XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
156 - Kota Awan Dingin [Revisi]


__ADS_3

"Kau siap?"


Dai Chan mengangguk, dia berpelukan erat pada Xiao Shuxiang sambil memejamkan matanya.


Xiao Shuxiang perlahan melayang, kali ini dia menggunakan pedang terbangnya. Paman Tang, Nenek Tabib dan murid-murid Sekte Akar Teratai serta warga desa melambaikan tangan pada Xiao Shuxiang.


"Berhati-Hatilah, Saudara Xiao..!!"


"Sampai Bertemu Lagi..!"


"Jaga Nona Chan Dengan Baik..!"


Xiao Shuxiang mengangguk, "Aku Akan Menjaganya Seperti Cucuku Sendiri..!"


!


Dai Chan langsung mencubit keras dada Xiao Shuxiang, dia memperlihatkan wajah kesal meski matanya terpejam erat. "Kakak Xiao Menyebalkan..!"


"Berani mencubitku lagi, aku akan menjatuhkanmu.."


Dai Chan semakin mengeratkan pelukannya, dia pernah sekali digendong Xiao Shuxiang dan benar-benar dijatuhkan dari ketinggian.


Saat itu dirinya berpikir akan mati, tubuhnya akan hancur seperti telur burung yang jatuh dari pohon. Namun dalam jarak yang hampir mengerikan, dia langsung ditangkap dan dibawa terbang lagi oleh Xiao Shuxiang. Pemuda ini memang sangat suka membuatnya jantungan.


"Dai Chan, coba lihat ke bawah sana.."


"Tidak mau!! Dia pasti akan menjatuhkanku lagi jika aku tidak berpegangan erat, keterlaluan..! Awas saja, akan kuadukan pada kakakku nanti, huh!"


Xiao Shuxiang dan Dai Chan baru tiba di Gunung Induk setelah menempuh perjalanan selama tujuh hari. Cukup lama dari waktu yang biasanya, sebab mereka beberapa kali berhenti untuk beristirahat.


Bukan Xiao Shuxiang yang mau, tetapi Dai Chan. Gadis tersebut terus meminta untuk beristirahat karena terlalu lelah digendong oleh Xiao Shuxiang sambil terus terbang.


Saat sampai, bangunan Sekte Kupu-Kupu semakin banyak dan besar. Beberapa murid ternyata sedang menjalankan misi dari Sekte Pedang Langit, Dai Chan langsung berlari memeluk kakaknya saat melihatnya sedang berjalan dengan seorang gadis yang ternyata Xiao Lu.


!!


Dai Chen terkejut saat tiba-tiba seorang gadis memeluknya dengan erat. Butuh waktu beberapa saat agar dia bisa tersadar bahwa gadis yang memeluknya ini adalah adiknya.


"Kakak.." Dai Chan menangis, dia sudah lama tidak bertemu dengan kakak tercintanya.


Dai Chen melihat seorang pria berusia 18 Tahun sedang berjalan mendekatinya, pria tersebut tersenyum tipis sambil mengangkat dua jarinya.


"Terima kasih.."


Dai Chen memeluk adiknya erat, dia meluapkan semua perasaan rindunya karena sudah lama tidak bertemu.


"Saudara Xiao..? Saudara Xiao..!!"


"Hm?" Xiao Shuxiang menoleh saat sebuah suara memanggil dirinya, dia terkejut ketika mendapat serangan pelukan tiba-tiba dari Hou Yong dan Hai Feng.

__ADS_1


"Ukh! Kalian sudah besar tapi kenapa masih bertindak kekanakan. Sudah cukup memelukku, kawan. Ayo lepaskan.. Baiklah, silahkan peluk sampai puas." Xiao Shuxiang akhirnya pasrah berlama-lama dipeluk oleh Hai Feng dan Hou Yong.


Kedua temannya ini baru berhenti saat Xiao Lu melepaskan pelukan mereka secara paksa. "Kalian ini pria, tidak seharusnya berpelukan semesra itu. Menyingkir dari Adikku..!"


Xiao Lu menarik Xiao Shuxiang ke dalam pelukannya, adiknya sekarang sudah tumbuh tinggi dan lebih besar dari dirinya. Tetapi tetap saja, dialah Sang Kakak.


