
Menghilangnya api biru kecil Xiao Shuxiang membuat temannya yang mendapat api tersebut tersentak, salah satunya adalah Shao Nu.
Dia merasakan api milik Senior Xiao-nya sudah tidak ada di dalam tubuhnya lagi. Meski begitu, dia masih baik-baik saja.
Sepertinya, Shaou Nu sudah terbebas dari segel kutukan yang ditanamkan Tetua Scarlet Bayangan padanya.
BLAAAR!
Suara besar yang berasal dari dua arah terdengar sangat menakutkan. Bunyi gemuruh petir, derasnya hujan yang disertai angin sedikit kencang menjadi teman bagi warga kota Awan Dingin serta para murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak untuk pergi ke Kota Embun Bunga.
Perjalanan ini tidak menjadi masalah bagi warga Kota Awan Dingin sebab mereka telah terlatih, begitu juga dengan para kultivator.
Kebanyakan murid yang sedang bersama warga kota ini adalah para murid junior, tidak terlihat Patriarch dan GrandElder kedua sekte, itu dikarenakan mereka berada di perbatasan wilayah kekaisaran dan sedang bertarung sekarang.
Salah seorang warga Kota Awan Dingin adalah Mo Huai. Dia masih saja ceroboh walau telah berlatih bela diri. Buktinya sekarang, dia terjatuh dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
Hun Fung, murid Sekte Kupu-Kupu membantunya berdiri. Dia cukup tersentak sebab pemuda ini memiliki tubuh yang ringan dan mungil seperti seorang gadis. Bila otot-otot Mo Huai tidak terbentuk.. Jelas ini dapat membuatnya malu sebagai seorang pria.
"Kau harus berhati-hati, jangan jadi penakut begini.."
"Aku.. tidak pernah takut mati. Sebelumnya, aku sudah pernah pergi ke Pulau Demonic Beast bersama Tuan Muda Xiao, Saudara Jing, dan teman-temannya. Jadi, ini bukan pertama kalinya aku berhadapan dengan bahaya.."
Wajah Mo Huai nampak pucat, dia dapat melihat kilatan petir yang selalu beriringan dengan suara gemuruh aneh, tanah yang dipijaknya bahkan sesekali bergetar.
Hun Fung dapat merasakan dinginnya tangan pemuda ini, sangat kelihatan bahwa Mo Huai menggigil namun tetap saja menjaga agar suaranya tidak sampai gemetar.
".. Aku tidak takut mati di tangan seorang pendekar maupun kultivator, tentu aku akan melawan mereka sebisaku. Tapi, kalau aku mati karena terkena sambaran petir, bukankah latihanku selama ini akan sia-sia? Aku tidak mau mati seperti itu.."
Mo Huai malah menangis, dia sadar dirinya tidak berbakat bela diri meski telah berusaha keras untuk belajar. Dirinya sadar betul hanyalah manusia biasa yang sangat lemah, tidak seharusnya dia tinggal di dunia orang-orang yang haus kekuatan.
".. Jika ini adalah novel, aku hanyalah pemeran figuran. Sebuah angin lalu.. Hanya seonggok debu jalanan.."
"Tenanglah, kau jangan berpikiran seperti itu.. Hujan pasti sudah membuatmu mabuk,"
Hun Fung merangkul Mo Huai dan membantunya berjalan, kondisi saat ini jelas akan membuat siapapun berpikiran seperti Mo Huai.
Jika ada pertempuran semacam ini, para manusia biasalah yang lebih banyak menjadi korban.
BLAAAR!
Pertarungan antara pilar atas Scarlet Bayangan dengan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berlangsung sengit. Banyak Demonic Beast yang nampak berlarian menyelamatkan diri.
Murid-murid Sekte Pedang Langit yang masih berada di Kekaisaran Matahari Terbit terus mencari manusia hidup di setiap tempat dan reruntuhan bangunan.
