
Xiao Shuxiang berjalan-jalan di pasar, dia hanya lewat di depan bangunan Cabang Asosiasi Bangau Merak.
Dia lalu menghampiri salah satu pedagang dan membeli beberapa rempah-rempah masakan.
Kota Langit Bintang memang sangat terkenal dengan keindahan dan keunikan pasarnya. Apalagi sekarang, pasar ini menjadi semakin terkenal dengan adanya Cabang Asosiasi Bangau Merak.
Banyak lorong-lorong kecil yang terlihat bersih dan terawat. Setiap pagi sampai malam hari, pasar ini tidak pernah sepi pengunjung.
Namun di antara banyaknya lorong-lorong kecil, ada satu lorong yang terlihat sunyi, sempit, berantakan, tidak terawat dan seakan tersembunyi dari keramaian pasar.
Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sudah berjalan kesana kemari, tapi tempat yang dia cari belum juga ditemukannya.
"Ping Gou bilang ada di sekitar sini. Tapi yang ada hanya penjual pakaian dan makanan." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia kembali berjalan sambil memasang penglihatannya dengan baik.
Cukup lama Xiao Shuxiang mencari, akhirnya dia menemukannya. Sebuah jalanan sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu orang, dan itu pun harus berjalan miring.
"Ck ck ck, sangat pantas disebut sebagai jalanan tikus." Xiao Shuxiang beberapa kali harus menabrak balok kayu, dia hampir meninju kedua bangunan yang menjepitnya agar mempermudah dia lewat.
Xiao Shuxiang akhirnya berhasil keluar. Dia melihat tempat di balik lorong yang ternyata memiliki toko-toko kecil, tetapi kumuh dan tidak layak huni.
Hanya ada satu bangunan yang sedikit terlihat baik, papan kayu tua bertuliskan 'Keluarga Bahagia' membuat bibir atas Xiao Shuxiang berkedut.
"Ping Gou.. Kau tidak sedang mengerjaiku, kan..? Kalau sampai itu terjadi, seluruh keturunanmu akan kubasmi habis..!"
Xiao Shuxiang mulai melangkahkan kakinya ke arah Toko Keluarga Bahagia. Ada meja kayu tua, setinggi satu meter membentang saat dia memasuki toko tersebut.
Xiao Shuxiang mulai memanggil pemilik toko karena dia tidak melihat seorang pun yang berjaga. Pandangan matanya mengarah ke sekitaran, dia hanya melihat beberapa lukisan aneh di dinding.
"Sebenarnya ini tempat yang benar atau bukan..? Permisi..?! Apa di sini Toko Sang Penempa?! Aku ingin memesan pedang..! Permisii..?!"
"Hei bocah, apa kau tidak bisa diam? Hoaaam.. Kau mengganggu tidurku?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia menoleh ke sana kemari, namun tidak menemukan siapa pun selain dirinya sendiri. Lalu dari mana asal suara itu?!
?!
Xiao Shuxiang mendengar suara gemerisik yang terdengar jelas di balik meja di depannya. Sebuah kepala muncul dan semakin tinggi hingga membuat Xiao Shuxiang tercengang.
"Kau.. Kakek Janggut Panjang?!"
"Hmm, ooh! Bocah nakal, apa aku mengenalmu..?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, pantas saja dia mendengar suara orang tua tetapi tidak bisa melihatnya. Rupa-rupanya orang yang bicara tadi adalah Kakek Janggut Panjang, Duan De.
"Kakek, aku Xiao Shuxiang..! Kau pernah memakan ayamku beberapa tahun yang lalu. Balai Peristirahatan, kau ingat? Sekte Pedang Langit, Kakek Tua!!"
Xiao Shuxiang sangat tidak suka dengan wajah mengantuk milik Duan De. Sudah lama tidak bertemu, nyatanya tubuh Duan De masih tetap sama, tidak pernah bertambah tinggi.
"Mmm, kau yang menawariku memakannya. Aku tidak pernah memintanya, jadi... Siapa kau?"
Xiao Shuxiang menepuk jidatnya, jelas-jelas Dua De mengenalnya dan masih saja bertanya siapa dirinya..?!
!
Xiao Shuxiang menyeringai. Kedua alisnya naik turun. Sepertinya, dia baru saja mendapat sebuah ide.
