
BAAAM!
Tiga orang murid Sekte Pedang Langit menghantam tanah dengan keras, organ dalam mereka terasa sangat sakit.
Ketiganya masih mencoba bangun, sudah banyak luka yang mereka derita, namun sepertinya mereka tidak akan berhenti bertarung sebelum benar-benar menghembuskan napas terakhir.
Sekte Pedang Langit adalah yang terbesar pertama di Benua Timur, mendapat serangan di kandang sendiri tentu akan memalukan jika mereka kalah.
Salah satu murid meremas kuat pakaiannya, terdengar bunyi gemeretakan saat tangannya dikepal. Bagaimana bisa musuh sebanyak ini ada di sektenya tanpa seorang pun menyadari?! Dan yang membuatnya marah adalah sektenya di serang saat banyak senior menjalani misi di luar.
TRAANG!
Patriarch Lan yang sedang bertarung bersama Xiao Shuxiang juga memikirkannya. Sekte Pedang Langit mempunyai segel pelindung, yang mana dapat mendeteksi kehadiran musuh.
Tidak berfungsinya segel tersebut membuat Patriach Lan merasa ada orang dalam yang telah melakukan sesuatu pada segel pelindung sekte mereka.
".. Bukan waktu yang tepat memikirkannya. Sebaiknya mengurus masalah ini dulu,"
Patriach Lan mengalirkan Qi pada pedangnya, secara cepat pedang tersebut diselimuti dengan asap tipis berwarna merah muda, terdengar suara seperti petikan kecapi saat pedang Patriarch berayun.
Xiao Shuxiang terkesan melihat gerakan pedang Patriarch Lan, setiap langkahnya begitu terukur, anggun, dan tajam disaat bersamaan.
Piao Liang semakin agresif menyerang, tubuhnya besar dengan panjang sekitar 9 meter, memiliki surai yang juga dapat dijadikan senjata, jelas dia bukan Demonic Beast sembarangan.
Xiao Shuxiang menarik napas perlahan, dia menggunakan Pernapasan Air dan melesat untuk membantu Patriarch Lan.
TRAANG!
Kulit Piao Liang licin dan keras, Xiao Shuxiang tidak dapat menusuknya dengan Yīng xióng. Dia kemudian mengarahkan serangan pada salah satu kumis panjang Piao Liang.
Piao Liang bergerak cepat, dia memakai ekornya untuk menepis Xiao Shuxiang.
Tahu bahwa pemuda tersebut dapat menghindar.. Piao Liang menyemburkan air dari mulutnya.
!!
Xiao Shuxiang dan Patriarch Lan menahan air tersebut, keduanya saling menatap dan kemudian sama-sama mengangguk. Detik berikutnya, Xiao Shuxiang menghilang dan langsung muncul di atas kepala Piao Liang dengan tangan kiri terkepal.
BAAAM!
Piao Liang menghantam tanah dengan keras, Patriarch Lan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Xiao Shuxiang. Dirinya menerjang Piao Liang dan menyerangnya berkali-kali.
Di tempat lain, salah satu murid Sekte Pedang Langit terbaring lemas, pandangannya memburam, saat dia merasa ajalnya sudah tiba.. Sebuah titik kecil bergerak melayang.
Titik itu semakin dekat dan mulai menampakkan bentuknya yang seperti serangga terbang bersayap, mirip dengan kupu-kupu.
Tap
Yang melayang tadi rupanya adalah Yi Wen, seragamnya memang bercorak sayap kupu-kupu namun berwarna putih keunguan.
"Hei, apa kau mendengarku?" Yi Wen menepuk pelan pipi Murid Sekte Pedang Langit, dia mengeluarkan Pil Napas Naga dari kantong penyimpanannya dan memasukkan pil tersebut ke dalam mulut murid Sekte Pedang Langit.
Jing Mi, Hai Feng, dan Bao Yu langsung menyerang para pria berpakaian serba hitam yang wajahnya tertutup kain ini. Ketiganya juga dibantu oleh Hun Fung dan yang lainnya.
Gerakan pedang Jing Mi terlalu rendah dan mirip seperti hewan buas, kedua pedangnya yang bergerigi dapat memberi luka menyakitkan pada lawan.
