
"Jadi sekarang kita harus ke mana? Tidak ada ruangan lain di depan.." semua yang terlihat di depan Xiao Shuxiang adalah dinding batu tanpa hiasan apapun, bahkan di belakang mereka juga hanya dinding batu.
Satu-satunya penghias ruangan ini adalah lantai dengan dua belas lingkaran bermotif bunga.
Sambil tetap mengusap bokongnya, Xiao Shuxiang mulai berjalan ke depan. Kakinya menginjak salah satu motif bunga yang langsung bersinar merah dan mengeluarkan suara seperti senar kecapi yang dijentikkan.
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia seketika melompat saat lima belati kecil melesat entah dari mana. Dai Chen dan Lan Guan Zhi melihat ke sekitaran, keduanya tidak merasakan kehadiran siapa pun selain mereka bertiga.
"Lalu dari mana munculnya serangan barusan?" Xiao Shuxiang juga tidak merasakan hawa keberadaan orang lain, kakinya kembali menginjak lingkaran bermotif bunga tanpa sengaja.
!
Lingkaran tersebut kembali bersinar merah dan bersuara seperti bunyi senar kecapi, belati kecil melesat lagi namun Xiao Shuxiang dengan cepat menghindarinya.
Dia, Lan Guan Zhi, dan Dai Chen akhirnya menyadari bahwa lingkaran tersebutlah yang menjadi sumber dari serangan belati barusan. Ketiganya kini mengerti ucapan Shao Nu sebelumnya.
Mereka harus menari seperti yang diperagakan Shao Nu agar bisa sampai ke tempat Duan De.
"Aku tidak memperhatikan tarian gadis itu dengan baik.." Dai Chen bertanya pada kedua temannya, Xiao Shuxiang mengatakan melihat gerakan tarian Shao Nu dari awal hingga akhir, tapi butuh waktu baginya untuk mengingat kembali gerakan tersebut.
".. Bagaimana denganmu, Lan Zhi?"
"Akan kucoba," Lan Guan Zhi mulai melangkahkan kakinya ke salah satu lingkaran, baru gerakan pertama.. Lingkaran tersebut langsung berwarna merah dan mengeluarkan suara, belati kecil melesat ke arahnya.
Traang!
Tap
Lan Guan Zhi kembali ke tempat Xiao Shuxiang dan Dai Chen. Dia tidak mengerti, padahal gerakan tariannya tadi sudah sangat benar.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia lalu mengambil posisi duduk bersila dan mulai menutup matanya.
Dia fokus untuk mengingat setiap gerakan tarian Shao Nu, butuh waktu dua menit sampai dirinya mulai membuka mata.
"Baiklah, kita mulai."
Xiao Shuxiang berdiri dan mencoba melakukan gerakan tarian yang sama, namun tetap saja hasilnya gagal.
Belati kecil kembali melesat ke arah Xiao Shuxiang yang dengan cepat dihindarinya. Dia merasa kebingungan, dimana letak kesalahannya? Apa mungkin Shao Nu mengerjainya?
Xiao Shuxiang kembali menapakkan kakinya di salah satu batu bermotif, bersamaan dengan Lan Guan Zhi yang juga melakukannya.
Keduanya tersentak saat batu tersebut mengeluarkan sinar putih dan tidak melesatkan belati lagi.
"Ini.. Jangan bilang tarian Shao Nu yang kita lihat sebelumnya adalah tari berpasangan?" Xiao Shuxiang menatap kedua temannya secara bergantian.
"Aku rasa.. Itu memang tari berpasangan, buktinya kaki kalian menginjak lingkaran itu secara bersamaan dan tidak ada belati yang menyerang kalian.." Dai Chen mengusap-usap dagunya, dia meminta Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi agar melakukan gerakan kedua pada tarian Shao Nu.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mengangguk, keduanya mempraktekkan tarian Shao Nu kembali dan memang itu berhasil.
"Lan Zhi, kau hapal semua gerakannya, kan?"
Lan Guan Zhi mengangguk, dia mengulurkan tangannya pada Xiao Shuxiang seakan memberi tanda bahwa dia mengajak temannya untuk menari bersama.
Tatapan mata Lan Guan Zhi lembut dan menenangkan, walau hanya samar-samar, Xiao Shuxiang bisa melihat senyum tipis terlukis di wajah temannya ini.
