
Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan teman-teman mereka tersentak kemudian mengarahkan pandangan pada pemilik suara lembut barusan yang ternyata berasal dari Ling Qing Zhu.
Hu Li, "Nona Ling.."
"Akan kutunggu. Kau memiliki misi, maka akan kutunggu sampai misimu selesai."
!!
Xiao Lu, Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong berkedip beberapa kali. Apa barusan itu pengakuan? Atau mereka hanya salah dengar? Tapi tidak mungkin.
".. Ucapan Nona Ling seperti memberi harapan pada Xiao'Er. Jangan-jangan.."
Xiao Lu menoleh ke arah Jing Mi dan Hou Yong yang ternyata mendapat anggukan dari temannya. Dia lalu mengarahkan pandangannya pada Lan Guan Zhi dan rupanya pemuda itu juga nampak tersenyum walaupun sangat samar.
"Nona Ling ingin menunggu Saudara Xiao menyelesaikan misinya. Menunggu Saudaraku dan mulai membicarakan rencana pernikahan mereka. Tunggu. Bukankah itu artinya Nona Ling tidak menolak Saudara Xiao? Jadi sebenarnya gadis ini.. Suka.. Tapi apa benar begitu?"
Yi Wen tidak bisa mengetahui perasaan Ling Qing Zhu karena gadis berambut putih tersebut tetap saja berwajah tenang.
Bahkan semburat merah dan suara gemetar pun tak dimiliki oleh gadis cantik ini. Dia bahkan tanpa ragu terus menatap Xiao Shuxiang, padahal biasanya seorang gadis akan malu dihadapan pemuda yang disukainya, tetapi Ling Qing Zhu benar-benar berbeda.
Yi Wen terus memperhatikan Ling Qing Zhu sebelum akhirnya dia menoleh dan menatap Saudara Xiao-nya yang nampak terkesan.
"Kucing Putih.. Kau yakin dengan ucapanmu? Kau akan menunggu? Menunggu.. Diriku?"
"Mn"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat mendapat anggukan dari gadis berambut putih di depannya.
"Kucing Putih.. Kau sebenarnya suka padaku kan?"
"Mustahil,"
!
"Aiya, kenapa kau tidak jujur saja. Aku tidak akan menerjangmu jika kau mengatakan suka padaku,"
"Hmh, memalukan."
Ling Qing Zhu tetap bersikap tenang dan menjawab ucapan Xiao Shuxiang seperti biasa. Dia benar-benar membuat bingung Jing Mi, Xiao Lu, Hou Yong, Yi Wen, dan Bocah Pengemis Gila yang sejak tadi terus saja diam.
Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal, dalam hati dirinya merutuk. Sebenarnya gadis macam apa yang dia sukai ini?
"Hmmh.. Aku bahkan tidak mencium aroma kebohongan darinya.." Xiao Shuxiang mengusap wajahnya dan kemudian mulai mengangkat Ling Ya Bing dengan hati-hati.
".. Kita lanjutkan pembahasan ini nanti saja. Saatnya pergi,"
Ling Ya Bing ditidurkan tepat di tempat tidur milik Hu Li. Jing Mi dan Hou Yong berkata pada Xiao Shuxiang bahwa mereka belum bisa ikut karena masih harus membantu bisnis Nie Shang.
".. Banyak bangunan yang harus kami buat. Saudara Nie, Siu Yixin, dan Mo Huai akan kerepotan bila kami tidak ikut membantu,"
"Mm, baiklah. Kalian pergilah dan bawa Hu Li juga,"
?!
Hu Li tersentak mendengar ucapan Tuan Muda Xiao-nya. Dia ingin menolak karena tujuan hidupnya hanyalah untuk terus berada di samping Tuannya sampai akhir, dirinya tidak mau berpisah lagi. Namun Xiao Shuxiang berkata Nie Shang lebih membutuhkan bantuan.
".. Setelah kami selesai, aku akan langsung memakai Segel Cermin Pemindah agar bisa tiba di tempatmu berada.."
Xiao Shuxiang berjalan dan mengambil buku resep yang memiliki gambar peta Benua Tengah. Dia lalu merobek bagian kertas yang kosong dan meletakkan penanda segel cermin pemindah pada kertas tersebut.
