XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
129 - Informasi Tentang Scarlet Bayangan [Revisi]


__ADS_3

"Ukh! Sa-Saudara Zong, ka-kau memelukku terlalu erat. To-tolong lepaskan..!" wajah Xiao Shuxiang pucat, dia berusaha meminta Zong Ming agar melepaskan pelukannya.


Zong Ming lalu melepaskan Xiao Shuxiang, tidak henti-henti dirinya mengucapkan terima kasih kepada anak berusia 14 tahun tersebut.


Ying Liu juga ikut memeluknya, dia begitu senang karena Zong Ming bisa kembali pulih dan bahkan keadaannya lebih baik dari sebelumnya.


Xiao Shuxiang melirik Jing Mi, Hou Yong, Bao Yu dan Hai Feng. Wajah keempat temannya terlihat gelap, mereka seperti tidak suka jika Ying Liu memeluknya.


Xiao Shuxiang meminta Ying Liu melepaskan pelukannya, dia sudah terlalu sesak terus dipeluk oleh banyak murid Sekte Bambu Perak.


Sambil mengembuskan napas, Xiao Shuxiang mulai bertanya pada Gu Ta Sian. "Sebenarnya apa yang membuat Sekte Bambu Perak bisa di serang seperti ini? Tidak mungkin alasan penyerangan itu hanya karena Lentera Phoenix. Lentera itu walau termasuk pusaka, tetapi jumlahnya lumayan banyak dan tidak termasuk ke dalam pusaka langka."


Salah seorang murid melirik Gu Ta Sian dan kemudian menggelengkan kepala pelan, seakan dia meminta Gu Ta Sian untuk tidak mengatakan apa pun pada orang-orang ini.


Xiao Shuxiang dan Jing Mi menyadari hal itu, mereka lalu memberi pemahaman bahwa jika Sekte Bambu Perak terus diam.. Mereka tidak akan bisa membantu apa-apa.


Xiao Shuxiang, "... Sekte Kupu-Kupu masih baru, sampai sekarang pun.. Sekte kami belum diakui sebagai sekte kecil. Kami tidak ingin menerima risiko untuk membantu sekte yang salah."


"Apa Maksudmu?! Apa Kau Tidak Tahu Bahwa Yang Menyerang Kami Berasal Dari Aliran Hitam, hah?!"


Seorang murid Sekte Bambu Perak merasa geram saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia merasa bahwa seakan anak laki-laki itu mengatakan bahwa sektenya memang pantas untuk dimusnahkan.


Hai Feng, "Tenanglah, Saudara Xiao tidak bermak-"


"Berhenti, Hai Feng. Jika kau marah hanya karena ucapanku barusan, itu artinya sekte kalian memang menyembunyikan sesuatu. Kalaupun kalian tidak mau memberi tahu, itu tidak masalah. Tapi hanya sampai di sini bantuan dari kami.." Xiao Shuxiang berjalan dan meminta teman-temannya untuk ikut, mereka harus segera pulang.


!!


Tindakannya mengejutkan semua orang, Zhi Shu memanggilnya dan berusaha agar Xiao Shuxiang tidak pergi dulu.


"... Kita belum menyelamatkan Kakak Lu Yang Cantik, Sa-Saudara Xiao.."


"Zhi Shu," Xiao Shuxiang menoleh, wajah dan matanya terlihat dingin. "Gadis cerewet adalah tanggung jawab mereka. Bukan tanggung jawabku dan Sekte Kupu-Kupu."


Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa alasan Xiao Lu diculik juga berhubungan dengan sesuatu yang dirahasiakan oleh Sekte Bambu Perak.


"... Jangan pernah menolong orang yang tidak mempercayaimu, Zhi Shu. Ayo pergi..!"


Yi Wen dan Feng Ying mengangguk, mereka berdua berjalan mengikutinya dari belakang. Hai Feng dan Bao Yu menyentuh pelan pundak Ying Liu, keduanya lalu berpamitan.


