XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
77 - Bangunan Empat Arah [Revisi]


__ADS_3

Setelah Yang Shu dan murid-muridnya selesai melakukan Pembersihan Iblis Hati, mereka kemudian mulai diajak untuk pergi ke sebuah bangunan bernama, 'Empat Arah'.


Bangunan inilah yang menjadi pusat pendaftaran dan pengambilan misi bagi kultivator Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang dan teman-temannya terlihat sedang mengantri untuk mendaftarkan nama mereka. Yi Wen, yang berada di depan sekali mulai menjawab pertanyaan dari salah satu murid Sekte Pedang Langit yang sedang menulis.


Setelah murid tersebut mencatat namanya, dia mulai memberikan sebuah token yang terbuat dari giok putih. Token inilah yang menjadi identitas bahwa Yi Wen sekarang adalah bagian dari Sekte Pedang Langit.


"Jaga itu baik-baik, jangan dihilangkan."


Yi Wen mengangguk dan mulai melangkah menuju tempat di mana Yang Shu berdiri.


Murid Sekte Pedang Langit kemudian bertanya kepada anak di belakang Yi Wen tadi, kali ini giliran Bao Yu.


Xiao Shuxiang yang berada di urutan ke-enam sudah tidak sabar untuk segera menyelesaikan ini semua secepatnya. Dia kemudian mulai menerobos antrian, namun segera ditahan dan ditarik oleh Jing Mi.


"Saudara Xiao, kau harus mengikuti peraturan. Jangan asal menerobos seperti ini,"


"Aku tidak mau mengantri Saudara Jing, karena terlalu lama..!"


Xiao Shuxiang tetap ingin menerobos, namun Jing Mi mulai dibantu oleh Hou Yong saat Xiao Shuxiang berada di sampingnya.


"Eiit! Jangan mendahului begitu, Saudara Xiao. Kembali ke tempatmu," ucap Hou Yong sambil memegang pundak kiri Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao, sesama laki-laki tidak boleh saling mendahului. Cepatlah kembali ke tempatmu.." Jing Mi dan Hou Yong terus membujuk Xiao Shuxiang untuk kembali ke tempatnya berdiri tadi, ini membuat Xiao Shuxiang berdecak kesal.


"Tsk, aturan dari mana itu..! Baiklah, baiklah." Xiao Shuxiang akhirnya menyerah, dia mulai berbalik dan kembali berdiri di belakang Jing Mi.


Satu per-satu murid Sekte Kupu-Kupu mendapatkan token mereka masing-masing. Xiao Shuxiang sudah melangkah sebanyak tiga kali ke depan, saat dia merasakan ada sesuatu yang menabrak-nabrak bokongnya.


Xiao Shuxiang berbalik dan menoleh, dia bisa melihat Feng Ying menyundul-nyundul bokongnya dengan wajah dan tatapan mata yang polos.


"Kau ini kenapa?" dia tentu saja merasa heran dengan tingkah aneh Feng Ying.


Mendengar pertanyaan dari Xiao Shuxiang, Feng Ying mulai mendongakkan kepalanya sambil mengeluarkan suara yang pelan namun membuat bibir atas Xiao Shuxiang berkedut.


"Lapar…"


"Kau lapar, tapi jangan menyundulku. Menjauh sedikit," Xiao Shuxiang mendorong Feng Ying pelan dan kemudian mulai membalikkan tubuhnya menghadap punggung Jing Mi.


Feng Ying lagi-lagi menyundul Xiao Shuxiang, beberapa kali dia menggumamkan kata-kata yang aneh, dan ini membuat Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman.


"Saudara Jing, ayo bertukar denganku. Aku tidak mau berada di belakangmu," Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung Jing Mi.


"Saudara Xiao, kau harus menunggu giliranmu sendiri. Aku tidak mungkin menyerahkan tempatku, tidak mau."


Xiao Shuxiang mencubit pelan tengkuk Jing Mi, "Feng Ying bertingkah aneh di belakangku dan itu membuatku tidak nyaman. Saudara Jing, kau ini tega sekali padaku. Apa begini caramu memperlakukan saudaramu sendiri, huh?"


Jing Mi mengerucutkan bibirnya saat Xiao Shuxiang mulai melontarkan gerutuan yang menurutnya sangat mirip dengan Xiao Lu ketika sedang merajuk.


"Haah… mereka mirip sekali.."


Jing Mi kemudian mulai berbalik, dia cukup tersentak sebab Feng Ying benar-benar terlihat lapar.


Wajah Feng Ying polos, tatapan matanya seperti orang yang sedang melamun, namun beberapa kali berubah seperti mata ikan mati. Dan karena itulah Xiao Shuxiang menjadi tidak nyaman karenanya.


Jing Mi akhirnya mengizinkan Xiao Shuxiang untuk mengambil tempatnya, namun Feng Ying tiba-tiba berjalan mengikuti Xiao Shuxiang, seakan-akan mengekor padanya.