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengeluarkan sebutir pil berwarna merah putih, dia lalu meletakkan pil tersebut di depan Duan De yang bertopang dagu dengan mata mengantuk.
Hanya dengan dua tarikan napas, Dua De langsung terlonjat kaget sambil menutup hidung dan mulutnya. Dia langsung melompat dari tangga baloknya.
"Dasar Bocah Nakal..! Bau Menyengat Apa Yang Kau Berikan Padaku?!" seolah rasa kantuk pergi seketika saat Duan De mencium aroma yang sangat menyengat, bahkan kedua matanya nampak berarir.
Xiao Shuxiang tertawa, "Itu adalah pil merah-putihku yang terbuat dari lalat pelangi. Kau suka?"
"Kau membuat pil dengan serangga bau itu?!"
"Tentu, Bagaimana? Hebat, bukan? Hahahaha" Xiao Shuxiang memasukkan kembali pil merah putih ke dalam Cincin Spasialnya.
"Kau anak yang kurang ajar sekali, berani tidak sopan pada orang tua..! Aku ini sesepuhmu..!"
"Kakek sendiri kenapa tidur di saat Xiao Shuxiang bicara? Kalau Kakek tidak tidur, aku juga tidak akan melakukannya."
Duan De menggeleng sambil mendecak, dia lalu berjalan kembali dan naik ke tangga baloknya lagi.
Duan De berkata, "Aku hanya manusia biasa, bukan seperti dirimu yang seorang Kultivator. Kau tidak tidur sebulan juga tidak masalah, tetapi bagiku itu masalah yang besar. Jadi apa yang membawamu kemari..?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, "Kudengar ini kediaman Sang Penempa Pedang. Aku ingin bertemu dengannya,"
"Kau sedang bicara dengan orang yang kau cari."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia tidak yakin Kakek Janggut Panjang adalah Sang Penempa Pedang.
"Pasti bukan dirimu..! Maksudku adalah Sang Penempa yang telah membuat Pedang Bintang Malam, salah satu Pusaka Langit. Tempat ini bahkan tidak ada pedangnya sama sekali..."
Pletak!
"Berapa usiamu, Kakek?!" Xiao Shuxiang jadi penasaran, jelas-jelas Duan De hanya manusia biasa. Memiliki umur panjang seperti dirinya sangatlah mustahil..!
Xiao Shuxiang, "Apa malaikat pencabut nyawa lupa menuliskan namamu ke dalam bukunya?"
"Kurang Ajar, jaga ucapanmu. Kalau tidak ada yang kau inginkan, sebaiknya pergi dari sini. Aku mau tidur,"
Dua De berniat memukul kepala Xiao Shuxiang lagi, namun dengan cepat mistar kayunya ditahan oleh tangan anak itu.
Xiao Shuxiang, "Jadi, selama ini kau menyamar menjadi tukang bersih-bersih di Sekte Pedang Langit, huh?"
"Siapa yang menyamar? Itu pekerjaan sampinganku--!!"
Duan De tersentak saat melihat seseorang berpakaian sehitam malam nampak berjalan mendekat. Raut wajahnya berubah tegang, "Kau. Segera kemari dan berdiri di dekatku."
"Kenapa..?"
"Cepat lakukan, bocah!!"
Xiao Shuxiang menurut, dia berjalan cepat ke salah satu sisi meja dan kemudian berdiri di samping Duan De.
Xiao Shuxiang melihat seorang pria dengan tatapan dan wajah yang dingin berjalan masuk, lalu berhenti di depan dirinya dan Duan De.
Pria ini berusia sekitar 38 tahun, nampak pedang terselip di pinggangnya. Baik Xiao Shuxiang dan Duan De dapat mencium aroma darah di tubuh pria tersebut. Sepertinya... Dia baru saja melakukan pembunuhan.
"Pelanggan, selamat datang di toko milikku. Apa ada yang bisa kubantu?" Duan De tersenyum ramah pada pria di depannya.
"Dia.. Berasal dari Sekte Tengkorak Darah..!" Xiao Shuxiang melihat jari manis pada tangan kiri kultivator di depannya tidak utuh, dia lalu menatap dengan teliti wajah pria tersebut.