"Aku minta maaf.."


!!


Jing Mi mengembuskan napas pelan, dia menepuk pelan pundak Zong Ming dan memintanya untuk bersabar. "Aku akan membujuknya agar bisa membantu kalian,"


Zong Ming tersenyum kecut, dia minta maaf karena tidak bisa mengatakan apa pun pada teman-temannya. "Sampaikan permintaan maafku kepada Saudara Xiao. Aku berjanji akan menyelamatkan Saudara Lu.."


Ketika Zong Mi dan Hou Yong mulai akan menyusul teman-temannya, mereka tersentak sebab Xiao Shuxiang, Feng Ying dan Yi Wen berhenti berjalan.


Seorang pria paruh baya yang memiliki postur tubuh dan wajah yang sedikit mirip dengan Yang Shu, nampak berdiri di depan Xiao Shuxiang.


Dia mengusap-usap kumis tebal nan hitamnya dan tersenyum tipis kepada Xiao Shuxiang.


Gu Ta Sian, Zong Ming, Ying Liu, dan seluruh murid Sekte Bambu Perak memberi hormat kepada pria tersebut sambil menyerukan namanya.


Xiao Shuxiang dan saudara-saudaranya baru mengetahui bahwa pria paruh baya di depan mereka ini adalah Patriarch Sekte Bambu Perak, Yang Fu.


"Aku merasa tidak asing dengannya, entah kenapa aku jadi teringat dengan guru.." Yi Wen memperhatikan dengan jelas wajah pria paruh baya di depannya ini.


"Aku juga merasa begitu.." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya,


"Aku takut dengan kumisnya.." Feng Ying menunduk dan merangkul lengan Xiao Shuxiang, dia gugup karena pria di depannya terlihat garang dengan kumis yang begitu tebal.


Patriarch Sekte Bambu Perak memberi hormat kepada Xiao Shuxiang dan teman-temannya hingga membuat Jing Mi, Yi Wen, serta saudaranya yang lain kecuali Xiao Shuxiang tersentak sekaligus gugup. Mereka langsung membalas hormat Patriarch, namun tidak dengan Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao, jangan bertindak tidak sopan.." Yi Wen dan Feng Ying menyenggol Xiao Shuxiang dan memintanya untuk membalas hormat dari Patriarch Sekte Bambu Perak.

__ADS_1


Sambil berdecak kesal dan dengan ogah-ogahan akhirnya Xiao Shuxiang pun juga ikut melakukannya, walau dalam hati dia sangat tidak ikhlas.


Patriarch Sekte Bambu Perak meminta maaf atas ketidaknyaman yang dirasakan oleh Xiao Shuxiang dan kedelapan temannya, padahal mereka sudah datang jauh-jauh tetapi malah diperlakukan seperti ini.


Dia lalu mengajak Xiao Shuxiang dan yang lainnya ke salah satu gubuk, di dalamnya ternyata telah ada Grand Elder serta seorang lagi Patriarch Sekte Bambu Perak.


Grand Elder Sekte Bambu Perak rupanya sedang terluka parah, dia terbaring dengan wajah yang biru pucat.. Sepertinya dia terkena racun reaksi lambat.


Patriarch Sekte Bambu Perak yang lain juga terlihat terluka, warna wajahnya sama dengan Grand Elder.. Namun dirinya masih bisa untuk berdiri ataupun berjalan.


Grand Elder Sekte Bambu Perak tersenyum ke arah Xiao Shuxiang dan kedelapan temannya, dia berusaha untuk bangun namun segera di tahan oleh Jing Mi dan Hai Feng.


"Anda berbaring saja, jangan memaksakan diri.." Jing Mi menoleh ke arah Xiao Shuxiang, dia meminta agar saudaranya menyembuhkan Grand Elder secepatnya. Dia sangat takut melihat wajah kesakitan Grand Elder Sekte Bambu Perak ini.