".. Saat ini aku masih belajar mengembangkan teknik ini agar kelak tak perlu lagi memakai penanda ketika memakai Cermin Pemindah. Tapi bukan saatnya mengetes kemampuanku, jadi ambillah untuk berjaga-jaga supaya nanti kami dapat pulang ke tempat yang tepat."
Hu Li mengangguk, dirinya mengambil sobekan kertas tersebut dan menyimpannya. Dia meminta Tuan Muda Xiao-nya untuk selalu berhati-hati.
Yi Wen, "Kau tenang saja, ada aku yang akan melindungi Saudara Xiao.."
!
Xiao Shuxiang tersentak saat Yi Wen merangkul lengan kanannya. Dia memasukkan buku resep miliknya ke dalam Gelang Semesta dan lalu mengeluarkan Seruling Giok Putihnya sebagai senjata.
Dia meminta Yi Wen agar melepaskan rangkulannya, namun gadis tersebut tetap tidak mau. Terpaksa dirinya membiarkan gadis cantik ini merangkulnya sampai bosan sendiri.
Tidak hanya bersama Yi Wen, Xiao Shuxiang juga melakukan perjalanan bersama Lan Zhi, Lan Xiao, Bocah Pengemis Gila, Xiao Qing Yan, dan Xiao Lu.
"Nona Ling, sebaiknya kau juga ikut. Jadi kau dan Xiao'Er bisa menghabiskan waktu untuk saling mengenal.."
?!
Ling Qing Zhu tersentak kala lengannya dirangkul oleh Xiao Lu. Gadis ini menariknya untuk mengikuti Xiao Shuxiang yang ternyata sudah membentuk Segel Cermin Pemindah.
Lan Xiao yang masuk ke dalam cermin lebih dulu, kemudian disusul oleh Xiao Qing Yan, Yi Wen dan Xiao Shuxiang. Bocah Pengemis Gila nampak mengambil tongkat bambunya dan segera merangkul lengan Lan Guan Zhi, dia merengek butuh perlindungan.
Ling Qing Zhu, "Tapi.."
"Tenang saja, Jing Mi dan Hu Li akan memberitahu tentang kepergian kita pada Tuan Muda Ling.."
Xiao Lu menarik Ling Qing Zhu dan akhirnya masuk ke dalam Cermin Pemindah, mereka meninggalkan Jing Mi, Hou Yong, Hu Li, dan O Zhan.
*
*
Yang pertama kali menginjakkan kaki di Lembah Batu Api adalah Lan Xiao. Harimau Bulan tersebut langsung berubah menjadi Demonic Beast setinggi sepuluh meter dan mulai menggunakan Qi miliknya untuk mendinginkan tempat di sekelilingnya yang penuh hawa panas.
Xiao Qing Yan terlihat keluar dari Cermin Pemindah, dia merasa hawa di sini tidak benar-benar panas. Dia lalu mengerti bahwa Lan Xiao telah melakukan sesuatu yang baik. Dirinya kemudian menaiki punggung harimau tersebut.
Tap
Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di Lembah Batu Api, dia memakai Teknik Pernapasan Udara untuk menciptakan hawa dingin dan menyejukkan dirinya serta Yi Wen yang masih setia merangkulnya.
__ADS_1
Keduanya mengikuti Xiao Qing Yan dan ikut menaiki punggung Lan Xiao.
Tap
Sementara itu, Lan Guan Zhi memakai Qi untuk melindungi dirinya sendiri dan Bocah Pengemis Gila dari hawa panas. Di belakang keduanya berjalan Xiao Lu dan Ling Qing Zhu. Cermin Pemindah pun perlahan berubah menjadi titik air lalu menghilang.
Lan Guan Zhi dan yang lainnya juga sama. Mereka menaiki punggung Lan Xiao. Harimau Bulan tersebut perlahan kembali mengubah ukurannya menjadi semakin besar.
Rrrrr..!
Lan Xiao mengeluarkan suara dengkuran dan mulai melangkahkan kaki depannya. Dalam satu tarikan napas.. Harimau Bulan itu kemudian melayang di udara dan membawa teman-temannya terbang.
