XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
299 - Alasan Dari Memberi Ampunan


__ADS_3

Ling Qing Zhu saat ini sedang berdiri membelakangi sebuah danau buatan, ketenangan pada wajah dan matanya terlalu luar biasa, bahkan siapa pun tidak akan tahu bahwa dirinya sedang diselimuti kegugupan.


Di pinggir danau, terlihat Xiao Shuxiang yang mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Dia memberitahu pada Ling Qing Zhu untuk tidak sampai menoleh ke belakang, apalagi berniat mengintip dirinya.


"Hmph, tidak akan ada yang mau melakukannya."


Dengusan Ling Qing Zhu mengartikan bahwa dia sangat mustahil mengintip Xiao Shuxiang, baginya tidak ada yang perlu dilihat dari tubuh seorang pria.


"Aku hanya memperingatkanmu. Tapi kalau kau mau mengintip, maka jangan lakukan setengah-setengah,"


!!


Ling Qing Zhu hampir menoleh ke belakang saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan, untung saja dia belum benar-benar melakukannya.


Suara air saat Xiao Shuxiang mandi begitu berisik. Siapa pun yang mendengarnya pasti akan penasaran dengan apa yang dilakukannya, termasuk Ling Qing Zhu.


Lokasi dirinya dan Xiao Shuxiang sekarang masih berada di Sekte Pagoda Langit, tepat di sebuah danau yang tak jauh dari tempat pertarungan.


Xiao Shuxiang menggunakan danau ini untuk membersihkan dirinya dari darah yang menempel di tubuh, wajah, dan rambut kepalanya. Lukisan Phoenix Api di punggungnya terlihat sangat jelas saat tubuh Xiao Shuxiang terkena air.


Phoenix Api tersebut nampak bergerak, sayang pemilik tubuh tidak merasakan apa pun dan malah sibuk membersihkan rambutnya.


Butuh waktu kurang lebih tujuh menit sampai Xiao Shuxiang selesai membersihkan diri. Dia mengganti pakaiannya dengan yang kering walau warnanya masih saja hitam.


"Aku benar-benar mengacaukan penampilanku tadi.." Xiao Shuxiang menggunakan teknik Pernapasan Angin untuk membuat rambutnya cepat kering, kemudian mulai mengikatnya.


Tanpa malu dirinya meminta Ling Qing Zhu menilai penampilannya, gadis di sampingnya hanya menoleh, memperhatikannya dari atas sampai bawah kemudian bergumam singkat.


Xiao Shuxiang kembali bertanya, "Bagaimana? Apa aku sudah tampan?"


"Kau.. Memalukan,"


!


Terkejut, jelas itu yang nampak di wajah Xiao Shuxiang sekarang. Namun dibandingkan dengan protes, dirinya malah tersenyum. "Kenapa tidak jujur saja dan katakan bahwa aku memang tampan. Aku tidak akan menggigit meski kau berkata jujur,"


Sudah lama tidak bertemu, Xiao Shuxiang sama sekali tidak berubah. Dia masih saja bermuka tebal, terlalu percaya diri sampai di tingkat yang luar biasa.


Xiao Shuxiang sendiri terus mengajak Ling Qing Zhu bicara, dia juga menasehati agar gadis di sampingnya bisa bersikap lebih baik dan banyak belajar dari orang-orang seperti Yi Wen atau Xiao Lu.


".. Mereka itu gadis yang cerewet, tapi kau jangan tiru sifat buruk mereka.."


"Kau juga cerewet,"


Xiao Shuxiang tidak membantah, dia memang suka bicara tapi hanya ketika ingin saja. Sifat dingin dan cerewetnya dapat berubah sesuai dengan keadaan dan siapa yang dia ajak bicara.


".. Kalau aku tidak suka orangnya, maka aku akan bersikap dingin. Tapi kalau menghadapi orang seperti Lan Zhi dan dirimu, kau pasti tahu bagaimana sikapku,"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan, ini pertama kali dia berjalan cukup lama dengan pemuda cerewet seperti Xiao Shuxiang. Biasanya dia selalu berjalan bersama Lan Guan Zhi, ketenangan dan kedamaian selalu menemani setiap langkah mereka.


Xiao Lu dan Yi Wen juga sering mengajaknya berjalan-jalan seperti ini, tetapi dia selalu tidak mengerti dengan pembahasan kedua gadis tersebut, ini dikarenakan Xiao Lu selalu membahas tentang kehidupan keluarganya bersama Dai Chen dengan Li Qian Xie.


?!


Sebuah suara samar terdengar oleh Xiao Shuxiang, semakin lama suara tersebut semakin jelas. Saat menoleh, itu rupanya adalah Yi Wen dan teman-temannya yang lain.


