XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
128 - Menuju Sekte Bambu Perak [Revisi]


__ADS_3

Setelah menyerang Sekte Serigala Iblis, Xiao Shuxiang dan kedelapan temannya menuju ke Sekte Bambu Perak.


Mereka hanya membantai sebagian murid Sekte Serigala Iblis karena ingin memberi pelajaran pada mereka untuk tidak membuat masalah dengan Sekte Kupu-Kupu.


Berada di Sekte Bambu Perak membuat Jing Mi menahan amarahnya. Sudah tidak ada bangunan yang berdiri kokoh di tempat ini, semuanya hancur berkeping-keping.


Hai Feng, Bao Yu dan Zhi Shu membawa teman-temannya ke sebuah tempat yang ada di dalam rerumpunan pohon bambu.


Sekitar 50 meter dari reruntuhan Sekte Bambu Perak, terdapat enam gubuk berukuran sedang.


Beberapa murid yang berpakaian putih dengan corak daun bambu nampak membangun gubuk lainnya.


Tap


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, dia segera mendapatkan tatapan aneh dan waspada oleh murid-murid Sekte Bambu Perak.


"Siapa Kalian?!" seorang murid menghunuskan pedang yang ujungnya telah patah di depan Xiao Shuxiang. Dalam hati dia berteriak, belum cukupkah penderitaan sekte mereka?!


"Tenang, Saudaraku..!" Bao Yu segera berdiri di depan Xiao Shuxiang.


Melihat Bao Yu, murid Sekte Bambu Perak bernapas lega. Dia segera menyarungkan pedangnya. "Saudara Bao, aku minta maaf atas sambutan kasarku.."


"Tidak masalah, kami yang seharusnya minta maaf karena datang dalam keadaan seperti ini.." Bao Yu baru memperhatikan tampilan teman-temannya yang penuh bercak darah.


Seragam Xiao Shuxiang yang paling parah karena begitu basah oleh darah. Bahkan sebagian pipi sebelah kanan, telinga dan dagunya juga terlihat kotor karena darah. Inilah yang membuat murid Sekte Bambu Perak merasa waspada.


"Saudara Bao, kalian sebenarnya dari mana..? Kenapa kalian terlihat seperti ini..?"


"Ceritanya panjang.."


Murid-murid Sekte Bambu Perak mempersilahkan Bao Yu dan kedelapan saudaranya untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu, baru setelah itu mereka berbincang-bincang.


Salah satu murid mengantar Bao Yu dan yang lainnya ke sebuah sungai terdekat, dia terlihat membawa pakaian ganti untuk kesembilan tamunya ini.


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Xiao Shuxiang duduk bersila sambil mengubah Aura Pembunuh yang dia dapat menjadi Aura Pendekar.


Jing Mi dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka lalu kembali ke tempat di mana gubuk-gubuk Sekte Bambu Perak berada.


Ying Liu yang baru saja mencari makanan langsung berlari ke salah satu gubuk ketika mendengar bahwa murid Sekte Kupu-Kupu datang menjenguk Zong Ming.


Hah... Hah... Hah...


Tatapan mata semua orang mengarah pada Ying Liu saat dirinya datang membuka pintu gubuk dengan kasar.


Ying Liu melihat seorang pria bertubuh kekar, menelitinya lebih dalam dia akhirnya tahu bahwa pria tersebut adalah Jing Mi.


Pandangan matanya memperhatikan wajah-wajah yang tidak terasa asing di depannya, dia juga melihat Gu Ta Sian dan seorang anak berusia 14 serta 12 tahun yang duduk di kursi bambu.


"Sa-Saudara Xiao...? Apa itu kau...?" Ying Liu berjalan mendekat, dia merasa anak berusia 14 tersebut mengingatkannya pada Xiao Lu.


"Ying Liu, ini memang aku.." Xiao Shuxiang tersenyum tipis dan kembali memeriksa keadaan Zong Ming yang terbaring lemah.


Ying Liu ikut duduk di samping Xiao Shuxiang, tangannya memegang lengan Zong Ming, dia seketika meneteskan air mata.


