
Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega saat permainan serulingnya selesai. Dia meminta Bocah Pengemis Gila untuk mengatasi sisanya, sementara dirinya pergi membersihkan diri.
"Sebelum mereka sadar dengan penampilanku yang sekarang, aku harus membersihkannya. Nanti aku datang lagi,"
"Kau memang tampak mengerikan. Pergilah,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah dan segera memasukinya. Dia meninggalkan Bocah Pengemis Gila dan teman-temannya yang lain demi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor karena darah.
Sekte Pagoda Langit benar-benar kacau, banyak bangunan yang rusak parah, pepohonan yang rubuh, tanah dan hutan bambu ini juga ikut terkena imbasnya.
"Lihat. Segel pelindung yang sebelumnya sulit ditembus kini kembali normal. Musuh benar-benar mempermainkan kita," Ling Xuan Lu berusaha mengatur napasnya, dibalik wajahnya yang datar itu terkandung amarah yang memuncak.
Bukan hanya Ling Xuan Lu, tetapi para muridnya pun demikian. Entah bagaimana penyusup bisa mengambil alih segel pelindung sekte hingga mereka terperangkap tanpa dapat keluar, apalagi untuk mencari bantuan.
"Sebenarnya apa yang diinginkan para penyusup itu? Setelah membuat tempat ini berantakan, mereka malah pergi begitu saja."
"Aku juga tidak tahu. Tapi bila ingin diingat, Aliran Hitam selalu membuat masalah di mana pun dan mereka tidak butuh alasan melakukannya.."
Dua orang murid Sekte Pagoda Langit nampak berbincang walau kondisi tubuh mereka penuh dengan luka. Keduanya dibantu oleh Lan Guan Zhi yang memberi mereka masing-masing sebutir pil penyembuh.
Lan Xiao, Bocah Pengemis Gila, Ling Qing Zhu, dan para murid yang kondisinya dalam keadaan cukup baik membantu mereka yang terluka.
Awalnya mereka tidak sadar bahwa Ling Ya Bing menghilang, baru setelah Ling Qin Qi berlari ke arah Grand Elder dan menjelaskan kejadian yang menimpanya--mereka mulai menjadi riuh.
!!
Ling Chu Zhen jelas saja terkejut, dia tidak menduga bahwa penyusup yang telah memasuki sektenya mengincar Ling Ya Bing. Entah apa yang diinginkan dari cucu perempuannya itu.
".. Bing'Er tidak memiliki kemampuan yang istimewa. Satu-satunya yang menjadi kelebihannya adalah karena dia anak tunggal dari Putraku, Tian'Er. Jadi apa mungkin mereka mengincarmu?"
Ling Lang Tian hanya menggumam pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Grand Elder, dia merasa tidak pernah terlibat masalah dengan penyusup yang menyerang sektenya dan ini pertama kalinya Ling Ya Bing menjadi target penculikan.
Ekspresi wajah Ling Lang Tian masih sama, yakni datar dengan pembawaan yang tenang. Dia tidak cemas meski tahu bahwa putrinya diculik, dirinya malah terlihat biasa-biasa saja.
"Mereka tidak akan membunuh Bing'Er. Andai ingin membunuhnya, maka mustahil mereka membawa Bing'Er pergi. Aku akan segera mencarinya."
"Tunggu," Ling Chu Zhen menghentikan Ling Lang Tian yang mulai akan melangkah pergi, dia mengatakan pada putranya bahwa dirinya tahu tempat tinggal salah satu penyusup dan kemungkinan di sanalah Bing'Er dibawa.
".. Kau pergilah ke Pulau Pagoda Tingkat Seratus. Jika kau cepat ke sana, mungkin kau dapat menyusul mereka,"
"Tunggu dulu!" Bocah Pengemis Gila berjalan terburu-buru dan lalu mengatakan pada Ling Lang Tian untuk tetap tinggal di sekte ini dan memperbaiki kondisi yang ada.