Ada 20 murid Sekte Kupu-Kupu dan 15 murid Sekte Bambu Perak yang menjadi bala bantuan bagi murid Sekte Pedang Langit. Sayangnya, Yang Shu dan Yang Fu masih berada di istana Kaisar, sehingga keduanya tidak tahu bahwa Sekte Pedang Langit di serang.
TRAANG!
Ro Wei melihat saudara seperguruannya begitu sengit bertarung, dia juga membantu namun dengan cara menyembuhkan murid-murid yang terluka dengan pil buatan Xiao Shuxiang.
Dia mengambil banyak stok di kamar saudaranya tersebut. Semoga saja Xiao Shuxiang tidak marah karena pil yang diambil Ro Wei adalah Pil Napas Naga.
!!
Murid Sekte Pedang Langit terkejut saat merasakan seluruh tubuhnya tidak sakit lagi, bahkan kekuatannya seperti kembali. Padahal sebelumnya dia sudah begitu sekarat, pil yang dimakannya barusan memiliki efek penyembuhan luar biasa.
"Senior, Terima Kasih!"
"Tidak perlu bilang begitu. Sekarang bantu aku menyelamatkan teman-temanmu yang lain,"
Murid Sekte Pedang Langit mengangguk, dia membantu Ro Wei sambil berusaha menghindar dari serangan nyasar akibat pertarungan murid-murid Sekte Bambu Perak.
BAAAM!
Lan Gaozu menghantam tanah dengan keras, tangan dan keningnya dipenuhi oleh darah. Dia sudah dua kali terbatuk darah, wajahnya begitu pucat. Tidak dia sangka gadis yang masih berusia belasan tahun ini membuatnya babak belur.
Ling Qing Zhu sendiri tidak nampak terluka, pakaiannya masih bersih, begitu juga dengan tak adanya titik keringat di keningnya. Tatapan mata dan wajahnya masih mengandung ketenangan. Bisa dipastikan dia belum mengeluarkan kekuatan penuhnya saat melawan Lan Gaozu.
"Ba-bagaimana ini mungkin..?!"
Lan Gaozu menggertakkan gigi, dia berusaha tenang tetapi tidak bisa. Banyak muridnya yang sudah tumbang, bahkan dua orang rekannya sesama guru sudah terbaring tak berdaya gara-gara Ling Qing Zhu.
"Jika harus mati, akan kubawa kau bersamaku..!" Lan Gaozu mengerahkan semua tenaganya yang tersisa dan melesat ke arah Ling Qing Zhu.
!!
Mata Lan Gaozu terbelalak saat sebuah pedang menusuk dadanya dari belakang sebelum dia menebas Ling Qing Zhu. Pedang tersebut ditarik kembali membuat Lan Gaozu memuntahkan darah, pandangannya mengabur dan perlahan dia terjatuh.
"Nona, kenapa kau masih di sini. Sudah saatnya melakukan tugasmu. Keempat Patriarch Sekte Pedang Langit mulai merusak segelnya,"
Pria berjubah dan bertudung hitam inilah yang menusuk Lan Gaozu barusan, dia meminta Ling Qing Zhu agar segera pergi. Mereka harus menyelesaikan misi ini sebelum segel berhasil dihancurkan oleh keempat Patriarch Sekte Pedang Langit.
"Bagaimana keadaan pamanku?"
"Beliau baik-baik saja, Nona. Dia mungkin sudah menyelesaikan pertarungannya dengan Tetua Sekte Pedang Langit, karena itulah aku ada di sini."
Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia kemudian melesat meninggalkan pria berjubah dan bertudung hitam tersebut.
Pria bertudung ini memperhatikan orang-orangnya yang begitu ganas bertarung dengan para murid dari tiga sekte berbeda. Wajahnya tidak terlihat, namun dari suaranya dapat diketahui dia senang melihat pertumpahan darah.
"Sekte Pedang Langit.. Jika kekuatannya kami cabut, maka mereka bukanlah apa-apa. Ini baru awal dari rencana besar kami dan akan diakhiri dengan kematianmu.. Xiao Shuxiang..!"
BAAAM!
Piao Liang menggeliat di tanah, dia mendapatkan banyak serangan tanpa jeda dari Patriarch Lan dan Xiao Shuxiang.
Keduanya memaksa Piao Liang bicara, mereka menanyai alasan Sekte Pagoda Langit menyerang dengan cara kotor seperti ini. Tidak mungkin hanya karena Sekte Pedang Langit memiliki Lan Xiao.
