XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
209 - Sekte Serigala Iblis


__ADS_3

"Pa-Paman Lai, aku hanya mencoba pusaka baru saja. Tidak benar-benar ingin membuatmu seperti ini, kau masih bisa berdiri, kan?"


"'Hanya mencoba'..? Kau pikir sekteku ini tempat apa, hah?! Bahan uji cobamu?! Kau sudah dewasa Xiao'Er, kurangilah sedikit kenakalanmu ini..!"


Lai Kuan Ye menarik telinga Xiao Shuxiang dan menampar keras lengan pemuda di sampingnya. Lai Kuan Ye lalu mengusap-usap pelan dadanya, keponakan macam apa yang dia miliki ini?!


".. Jika bukan sekteku, pasti Sekte Serigala Iblis yang jadi kelinci percobaanmu. Dahulu kau memiliki hubungan baik dengan sekte Aliran Putih dan Netral, bahkan empat Tetua Besar menganggapmu sebagai keluarga mereka. Tapi tindakanmu yang seperti inilah yang membuatmu dibenci oleh semua orang, kau.. Kau..! Haaah.. Aku benar-benar tidak habis pikir ada manusia seperti dirimu,"


Xiao Shuxiang menggaruk pipinya, dia datang bukan untuk mendengarkan ceramahan Lai Kuan Ye. Apalagi membuatnya ingat pada hubungan masa lalunya dengan ketiga Aliran.


Memang benar, Xiao Shuxiang adalah kultivator Aliran Hitam. Setiap peperangan yang dia ikuti.. Dirinya selalu menjadi pusat perhatian.


Tindakannya yang sering lepas kendali bila berhubungan dengan darah membuatnya tidak bisa membedakan kawan ataupun lawan. Xiao Shuxiang mulai ditakuti oleh kultivator ketiga Aliran.


Meski dia terlambat memiliki teman seperti Zhou Yuan, namun tetap ada kenangan yang Xiao Shuxiang tidak suka mengingatnya.


Itu adalah hari dimana Zhou Yuan membawanya ke Sekte Pedang Langit, membaur dengan kultivator Aliran Putih dan Netral, walau hanya berlangsung selama tiga bulan sampai perang besar tersebut terjadi.


".. Bahkan saat Bai Wu Chang berteriak di tebing kala itu, dia masih menyebutku 'Xiao'Er'.."


Xiao Shuxiang menghembuskan napas sambil menggeleng pelan. Zhou Yuan terlalu baik padanya, sering mengajaknya turun gunung, memperkenalkan dirinya pada kultivator Aliran Putih dan Netral. Bahkan saat itu, dirinya harus menyembunyikan identitasnya.


".. Senior Zhou ingin aku melupakan impianku, dia tidak mendukungku meraih mimpi terbesarku itu. Dia teman yang menyebalkan,"


"Impianmu ingin menghancurkan benua ini, apa kau pikir dia akan mendukungmu?! Aku juga tidak setuju dengan impian mengerikanmu itu, hanya orang tidak waras yang mau mendukungmu.."


Lai Kuan Ye merupakan kultivator Aliran Hitam, dia jelas membenci dua Aliran yang lain. Impiannya tentu saja memperluas wilayahnya dan kalau bisa menghilangkan sebagian besar sekte kedua aliran.


Namun, tidak pernah sekali pun di dalam pikiran Lai Kuan Ye untuk menghancurkan Benua Timur. Sejahat-jahat dirinya, Lai Kuan Ye masih tetap menghargai tanah kelahirannya.


Setelah merasa cukup baik, Lai Kuan Ye lalu bertanya apa yang diinginkan Xiao Shuxiang. Tidak mungkin keponakannya hanya datang menguji kemampuan barunya ini, kan?


!!


"Kau benar-benar datang hanya untuk itu?!"


Lai Kuan Ye merasakan kepalanya berkedut, dia memberi tatapan tak percaya pada pemuda yang tertawa canggung di samping ini.


"Jangan Mengalihkan Pandanganmu, Shuxiang?! Lihat Kemari..! Kau Benar-benar Anak Nakal, Liar, Dan Kurang Ajar..!"


"Pa-Paman, aku minta maaf. Sungguh bukan maksudku seperti itu, aku sama sekali tidak sengaja.."


Xiao Shuxiang sedikit merintih saat Lai Kuan Ye memelintir telinga dan menggilas kepalanya dengan buku jari.


"Tidak sengaja bokongmu?! Kau hampir membuat murid-muridku dan aku sendiri celaka, Bocah Nakal..!"


Murid-murid Sekte Tengkorak Darah yang menjadi korban dari suara seruling Xiao Shuxiang juga nampak kesal, ingin sekali mereka bergabung dengan Tetuanya untuk menjitak dan memelintir telinga pemuda tersebut.


