XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
91 - Gunung Induk [Revisi]


__ADS_3

Patriarch Ketiga baru menurunkan Xiao Shuxiang saat dirinya tiba di bawah kaki Gunung Induk. Xiao Shuxiang beberapa kali terbatuk karena merasakan sakit di dalam dadanya. Wajahnya pucat dan terasa seperti isi perutnya akan keluar.


"Te-Tetua Tiga keterlaluan, apa dia tidak bisa membaca praktikku yang hanya berada di Forging Qi tingkat dua?! Terbang secepat itu, sungguh sebuah keajaiban aku masih bernapas sekarang..."


Patriarch Ketiga melihat Xiao Shuxiang yang masih berusaha menenangkan dirinya.


Patriarch Ketiga berkata, "Untuk menjadi pelayanku. Kau harus melalui ujian terlebih dahulu. Aku tidak mau memiliki pelayan tidak berguna. Sekarang ujianmu adalah menaiki gunung ini hingga sampai di kediamanku.."


Patriarch Ketiga memberikan waktu hingga matahari terbit. Setelah berkata demikian, Patriarch Ketiga segera melesat pergi.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan sambil menghela napas, dia melihat ke arah langit dan mengetahui bahwa sekarang adalah jam sebelas malam. Dia mengusap-usap wajahnya, ingin sekali dirinya mengumpati Patriarch Ketiga habis-habisan saat ini.


"Huuuf, sudahlah..!" Xiao Shuxiang mulai berlari, beberapa kali dirinya melompati dahan-dahan pohon. Sangat mustahil untuk sampai ke puncak dalam waktu yang begitu singkat, apalagi gunung yang dia daki merupakan gunung tertinggi di Benua Timur.


Xiao Shuxiang melangkah pelan, Qi di gunung ini jauh lebih padat daripada di Sekte Pedang Langit. Sambil terus bergerak, Xiao Shuxiang juga fokus untuk meningkatkan praktiknya. Dia jadi berpikir bahwa sebenarnya dia tidaklah membuat pilihan yang salah.


Semakin lama, langkahnya semakin cepat. Mendaki sebuah gunung bukanlah masalah untuknya sebab d ikehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang memang tinggal di atas gunung.


Beberapa kali Xiao Shuxiang bertemu dengan demonic beast yang memiliki usia mulai dari seratus hingga tiga ratus tahun. Demonic beast ini hanya melihat Xiao Shuxiang sekilas sebelum pergi menjauh.


Xiao Shuxiang padahal sudah bersiap akan kemungkinan dirinya bertarung, namun setiap kali ada Demonic Beast yang berpapasan dengannya----mereka semua seolah tidak ada niatan menyerang Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa Patriarch Ketiga memberinya sedikit darah Demonic Beast terkuat saat mencengkeram kerahnya, hanya saja tersamarkan dengan aroma teratai.


Para demonic beast ini memiliki penciuman yang tajam, mereka bisa mencium aroma darah demonic beast terkuat meski tertutup oleh aroma teratai di tubuh Xiao Shuxiang.


Medan di Gunung Induk begitu menyulitkan. Apalagi semakin ke puncak, udaranya akan semakin tipis. Bagi seseorang yang tidak terbiasa, mereka pasti akan kesulitan.


Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia merasa seperti berada di rumahnya. Qi yang semakin terkumpul pada Dantian Berakarnya semakin banyak, tingkat praktiknya mulai meningkat. Kali ini, akar pada Dantiannya tidak bertambah.


Xiao Shuxiang baru sampai di sebuah kediaman bersamaan dengan munculnya sinar matahari. Namun tentu saja, dia langsung tumbang karena saking lelahnya.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Aku tidak percaya karena benar-benar bisa sampai di kediaman Patriarch Ketiga dengan waktu yang begitu singkat. Ini memecahkan rekor mendaki gunungku sendiri,"


"Begitu saja kau sudah kelelahan..?"


Terdengar suara ejekan dari Patriarch Ketiga yang sedang duduk di atas dipan sambil menatap Xiao Shuxiang yang terbaring di tanah.


"Hah hah... Aku tidak kelelahan, hanya... tidak percaya aku benar-benar melakukannya..."


Patriarch Ketiga, "Hmph. Kau sebenarnya hanya sampai pada separuh jalan saja. Sama sekali tidak ada yang patut dibanggakan."


Xiao Shuxiang tersentak, dia menghampiri Patriach Ketiga dan menunjuk sebuah gubuk. "Ta-tapi... bukankah ini kediamanmu?"


Patriarch Ketiga tidak mengatakan apa pun dan itu membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas kecewa. "Jadi aku gagal..."


"Tentu saja, tapi karena kau berhasil sampai di sini dengan praktik yang setingkat semut kecil itu... kuakui kau lumayan," Patriarch Ketiga kembali mencengkeram kerah Xiao Shuxiang dan mulai melesat.