Kedatangan Xiao Shuxiang membuat murid-murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak heboh. Mereka segera menghampiri Xiao Shuxiang walau tidak berani memeluknya seperti yang dilakukan Bao Yu dan saudara-saudaranya.


Setelah cukup lama menyapa teman-temannya, Xiao Shuxiang berjalan untuk menemui Yang Shu.


Kakeknya kebetulan sedang berbincang-bincang dengan Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak, terlihat juga Grand Elder Sekte Akar Teratai di antara mereka.


Kedatangan Xiao Shuxiang disambut hangat, secara cepat dia dapat masuk ke dalam pembicaraan yang sebenarnya biasa saja.


Xiao Shuxiang bertanya tentang keadaan sekte selama dirinya pergi, rupanya banyak murid-murid mereka mengambil misi dari Sekte Pedang Langit.


"Aku juga sudah tidak lama mengambil misi, sebaiknya besok aku mengunjungi mereka.." Xiao Shuxiang mengangguk, dia lalu berpamitan agar Yang Shu bisa berbincang-bincang sesama orang seusianya.


Kamar Xiao Shuxiang tetap seperti sebelumnya. Pakaiannya ternyata telah diganti namun dengan warna yang dia inginkan.


Pagi harinya, Xiao Shuxiang telah berada di depan meja seorang murid Sekte Pedang Langit untuk mengambil misi. Dia protes dengan misi yang diberikan padanya.


"Kau pikir aku ini anak kecil, hah? Untuk apa kau memberikanku misi menangkap kucing?! Aku tidak mau! Berikan misi yang menantang padaku, ayolah..! Berikan!"


Xiao Shuxiang memukul-mukul meja di depannya. Murid Sekte Pedang Langit yang lain berusaha menenangkannya, mereka khawatir jika Xiao Shuxiang malah membuat masalah.


"Nak, itu bukan kucing biasa.. Tapi-"


!!


"Tidak ada misi yang seperti itu! Kau ini.." murid Sekte Pedang Langit kesal karena Xiao Shuxiang terus saja mendesaknya sambil memukul-mukul meja, dia lalu mengusap dagunya sambil memikirkan misi untuk Xiao Shuxiang.


Matanya langsung mengarah pada seorang murid Sekte Pedang Langit yang berjalan mendekat ke arahnya. Satu ruangan serasa sejuk dan damai seketika, kala murid Sekte Pedang Langit ini berjalan di depan mereka.


Semuanya langsung berdiri dan memberi hormat pada murid Sekte Pedang Langit yang berusia 20 Tahun tersebut.


"Tuan Muda Lan..!" murid Sekte Pedang Langit yang ada di depan Xiao Shuxiang begitu sopan memberi hormat.


Xiao Shuxiang membalikkan tubuhnya, seorang pria berpakaian putih dengan ikat pinggang berwarna biru langit, membawa dua pedang yang salah satunya berada di belakang punggungnya.


"Lama tidak berjumpa..!" Xiao Shuxiang baru menyapa Lan Guan Zhi setelah tersadar dari kekagumannya.


Sejak awal bertemu, dia sudah tahu bahwa Lan Guan Zhi akan menjadi pemuda tampan yang memiliki aura pemikat, tapi tidak menyangka akan sehebat ini.


"Haiih.. Andai dia bisa sedikit cerewet, dirinya pasti akan memiliki banyak teman.."


Lan Guan Zhi berdiri tepat di samping Xiao Shuxiang, murid Sekte Pedang Langit langsung memberikannya sebuah gulungan kertas dan berpesan agar Lan Guan Zhi berhati-hati.


Xiao Shuxiang bertanya, "Lan Zhi? Apa misi yang kau ambil?"

__ADS_1


"Misi Tuan Muda Lan adalah menyelamatkan Duan De, beliau diculik oleh anggota Scarlet Bayangan." salah seorang murid Sekte Pedang Langit menjawab dan membuat Xiao Shuxiang terkejut.


"Bagaimana bisa Kakek Janggut Panjang diculik begitu saja?! Apa kalian tidak bisa melindunginya?"


"Hei, Nak. Kalau Duan De ada di tempat ini, mustahil dia diculik. Tapi kami juga baru tahu beberapa hari yang lalu.."


!


Murid Sekte Pedang Langit menjelaskan, "Dari penyelidikan yang kami lakukan, Duan De ternyata diculik selang tiga hari setelah Festival 1000 Lentera. Andai kata beliau bukan seorang penempa, pasti beliau sudah menjadi abu sekarang."