".. Kau dibutuhkan di tempat ini. Bagaimana jika saat kau pergi dan musuh kembali datang? Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak boleh pergi, aku khawatir itu jebakan untukmu. Kau tetaplah di sini dan biarkan kami yang melakukannya,"
Ling Chu Zhen lama memperhatikan wajah pemuda bertongkat bambu di depannya, dia lalu mengembuskan napas pelan dan kemudian mengizinkan Bocah Pengemis Gila untuk pergi menolong Ling Ya Bing.
Tanpa riasan wajahnya yang mirip hantu gantung itu, Bocah Pengemis Gila terlihat tampan. Namun bukan hal tersebut yang membuat Ling Chu Zhen mengizinkannya pergi, tetapi karena Bocah Pengemis Gila tidak lain adalah orang yang pernah menjadi murid Sekte Pagoda Langit bahkan sampai menduduki posisi Patriarch.
Sayangnya, Bocah Pengemis Gila tidak pernah mengangkat seorang pun murid dan lebih suka bertualang di luar sekte. Nama dan gelarnya juga jarang disebut di sekte ini, karenanya banyak yang tidak mengenal Bocah Pengemis Gila.
Hanya Ling Chu Zhen yang dahulu pernah melihat wajah asli dari pemuda ini dan dirinya tidak akan pernah lupa. Memang jauh lebih baik menyerahkan penyelamatan Ling Ya Bing pada Bocah Pengemis Gila, dia tahu betul bagaimana kemampuan orang ini.
Bocah Pengemis Gila tentu tidak akan pergi sendiri. Dia mengajak Lan'Er Gege-nya meski saat ini Lan Guan Zhi sedang sibuk mengurusi banyak murid sekte yang terluka.
"Lan'Er Gege, ayolah~ kita harus pergi sebelum mereka semakin jauh. Lan'Er Gege~" Bocah Pengemis Gila menarik-narik tangan Lan Guan Zhi dengan manja, dia benar-benar tidak waras karena masih bisa bertingkah begitu di saat yang seperti ini.
"Sebentar.."
Lan Guan Zhi mengibaskan pelan tangannya, dia mengeluarkan murid-murid Sekte Pagoda Langit dari dalam gelang semesta. Bila diperhatikan, di antara murid-murid itu adalah Gong Zitao dan Ge Yu Han.
Lan Guan Zhi mengeluarkan lagi sekantong pil penyembuh tingkat sedang dan menyerahkannya pada Ling Qin Qi yang berdiri tidak jauh darinya. Dia meminta gadis itu untuk membagi-bagikannya pada setiap murid yang terluka.
!
Tangan Lan Guan Zhi ditarik dengan tidak sabaran oleh Bocah Pengemis Gila. Dia mengikuti langkah pemuda itu sambil meminta agar pegangan pada tangannya dilepaskan.
Nyawn!
Lan Xiao melihat induknya pergi, dia berseru dan mengubah ukuran tubuhnya menjadi sebesar anak kucing. Dirinya berlari menyusul Lan Guan Zhi diikuti oleh O Zhan yang melompat turun dari kepala kakaknya.
Pii..!
__ADS_1
!?
Hu Li tersentak saat tiba-tiba adiknya melompat turun dari kepalanya, dia mengikuti adiknya dari belakang sambil memanggil Xiao Qing Yan untuk ikut bersama.
"Nona Ling, Anda tidak mau pergi?" Xiao Qing Yan bertanya pada Ling Qing Zhu. Dia mengerutkan keningnya saat gadis cantik bercadar tipis itu berjalan ke arah Grand Elder tanpa mengatakan apa pun padanya.
"Apa Nona Ling marah padaku? Tapi bagaimana mungkin? Kapan aku pernah berbuat salah padanya..?" Xiao Qing Yan bingung sendiri, dia menggaruk pelan kepalanya yang tidak gatal dan terus memperhatikan Ling Qing Zhu.