Kali ini, Patriarch Ketiga tidak secepat sebelumnya. Dia ingin memperlihatkan kepada Xiao Shuxiang tampilan gunung tempatnya tinggal.

__ADS_1


Patriarch Ketiga menjelaskan, "Perhatikan batas wilayah di bawah itu. Aku berbagi wilayah dengan para demonic beast di sini dan aku melarangmu keluar dari batas wilayahku."


Samar-samar Xiao Shuxiang mencium bau pekat. Dia kemudian melihat sebuah kediaman yang lumayan besar. Patriarch Ketiga mulai turun dan mengatakan pada Xiao Shuxiang untuk membersihkan dirinya.


Xiao Shuxiang menurut. Sambil berjalan, pandangannya mengarah pada banyaknya tanaman yang memiliki bau aneh. Dia memetik salah satu daun dan memperhatikannya dengan seksama. Detik berikutnya, Xiao Shuxiang tersentak saat mengetahui daun yang dipegangnya.


"Hah, pantas saja aroma teratai di tubuhnya begitu pekat. Ternyata dia menyembunyikan ini..." Xiao Shuxiang mendengus, dia merasa ada dalam situasi yang menguntungkan.


Daun di tangan Xiao Shuxiang merupakan salah satu jenis daun herbal, banyaknya tanaman berbau seperti obat membuatnya menyadari bahwa Patriarch Ketiga adalah Alkemis.


Alkemis sendiri tergolong langka dalam dunia kultivator. Karena itulah mereka sering dianggap mulia dan diperlakukan dengan begitu hormat.


Xiao Shuxiang, "Ini sangat menguntungkan. Selain menjalani hukuman, secara tidak langsung aku akan belajar tentang tanaman obat yang mana nantinya akan sangat berguna."


Pertemuan dengan seorang Alkemis tidak pernah terjadi dalam kehidupan Xiao Shuxiang sebelumnya. Dia selalu kesulitan jika terkena racun hasil eksperimennya sendiri.


Membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan diri tanpa bantuan pil penawar, sementara pil tersebut termasuk barang yang begitu langka.


Kebanyakan kultivator Aliran Hitam ahli dalam membuat racun, tetapi buruk dalam membuat penawarnya. Karena itulah kitab resep obat menjadi pusaka tak ternilai bagi mereka.


Xiao Shuxiang adalah salah satunya, beberapa kali dia hampir meregang nyawa karena eksperimennya sendiri. Dan karena itulah dia memutuskan untuk tidak lagi membuat racun sebelum tahu cara membuat penawarnya.


"Haaiiih, masa lalu yang menyedihkan.." batin Xiao Shuxiang sambil menggeleng pelan.


Setiap hari, pekerjaan Xiao Shuxiang adalah merawat tanaman herbal milik Patriarch Ketiga. Di belakang kediaman ini, ada lebih dari seribu jenis tanaman herbal berusia 5 - 100 tahun. Sementara di halaman depan, ada sepuluh jenis tanaman berusia 10 - 50 tahun.


Pekerjaan Xiao Shuxiang yang lain adalah membersihkan kediaman serta membuatkan makanan untuk Patriarch Ketiga. Awalnya Patriarch Ketiga menolak, karena sebagai kultivator... dia tidak membutuhkan makan.


Di tempat lain, tepatnya di Sekte Pedang Langit----berita tentang dihukumnya Xiao Shuxiang oleh Patriarch Ketiga tersebar.


Ada yang mengatakan bahwa Xiao Shuxiang sudah menjadi abu sekarang, ini dikarenakan mereka mendengar kabar bahwa Patriarch Ketiga adalah patriarch yang paling tegas dan juga kejam.


Yang Shu terlihat berwajah pucat, "Cucu kesayanganku..."


Patriarch Lan, "Tenanglah Tetua. Dia pasti baik-baik saja. Anda jangan khawatir,"


Identitas Patriarch Ketiga yang seorang Alkemis memang menjadi rahasia bagi murid-murid Sekte Pedang Langit. Hanya Grand Elder, Patriarch Lan dan adiknya yang mengetahui hal ini.


Namun, jika murid-murid Sekte Pedang Langit ditanya tentang siapa Alkemis terhebat----mereka akan langsung mengarah pada satu nama. Hanya saja mereka tidak tahu bahwa itu adalah nama dari Patriarch Ketiga.


Xiao Shuxiang baru selesai memasak, keahlian terbarunya benar-benar terasah dengan sangat baik. Apalagi sekarang, bahan masakannya bertambah dengan adanya tanaman herbal. Tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bisa mengobati luka dan memperlancar penyerapan Qi.