Beberapa Demonic Beast sebenarnya menyadari kehadiran manusia termasuk Lan Xiao, namun aura yang keluar dari tubuh Harimau Bulan tersebut membuat nyali mereka ciut dan tak berani mendekat apalagi mencoba mencari masalah.
"Saudara Xiao, jika ingin dipikirkan.. Ini adalah petualangan pertamaku denganmu. Ayo buat ini menjadi kencan~" Yi Wen berkedip dengan genit tanpa melepaskan rangkulannya dari lengan Xiao Shuxiang.
Dirinya sama sekali tidak peduli bahwa saat ini Ling Qing Zhu sedang melihatnya. Yi Wen memang sengaja melakukannya agar gadis berambut putih itu cemburu sekaligus mengetahui bahwa dirinya sedang mengibarkan bendera perang.
"Nona Ling, maaf saja. Aku menyukai Saudara Xiao lebih dari apa yang kau bayangkan. Kau akan kalah jika tidak mau mengakui perasaanmu pada Saudaraku ini.."
"Yi Wen, ada apa dengan ekspresi wajah seriusmu itu? Ayo sedikit bergeser, kau membuat lenganku dalam keadaan bahaya.."
??
Xiao Shuxiang membahas tentang lengan tangannya yang bergesekan dengan bagian privasi Yi Wen. Benda itu besar, lembut, hangat, dan padat di saat yang bersamaan.
Meski Xiao Shuxiang bukan orang yang mudah malu apalagi terangsang hanya karena bersentuhan dengan salah satu bagian tubuh wanita yang keramat tersebut.. Namun tetap saja dia tidak bisa menerima ini, walau dirinya akui lengannya merasa nyaman.
"Aku tidak mau melepaskanmu Saudara Xiao~ kita sudah lama tidak sedekat ini. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali mandi bersamamu~"
!!
"Yi Wen, kita tidak pernah mandi bersama. Kau hanya membantuku menggosok punggung, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan membuat kesalah-pahaman di sini, Kawan."
Yi Wen semakin mengeratkan rangkulannya. Dia bahkan segera mengatur posisi dan membuat dirinya memeluk pinggang Xiao Shuxiang. Rasanya sangat menenangkan dan nyaman saat memeluk Saudaranya ini. Dirinya bahkan tersenyum sambil menutup mata.
"Yi Wen.. Hei.. Yi Wen.."
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan kemudian menggeleng, gadis berambut sepanjang leher tersebut ternyata malah tidur. Dia terpaksa menyangga tubuh gadis ini agar tidak sampai terjatuh.
Ling Qing Zhu, Xiao Lu, Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi memperhatikan apa yang terjadi pada Yi Wen. Yang melakukan protesan lebih dulu adalah Xiao Lu, dia mengajak Ling Qing Zhu pergi bersama bukan untuk membuat hatinya terluka.
".. Yi Wen ini.." Xiao Lu baru akan menarik telinga Yi Wen, namun dirinya dihentikan oleh Ling Qing Zhu.
"Dia terlihat kelelahan. Biarkan dirinya istirahat,"
?!
"Nona Ling, apa kau tidak terganggu dengan sikapnya?! Dan untukmu Xiao'Er, bagaimana bisa kau melakukan ini..?!" Xiao Li menahan diri agar tidak sampai bersuara keras.
Ling Qing Zhu menjawab pertanyaan Xiao Lu dengan mengatakan dirinya hanya sedikit kesal, namun wajahnya masih saja tenang. Sementara itu, Xiao Shuxiang nampak memprotes Xiao Lu dengan berkata bahwa dia sama sekali tidak melakukan apapun.
Xiao Lu, "Kau ini,"
Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila terus memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang mendapat omelan dari Xiao Lu. Keduanya merasa ini akan jadi perjalanan yang penuh hiburan, sementara Xiao Qing Yan merasa ini adalah perjalanan paling berisik yang pernah dia alami.
Lan Xiao membawa teman-temannya terbang hingga melewati Lembah Batu Api. Sepanjang perjalanan, Bocah Pengemis Gila nampak gembira dan menunjuk apa pun di bawahnya, dia bertindak seperti anak kecil hingga membuat Lan Guan Zhi bersikap layaknya seorang ayah pada pemuda tersebut.
