XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
98 - Lan Xiao [Revisi]


__ADS_3

Yang dilihat Xiao Shuxiang ternyata adalah Lan Guan Zhi dan Dai Chen. Mereka berdua berjalan bersama menuju ke arahnya dan Wen Tian.


"Hmph, sepertinya kita bertemu lagi... Dai Chen?" Xiao Shuxiang menatap sinis ke arah Dai Chen, dia sangat tidak suka karena anak inilah yang membuatnya berurusan dengan Patriarch Ketiga.


"Hmph, rupanya kepalamu masih ada di tempat yang seharusnya. Sangat tidak terduga," Dai Chen juga tidak kalah sinisnya dari Xiao Shuxiang, dia bahkan secara terang-terangan memprovokasi Xiao Shuxiang agar menyerangnya.


Dan ternyata, Xiao Shuxiang benar-benar menyerangnya. Dai Chen langsung melompat dan mendarat tepat di dekat Wen Tian, sementara Xiao Shuxiang berada di samping Lan Guan Zhi.


"Aku harus membalas hutangku padamu, Dai Chen!" Xiao Shuxiang mulai mengumpulkan Qi di kepalan tangannya, dia berniat menyerang Dai Chen kembali, namun seketika dirinya ditahan oleh Lan Guan Zhi.


Tepat saat Lan Guan Zhi memegang tangan Xiao Shuxiang untuk menahannya, tembok di samping mereka tiba-tiba meledak. Keadaan ini membuat Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Dai Chen dan Wen Tian dengan cepat melompat mundur.


Tembok di samping mereka runtuh, memisahkan Xiao Shuxiang dan Dai Chen dengan pasangan kelompok mereka masing-masing.


"Reruntuhan ini tidak akan menghalangiku..!"


"Jangan lakukan." Lan Guan Zhi memegang pundak Xiao Shuxiang dan kemudian menyeretnya untuk berjalan pergi.


"Lan Guan Zhi, tunggu dulu! Aku belum membalas perbuatan Dai Chen! Lan Guan Zhi, Lan Zhi!"


Meski meminta Lan Guan Zhi untuk melepaskannya, nyatanya Xiao Shuxiang tidak berniat memberontak sama sekali. Dia hanya ikut saja saat Lan Guan Zhi menyeret dirinya menjauh.


Wen Tian akhirnya malah bersama dengan Dai Chen. Dia sedikit lega karena bisa menjauh dari Xiao Shuxiang, namun kelegaannya tidak berlangsung lama saat dia memperhatikan Dai Chen yang ternyata memiliki hati pendendam.


"Hati yang pendendam sangat rentang menyerang orang lain, aku bisa mati jika sampai menyinggungnya."


Wen Tian mengusap keringat dinginnya, dia bernapas pelan-pelan karena khawatir Dai Chen menyerangnya.


Berbeda dengan Wen Tian yang harus berjalan penuh rasa canggung bersama Dai Chen, Xiao Shuxiang malah terlihat menikmati perjalanannya dan seakan lupa bahwa dirinya tadi hampir saja bertarung.


Xiao Shuxiang banyak melemparkan pertanyaan kepada Lan Guan Zhi. Sayangnya, anak berpakaian putih dengan corak aliran air itu sama sekali tidak memberi jawaban.


"Lan Guan Zhi, cobalah bicara padaku. Apa kau tidak tahu rasanya mengoceh dan tidak diperhatikan? Aku seperti bicara sendirian, kau tahu?"


"Berisik,"


Xiao Shuxiang menepuk jidatnya, dia lalu melihat Lan Guan Zhi yang hanya memasang wajah datar sambil berjalan dengan kewibawaan tinggi.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan sedikit mengelus dadanya. Bagaimana mungkin anak laki-laki ini memiliki pesona keagungan begitu pekat di usia yang masih sangat muda?


"Hei, Nak. Kau memang memiliki aura seorang pemimpin, tapi tidak baik jika kau melupakan identitasmu sebagai anak kecil. Kau lihat aku, meski sebenarnya usiaku sudah tua... nyatanya aku masih memiliki jiwa muda yang benar-benar muda. Xiao Shuxiang sangat berbakat untuk menyesuaikan diri.."


Lan Guan Zhi menggeleng saat mendengar ocehan Xiao Shuxiang yang sudah ke mana-mana. Dia tidak menyadari bahwa Xiao Shuxiang sedang menceritakan tentang kehidupan pertamanya sebagai Sang Bintang Penghancur.


Menurut Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang terlalu mendalami sejarah dan seakan merasa bahwa dirinyalah yang berperan sebagai Sang Bintang Penghancur itu sendiri.


"... Aku saja yang selalu tersenyum ramah pada orang lain begitu ditakuti, apalagi jika memasang wajah papan datar sepertimu. Pasti mereka akan mencari lubang untuk bersembunyi dari Xiao Shuxiang."


?!


Xiao Shuxiang bisa melihat sebuah ruangan di depan mereka. Segera dirinya berseru dan mengajak Lan Guan Zhi untuk ke sana.


