XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
345 - Pemuda Bertopeng Rubah II


__ADS_3

Tidak ada yang tahu seberapa luas tempat di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang, tetapi satu hal yang pasti.. Tempat ini bagai dunia buatan.


Yaah, memang pada awalnya hanya ada tanah lapang, namun bukan tidak mungkin suatu hari nanti Xiao Shuxiang akan menanam banyak pohon hingga benar-benar tercipta dunia pribadi miliknya sendiri.


BAAAM..!


Xiao Qing Yan menghindari serangan dari Harimau Bulan, saat ini dia memang sedang dibantu berlatih oleh Lan Xiao dan salah satu api biru kecil Xiao Shuxiang.


Rraoo..!


Suara geraman Lan Xiao menghasilkan sebuah serangan layaknya tebasan pedang. Xiao Qing Yan menangkis serangan tersebut dengan memakai katana pendek miliknya.


Angin kejut dan suara debaman kembali terdengar kala serangan Lan Xiao berbenturan dengan bilah pedang Xiao Qing Yan.


Tidak ada yang bicara sejauh ini, mereka berdua begitu fokus untuk menumbangkan lawan. Api biru kecil Xiao Shuxiang sesekali melesat dan menyerang anak yang usianya hampir 11 Tahun itu.


Baaam..!


Di tempat yang luas ini rupanya juga tinggal enam ekor kuda, sayangnya mereka suka berkelana dan baru pulang ke bangunan tempat peti mayat Penatua Da Lin berada saat merasa ingin makan.


Entah Xiao Shuxiang sadari ini atau tidak.. Tetapi enam ekor kuda miliknya sudah menjadi kuda perkasa dan lebih kuat dari kuda pada umumnya.


Selain ukuran tubuh, warna kulit pada keenam kuda ini nampak sedikit berubah. Ada tiga yang berwarna cokelat, namun dengan surai berwarna merah.


Dua kuda berwarna hitam dengan surai bagaikan malam, sementara kuda yang paling kecil memiliki surai berwarna merah di samping warna kulitnya yang juga hitam.


Karena melimpahnya Qi murni di tempat ini, maka para kuda yang awalnya adalah binatang biasa tersebut sekarang bertransformasi menjadi Demonic Beast.


Mereka kini memiliki Demonic Core, dan keperkasaan mereka semakin meningkat dengan memakan tanaman herbal Xiao Shuxiang.


Baaam..!


Suara pertarungan antara Xiao Qing Yan dengan Harimau Bulan membuat para kuda ini menyadari keberadaan makhluk lain selain mereka. Namun sepertinya para kuda tersebut tidak terlalu mempedulikannya.


Lihat saja, mereka dengan senangnya berlari-larian dan seperti sedang berlomba menjadi yang tercepat.


Suara khas yang dikeluarkan keenam kuda itu seakan membuktikan bahwa mereka sangat menyukai tempat ini.


Di saat Xiao Shuxiang sedang berlatih..


Di Benua Tengah, tepatnya di Partai Pedang Tengkorak--Orang bertopeng rubah semerah darah tersebut telah menjadikan partai itu sebagai markas besar dari Scarlet Darah.


Dengan bantuan Enam Pendekar Bayangan Hitam dan Gong Zitao.. Pemuda bertopeng rubah tersebut telah merekrut banyak pendekar pengelana dari Aliran Hitam, salah satunya adalah Pendekar Kapak Emas.


Siapa yang tidak mengenali Pendekar Kapak Emas? Dia merupakan pria berumur panjang, dengan otot tubuhnya yang sekeras batu. Dirinya seorang pengelana, namun di mana pun dia berada.. Tangannya tidak pernah kering dari darah.


Sangat sulit sebenarnya bagi Sri Anyar dan kelima saudaranya untuk merekrut Pendekar Kapak Emas, mereka harus menangkis tiga serangannya terlebih dahulu.. Baru kemudian dapat bicara.


Dan perlu diketahui, bahwa satu serangan penuh kekuatan dari Pendekar Kapak Emas mampu membunuh seorang kultivator yang praktiknya berada di GrandMaster Tingkat Fana.


Sebenarnya banyak pendekar dan kultivator kuat di Benua Tengah, bahkan keberadaan mereka lebih banyak dibandingkan dengan pendekar yang ada di Benua Timur.


Dan jika ingin dijelaskan lebih lagi.. Kultivator di Benua Timur yang praktiknya berada di GrandMaster Tingkat Langit tidak sampai 5 orang. Jauh berbeda dengan mereka yang berada di Benua Tengah.


Kekuatan para Kultivator dan Pendekar di Benua Timur memang jauh berkurang. Ini dikarenakan banyak kekacauan yang terjadi sampai-sampai beberapa kejadian menewaskan para kultivator yang praktiknya begitu tinggi.


