XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
341 - Gerbang Dunia Keenam [Revisi]


__ADS_3

CRAAASH..!


Sembilan monster laba-laba saling menyerang memakai cakar hingga menyemburkan serabut benang lengket sekaligus bercampur asam pada rekan mereka sendiri.


Keahlian Tenaga Dalam Mental yang dimiliki Bocah Pengemis Gila melebihi pendekar hebat lainnya. Keberadaan Segel Pengekang Jiwa di tubuhnya-lah yang menjadi penahan kekuatan aslinya.


Ssssh


Dewi Pesona yang berwujud ular hijau nampak melayang dan seakan mengelilingi gadis bersenjatakan tongkat di depannya.


["Kau memiliki tubuh yang tinggi, sayang bagian atasmu tidak terlalu berisi..."]


Bocah Pengemis Gila mengusap pelan dadanya saat mendengar ucapan monster ular tersebut. Dia tidak ingin mengatakan bahwa dada rata untuk seorang pria adalah hal yang wajar, sebab saat ini dirinya tengah menyamar.


Saat berada di titik tertentu... Ekor Dewi Pesona langsung melesat dan mencambuk keras binatang yang sebelumnya menggeliat sambil memutari Gerbang Dunia.


Suara nyaring dihasilkan oleh binatang itu yang rupanya adalah seekor ular dengan sebagian tubuhnya merupakan tulang-belulang yang belum terbungkus kulit.


!!


Semburan asap beracun tak berwarna seketika menyeruak dan memenuhi tempat ini. Sedikit dihirup saja, maka hanya ada kematian.


Dewi Pesona yakin lawannya pasti tidak akan bisa mengatasi hal ini. Sangat disayangkan tindakannya dimanfaatkan dengan baik oleh lawannya untuk membunuh para wanita penghibur yang lain.


["Kau sudah membuat kesalahan.."] Senyuman tipis terlukis pada wajah Bocah Pengemis Gila.


Matanya seketika berkilat dan detik berikutnya----Kesembilan monster laba-laba jelmaan para wanita penghibur itu melesat tanpa ragu ke arah Dewi Pesona dan ular yang sebagian tubuhnya adalah tulang-belulang itu.


!!


Tenaga Dalam Mental mempunyai fungsi mengendalikan pikiran lawan dan Bocah Pengemis Gila memanfaatkan ini untuk menyerang Dewi Pesona dengan memakai monster laba-laba yang dia kendalikan hingga kesembilan monster itu mengembuskan napas terakhirnya.


Xiao Shuxiang nampak berdiri di tempat yang cukup jauh dari Bocah Pengemis Gila berada. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik wanita jadi-jadian rekannya itu sambil memakan Pil Embun Malamnya.


Saat memperhatikan dengan seksama, kemampuan Bocah Pengemis Gila membuatnya terkejut sekaligus kagum.


Orang yang dia lihat ini tanpa banyak bergerak telah mampu membuat dua monster ular bertarung sengit dengan para monster laba-laba yang dikendalikan.


Diamnya Xiao Shuxiang menjadi pertanda bahwa dirinya sangat ingin tahu siapa 'Bocah Pengemis Gila'. Dan sepertinya keadaaan yang dilihatnya sekarang mulai memberinya penjelasan sedikit demi sedikit.


!!


["Kalian bagaimana bisa dikendalikan oleh seorang manusia?! Cepatlah sadar..!"] Dewi Pesona menggeram kala rekan-rekannya sama sekali tidak menanggapi seruannya.


Padahal dengan matanya sendiri.. Dia melihat bagaimana monster laba-laba jelmaan para wanita penghibur ini telah mengalami banyak luka di sekujur tubuh mereka.


Ssssh..!


Bukan hanya mengendalikan pikiran, tetapi Bocah Pengemis Gila juga dapat mengendalikan gerakan tubuh kesembilan monster laba-laba. Dia membuat mereka semua menghirup racun yang menyebar di udara.