Saat berada di dalam ruangan tersebut, Xiao Shuxiang melihat beberapa bebatuan tanpa harta sedikit pun. Dia pun memanyunkan bibirnya dan menggerutu karena tidak mendapatkan apa-apa.


Lan Guan Zhi berkeliling dan melihat-lihat isi ruangan yang penuh bebatuan ini. Dia juga memperhatikan Xiao Shuxiang yang seperti sedang mencari sesuatu.


"Sektemu pelit sekali, demonic beast banyak... tetapi hartanya sedikit." Xiao Shuxiang hanya mendapat dua koin emas yang terselip di antara bebatuan.

__ADS_1


Saat sedang mengais-ngais bebatuan, seketika mata Xiao Shuxiang membulat. Dia melihat sesuatu yang tersembunyi. Dengan semangat dia menggali sambil meminta Lan Guan Zhi untuk membantunya.


"Ayo cepat bantu aku..!"


Lan Guan Zhi mendekati Xiao Shuxiang dan ikut berjongkok di dekatnya. Dia lalu membantu anak laki-laki itu memindahkan bebatuan kecil yang menutupi batu lain berwarna putih kebiruan.


Batu itu semakin jelas terlihat, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi saling berpandangan karena merasa batu tersebut aneh. Begitu keduanya menggali lebih dalam, bisa terlihat bahwa yang disangka batu putih kebiruan tersebut nyatanya adalah sebuah telur berukuran sebesar guci sedang, bentuknya pun bulat sempurna.


"Ini telur apa?" Xiao Shuxiang mengetuk-ngetuk sedikit telur di depannya, terasa sangat keras dan dingin.


Xiao Shuxiang tidak pernah melihat telur semacam ini sebelumnya. Entah kenapa dia malah menempelkan telinganya pada telur tersebut.


krak


!!


Xiao Shuxiang mendadak tersentak, dia mendengar seperti suara retakan. Lan Guan Zhi langsung menarik pedangnya sambil menatap waspada ke arah telur putih kebiruan tersebut.


krak


krak


Xiao Shuxiang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya, dia malah terlihat penasaran dengan isi telur yang menurutnya akan menetas. Perlahan, retakannya semakin meluas dan mulai ada suara aneh yang terdengar.


rrrrao


Xiao Shuxiang tidak sadar membuka mulutnya saat melihat bayi hewan berbulu putih dengan pola lingkaran kecil berwarna biru menyala di sekitaran wajah dan dahinya.


"I-ini..."


Bayi hewan tersebut mulai membuka mata perlahan, warna matanya yang awalnya putih bersinar menjadi berwarna biru kehitaman. Orang pertama yang dilihatnya adalah Xiao Shuxiang, seketika dia mengeluarkan geraman kecil.


Lan Guan Zhi menyarungkan kembali pedangnya ketika tidak merasakan ada bahaya yang mengancam, dia juga ikut memperhatikan bayi hewan tersebut.


"Hn, harimau... bulan."


!!


Xiao Shuxiang terkejut mendengar ucapan Lan Guan Zhi. Dia tahu bahwa Harimau Bulan adalah Demonic Beast yang sudah punah akibat banyak diburu oleh kultivator karena energi kehidupannya.


"Bagaimana Harimau Bulan bisa muncul di tempat ini..? Lupakan saja! Yang penting kita mendapatkan hal tidak terduga..!." Xiao Shuxiang begitu senang, dia perlahan menggendong bayi Harimau Bulan yang bulunya masih basah.


rrrrao


Bayi Harimau Bulan menatap Xiao Shuxiang, dia kemudian mengeluarkan suara seperti dengkuran saat Xiao Shuxiang menyentuh-nyentuh wajahnya dengan jari telunjuk.


"Lan Zhi, kita harus merawatnya..! Harimau ini akan menjadi tunggangan yang luar biasa ketika sudah besar. Benar, kan?" Xiao Shuxiang terlihat begitu senang dan mulai mengajak Harimau Bulan untuk bicara.


Gruruuu mm nyawn


"Kau manis sekali~ Bulumu basah, biar kukeringkan. ~lucunya.." Xiao Shuxiang tidak memperhatikan Lan Guan Zhi yang saat ini sedang menatap dirinya, Xiao Shuxiang hanya fokus kepada Harimau Bulan yang ada digendongannya.


"Lan Zhi, beri dia nama. Dia akan menjadi keluargamu mulai sekarang.."


Xiao Shuxiang memainkan telinga kecil Harimau Bulan, senyum tidak pernah lepas dari wajahnya. Baru pertama kali ini dia melihat Demonic Beast lahir, apalagi Harimau Bulan ternyata lahir dari telur. Itu sangat tidak terduga.


Lan Guan Zhi ikut menyentuh Harimau Bulan, dia bisa melihat mata bayi hewan tersebut dan wajahnya yang terlihat senang digendong.

