XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
166 - Bakat Lainnya [Revisi]


__ADS_3

Dai Chen dan yang lainnya mengangguk, mereka percaya pada kemampuan Xiao Shuxiang.


Setelah teman-temannya berjalan pergi, Xiao Shuxiang kembali menyerang bunga-bunga raksasa pemakan manusia ini. Bentuknya seperti kantong semar, namun memiliki duri yang tajam membentuk seperti gigi.


Xiao Shuxiang bisa merasakan pedang tingkat tinggi di tangan kanannya perlahan retak dan berubah menjadi debu.


Dia mulai mengeluarkan pedang yang lain dari Cincin Spasialnya. Untung dirinya memiliki banyak uang hingga dapat membeli persediaan pedang tingkat tinggi, namun tetap saja dia ingin menangis saat melihat pedangnya hancur.


Qi milik Xiao Shuxiang terlalu unik, sangat berbeda dengan kebanyakan kultivator di Benua ini.


Walau dirinya sudah mengontrol Qi dengan baik, tetap saja pedangnya akan berubah menjadi debu setelah digunakan beberapa kali.


Traang!


Traang!


Xiao Shuxiang bisa saja mengeluarkan Yīng xióng. Masalahnya, pedang tersebut terlalu sulit dikendalikan.


Satu persatu bunga tumbang, namun bukan berarti situasi menjadi terkendali.


Dia terus bertarung dengan bunga raksasa pemakan manusia ini, semakin lama.. Bunga tersebut semakin liar menyerang dirinya.


Xiao Shuxiang melompat ke atas, menghindari serangan bunga tersebut.


Satu bunga hendak memangsanya dari belakang saat dirinya di udara, namun sebuah pedang langsung melesat dan menebas bunga itu.


Xiao Shuxiang tersentak saat mendapat bantuan lagi, padahal dirinya baru akan menggunakan Pernapasan Api untuk menyerang dan membakar habis hutan ini. Sayang rencananya harus terhenti.


"Lan Zhi, kenapa kau datang kemari? Sudah kubilang tunggu aku di luar hutan saja,"


Orang yang membantu Xiao Shuxiang tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Pemuda tersebut memegang tangkai bunga besar di tangan kirinya dan sarung pedang di tangan kanannya.


Pedang terbang milik Lan Guan Zhi kembali masuk ke dalam sarung, "Kau terlalu lama, cepat kemari.."


Xiao Shuxiang langsung merangkul pundak Lan Guan Zhi, keduanya harus berbagi bunga untuk menghindari dimangsa oleh bunga raksasa pemakan makhluk hidup tersebut.


Dai Chen dan Jing Mi menyusul Lan Guan Zhi yang tiba-tiba pergi tadi, keduanya lega sebab Xiao Shuxiang dalam keadaan baik-baik saja.


Perjalanan mereka kembali dilanjutkan.


Xiao Shuxiang bisa merasakan ada tatapan menusuk mengarah padanya, dia melihat Dai Chen yang jelas-jelas memberinya peringatan untuk tidak terlalu menempel dengan Lan Guan Zhi.


Baru kali ini Xiao Shuxiang mendapati manusia seperti Dai Chen dan hal tersebut membuat perjalanannya terasa menyenangkan.


Secara sengaja, Xiao Shuxiang merangkul lengan dan menyandarkan kepalanya pada pundak Lan Guan Zhi. Dai Chen yang melihatnya langsung membentak Xiao Shuxiang sambil mengatainya tidak tahu malu.


Lan Guan Zhi sendiri sama sekali tidak keberatan dengan tindakan Xiao Shuxiang, hanya saja dia merasa terganggu saat pemuda di sampingnya mulai banyak bicara.


"Xiao Shuxiang..! Sebaiknya kau menjauh dari Tuan Muda Lan sekarang..!" Dai Chen sudah mengeluarkan tiga akar menjalar miliknya, bersiap-siap memisahkan Xiao Shuxiang agar tidak menempel pada Lan Guan Zhi.