Xiao Shuxiang tidak sadar menahan napas, baru pertama kali dirinya melihat tatapan mata Lan Guan Zhi yang menghanyutkan, dan itu membuat ujung telinganya memerah.
"Emm.. Lan Zhi, kau tak perlu sesopan ini. Kau membuatku malu.."
Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia melihat Dai Chen yang memasang ekspresi pucat, jelas Dai Chen memberi tatapan aneh pada kedua temannya.
Lan Guan Zhi tahu bahwa Xiao Shuxiang sedang salah tingkah, dirinya tersenyum sekilas dan berkata bahwa dia bercanda. Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang terkejut bukan main.
"Lan Zhi..! Kau tidak punya bakat melucu, kawan! Kau hampir membuatku belok..! Wajahmu tidak cocok untuk bercanda, jangan lakukan lagi.. Huuf.. Kau ini belajar dari mana..? Ya ampun.. Tekanan darahku.." Xiao Shuxiang menggeleng sambil mengusap dadanya pelan. Dia sepertinya lupa bahwa Lan Guan Zhi belajar dari dirinya.
Setelah menenangkan jantungnya, Xiao Shuxiang mulai kembali serius dan mengajak Lan Guan Zhi untuk menari bersama. Mereka berdua melakukannya sambil menginjak lingkaran bermotif dengan disaksikan oleh Dai Chen.
Tarian ini mengisahkan pertemuan dua hewan legenda, Naga dan Phoenix. Dalam peristilahan 'Yin' dan 'Yang', Naga adalah 'Yang' (jantan), melengkapi Phoenix yang bersifat 'Yin' (betina). Tarian ini disebut 'Long Feng Cheng Xiang' atau 'Naga dan Phoenix Membawa Berkah'.
Pandangan mata Dai Chen terus memperhatikan tarian Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tanpa berkedip sama sekali. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dinding di belakangnya mulai membentuk lubang.
Jing Mi, Siu Yixin, Hu Li, dan Mo Huai keluar dari lubang tersebut. Keempatnya juga seakan terpesona dengan pemandangan yang mereka lihat.
Di tempat lain, Shao Nu duduk sambil menatap ke arah lubang besar di depannya. Di sekelilingnya kini berbaring 15 orang murid Scarlet Bayangan yang masih bernapas, kedua tangannya tetap menangkup api biru kecil Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Harusnya saat ini dirinya merasakan sakit yang amat sangat dan meleleh karena telah mengkhianati tetuanya, namun api biru Xiao Shuxiang seperti memiliki sesuatu yang dapat menghilangkan segel kutukan di dalam tubuhnya.
"Kau harus tetap hidup, Senior Xiao. Aku akan menunggumu kembali.." Shao Nu melihat lubang di depannya perlahan menutup.
**
Di tempat yang tertutup ini, rasanya ada angin sejuk dan menenangkan menghampiri Jing Mi serta teman-temannya saat melihat tarian indah di depan mereka.
Kaki Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi akhirnya menapak di lingkaran paling tengah, pertanda tarian keduanya telah selesai.
Tangan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi saling berpegangan, tubuh mereka begitu dekat. Keduanya sama-sama saling berpandangan, walau pada akhirnya Xiao Shuxiang yang lebih dulu mengalihkan perhatiannya karena tidak kuat.
"Mn, aku menang lagi." Lan Guan Zhi melepaskan tangan Xiao Shuxiang dan kemudian membalikkan tubuhnya ke arah teman-temannya.
Xiao Shuxiang mendengus, "Lan Zhi, kenapa harus ada manusia sepertimu di dunia ini..? Jangan berusaha menggodaku, kawan. Aku benar-benar dapat belok karena dirimu,"
"Kau yang mulai duluan,"
!
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mendengar suara tepuk tangan serta pujian dari teman-temannya.
Dai Chen baru menyadari kehadiran Jing Mi dan yang lainnya, tarian Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi seakan menghanyutkan dirinya sampai tidak sadar dengan kehadiran ketiga temannya ini.
"Mengagumkan, Saudara Xiao..! Itu sangat indah sekali..!"
"Benar, aku sampai menangis. Kalian serasi sekali..!"
Jing Mi dan Hu Li tidak henti-hentinya bertepuk tangan. Siu Yixin dan Dai Chen juga ikut memujinya, membuat Xiao Shuxiang mengibas pelan rambutnya dan berkata itu belum seberapa.