"Saudara Xiao..!"


Yi Wen akhirnya sampai lebih dulu, disusul oleh Jing Mi dan Hou Yong. Mereka berlari hanya memakai tenaga fisik, karenanya yang paling nampak kelelahan adalah gadis berambut pendek sebahu ini.


Xiao Lu, Hu Li, dan Xiao Qing Yan menyusul belakangan. Mereka tidak menyangka butuh waktu lumayan lama untuk menemukan Xiao Shuxiang, ini semua karena Yi Wen menuntun mereka ke arah yang salah.


"Saudara Xiao, kau ini mau pergi ke mana? Kau meninggalkan arena pertarungan begitu saja membuatku kesal. Apa kau ingin kawin lari dengannya?"


Yi Wen memakai tatapannya untuk menunjuk Ling Qing Zhu, dia mendapat penjelasan dari Saudara Xiao-nya yang mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang lapar dan meminta bantuan pada Ling Qing Zhi untuk membawanya ke tempat makan ter-enak di Kota Bintang Biduk.


"Itu artinya kalian berdua mau kencan? Hah, aku juga ikut."


Dengusan Yi Wen mengartikan bahwa dirinya tidak akan mau Saudara Xiao-nya berduaan dengan Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis dan berambut putih panjang tersebut dapat membuat saudaranya jatuh hati, dan itu tidak akan dia biarkan.


Jing Mi dan Hou Yong juga ingin ikut, mereka sudah lama tidak pernah makan. Penggunaan Qi sebagai pengganti nutrisi telah membuat lidah mereka tumpul mengecap rasa.


".. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku pup,"


"Saudara Jing, bukan hanya kau. Pup terakhirku adalah saat kita berada di Sekte Pedang Langit, bukankah itu keren?"


Dalam pandangan Hou Yong, kultivator sangat berbeda dengan pendekar biasa. Di mana para kultivator dapat menahan lapar selama berhari-hari, berminggu, berbulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun. Tergantung dari kemampuannya mengolah Qi untuk dijadikan pengganti nutrisi bagi tubuh.


Saat ini, Hou Yong dapat tidak makan sampai tiga bulan dan bahkan lebih lama lagi. Karena itulah dia sangat jarang menjawab 'panggilan alam'.

__ADS_1


Makan memang tidak terlalu penting bagi kultivator, tetapi Xiao Shuxiang membutuhkan hal tersebut demi peningkatan kemampuannya dalam memasak.


"Karena kalian sudah di sini, maka sekalian saja ikut denganku. Ayo pergi,"


Xiao Shuxiang tidak keberatan jika teman-temannya ingin ikut, Ling Qing Zhu juga demikian. Ini dikarenakan bila hanya berdua.. Pasti yang paling banyak bicara adalah Xiao Shuxiang, dan saat topik pembahasan mereka habis.. Keadaan mungkin akan seperti taman pemakaman.


Ling Qing Zhu membawa Xiao Shuxiang dan teman-temannya ke Balai Peristirahatan Sekte Pagoda Langit, mereka masih berada di lingkungan tempat para murid luar tinggal.


Di balik gerbang luar Sekte Pagoda Langit, selain arena pertarungan, danau buatan, dan pagoda tingkat sembilan.. Wilayah ini juga memiliki bangunan lain di antaranya Balai Murid, Balai Utama, Balai Peristirahatan, Balai Pelatihan, dan Perpustakaan.


Jarak antara satu bangunan dengan bangunan lain cukup jauh, beberapa bahkan harus melewati hutan bunga wisteria terlebih dahulu.


Xiao Shuxiang dan teman-temannya butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk bisa sampai di Balai Peristirahatan, mereka bertemu dengan Siu Yixin, Nie Shang, dan Mo Huai yang ternyata sudah ada di dalam bangunan.


Tempat ini sangat ramai, karena selain murid Sekte Pagoda Langit.. Balai Peristirahatan juga dipenuhi dengan warga Kota Bintang Biduk dan para pendekar. Satu hal yang pasti, mereka semua memutuskan untuk beristirahat sekaligus mengisi perut di tempat ini.


Balai Peristirahatan begitu luas dan terdiri dari tiga lantai. Nie Shang, Siu Yixin, dan Mo Huai duduk di dekat pintu masuk, karenanya mereka langsung dikenali oleh Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


"Saudaraku, kemari dan duduklah.." Ni Shang mengajak Xiao Shuxiang untuk duduk di sampingnya, dia lalu memanggil seorang pria yang adalah pelayan di Balai Peristirahatan, ".. Paman! Tolong beberapa kursi lagi,"


"Segera Tuan Muda..!"