Mereka melakukannya sambil berusaha menghindar dari serangan nyasar yang entah milik siapa.
Sementara itu, Qi Xuan bekerjasama dengan Ling Qing Zhu untuk menyerang Huan Ran. Keduanya cukup kesulitan sebab gaya bertarung Huan Ran terasa asing dan begitu cepat.
BAAAM!
Qi Xuan menghindari terjangan selendang Huan Ran dengan melompat mundur beberapa kali, sementara Ling Qing Zhu menggunakan pepohonan sebagai tameng dari serangan mayat hidup yang dikendalikan oleh helaian rambut milik Huan Ran.
TRAANG!
Selendang serta helaian rambut Huan Ran begitu keras dan tajam. Terdengar seperti benturan pedang saat senjata Qi Xuan membentur selendang tersebut, Ling Qing Zhu juga demikian.
"Kakak?! Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau melakukan ini?!"
Huan Mei mencoba untuk bicara dengan kakaknya, mata kanannya nampak tertutup. Rasanya sudah tidak sakit lagi, mungkin karena pil yang diberikan Qi Xuan sangat berkhasiat.
Huan Ran dengan nada bicaranya yang begitu dingin mengatakan bahwa tidak terjadi apapun padanya. Dirinya bertanya apa yang sedang dipikirkan adiknya sambil menyeringai.
"Kakak..? Apa kau benar-benar Kakakku?"
"Jangan bicara padanya, Mei'Er. Dia bukan lagi Kakakmu,"
Qi Xuan meminta Huan Mei untuk segera pergi, dia berkata bahwa seseorang yang sudah melukai adiknya dengan sengaja tidak pantas dianggap sebagai 'Kakak'.
Sambil terus menatap waspada ke arah Huan Ran, dirinya mengalirkan Qi pada pedangnya.
Hembusan angin bercampur dengan air hujan langsung mengelilingi Qi Xuan, bergerak dengan cepat hingga membentuk burung walet yang sayapnya mengembang sempurna tepat di belakang pemuda tersebut.
Detik berikutnya, Qi Xuan menerjang bersama walet itu dan membuat Huan Ran terdorong mundur sejauh tujuh meter.
Gadis dengan tahi lalat di ujung bawah mata sebelah kirinya beruntung sebab kedua ujung selendangnya seperti memiliki kepekaan yang hebat.
Dengan segera selendang itu mengelilingi Huan Ran, meski pemiliknya tetap terdorong mundur namun tidak sampai terjatuh.
Qi Xuan pada awal pertarungannya dengan Huan Ran, dia merasa bahwa gadis itu telah dikendalikan. Namun, setelah mendengar ucapan dari kakak Huan Mei ini.. Dia akhirnya tahu, Huan Ran rupanya salah satu anggota pilar atas Scarlet Bayangan.
Huan Ran memiliki misi dari Tetua Scarlet Bayangan untuk mengambil mata adiknya, demi keinginannya menghidupkan kembali ayah dan ibunya. Mendengar ini jelas membuat Huan Mei dan Qi Xuan terkejut, begitu juga dengan Ling Qing Zhu.
"Apa kau gila? Huan Mei adalah adik kandungmu. Sadarlah, orang yang sudah meninggal tidak bisa dihidupkan kembali,"
"Kakak, kenapa kau belum juga melupakannya. Ayah dan Ibu sudah lama tiada, kau harus merelakan mereka.."
Mata kiri Huan Mei mengeluarkan air mata, sementara mata kanannya yang tertutup mengalirkan darah. Dia tidak percaya kakaknya bisa sampai seperti ini.
Tidak sehari pun Huan Mei jalani tanpa mengingat ayah dan ibunya, meski dirinya sendiri tak memiliki banyak kenangan bersama mereka.
!!
Bukannya mendengar nasehat dari Qi Xuan dan adiknya sendiri, Huan Ran malah menyerang mereka.