__ADS_1


"Ying'Er, kau di belakangku saja.." Jing Mi menghentikan Feng Ying dan memintanya untuk berdiri di belakangnya kembali.


Feng Ying hanya menurut, meski sebenarnya dia sangat keberatan. Pipinya terlihat menggelembung, dia menatap Xiao Shuxiang dengan tatapan yang aneh. Tindakannya, membuat Xiao Shuxiang secara tidak sadar menelan ludah.


"Dia anak yang berbahaya.." Xiao Shuxiang mengelus pelan dadanya sambil mulai menunggu giliran.


Murid Sekte Pedang Langit meski melihat ada sedikit perdebatan kecil pada anak-anak di depannya, namun dia sama sekali tidak ambil pusing. Seolah kejadian seperti ini memang biasa terjadi.


"Berikutnya?" Murid Sekte Pedang Langit memanggil anak lain di depannya.


"Berikutnya?"


"Di bawah sini,"


!


Murid Sekte Pedang Langit sedikit tersentak saat sebuah tangan menggapai-gapai dan menepuk pinggiran meja di depannya.


Murid Sekte Pedang Langit berdiri sedikit dari tempat duduknya dan melihat ke bawah, dia bisa melihat seorang anak laki-laki yang ternyata adalah Hou Yong.


"Berapa usiamu?" Murid Sekte Pedang Langit kembali duduk dan mulai mencatat nama serta menanyakan usia Hou Yong.


"Delapan tahun,"


"Hm, kau lebih pendek daripada anak perempuan yang ada di sana," Murid Sekte Pedang Langit menggunakan tatapannya untuk menunjuk Yi Wen yang terlihat sedang berdiri di sebelah Yang Shu.


"Suatu hari, aku akan lebih tinggi darinya..!" Hou Yong sebenarnya selalu bertanya-tanya mengenai hal ini.


Dia dan Yi Wen sama-sama berusia delapan tahun, tetapi anak gadis itu lebih tinggi dari dirinya. Padahal makanan yang dia dan Yi Wen konsumsi sama.


"Itu hal teraneh yang dimiliki anak perempuan.."


Murid Sekte Pedang Langit kemudian memanggil anak berikutnya, kali ini giliran Xiao Shuxiang.


"Saudara Jing, kau gendong aku." Xiao Shuxiang meminta Jing Mi yang berdiri di belakangnya untuk menggendongnya, dia tidak ingin mendongakkan wajahnya kepada Murid Sekte Pedang Langit.


Jing Mi tentu saja merasa heran, dia bingung dengan permintaan Xiao Shuxiang yang terkesan aneh. Namun Xiao Shuxiang kembali memintanya, dan itu membuat Jing Mi akhirnya menurut.


Murid Sekte Pedang Langit menggeleng, dia merasa bahwa ada-ada saja tingkah murid-murid Sekte Kupu-Kupu di depannya ini.


"Nama?"


"Xiao Shuxiang"


!!


Murid-Murid Sekte Pedang Langit yang mendengar Xiao Shuxiang menyebut namanya, menjadi tersentak dan seketika langsung menoleh ke arahnya.


"Kau sebutkan namamu lagi?" murid Sekte Pedang Langit ingin menyakinkan dirinya mengenai yang didengarnya barusan.


Xiao Shuxiang tersenyum tipis dan kemudian mengatakan namanya sekali lagi sambil memberi penekanan.


Murid-murid Sekte Pedang Langit secara bersamaan menggeleng sambil mengembuskan napas pelan, beberapa dari mereka mengusap-usap pelan dadanya. Kejadian ini membuat Xiao Shuxiang merasa kebingungan.


"Haaah, ambilkan gulungan itu," murid Sekte Pedang Langit meminta kepada teman di sampingnya untuk mengambil sebuah gulungan berwarna hitam.


"Namamu Xiao Shuxiang, usia?" murid Sekte Pedang Langit setelah mendapatkan gulungan yang dimintanya, dia mulai menuliskan nama Xiao Shuxiang sekaligus bertanya perihal usianya.

__ADS_1


Xiao Shuxiang sendiri bingung ingin menjawab apa, dia memiliki tubuh anak-anak berusia tujuh tahun, sementara usia saat dirinya menggunakan 'Jurus Kebangkitan Kembali' adalah 39 tahun, dan saat ini sudah seratus tahun berlalu. Bukankah itu berarti, usianya sekarang kurang lebih adalah seratus empat puluh enam tahun?


Murid Sekte Pedang Langit menunggu, dia kemudian bertanya kembali kepada Xiao Shuxiang.


"Usiamu?"


"Memang aku terlihat berusia berapa, menurutmu?" Xiao Shuxiang tersenyum sambil menaik-turunkan alisnya, dia malah menggunakan pertanyaan balik sebagai jawaban.