Kehidupan para pendekar memang tidak bisa terlepas dari suara senjata dan bau darah. Banyak pertempuran-pertempuran yang telah memisahkan anak dengan kedua orang tuanya, suami dengan istrinya, kakak dengan adiknya, termasuk guru dengan para muridnya.

__ADS_1


Seseorang bisa saja berharap ada kedamaian, namun selagi kesombongan masih berada di atas kepala dan dendam masih menyelimuti hati manusia.. Maka harapan akan kedamaian tidak mungkin terwujud.


Di antara benua yang ada, kemungkinan hanya Benua Timur yang sekarang sedang damai-damainya. Aliran Hitam dan Aliran Putih tidak saling bersitegang, mereka fokus membentuk kembali kekuatan yang hilang karena perang melawan Scarlet Bayangan dan naga Wyvern dahulu.


Namun sebenarnya, ini semua hanyalah masalah waktu sampai ketegangan kedua Aliran itu akan kembali dimulai. Hanya saja, bila melihat kehidupan para penduduk di Benua Timur sekarang.. Maka bisa dipastikan tempat ini jauh dari ancaman yang tersembunyi.


Yaah.. Itu memang benar, sebab ancaman tersebut saat ini tengah berada di benua lain. Mereka sedang mengatur kekuatan untuk memulai kekacauan yang mungkin akan menjadi sebab musabab perubahan besar di benua tersebut.


'Qian Kun', itu adalah nama yang disebutkan pemuda bertopeng rubah pada Tetua Partai Pedang Tengkorak. Saat memakai topeng, suaranya bagi laki-laki. Namun bila topengnya dibuka, wajahnya jelas merupakan perempuan dan suaranya pun berubah menjadi feminim.


Dialah orang yang mendirikan 'Scarlet Bayangan' di Benua Timur, dan sekarang sedang membangun kelompoknya yang baru.. 'Scarlet Darah'.


Naga Wyvern sebenarnya hanyalah salah satu dari pion yang dia butuhkan untuk mencapai tujuan aslinya, dan saat ini.. Dia sedang mengatur pion-pion barunya.


Bila bertanya tentang identitas Tetua Scarlet Bayangan pada Hu Li, Tianqi Mao, Siu Yixin, atau Shao Nu.. Maka mereka pasti akan mengatakan, 'Tidak Terlalu Yakin'.


Identitas asli dari Tetua Scarlet Bayangan tidak bisa dipastikan, sebab saat bertemu Siu Yixin saja.. Dia muncul dengan rupa bak orang tua berjanggut.


Terkadang dia menemui para pilarnya dengan rupa seorang gadis, anak kecil, termasuk pemuda yang tampan. 'Qian Kun' memang adalah sosok misterius yang mempunyai keahlian mengubah wajah.


Aaakh..!


Suara teriakan tertahan terdengar, itu berasal dari salah satu ruangan gelap yang ada di Partai Pedang Tengkorak.


Samar-samar di kegelapan.. Nampak sebuah tangan mencengkeram kuat leher seseorang. Dari teriakan pilu yang terdengar, korban rupanya adalah seorang pria.


["Qian Kun, apa yang sedang kau lakukan?"]


?


["..."]


Orang yang ditanya oleh Sri Anyar sama sekali tidak menjawab, dia hanya diam sambil terus mencengkeram kuat leher pria yang rupanya salah satu Pendekar dari Partai Pedang Tengkorak.


["Qian Kun..?"]


Sri Anyar mendekat, perlahan cahaya dari obornya menerangi sosok berjubah hitam yang memakai topeng rubah berwarna merah darah itu.


Aaakh..!


?!


Mata Sri Anyar membulat saat melihat wajah pendekar yang dicengkeram oleh Qian Kun berubah menjadi hitam legam dengan tubuh yang kurus bak hanya terbungkus kulit saja.


["Kenapa kau melakukan ini Qian Kun?"]


Sri Anyar kembali bertanya, dan kali ini Qian Kun mulai melepaskan cengkeramannya hingga membuat tubuh pendekar dari Partai Pedang Tengkorak terjatuh dengan wajah yang begitu mengerikan.


Sri Anyar kesulitan menelan ludah, dia bisa tahu bahwa pendekar tersebut sudah tidak lagi bernyawa. Entah salah apa pendekar itu hingga Qian Kun membunuhnya,


[".. Aku sungguh tidak mengerti jalan pikiranmu. Sebelumnya kau membunuh enam orang pendekar dan sekarang kau melakukannya lagi?! Apa artinya semua ini Qian Kun?"]


["Tidak ada alasan khusus, anggap saja kita butuh pasukan mayat hidup. Mereka bisa membuat para pendekar kerepotan,"] Qian Kun tersenyum dari balik topengnya, dengan sedikit ayunan tangan.. Mayat pendekar Partai Pedang Tengkorak itu mulai menghilang.