__ADS_1


"Hmm, namanya..."


Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi, dia menunggu. Saat anak itu memberitahukannya, Xiao Shuxiang langsung memujinya karena memberi nama yang bagus. Dia kemudian mengajak Lan Guan Zhi keluar dari gua ini dan mencarikan makanan untuk bayi Harimau Bulan.


Saat sampai di luar gua, semua perhatian tertuju pada Xiao Shuxiang yang nampak menggendong sesuatu. Cara menggendongnya mirip sekali dengan ibu yang menggendong anaknya, apalagi senyumannya masih belum menghilang juga.


"Saudara Xiao, apa yang kau bawa itu?" Jing Mi dan Hou Yong begitu penasaran.


"Aku menemukan bayi harimau. Lihat, lihat..! Dia manis sekali, bukan? Kalian harus memanggilnya Lan Xiao..."


Jing Mi, "Saudaraku, apa kau melahirkan?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat mendengar pertanyaan aneh Jing Mi, "Tentu saja bukan. Apa kau tidak waras? Bagaimana mungkin aku melahirkan seekor harimau?!"


Jing Mi dan Hou Yong malah tertawa dan terus menggoda Xiao Shuxiang. Tindakan mereka mengundang Xiao Lu dan yang lainnya untuk bergabung.


Jing Mi, "Saudara Xiao, kau tidak perlu menjelaskan apa pun. Kami sangat mengerti, ha ha ha."


Hou Yong, "Jadi ini anakmu dengan Tuan Muda Lan..? Waah kau mendahului kami, Saudaraku..!"


Xiao Shuxiang, "Hou Yong, kau sepertinya belum pernah merasakan tamparan di bokong, ya? Ingin ku-"


!!


Ucapan Xiao Shuxiang mendadak terpotong ketika Yi Wen langsung merebut bayi Harimau Bulannya. Yi Wen begitu gemas melihat bayi hewan tersebut, Ro Wei dan Zhi Shu juga tidak kalah senangnya.


nyaan nyawn


Yi Wen, "Sepertinya dia lapar, ayo temui bibi Nian dan minta dia membuatkan susu..!"


Ro Wei dan Zhi Shu mengangguk senang, mereka bahkan langsung berjalan pergi membawa bayi Harimau Bulan ke Balai Peristirahatan.


"Ayo, Saudara Xiao! Kau juga harus ikut..!" Bao Yu dan Hai Feng mengajak Xiao Shuxiang untuk menyusul teman-temannya.


"Tuan Muda Lan, kau juga. Mulai sekarang kau adalah adik iparku..!" Xiao Lu merangkul lengan Lan Guan Zhi dan menariknya untuk mengikuti saudara seperguruannya yang lain.


Lan Guan Zhi sendiri tidak mengerti maksud ucapan Xiao Lu. Dia tetap berekspresi tenang sampai di Balai Peristirahatan.


Nenek Nian begitu terkejut ketika kedatangan tamu seekor bayi harimau, apalagi itu adalah Harimau Bulan yang melegenda. Tidak disangka, Sekte Pedang Langit memiliki telur Demonic Beast tersebut.


Berita tentang kemunculan Harimau Bulan segera menyebar. Rapat para guru Sekte Pedang Langit mulai terjadi di Pagoda Tingkat Sembilan. Mereka membahas tentang perlindungan bayi Harimau Bulan jika ada yang berani menyerang mereka.


Meski Sekte Pedang Langit begitu terkenal dan dihormati, namun bukan berarti sekte mereka aman dari serangan sekte lain. Apalagi sekarang terdengar kabar bahwa ada kelompok kultivator yang menyebut dirinya berasal dari Aliran Sesat dan Aliran Bebas.


Sangat sulit membedakan kedua Aliran ini, dan bahaya apa yang mereka bawa. Satu hal yang pasti, Aliran Bebas dan Aliran Sesat tidak akan mungkin hormat kepada sekte apa pun.


Lan Gaozu, "Pelatihan Etika sebentar lagi akan berakhir, dan murid-murid dari sekte Tiga Aliran harus pergi. Sangat memungkinkan mereka memberi tahu Grand Elder masing-masing tentang kehadiran Harimau Bulan di sini."


"Kita harus melakukan sesuatu, Patriarch..!"


Patriarch Lan sejenak berpikir, benar ucapan dari Lan Gaozu serta guru-guru yang lain. Adanya Harimau Bulan di Sekte Pedang Langit akan mengundang musuh datang kemari.


"Memperpanjang Pelatihan Etika juga tidak baik. Itu akan mencurigakan, hal yang perlu kita lakukan adalah mulai bersiap untuk kemungkinan terburuknya. Tidak ada jalan meminta bantuan Aliran Netral yang lain, karena mereka pasti menginginkan bayi harimau itu juga."


Patriarch Lan menutup rapat setelah mengatakan kepada para guru untuk berbagi tugas menyusun kekuatan dan mempersiapkan diri mulai sekarang.

__ADS_1


***


__ADS_2