Dengan suara pelan dan sedikit terbata, Grand Elder Sekte Bambu Perak mengatakan bahwa racun yang ada padanya tidak bisa disembuhkan, dia juga berterima kasih karena anak-anak ini sudah mau menolongnya.


Xiao Shuxiang menggeleng, dia mengatakan akan mencoba memeriksa Grand Elder Sekte Bambu Perak terlebih dahulu, baru setelah itu bisa dilihat.. Apakah dia bisa membuat penawar racunnya atau tidak.


Cara pemeriksaan Xiao Shuxiang sama seperti tabib biasa pada umumnya, dia memeriksa denyut nadi, mata dan juga menekan pelan leher Grand Elder Sekte Bambu Perak. Setelahnya, Xiao Shuxiang mengambil sedikit darah Grand Elder untuk dicium.


"Aromanya manis, tapi racun yang digunakan berbeda.. Aku merasa seperti sedang berjalan masuk ke dalam bahaya.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia kemudian meminta Patriarch Sekte Bambu Perak di sampingnya untuk menyodorkan tangan kanannya.


"Aku juga akan memeriksa Anda,"


Tidak ada keraguan dari Patriarch Sekte Bambu Perak saat melihat Xiao Shuxiang. Keadaan ini cukup aneh, dia merasa Xiao Shuxiang bukanlah seorang anak-anak.


Xiao Shuxiang kembali menghela napas pelan, dia juga memeriksa keadaan Kakek Berkumis Tebal dan kemudian pamit untuk menyiapkan obatnya.


!!


Kedua Patriarch Sekte Bambu Perak tersentak, apa mereka tidak salah dengar? Membuat obatnya?!


Yang Fu sudah berkeliling jauh untuk meminta bantuan, berbagai tabib sudah dibawa ke tempat ini untuk memeriksa kondisi Grand Elder Sekte Bambu Perak, namun mereka semua menyerah dan berkata tidak sanggup membuat penawarnya.


Salah satu tabib mengatakan bahwa penawar racun tersebut berasal dari tanaman herbal berusia seribu tahun, dirinya pun tidak yakin bisa menemukan tanaman herbal dengan usia yang setua itu.


Yang tersisa dari sekte mereka hanyalah nyawa 20 orang murid serta pedang patah dan juga tua. Mendengar bahwa Xiao Shuxiang akan membuat penawarnya, terasa seperti khayalan saja.


Sambil menunggu Xiao Shuxiang kembali, Jing Mi bertanya apakah tidak ada sekte yang mau memberikan bantuan? Karena dia merasa bahwa Sekte Bambu Perak pasti memiliki relasi dengan sekte-sekte yang lain.


Sayangnya, Jing Mi mendengar bahwa bantuan yang diberikan sekte lain hanya berupa pakaian dan juga makanan. Mereka tidak bisa membantu dalam hal membalas dendam.


"Kalau masalah itu, sudah kami atasi. Sekte Serigala Iblis telah kehilangan sebagian besar murid-muridnya..!" Yi Wen mengatakan mereka bersembilan datang menyerang markas Sekte Serigala Iblis sebelum ke tempat ini.


!!


Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak terkejut. Mustahil anak-anak ini menyerang Sekte Serigala Iblis hanya bersembilan dan dengan praktik yang belum seberapa. Bahkan anak yang praktiknya lebih tinggi hanyalah Jing Mi.


Belum sempat mereka berbicara kembali, Xiao Shuxiang datang dengan membawa dua gelas yang terbuat dari bambu. Dia memberikannya satu kepada salah satu patriarch dan satunya lagi untuk diminumkan kepada GrandElder.


Saat patriarch meminumnya, dia merasakan cairan berwarna hijau tersebut manis dan pahit secara bersamaan. Dia lalu memberikan setengah gelas kepada rekan sesama Patriarch-nya.


Butuh waktu sekitar lima menit agar khasiat obat racikan Xiao Shuxiang bisa terlihat. Sebenarnya, dia dapat memberi mereka pil yang dapat langsung bekerja hanya dalam tiga tarikan napas, tetapi dia tidak mau melakukannya.


