XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
160 - Kediaman Wali Kota [Revisi]


__ADS_3

Setelah warga kota berhasil disembuhkan dengan cara yang tidak biasa, Xiao Shuxiang dan ketiga temannya melanjutkan perjalanan ke tempat wali kota. Mereka diantar oleh Mo Huai.


Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang mendapat omelan yang tidak ada habisnya dari Dai Chen.


Temannya itu mendapat tugas dari Lan Gaozu untuk menjaga Lan Guan Zhi dan tidak membiarkan siapapun menyentuh, apalagi sampai memeluknya seperti yang dilakukan Xiao Shuxiang beberapa waktu lalu.


Dai Chen, "Tuan Muda Lan adalah kebanggaan Sekte Pedang Langit, dirinya laksana gunung suci yang begitu dihormati. Kau tak seharusnya melakukan tindakan tidak tahu malu semacam itu."


Xiao Shuxiang berkedip. "Ya ampun, Dai Chen. Aku hanya memeluknya, tidak mengigit apalagi memakannya. Kau jangan seheboh ini, berpelukan bukannya hal biasa dalam pertemanan? Aku sering melakukannya dengan Saudara Jing dan murid Sekte Kupu-Kupu yang lain,"


Jing Mi mengangguk setuju, sudah tiga jam mereka berjalan dan Dai Chen terus saja mengomeli Xiao Shuxiang. Mo Huai bahkan hanya bisa diam tanpa bisa menceritakan apa-apa tentang kotanya pada keempat pendekar ini.


Xiao Shuxiang, "Lan Guan Zhi saja tidak keberatan kupeluk, kenapa malah kau yang heboh? Kau juga sering memeluk adikmu, kan? Kenapa kau harus membesar-besarkannya, lagipula kami sama-sama laki-laki. Apa itu aneh?"


Xiao Shuxiang terus mengikuti Mo Huai dari belakang, di sampingnya ada Dai Chen, sementara Lan Guan Zhi dan Jing Mi berjalan di belakang mereka.


Jalanan Kota Awan Dingin begitu bersih. Semakin berjalan masuk, maka semakin banyak warga yang mereka lihat. Sepertinya, mayat-mayat hidup tersebut tidak pernah masuk sejauh ini di Kota Awan Dingin.


Dai Chen. "Aku tidak peduli kau berpelukan dengan siapa, tapi jangan lakukan itu dengan Tuan Muda Lan. Dia merupakan tanggung-jawabku,"


Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia seperti bertemu dengan penggemar fanatik Lan Guan Zhi yang kepribadiannya agak mirip dengan Lan Gaozu.


"Haiih.. Lan Zhi, apa kau tidak senang kupeluk?" Xiao Shuxiang menoleh ke belakang, dia bertanya pada Lan Guan Zhi yang masih tetap berwajah tenang setelah mendengar perdebatan aneh kedua temannya.


"Mn.. tidak juga."


"Lihat, kan? Semua itu hal yang biasa Dai Chen. Kau jangan membuatku seperti melakukan tindakan yang aneh,"


"Kau memang melakukannya," Dai Chen memasang wajah seperti ayah galak, dia membuat Xiao Shuxiang terkejut dan hampir tersedak napasnya sendiri.


"Dai Chen.."


"Sudahlah, Saudaraku. Kalian berdua berhentilah.." Jing Mi berjalan lebih cepat, menjadi pemisah antara Dai Chen dengan Xiao Shuxiang.


Mereka bertiga baru sadar telah sampai di depan kediaman wali kota setelah mendengar suara gerbang yang dibuka oleh Mo Huai.


"Ini belum berakhir, kau harus dihukum karena telah menyentuh Tuan Muda Lan." Dai Chen melangkah masuk sambil menatap Xiao Shuxiang dengan tajam.


"Oh, kalau begitu tambahkan juga. Xiao Shuxiang akan menjamahnya malam ini. Biar kulihat, sekejam apa hukuman Sekte Pedang Langit Itu..!"