".. Cepatlah bicara dan akan kubuat kematianmu tak terlalu menyakitkan!"
Xiao Shuxiang menunjuk Piao Liang dengan pedangnya, dia sudah lama bersabar untuk tidak menebas kepala Demonic Beast ikan naga ini.
"Sebaiknya kau pergi, Xiao'Er. Keadaan di sini sudah mulai terkendali, kau bantu murid yang lain.."
Xiao Shuxiang meski enggan, namun pada akhirnya dia menurut pada Patriarch Lan. Dia meminta Lan Xu Jian untuk menjaga diri dengan baik, dirinya lalu melesat pergi.
!!
Di perjalanan, Xiao Shuxiang tersentak saat sesuatu menghantam bangunan Pagoda Tingkat Sembilan. Segera dia mempercepat langkahnya.
Paman Ling Qing Zhu hampir membelah tubuh GrandElder Sekte Pedang Langit andai Xiao Shuxiang tidak segera menangkis serangannya dan memberikan tendangan yang membuat dirinya terpental sejauh tujuh meter.
"Kakek Tua?! Apa Tubuhmu Masih Utuh?!" Xiao Shuxiang menatap waspada ke arah Ling Hao Yu dan sesekali mengalihkan pandangannya pada GrandElder Sekte Pedang Langit.
Wajah GrandElder terlihat berwarna ungu kebiruan, jelas dia terkena racun. Luka GrandElder benar-benar parah, dia sudah bertarung semampu yang dirinya bisa, sayang dia sedikit lengah hingga terkena racun dari kedua lawannya.
Xiao Shuxiang mengeluarkan tiga api biru miliknya, dia memerintahkan api tersebut untuk menyerang dan mengulur waktu selama dia memeriksa kondisi GrandElder.
Xiao Shuxiang hanya dapat memberi pertolongan pertama, racun ini tidak sama dengan yang biasa dia tangani. Dan dirinya tidak punya waktu memikirkan apalagi membuat penawar racun tersebut.
__ADS_1
Xiao Shuxiang hanya mampu memberikan pil yang mengurangi sakit GrandElder dan memindahkan sebagian racun di tubuh kakek tersebut ke dalam dirinya.
"Nak, a-apa yang kau lakukan? Tak seharusnya kau-"
"Diamlah, Kakek. Kau tidak boleh mati dulu," wajah Xiao Shuxiang memucat, racunnya ternyata sangat kuat.
"Gawat, sepertinya aku menyerapnya terlalu banyak. Sebenarnya apa yang kulakukan?! Kenapa aku harus repot menolong Tua Bangka ini?!"
Xiao Shuxiang memuntahkan darah, dia segera mengusap bibirnya dan kembali menyerap racun di tubuh GrandElder.
Chun Bai Dao meneliti wajah pemuda yang menolongnya, terlihat tampan dan begitu ramah.
"Dia.. Apa selama ini semua orang telah salah mengenai dirinya..? Jelas dia tidak seperti yang diceritakan. Sang Bintang Penghancur.. Siapa kau sebenarnya?"
"Kakek, bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kau sudah bisa menekan racunnya?" Xiao Shuxiang berusaha bicara lancar, walau organ dalamnya saat ini sangat kesakitan.
Entah sejak kapan dirinya berkeringat dingin, tangannya gemetar namun dia masih tetap mencoba tenang. Xiao Shuxiang mengontrol Qi untuk menekan racun ini, semoga tubuhnya dapat menetralisirnya.
".. Kau istrirahatlah, Kakek. Biar aku yang hadapi orang itu,"
Xiao Shuxiang perlahan bangun, pandangan matanya memburam, tetapi dia masih bisa bertarung dengan baik.
"Nak, berhati-hatilah.."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia mulai menerjang Ling Hao Yu dengan sekuat tenaga. Benturan pedang keduanya menghasilkan kilatan cahaya dan angin kejut yang dahsyat.
TRAANG!
Bagi kultivator biasa, berada di Forging Qi tingkat 12 mustahil dapat seimbang dengan GrandMaster Tahap Fana. Tapi Xiao Shuxiang dapat melakukannya.
"Berani meremehkan Xiao Shuxiang, kau akan mati..!"
TRAAANG!
Ling Hao Yu terpental mundur saat menangkis serangan Xiao Shuxiang. Dia mengalirkan Qi pada pedangnya dan mengeluarkan Aura Pendekar yang kuat.