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia berkedip beberapa kali saat melihat Ying Liu menangis.


Gadis yang sudah tumbuh dewasa ini memiliki wajah yang cantik. Andai matanya tidak bengkak karena terus menangis, mungkin Ying Liu menjadi salah satu gadis tercantik di Kekaisaran Matahari Terbit.


Ying Liu dengan suara yang serak dan sesekali segukan menceritakan bahwa Zong Ming harus kehilangan kaki kirinya karena berusaha melindungi Sekte Bambu Perak.


Dia juga mengatakan bahwa pedang kultivator yang telah menebas kaki Zong Mi memiliki racun.


Jing Mi dan Hou Yong menyentuh pundak Ying Liu. Sambil tersenyum lembut, keduanya mencoba menenangkannya dengan berkata Xiao Shuxiang akan menyembuhkan Zong Ming secepatnya.


"Kalian berdua, jangan dekat-dekat. Kalian membuat Ying Liu takut..!" Xiao Shuxiang menepis tangan Jing Mi dan Hou Yong, dia mendorong kedua temannya ini sedikit menjauh.


"Maafkan mereka yah. Selama Xiao Shuxiang di sini, semua akan baik-baik saja..!" Xiao Shuxiang tersenyum ramah sambil mengedipkan sebelah matanya, tindakannya membuat Jing Mi dan Hou Yong tersentak kaget.

__ADS_1


Keduanya segera membekap wajah Xiao Shuxiang dan menasehati saudaranya karena masih terlalu muda.


"Kau jangan menggodanya, Saudaraku..! Kami juga mau.." Jing Mi setengah berbisik.


Xiao Shuxiang, "Kan ada Zhi Shu dan Ro Wei, banyak gadis cantik di sekte. Yang ini bagianku.."


"Saudara Xiao, kau masih kecil. Tidak boleh..!"


Jing Mi dan Hou Yong menasehati Xiao Shuxiang, ketiganya berdebat dengan cara berbisik pelan.


"Tunggu dulu, sebelum kalian memperebutkan Saudara Liu, langkahi kami dulu..!"


Bao Yu dan Hai Feng ikut-ikutan dalam perdebatan ketiga temannya, mereka sudah lama mengincar Ying Liu, dan tidak akan mengizinkan siapa pun mendapatkannya termasuk teman-teman mereka.


Jing Mi. "Hei, aku yang paling tua..! Harusnya ini jatahku.."


Hou Yong, "Kau jangan membawa-bawa usia di sini, Saudara Jing. Aku sudah pernah menyatakan perasaanku sejak kita masih belajar di Sekte Pedang Langit..!"


!!


Ucapan Hou Yong mengejutkan Hai Feng, Bao Yu, dan saudara-saudaranya yang lain. Dengan bangga dia meminta teman-temannya untuk mundur.


Xiao Shuxiang, "Kau tidak akan mendapat restu dariku..! Aturan sekte terbaru adalah tidak ada yang boleh mendahului Xiao Shuxiang menikah..!"


!!


"Saudara Xiao?!"


Jing Mi, Hou Yong, Bao Yu, dan Hai Feng terkejut mendengar Xiao Shuxiang mengeluarkan aturan baru Sekte Kupu-Kupu. Mereka berempat mengerubuni Xiao Shuxiang dan memintanya untuk menarik ucapannya tersebut.


Yi Wen, dan Zhi Shu menggeleng melihat tingkah saudara-saudara seperguruannya.


Zhi Shu, "Kalau Saudara Jing dan Saudara Hou bersikap seperti ini.. Itu sudah biasa, tapi yang tidak terduga adalah Saudara Xiao."


"Aa, kau benar. Aku juga tidak menyangka saudara kita punya sifat yang seperti itu.." Yi Wen menyetujui ucapan Zhi Shu, dia memperhatikan kelima saudaranya yang kini tidak lagi berdebat dengan suara pelan.


"Saudara Jing, kau akan terkejut jika tau usiaku yang sebenarnya. Dan sejak kapan ada aturan bahwa yang muda harus mengalah? Jangan berdebat dengan Xiao Shuxiang..!"