Sepuluh orang mayat kultivator dikendalikan dengan helaian rambutnya. Huan Mei melawan lima orang, sementara lainnya bertarung dengan Ling Qing Zhu.
TRAANG!
TRAANG!
Qi Xuan sendiri harus bertarung dengan selendang tajam milik Huan Ran. Dia dapat mendengar ucapan dingin saudara seperguruannya yang seakan begitu membencinya.
Penyebab kebencian ini adalah terpilihnya Qi Xuan sebagai pewaris dari teknik berpedang milik Sekte Bunga Lotus. Dengan singkat Qi Xuan menjadi murid yang paling disayangi GrandElder.
__ADS_1
".. Kau dan segala kesombonganmu itu akan mati di sini..!"
Huan Ran mengeluarkan aura yang selama ini dia tekan, sebuah Aura Pembunuh yang begitu pekat.
!!
Huan Mei tidak dapat bertahan dari aura tersebut, dia memuntahkan darah. Ling Qing Zhu dan Qi Xuan segera menghampirinya, gabungan Aura Pendekar dari ketiganya mampu mengimbangi milik Huan Ran.
"Maaf, aku hanya beban untuk kalian.."
Aura Huan Mei yang paling kecil, dia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu lemah berhadapan dengan kakaknya.
Ling Qing Zhu menyentuh pundak Huan Mei dan mengusapnya pelan, dirinya tersentak saat Huan Ran melesatkan sepuluh mayat lagi ke arah mereka.
Segera Ling Qing Zhu menarik Huan Mei dan melompat mundur, sementara Qi Xuan menahan serang tersebut agar kedua rekannya dapat selamat.
BAAAM!
"Huan Ran, berhentilah sekarang juga. Apa yang kau lakukan ini sudah sangat salah,"
"Tahu apa kau! Dirimu yang tidak pernah kehilangan apapun, tahu apa kau tentangku..!"
!!
Qi Xuan dapat melihatnya, ada bayangan hitam yang mirip dengan kepala manusia berambut sangat panjang. Bayangan itu melayang tepat di belakang Huan Ran, tetapi perlahan menghilang.
Huan Ran mengepalkan tangannya, dia berkata telah menghancurkan Sekte Serigala Iblis namun sampai sekarang dirinya masih belum dapat membunuh GrandElder sekte itu.
Namun saat dia tahu ayah dan ibunya bisa dihidupkan kembali.. Dirinya tidak lagi memikirkan tentang Sekte Serigala Iblis.
".. Adikku sayang, kau harus kemari dan menurut pada Kakakmu ini. Kau tidak akan mati hanya karena kehilangan dua mata, jadi mendekatlah.."
"Tidak mau..! Kakak Huan Ran bukan lagi kakak yang kukenal, kau.. Kau gadis jahat..!"
Huan Mei memeluk Ling Qing Zhu, dia tidak tahu siapa gadis berambut putih panjang ini, namun dirinya merasa aman saat bersamanya.
Ling Qing Zhu jelas tidak banyak bicara sejak tadi, dia sebenarnya ingin membujuk Huan Ran agar tidak terjebak dalam dendam serta kebencian.
Ling Qing Zhu ingin mengatakan bahwa dia tahu perasaan gadis tersebut. Dirinya sangat tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang berharga, apalagi orang itu dibunuh dengan kejam tepat di depan matanya sendiri.
Rasanya seperti dunia yang tertutup kegelapan abadi, dihujami ribuan pedang tanpa henti. Dan yang terburuk, kita masih harus hidup dengan semua rasa sakit itu.
Ling Qing Zhu jelas ingin mengungkapkannya, namun tidak bisa. Dia lebih mampu berkomunikasi lewat tatapan mata dibanding dengan suara.
Bukan karena dirinya pemalu, namun karena dia punya kebiasaan hemat bicara. Dan Ling Qing Zhu tahu, dia memiliki suara yang minim emosi. Bukannya membujuk Huan Ran, dirinya kemungkinan akan membuat pertarungan ini semakin runyam.