"... Racikan ini harus di minum setiap dua hari sekali. Tanaman herbal yang kugunakan lumayan mahal, jadi.." Xiao Shuxiang menggantung ucapannya, dia lalu mengusap-usap dagunya sambil menatap kedua Patriarch Sekte Bambu Perak.


!!


Yang Fu tersedak, namun dia tidak dapat mengeluarkan kembali racikan obat yang telah diminumnya. Andai dia tahu anak ini punya otak bisnis, tidak mungkin dirinya meminum racikan tadi.


Jing Mi dan Hou Yong juga terkejut, mereka tidak pernah melihat sisi lain Xiao Shuxiang. Apalagi saat saudaranya membicarakan harga satu tanaman herbal miliknya.


"Saudara Xiao, apa kau tidak bisa membicarakan itu lain kali. Sekte mereka sedang terkena musibah, tolonglah tanpa meminta imbalan.." Hai Feng bersuara pelan di telinga Xiao Shuxiang, namun saudaranya malah berkata,


"Kau pikir aku mendapatkan tanaman herbal itu secara gratis..? Butuh tenaga dan proses yang panjang untuk bisa meracik satu obat, perlu kau tahu itu.."

__ADS_1


"Tapi-" Hai Feng ingin bicara lagi, namun Xiao Shuxiang segera membekap mulutnya dengan tiga jari dan meminta Hai Feng untuk berhenti bicara.


"Jadi, mari kita menghitung. Pertama, kami membantu kalian menyerang Sekte Serigala Iblis. Kedua, aku membuat pil untuk menyembuhkan Saudara Zong. Ketiga, aku meracik obat untuk kalian, Ehm.. harga satu tanaman herbalku kira-kira sebanyak-"


"Sa-Saudara Xiao, jangan begitu.."


Jing Mi dibantu oleh Hou Yong, dan Zhi Shu mencoba membuat Xiao Shuxiang berhenti untuk membahas mengenai bayarannya, mereka merasa tidak enak dengan Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak.


Ketiga orang tua ini walau terkejut, namun mereka sama sekali tidak marah. Yang Fu bahkan menahan tawanya.


Dia mendengar cerita dari Gu Ta Sian tentang keadaan kakaknya yang ternyata telah memiliki dua orang cucu bermarga Xiao. Salah satunya adalah Xiao Lu dan satunya lagi adalah Xiao Shuxiang.


Melihat anak laki-laki berusia 14 tahun ini, membuat Yang Fu teringat dengan kakaknya, Yang Shu. "Sifat perhitungan mereka sama.."


"Tuan Muda, kami berterima kasih atas pertolonganmu. Tapi untuk sekarang, kami tidak bisa membayarnya.." Yang Fu tersenyum ramah dan berbicara sopan pada Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang membalas senyuman Yang Fu, dia memang sedang bercanda sekarang. Hanya saja teman-temannya tidak mengetahui hal itu.


"Baiklah, aku bisa mengurangi sedikit harganya jika Anda dengan senang hati menceritakan sebab sekte kalian di serang."


Yang Fu melirik GrandElder Sekte Bambu Perak, melihat Grand Elder mengangguk.. Dia pun mulai menceritakan alasan dibalik penyerangan sekte mereka.


Yang Fu mengatakan bahwa serangan pada sekte mereka berhubungan dengan Lentera Phoenix dan pegangan Pedang Bintang Malam. Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang terlonjat kaget.


Xiao Shuxiang tidak menyangka bahwa pegangan dari pedangnya tidak hancur karena ledakan akibat jurusnya. Dia mendesak Yang Fu agar memberitahu letak pegangan Pedang Bintang Malamnya.


Yang Fu merasa heran dengan anak laki-laki tersebut, walau namanya sama dengan Sang Bintang Penghancur.. Namun seharusnya anak ini tidak perlu terlalu heboh.


