XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
116 - Reuni [Revisi]


__ADS_3

!!


Beberapa murid Sekte Kupu-Kupu dengan cepat menghindar. Mereka sangat kaget karena tiba-tiba saja sesuatu menghantam tanah dan hampir mengenai mereka.


BAAAM!


"Senior Li?!"


Hun Fung terkejut saat yang hampir menghantamnya tadi adalah seniornya, Li Qian Xie. Dia segera menghampiri perempuan berusia 12 tahun tersebut dan membantunya berdiri.


Li Qian Xie terbatuk darah, dia menekan perutnya yang terasa sangat sakit. Wajahnya pucat, beberapa titik keringat terlihat di kedua sisi keningnya.


"Se-Senior Li?! A-apa kau baik-baik saja?!"


Hun Fung adalah anak laki-laki yang berusia 14 tahun, dia baru menjadi murid Sekte Kupu-Kupu sekitar enam bulan yang lalu.


Lambatnya Hun Fung bergabung di Sekte Kupu-Kupu menjadikannya harus memanggil 'Senior' pada anak yang berusia lebih muda dari dirinya.


"Minggir!!" Li Qian Xie menepis kasar tangan Hun Fung dan kemudian berdiri dengan wajah yang kesal.


Li Qian Xie meludahkan darah, sorot mata tajamnya mengarah pada seorang anak laki-laki. Dia memakai seragam bermotif sayap kupu-kupu, mirip dengan seragam Li Qian Xie. Hanya saja, pakaian anak tersebut berwarna hitam.


?


Hun Fung dan teman-temannya merasa heran dengan kehadiran seseorang yang asing bagi mereka.


"Siapa dia...?"


"Apa anak itu juga murid sekte ini...?"


"Kurasa bukan, warna seragamnya berbeda. Mungkin dia dari Aliran Hitam,"


!!


Hun Fung tersentak mendengar ucapan salah satu temannya, dia segera menarik pedang dan menatap waspada ke arah anak laki-laki yang perlahan mendekat.


Hun Fung, "Siapa Kau?! Berani Membuat Keributan Di Tempat Ini!!"


"Hh, harusnya aku yang bertanya. Siapa kalian...? Berani-beraninya mengotori kediamanku.."


Xiao Shuxiang melihat ada sembilan orang anak berbagai usia. Mereka semua menatapnya dengan raut keheranan serta penuh kewaspadaan.


Suara hantaman karena pukulannya pada perempuan tadi membuat beberapa anak datang berkerumung.


!


Xiao Shuxiang sedikit menoleh, dia menyadari bahwa dua orang gadis yang dilihatnya menarik pedang dan langsung melesat ke arahnya.


Dia segera melompat, kakinya menyentuh bagian ujung pedang kedua gadis tersebut. Segera, Xiao Shuxiang menendang pedang keduanya hingga terpental naik. Detik berikutnya, pedang itu tertancap di tanah----Lima meter dari tempat kedua gadis tersebut berdiri.


Tangan keduanya terasa sakit, mereka menggertakkan gigi dan menatap Xiao Shuxiang dengan geram.


Tap


Xiao Shuxiang, "Berani menyerangku dari belakang...? Entah orang lemah mana yang mengajari kalian.."


Li Qian Xie merampas pedang Hun Fung dan segera menyerang Xiao Shuxiang dengan pedang di kedua tangannya.


TRAAANG!


Sarung pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan kedua pedang Li Qian Xie. Dia lalu menggunakan tendangan untuk membuat Li Qian Xie melompat mundur.


Pertarungan Li Qian Xie dan Xiao Shuxiang menarik perhatian banyak anak. Hanya dalam hitungan ke-sepuluh, napas Li Qian Xie sudah tersengal-sengal.


Dia menggunakan seluruh tenaga dan Qi miliknya untuk menangkis setiap serangan Xiao Shuxiang. Walau demikian, lengan dan tubuhnya penuh dengan sayatan pedang.