Murid Sekte Pedang Langit melanjutkan, "Tetapi kami yakin bahwa Kakek Tua itu masih hidup dan dalam keadaan baik, jadi sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.. Beliau harus segera diselamatkan."


"Tsk, Tua Bangka itu tidak mengindahkan perkataanku, dan murid-murid Sekte ini juga lambat sekali menyadarinya.." raut wajah Xiao Shuxiang menjadi sedikit kesal, dia lalu mulai memikirkan sesuatu.


".. Hu Li tidak pernah menemuiku selama ini, dan tidak ada satu anggota Scarlet Bayangan yang mencari masalah denganku. Hmm.. Mungkinkah.." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia lalu bertanya pada Lan Guan Zhi tentang rekan yang akan dibawanya.


"Lan Zhi? Kau pergi dengan siapa?"


"Dai Chen,"


"Kau akan pergi dengan Dai Chen? Hanya berdua?"


"Benar,"


Xiao Shuxiang segera memukul meja dengan semangat. Dia menatap murid Sekte Pedang Langit di depannya dan berkata, "Aku akan ikut bersama Lan Guan Zhi dan Dai Chen."


"Tapi aku sudah berencana ingin mengirim lima orang lagi untuk ikut. Misi ini sangat sulit, entah apa yang akan terjadi nanti.." murid Sekte Pedang Langit memperingatkan.


"Tidak perlu, yang ada malah akan merepotkan jika terlalu banyak orang. Aku akan membawa satu temanku lagi, cukup kami berempat yang pergi. Ayo, Lan Zhi..!"


Xiao Shuxiang ternyata membawa Jing Mi bersamanya, keempat laki-laki ini mulai melesat menaiki pedang terbang menuju Kota Awan Dingin, yang terletak di Negara Batu Angin, Kekaisaran Matahari Tengah.


Perjalanan mereka memakan waktu lima hari. Saat hampir memasuki wilayah negara, rupanya sebuah segel menghalangi mereka terbang. Keempatnya lalu memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


"Saudara Xiao, aku sudah lama ingin menanyakan ini.. Kenapa kau malah mengajakku ikut, aku mm.. Sebenarnya kurang nyaman bersama dengan Dai Chen dan Tuan Muda Lan.." Jing Mi setengah berbisik pada Xiao Shuxiang.


Alasan kenapa dia kurang nyaman adalah karena Dai Chen maupun Lan Guan Zhi sama-sama tipe pria yang serius, tidak banyak bicara dan terkesan kaku.


".. Mereka punya sesuatu yang disebut.. Aura Menekan hanya dengan ekspresi wajahnya saja. Aku bahkan harus bernapas pelan-pelan saat di dekat mereka.." Jing Mi semakin menempel pada Xiao Shuxiang. Walau tubuhnya besar, tetapi dia tidak berniat mencari gara-gara dengan Lan Guan Zhi.


"Karena itulah aku mengajakmu, Saudara Jing. Mereka berdua tidak bisa diajak bercanda. Yang satunya akan menjawab dengan ketus dan satunya lagi hanya memberi jawaban singkat.. Ck ck, padahal aku ini orang yang suka bicara. Aiih.. Akan menjadi siksaan jika harus diapit oleh kedua orang itu tanpa dirimu, Saudara Jing.."


Jing Mi mengangguk, pemikirannya dengan Xiao Shuxiang ternyata sama. Saat berada di pintu gerbang kota, keempatnya heran sebab pintu gerbang terbuka lebar tanpa seorang pun yang berjaga.


"Ini aneh.. Kenapa sunyi sekali.." Xiao Shuxiang melangkah masuk sambil melihat-lihat kesekitaran.


Semua rumah dan jalanan begitu gelap nan sunyi, angin malam yang berhembus membawa perasaan misterius serta rasa kurang nyaman terhadap siapa pun yang diterpanya.


Untunglah malam ini adalah bulan purnama sehingga Xiao Shuxiang tidak perlu menggunakan api birunya sebagai penerang jalan.

__ADS_1


Dia beberapa kali mengetuk-ngetuk rumah penduduk dan memanggil orang di dalamnya untuk keluar. Sayangnya, tidak ada satu pun orang yang membuka pintu.


***


__ADS_2