Gu Ta Sian mencoba melerai perdebatan Jing Mi dan saudara-saudaranya, tetapi tetap saja mereka tidak bisa dihentikan.


Ying Liu sudah berhenti menangis, dia menatap Xiao Shuxiang yang berdiri di tengah-tengah Hai Feng, Bao Yu, Jing Mi, dan Hou Yong.


Anak-anak tersebut memperdebatkan hal yang tidak penting. Apakah mereka tidak tahu bahwa Zong Ming hampir sekarat?!


Saat Ying Liu ingin beranjak untuk menghentikan perdebatan murid Sekte Kupu-Kupu.. Dia tersentak ketika menyadari jari tangan Zong Ming bergerak.


"Saudara Zong?!" dengan wajah yang khawatir, Ying Liu berseru.


Jing Mi, Xiao Shuxiang, dan teman-temannya tersentak. Mereka segera menghampiri dan melihat kondisi Zong Ming.


"Kalian semua.. Keluarlah dulu," Xiao Shuxiang meminta agar semua orang meninggalkannya bersama Zong Ming.


Jing Mi dan Hou Yong mengangguk, mereka mengajak Ying Liu dan Gu Ta Sian serta teman-temannya untuk keluar.


"Aku tidak mau..! Aku mau di sini dan menemani, Saudara Zong.."


Hou Yong, "Saudara Liu, ka-"


"Tidak apa, kau bisa tetap di sini. Kalian semua yang keluar..!" Xiao Shuxiang memotong ucapan Hou Yong. Dia begitu lembut kepada Ying Liu, namun ketus kepada Hou Yong.


Apa yang dilakukan Xiao Shuxiang membuat Hou Yong membuka mulut lebar. Dia tidak percaya Xiao Shuxiang bisa bersikap seperti ini padanya.


"Apa yang kalian tunggu? Keluar..!" suara Xiao Shuxiang begitu dingin dan memperlihatkan wajah yang tegas pada teman-temannya. Detik berikutnya dia tersenyum ramah kepada Ying Liu.


"Mereka masih anak-anak, sering tidak patuh.. Kau harus memakluminya.."


Ying Liu tidak tahu harus menjawab apa atas ucapan Xiao Shuxiang. Yang ada dipikirannya sekarang adalah.. Bukankah dibanding dengan Jing Mi, Hai Feng, dan Bao Yu.. Xiao Shuxiang yang lebih muda?! Mengatai ketiganya anak-anak.. Memang Xiao Shuxiang setua apa..?!


Tidak ingin memikirkannya lebih jauh, Ying Liu segera mengalihkan perhatiannya kepada Zong Ming. Dia memanggil-manggil nama saudaranya tersebut sambil berusaha menahan air mata.

__ADS_1


Xiao Shuxiang memeriksa pergelangan tangan Zong Ming dan juga kaki kirinya. Tumbuhan herbal yang digunakan untuk menghentikan pendarahan pada kaki Zong Ming hanyalah tumbuhan berusia muda.


"Tanaman ini ampuh menghentikan pendarahan, tapi rasanya pasti sangat sakit dan butuh waktu lama agar hasilnya terlihat.."


Xiao Shuxiang menarik pedangnya, dan melukai sedikit jari Zong Ming lalu meneteskan beberapa darah Zong Ming ke telapak tangannya.


Xiao Shuxiang mendekatkan telapak tangannya ke hidung, samar-samar dia mencium aroma manis pada darah Zong Ming.


Meski Xiao Shuxiang memiliki pil penawar racun, namun dia tidak bisa asal-asalan memberikannya. Karena beberapa jenis racun malah bisa lebih kuat jika diberi obat penawar.


"Aku akan membuat obatnya, kau jaga Saudara Zong."


Xiao Shuxiang segera mengambil tempat duduk dan mengeluarkan beberapa tanaman herbal di dalam Cincin Spasialnya.


Dia lalu mengeluarkan api biru kecilnya dan menggumamkan sesuatu. Api biru tersebut mulai membelah diri, perlahan satu api berubah warna menjadi putih susu.