__ADS_1
"Langsung saja, aku ingin kau membuatkan Xiao Shuxiang ini Pedang Bintang Malam."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia bertemu dengan salah satu orang yang berani memakai namanya.
Kedua tangannya terkepal, dia melototi pria di depannya dengan tatapan yang seperti ingin menelannya hidup-hidup.
Pria tersebut menyadari tatapan anak laki-laki berusia 14 tahun itu, "Kau ingin mati, bocah?!"
!!
Duan De segera menekan kepala Xiao Shuxiang agar menunduk, sambil tertawa canggung dia meminta maaf kepada kultivator Sekte Tengkorak Darah di depannya.
"... Dia cucuku, Tuan. Ini hari pertamanya belajar menempa pedang, tolong maafkan kesalahannya."
"Hmph, jadi bagaimana Duan De. Kau bisa membuatkannya untukku?" kultivator Tengkorak Darah tidak lagi mempedulikan Xiao Shuxiang, dia meminta Duan De agar segera memenuhi pesanannya.
"Pelanggan, Pedang Bintang Malam tidak bisa dibuat begitu saja. Jika kau bisa menemukan bahan pembuatnya, maka aku akan menempanya untukmu."
Duan De belum melepaskan kepala Xiao Shuxiang, dia terus menahan agar anak tersebut tidak melakukan kesalahan yang bisa membunuh dirinya sendiri.
"Bahan pembuatnya..? Apa yang kau inginkan?"
"Pelanggan, bahan dasar pembuat pedang itu adalah bintang yang ada di langit. Kalau kau bisa membawa satu kemari, maka pedang itu bisa kubuat."
"Kau sedang tidak bercanda pada Xiao Shuxiang, kan? Karena jika sampai itu terjadi, maka seluruh keturunanmu akan kubasmi habis."
!!
Xiao Shuxiang membuka mulut lebar, barusan kultivator ini bicara dengan gayanya?! Sangat tidak bisa dimaafkan! Berani sekali dia menjadi Xiao Shuxiang!!
"Dasar bocah tengik..!!"
"Pelanggan, aku tidak bercanda. Setiap ada yang datang kemari, mereka juga sama sepertimu. Yaitu ingin dibuatkan pedang Sang Bintang Penghancur. Ucapanku selalu sama, pedang itu bisa ditempa jika ada bahan pembuatnya."
Kultivator Sekte Tengkorak Darah kemudian menoleh ke arah anak yang kepalanya masih ditekan oleh Duan De.
"Baiklah, akan kucarikan bintang itu. Kau ajari cucumu dengan baik, terutama saat bersikap di depan Xiao Shuxiang."
Kultivator Sekte Tengkorak Darah kemudian berjalan pergi, Duan De segera melepaskan tekanannya pada anak laki-laki di sampingnya.
Xiao Shuxiang menggeram, dia melompat menaiki meja kayu Duan De dan berniat menyerang kultivator Sekte Tengkorak Darah, namun Duan De segera menarik kerah belakangnya dan membanting Xiao Shuxiang ke belakang.
Untungnya Xiao Shuxiang bisa menyeimbangkan diri hingga tidak sampai menghantam tanah. Dia menatap kesal ke arah Duan De.
"Kakek Janggut Panjang, Jangan Hentikan Aku! Orang Itu Berani Memakai Nama Xiao Shuxiang Ini, Aku Akan Membunuhnya!!"
"Tenanglah, Dasar Bocah Nakal! Aku pernah bilang bahwa ada banyak orang yang memiliki nama seperti dirimu, kau juga salah satu yang palsu karena meniru-niru nama orang lain."
"Ya Tua Bangka!! Aku Xiao Shuxiang Yang Asli..!! Merekalah Yang Palsu..!!"
Xiao Shuxiang begitu nyaring mengklaim dirinya sebagai Sang Bintang Penghancur. Dia hampir meledakkan amarah karena bertemu dengan orang yang memakai namanya.
Hah … Hah … Hah …!
Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia berusaha menenangkan diri. Duan De menggeleng pelan, dia lalu turun dari tangga baloknya dan berjalan pergi untuk mengambilkan Xiao Shuxiang segelas air.
"Akan kuingat wajahnya, akan kuingat wajah orang yang telah berani memakai namaku. Setelah urusanku selesai, akan kucari dan kubunuh dia..!"
__ADS_1
***