"Dai Chen, kau jangan kelewatan. Bunga ini terlalu kecil untuk menyembunyikan dua orang, jadi tentu aku harus begitu dekat pada Lan Zhi. Kau jangan khawatir, aku tidak akan menodai kesayanganmu ini, tapi tidak janji."


"Xiao Shuxiang..! Kau itu laki-laki, jaga harga dirimu. Kau manusia tidak tahu malu, berhenti memeluk Tuan Muda Lan seperti itu..!"


Jing Mi, Siu Yixin, Hu Li, dan Mo Huai hanya bisa menggeleng sambil menghembuskan napas pelan. Mereka tidak tahu harus berkata apa melihat tingkah Dai Chen dan Xiao Shuxiang.


Sudah jelas Xiao Shuxiang terus memprovokasi Dai Chen, dan Lan Guan Zhi sama sekali tidak menghiraukan perlakuan Xiao Shuxiang yang terus menempel padanya.


Dai Chen baru bisa memisahkan Xiao Shuxiang saat mereka akhirnya keluar dari hutan. Mereka kini berada di jarak sepuluh meter dari sebuah bangunan yang terbuat dari batu berwarna hitam.


Tidak ada lagi bunga raksasa pemakan manusia, Lan Guan Zhi dan teman-temannya lalu menjatuhkan bunga yang mereka pegang dan segera berjalan menuju bangunan batu tersebut.


Semakin dekat mereka dengan bangunan ini, semakin kental terasa udara tipis dan bau anyir darah, sudah pasti bangunan di depan mereka bukanlah bangunan biasa.


Saat Xiao Shuxiang dan Jing Mi menendang pintu kasar, pemandangan yang bisa dikatakan mengerikan menyambut mereka.


Ruangan di tempat ini begitu luas, ada sekitar sepuluh pasang pilar setinggi 12 meter yang terbuat dari batang pohon besar, berwarna sehitam malam.


Xiao Shuxiang melihat langit-langit yang ternyata di penuhi oleh selendang-selendang panjang berwarna merah muda, nampak membentang dan menghiasi seisi ruangan.


Selendang tersebut bermotif manusia dan demonic beast dengan ekspresi wajah tertidur.


Yang membuat merinding, selendang-selendang tersebut meneteskan darah segar. Salah satu tetesannya tepat mengenai pipi kiri Xiao Shuxiang.


Hu Li mengenali salah satu wajah yang ada pada selendang tersebut, itu adalah murid Scarlet Bayangan.


Siu Yixin ikut memperhatikan lebih teliti. Dia seketika tersentak. Banyak rekan-rekannya yang dia kenal, perasaannya mendadak tidak enak, apalagi dirinya mendengar suara tawa kecil seorang gadis.


Xiao Shuxiang dan yang lainnya juga dapat mendengarnya. Pandangan mereka mengarah pada satu tempat yang berjarak tidak jauh di depan.


Sebuah suara langkah kaki terdengar, Jing Mi segera menarik pedangnya dan mulai bersikap waspada, tatapan matanya tajam ke depan.

__ADS_1


"Kalian akhirnya pulang.. Sudah lama ya.. Siu Yixin..? Hu Li..?"


Mo Huai bisa merasakan aura mencekam yang langsung menyelimuti mereka saat mendengar suara seseorang. Dia memegang erat lengan Jing Mi sambil menahan gemetar pada kedua kakinya.


Xiao Shuxiang dan teman-temannya bisa melihat seorang gadis dengan pakaian berwarna putih, bermotif bunga persik, namun tidak berlengan.


Roknya sepanjang lutut, sedikit mengembang dengan tambahan selendang panjang, mirip dengan penghias ruangan ini.


Gadis tersebut nampak berusia 23 tahun, rambutnya sepanjang bahu, dan dirinya memakai topeng yang sama dengan milik Sha Bao.


Siu Yixin dan Hu Li mengenali suara gadis di depan mereka, ini adalah suara Mei Ning, pilar kelima Scarlet Bayangan.


"Kerja bagus, kalian membawa makanan yang lezat untukku.." Mei Ning sedikit menggerakkan tangan kanannya.