Bahkan beberapa diantara mereka malah menaruh dendam pada Xiao Shuxiang. Kultivator yang memakai seragam Sekte Pedang Langit itu sama sekali bukan teman mereka, dia adalah musuh yang harus segera dilenyapkan.


Sebagai permintaan maaf, Xiao Shuxiang memasakkan makanan untuk Lai Kuan Ye serta murid-murid Sekte Tengkorak Darah yang menjadi korbannya tadi.


Lai Kuan Ye begitu terkejut, dia tahu Xiao Shuxiang sangat tidak pandai memasak. Tetapi sekarang, bahkan Lai Kuan Ye yakin tidak akan ada kultivator yang bisa memasak makanan selezat buatan keponakan angkatnya ini.


Salah satu murid Sekte Tengkorak Darah kesulitan mengungkapkan kata-kata yang pas untuk memuji masakan Xiao Shuxiang. Dirinya jadi merasa menyesal karena tadi berniat membunuh keponakan tetuanya tersebut.


"Makanan ini bahkan dapat memulihkan stamina..?! He-hebat.."


"Hm? Bukan 'Hebat', tapi 'Luar Biasa'..! Sangat jarang Xiao Shuxiang berbuat baik semacam ini, jadi berbanggalah wahai manusia..!"


Xiao Shuxiang mengibaskan pelan poni rambutnya, dia lalu duduk di samping Lai Kuan Ye dan menikmati makan siang bersama.


Tindakan Xiao Shuxiang yang tadi benar-benar dilupakan, murid Lai Kuan Ye yang ingin membalas perbuatan Xiao Shuxiang malah kini sangat akrab dengan pemuda tersebut.


Xiao Shuxiang tidak pernah menganggap siapa pun sebagai musuhnya, dia tentu akan memperlakukan mereka layaknya seorang teman bila tidak berhubungan dengan nyawa orang-orangnya.


Xiao Shuxiang tahu, sekte-sekte yang berasal dari Aliran Hitam memiliki ambisi besar yakni memperluas wilayah mereka dan menaklukkan serta membantai habis sekte Aliran Putih termasuk diam-diam memusuhi sekte Aliran Netral.


Sekte Tengkorak Darah juga termasuk ke dalamnya, banyak sekali rencana jahat yang mereka siapkan demi mencapai ambisi mereka tersebut. Namun, Xiao Shuxiang sama sekali tidak peduli.


Asalkan orang-orangnya seperti warga Kota Awan Dingin, warga Tanah Batu, Sekte Pedang Langit, serta Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak tidak dilukai, maka dirinya tidak akan bertindak.

__ADS_1


Setelah makan siang bersama, Xiao Shuxiang bermaksud memperdengarkan permainan serulingnya kembali, tetapi dirinya segera dihentikan oleh Lai Kuan Ye dan murid-muridnya.


Mereka beralasan akan pergi untuk menjalankan misi, menaklukkan desa kecil, dan mencari masalah dengan kultivator di Kekaisaran Matahari Tenggelam.


"Menaklukkan desa? Kalian ingin melakukan pembantaian? Aku ikut..!"


"Tidak, tidak boleh..! Kau lebih baik kembali ke Sekte Pedang Langit dan belajar jadi anak baik di sana,"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan salah satu murid Lai Kuan Ye. Bagaimana bisa dirinya diminta belajar menjadi anak baik sementara mereka semua adalah orang-orang yang jahat?!


Xiao Shuxiang akui, dirinya hidup bersama kultivator Aliran Putih dan Netral dan tinggal di lingkungan yang penuh nuansa kekeluargaan. Tetapi jiwanya masihlah seorang kultivator Aliran Hitam.


".. Hasrat pembantaian mengalir di dalam darahku dan pembunuhan adalah semangatku, jadi aku mau ikut. Kebetulan hari ini pakaianku berwarna putih, aku bisa mewarnainya dengan keindahan warna da-"


"Kau tidak diizinkan. Berlatihlah dengan serulingmu itu hingga dapat menenangkan roh, kau lebih cocok mamakai seruling daripada pedang. Sekarang pergilah berlatih,"


Lai Kuan Ye dibantu oleh murid-muridnya mendorong pelan Xiao Shuxiang dan memintanya untuk segera kembali ke Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang merasa bingung dengan tindakan Lai Kuan Ye dan murid-muridnya, mereka adalah kultivator Aliran Hitam paling aneh yang pernah dia temui.


Pada akhirnya, Xiao Shuxiang menyerah. Dia kemudian berpamitan pada Lai Kuan Ye dan beberapa murid Sekte Tengkorak Darah. Hanya saja, dia tidak kembali ke Sekte Pedang Langit. Melainkan pergi ke Sekte Serigala Iblis di Kekaisaran Matahari Terbit.