Xiao Shuxiang melakukan hal yang sama, jelas Aura keduanya seimbang hingga tidak bisa mengubah apapun. Mereka terus bertukar serangan demi serangan, tak peduli lokasi mereka berpindah beberapa kali.
Di luar sekte sendiri, empat Patriarch Sekte Pedang Langit memusatkan seluruh kekuatan mereka di satu titik dan segera menyerang segel yang menangkup sekte.
!!
Segel perlahan retak, pria berjubah dan bertudung hitam menggunakan kekuatannya untuk menguatkan kembali segel yang mereka pasang, meski hanya dapat bertahan beberapa menit.
Jing Mi, Yi Wen, dan Feng Ying baru saja selesai mencincang habis tubuh lawan mereka. Ketiganya kembali menyerang tanpa sadar wajah murid-murid Sekte Pedang Langit begitu pucat melihat aksi ketiganya.
Bukan hanya Jing Mi, Yi Wen, dan Feng Ying, tetapi semua saudara seperguruan mereka termasuk murid-murid Sekte Bambu Perak melakukan hal yang sama.
"Jangan biarkan tubuh mereka utuh..! Saudara Xiao akan sangat marah nanti,"
"Kami mengerti, Senior Jing!"
Yi Wen menyeringai mendengar jawaban teman-temannya, dia menjilat darah di pedangnya dan kemudian meludahkannya.
"Kakak Wen, apa yang kau lakukan?"
Feng Ying tersentak saat melihat tindakan Yi Wen barusan. Apa gadis ini lapar?
"Aku hanya ingin meniru yang biasa dilakukan Saudara Xiao, tapi rasa darah ternyata sangat tidak enak. Menjijikkan!"
Yi Wen meludah beberapa kali, dia membuat Feng Ying dan Zhi Shu menggeleng. Sudah pasti saudaranya menggemari Xiao Shuxiang.
Jing Mi meminta teman-temannya berhenti bicara dan kembali menyerang para pria berseragam hitam ini.
Pertarungan mereka memukau dan mengerikan secara bersamaan. Murid-murid Sekte Pedang Langit hanya bisa menatap Jing Mi dan saudara-saudaranya sambil menahan napas.
".. Pa-padahal lawan mereka sudah mati tapi-" salah satu murid Sekte Pedang Langit kesulitan menelan ludah, dia seketika melompat mundur saat sebuah serangan nyasar mengarah padanya.
BAAAM!
Lan Xiao terus memandang ke arah bulan, perasaannya sangat tidak enak. Dia ingin pergi dan membantu Xiao Shuxiang, namun harus ada yang menjaga murid junior Sekte Pedang Langit ini.
Krak
Krak
BAAAM!
Segel mulai pecah, empat Patriarch Sekte Pedang Langit segera melesat dan menyerang siapapun yang terlihat asing bagi mereka.
Ming Mei yang selalu menutup matanya juga tidak tinggal diam, dirinya dapat mengetahui mana orang yang berani menyerang sektenya.
CRAASH!
"Ini akibat karena kau berani mengganggu rumahku saat aku sedang melakukan ritual kecantikan.."
Ming Mei masih berwajah tenang saat mengatakannya, dia dan ketiga Patriarch lainnya bertarung sambil menyuruh para murid yang terluka untuk segera pergi.
Yu Changhai menggunakan Pedang Dinginnya, tubuh lawan dapat membeku saat terkena serangan darinya.
!
Patriarch Ketiga dan Bai Wu Dang tersentak saat melihat cara bertarung murid-murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak, keduanya tidak pernah melihat ada kultivator yang membuat tubuh lawan sampai tidak berbentuk.
".. Bahkan kultivator Aliran Hitam juga tidak sekejam ini,"
BAAAM!!
Ling Hao Yu menghantam salah satu pohon dengan keras, dia segera berguling ke samping bersamaan dengan pedang Xiao Shuxiang mengarah padanya.
"Anak Kurang Ajar!" Ling Hao Yu menghilang dan seketika muncul di samping Xiao Shuxiang dengan pedang berayun keras.
TRAANG!
Lengan kanan Xiao Shuxiang menangkis serangan Ling Hao Yu, pedang tersebut menembus kulitnya dan berbenturan keras dengan tulang Xiao Shuxiang.