["Sudah cukup main-mainnya... Kalian binatang kecil,"] suara pelan Bocah Pengemis Gila disertai dengan perubahan pada matanya yang berkilat merah membuat lawannya tidak lagi berkutik.


!!


Monster ular sehebat Dewi Pesona dapat menjadi mimpi terburuk bagi pendekar dan kultivator tingkat Grand Elder, tetapi tidak untuk Bocah Pengemis Gila.


Baginya, para monster di depannya ini tidak lebih dari sekadar mainan. Lihat saja, hanya menekan sedikit kaki kanannya.. Bocah Pengemis Gila telah mampu menciptakan lima buah serangan yang langsung mengarah ke tubuh monster ular yang mengelilingi Gerbang Dunia Keenam.


BAAAM..!


Tubuh monster itu tertebas menjadi lima bagian. Kulitnya jelas sangat keras, tetapi serangan Bocah Pengemis Gila jauh lebih kuat.


Dialah pendekar berusia paling tua di Benua ini, dan mungkin lebih tua dari pendekar mana pun yang ada di lima benua. Bahkan usia Bocah Pengemis Gila melebihi usia Penatua Da Lin dan Kakek Buta yang pernah ditemui Xiao Shuxiang di alam nirwana.

__ADS_1


Di dunia para Pendekar, terkenal dengan Enam Unsur Tenaga Dalam. Yakni Visi, Suara, Udara, Suhu, Berat, dan yang paling misterius-Mental.


Setiap pendekar umumnya hanya ahli dalam satu unsur Tenaga Dalam, jarang ditemukan pendekar yang menguasai lebih dari satu tenaga. Dan kalau pun ada, mereka akan dianggap sebagai jenius yang hanya muncul satu dalam seratus tahun.


CRAAASH..!


Dewi Pesona terkena serangan pada bagian ekornya, dia lalu membalas serangan monster laba-laba yang dikendalikan ini dan berhasil membunuh dua ekor secara sekaligus.


!!


Sayangnya itu adalah gerakan terakhirnya, karena mulai dari sini.. Pikirannya dengan cepat berhasil dikendalikan oleh Bocah Pengemis Gila. Dewi Pesona dan setiap monster yang ada di ruangan bawah tanah ini.. Tidak mampu lagi melawan.


["Aku sudah memberi kalian kesempatan, tapi kalian sendiri yang tidak mau menggunakannnya dan lebih memilih kematian.."]


Bocah Pengemis Gila menyayangkan tindakan para wanita cantik yang tengah berubah menjadi monster-monster ini.


["... Padahal aku tidak ingin membunuh, namun sepertinya kalian memang tak pantas dibiarkan hidup,"]


Dalam dua gerakan sederhana, Bocah Pengemis Gila mampu membuat sepuluh serangan beruntung dengan tongkat bambu miliknya. Serangan itu melesat dan menebas kuat monster laba-laba termasuk ular hijau jelmaan Dewi Pesona.


CRAASH..!


Tidak ada kulit keras yang bisa menahan serangan itu, kemampuan Bocah Pengemis Gila bahkan belum mencapai setengah dari kekuatan aslinya.


Tidak hanya menguasai Tenaga Dalam Mental, Berat, Udara dan Suara. Tetapi dia juga menguasai Tenaga Dalam Visi dan Suhu.


Tidak ada catatan kuno yang membahas tentang seseorang yang mampu menyeimbangkan keenam jenis Tenaga Dalam, bahkan dalam kisah sejarah sekali pun.


CRAAASH..!


Xiao Shuxiang memperhatikan bagaimana tubuh para monster itu menjadi cincangan daging tanpa bisa membentuk ulang tubuh kembali. Dia menatap punggung Bocah Pengemis Gila dengan tatapan yang sulit diartikan.


?!


Merasa Bocah Pengemis Gila telah selesai dengan urusannya.. Xiao Shuxiang mulai berjalan ke arah temannya itu. Suara dari langkah kakinya membuat Bocah Pengemis Gila tersentak dan seketika berbalik.