Xiao Shuxiang melesat dengan kecepatan tinggi, kali ini dia tidak memakai pedang terbangnya. Dirinya baru sampai setelah tiga hari perjalanan.


!!


Mengejutkan! Hal pertama yang dilihat Xiao Shuxiang adalah pertarungan antara murid-murid Sekte Bunga Lotus dengan Sekte Serigala Iblis.


Traang!


Traang!


Lokasi pertarungan ini ada di markas Sekte Serigala Iblis, jelas bahwa kultivator dari Sekte Bunga Lotus-lah yang datang menyerang lebih dulu.


Huan Ran terlihat sedang bertarung melawan lima orang murid Sekte Serigala Iblis, penampilannya yang seperti seorang putri nampak begitu anggun dengan jurus Air Menari miliknya.


Huan Ran sama sekali tidak takut, dirinya memakai sebuah baju pelindung yang terbuat dari sisik Tenggiling, pusaka yang didapatkannya dari pelelangan kala itu.


Tidak hanya Huan Ran, tetapi adiknya Huan Mei juga memakai baju yang sama. Keduanya menyerang tanpa rasa takut, menebas dan memenggal kepala lawan tanpa kesulitan yang berarti.


Traang!


Traang!


Gaya pertarungan Huan Ran terkesan seperti arus deras air, begitu tajam, kuat, dan anggun di saat yang bersamaan.


Kerjasama dengan Huan Mei membuatnya dapat bergerak lebih gesit dan mampu melawan kultivator yang memiliki praktik satu tingkat diatasnya.


Traang!


Xiao Shuxiang masih melihat pertarungan kedua sekte berbeda aliran tersebut dari atas, dia seperti belum berniat untuk menapakkan kakinya di tanah.


Tidak banyak kultivator yang kuat di Benua Timur, praktik paling tinggi hanya berada di GrandMaster Tahap Bumi. Dan hanya beberapa orang saja yang praktiknya bisa sampai di tingkatan ini.


Bahkan Sim Hi Ji, GrandElder Sekte Serigala Iblis hanya mampu mencapai GrandMaster Tahap Fana di usianya yang bisa dibilang lebih dari seratus tahun.


Gadis seperi Huan Ran dan adiknya jelas adalah kultivator yang berbakat, namun kemampuan mereka masih belum bisa menyamai Xiao Shuxiang.


Perang besar yang diakibatkan Sang Bintang Penghancur dahulu, membuat banyak kultivator tingkat GrandMaster tewas dan menjadi abu. Yang dapat bertahan hidup sekali pun, hanya dapat pasrah saat praktik mereka menurun drastis.


Bila Xiao Shuxiang ingin, saat ini dirinya telah mampu membantai sebuah sekte menengah dengan memakai Yīng xióng atau hanya dengan kedua tangannya.


Dirinya bahkan dapat membantai mereka semua dengan sangat mengerikan tanpa bergerak dari tempatnya berdiri sekarang bila memakai Jurus Pengendalian Darah.


Xiao Shuxiang bisa dibilang sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk membuat kekacauan kembali bagi Benua Timur, dan kali ini.. Racun tidak akan bisa menghentikan dirinya.


Tetapi, Xiao Shuxiang belum mau melakukannya. Sejak ingatannya kembali sepenuhnya, dirinya memutuskan untuk menunda mewujudkan keinginannya.


".. Scarlet Bayangan belum lenyap dan aku tidak tahu siapa Tetua yang dimaksud Mu Zan. Tetua Besar Scarlet Bayangan tahu sesuatu tentang diriku, Mu Zan keparat itu telah memberitahunya."


Xiao Shuxiang memegang erat Seruling Giok Putih di tangan kirinya sambil terus menyaksikan pertarungan kultivator Sekte Bunga Lotus dan Sekte Serigala Iblis.

__ADS_1


Ada sedikit kemarahan di matanya saat Xiao Shuxiang menyebut nama 'Mu Zan'. Tanpa disadari, Seruling Giok Putih di tangannya mengeluarkan cahaya redup berwarna putih kebiruan walau hanya berlangsung selama tiga detik.


"KAKAK..!"


!!


Xiao Shuxiang tersadar saat mendengar teriakan Huan Mei, dia kembali fokus menyaksikan pertarungan dua sekte tersebut sambil tetap melayang tanpa bantuan pedang terbang miliknya.


Huan Ran rupanya terkurung di dalam asap beracun yang dikeluarkan oleh murid-murid Sekte Serigala Iblis.


Baju pelindungnya memang kuat, namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Jika terus di serang pada satu titik secara terus-menerus, maka akan menimbulkan retakan kecil yang dapat melemahkan pusaka tersebut.


Huan Ran dan Huan Mei sebenarnya datang ke Sekte Serigala Iblis dengan tujuan membalaskan dendam atas kematian kedua orang tua mereka.