Sementara itu, Xiao Lu yang sudah kelelahan mengomeli adiknya nampak beristirahat sampai tertidur. Xiao Qing Yan sendiri lebih suka mengajak Harimau Bulan bicara daripada mempedulikan apa yang terjadi pada teman-temannya.
Dan untuk Xiao Shuxiang, dirinya hanya diam sambil terus menjaga Yi Wen. Terkadang dia menoleh ke arah Ling Qing Zhu untuk memastikan gadis itu masih ada, namun segera pandangannya diarahkan ke tempat lain ketika gadis tersebut ternyata juga menatapnya.
Sepanjang jalan, Ling Qing Zhu sebenarnya tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Xiao Shuxiang dan Yi Wen. Kedua orang itu terlihat mesra sekali meski memang Yi Wen-lah yang memulai duluan.
Wajah Ling Qing Zhu dan tatapan matanya masih mengandung ketenangan, tetapi entah mengapa Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman terus ditatap oleh gadis berambut putih dan bercadar tipis tersebut.
Lan Guan Zhi memperhatikan Ling Qing Zhu yang sejak tadi hanya diam. Dirinya pun mulai bertanya.
"Nona Ling memikirkan apa?"
Suara Lan Guan Zhi begitu lembut dan menenangkan. Meski kecepatan terbang Lan Xiao cukup tinggi, namun suara pelan pemuda berpakaian serba putih itu masih bisa didengar dengan baik oleh Ling Qing Zhu.
"Hubungan mereka,"
"Mn?"
Lan Guan Zhi melihat ke arah tatapan mata Ling Qing Zhu, gadis ini rupanya penasaran mengenai hubungan Yi Wen dengan Xiao Shuxiang.
"Dia bilang.. Punggungnya pernah digosok Yi Wen, benarkah itu?"
"Mn.. Aku tidak tahu.. Itu mungkin saja,"
Bocah Pengemis Gila memperhatikan pembicaraan dua orang yang memiliki kedataran wajah yang sama. Dia memiringkan kepalanya karena begitu bingung bagaimana bisa ada manusia seperti Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi di dunia ini.
"Ehm.. Menurutku.. Sebenarnya Nona Ling suka dengan Bocah Pembuat Arak itu, tapi dia hanya tidak mau mengatakannya.."
Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dagunya sambil memeluk tongkat bambu miliknya. Dia sepertinya mulai memahami keadaan yang sekarang.
Selama ini, Lan Guan Zhi begitu dekat dengan Xiao Shuxiang, keduanya bahkan dianggap pasangan terlarang oleh teman-temannya, dan itu dapat dibuktikan dengan Xiao Lu yang sering menyebut Lan Guan Zhi sebagai Adik Iparnya.
Dan Ling Qing Zhu sepertinya adalah tipe orang yang lebih mendekati teman pemuda yang disukainya. Dia memilih dekat dengan Lan Guan Zhi karena tahu bahwa orang tersebut merupakan teman dekat Xiao Shuxiang.
Tentu saja, ini adalah pendapat dari Bocah Pengemis Gila yang bisa saja benar atau mungkin salah. Sebab hanya Ling Qing Zhu sajalah yang mengetahui perasaannya yang sebenarnya.
Butuh waktu sekitar empat jam lebih bagi Lan Xiao dan teman-temannya untuk sampai di perbatasan. Harimau Bulan itu perlahan mulai turun, dia menapakkan kakinya di tanah tanpa menghasilkan suara apalagi angin.
Sungguh pemandangan ketika Lan Xiao menapak begitu anggun, seakan dirinya adalah Binatang dari langit yang membawa keindahannya turun ke bumi.
Lan Xiao menjaga jarak tempat turunnya agar tidak terlalu dekat dengan dinding besar yang akan dia dan teman-temannya masuki.
__ADS_1
Dirinya mengambil jarak 15 meter dari gerbang Kota Bulan Darah, inilah nama kota yang harus mereka lewati.
Bocah Pengemis Gila yang turun lebih dulu, kemudian disusul oleh Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, dan Xiao Qing Yan.