Satu selendang melesat cepat menangkap Mo Huai, bahkan Xiao Shuxiang dan Jing Mi tidak sempat bereaksi.


Di depan Xiao Shuxiang dan teman-temannya, mereka bisa melihat Mo Huai terhisap ke dalam selendang merah muda tersebut hingga wajah dan tubuhnya mulai terbentuk menjadi motif selendang.


"Akan kumakan nanti, tentu setelah makanan pembukanya.."


Satu selendang menembus lantai, tepat di bawah kaki Lan Guan Zhi. Dia segera melompat mundur, namun selendang yang ada di langit-langit juga melesat untuk menangkapnya dari atas.


Xiao Shuxiang dan Dai Chen bergerak bersamaan menebas selendang tersebut. Keduanya terkejut sebab saat selendang berhasil ditebas, sebuah bagian tubuh manusia mendadak terjatuh, dan selendang tersebut mengeluarkan banyak darah.


"Ini.. Mereka manusia yang masih hidup..!" Xiao Shuxiang jelas telah menebas sembarangan. Motif selendang Mei Ning adalah tubuh manusia yang utuh, namun Xiao Shuxiang menebas bagian pinggang motif tersebut.


Secara tidak sengaja, dirinya membunuh manusia bernyawa yang terperangkap dalam selendang Mei Ning. Walau demikian, Xiao Shuxiang sama sekali tidak merasa bersalah. Yang penting sekarang dirinya tahu cara membebaskan Mo Huai.


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat Dai Chen dan Jing Mi menghunuskan pedang mereka ke arah Siu Yixin dan Hu Li.


Keduanya hendak menyerang Siu Yixin dan Hu Li, tetapi dihentikan oleh Lan Guan Zhi.


"Tuan Muda Lan, Anda jangan melindungi mereka. Sejak awal, aku sudah menduga kedua orang itu akan menjadi pengkhianat..!"


"Tuan Chen, kau salah..! Kami sama sekali tidak melakukannya.." Hu Li bermaksud menjelaskan, namun dirinya mulai di serang oleh Dai Chen dengan tiga akar menjalar miliknya.


Xiao Shuxiang menahan serangan Dai Chen, dia meminta temannya untuk tenang dan berpikir jernih. "Jangan terpengaruh ucapan gadis itu, Dai Chen."


"Tenanglah.."


!!


Xiao Shuxiang jelas tidak menyangka Dai Chen akan berkata seperti itu. Namun bukan waktu yang tepat untuk berdebat sekarang.


Xiao Shuxiang meminta Hu Li dan Siu Yixin menjelaskan secara singkat tentang wanita di depan mereka. Setelah mengetahui nama dan kemampuannya, Xiao Shuxiang mulai melesat untuk menyerang Mei Ning.


TRAANG!


Selendang Mei Ning kali ini begitu kuat dan tajam. Seakan dirinya memberitahu Xiao Shuxiang bahwa dialah yang mengizinkannya untuk menebas selendang tadi sebagai bukti motif di selendangnya adalah makhluk bernyawa.


Serta sebagai peringatan agar Xiao Shuxiang dan teman-temannya berhati-hati dalam menebas, karena mereka bisa saja membunuh orang lain.


Cara Mei Ning efektif untuk Lan Guan Zhi, Dai Chen, Jing Mi, Siu Yixin, dan Hu Li. Kelimanya sulit menebas selendang Mei Ning yang melesat tajam ke arah mereka.


Mei Ning bisa dengan mudah mengeraskan atau melembutkan selendangnya tanpa bergerak dari tempatnya berdiri. Dia menikmati pertunjukan ini sambil menunggu memakan mereka semua.


!!


Masalahnya adalah salah satu pemuda melesat tanpa peduli apa yang dia tebas. Mei Ning melompat untuk menghindari terjangan yang dialamatkan padanya.


Tap


Mei Ning mendarat dengan anggun, "Pemuda ini sama sekali tidak peduli dengan nyawa manusia.. Mungkinkah dia.."


".. Apa kau yang bernama Xiao Shuxiang?"


Xiao Shuxiang mendengus, dia menatap Mei Ning dan membenarkan ucapan gadis tersebut.