Seorang murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia 18 tahun baru saja pulang. Dia kaget dengan aduan salah satu juniornya yang mengatakan bahwa seorang anak tiba-tiba datang dan menyerang Li Qian Xie.


Ketika sampai di tempat kejadian, segera saja dia menyelimuti kepalan tangannya dengan Qi dan menyerang anak laki-laki tersebut.


BAAAM!


Xiao Shuxiang menangkis sebuah tinjuan yang mengarah padanya, kakinya sedikit terdorong.


"Bocah yang tidak tahu diri..! Apa kau pikir bisa berbuat seenaknya di sekte kami, hah?!"


Xiao Shuxiang mendengus ke arah anak laki-laki di depannya. "Sekte kami...? Hah! Jangan mengaku-ngaku! Kalian tidak pantas berada di tempat ini..!!"


Perlahan-lahan, pupil mata Xiao Shuxiang berubah warna menjadi merah. Asap tipis berwarna ungu kehitaman muncul seperti keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


!!


Anak laki-laki yang menyerang Xiao Shuxiang tersentak dan segera melompat mundur.


Semua murid Sekte Kupu-Kupu menarik pedang mereka, terdengar sebuah seruan yang mengatakan untuk menyerang Xiao Shuxiang.


Ro Wei mempercepat langkahnya, perasaan cemas tiba-tiba saja menyelimuti dirinya. Seakan sesuatu yang buruk sedang menimpa sektenya.


Zhi Shu dan Hai Feng baru kembali dari pelelangan yang diadakan Asosiasi Bangau Merak. Mereka terlihat senang karena berhasil mendapatkan dua Lentera Phoenix berkat bantuan Liu Xi Ling.


Di perjalanan, mereka bertemu dengan Bao Yu dan Hou Yong. Awalnya, tidak ada yang saling mengenal satu sama lain. Ini semua karena mereka tidak pernah bertemu setelah sekian lama.


Zhi Shu mengerutkan keningnya. "Saudara Hou...?"


Gadis itu baru mengenal Hou Yong saat memperhatikan wajahnya lebih teliti. Keempatnya lalu berpelukan, begitu senang karena bisa berkumpul kembali.


Mereka saling bertukar cerita. Hou Yong, meski tubuhnya mengalami perubahan----namun sifatnya tetap sama, dia masih cerewet.


Hou Yong memuji, "Zhi Shu... Kau sungguh telah tumbuh menjadi gadis cantik dan anggun. Kau sekarang terlihat memiliki aura seorang tuan putri pemberani."


Hou Yong, "Aku tidak menyangka dengan perubahanmu yang sebesar ini, Zhi Shu. Padahal dulunya, kau tipekal anak yang suka memandangi api dengan tatapan kosong. Kalian berdua seperti Saudagar kaya saja..!"


Hou Yong mengusap pakaian Hai Feng, kain yang begitu lembut dan juga mengkilap. Sangat berbeda dengan pakaiannya yang compang-camping tidak berbentuk.


"Saudara Hou!!"


?!


Hou Yong, Zhi Shu, Hai Feng dan Bao Yu menoleh ke belakang saat mendengar seruan. Mereka melihat seorang laki-laki berotot melambai-lambaikan tangan kepada mereka.


Saat laki-laki tersebut mendekat, Hou Yong baru menyadari bahwa ada orang lain yang bersama dengan laki-laki tersebut. Itu adalah perempuan yang berusia sama dengannya.


Bao Yu, Hai Feng dan Hou Yong membuka mulut lebar ketika mengetahui laki-laki berotot tersebut adalah Jing Mi. Ketiganya tidak bisa menahan keterkejutan.


"Saudara Jing...!!"


"Saudara Jing...!!"


Jing Mi mengetahui Hou Yong dari cara berjalannya, dia lalu merangkul Hai Feng dan Bao Yu karena sudah tumbuh menjadi seorang pria.