Xiao Shuxiang menyilangkan kedua tangannya sambil berpikir, "Jika aku bisa menyempurnakan teknik memasakku, maka ada kemungkinan makanan buatanku bisa meningkatkan praktik kultivasi. Membayangkannya..."


Xiao Shuxiang melihat ke atas dan kemudian menggeleng pelan. "Haaah... masa iya hanya dengan makan saja, praktik sudah meningkat. Aku akan membuat gelar baru jika itu sampai terjadi..." Xiao Shuxiang bergidik, dia lalu membawa masakan buatannya ke ruangan Patriarch Ketiga berada.


Tuk tuk


"Tetua Tiga, aku membawa makan malam..." Xiao Shuxiang membuka pintu dan mulai melihat Patriarch Ketiga duduk sambil memandangi kertas lukis di depannya.

__ADS_1


"Bakatnya melukis... buruk sekali..." Xiao Shuxiang menggeleng. Selama tinggal bersama Patriarch Ketiga, dia sedikit lebih tahu kebiasaan dan sifat Sang Patriarch.


Dalam sehari, Patriarch Ketiga hanya dua kali membuat pil dan seluruh waktunya akan dihabiskan membuat lukisan yang sama sekali tidak dimengerti oleh Xiao Shuxiang.


"Bocah, bagaimana pendapatmu?"


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat Patriarch Ketiga memintanya untuk memberikan pendapat pada lukisan hutan terbaliknya. Padahal selama tiga hari, Patriarch Ketiga belum pernah bicara kembali dengan Xiao Shuxiang.


"Hmm... bagaimana aku mengatakannya? Kejujuran Xiao Shuxiang sedang dipertaruhkan saat ini..."


"Tetua Tiga, sebelumnya aku punya nama. Jangan memanggilku dengan 'bocah' terus..." Xiao Shuxiang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin mengomentari lukisan Patriarch Tiga.


"Kau belum pantas untuk mendapat kehormatan itu, bocah." Patriarch Ketiga berbicara ketus tanpa menoleh ke arah Xiao Shuxiang, dia kembali menyuruh Xiao Shuxiang untuk mengeluarkan pendapatnya.


"Pendapatmu. Cepat katakan,"


"Tetua Tiga, pertama-tama kau tidak boleh marah saat kukatakan yang sebenarnya. Jujur saja... lukisan hutan terbalikmu masih butuh perbaikan dan juga... kau terlalu menekan kuasmu... buatlah sedikit lebih halus..."


Xiao Shuxiang dalam hati mengusap-usap dada, dia mencari kata-kata yang pas untuk tidak langsung memvonis lukisan Patriarch Ketiga sebagai 'Lukisan Terjelek Yang Pernah Ada'.


"Hutan terbalik...? Kau menyebutnya 'Hutan Terbalik'?!"


Xiao Shuxiang dengan polosnya berkata, "Itulah yang kulihat. Memang itu bukan lukisan hutan terbalik?"


"Sama sekali bukan. Yang kulukis ini adalah pemandangan kota kekaisaran dengan kecepatan tingkat empat. Bocah sepertimu tidak akan mengerti yang namanya 'seni'."


Patriarch Ketiga lalu berbalik dan kemudian bertanya tentang makanan yang di bawa Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat mendengar penjelasan dari Patriarch Ketiga. Tidak mau memusingkannya, Xiao Shuxiang lalu membuka tutup makanan di depannya.


"Kalau begitu aku pergi dulu, Tetua Tiga."


"Tunggu sampai aku selesai makan,"


Xiao Shuxiang kemudian berdiri sambil menunggu Patriarch Ketiga menyelesaikan makannya. Dia sebenarnya penasaran dengan wajah Patriarch Ketiga karena meski berada di dalam kamarnya----Patriarch Ketiga selalu memakai kain cadar.


Xiao Shuxiang, "Dari suaranya, aku tahu bahwa Tetua Tiga adalah laki-laki dan mungkin praktiknya seperti sudah berada di tingkat GrandMaster Tahap Fana atau Bumi.."


Patriarch Ketiga memuji masakan Xiao Shuxiang yang menurutnya lumayan enak. Namun Xiao Shuxiang malah cemberut karena masakannya hanya diberi nilai 'lumayan'.


Sesuatu yang tidak terduga, saat selesai makan Patriarch Ketiga membuka kain cadarnya ketika Xiao Shuxiang masih berada bersamanya.


!!


Melihat wajah Patriarch Ketiga dengan jelas membuat mata Xiao Shuxiang melebar dan begitu sangat terkejut. Seakan-akan dia mendengar petir menyambar beberapa kali.


Suara Patriarch Ketiga memang terasa tidak asing di telinganya. Xiao Shuxiang sangat tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang begitu akrab dengannya di masa lalu.

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin...!"


***


__ADS_2