Dirinya kembali menyerang Mei Ning tanpa peduli sudah berapa banyak manusia dan demonic beast yang tewas karena ulahnya.


Mei Ning terpaksa mengeraskan kembali selendang-selendangnya, dia tidak ingin kehilangan banyak makanan segar karena Xiao Shuxiang.


TRAANG!


"Kau sepertinya sangat sayang makananmu, huh?" Xiao Shuxiang tanpa mengendurkan serangannya, dia berusaha untuk lebih dekat dengan Mei Ning walau selendang-selendang ini terus saja menghalangi dirinya.


Xiao Shuxiang menggunakan Pernapasan Air, dirinya mampu menebas salah satu selendang Mei Ning menjadi beberapa bagian. Pedangnya sudah penuh dengan darah kental sekarang.


"Kau sangat kejam, tidak peduli sama sekali dengan nyawa mereka. Bahkan kultivator Aliran Hitam pun tidak sekejam ini.." Mei Ning mengejek Xiao Shuxiang, namun seketika dirinya tertawa senang karena ucapan Tetuanya memang benar.

__ADS_1


".. Pantas Beliau begitu menginginkamu. Kau sama seperti kami."


"Hah, maaf saja. Tapi aku tidak seperti kalian. Kau dan tetuamu, tidak akan mengerti jalan pikiran Xiao Shuxiang..!"


TRAANG!


Lan Guan Zhi dan Siu Yixin dapat melihat Xiao Shuxiang saling bertukar serangan dengan Mei Ning. Sayangnya, mereka tidak dapat mendekati temannya itu karena harus berhadapan dengan selendang-selendang ini.


"♬♩Kalian harus tetap waspada, yo! Mei Ning tidaklah sendirian, dia selalu bersama dengan adiknya, Yun Fenjiao, yo!♪♬"


Baru saja Siu Yixin berkata, sebuah serangan tiba-tiba datang dan tepat mengenai punggung Jing Mi.


Untungnya tidak terlalu dalam, namun darah yang keluar cukup banyak. Jing Mi mengerang kesakitan, serangan tersebut ternyata beracun.


Dia segera mengeluarkan kantong penyimpanannya dan mengambil sebutir pil dari dalam sana. Serangan yang lain datang ke arah Jing Mi, namun dengan cepat dirinya dilindungi oleh Hu Li.


Pil yang dimakan Jing Mi adalah Pil Embun Malam. Xiao Shuxiang membekali semua murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak dengan sepuluh butir pil berkhasiat tinggi buatannya.


Bahkan untuk sekte sebesar Sekte Pedang Langit dan Sekte Poenix Iblis, mereka hanya mampu memberikan sumber daya pada murid berbakat saja.


"Saudara Xiao, kau benar-benar hebat..!" Jing Mi menelan pil tersebut, selama tiga tarikan napas.. Dirinya bisa merasakan lukanya mulai sembuh.


Masalahnya, racun di dalam tubuh Jing Mi masih tetap ada. "Racun ini begitu kuat, apa aku bisa memakannya lagi..? Tapi.." Jing Mi berusaha menahan racun di tubuhnya agar tidak mengarah ke jantung.


Hu Li bertarung dengan orang yang melukai Jing Mi, dirinya dibantu oleh Dai Chen. Lan Guan Zhi dan Siu Yixin sendiri masih harus melawan banyak selendang yang terus melesat tajam ke arah mereka.


TRAANG!


Mei Ning mendapatkan luka sayatan dalam di lengan dan perutnya. Dia segera menghentikan pendarahan tersebut dengan Qi.


"Kenapa dia masih saja bergerak..?" Mei Ning yakin telah memberi luka pada lengan dan leher Xiao Shuxiang, dia bahkan bisa melihat goresan di pipi kanan pemuda di depannya.


"Ada apa? Kau sepertinya terkejut aku masih hidup? Terima kasih atas luka dan racun yang kau berikan, Xiao Shuxiang akan segera membayarnya."


Walau Xiao Shuxiang tidak tahu ekspresi Mei Ning saat ini, namun dirinya bisa menebak gadis tersebut sedang terkejut sekarang.