Gadis berambut putih panjang dan bercadar tipis itu rupanya menghampiri Ling Chu Zhen untuk tahu ke mana lokasi tujuan Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi akan pergi.
Pulau Pagoda Tingkat Seratus adalah pulau hunian para Demonic Beast berwujud kucing, tempat itu berada di tengah-tengah danau Bunga Lotus, salah satu lokasi terlarang yang ada di Kekaisaran Langit Selatan.
Pulau Pagoda Tingkat Seratus memiliki nama lain yaitu Ujung Sayap Malaikat. Dibandingkan dengan kakaknya--Ling Qing Zhu lebih tahu arah jalan ke lokasi itu.
Dia memang tidak pernah menyeberangi danau apalagi menginjakkan kaki ke pulau tersebut. Namun dirinya sering mengunjungi pasar yang berada di pinggiran danau dan melihat pulau itu dari kejauhan.
Saat tahu lokasi yang akan dituju, Ling Qing Zhu kembali menghampiri Xiao Qing Yan dan mengajaknya untuk menyusul teman-teman mereka yang lain.
Xiao Qing Yan akhirnya dapat mengembuskan napas lega karena tahu bahwa Ling Qing Zhu tidak marah padanya. Dia mengikuti gadis itu tanpa peduli beberapa pasang mata memandang ke arahnya.
Ling Jian Tou dan Ling Qin Qi melihat sepupu mereka pergi, namun keduanya tidak mengatakan apa pun dan lebih memilih mengurus para saudara mereka serta sekte ini. Keduanya hanya berharap agar sepupu mereka itu bisa pulang dengan selamat.
*
*
Bocah Pengemis Gila tidak melupakan Xiao Shuxiang meski pemuda itu sering bertengkar dengannya. Dia dan Lan'Er Gege-nya mendatangi kamar Koki Alkemis itu dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bocah Pengemis Gila langsung berjalan ke arah sekat kayu sambil merangkul Lan Guan Zhi, "Wu Xian! Apa kau sudah selesai-woah!"
!!
Xiao Shuxiang yang masih berendam di dalam bak kayu spontan memercikkan air ke arah Bocah Pengemis Gila sambil merutukinya.
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dan duduk di kursi luar saja? Kenapa kau masuk kemari?!" Xiao Shuxiang kembali memercikkan air pada Bocah Pengemis Gila sambil menggelembungkan pipinya.
Lan Guan Zhi juga ikut terkena percikan air tetapi masih bisa bersikap tenang, tidak seperti Bocah Pengemis Gila yang beberapa kali mengedipkan mata dan memuji tubuh Xiao Shuxiang yang bagus.
Pandangan mata Bocah Pengemis Gila mengarah ke bawah, tempat di mana tubuh bagian bawah Xiao Shuxiang disembunyikan oleh air. Sayangnya Lan Guan Zhi lebih dulu menutup matanya dan mengatainya tidak tahu malu.
Xiao Shuxiang benar-benar tidak habis pikir dengan Bocah Pengemis Gila. Bisa-bisanya pemuda ini langsung menghampirinya saat tahu bahwa dirinya tengah berendam. Jelas sekali bahwa Bocah Pengemis Gila ingin mengintip dan yang terburuk.. Dia juga mengajak teman baiknya.
"Astaga.. Kenapa aku punya keberuntungan bertemu manusia gila seperti dirinya.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan lalu mengusap wajahnya. "Lan Zhi, bawa pemuda homo itu keluar.. Aku akan bersiap sebentar lagi,"
"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk pelan dan menarik Bocah Pengemis Gila tanpa melepaskan tangannya dari menutup mata pemuda itu.
