XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
279 - Tomoaki Maeno


__ADS_3

Tubuh pemuda yang menghantam dinding tersebut baru berhenti setelah berada tepat di depan Tomoaki Maeno yang sedang duduk tenang di singgasananya. Pengawalnya itu ternyata sudah tidak bernyawa.


"Mereka orang-orang yang sombong. Sepertinya memang harus aku yang turun tangan,"


Hanya sekali jentikan jari dan semua pemuda berpakaian serba hitam yang dilawan Xiao Shuxiang, Yuuichi, dan yang lainnya melompat mundur lalu menghilang di udara.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening namun tidak mengatakan apapun. Dia beranggapan bahwa hal terburuk dalam pertarungan ini mungkin saja akan keluar sebentar lagi.


Washi, Taiga, dan Yota berusaha mengontrol pernapasan mereka. Sejak tadi ketiganya lumayan sulit mengatur napas, bertarung dengan teknik berpedang yang begitu cepat terlalu menguras tenaga.


"Apa kalian terluka?"


Washi menanyakan kondisi teman-temannya, dia sepertinya telah melakukan kesalahan karena datang menyerang Ratu Es hanya dengan mengandalkan teman sekelompoknya serta Xiao Shuxiang, Hu Li, dan O Zhan. Jelas sekali ini sama saja dengan mengantarkan nyawa.


"Apa sebaiknya kita kembali dan atur strategi lebih dahulu?"


Meski bukan luka parah, tetapi Washi bisa melihat teman-temannya terkena beberapa serangan di bagian lengan dan dada, mereka mungkin tidak akan bertahan lebih lama bila masih nekat bertarung apalagi sampai menantang Ratu Es.


"Washi, kita sudah jauh-jauh ke sini. Aku tidak mau pulang tanpa menyelesaikan misi,"


Yuuichi juga mendapat beberapa sayatan di lengan dan punggungnya, tetapi dia masih bisa bersikap dingin termasuk berjalan santai seakan tidak merasakan sakit.


"Aku juga tidak ingin pulang. Kalaupun harus mati di sini, maka biarlah. Aku sudah sangat siap,"


Yota yang paling muda, namun dirinya sama sekali tidak takut. Dia mengikuti Yuuichi memasuki istana Ratu Es dari belakang.


"Kita sudah sering berhadapan dengan bahaya semacan ini, kau jangan jadi penakut kawan, dirimu tidak seperti yang biasanya,"


Taiga menyenggol pelan lengan Washi, dia kemudian menyusul Yuuichi dan Yota. Dirinya juga mendapat banyak luka, tetapi pertarungan tidak akan seru bila hanya sampai di sini, mereka belum menyelamatkan satu orang pun anak, jadi tidak mungkin mereka pulang.


"Hu Li, ayo pergi."


Xiao Shuxiang tidak mau kalah, dia masih harus menyelamatkan keturunan Penatua Da Lin yang kemungkinan ada di dalam istana Ratu Es. Hu Li dan O Zhan tentu saja akan mengikuti dirinya.


Washi menghembuskan napas pelan, tidak seharusnya dia ragu pada teman-temannya. Meski dalam keadaan yang terluka parah sekali pun, selagi nyawa masih ada.. Maka tidak ada jalan untuk melarikan diri dari seorang Ratu yang kejam.


Washi dan teman-temannya ternyata sudah ditunggu oleh Tomoaki Maeno. Mereka awalnya terkejut karena di sambut oleh seorang gadis muda yang begitu cantik dan sedang duduk tenang di tempat yang cukup tinggi.

__ADS_1


Tomoaki Maeno tersenyum tipis, dia menyambut para tamunya dengan ramah dan memperhatikan setiap wajah yang sebentar lagi akan menjadi salah satu bagian dari istana es miliknya.


Xiao Shuxiang tidak mendengarkan pembicaraan yang berlangsung tegang antara Yuuichi, Washi, dengan Tomoaki Maeno. Pandangan matanya menelusur setiap arah dan juga bagian atas istana es ini.


Dia mengeluarkan Pil Mata Dewa dan kemudian memakannya, dalam tiga tarikan napas dirinya bisa melihat dari jarak yang cukup jauh termasuk dapat mengetahui isi pakaian Tomoaki Maeno yang nyatanya mempunyai bentuk tubuh bagus dengan bagian atas yang luar biasa.


!!


Xiao Shuxiang hampir tersedak napasnya sendiri, dia bukan memakai Pil Mata Dewa untuk bisa melecehkan seorang gadis, dirinya menggunakan pil tersebut untuk mencari keturunan Penatua Da Lin.


?!


"Itu dia,"


Xiao Shuxiang akhirnya menemukan anak yang dia cari, wajah anak tersebut mirip dengan roh yang dia simpan di dalam Seruling Giok Putihnya. Memang tidak salah lagi, anak yang nampak seperti laki-laki itu adalah keturunan dari Penatua Da Lin.