"Kalian Berdua Bisa Diam Tidak?! Kita Sudah Sampai Dan Kalian Malah Memperdebatkan Yang Bukan-Bukan?!" Jing Mi akhirnya meradang, dia sudah menggunakan nada yang halus dan bersahabat pada kedua temannya tetapi kedua makhluk ini sama sekali tidak mendengarnya.


BAAAM!


Pintu kediaman wali kota meledak, Dai Chen dan Xiao Shuxiang langsung menatap Jing Mi karena merasa teman mereka itulah yang melakukannya.


"Bukan aku..! Aku juga kaget,"

__ADS_1


Dai Chen dan Xiao Shuxiang akhirnya berhenti berdebat, mereka mulai melihat kesekitaran.


Kediaman wali kota dipenuhi oleh debu dan juga sarang laba-laba tebal. Dibalik pintu yang meledak tadi, memperlihatkan sebuah area gelap nan mencekam.


Lan Guan Zhi menyentuh salah satu sarang laba-laba yang warnanya tidak biasa, yakni berwarna merah terang.


!


Jari Lan Guan Zhi tergores hingga berdarah, sudah pasti sarang laba-laba tersebut bukannya sarang biasa.


Dai Chen juga memeriksa sarang laba-laba yang lain, letaknya ada di salah satu dinding kediaman wali kota. Sarang laba-laba ini berwarna putih susu namun begitu tebal seperti membungkus sesuatu.


Saat membukanya sedikit, Dai Chen sudah menduganya. Yang terbungkus ternyata adalah manusia, kemungkinan adalah penjaga gerbang kediaman wali kota.


Wajah manusia yang dilihat Dai Chen kini lebih banyak tulang, kulitnya dipenuhi dengan cairan asam berwarna hijau berbau menyengat.


!!


Xiao Shuxiang segera mengeluarkan pedangnya dari dalam Cincin Spasial, kali ini dia tidak memakai Yīng xióng.


Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi merasakan ada sesuatu yang mendekat ke arah mereka. Ketiganya menarik pedang dan mulai bersikap waspada.


"Empat arah.."


"Lihat ke depan..!" Xiao Shuxiang berseru saat teman-temannya mengira ada bahaya yang datang pada mereka dari empat arah.


Dai Chen menyeru agar Jing Mi menjaga Mo Huai, dia kemudian bergabung dengan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.


"Pe-Pendekar, kau tidak perlu menjagaku.." Mo Huai walau gemetar ketakutan, dia masih sadar betul bahwa dirinya hanya akan menjadi beban bagi Jing Mi. Manusia biasa sepertinya memang sudah ditakdirkan mati, jika tidak di tangan mayat hidup.. Maka di tangan para kultivator.


"Saudara Mo, kau jangan khawatir. Aku pasti akan melindungmu. Kau bukanlah beban, Saudaraku." Jing Mi mengusap pelan kepala Mo Huai, pemuda berusia 17 Tahun tersebut memiliki tubuh kecil seperti seorang gadis.


!!


Suara tapak kaki terdengar, berasal dari dalam kediaman wali kota. Jing Mi dan teman-temannya juga mendengar suara yang lain, rasa penasaran mereka terjawab saat sepuluh ekor laba-laba berwarna hitam dengan ukuran tidak biasa memasuki kediaman wali kota lewat dinding dan pintu gerbang.


Seorang wanita terlihat dari dalam kediaman wali kota. Wanita ini memakai pakaian berwarna merah dengan motif kelopak bunga, sebuah topeng rubah terselip pada pinggangnya.


Xiao Shuxiang tahu dia, wanita tersebut pernah bertarung dengannya dulu. Meski kini warna pakaiannya berbeda, tetapi modelnya tetap saja sama.. Yakni begitu sopan pada bagian atasnya namun membuat emosi pada bagian bawahnya.


"Wah wah wah, aku sepertinya kedatangan tamu-tamu yang tampan..! Tapi suamiku sedang tidur, dia tidak suka diganggu.."