?!


Xiao Shuxiang bersuara, "Sepertinya kau habis bermain-main, apa sangat menyenangkan?"


"A.. Wuxian, itu.." Bocah Pengemis Gila sulit mencari kata-kata yang pas. Dia malah kembali tersentak kala mendengar bentakan dari temannya ini karena salah menyebut nama.


Ujung kedua kaki Xiao Shuxiang hampir menyentuh kaki milik Bocah Pengemis Gila. Wajahnya nampak begitu serius dengan tatapan mata tajam seakan-akan telah menangkap basah seorang penjahat.


"Kau..." suara Xiao Shuxiang begitu dingin, "... Siapa kau sebenarnya?"


?!


Penting mengetahui identitas Bocah Pengemis Gila, ini dikarenakan Xiao Shuxiang merasa curiga bahwa orang ini memiliki hubungan dengan Scarlet Bayangan.


Xiao Shuxiang, "Karena Lan Zhi-lah kau bisa bertualang bersamaku. Tapi meski dia tidak mempermasalahkan identitasmu, tetap saja aku lebih mempedulikannya. Jadi siapa kau ini?"


Bocah Pengemis Gila berkedip, dia agak ragu menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang dan sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan, "Jauh lebih baik bila menyegel Gerbang Dunia terlebih dahulu, masalah lain bisa dibicarakan nanti. Ayo lakukan,"


"Kau pikir aku-"


Xiao Shuxiang baru ingin bicara, namun seketika dirinya mendengar suara pakaian yang berkibar, itu rupanya adalah Lan Guan Zhi yang kini telah menapakkan kakinya.


"Saudara Xiao..?!" suara Yi Wen juga terdengar, gadis itu rupanya menyusul mereka bersama dengan Xiao Lu dan Ling Qing Zhu. Pertarungan di atas sepertinya sudah bisa diatasi oleh Jian Guang dan para pendekar Partai Pasak Bumi.


"Bagaimana kondisi kalian berdua? Kalian tidak terluka parah, kan?" Xiao Lu mengkhawatirkan kedua gadis jadi-jadian ini. Syukurlah adiknya dan Bocah Pengemis Gila nampak baik-baik saja.


"Kenapa kalian harus turun semua kemari..? Jian Guang kemungkinan sedang kewalahan sekarang ini," Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Embun Malamnya dan memberikannya satu per-satu pada teman-temannya.

__ADS_1


Racun di tempat ini belum menghilang dengan sempurna, jadi memang sudah sepantasnya Xiao Shuxiang memberikan pil penawar racun terkuat miliknya.


Akibat kedatangan teman-temannya.. Xiao Shuxiang tidak bisa menanyakan identitas Bocah Pengemis Gila sekarang.


Dirinya lalu menghampiri pendekar yang membawa tongkat bambu itu dan kemudian bersuara pelan, namun begitu ketus. "Anggap kau lolos kali ini. Tapi kau tidak akan bisa menghindariku lain kali,"


Xiao Shuxiang berjalan ke arah Gerbang Dunia Keenam dan meninggalkan Bocah Pengemis Gila yang saat ini sedang berusaha menelan ludahnya.


Gerbang Dunia Keenam memiliki tinggi delapan meter dengan warna hitam kemerahan. Gerbang ini sesekali mengeluarkan cahaya merah redup dan terlihat corak lekukan naga yang seperti membuka mulut lebar.


Dia mulai menyegel gerbang keenam, tetapi saat berhasil... Sesuatu tiba-tiba saja terjadi.


!!


Tanah yang mereka pijak dan tanah di atas mereka bergetar. Firasat Xiao Shuxiang dan teman-temannya sekarang adalah... Tanah di atas mereka akan segera runtuh, ini jelas sangat gawat.


Tanpa membuang waktu, Xiao Shuxiang membentuk segel dengan cepat dan seketika itu juga muncul sebuah Cermin Pemindah miliknya. Dia segera menyuruh temannya untuk masuk sebelum tanah benar-benar runtuh.


