
BAAAM!
"Kenapa mereka tidak mau menjawab pertanyaan dariku? Apa mereka bisu? Tsk, Aku Tahu Kau Salah Satu Pilar Atas Scarlet Bayangan! Berhenti Bercanda Dan Keluar Sekarang..!"
Xiao Shuxiang lebih sulit melawan kembaran Zhou Yan, Lan Guan Zhi, dan GrandElder Sekte Tengkorak Darah. Dia juga kesulitan melawan kembaran Ling Qing Zhu, Dai Chen, Huan Fei, dan Lan Xiao.
Beruntung banyak GrandElder dan Patriarch dari sekte lain yang tidak datang. Xiao Shuxiang juga merasa lega sebab Patriarch Lan berada di ruangan kaisar hingga dia tidak harus bertarung dengannya.
Selain Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Dai Chen yang ada di dalam lingkungan istana.. Terlihat juga Ling Qing Zhu yang sedang memperhatikan keduanya bertarung.
Seorang pria berjubah dan bertudung hitam tiba-tiba muncul di samping Ling Qing Zhu, dia mengatakan nonanya tak seharusnya ada di tempat ini.
".. Ayo kembali Nona, Tetua memanggilmu.."
"Aku.. Masih ingin melihat kemampuannya,"
Ling Qing Zhu terus memperhatikan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang. Meski hanya pedang pria berseragam hitam tersebut yang mampu membunuh para kembaran kultivator, namun bantuan dari Lan Guan Zhi mempermudah segalanya.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat merasakan praktiknya akan naik. Dia memberitahu Lan Guan Zhi dan meminta padanya untuk bertahan selama lima tarikan napas.
Lan Guan Zhi mengangguk, dia melindungi Xiao Shuxiang yang berdiri diam sambil memfokuskan kekuatannya.
Setelah dirinya berada di Forging Qi tingkat 12, Xiao Shuxiang akhirnya dapat memakai satu jurus yang sudah lama tidak dia gunakan.
".. Mari kita gabungkan dengan Yīng xióng.." Xiao Shuxiang memberi aba-aba pada Lan Guan Zhi untuk segera menjauh dalam hitungan ke-tiga.
Xiao Shuxiang menancapkan Yīng xióng di tanah, dia memegang pedangnya dengan kedua tangan. Sebuah asap hitam muncul di ujung pedang Xiao Shuxiang, terus naik hingga menyelimuti kedua tangannya.
!!
Suasana disekitar mereka berubah, angin seperti tiba-tiba membawa nuansa ketegangan. Tidak ada perubahan pada warna mata Xiao Shuxiang, namun tatapannya tak seperti yang biasanya.
!!
Dai Chen terkejut saat asap hitam pada pedang Xiao Shuxiang membentuk seperti akar bayangan. Lan Guan Zhi segera menjauh bersamaan dengan akar-akar tersebut melesat cepat dan menusuk setiap kembaran kultivator yang ada.
!!
Daging dan darah mereka langsung terhisap habis tanpa disadari. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi menyadari bahwa para kembaran kultivator ini mirip seperti boneka yang dimainkan oleh satu orang.
Orang itu hanya dapat memberikan kekuatan berupa Qi pada kultivator yang dia inginkan, dan dirinya cukup kesulitan mengontrol semua kembaran kultivator tersebut.
Bukti ini diperkuat dengan kembaran Patriarch ketiga yang dapat menghindari terjangan akar bayangan milik Xiao Shuxiang, walau pada akhirnya akar bayangan tersebut tetap memerangkapnya.
Tulang-belulang mulai berjatuhan. Tak ada lagi yang mampu dikontrol oleh Han Na, darah keluar dari salah satu sudut bibirnya.
Dia menggunakan terlalu banyak Qi untuk memakai jurusnya ini, apalagi saat dirinya harus mengontrol setiap bayangan cerminnya agar bisa menyamai kecepatan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
Tatapan dan raut wajah Han Na mengandung kehampaan, namun tetes demi tetes keringat mengucur di kedua sisi keningnya.
!!