"Hei Kau, Nona Cantik! Kalau kau ingin memperlihatkan bagian bawahmu, langsung saja! Kalau tidak mau, ya tutup!" Jing Mi menunjuk wanita tersebut dengan kesal, wajahnya merah karena malu dan marah secara bersamaan.


"Saudara Jing, aku juga pernah mengatakan hal itu..! Dia memang wanita menyebalkan!" Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, ingin sekali dia merobek pakaian wanita cantik yang berdiri di depan pintu kediaman wali kota.


Dai Chen dan Lan Guan Zhi tidak tahu apa yang membuat kedua teman mereka begitu kesal. Keduanya langsung menyerang wanita di depan mereka tanpa aba-aba sama sekali.

__ADS_1


Bian Que melompat menghindari serangan Dai Chen dan Lan Guan Zhi. Dia melayang begitu lambat dan menapak dengan anggun di atap kediaman wali kota.


Mo Huai dan Jing Mi mengusap hidung mereka yang seperti mengeluarkan darah. Keduanya segera dijitak oleh Xiao Shuxiang.


"Kalian terlalu heboh jika mimisan sekarang, apa kalian melihat ********** hah?"


"Tidak, tapi.."


!!


Jing Mi dan Xiao Shuxiang tersentak saat mendapat serangan tiba-tiba dari laba-laba besar, segera Jing Mi mengangkat Mo Huai dan melompat menghindari serangan Demonic Beast tersebut.


TRAAANG!


Xiao Shuxiang merasakan kaki laba-laba yang dilawannya begitu keras, dia lalu melompat untuk menyerang mata laba-laba tersebut.


Dua ekor laba-laba setinggi lima meter itu menyemburkan cairan asam berwarna hijau saat Xiao Shuxiang melompat. Cairan yang dapat melelehkan manusia dan menjadikannya tulang-belulang seketika.


Kultivator yang mereka pikir telah mati karena terkena cairan asam kini berada di belakang mereka dan hanya satu tarikan napas, salah satu diantara mereka terkena tebasan di kepala sampai tubuhnya terbelah dua.


Xiao Shuxiang tanpa membuang waktu kembali menyerang laba-laba yang satunya. Dia juga harus menghindari beberapa serangan dari laba-laba yang lain.


Lan Guan Zhi bertarung dengan Bian Que, satu lawan satu. Sementara Dai Chen membantu Xiao Shuxiang dan Jing Mi.


TRAAANG!


"Pendekar, sebaiknya aku keluar dari tempat ini. Aku hanya menjadi beban untukmu.."


"Jangan Saudaraku, entah bahaya apa yang menunggumu di luar tempat ini jika kau keluar. Aku tidak selemah itu sampai tidak bisa melindungimu.." Jing Mi memeluk pinggang Mo Huai dan membawanya untuk menghindari serangan dua ekor laba-laba.


BAAAM!


"Tampan, kau datang kemari dan merusak kediamanku.. Hm bukankah terlalu kelewatan? Padahal aku bisa menjamu kalian dengan baik, misalnya.. Ciuman."


"Hei, Kau Wanita Menyebalkan! Berani genit pada Lan Guan Zhi, kau mati!" Xiao Shuxiang menunjuk Bian Que dengan kaki laba-laba yang dia serang, dirinya kemudian mematahkan satu kaki laba-laba lagi yang sudah semakin sekarat.


Xiao Shuxiang segera melesatkan kaki laba-laba di tangannya ke arah Bian Que, Dai Chen juga melakukan hal yang sama. Andai dirinya tidak sedang melawan Demonic Beast ini, dia pasti sudah membantu Lan Guan Zhi sekarang.


"Sebaiknya kita selesaikan ini secepatnya.." Xiao Shuxiang mengeluarkan satu lagi pedang dari Cincin Spasialnya.


Dengan pedang di kedua tangan, dirinya langsung melesat memberi begitu banyak tebasan pada laba-laba yang menghalangi jalannya untuk menyerang Bian Que.


Xiao Shuxiang akhirnya berhasil, dia kini langsung menerjang Bian Que yang saling bertukar serangan dengan Lan Guan Zhi.


TRAAANG!


***

__ADS_1


__ADS_2