Yi Wen adalah orang yang lebih dulu melesat ke dalam Cermin Pemindah milik Saudara Xiao-nya, disusul oleh Xiao Lu dan Ling Qing Zhu.


!!


Tanah mulai runtuh, Bocah Pengemis Gila segera berlari masuk dan disusul oleh Lan Guan Zhi serta Xiao Shuxiang. Untunglah mereka semua bisa selamat sebelum runtuhan tanah itu mengarah pada mereka.


.......


.......


........


Kekalahan Tiga Dewi dan runtuhnya ruang bawah tanah memberi perubahan bagi pertarungan para wanita penghibur dengan para pendekar Partai Pasak Bumi. Perubahan ini jelas tidak menguntungkan bagi monster-monster seperti mereka.


Jantung para wanita ini sebenarnya berada di dalam tubuh ular yang menggeliat mengelilingi Gerbang Dunia Keenam sebelumnya. Namun karena Bocah Pengemis Gila berhasil mengalahkan ular tersebut, kekuatan para wanita ini pun kian melemah.


Sementara itu, wanita penghibur yang menghuni dua gedung lainnya nampak berlarian keluar bersama dengan para pelanggan mereka.


Para wanita ini hanyalah manusia biasa, raut wajah mereka ketakutan dan tubuh mereka juga gemetar. Karena kekalahan Tiga Dewi, maka segel penghalang antar satu bangunan ke bangunan lain mulai terlepas.


Ini membuat suara pertarungan seperti debaman keras, teriakan bak milik monster langsung terdengar jelas di telinga para wanita penghibur serta para pelanggan mereka.


Tidak hanya itu, salah satu kejadian membuat mereka terkejut hingga nyaris jantungan. Itu adalah ketika sesuatu tiba-tiba jatuh dari langit dan menghantam tanah begitu keras.


Saat melihatnya, benda tersebut rupanya merupakan seekor laba-laba hitam dengan kepala manusia. Salah satu wanita penghibur berteriak kala mengenali wajah monster laba-laba itu yang mirip dengan seniornya----penghuni Banguan Dewi Merak.


["AAAH...!! Senior...!?"]


Ada lima orang pendekar Partai Pasak Bumi yang segera melesat kala segel penghalang sudah hilang. Mereka ke gedung Dewi Muda dan menginformasikan apa yang sebenarnya terjadi.


Para pendekar tersebut juga meminta agar wanita-wanita penghibur segera meninggalkan bordil ini karena mereka----para pendekar dari Partai Pasak Bumi, akan menghancurkan setiap bangunan di bordil ini sampai menjadi kepingan.


Banyak wanita yang berbondong-bondong keluar dan menyelamatkan diri mereka. Jujur saja, andai mereka tahu tempat ini rupanya dihuni oleh monster pemakan manusia.. Mereka tentunya tidak akan mau diajak bekerja di sini.


Malam itu menjadi sangat panjang dan merupakan kemenangan terbesar bagi Jian Guang dan saudara-saudara seperguruannya. Hanya saja saat fajar tiba... Dia mulai mencari keberadaan Nona Shu Xiang.


Sebelumnya, dialah yang meminta Yi Wen, Xiao Lu dan Ling Qing Zhu untuk menyusul Lan Guan Zhi. Namun tidak mungkin teman-temannya itu tertimbun tanah, ini justru hal yang mustahil.


[".. Tapi aku sama sekali tidak melihat mereka keluar dari bawah tanah. Apa jangan-jangan mereka.."]


Jian Guang segera menepis pemikirannya, dia merasakan sesuatu di dalam dadanya yang mulai tidak enak.


Dirinya sangat mengkhawatirkan Nona Shu Su dan Nona Shu Xiang serta para pendekar asing yang bersama kedua Nona itu. Semoga saja mereka baik-baik saja.


***

__ADS_1


__ADS_2