Han Na dan gadis di sampingnya menyadari kehadiran seseorang di depan mereka. Segera, pengawal Han Na langsung menerjang Zhou Yan.
Dia rupanya seekor Demonic Beast berwujud kalajengking. Pertarungan keduanya berat sebelah, jelas Zhou Yan yang lebih unggul.
Pelayan Han Na tahu bahwa dirinya tidak mampu bertahan lagi, sebisa mungkin dia mengulur waktu agar Tuannya dapat melarikan diri.
Zhou Yan jelas menyadarinya, dia mengalirkan Qi pada kepalan tangannya dan melesat cepat memberi satu tinjuan mematikan pada pelayan Han Na.
BAAAAM!
Pelayan Han Na menghantam lima buah bangunan besar berturut-turut. Suara yang dihasilkan sangat keras dan saat dirinya berhenti.. Tubuh pelayan Han Na begitu berantakan.
Zhou Yan kemudian menyerang Han Na yang sudah hampir menghilang, dia memberi anak tersebut luka serius pada bagian dadanya. Sayangnya dia tidak dapat membunuh Han Na.
Di lingkungan istana Kaisar sendiri.. Dai Chen mulai menurunkan akar menjalar miliknya. Semua kultivator kini menyaksikan banyak tulang-belulang yang perlahan berubah menjadi debu.
__ADS_1
"Itu.. Tuan Muda Lan..?!"
"Apa dia yang mengalahkan mereka semua..?"
Beberapa kultivator mengagumi bakat Lan Guan Zhi, mereka menganggap bahwa pemuda tersebutlah yang telah bertarung seorang diri melawan semua kembaran mereka.
Lai Kuan Ye sendiri kebingungan, dia mencari keberadaan Xiao Shuxiang. Dirinya hanya melihat Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, dan Dai Chen saja.. Padahal sebelumnya dia jelas-jelas melihat Xiao Shuxiang yang sedang bertarung.
"Bukankah tadi ada pemuda lagi yang bersama Tuan Muda Lan?"
"Benarkah? Tapi kenapa sekarang dia tidak ada?"
"Aku juga baru menyadarinya, memang benar ada pemuda lagi yang bertarung bersama Tuan Muda Lan. Tapi, di mana dia?"
Feng Ying tahu dengan jelas siapa yang dicari oleh para kultivator ini. Dirinya juga nampak kebingungan dan bertanya-tanya ke mana perginya saudara seperguruannya yang bertarung bersama Lan Guan Zhi.
*
*
Setelah pertarungan selesai, Xiao Shuxiang langsung menggunakan jurus Cermin Pemindah dan segera pergi tanpa mengatakan apapun pada Lan Guan Zhi atau Dai Chen.
Dia menggunakan jurus tersebut tanpa memfokuskan pikirannya, sehingga dirinya saat ini malah berada di dalam gua tempat tinggal Ping Gou.
Xiao Shuxiang cukup kaget karena pindah cukup jauh. Namun segera kekagetannya berhenti saat dia memikirkan kondisi tubuhnya.
"Tuan..?"
!
Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar panggilan Ping Gou, tikus tersebut telah tumbuh lebih besar dari terakhir kali dia lihat.
Ping Gou tersentak saat tuannya dipenuhi dengan aura aneh, warna mata Xiao Shuxiang juga begitu merah. Dia secara tidak sadar menahan napas dan gemetar pada tubuhnya.
"Kau tunggu di luar, ada hal yang harus kuselesaikan.." Xiao Shuxiang sadar betul apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Penyakit lamanya kambuh, ketika dirinya melihat para kembaran kultivator berubah menjadi tulang-belulang.. Dia menjadi begitu semangat.
Xiao Shuxiang mengubah semua Aura Pembunuh yang dikumpulkannya menjadi Aura Pendekar, dia akhirnya bisa tenang sekarang.
Akibat kekacauan yang dilakukan Han Na, pesta pernikahan terpaksa dihentikan lebih cepat dari rencana.
Xiao Shuxiang tidak ikut membantu teman-temannya memperbaiki bangunan yang rusak parah, dirinya punya masalah lain saat ini.