"Hmp, tamat riwayatmu, Bocah..!"
Pedang Ling Hao Yu memiliki racun mematikan, dia tersenyum puas karena sebentar lagi pemuda ini akan menghembuskan napas terakhirnya.
Wajah Xiao Shuxiang memang terlihat pucat, di dalam tubuhnya sendiri sudah terdapat racun dan kini malah ditambah lagi. Sayang, dugaan Ling Hao Yu melenceng.
!!
Xiao Shuxiang memberi tendangan pada Ling Hao Yu dan menyerangnya berulang kali, pedangnya tidak dapat diajak kompromi, tetapi ini bukan alasan Xiao Shuxiang kalah.
Jika Ling Hao Yu menggunakan racun, maka dirinya juga bisa. Masalahnya Xiao Shuxiang hanya membuat sepuluh tetes saja.
BLAAAAR!!
!!
Di saat Xiao Shuxiang hendak menusuk Ling Hao Yu.. Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh petir di langit malam yang cerah dengan bulan dan ribuan bintang.
Semua orang terkejut, apalagi gemuruh tersebut tidak hanya terdengar sekali, suaranya bahkan semakin keras.
Ling Hao Yu tersenyum, misi pertama mereka telah terpenuhi. Dia tertawa sambil menatap Xiao Shuxiang, saatnya untuk misi yang terakhir.
!!
Xiao Shuxiang merasakan seperti ada yang menusuk jantungnya. Bukan racun, melainkan sesuatu yang lain.
__ADS_1
Perasaannya sangat tidak enak, dia begitu gelisah. Ada sesak di dalam dada Xiao Shuxiang, dia menatap Ling Hao Yu yang tersenyum penuh arti padanya.
"Ka-Kau.."
"Kau sepertinya baru sadar,"
!!
Xiao Shuxiang memberi tinjuan keras pada Ling Hao Yu hingga membuatnya terdorong mundur dan terpental cukup jauh.
"Kakek, Kau Urus Sisanya!" Xiao Shuxiang menatap Chun Bai Dao dan segera melesat cepat, belum pernah dia merasakan hal yang membuatnya segelisah ini.
"Penyerangan tiba-tiba di Bulan Purnama.. Lan Xiao.. Teman baikku.. Kenapa aku tidak menyadarinya?!" Xiao Shuxiang memasukkan pedangnya kembali ke Cincin Spasial miliknya, dia merasakan tenggorokannya sakit, darah segar menetes di kedua sudut bibirnya.
Kegelisahan membuatnya kesulitan mengontrol Qi hingga racun menyebar cepat di dalam tubuhnya.
Xiao Shuxiang menuju ke gua Sekte Pedang Langit. Dia berlari masuk, tujuannya adalah ruangan terdalam gua ini.
"Semoga apa yang kupikirkan tidak terjadi.." Xiao Shuxiang tanpa peduli dengan sakit di dalam tubuhnya.. Dia terus berlari hingga sebuah cahaya mulai terlihat di depannya.
Cahaya tersebut adalah tempat di mana Lan Guan Zhi meningkatkan praktiknya. Xiao Shuxiang mematung saat pandangan matanya melihat temannya yang terbaring dengan mulut penuh darah.
"Lan.. Zhi..?
Lan Zhi!!"
Xiao Shuxiang segera berlari dan memeriksa kondisi Lan Guan Zhi, pandangan matanya buram karena racun di tubuhnya, namun dia tidak peduli.
"Lan Zhi? Lan Guan Zhi bangun..!"
Xiao Shuxiang merasakan tubuh Lan Guan Zhi dingin, napas pemuda tersebut begitu tipis, dia sangat terkejut saat mengetahui bahwa Dantian temannya hancur.
!!
Tanpa sadar air menetes di pelupuk mata Xiao Shuxiang, perasaan takut menyelimuti dirinya. Dengan segera, dia mengangkat Lan Guan Zhi sambil terus memanggilnya.
"Lan Zhi, apa kau mendengarku?! Kau harus bertahan.." Xiao Shuxiang berjalan cepat sambil terus menggendong Lan Guan Zhi, dia terus berpikir untuk bisa menyelamatkan nyawa temannya.
Dantian yang retak karena terkena serangan saja sudah begitu menyakitkan sampai terasa hampir mati, apalagi dengan Dantian Lan Guan Zhi yang kini hancur.