Kedua gadis cantik tersebut mengumpulkan kurang lebih tiga puluh orang saudara seperguruannya dan melakukan serangan tidak terduga ini.


GrandElder Sekte Bunga Lotus, yakni Huan Fei sama sekali tidak mengetahui tindakan kedua cucu kesayangannya. Yang dia pikirkan, kedua cucunya pergi menjalankan misi.


Craash!


Huan Mei terkena tebasan di punggungnya karena konsentrasinya terganggu melihat kakaknya terkurung di dalam kepulan asap beracun. Beruntung dia memakai baju pelindung, meski sekarang pusaka tersebut kian melemah.


Huan Mei mengalirkan Qi pada pedangnya, dan melesat menuju tempat kakaknya berada. Dia beberapa kali menangkis serangan yang datang pedanya, walau sebagian serangan mulai memberinya luka sayatan dalam.


"Kalian telah berani datang ke tempatku tanpa diundang, akan kukirimkan kepala kalian pada Si Tua Bangka itu..!"


Sim Hi Ji memberi isyarat dengan menaikkan tangan kanannya, detik berikutnya dua puluh ledakan bom asap beracun berwarna ungu menyelimuti seluruh tempat pertarungan.


Untuk kultivator Aliran Hitam, racun sudah seperti udara segar bagi mereka. Asap ini sama sekali tidak menghambat pergerakan Sim Hi Ji dan murid-muridnya.


Huan Ran serta saudara seperguruannya benar-benar datang mengantarkan nyawa. Mereka hanya unggul pada sepuluh menit pertama, namun kini alur pertarungan sepenuhnya mendukung Sekte Serigala Iblis.


"Mereka sudah pasti akan mati, hm.. Menarik,"


Xiao Shuxiang malah terlihat menikmati saat satu persatu murid Sekte Bunga Lotus mendapat serangan mematikan dari kultivator Sekte Serigala Iblis.


Asap beracun tersebut menghambat penglihatan dan langkah mereka. Racun ini memang tidak langsung mematikan, namun tetap saja mereka dapat celaka.


"Haiih.. Mereka masih amatir dalam membunuh. Harusnya jangan langsung menebas kepala, tapi beri beberapa sayatan pada bagian tubuh yang lain lebih dulu. Ck, pembunuhan harusnya penuh teriakan pilu yang indah, bukan seperti ini.."


Xiao Shuxiang memasukkan Seruling Giok Putihnya ke dalam Gelang Semesta, lalu mengeluarkan sebuah pedang pusaka tingkat tinggi. Dirinya langsung menerjang turun dan memberi tebasan di mata kaki kiri salah satu kultivator Sekte Serigala Iblis.


AAAAKH!


!!


Xiao Shuxiang menyeringai, inilah suara yang harusnya mengalun merdu dalam sebuah pertarungan. Dia menatap kaki kiri kultivator tersebut yang telah terpisah akibat tebasannya, Xiao Shuxiang menebasnya kembali menjadi tiga bagian.


Murid Sekte Serigala Iblis terus berteriak kesakitan, matanya terpejam erat dengan urat di kening dan lehernya menegang. Wajahnya begitu pucat, keringat dingin mengucur di kedua sisi keningnya.


Xiao Shuxiang memejamkan mata pelan, jelas dia menikmati jerit kesakitan murid Sekte Serigala Iblis di depannya, dirinya lalu membuka mata perlahan dan kemudian tersenyum.


"Aah.. Ini hampir membuat Xiao Shuxiang terangsang. Baiklah, aku sudah puas mendengar suaramu. Selamat tinggal.."


Xiao Shuxiang menyeringai dan lalu menebas tubuh murid Sekte Serigala Iblis yang berusaha menghentikan darah pada kaki kirinya.


Dia benar-benar tidak mampu menahan serangan kejut dari Xiao Shuxiang. Tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian, bahkan kepalanya pun tidak dibiarkan utuh.


Murid-murid Sekte Kedua aliran yang berbeda ini seakan tidak menyadari keberadaan Xiao Shuxiang.


Beberapa dari mereka memang melihat seseorang berpakaian putih, namun mereka menganggap itu adalah salah satu murid Sekte Bunga Lotus, hanya saja seragamnya tidak memiliki corak apapun melainkan hanya sabuk pinggangnya yang berwarna biru muda.


***


-


-


-


Catatan Penulis :

__ADS_1


Arigatou Gozaimasu karena telah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai saat ini. Senang bisa menemani sedikit waktu luang Teman-Teman..! (*^▽^*)/


Selamat Hari Raya Idul Adha Minna-sama..! ( ´ ▽ ` )ノ Jangan lupa tetap jaga kesehatan dan tetap semangat menjalani hari, oyasuminasai..! (*´∀`*)


__ADS_2