Berbicara tentang keadaan yang runyam.. Sekarang itu terjadi di tempat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berada.
Alkemis muda tersebut memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan Ling Qing Zhu. Pemuda ini terlalu ekspresif dan terkadang mengeluarkan ucapan yang memancing emosi.
TRAANG!
Bahkan Lan Guan Zhi sendiri hampir tidak dapat mengendalikan ketenangannya. Sejak Xiao Shuxiang membantunya, detik itu juga alur pertempuran menjadi semakin cepat.
BLAAR!
Xiao Shuxiang menghembuskan napas lega, wajahnya barusan terlihat pucat saat bokong kebanggaannya hampir terkena sentilan salah satu serangan dahsyat milik pilar atas Scarlet Bayangan.
"Shouxing?! Hubunganku dengan Lan Zhi hanyalah pertemanan biasa. Kau jangan marah seperti ini, aku tidak pernah selingkuh darimu. Lan Zhi, bantu aku membuatnya mengerti.."
Xiao Shuxiang begitu serius mengatakannya, dia bahkan menyenggol Lan Guan Zhi dan terus membujuk temannya tersebut.
Di satu sisi, pilar atas Scarlet Bayangan sama sekali tidak mengeluarkan suara apalagi berubah ekspresi. Bahkan dinding pun masih jauh lebih baik.
Ekspresi ini jelas seperti hati yang telah mati. Dan mungkin karena itulah Xiao Shuxiang menganggap pilar atas Scarlet Bayangan cemburu melihat kedekatannya dengan Lan Guan Zhi.
"Dia bukan roh pedangmu,"
"Tapi wajah mereka sangat mirip, aku jadi ingin memeluknya,"
Lan Guan Zhi sekilas menatap nanar ke arah Xiao Shuxiang yang melayang di sampingnya. Dia lalu bertanya apakah Shouxing adalah perempuan, namun jawaban dari temannya ini membuat pandangan matanya semakin menggelap.
"Dia punya 'Pilar Surgawi' yang penuh keagungan,"
Xiao Shuxiang berdecak kagum sambil mengusap-usap dagunya, detik berikutnya dia mendapat cubikan yang keras dari Lan Guan Zhi.
"Memalukan. Mati saja sana,"
Setelah mengatakan itu, Lan Guan Zhi segera menerjang pilar atas Scarlet Bayangan. Kali ini kecepatannya meningkat dari sebelumnya. Dia dapat membuat lawannya mengambil posisi bertahan dan tak mampu menyerang balik.
!!
Xiao Shuxiang baru pertama kali mendengar temannya bicara sekasar itu. Sepertinya Benua Timur akan menghadapi bencana besar, sebab orang yang dianggap sebagai gunung penuh keagungan baru saja berbicara kasar padanya.
"Apa dia cemburu? Apa aku semempesona itu sampai diperebutkan oleh banyak orang? Waah, Xiao Shuxiang.. Kau luar biasa,"
!!
Ketika sedang memuji diri sendiri, pendengaran Xiao Shuxiang menangkap suara ledakan yang aneh. Saat menoleh, dirinya dapat melihat tanda di udara. Itu adalah ledakan kembang api milik Asosiasi Bangau Merak.
Pantas Xiao Shuxiang merasa gelisah sejak tadi, kekacauan tidak hanya terjadi di Kekaisaran Matahari Terbit, tetapi juga di Kekaisaran lain.
Xiao Shuxiang kembali berkonsentrasi, dia menghembuskan napas dan mulai membentuk segel Cermin Pemindah di udara.
Dirinya lalu menatap pertarungan gesit antara Lan Guan Zhi dan pilar atas Scarlet Bayangan.
Yīng xióng bergetar, kali ini empat api biru kecilnya juga ikut menyelimuti pedang tersebut dan berbaur dengan Qi milik Xiao Shuxiang.