Api jiwanya hampir padam, Xiao Shuxiang mempercepat langkahnya. Dia tidak pernah setakut ini sebelumnya. Di kehidupan pertamanya, saat ayah dan ibunya tewas di depan matanya sendiri.. Xiao Shuxiang tidak pernah merasa sesedih ini.
"Lan Zhi, aku tidak akan pernah terima jika kau mati..!"
Xiao Shuxiang yang sampai di bibir gua melihat Lan Xiao datang ke arahnya, Harimau Bulan tersebut juga mengusapkan pelan kepalanya pada tubuh Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang menunggangi Lan Xiao, dia menyuruh Harimau Bulan tersebut untuk membawa mereka pergi.
Dia tidak peduli dengan teman-temannya termasuk para Patriarch yang masih bertarung saat ini. Baginya, Lan Guan Zhi adalah yang terpenting.
***
.
.
.
.
.
.
.
♪♬ Siapa Yang Membangkitkan..♬♩
♪♬ Benci, Rindu, Dendam, Cinta..♩♪
♬♩ Lahirkan Sebuah Legenda..♪♩
♬♪ Saat Menata Kehidupan Ini..♬♩
♪♬ Rintangan, Lawan, Menghadang..♬♩
♩♪ Kehendak Langit Ditentang..♬♩
♬♩ Tak Ada Guna Dalam Meratapi..♩♪
♩♬ Yakinlah Pada Diri Sendiri♬♪
♬♩ Biar Mereka Menilai..!♩♪
♩♪ Kau Deru Bagai Pasir..♬♪
♩♬ Kau Kokoh Bagai Tebing..♬♩
♬♪ Kau Mata Pedang, Yang Melintas, Dan Memandang Langit..♩♬
♬♪ Setenang Tetes Air..♩♪
♪♩ Selembut Bunga Yang Gugur..♬♩
♬♩ Kau Dipuja Namun Tetap Fana..♩♪
♩♪ Hati Yang Meratap.. Melayang..♩♬
.
.
ost : Pendekar Pemanah Rajawali
Judika - Melayang
.
.
.
Terima kasih karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini.
Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti kisah ini? Mari tarik napas sejenak sebelum berkoar-koar meluapkan perasaan yang terpendam. (*^ω^*)
Cerita membosankan! Alur lambat! MC tidak terlalu disorot! MC nya lama sangat baru OP! Skip skip skip! Udahlah, cari yang lain aja! Cerita Apaan ini! Rasa-rasanya ni MC Gay, iddih! Berhenti aja jadi penulis!
Waaaw, kumpulan poment yang warbiyassah dan merupakan pelajaran untuk 'Kami'. (⌒▽⌒)#Padahal Dasha sudah beri peringatan dan juga mengatakan 'Meski Karya Ini Dapat Diakses Semua Orang, Tapi Hanya Sebagian Yang Sanggup Membaca Karya Ini Sampai Akhir'. #Tapi sepertinya tidak dibaca, tak apalah. Lanjut!
Kusuka MC jahat. Detail dan alurnya enak dibaca. Kok ngakak ya? Alurnya yang bosenin di cepetin Thor, yang seru ditambahin, hehe! Cerita yang gak terlalu op yang kusuka. Selera orang ya gak tahu, personaly kusuka cerita ini. Memang harusnya begini, kan? perjalanan jadi kuat itu butuh proses panjang. Ada unsur BL? Kyaaa jiwa fujo ku menggebu-gebu. Lanjut Thor! Semangat!
Woaah, kumpulan poment yang juga warbyiassah. Senang bisa membuat 'Karya' yang dapat mengisi sedikit waktu luang kalian. Kami banyak belajar (⌒▽⌒)
Catatan Penulis :
Arigatou Gozaimasu untuk kalian, Para Pembaca Istimewa kami. Penulis merasa senang karena 'Karya Ini' bisa mengisi sedikit waktu luang kalian. (⌒▽⌒)
Gomenkudasai karena 'Penulis' belum bisa memperbaiki 'Karya' ini. Kami hanya akan melakukan revisi saat cerita ini selesai. Gomen untuk banyaknya typo, dan 'Catatan Penulis' yang begitu banyak. (*^▽^*)
__ADS_1
Akhir Kata,
Jumpa Lagi di Arc Berikutnya..! Tetap Jaga Kesehatan Minna Sama! ( ´ ▽ ` )ノ