Xiao Lu sendiri nampak masih mengantuk, sementara Yi Wen terlihat segar sehabis tidur dengan dada bidang Saudara Xiao-nya sebagai bantal. Jangan tanyakan keadaan Xiao Shuxiang, dia saat ini merasa bahunya hampir terlepas.
Nyawn.. Rrr
Lan Xiao mengeluarkan suara dengkuran dan perlahan mulai mengubah tubuhnya menjadi seukuran anak kucing. Dia terlalu banyak memakai Qi dan saat ini begitu kelelahan. Xiao Shuxiang memasukkan Harimau Bulan tersebut ke dalam Gelang Semesta untuk beristirahat.
Xiao Shuxiang teringat dengan enam ekor kuda yang ada di dalam Gelang Semestanya. Dia lalu mengeluarkan hewan-hewan tersebut yang rupanya berada dalam kondisi sangat baik.
Dua kuda dirinya beli seharga 5.000 keping emas. Sementara empat lainnya merupakan pemberian Ling Lang Tian saat perjalanannya menuju gerbang dunia kelima.
"Ternyata kau membawa kendaraan semacam ini. Bagus juga, jadi kita tidak perlu berjalan kaki.." Xiao Lu memilih salah satu kuda dan lalu menungganginya, dia nampak begitu ahli.
"Mungkin lain kali akan kubuat peternakan kuda di dalam Gelang Semestaku. Tempat itu sangat luas dan hampir mirip dunia yang belum ditata rapi.. Luar biasa,"
Xiao Shuxiang menunggangi kuda yang berwarna cokelat kehitaman. Dia melihat Xiao Qing Yan menyapa kuda yang paling kecil dan cocok sekali dengan tubuh berusia 10 Tahun miliknya.
"Saudara Xiao, aku ingin satu kuda denganmu. Ajak aku..!" Yi Wen merengek namun Xiao Shuxiang tidak mengizinkannya. Temannya tersebut sebaiknya menunggangi kuda yang lain.
".. Sudah cukup aku bersamamu sepanjang hari, sekarang biarkan Xiao Shuxiang ini sendiri, oke?"
"Tapi Saudara Xiao, aku tidak bisa menunggang kuda. Selama ini aku selalu memakai pedang terbang bila melakukan perjalanan jauh. Bao Yu pernah mengajariku, tapi aku masih takut menunggang kuda sendirian.."
Xiao Shuxiang melihat Yi Wen memberinya tatapan seperti hampir menangis. Dia baru akan mengizinkan gadis tersebut untuk duduk di belakangnya.. Namun seketika dirinya melihat Lan Guan Zhi mengulurkan tangan untuk Bocah Pengemis Gila.
Xiao Shuxiang segera turun dari kudanya dan bergegas ke tempat Bocah Pengemis Gila berada kemudian menarik tangan pemuda tersebut hingga membuat teman-temannya yang lain tersentak.
?!
"Kau ini kenapa?"
"Jangan berani mencuri kesempatan untuk bisa dekat dengan Lan Zhi. Aku tidak akan membiarkanmu menodai pikirannya.."
Xiao Shuxiang menyuruh Bocah Pengemis Gila agar naik ke kuda miliknya. Dia bahkan menepuk bokong pemuda tersebut dan terus memaksanya.
Yi Wen tersentak saat tahu bahwa Saudara Xiao-nya lebih memilih Bocah Pengemis Gila dibandingkan dengan dirinya. Dia nampak menggelembungkan pipi karena tidak terima.
Ling Qing Zhu, "Nona Yi Wen, ayo naik."
?!
Yi Wen menoleh dan mendapati Ling Qing Zhu mengajaknya menunggang kuda bersama. Dia dengan berat hati mengikuti gadis cantik tersebut.
Pada akhirnya, dari enam kuda.. Hanya lima ekor yang dipakai. Sementara seekor lagi dimasukkan kembali ke dalam Gelang Semesta.
Xiao Shuxiang menunggang kuda bersama Bocah Pengemis Gila, sementara Ling Qing Zhu membawa Yi Wen. Teman-teman mereka juga nampak menunggangi kudanya masing-masing.
Yi Wen tidak banyak bicara dengan Ling Qing Zhu. Dia merasa canggung saat bersama gadis yang disukai oleh Saudara Xiao-nya, namun lama kelamaan dia sudah bisa menenangkan diri.