Pria yang nampak berusia 40 Tahun, berpakaian merah muda lengkap dengan ikat kepalanya nampak begitu semangat.


Dia lalu menyiapkan kursi untuk ketujuh teman Xiao Shuxiang, dirinya dibantu dengan tiga orang rekannya. Mereka menyatukan dua meja agar tempat Xiao Shuxiang dan teman-temannya lebih besar.


Sebenarnya banyak manusia biasa serta pendekar yang terkejut melihat kehadiran Xiao Shuxiang. Beberapa bahkan tanpa sadar menahan napas. Penampilan pemuda itu terlalu mencekam dan seakan dapat membuat seseorang terperangkap dalam kegelapan bila terus memandanginya.


["Aku masih merinding ngeri setelah melihat bagaimana dia bertarung tadi. Sungguh, selama karirku menjadi pendekar.. Belum pernah aku mencincang habis lawan. Membayangkannya saja.. Tidak pernah kulakukan.."]


["Bukan hanya dirimu, aku juga sama. Apa kau pernah melihat pendekar dari Aliran Hitam yang membuat tubuh lawan menjadi potongan-potongan kecil lalu melemparnya ke banyak orang? Hanya pemuda itu yang berani melakukannya. Aku berani bertaruh, dia adalah iblis dengan wujud manusia,"]


Terlalu riuh di tempat ini, namun hanya percakapan dua orang pemuda saja yang dapat didengar jelas oleh Xiao Shuxiang meski dia tidak mengerti arti dari ucapan mereka. Dirinya masih asing dengan bahasa penduduk Benua Tengah, dan itu sebenarnya cukup menganggu.


"Apa hanya perasaanku saja..? Aku seperti menjadi topik utama di tempat ini.."


"Saudara Xiao, kau duduk diam dan biarkan aku yang memesankan makanan untukmu.."


Nie Shang begitu semangat memesankan makanan untuk teman-temannya. Semua hidangan pilihannya adalah menu terbaik di Balai Peristirahatan, dia seakan sudah mengenal akrab tempat ini, bahkan Ling Qing Zhu memujinya dengan menaikkan jempol tangan kanannya.


Tempat duduk Nie Shang dan teman-temannya adalah pusat perhatian di lantai dasar Balai Peristirahatan Sekte Pagoda Langit.


Kedua adalah Ling Qing Zhu sendiri, dia merupakan gadis yang begitu terkenal dengan kecantikan wajah, sikapnya yang dingin, dan juga bakatnya yang membuat orang lain kagum serta iri.


Ketiga adalah Siu Yixin, pemuda yang nampak berusia 39 Tahun dengan pakaian mencolok serta bulu mata merah menyala miliknya, belum lagi perhiasan yang dia pakai sudah membuat seluruh tubuhnya seperti sebuah parade yang begitu meriah.


Terakhir adalah Jing Mi, tubuh besarnya yang kekar dan penuh otor tersebut akan membuat siapa pun tidak percaya bahwa usianya belum menginjak 30 Tahun.


Karena tubuhnya inilah, Hou Yong dan Mo Huai yang duduk di kedua sisinya seperti dua orang kerdil, mereka memang yang lebih pendek jika Xiao Qing Yan tidak di hitung, namun porsi makan Hou Yong hampir menyamai Jing Mi.


Perlahan, suasana di lantai dasar hanya diselimuti dengan keributan kecil oleh teman-teman Xiao Shuxiang. Sementara pelanggan lainnya sudah tidak ada yang membuka suara, mereka fokus memperhatikan segala gerak-gerik Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


"Baunya benar-benar enak, tapi sepertinya ada yang kurang. Apa tempat ini tidak menyediakan arak?"


"Minuman itu, dilarang di sekte ini."


!!


Pertama kali para murid luar Sekte Pagoda Langit mendengar Ling Qing Zhu bicara lebih dari tiga kata. Sementara untuk orang lain, ini pertama kalinya mereka mendengar suara dari Ling Qing Zhu.


Tidak hanya cantik, adik dari Ling Lang Tian tersebut mempunyai suara yang lembut dan sangat indah. Tetapi bisa-bisanya pemuda seperti Xiao Shuxiang dan teman-temannya tidak menyadari hal ini. Sungguh mengecewakan..


"Hm.. Bila diperhatikan dengan baik, pemuda itu seakan mudah diajak bicara. Coba lihat dia.."


Seorang kultivator yang memakai seragam berwarna biru muda sejak tadi terus memperhatikan Xiao Shuxiang. Dia merasa bahwa pemuda berambut panjang tersebut terbilang cukup ramah dan seperti disenangi oleh teman-temannya.