"Kalian Berdua Terlihat Kembar..! Aku Sampai Tidak Bisa Mengenali Kalian..!" Jing Mi terlihat senang karena teman-temannya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.


"Dia Zhi Shu, Saudaraku."


!!


Kali ini Yi Wen yang terlihat membuka mulut lebar. Dia menyamakan tingginya dengan Zhi Shu, namun tentu saja dia yang paling pendek. Bahkan sekarang, Hou Yong lebih tinggi dari dirinya meski memiliki umur yang sama.


"Tidak adil..." Yi Wen cemberut, dia terus menatap Zhi Shu yang kini telah berusia 17 tahun, dua tahun lebih tua dari dirinya.


"'Punya' Saudara Zhi kenapa lebih besar..?! Menyebalkan sekali..!!" Yi Wen menggelembungkan pipinya, dia lalu menghentakkan kaki dan berjalan mendahului teman-temannya.


Zhi Shu sendiri kebingungan dengan tingkah Yi Wen.


Semakin lama berjalan, Yi Wen melihat banyak bunga merambat melingkari pepohonan. Dia juga melihat banyak tanaman yang memiliki bunga berbagai warna dan jenis. Sebelumnya, tanaman-tanaman ini tidak pernah ada.


Banyak serangga-serangga kecil bercahaya menjadi penerang jalan Yi Wen dan teman-temannya.


Zhi Shu menjelaskan, "Semua tanaman ini ditanam oleh murid-murid Sekte Kupu-Kupu generasi ketiga. Siang hari sekte akan terlihat lebih indah."


Yi Wen merasa bahagia mendengarnya, " Berarti sekarang sekte kita kini tidak hanya dihuni oleh sepuluh orang saja. Waah, aku tidak sabar bertemu Guru dan menyapa saudara-saudara baru."


Senyum terus menghiasi wajah Yi Wen dan teman-temannya. Tetapi senyuman tersebut langsung menghilang saat mereka tiba di Sekte Kupu-Kupu.


Beberapa dinding bangunan rusak, tiga buah pohon tumbang dan tidak terlihat cahaya apapun yang menerangi bangunan-bangunan ini.


Keadaan yang sunyi, namun terasa mencekam. Angin berhembus pelan dan membawa perasaan tidak enak di dalam hati Yi Wen.


"Aaaaah!!"


!!


Suara jeritan memilukan terdengar. Yi Wen dan teman-temannya terlonjat kaget, mereka bergegas ke asal jeritan itu.


Keenamnya langsung mematung, mata mereka membulat saat melihat sembilan orang anak terbaring dengan luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya.


!!


Mereka semua masih bernapas. Hanya saja, kondisi mereka lebih ke arah menghitung detik-detik nyawa melayang.

__ADS_1


Jing Mi dan teman-temannya melihat masih banyak anak yang berdiri, beberapa dari mereka tidak terlihat terluka. Namun semuanya memiliki raut wajah yang sama.


Mereka ketakutan.


Tangan yang memegang erat pedang terlihat gemetaran. Tatapan mereka mengarah ke satu titik, itu adalah anak laki-laki yang sedang mematahkan jari tangan seorang perempuan.


!!


Setiap kali jari dipatahkan, jeritan kesakitan dan tangisan pilu anak perempuan itu terdengar. Berulang kali dia memohon untuk dilepaskan, namun anak laki-laki tersebut seperti tidak mendengarkannya.


Ro Wei menutup rapat mulutnya, kedua tangannya mengepal erat. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Yi Wen melihat Ro Wei, dia segera menghampiri saudaranya dan bertanya. "Saudaraku, siapa anak laki-laki itu. Pakaiannya seperti kukenali... Tapi-"


"Dia Saudara Xiao,"


!!


Yi Wen terkejut, tatapannya langsung mengarah pada anak berusia 14 tahun yang kali ini mulai memutar pergelangan tangan anak perempuan tersebut.


"Saudara Xiao!! Hentikan..!!"