"Kota Bulan Darah adalah kota yang biasa-biasa saja. Tidak ada hal menarik di tempat itu dan pelangganku sangat kurang di sana.."
Bocah Pengemis Gila sepanjang jalan terus membicarakan kondisi Kota Bulan Darah yang dia ketahui. Dirinya sengaja bersandar pada dada bidang Xiao Shuxiang agar pemuda di belakangnya ini merasa jijik terhadapnya.
"Kau sebenarnya dibayar berapa untuk satu malam?"
"Hm? Kenapa kau ingin tahu? Kau mau menyewaku?"
Xiao Shuxiang mengedutkan bibir atasnya sambil memegang kuat tali kekang kudanya, dada miliknya terasa sangat hangat karena menempel dengan punggung Bocah Pengemis Gila, tetapi dia nampak tak peduli. Bahkan secara sengaja Xiao Shuxiang lebih dekat sampai menempelkan pipinya di telinga Bocah Pengemis Gila.
!!
"Ke-Kenapa kau begitu dekat?"
"Siapa kau sebenarnya?"
Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Bocah Pengemis Gila dan memilih melontarkan pertanyaan yang selama ini mengganggunya.
".. Aku tahu Lan Zhi pemuda yang baik, tetapi kurasa dia terlalu melindungimu. Bahkan rasanya seperti dia lebih peduli padamu dibandingkan dengan aku,"
"Kau.. terdengar seperti cemburu padaku,"
Xiao Shuxiang mendengus singkat dan mengancam akan mengigit telinga Bocah Pengemis Gila jika pemuda tersebut tidak menarik kembali ucapannya.
".. Aku sebenarnya tidak suka dengan orang asing sepertimu.." Xiao Shuxiang mengatakan semua yang membuatnya sedikit gelisah. Salah satunya adalah pertanyaan mengapa Bocah Pengemis Gila yang diminta menemui Grand Elder Sekte Pagoda Langit dan bukan dirinya.
".. Bukankah itu aneh? Jadi sebaiknya kau jujur padaku. Siapa dirimu ini.."
Bocah Pengemis Gila merasa tidak pernah berbohong, jadi dia tentu menjawab bahwa dirinya memang memiliki hubungan dengan Ling Chu Zhen, Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
".. Bukan berarti dia adalah salah satu pelangganku, tapi pertemuan kami memang agak.. Ehm.."
"Kau tidak perlu menjelaskannya. Dari ekspresi wajahmu aku sudah bisa menebak. Adegan pertemuan kalian pasti dalam keadaan membahayakan,"
Bocah Pengemis Gila menahan senyum saat mengingat masa lalunya dengan Ling Chu Zhen. Suara derap kaki kuda yang dia tunggangi seakan tak terdengar. Dia bahkan tak sadar telah mencapai gerbang Kota Bulan Darah.
Xiao Lu dan Yi Wen bertugas bernegoisasi dengan penjaga gerbang agar bisa diizinkan masuk. Keduanya mendapat bantuan dari Ling Qing Zhu yang ternyata gadis tersebut memiliki token khusus yang fungsinya sama dengan surat persetujuan Wali Kota.
Xiao Lu dan teman-temannya akhirnya dapat melewati Gerbang Kota Bulan Darah tanpa hambatan. Hanya saja dua penjaga gerbang menjelaskan beberapa aturan dan bahaya kota ini.
Mereka diminta untuk tidak berjalan-jalan di malam hari dan jika mendengar suara aneh.. Maka Xiao Shuxiang serta teman-temannya tidak perlu mencari tahu asal suara itu atau sesuatu yang buruk akan terjadi.
Kedua penjaga yang adalah pria berusia sekitar 40 Tahun tersebut begitu serius dalam perkataan mereka. Hanya saja saat ditanya lebih rinci, keduanya memilih bungkam. Ini malah membuat Xiao Shuxiang dan teman-temannya merasa kebingungan.
Peringatan kedua penjaga gerbang berpakaian hijau muda tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya Kota Bulan Darah sudah sangat lama dilanda kejadian aneh, di mana setiap malam hari akan terdengar suara musik yang mengerikan.
***
__ADS_1