"Jangan terlalu memujiku, aku tidak mau sombong. Tapi ya.. Aku memang luar biasa..! Kalian baru saja menyaksikan tarian perdana Xiao Shuxiang, jadi berbanggalah wahai manusia.." Xiao Shuxiang tersenyum bangga, dia sebenarnya tidak percaya memiliki bakat terpendam lain dan dirinya tidak tahu tarian apa yang dilakukannya tadi.
!!
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi merasakan lantai di bawah mereka mulai bergerak. Perlahan, lingkaran di bawah kaki mereka melebar dan terangkat naik.
Atap di atas mereka mulai membentuk lubang. Xiao Shuxiang meminta temannya agar segera naik, tempat Duan De pasti ada di atas sana.
Jing Mi menggendong Mo Huai dan melompat naik ke lantai yang bergerak perlahan, Dai Chen, Siu Yixin, dan Hu Li mengikuti dirinya.
Bangunan tempat Shao Nu berada terlihat hanya satu bangunan saja, tetapi sebenarnya ini merupakan sebuah pagoda bertingkat dua.
Jarak antara tingkat pertama dan kedua begitu panjang. Apalagi tingkat kedua bangunan ini tak terlihat dari luar karena dikelilingi oleh segel.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya terus di bawah naik oleh lantai yang mereka pijak.
Mereka seperti berada di lubang yang dalam nan gelap, tapi terus naik menuju cahaya.
Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Spasialnya, dia mengembuskan napas pelan karena sekarang hanya tersisa satu senjata di dalam Cincin Spasialnya.
"Aku sudah menghabiskan banyak uang.." Xiao Shuxiang ingin menangis, andai dirinya dapat mengendalikan Yīng xióng, mungkin saat ini dia tidak perlu mengganti-ganti pedang lagi.
Lan Guan Zhi dan Siu Yixin mulai merasakan mereka sudah semakin tiba di atas. Suasana mencekam mulai terasa.
!!
"Kalian mendengarnya?" Hu Li mendengar suara besi di tempa, begitu juga dengan teman-temannya yang lain.
Saat tiba di atas, mereka dikejutkan dengan banyaknya organ tubuh dan tulang belulang manusia di lantai, serta sebuah tungku pembakaran besar berwarna hitam dengan api menyala-nyala.
Xiao Shuxiang bisa melihat anak kecil berambut putih panjang di depan tungku tersebut, palu di tangan kanannya terus bergerak memukul besi yang dipegang tangan kirinya.
"Kakek Janggut Panjang..? Apa itu kau..?"
!!
Anak kecil yang dilihat Xiao Shuxiang dan teman-temannya mulai menoleh. Wajah anak tersebut seperti kakek tua dengan janggut putih yang begitu panjang.
"Bocah nakal, kau akhirnya datang juga. Kau membuatku menunggu lama,"
Sudah tidak diragukan lagi, anak kecil tersebut adalah Duan De. Tubuh dan wajahnya masih tetap sama dengan yang terakhir kali Xiao Shuxiang lihat.
"Kau sepertinya baik-baik saja, Kakek Tua.."
"Tentu dia baik, sebab kami yang menjaganya."
!!
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak menyadari hawa keberadaan orang yang baru saja bicara. Bahkan teman-temannya juga tidak ada yang sadar.
Saat menoleh ke arah dinding kosong, Xiao Shuxiang bisa melihat kaki kanan seseorang mulai melangkah keluar dari ruang hampa. Tidak banyak kultivator yang dapat melakukan hal ini bahkan untuk Xiao Shuxiang sendiri.
Seseorang di depannya memiliki postur tubuh tegap, berseragam hitam dengan otot perut terlihat. Rambutnya pendek mencuat berwarna merah, jarang ada orang berambut seperti itu di Benua Timur.
"Lama tidak berjumpa,"
!!
"Mu Zan..!" Hu Li tahu betul suara ini, kedua tangannya gemetar menahan amarah. Bagaimana bisa orang yang paling dia benci menjadi bagian Scarlet Bayangan?! Apalagi dia adalah pilar bawah yang menduduki kursi pertama.
Tanpa sadar, kuku Hu Li melukai tangannya sendiri. Bisa dibayangkan seperti apa kemarahannya sekarang. Orang inilah yang membuatnya berpisah dengan tuannya selama bertahun-tahun dan tentu bukan itu saja yang menjadi alasan kemarahannya.