"Lan'Er Gege~ ayo lepaskan aku. Aku hanya ingin melihat sedikit, hanya sedikit~"
Xiao Shuxiang jadi merinding sendiri, dia mulai berdiri dan menggulung rambutnya yang basah saat Lan Guan Zhi berbalik tanpa menghiraukan bujukan dari Bocah Pengemis Gila.
Tubuh Xiao Shuxiang bersih tanpa cacat meski sebelumnya telah melakukan pertarungan yang sengit. Regenerasi tubuhnya menutup semua luka tanpa meninggalkan bekas apa pun.
Punggung Xiao Shuxiang kini tidak ditutupi oleh rambutnya yang panjang, ukiran Phoenix Api di punggungnya sekarang terlihat jelas dan itu nampak bergerak.
Xiao Shuxiang baru akan melangkah keluar dari bak mandi saat Lan Guan Zhi tiba-tiba berhenti berjalan dan lalu berbalik. Alhasil dirinya terkejut dan spontan melompat turun kembali ke air dengan pipi yang menggelembung.
"Ada apa?"
Bocah Pengemis Gila tidak lagi meminta agar Lan Guan Zhi melepaskan tangan yang menutupi matanya. Dia mendengar suara Xiao Shuxiang dan itu membuatnya penasaran.
"Cepat selesaikan mandimu,"
"Oh, ba-baiklah.."
Suara Xiao Shuxiang terdengar gugup, ini membuat Bocah Pengemis Gila benar-benar penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Dia merasakan Lan'Er Gege-nya menarik dirinya menjauh.
"Shuxiang?"
!!
"Apa lagi?" Xiao Shuxiang baru ingin berdiri saat mendengar suara teman baiknya. Sebelumnya dia tidak pernah gugup bila dilihat dalam keadaan seperti ini oleh Lan Guan Zhi, tetapi beda halnya jika di sini ada pemuda homo seperti Bocah Pengemis Gila.
__ADS_1
"…"
Xiao Shuxiang berkedip saat Lan Guan Zhi hanya menatapnya tanpa mengatakan apa pun. Dia bahkan tidak sadar menahan napas.
".. Tubuh yang bagus,"
!!
"Lan Zhi..!"
Lan Guan Zhi berjalan pergi hingga tidak terkena air yang dipercikkan Xiao Shuxiang. Samar-samar sebuah senyuman terlukis di wajah tampan nan memesona miliknya.
Xiao Qing Yan, Hu Li, Lan Xiao, dan O Zhan menunggu di luar. Mereka merutuki Bocah Pengemis Gila karena telah bersikap tidak sopan dengan pergi mengintip Xiao Shuxiang yang sedang membersihkan dirinya.
Nyawn!
Pii..!
"Dengar, kan? Mereka berdua juga mengataimu. Kau sangat kelewatan dengan membawa Tuan Muda Lan untuk mengintip seseorang, dasar memalukan!"
Hu Li dan Ling Qing Zhu mengangguk sebagai pertanda bahwa keduanya juga setuju dengan ucapan Xiao Qing Yan barusan. Mereka jadi kasihan pada Lan Guan Zhi karena pemuda tampan itu harus dekat dengan orang seperti Bocah Pengemis Gila.
Tidak butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang berjalan dari balik sekat kayu dengan pakaian yang sudah lengkap. Dia juga ikut mengomeli Bocah Pengemis Gila karena telah berani mengambil kesempatan di saat dirinya lengah.
"Hei..! Aku juga.. Mm.. Tidak terlalu sengaja mengintip.." Bocah Pengemis Gila bersembunyi di balik punggung Lan Guan Zhi, dia meminta perlindungan dari Lan'Er Gege-nya.
Xiao Shuxiang mendengus dan lalu menggelengkan kepala pelan, dia sangat ingin menyingkirkan pemuda mesum dengan perilaku menyimpang itu dari teman baiknya. Namun entah bagaimana caranya..
"Kenapa kalian ada di sini? Tidak ikut membantu yang lain?"