"Sepertinya kau sudah menemukan apa yang kau cari,"


Sebuah suara membuat Xiao Shuxiang tersentak, dia kemudian menoleh ke asal suara yang ternyata adalah milik Tomoaki Maeno. Dirinya kemudian tersenyum tipis dan memuji gadis tersebut sebagai wanita yang cantik.


"Kau juga tampan,"


Xiao Shuxiang mengibaskan pelan rambutnya dengan memakai tangan kiri yang penuh darah kental kehitaman, dia membuat Hu Li, Yuuichi, Washi, Taiga, dan Yota menatapnya aneh.


Tomoaki Maeno memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Dia awalnya cukup tertarik dengannya karena melihat cara bertarung pemuda tersebut yang terkesan liar, namun sekarang rasa itu tidak ada lagi. Menurutnya, Xiao Shuxiang adalah pemuda yang gampangan.


Tomoaki Maeno jelas lebih suka pemuda yang dingin dan terkesan ketus, itu seperti sebuah tantangan baginya. Dan di antara para tamu tak diundangnya ini.. Dia menyukai Yuuichi.


"Aku ingin tahu.. Apa kau masih bisa berwajah sedingin itu saat salah satu tulangmu kupatahkan,"


Yuuichi mendengus, dia memegang erat katana miliknya dan dengan cepat mengayunkan pedang ke arah lantai yang seketika menciptakan serangan sampai ke singgasana Tomoaki Maeno.


!!


Lantai yang terbuat dari es pecah, namun hanya satu gerakan jari Tomoaki Maeno--lantai tersebut kembali seperti semula. Dia sendiri tidak bergerak dari singgasananya dan malah menerima serangan kejutan itu.


"Kau ternyata lebih agresif dari yang kukira, benar-benar pria idamanku.."

__ADS_1


"Aku juga bisa melakukannya,"


Xiao Shuxiang mengangkat tangan dengan penuh semangat, dia lagi-lagi mendapat tatapan dari teman-temannya. Hu Li bahkan merasa Tuan Mudanya tiba-tiba bersikap aneh, seakan Tuannya berusaha menarik perhatian Tomoaki Maeno dengan caranya sendiri.


Bukannya mendapat perhatian gadis muda yang cantik tersebut--Xiao Shuxiang justru mendapat serangan yang datang dari depan dan langsung ditangkis oleh Yuuichi. Tomoaki Maeno dengan dingin menyuruh Xiao Shuxiang untuk mati.


"Boleh saja, tapi itu kalau mau mati bersamaku,"


Xiao Shuxiang menanggapinya dengan begitu santai. Tomoaki Maeno sangat tidak menyukai pemuda yang banyak bicara seperti Xiao Shuxiang, dirinya kembali menyerang pemuda itu hanya dengan gerakan satu jari.


Kali ini sebuah petir berwarna hitam melesat cepat ke arah Xiao Shuxiang namun kembali ditangkis oleh Yuuichi.


"Kau sepertinya membenciku, Nona? Apa karena aku sudah melihat semuanya?"


Xiao Shuxiang tersenyum mengejek sambil menatap Tomoaki Maeno dari atas sampai bawah, alisnya sedikit naik dan seakan memberi isyarat pada gadis itu bahwa yang dia maksud dengan 'melihat semuanya' adalah tentang tubuh polos Tomoaki Maeno.


Ratu Es tersebut menatap kesal ke arah Xiao Shuxiang, "Memang apa yang sudah kau lihat?", suara dalam pertanyaannya terkesan menggeram.


Dia awalnya memuji pemuda itu tampan, namun entah mengapa mendengar suara pemuda tersebut beberapa kali membuatnya muak, dia seperti ingin membunuh Xiao Shuxiang dan merebusnya sampai meleleh.


"Tidak perlu basa-basi lagi," kali ini Washi yang berbicara, "Kau pasti sudah tahu kedatangan kami kemari! Tidak ada pembicaraan lagi, kami datang untuk mengambil kepalamu!"


Washi melesat bersama dengan Taiga, senjata mereka terhunus tajam dan saat sudah akan mengayunkannya untuk menebas kepala Tomoaki Maeno.. Seketika itu juga dua ekor ular kecil berwarna merah darah keluar dari balik rambut gadis tersebut.


Washi dan Taiga langsung mematung saat menatap ular itu, tubuh mereka kaku, dalam tiga tarikan napas keduanya mulai berubah menjadi patung es beku.


!!


Yuuichi, Yota, Xiao Shuxiang, Hu Li dan O Zhan terkejut. Kejadian itu berlangsung sangat cepat dan saat menyadarinya semua sudah terlambat, Washi dan Taiga tidak bisa mereka selamatkan.


"Jangan menatap ular di bahunya,"


Yuuichi memperingatkan teman-temannya sambil menundukkan kepala, sayang peringatannya terlalu lambat.


Yota, Hu Li, O Zhan, dan Xiao Shuxiang tidak sengaja menatap ular kemerahan tersebut dan tubuh mereka kaku kemudian berubah menjadi patung es.


"Kalian yang meminta ini. Padahal aku masih ingin mengenal dan berbicara dengan kalian.. Tapi sayang sekali~"

__ADS_1


***


__ADS_2