Ping Gou ternyata memberitahu dirinya bahwa Sekte Kupu-Kupu di serang, bertepatan saat Yang Shu dan Yang Fu pergi ke pesta pernikahan putri Kaisar.
Segera Xiao Shuxiang melihat kondisi teman-teman seperguruannya. Lima orang terbaring di atas tempat tidur sambil terus mengerang kesakitan.
GrandElder Sekte Bambu Perak yang tidak ikut hadir di pernikahan putri Kaisar dan lebih memilih menjaga sekte, rupanya bertarung habis-habisan dengan penyerang yang tidak dia ketahui identitasnya.
".. Lebih baik menyembuhkan mereka dulu,"
"Anda benar," Xiao Shuxiang juga bisa melihat wajah pucat GrandElder Sekte Bambu Perak, dia seperti menahan sesuatu.
Xiao Shuxiang memeriksa kondisi salah satu saudara seperguruannya, tidak ada hal aneh selain luka dalam yang cukup parah. Namun erangan rasa sakit tidak biasa yang didengarnya membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening.
".. Apa mungkin ada racun yang tidak bisa kurasakan dengan Qi?" Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Mata Dewa yang telah dia sempurnakan.
Saat memakannya, Xiao Shuxiang tidak hanya melihat tubuh polos murid Sekte Kupu-Kupu, tetapi juga melihat setiap lapisan-lapisan kulit, sel darah, otot, termasuk organ dalam dan dantian anak ini.
!!
"Ternyata benar ada. Racun yang tidak dapat dideteksi dengan Qi.." Xiao Shuxiang menjadi khawatir sebab racun tersebut dapat menembus tulang dan berdiam diri di dalamnya, inilah yang membuat kelima saudara seperguruannya begitu kesakitan.
Xiao Shuxiang berpikir sejenak, dia mengingat-ingat buku obat-obatan yang pernah dibacanya, "Aku merasa pernah membaca tentang racun ini dan penawarnya. Ayolah isi kepalaku yang luar biasa.. Kau tidak pernah mengecewakanku selama ini.."
Xiao Shuxiang memijat-mijat keningnya, butuh waktu sekitar lima tarikan napas hingga dirinya tahu racun yang ada di dalam tubuh saudara seperguruannya.
!!
__ADS_1
"Ini.. Efeknya sama dengan Serbuk Malaikat..! Tapi, bukankah Serbuk Malaikat hanya ada di tempat … " Xiao Shuxiang merasa gelisah, tenggorokannya terasa kering, siapapun pemilik racun tersebut adalah orang yang berbahaya.
Xiao Shuxiang mengusap wajahnya pelan, dia lalu memeriksa kondisi tubuh GrandElder Sekte Bambu Perak.
"Harusnya Anda tidak menggunakan Qi seperti ini. Rasa sakitnya memang akan mereda, tapi Qi Anda akan terkuras banyak. Dan jika itu terjadi, sakitnya akan berlipat ganda.."
"Itu bukan masalah. Sudah menjadi tugasku untuk melindungi tempat ini, apalagi orang sepertiku tidak boleh terlihat lemah di mata orang lain.."
Mendengar ucapan GrandElder Sekte Bambu Perak membuat Xiao Shuxiang tersenyum tipis, hanya dirinya yang tahu arti senyuman ini.
"Aku akan segera kembali," Xiao Shuxiang berpamitan, dia kemudian melesat ke tempat Sekte Tengkorak Darah untuk mengambil bahan penawar racun Serbuk Malaikat.
*
*
Lai Kuan Ye baru saja sampai di sektenya, dia nampak begitu gelisah. Ingatan tentang dia melihat Xiao Shuxiang bertarung dengan semua kembaran kultivator karena jurus yang tidak dikenal membuatnya khawatir.
".. Anak itu punya penyakit yang tak dapat mengontrol dirinya saat sedang bertarung, dia anak yang tidak pernah puas dengan darah. Entah di mana sekarang dia membuat kekacauan.."
"Tentu saja di sektemu, Paman."
!!
Lai Kuan Ye mendongak ke atas, dia melihat seorang pemuda melompat dan mendarat anggun di depannya.