["Kalau kau hanya butuh mayat, aku bisa mencarikan yang banyak untukmu. Kau tidak harus membunuh seperti ini, apalagi yang kau bunuh itu adalah orang-orang kita sendiri,"]


Sri Anyar memang berpofesi sebagai pembunuh bayaran dan dirinya termasuk pendekar yang kejam, tetapi dia tidak akan pernah mau membunuh rekan-rekannya sendiri tanpa alasan yang jelas. Dan jujur saja, alasan Qian Kun barusan tidak bisa diterima olehnya.

__ADS_1


[".. Kalau Raka Daksa melihat ini, dia pasti akan marah padamu.."]


["Hmh, bukan masalah. Dibandingkan dengan itu.. Bagaimana dengan tugasmu?"]


Sri Anyar berjalan ke salah satu sudut ruangan untuk menyalakan lentera, dia membuat ruangan ini lebih terang sebelum menjawab pertanyaan dari Qian Kun.


["Aku sudah menyampaikan padanya, sama seperti yang kau katakan. Tapi seperti yang kau tahu, orang itu sangat sulit dibujuk. Jika terus memaksanya bergabung dengan kita, dia mungkin akan berubah menjadi musuh,"]


["Baiklah, aku juga tidak terlalu mengharapkannya. Biarkan Raka Daksa keluar dari pelatihannya dan kita akan mulai melakukan gerakan,"]


!!


Sri Anyar tahu betul alasan mengapa Scarlet Darah dibentuk dan menjalin kerja sama dengan Partai Pedang Tengkorak.


Mereka memiliki target yang sama, yakni 'Xiao Shuxiang'. Selain untuk membalaskan dendam pada pemuda itu, mereka juga berniat menghancurkan sekte besar yang paling berpengaruh di Kekaisaran Langit Tengah.


Pemuda berjubah hitam dan bertopeng rubah tersebut berjalan ke sebuah meja panjang di salah satu sudut ruangan. Dia mengambil pedang yang tersimpan rapi di atas meja itu dan melemparkannya pada Sri Anyar.


!


Secara refleks Sri Anyar menangkap pedang tersebut, dia bertanya mengapa dirinya diberikan pedang, apalagi pedang di tangannya ini merupakan senjata yang diambil di pelelangan beberapa waktu lalu.


["Pedang Pembeku Jiwa itu sekarang adalah milikmu, kau yang lebih pantas memakainya,"]


!!


Sri Anyar tentu saja tersentak saat mendengar perkataan Qian Kun, dia memperhatikan pedang di tangannya dengan seksama dan lalu menimbang-nimbang berat pedang itu.


["Kau yakin memberikannya padaku..?"]


["Tentu saja. Kau sebaiknya berlatih dengan memakai pedang itu mulai dari sekarang,"]


Qian Kun juga berkata bahwa jika tidak ada yang ingin disampaikan lagi oleh Sri Anyar, maka dia akan pergi.


Memang ruangan ini adalah kamarnya, tetapi sebenarnya Qian Kun tidak pernah menginap apalagi menetap di tempat ini, dia hanya sesekali datang untuk memastikan semua rencana yang disusunnya berjalan dengan baik.


["Kau bisa makan dulu sebelum pergi, aku akan segera menyiapkannya untukmu,"]


Sri Anyar pamit dan mulai berjalan ke arah pintu. Pemuda berjubah hitam dengan topeng rubah berwarna semerah darah itu menatap punggung Sri Anyar yang semakin menjauh.


Dia akhirnya mulai melepas topeng di wajahnya, kali ini Qian Kun nampak seperti pemuda berusia 19 Tahun. Wajah bersihnya mulai tertarik dan membentuk sebuah senyuman tipis.


Qian Kun berbalik dan lalu berjalan ke arah jendela, dia menatap langit yang rupanya telah berhiaskan bulan.


Langit malam dengan pijaran bintang begitu indah, terlihat mempesona, mengandung ketenangan dan kedamaian. Sungguh, setiap orang tidak akan pernah bosan memandangi betapa sempurnanya pemandangan yang terlihat ini.


"Ini akan menjadi yang terakhir, Xiao Shuxiang.. Sekeras apa pun usahamu, sedalam apa pun hubunganmu dengan manusia, kau tidak akan pernah bisa lari dari takdirmu.."


Qian Kun tiba-tiba saja mendengus pelan, dia tersenyum dengan tatapan matanya yang terus mengarah pada langit.


".. Alasan keberadaanmu hanyalah untuk bertambah kuat dan kemudian.. Menghancurkan semuanya."


Bersamaan dengan ucapan terakhir Qian Kun.. Xiao Shuxiang yang berada di kediaman Tianqi Mao dan sedang duduk bersila sambil berkonsentrasi--perlahan mulai membuka matanya.


Jarak mereka memang saling berjauhan sebab Qian Kun berada di Benua Tengah, sementara Xiao Shuxiang ada di Benua Timur. Namun Koki Alkemis itu bisa merasakan ada bahaya yang seperti akan mengincar dirinya.


***

__ADS_1


__ADS_2