Xiao Shuxiang seperti tidak mendengar Ro Wei dan Yi Wen. Dia juga tidak mengindahkan Hun Fung yang memohon agar berhenti menyiksa saudara seperguruannya.


"Kenapa kau diam saja, Saudara Wei! Ayo hentikan Saudara Xiao!!" Yi Wen baru akan melangkah, namun tangannya segera ditahan oleh seorang pria yang ternyata adalah Yang Shu.


"Guru?!"


"Jangan ke sana. Tidak perlu menghentikannya, Xiao'Er tahu apa yang harus dilakukan."


"Tapi Guru?!"


Yang Shu menggeleng, dia meminta agar Yi Wen memperhatikan Xiao Shuxiang saja. Dia lalu melirik ke arah Jing Mi dan murid-muridnya yang baru datang.


Mereka ingin segera berlari dan menghentikan tindakan Xiao Shuxiang, tetapi melihat Yang Shu memberi tanda----Jing Mi dan yang lainnya mengurungkan niat.


Jing Mi memperhatikan anak-anak baru Sekte Kupu-Kupu kebanyakan dari mereka masih kecil, berusia sekitar 5 sampai 6 tahun.


"Aaaaah!!"


"Sekarang kau mengerti? Sekte ini bukanlah tempat yang memperbolehkanmu bertindak sesuka hati. Di sini memiliki aturan, dan aturan itu adalah Aku, Xiao Shuxiang!"


Kraak!


Jeritan pilu semakin terdengar, beberapa anak terjatuh lemas karena melihat apa yang terjadi di depannya.


Xiao Shuxiang mematahkan tangan anak perempuan yang sudah lama membuat banyak masalah di Sekte Kupu-Kupu.


Tidak ada yang merasa senang melihat tindakannya, bahkan anak laki-laki yang ditolongnya tadi gemetar ketakutan dengan wajah pucat. Dia seperti melihat iblis bertubuh manusia.


"Dengarkan kalian semua! Para serangga-serangga kecil..!! Aku tidak peduli kalian dari kalangan mana, tetapi setelah menginjakkan kaki di tempat ini... Jangan harap kalian bisa kabur dengan kepala yang utuh..!"


Xiao Shuxiang melempar anak yang telah dipatahkan tangannya ke arah kerumunan anak yang masih berdiri. Tindakannya begitu cepat, ini membuat beberapa anak terjatuh karena tidak bisa menangkap tubuh temannya.


Xiao Shuxiang melempar sekantong pil ke arah anak yang tadi ditolongnya. "Berikan satu pil kepada anak yang ingin kau selamatkan..! Kalau pun tidak ada, juga tidak masalah. Biarkan saja mereka mati..!"


!!


Tangan anak laki-laki yang berusia 9 tahun tersebut bergetar hebat. Dia mencengkeram kuat kantong berisi pil milik Xiao Shuxiang.


Kakinya terlalu berat melangkah, tatapan matanya mengarah pada saudara-saudara seperguruannya yang berbaring penuh luka di tanah, serta tiga orang gadis yang sudah hampir menemui ajalnya.


Xiao Shuxiang baru menoleh ke arah Yang Shu, Jing Mi dan teman-temannya. Dia bisa mengenali mereka walau sudah lama tidak bertemu.


"Kalian bertujuh, ikuti aku."


Suara Xiao Shuxiang terdengar dingin, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan raut apapun selain kekesalan.


***


.


.


Catatan Penulis :


Arigatou Gozaimasu karena Teman-Teman masih mau mampir..! ヽ(´▽`)/ Senang bisa menemani sedikit waktu istirahat kalian..! (⌒▽⌒)


Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Berupa Like Dan Sekaumnya, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian..! ( ´ ▽ ` )ノ

__ADS_1


Senangnya Dapat Sampul Baru, Warbyyassah ppi (*´∀`~*) Sampai sekarang 'Penulis' masih sering senyum-senyum sendiri.. (⌒▽⌒)


__ADS_2