"Usianya 7 tahun," Jing Mi yang menggendong Xiao Shuxiang-lah yang menjawab pertanyaan dari murid Sekte Pedang Langit.


Dalam hati, Xiao Shuxiang bangga pada Jing Mi karena sudah menolongnya.


Murid Sekte Pedang Langit, "Apa benar margamu Xiao?"


Xiao Shuxiang dan Jing Mi saling berpandangan saat mendengarnya. Mereka secara kebetulan menjawab bersamaan, "Itu benar."


Murid Sekte Pedang Langit mengangguk dan akhirnya memberikan sebuah token berwarna giok putih kepada Xiao Shuxiang. Hanya saja, token ini memiliki warna berbeda di sisinya yang satu. Tidak seperti token milik teman-temannya yang hanya memiliki satu warna saja.


Pada sisi token berwarna ungu, terdapat angka '114'. Xiao Shuxiang bertanya, "Kenapa warna tokenku berbeda dari mereka dan angka aneh apa ini?"


Murid Sekte Pedang Langit, "Kau adalah orang ke-seratus empat belas yang memiliki nama seperti Sang Bintang Penghancur."


Mendengarnya, membuat Xiao Shuxiang terkejut bahkan sampai membuka mulutnya lebar. "Ba-Bagaimana Itu Bisa?! Ka-Kau Ingin Bilang, Namaku Dipakai Oleh Lebih Dari Seratus Orang, Begitu?!"


Murid Sekte Pedang Langit, "Nama yang sangat mirip sekali adalah 114 orang, namun yang memakai nama 'Shuxiang' sangatlah banyak dan mereka hanya dibedakan dengan nama marga-nya saja."


Xiao Shuxiang protes, "Tunggu dulu. Bukankah ada aturan dalam penamaan seseorang, tidak mungkin diberikan begitu saja, kan?!"


"Kau tidak mengerti zaman sekarang, Nak. Akibat dari Sang Bintang Penghancur, banyak orang yang melanggar aturan penamaan anak-anak mereka. Bahkan beberapa rela melakukan penukaran marga hanya untuk itu."


"Me-Memangnya Itu Boleh?!" Xiao Shuxiang merasa seperti dihadapkan pada masalah yang begitu aneh dan sangat jarang terjadi.


"Yaah... Mau bagaimana lagi. Aku sendiri juga bernama 'Xiao Shuxiang'." Murid Sekte Pedang Langit itu sedikit curhat, "Saat kecil, beberapa orang menganggapku sebagai anak tidak sah karena tidak memakai marga dari ayah maupun ibuku. Bahkan seluruh keluargaku, tidak ada yang memiliki marga 'Xiao'."


Murid Sekte Pedang Langit, "Aku baru bisa melakukan pergantian nama saat berusia 17 tahun. Untung saja, Benua ini mempunyai kebijakan seperti itu. Kalau tidak, mungkin sampai sekarang nama Sang Bintang Penghancur akan terus melekat padaku.."


Murid Sekte Pedang Langit yang lain berkata kepada Xiao Shuxiang, "Nama Sang Bintang Penghancur adalah nama yang membebani. Kau jangan pernah menyebutkan nama lengkapmu kepada orang lain. Dan saat kau berusia 17 tahun, cepat-cepatlah mengganti namamu."


Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman, namun bukan karena beban pada namanya. Tetapi karena banyaknya orang yang berani memakai nama Sang Bintang Penghancur ini. Bukankah itu berarti, ada banyak Xiao Shuxiang palsu di Benua Timur?!


"Jadi ini yang dikatakan Nenek Tian waktu itu. Dia juga memperingatkanku untuk tidak menyebutkan namaku secara lengkap.." Xiao Shuxiang bergumam, namun gumamannya bisa didengar jelas oleh Jing Mi.


"Jadi, waktu kita pergi dari Pondok Pengelana itu yang dibisikkan Nenek Tian padamu, Saudaraku?"


Xiao Shuxiang mengangguk, dia lalu meminta diturunkan oleh Jing Mi. Dengan suasana hati buruk, dirinya berjalan menuju Yang Shu.


"Berani Sekali..! Berani Sekali Mereka Memakai Nama Xiao Shuxiang Ini!! Awas Saja, Hal Pertama Yang Akan Kulakukan Saat Mendapatkan Kembali Kekuatanku Adalah Membunuh Semua Orang Yang Berani Memakai Namaku!!"


***


-


-


Catatan Penulis :


Waaah, Arigatou Gozaimasu Karena Masih Setia Mengikuti Perjalanan 'Xiao Shuxiang' Sampai Sejauh Ini..! ヽ(´▽`)/

__ADS_1


Jangan Lupa Untuk Terus Meninggalkan Jejak Kalian Berupa Like Dan Semakhluk Dengan Itu, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian..! Bertemu Lagi Di Episode Berikutnya..! ( ´ ▽ ` )ノ


__ADS_2