"Itu menurutmu, tapi tidak bagiku. Firasatku mengatakan, mereka sama-sama orang yang mengerikan, jadi lebih baik kita jangan mencari masalah dengannya.."


Kali ini yang bicara adalah seorang gadis, dia berwajah bersih dengan dua tahi lalat kecil di ujung mata sebelah kanannya, dirinya bernama Hei An. Kultivator yang berasal dari Sekte Bintang Langit, Kekaisaran Langit Utara.


Rekannya yang tadi bernama Jiu Sheng, pemuda berusia 25 Tahun yang ikut mengajukan tantangan pada Wali Pelindung, tetapi tidak turun bertarung.


Jiu Sheng dan Hei An sambil menikmati teh yang mereka pesan.. Keduanya juga sesekali mencuri dengan percakapan antara Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


Tempat duduk mereka kebetulan cukup berdekatan, sehingga suara yang didengar Jiu Sheng dan Hei An begitu jelas.


Di meja seberang, nampak Yi Wen yang terus memuji cara pertarungan Saudara Xiao-nya sambil terus makan. Dia membuat Ling Qing Zhu menghembuskan napas dan menggeleng pelan.


"Saudara Wen, kau bisa tersedak jika terus bicara sambil makan," Nie Shang menasehati. Ucapannya barusan mendapat dukungan dari Xiao Lu dan Hu Li.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berhenti bicara. Saudara Xiao harus mendengarkanku sampai selesai.." Yi Wen meminum air sebentar dan kemudian melanjutkan ucapannya, "Saudaraku, pertarunganmu tadi begitu seru tapi terlalu cepat berakhir. Dan kau malah melepaskan terlalu banyak lawan, harusnya kau habisi mereka semua dan kumpulkan lidahnya untukku.."


Yi Wen mengatakan dia benar-benar kecewa, ".. Kau harusnya jangan terlalu baik Saudaraku, kau tidak seperti biasanya.."


Xiao Shuxiang menaruh sumpitnya, dia lalu menggeleng pelan dan mulai mengambil gelas bambu di depannya.


"Yi Wen, kau terlalu ambisius. Meski aku sangat suka mencincang habis manusia, tetapi kau harus tahu.. Nyawa mereka juga berharga. Dan alasan kenapa aku tidak menghabisi mereka semua adalah karena para lawanku itulah yang akan menyebarkan berita tentang betapa kejamnya Wali Pelindung Kucing Putih.."


Xiao Shuxiang meminum air yang ada di dalam gelas dan kembali berujar, ".. Bukankah sebuah berita akan lebih dipercaya bila penyebarnya adalah orang yang merasakan sendiri kejadian itu? Contohnya aku, Xiao Shuxiang ini sudah membuktikan pepatah 'Jika kau bisa lolos dari maut, maka keberuntungan akan datang padamu'. Dan itu benar-benar terjadi.."


Xiao Shuxiang berdecak kagum dan mulai memuji dirinya dari dalam hati. Diawali dengan Jurus Kebangkitan Kembali dan hukuman dari langit yang membuatnya menangis, sampai kepada dirinya mulai mendapat satu persatu keberuntungan yang dia usahakan sendiri.


Dan dari semua itu, ada sesuatu yang jauh lebih berharga. Kini, dirinya tidak lagi sendirian.


".. Aku sangat luar biasa. Kurasa lain kali aku harus menyisihkan tiga hari penuh untuk memuji diriku sendiri,"


Teman-temannya mengerti dengan maksud dari kalimat tanya yang diutarakan Xiao Shuxiang. Bukan tanpa alasan dirinya membiarkan hidup begitu banyak lawan.


Xiao Shuxiang membutuhkan mereka untuk menjadi saksi sekaligus penyebar berita bahwa sebelum menantang Wali Pelindung Ling Qing Zhu.. mereka harus berpikir beberapa kali lagi.


'Wali Pelindung Nona Ling adalah seorang Immortal dan dia tanpa ampun dalam memotong-motong tubuh lawan. Tidak hanya melihat dengan mata kepala sendiri, aku bahkan mengalaminya. Beruntung dia masih mengampuni nyawaku, tetapi aku jelas tidak akan mau berurusan lagi dengan pemuda itu. Kau bisa menanyakannya pada pendekar lain bila tidak percaya,'


Berita semacam inilah yang akan menyebar di luar Sekte Pagoda Langit. Para pendekar yang ingin menggantikan tempat Xiao Shuxiang sebagai 'Wali Pelindung' harus berpikir matang-matang. Dan bila ada yang nekat, maka hanya kematian mengenaskan yang menunggu mereka.