Xiao Shuxiang meletakkan tanaman herbal di telapak tangan kanannya yang langsung dibakar oleh kedua api kecil miliknya.


Xiao Shuxiang lalu mengeluarkan pil emasnya dan memasukkannya ke dalam api. Butuh waktu sekitar tiga menit sampai api miliknya padam dan meninggalkan sebuah pil berwarna merah darah dengan corak awan di pinggirannya.


"Woah, tidak kusangka aku benar-benar bisa membuat pil tanpa api ungu. Xiao Shuxiang, kau hebat..!"


Xiao Shuxiang memuji dirinya sendiri sambil berdecak kagum, dia lalu menghampiri Ying Liu dan memintanya memasukkan pil yang dibuatnya ke mulut Zong Ming.


Zong Ming menyadari kehadiran orang lain di sampingnya, namun dia tidak bisa membuka mata atau pun bersuara. Tubuhnya terlalu lemah untuk melakukannya.


Zong Ming mendengar Ying Liu memintanya untuk menelan pil, ketika dia merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya.. Sekuat tenaga Zong Mi menelannya.


Butuh waktu sepuluh tarikan napas sampai Zong Ming bisa membuka mata. Dia langsung melihat wajah Xiao Shuxiang karena temannya itu duduk sejajar dengan lutut kanannya.


"Saudara.. Xiao.."


"Syukurlah kau sudah sadar, Saudara Zong. Ying Liu begitu mengkhawatirkanmu, dia tidak henti-hentinya menangis.." Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil menatap Ying Liu. Dirinya segera berdiri dan meminta agar Ying Liu tetap di sini.


".. Aku akan memberi tahu keadaan Saudara Zong pada yang lain."


Ying Liu mengangguk, dia begitu senang karena Zong Ming akhirnya bisa sadar. Zong Ming hanya menatap langit-langit gubuk yang terbuat dari daun bambu kering, perlahan dia merasakan sesuatu yang berubah di dalam tubuhnya.


Bekas luka yang ada di wajah dan tubuh Zong Ming secara perlahan memudar dan kemudian menghilang, membuat wajah Zong Ming menjadi bersih dan rupawan.


Bersamaan dengan perubahan yang terjadi di wajahnya, kaki kiri Zong Ming mulai tumbuh dan menjadi kaki baru.


Kejadian ini membuat Ying Liu terlonjat kaget. Dia sangat terkejut melihat keadaan saudara seperguruannya.


"Ba-Ba-Bagaimana Bisa Terjadi?! Sa-Saudara Zong?!" Ying Liu masih berwajah terkejut.


!!


Zong Ming juga sama terkejutnya, dia bisa merasakan kaki kirinya lagi. Zong Mi mulai bangun dan memperhatikan kakinya.


Tangannya gemetar, perasaannya campur aduk antar sedih dan bahagia. Selama ini, Zong Ming tidak pernah takut mati. Dirinya hanya takut tidak bisa menjadi pendekar lagi.


Menyadari bahwa kaki kirinya sudah tidak ada, membuat Zong Ming merasa ingin mati saja. Namun kini..


!!


Ying Liu terkejut saat Zong Ming menangis keras, dia sangat tahu perasaan saudara seperguruannya.


Dirinya langsung memeluk Zong Ming dan ikut menangis, dia begitu senang karena Zong Ming bisa kembali pulih.


Di luar gubuk, Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Dia menatap langit dari celah-celah daun bambu. Entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa dirinya telah berbuat baik sekarang.


"Aku Xiao Shuxiang. Tidak mungkin berubah baik hanya karena tinggal bersama orang-orang ini, tapi kenapa aku menolong Zong Ming..?"


Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mulai berjalan ke tempat Jing Mi serta saudara-saudaranya berada.


".. Jangan bilang siraman kalbu dari Lan Guan Zhi dan nasehat tidak berfaedah dari Kakek Janggut Panjang meresap ke dalam hatiku.." Xiao Shuxiang merinding, dia mengusap-usap lengannya dan merasa menggigil.


***

__ADS_1


__ADS_2