dan Hu Li memperhatikan dengan seksama pintu gerbang di depan mereka.
"Tuan Muda, memang ada aroma Demonic Beast yang kuat di baliknya. Sepertinya, gerbang ini yang Anda cari.."
Xiao Shuxiang menjawab bahwa dirinya dapat melihat cahaya kemerahan muncul saat dia menggunakan Pedang Kaisar Langit. Karenanya untuk memastikan penglihatannya.. Dia mengajak Hu Li kemari.
"Hu Li, kau adalah teman keduaku setelah Shouxing. Aku memberitahumu tentang Sembilan Gerbang Dunia karena kau akan menemaniku mulai sekarang,"
Hu Li jelas merasa senang, dia memang sudah lama tidak pernah bertualang dengan Tuan Mudanya. Selama ini, yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu Xiao Shuxiang.
Benar, selama lebih dari seratus tahun dirinya menunggu 'Tuannya' kembali. Mendengar bahwa Xiao Shuxiang begitu percaya padanya, jelas membuat dirinya bahagia.
"Aku berjanji akan terus menemanimu, Tuan Muda Xiao..!"
Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Hu Li. Pemuda berambut putih dengan wajah tampan ini masih saja sering bertingkah layaknya seorang gadis.
"Hu Li, jangan lupakan kebanggaanmu sebagai lelaki. Kau harus bersikap jantan, tentu seperti aku."
Xiao Shuxiang mengencangkan ikat rambutnya lalu mengibaskannya pelan. Dia lalu meminta Hu Li sedikit mundur karena dirinya akan menyegel kembali gerbang di depan mereka.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan detik berikutnya dia mulai membentuk segel tangan.
Saat tangan kanannya menyentuh tepat di tengah pintu gerbang, secara cepat sembilan lingkaran cahaya berpola tercipta.
Tanah yang dipijak Xiao Shuxiang dan Hu Li bergetar. Bersamaan dengan itu, gerbang yang agung ini mulai memudar dan kemudian menghilang.
Biasanya, Sembilan Gerbang Dunia memiliki penjaganya masing-masing. Namun yang menjaga gerbang di Benua Timur adalah Demonic Beast yang telah akrab dengan Xiao Shuxiang.
Lagipula, Sang Koki Alkemis ini hanya berniat menyegel kembali Gerbang tersebut, tentu dirinya akan diizinkan.
"Satu selesai. Ayo, Hu Li. Kita ke lokasi yang lain,"
Hu Li mengangguk, dia lalu mengikuti Xiao Shuxiang melesat ke tempat tujuan mereka yang selanjutnya. Ini adalah langkah pertama dari misinya untuk menyegel Sembilan Gerbang yang terdapat di Lima Benua.
Perjalanan memang akan sangat panjang dan mungkin melelahkan. Tetapi Xiao Shuxiang jelas tidak mau terburu-buru. Menikmati perjalanan sambil menyelesaikan misi bukanlah sesuatu yang buruk baginya.
Tujuan Xiao Shuxiang dan Hu Li kali ini adalah sebuah lembah yang ada di Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Sama seperti yang lainnya, lembah dengan nuansa mencekam ini juga terkena dampak dari serangan Pedang Kaisar Langit.
Xiao Shuxiang dan Hu Li dapat melihat beberapa bangkai Demonic Beast, pepohonan yang tumbang, serta tanah dengan retakan lumayan parah.
Tampilan Gerbang Dunia ini sama seperti sebelumnya. Tetapi sekarang, ada seekor Demonic Beast berwujud lebah raksasa yang menjaga gerbang tersebut.
!!
"Tuan Muda, dia terluka."
Demonic Beast yang diperiksa Hu Li rupanya berada dalam kondisi kritis. Bisa bertahan berhari-hari adalah sesuatu yang hebat. Lebah dengan ukuran sebesar rumah itu memiliki keinginan hidup yang besar.
Xiao Shuxiang menyentuh kepala Demonic Beast di depannya. Dia mengatakan niatnya yang ingin menyegel kembali Sembilan Gerbang Dunia.
".. Aku meminta maaf karena ulahku.. Kau menjadi seperti ini,"
Ci~
Xiao Shuxiang tersenyum, dia lalu mengigit pergelangan tangan kanannya hingga berdarah. Dirinya menyodorkan tangannya dan meminta lebah tersebut menghisap darahnya.
Ci~
Hu Li baru pertama kali melihat tuannya sebaik ini. Biasanya, jika ada Demonic Beast yang sekarat.. Tuan Muda-nya pasti akan semakin memperparah kondisi Demonic Beast itu dan menunggu sampai hewan tersebut mati.
"Kau ternyata sudah berubah, Tuan.."
"Hm? Aku masih sama, Hu Li. Tapi sekarang, aku tidak akan menyakiti siapapun di Benua ini. Kau akan menemaniku ke Benua Utara, itu tempat kelahiranmu, bukan?"
!!
Hu Li terkejut dengan ucapan Tuannya. Memang sudah lama dia tidak pulang, tetapi meski Benua Utara adalah tempat kelahirannya.. Namun dirinya tidak yakin memiliki keluarga di sana.
"Tuan, kondisi di sini belum membaik dan Anda akan pergi?"
"Tenang, Hu Li. Kita tidak akan pergi begitu cepat, masih ada hal yang harus kulakukan setelah ini."
Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan kepala Lebah di depannya. Darah miliknya sangat efektif untuk memulihkan kondisi Demonic Beast tersebut bahkan membuatnya semakin kuat.
***
__ADS_1