Dalam satu tarikan napas, Xiao Shuxiang melesat masuk ke dalam cermin dan seketika menghilang. Dirinya muncul di waktu yang sangat tepat dan memberi serangan kuat pada pilar atas Scarlet Bayangan yang disusul oleh serangan dahsyat dari Lan Guan Zhi.
BLAAAR!
Dilihat dari atas, sudah tidak terhitung berapa gunung tajam di wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Terbit yang menghilang.
__ADS_1
Beberapa bukit dan gunung yang sebelumnya subur di wilayah lain juga tidak lagi seperti semula. Lebih teliti lagi, telah banyak retakan tanah dan pepohonan yang tumbang.
Tidak perlu ditanyakan tentang bangunan yang berdiri, bahkan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sekarang sudah tidak tahu nama kota yang rusak parah di bawah mereka ini.
Pilar atas Scarlet Bayangan mengalami retakan pada wajahnya, namun seketika kembali pulih. Dirinya lalu melesat kembali untuk membalas serangan kedua pemuda tersebut.
BLAAR!
Xiao Shuxiang dan Lang Guan Zhi merasa Pedang Tebasan Bulan belum sepenuhnya sempurna. Ini kesempatan yang bagus untuk menyerang tanpa membiarkan lawan meningkatkan kekuatan Pusaka Langit itu kembali.
Keinginan mereka memang begitu, namun saat Xiao Shuxiang menggunakan cermin pemindahnya lagi, dirinya malah muncul di tengah pertarungan antara Huan Ran dengan Qi Xuan dan Ling Qing Zhu.
BLAAAR!
!!
Qi Xuan, Ling Qing Zhu, dan Huan Mei terkejut saat mendadak sebuah serangan mengenai Huan Ran dan membuat gadis tersebut terpental sangat jauh.
Mayat-mayat yang sebelumnya adalah boneka Huan Ran langsung menjadi debu saat terkena serangan Xiao Shuxiang. Dirinya sendiri mengalami luka serius, bahkan lengan kirinya menghilang.
Serangan ini terlalu mengejutkan. Dan baru dapat disadari ketika telah terkena serangan.
!!
Xiao Shuxiang juga terkejut, namun bukan karena serangannya, melainkan korban dari sasarannya. Bagaimana bisa Shouxing menjadi seorang gadis?!
"Dia bukannya.."
"Saudara Xiao?"
!
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar suara Qi Xuan, kepalanya mendadak sakit karena telah salah berpindah tempat.
Dirinya hendak melemparkan Pil Napas Naga pada Huan Ran dan meminta maaf karena telah salah menyerang, namun niatnya terhenti saat merasakan ada aura aneh yang menyelimuti gadis tersebut.
!!
"Bau ini? Aroma penuh kebencian. Gadis ini, dia punya dendam kesumat pada siapa sampai aromanya pekat sekali.. Luar biasa,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Mata Dewa dan memakannya. Dia dapat melihat aliran darah pada tubuh Huan Ran berjalan lancar, begitu pula dengan aliran Qi serta kualitas dantiannya.
Namun yang membuatnya terkejut adalah gadis ini memiliki jantung ganda. Tidak hanya itu, tetapi selendang dan setiap helai pada kain yang Huan Ran pakai nampak seperti perut seekor hewan, terlihat berdenyut dan juga mempunyai urat-urat nadi.
"Tunggu, benda itu mirip dengan milik salah satu pilar bawah,"
Xiao Shuxiang jadi ingat pertarungannya saat dia berada di Pulau Demonic Beast. Dia lalu melompat mundur dan berdiri di samping Qi Xuan, Huan Mei, serta Ling Qing Zhu.
Temannya nampak terluka, sepertinya pil yang dia berikan pada Qi Xuan telah habis. Dirinya lalu memberikan pil yang baru pada ketiga rekannya tersebut.
Qi Xuan menjelaskan apa yang terjadi, dia berterima kasih karena Xiao Shuxiang bisa datang secara tidak terduga seperti ini.