"Pengkhianat Mu Zan..! Beraninya Kau Muncul Di Depan Tuanku..! Kali ini.. Meski harus mati, aku pasti akan Membunuhmu!"
"Hu Li, tahan emosimu. Aku sendiri yang akan melakukannya." Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Hu Li, dia menatap dingin ke arah pria yang nampak berusia 39 tahun di depannya.
Mu Zan tersenyum tipis, "Tidak bertemu selama lebih dari seratus tahun.. Kau masih saja menjadi ekor baginya, hmp! Rubah payah..!"
Xiao Shuxiang tersenyum meledek, dia sengaja memprovokasi Mu Zan dengan berkata bahwa sudah lama mereka bertemu, namun Mu Zan masih saja seperti dulu, tidak berubah sama sekali.
".. Kau bahkan tak bertambah kuat sedikit pun, hmp."
Dai Chen dan Jing Mi terlihat kebingungan dengan perbincangan teman mereka dengan Mu Zan. Seakan Xiao Shuxiang memiliki hubungan dengan pria berambut merah di depan mereka ini.
"Kenapa kau tidak buktikan sendiri," Mu Zan tiba-tiba menghilang dan langsung muncul tepat di depan Xiao Shuxiang dengan kepalan tinju mengarah ke wajahnya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang menahan serangan tersebut walau tubuhnya terdorong hingga tiga meter ke belakang, dia mendengus sambil tangan kirinya mencengkeram kepalan tangan Mu Zan.
"Kau bertemu kawan lama dan memberiku sambutan seperti ini? Hah! Bagus sekali.."
"Hahaha, ini sambutan teramah yang kumiliki untuk orang sepertimu, Shuxiang..!"
Lan Guan Zhi, Dai Chen dan teman-temannya yang lain sangat tidak menyangka saat Mu Zan tiba-tiba menyerang.
Mereka ingin membantu Xiao Shuxiang, namun seketika belasan belati kecil melesat dan menghalangi niatan mereka.
Mo Huai sadar dirinya hanya akan menjadi beban bagi Jing Mi dan teman-temannya. Dia segera berlari ke tempat Duan De.
BAAAM!
Xiao Shuxiang dan Mu Zan menghantam dinding, keduanya terkena serangan kuat masing-masing.
"Kau ternyata tidak sebodoh kultivator lain. Bagus jika kau melawanku sekuat tenaga sejak awal.." Xiao Shuxiang meludahkan darah, dia langsung melesat dan menyerang Mu Zan kembali.
TRAANG!
Di lengan Mu Zan tumbuh tulang yang mirip dengan capit belalang sembah, inilah yang menghalangi serangan Xiao Shuxiang.
Mu Zan kembali membalas, keduanya bertarung sengit bahkan mengganggu pertarungan Lan Guan Zhi, Siu Yixin, Dai Chen, dan Jing Mi.
TRAANG!
"Untuk melawanmu, tentu saja harus serius sejak awal..!"
"Baguslah, setidaknya ada satu orang yang tidak meremehkan Xiao Shuxiang..!"
BAAAM!
Mu Zan mendapat tendangan kuat dari Xiao Shuxiang, dirinya terpental namun berusaha mempertahankan posisi berdirinya.
Lan Guan Zhi dan teman-temannya bertarung dengan seorang wanita, dia adalah Keyi Fen, pilar bawah yang menduduki kursi kedua Scarlet Bayangan.
Keyi Fen dapat membagi dirinya sebanyak yang dia inginkan, namun tentu kekuatannya juga akan terbagi-bagi.
Saat ini Lan Guan Zhi, Dai Chen, Siu Yixin, Hu Li, dan Jing Mi bertarung masing-masing dengan satu Keyi Fen.
Mereka selain fokus pada pertarungan dengan perempuan yang terlihat berusia 25 tahun tersebut, juga harus fokus terhadap serangan nyasar akibat pertarungan Xiao Shuxiang dan Mu Zan.
TRAANG!
"Apa teman-temanmu tau kau siapa? Coba perhatikan, saat ini mereka bertarung bersamamu karena tidak mengetahui dirimu yang sebenarnya, bukan?" Mu Zan menyeringai, perkataannya barusan membuat Xiao Shuxiang melompat mundur dan menyarungkan kembali pedangnya.
***
__ADS_1