Xiao Shuxiang mengusap lehernya yang terluka, hanya dalam satu tarikan napas.. Luka tersebut menutup kembali.


Racun di dalam tubuh Xiao Shuxiang memang masih ada, tapi dirinya masih dapat bergerak menyerang Mei Ning sambil menunggu tubuhnya menetralisir sendiri racun tersebut.


Xiao Shuxiang diam-diam melumuri pedangnya dengan racun yang dia buat sendiri. Dirinya langsung melesat cepat dan menyerang Mei Ning.


"Saudara Xiao..! Apa Pil Embun Malammu Dapat Dikonsumsi Dua Kali? Aku Dalam Kondisi Darurat Sekarang..?!"


Xiao Shuxiang mendengar seruan Jing Mi, sudah pasti temannya itu telah terkena racun yang sama dengan dirinya.


"Hmp, Tentu Saja..! Pil buatanku tidak memiliki efek samping, kau bahkan bisa memakannya dalam jumlah banyak di waktu bersamaan..!" Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia sangat suka dengan kehidupan keduanya ini.


Mei Ning tersentak melihat senyuman Xiao Shuxiang, dirinya sedikit lengah hingga lengannya terkena serangan lagi.


!!


Mei Ning terkejut, tubuhnya tiba-tiba gemetar dan kehilangan tenaga. Dia terjatuh dengan posisi berlutut, rasa sakit tak tertahankan menggerogoti seluruh tubuhnya.


Xiao Shuxiang termasuk teman-temannya dan Yun Fenjiao terkejut saat mendengar suara kesakitan Mei Ning.


"Apa yang sudah kulakukan?" Xiao Shuxiang bisa melihat tubuh Mei Ning mulai berubah keunguan dan kemudian menghitam, tubuh Mei Ning seketika berubah menjadi gumpalan daging busuk tanpa bisa mengeluarkan kata-kata terakhirnya.


Xiao Shuxiang entah sejak kapan menahan napas, dirinya berkedip beberapa kali sambil mencerna situasi yang baru saja dia alami.


"Aku hanya mencoba racun buatanku, hanya uji coba tapi.." Xiao Shuxiang memegang kuat pedangnya yang penuh darah dan cairan racun miliknya.


Dia tidak percaya telah menciptakan racun semengerikan itu. Bahkan tulang Mei Ning juga ikut berubah ungu kehitaman dan membusuk. Bakat yang terlalu mengerikan bahkan untuk Xiao Shuxiang sendiri.


Yun Fenjiao tentu tidak menyangka kakak seperguruannya mati semudah ini. Dia yakin kakaknya bisa hidup kembali, masalahnya.. Racun Xiao Shuxiang terlalu kuat.


Gumpalan daging yang membusuk tersebut membentuk ulang dirinya, namun langsung membusuk dan jatuh kembali. Kejadian tersebut terus berulang sampai gumpalan daging itu tidak lagi bergerak.


Selendang-selendang yang menyerang Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Siu Yixin sebelumnya mulai terjatuh. Kini tersisa Yun Fenjiao yang juga langsung mendapat terjangan dari Jing Mi dan Hu Li.


Yun Fenjiao memakai Teknik Terlarang, dia bisa kembali hidup walau tubuhnya telah terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian mengembuskannya, "Aku belum yakin.." detik berikutnya dia melesat ke arah Yun Fenjiao dan memberikan sedikit goresan pada leher pria tersebut.


Hanya dengan satu tarikan napas, kondisi Yun Fenjiao sama seperti Mei Ning. Jing Mi, Siu Yixin, dan yang lainnya langsung menatap Xiao Shuxiang dengan pandangan tak percaya.


"Saudara Xiao.. Kau.. Monster.."


"Aku juga kaget. Aku membuat racun ini untuk main-main saja, mengisi waktu, kau tau.. Tapi tidak kusangka jadi begitu.." Xiao Shuxiang mengusap pelan dadanya, dia merasa bakatnya mulai menakutkan.


***

__ADS_1


__ADS_2