Hu Li, "Tuan Muda Xiao, nona Ya Bing diculik dan kami akan pergi untuk membebaskannya. Anda-"
"Aku tidak akan ikut."
!!
Bocah Pengemis Gila, Xiao Qing Yan, Hu Li, dan yang lainnya tersentak. Mereka menatap Xiao Shuxiang yang memperlihatkan ekspresi wajah seperti mengatakan, 'Aku bukanlah orang sebaik itu yang mau membahayakan diri demi menolong seorang anak kecil. Kalau kalian ingin mati, maka pergilah. Jangan mengajakku.'
"Wu Xian! Apa kau melupakan sesuatu?"
"Bocah Pengemis Gila, kau sebut namaku tadi apa?! Apa kau mau mati?"
Bocah Pengemis Gila, "Masa bodoh dengan namamu, yang jelas kau dengarkan aku. Sebelumnya Sekte Pagoda Langit tidak pernah mendapat serangan semacam ini, mereka yang berasal dari Aliran Hitam pun segan bahkan untuk mencari masalah di sini. Tetapi semua itu berubah semenjak kau datang..!"
Pemuda dengan tongkat bambu hitam tersebut tidak lagi bersembunyi di balik punggung Lan Guan Zhi, dia berdiri di depan Lan'Er Gege-nya walau tangan kanannya tetap mencari perlindungan.
Dia memegang tangan Lan Guan Zhi sambil tatapan matanya diarahkan pada Xiao Shuxiang, ".. Bukankah jelas bahwa penyusup itu mengincar dirimu. Kau bahkan lebih tahu mereka daripada aku,"
?!
Hu Li tersentak mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Jika apa yang dikatakan pemuda itu benar, maka penyusup yang menyerang Sekte Pagoda Langit adalah anggota dari Scarlet Darah.
"Tuan Muda Xiao, kita harus pergi dan menolong nona Ya Bing,"
Xiao Shuxiang menatap Hu Li sejenak sebelum menundukkan sedikit pandangannya. Dia mengingat ucapan sosok bertopeng rubah yang pernah dilawannya beberapa waktu lalu.
"… Sebaiknya kau ikuti saja alur permainan ini dan selamatkan calon keponakanmu itu di wilayah Ujung Sayap Malaikat. Aku sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa untukmu di sana,"
Xiao Shuxiang tidak ingin pergi karena tahu penculikan Ling Ya Bing merupakan perangkap baginya. Tetapi bila membiarkan teman-temannya pergi tanpa dirinya ikut--maka akibatnya adalah kematian.
"… Aku dapat mengambil nyawa temanmu kapan pun aku mau …"
Ingatan tentang ucapan sosok itu kembali lagi, Xiao Shuxiang memperhatikan setiap wajah teman-temannya yang dia yakini mereka semua akan menolak bila dia meminta mereka tetap tinggal di sekte ini.
Bocah Pengemis Gila, "Jadi bagaimana? Ayo cepat kita pergi,"
"Kau mau pergi dalam penampilan lusuh itu? Bersihkan tubuh dan ganti pakaian kalian dengan yang lebih baik. Kita akan bertemu di sini dalam 30 menit lagi. Sekarang pergilah,"
Xiao Shuxiang berjalan ke arah kursi dan duduk di sana tanpa mempersilahkan teman-temannya ikut duduk. Dia menuangkan air pada sebuah gelas bambu dan meminumnya untuk mengusir dahaga.
Hu Li dan Xiao Qing Yan lebih dulu berjalan pergi, keduanya disusul oleh Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi. Mereka setuju dengan ucapan Xiao Shuxiang untuk membersihkan tubuh setelah pertempuran sengit dengan para penyusup.
__ADS_1
Sebelah kaki Bocah Pengemis Gila telah berada di luar, tetapi dia lalu mengurungkan niat meninggalkan ruangan ini dan menghampiri Xiao Shuxiang.
***