"Xiao.. Shuxiang..?!"
"Kau tidak perlu kaget begitu, ini memang aku. Bagaimana kabarmu? Kita memiliki pertemuan pertama yang kurang baik, tapi kuharap kau tidak menaruh dendam padaku.."
Lai Kuan Ye menghembuskan napas pelan, kepalanya terasa sakit saat melihat cengengesan Xiao Shuxiang.
Dia ingin marah pada pemuda ini, Lai Kuan Ye masih ingat dengan jelas bagaimana perang besar itu dan pelakunya sekarang ada di depan matanya.
Meski praktik Lai Kuan Ye lebih tinggi dari Xiao Shuxiang, namun dia merasa belum sanggup menang melawan anak ini.
"Apa yang kau inginkan?"
"Paman yang baik, aku tidak akan sungkan padamu. Apa kau punya Bunga Kaisar Neraka? Aku membutuhkannya sekarang.."
Xiao Shuxiang tersenyum penuh arti sambil membersihkan debu yang menempel di pundak kiri Lai Kuan Ye.
Lai Kuan Ye meski terkejut, namun dia tidak kuasa menolak permintaan Xiao Shuxiang. Dia meminta pemuda di sampingnya untuk mengikutinya.
Beberapa murid Sekte Tengkorak Darah memberi hormat saat melihat Lai Kuan Ye, mereka bertanya-tanya tentang pemuda yang berjalan di dekat GrandElder-nya ini.
"Paman, apa kau masih menjalin hubungan dengan Scarlet Bayangan?"
"Tidak lagi, tapi aku harus membayar semuanya. Beberapa kali sekte ini di serang meski pertahanan kami kuat.."
Lai Kuan Ye mengajak Xiao Shuxiang ke ruang pribadinya. Dia mengambil sebuah kotak kayu pusaka yang di dalamnya terdapat benih Bunga Kaisar Neraka.
Jika orang lain yang menginginkannya, Lai Kuan Yi pasti akan menolaknya mentah-mentah. Benih ini hanya ada dua di Benua Timur, dia mendapatkan satu benih dari Benua Tengah dan satunya lagi dari Xiao Shuxiang.
".. Dulu kau ingin aku menyimpannya untukmu, jadi ambillah.."
"Tidak kusangka Paman akan sebaik ini, setelah apa sudah kulakukan. Baiklah, akan kuterima dengan senang hati.." Xiao Shuxiang mengeluarkan sekantong pil tingkat dua dan memberikannya pada Lai Kuan Ye sebagai nilai tukar dari kedua benih yang diambilnya.
Dia mengatakan tidak bisa tinggal lama, dia akan berkunjung nanti saat dirinya memiliki waktu luang.
Sejak tahu Xiao Shuxiang kembali.. Lai Kuan Ye menjadi lebih pendiam dari biasanya. Dia membatasi semua gerak murid-muridnya dan menasehati mereka semua untuk tidak terlibat masalah dengan Sekte Kupu-Kupu, Sekte Bambu Perak, dan Sekte Akar Teratai.
Baginya, Xiao Shuxiang seperti gunung tenang yang menyimpan ribuan lahar siap meledak sewaktu-waktu.
Lai Kuan Ye bisa membaca praktik Xiao Shuxiang yang hanya berada di Forging Qi tingkat 12. Dia juga dapat melihat ada dua Dantian di dalam tubuh anak tersebut dan salah satunya adalah Dantian Berakar.
".. Andai dantian itu tidak berakar, praktiknya sudah berada di tahap akhir GrandMaster.."
Lai Kuan Ye menatap langit, dia merupakan GrandElder Sekte Besar Aliran Hitam. Xiao Shuxiang adalah orang yang banyak berkontribusi atas berkembangnya Sekte Tengkorak Darah, bisa dibilang sekte ini adalah rumah lama Sang Bintang Penghancur tersebut.
__ADS_1
".. Tapi aku tidak mengharapkan kau menetap di sini. Berada di Aliran Putih jauh lebih baik bagimu Xiao'Er.."
**