"Benda itu sudah dibawa pergi oleh Scarlet Bayangan,"


"APA?! Kenapa Kalian Memberikannya Begitu Saja?! Harusnya Tahan Mereka..!"


Xiao Shuxiang tidak tahu siapa Scarlet Bayangan ini, tetapi dia merasa risau karena pegangan dari Pedang Bintang Malamnya berada di tangan mereka.


Meski hanya sebuah pegangan pedang, tetapi tetap saja itu Senjata Pusaka Langit. Kekuatannya walau telah berkurang banyak, namun masih bisa dipakai untuk membuat kekacauan.


"Tidak bisa dibiarkan..! Yang harusnya memporak-porandakan Benua ini hanya aku, Xiao Shuxiang..!!" Xiao Shuxiang berdiri dan berniat untuk mencari markas Scarlet Bayangan, namun dirinya ditahan oleh Jing Mi dan teman-temannya yang lain.


Mereka tidak ingin Xiao Shuxiang bertindak gegabah. "Tenanglah, Saudaraku..! Kau harus tenang..!"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia hampir lupa dengan pesan Shouxing padanya. Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak cukup kaget saat mendengar Xiao Shuxiang ingin memporak-porandakan Benua Timur, ada yang salah dengan otak anak ini!?


Yi Wen menjelaskan bahwa saudaranya tersebut sangat mengagumi Sang Bintang Penghancur. Mendengar itu, Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak menggeleng pelan.


Mereka sangat paham dengan masalah tersebut, sebab di sekte mereka sendiri.. Beberapa anak juga mengagumi Sang Bintang Penghancur dan bermimpi bisa seperti dirinya.


Xiao Shuxiang akhirnya berhasil ditenangkan, dia kembali duduk dan bertanya letak markas Scarlet Bayangan.


Grand Elder Sekte Bambu Perak yang wajahnya sudah tidak biru pucat lagi, mulai mengatakan bahwa Scarlet Bayangan disebut sebagai Sekte Aliran Bebas.


Perbedaan dengan ketiga Aliran berada pada letak markasnya. Scarlet Bayangan tidak memiliki markas yang tetap, mereka selalu berpindah-pindah tempat.


Sepak terjang mereka tersembunyi dan membantu siapa pun sekte yang bersedia membayar mahal, tujuan sekte mereka didirikan tidak diketahui, dan tidak banyak informasi yang beredar tentang Scarlet Bayangan.


"... Jumlah murid, kekayaan, dan hal lainnya sangat misterius. Satu-satunya yang bisa dijadikan petunjuk adalah kultivator Scarlet Bayangan memakai topeng penangkal berbentuk hewan."


Xiao Shuxiang baru mengetahui ada sekte Aliran Bebas. Tetapi apapun itu, sekte yang tidak diketahui jumlah dan tingkat kekuatannya akan sangat berbahaya.


"Lalu, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?"


Di saat Xiao Shuxiang dan kedelapan temannya sedang berbicara dengan Grand Elder serta kedua Patriarch Sekte Bambu Perak, di tempat lain.. Tepatnya di Sekte Serigala Iblis.. Sim Hi Ji dan tiga orang muridnya begitu terkejut melihat keadaan sekte mereka.


Ada sebuah lukisan kupu-kupu yang ternyata terbuat dari darah dan potongan tubuh manusia. Begitu jelas terlihat jika ditatap dari atas, sangat mengerikan..!


Bangunan di Sekte Serigala Iblis sebagian rusak parah, banyak pohon tumbang dengan bekas sayatan pedang pada batangnya, mayat-mayat berceceran tidak berbentuk.


Sim Hi Ji dan ketiga muridnya sangat tidak percaya dengan kejadian ini. Dilihat dari bekas pertarungan dan lukisan yang ditinggalkan oleh penyerang sekte mereka, Sim Hi Ji tahu bahwa itu berasal dari Sekte Kupu-Kupu.

__ADS_1


"Aku sudah salah menilai mereka.."


***


__ADS_2