".. Aku tidak pernah membuat keputusan tanpa memikirkannya baik-baik, termasuk risiko dari mengampuni nyawa lawanku.."


Xiao Shuxiang sudah hidup jauh lebih lama dari Yi Wen dan teman-temannya, dan dirinya yang paling tahu bagaimana cara berpikir orang-orang dari Aliran Hitam.


".. Menerima kekalahan sama saja aib bagi mereka. Aku sangat yakin, di antara para lawan yang kuampuni.. ada yang menaruh dendam padaku sampai ke dalam tulangnya.."


Raut wajah Xiao Shuxiang sama sekali tidak berubah, dia tetap tenang dan bersikap seperti biasa. Namun jika diperhatikan lebih teliti,


Jauh di kedalaman matanya..


Xiao Shuxiang memiliki tujuan tertentu dari membiarkan para lawannya hidup.


".. Mereka.. pasti akan dimanfaatkan oleh anggota terakhir dari Scarlet Bayangan.. untuk melawanku,"


!!


Itu benar, selama berada di Dunia Elf.. Saat Xiao Shuxiang memiliki waktu luang, dirinya pasti selalu memikirkan tentang Scarlet Bayangan. Pengakuan Mu Zan padanya sudah membuat hatinya terguncang.


Kejadian itu telah terjadi terjadi bertahun-tahun yang lalu, bahkan sebelum kekacauan di Tiga Kekaisaran, Benua Timur. Wyvern bukanlah dalang di balik terbentuknya 'Scarlet Bayangan', orang itu masih hidup sampai saat ini.


Xiao Shuxiang tidak banyak mengenal nama para pilar Scarlet Bayangan. Tetapi dia yakin, ada satu pilar atas yang belum dirinya temui, dan orang tersebut adalah penggerak dari Scarlet Bayangan. Seseorang yang juga tahu tentang dirinya, sama seperti Mu Zan.


".. Rencana ini akan sangat berisiko, tetapi aku harus melakukannya. Aku ingin menepis jawaban di pikiranku tentang identitas pilar itu, meski demi mengungkapnya membutuhkan waktu yang lama,"


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Gomenkudasai karena dua hari ini tidak ada up dan 'Penulis' juga tidak memberitahu di kolom komentar seperti biasa. Alasannya cukup mengesalkan, jadi sebaiknya jangan lanjut baca.


Banyak tugas yang harus dikerjakan hingga 'Penulis' menonton anime sebagai salah satu pembantu pencerahan. Karena 'Penulis' suka anime sport, maka 'Haikyuu' jadi pilihan pertama, meski anime itu sudah belasan kali diulangi.


'Penulis' maraton nonton dari Season 1-4, dan sekarang animenya masih on-going. Karena terlalu seru, Dasha streaming manga-nya sampai chapter 402 (cuma baca lanjutan dari animenya, nggak dibaca semua chapter dan sampai sekarang Dasha belum selesai baca karena harus bolak-balik translate inggris-indonesia).


Selain karena alurnya yang warbyy, Anime Haikyuu juga punya banyak pelajarannya. Salah satunya adalah kita jadi tahu berbagai teknik dalam permainan volly.


Dasha sebenarnya lebih suka anime horror/thriller, tapi coba-coba nonton 'Haikyuu', malah ketagihan. Dasha rekomendasikan bagi teman-teman yang belum tahu Anime Haikyuu!(⌒▽⌒)


Arigatou gozaimasu karena masih mau mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini, dan karena teman-teman tidak menuntut banyak pada Dasha. ( ´ ▽ ` )ノ


Mulai besok, jika setelah jam 21.30 dan ternyata belum ada Up, maka itu artinya memang tidak sedang Up. Dasha biasanya tetap nulis, namun tidak segera di upload karena masih harus direvisi, salah satunya adalah alur dan typo. Semoga Minna-Sama bisa memakluminya. Sekali lagi Arigatou Gozaimasu dan Oyasuminasai ( ´ ▽ ` )ノ


Oh iya,


Benua Tengah adalah Nusantara dari Imajinasi.


Benua Utara perwujudan dari Jepang-nya imajinasi.


Sementara Benua Timur, merupakan campuran antara Arab-nya imajinasi dengan China-nya imajinasi. 'Padang Pasir', digantikan dengan Rumput Kering, Wilayah Kekaisaran Matahari Terbit, tempat di mana Xiao Shuxiang pertama kali bangkit setelah menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali.

__ADS_1


Gomenkudasai dengan kehaluan Dasha ini, Minna-Sama (⌒▽⌒)


__ADS_2