"Kau jangan berterima kasih padaku. Yang tadi itu sangat berbahaya, beruntung bukan kalian yang terkena serangan tadi,"
Xiao Shuxiang mengusap pelan dadanya, dirinya harus lebih hati-hati dalam menggunakan Cermin Pemindah.
!!
Keempat kultivator muda ini terkejut saat mendengar teriakan Huan Ran. Mereka melihat tubuh gadis tersebut gemetar dan mulai keluar asap hitam pekat pada mulut, hidung, telinga, mata, serta lengan yang terkena tebasan Xiao Shuxiang sebelumnya.
BLAAAR!
Seluruh tubuh mayat manusia dan Demonic Beast juga mengalami hal yang sama. Asap hitam pekat itu terus naik ke udara dan melayang ke satu tempat.
Tubuh Huan Ra segera menjadi gumpalan daging ungu kehitaman dan membusuk saat asap hitam sepenuhnya keluar dari tubuhnya.
Xiao Shuxiang dan Qi Xuan sekilas dapat melihat asap itu membentuk kepala seorang wanita berambut panjang dengan salah satu matanya berwarna merah, nampak tersenyum lebar ke arah mereka.
Meski Xiao Shuxiang menyerangnya, asap tersebut rupanya tidak dapat dimusnahkan. Itu pasti salah satu pilar atas yang merasuki tubuh Huan Ran.
"Kakak..!"
Huan Mei ingin berlari menuju gumpalan daging kakaknya namun dirinya terjatuh. Dia sangat terkejut dan menanyakan keberadaan Huan Ran pada teman-temannya. Mustahil jika kakaknya benar-benar menjadi gumpalan daging.
"Yīng xióng adalah pedang yang memiliki racun mematikan. Aku tidak bisa mengontrol kapan Yīng xióng mengeluarkan racunnya, jadi Kakakmu.. Dia ada di sana,"
!!
"Kakak Xiao.."
Xiao Shuxiang membantu Huan Mei berdiri dan memeluk gadis muda tersebut. Dia mengatakan bahwa Huan Ran bukanlah kakak yang baik dan tidak layak ditangisi.
".. Dia memang kakak kandungmu, tapi apa dia pernah memperlakukanmu seperti adik yang sesungguhnya? Pernahkah dia memberikan satu kebaikan yang tidak membuatmu harus membayarnya? Kau yang lebih tahu tentang ini,"
Huan Mei jelas menahan tangisannya, dia bertanya kapan pertempuran ini akan berakhir, dirinya sungguh sangat takut.
"Mei'Er, kau jangan menjadi lemah. Kekacauan yang ada.. Sepertinya baru benar-benar akan dimulai,"
Qi Xuan dan Xiao Shuxiang menatap sebuah cahaya keunguan yang seakan turun dari langit, tepat di lokasi pertarungan antara Lan Guan Zhi dengan pilar atas Scarlet Bayangan.
Xiao Shuxiang meminta Huan Mei beristirahat, gadis ini jelas tidak akan mampu bertahan dan kemungkinan hanya menjadi beban. Seketika Huan Mei menghilang dan membuat Qi Xuan serta Ling Qing Zhu terkejut.
"Tenang, Huan Mei ada di tempat yang aman. Kalian berdua, bagaimana?"
"Aku akan bertarung sampai akhir,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan menepuk pelan pundak Qi Xuan, dia lalu menatap Ling Qing Zhu yang ternyata mengangguk pelan ke arahnya.
"Baiklah, tolong selamatkan manusia yang mungkin saja masih ada di Kekaisaran ini. Kumpulkan mereka di satu titik, kuserahkan pada kalian,"
"Berhati-hatilah, Saudara Xiao,"
Setelah memberikan perbekalan berupa pil pada kedua temannya, Xiao Shuxiang segera melesat dan menggunakan Cermin Pemindah untuk sampai lebih cepat ke tempat Lan Guan Zhi.
__ADS_1
***