
Yi Wen benar-benar kesal, pipinya bahkan menggelembung merah. Dia menatap tajam ke arah dua pemuda yang masih begitu dekat di atas tempat tidur itu.
Jing Mi dan Hou Yong sendiri nampak begitu pucat. Namun tidak berapa lama mereka bisa kembali berpikir jernih.
Baik Xiao Shuxiang dan Hu Li masih berpakaian lengkap. Walau rambut Saudara Xiao mereka terurai dan sedikit berantakan, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Koki Alkemis itu melakukan sesuatu yang kurang pantas.
Jing Mi dan Hou Yong mengusap dada sambil mengembuskan napas. Hampir saja mereka berpikir bahwa Xiao Shuxiang telah menjadi seperti Bocah Pengemis Gila.
Berbeda dengan keduanya, Yi Wen hanya menganggap apa yang dilihatnya sebagai kebenaran. Dia berjalan cepat dan menarik Xiao Shuxiang hingga menjauh dari Hu Li.
Malam itu, Yi Wen benar-benar terlihat buruk. Dia mengomeli Saudara Xiao-nya dan juga memarahi Hu Li. Jing Mi dan Hou Yong bahkan ikut mendapat jatah saat mencoba menenangkan Yi Wen.
Kabar tentang Xiao Shuxiang yang melakukan hal tidak pantas dengan Hu Li pun menyebar hingga keseluruh sudut istana. Padahal saat itu, matahari bahkan belum menampakkan diri.
Satu-satunya orang yang patut disalahkan mengenai hal ini adalah Yang Shiju. Pemuda yang selalu membawa kipas dan hobi menyebar rumor itu telah melebih-lebihkan kejadian yang menimpa Xiao Shuxiang.
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chan yang juga mendengar kabar ini segera ke kamar Ling Qing Zhu. Keduanya meminta gadis tersebut untuk membatalkan pernikahan ini.
Ling Sheng Yue berkata, "Kau masih memiliki kesempatan, Nak. Kau juga mendengarnya, kan? Shuxiang bukanlah pemuda yang baik, dia punya perilaku yang menyimpang. Nenek tidak ingin kau menikah dengannya,"
Wang Rui Chan. "Qing Zhu'Er, Ibu tahu dia adalah Wali Pelindungmu. Tapi mempunyai seorang Wali Pelindung seperti itu hanya mempermalukan keluarga kita. Tidak peduli dia seorang cucu Kaisar atau bukan, kau harus membatalkan pernikahan ini."
Masih ada satu prosesi pernikahan yang harus dijalankan oleh gadis berambut putih dan bercadar tipis di depan mereka. Prosesi itu akan berlangsung di Benua Timur dan menjadi yang terakhir, baru setelahnya Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu resmi menjadi suami-istri.
Ling Qing Zhu menatap ibunya, suaranya terdengar pelan. "Apa aku punya pilihan?"
Raut wajah dan tatapan matanya masih sama. Dia memiliki ekspresi gunung es yang dingin.
Ling Shen Yue, "Nenek tahu aturan klan 'Ling' seakan tidak menganggap keberadaan para perempuan. Kita diperlakukan layaknya hadiah pertarungan, tapi kau masih punya hak memilih. Katakan sekali saja dan Nenek akan meminta kakakmu membunuh Shuxiang,"
!?
Hou Yong yang berjalan di depan kamar pengantin wanita seketika berhenti kala mendengar kata, 'membunuh Shuxiang'. Dia saat ini bersama dengan Yang Shiwu dan pangeran itu juga mendengarnya.
Mereka saling berpandangan dan mulai melangkah dengan hati-hati untuk mencuri dengar. Ada seseorang yang merencanakan pembunuhan pada Saudara Xiao mereka dan ini tidak bisa dibiarkan.
Wang Rui Chan. "Qing Zhu'Er, kau masih punya pilihan. Katakan sekali saja dan kami yang akan mengatur semuanya untukmu. Jangan kau nikahi pemuda tidak tahu malu dan kurang waras itu,"
"Ibu..."
Ling Qing Zhu yang berada di dalam kamarnya memperhatikan sebuah kain hitam dengan sulaman mawar putih. Dia sendiri yang menyulam dan masih belum selesai.
Matanya begitu jernih, dalam dan penuh ketenangan. Seseorang bisa melihat keindahan langit biru pada mata itu.
Wajah Ling Qing Zhu bagai terbuat dari giok putih, sangat menawan meski terhalang oleh kain cadar yang tipis. Perlahan, matanya kembali menatap Wang Rui Chan.
Dia sama sekali tidak terkejut mendengar kabar tentang Wali Pelindungnya dari ibu dan neneknya ini. Bisa dibilang, dia jauh lebih tahu siapa Xiao Shuxiang dan sudah biasa dengan tingkah tidak tahu malu pemuda tersebut.
"Ibu..." Ling Qing Zhu kembali bersuara, "... Aku lebih suka mendengar Shuxiang akrab dengan laki-laki daripada perempuan. Entahkah dia berpegangan tangan, memeluk, atau bahkan menindihnya--Aku tidak peduli asalkan dia tidak melakukan semua itu dengan perempuan."
!!
Wang Rui Chan terkejut, "Apa yang kau katakan?! Apa kau suka mendengar Wali Pelindungmu disebut sebagai pemuda dengan kelainan menyimpang?! Dia akan mempermalukanmu..!"
"Dengarkan ibumu dan pikirkan ini. Xiao Shuxiang sama sekali tidak layak menikah denganmu. Lihat kebenaran yang ada di depanmu, Qing Zhu'Er..! Dia tidak pantas. Jadi batalkan pernikahanmu sekarang juga. Semuanya belum terlambat, Nak."
Ling Shen Yue sebenarnya ingin mengucapkan kata yang lebih kasar serta mempermalukan Xiao Shuxiang. Namun dia masih menghargai Ling Qing Zhu dan membiarkan cucunya yang memutuskan.
"Ibu dan Nenek tidak tahu dia.." Ling Qing Zhu masih begitu tenang, raut wajahnya jelas terlihat biasa-biasa saja. ".. Shuxiang memang seperti itu. Tapi aku lebih suka mendengar rumor yang mengatakan dia punya kelainan menyimpang daripada rumor bahwa dia mempunyai kekasih di mana-mana."
"Qing Zhu'Er..! Kau tidak mengerti-"
"Ibu. Awal aku bertemu dengannya, bagiku dia adalah orang gila yang haus darah. Bahkan sampai sekarang, aku tidak pernah lupa senyumannya saat dia berdiri di hadapanku dengan pedang yang memenggal kepala paman..."
Suara Ling Qing Zhu memberat, dia mencengkeram kain hitam yang terdapat sulamannya. "... Aku membencinya. Tapi di sisi lain aku merasa bersalah padanya.."
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chan memperhatikan bagaimana gadis cantik di depan mereka mengusap-usap perlahan sulaman bunga mawar putih pada kain hitam tersebut. Ini pertama kali bagi keduanya melihat Ling Qing Zhu bicara lebih dari satu kalimat.
Ling Qing Zhu, "Kupikir saat itu kami tidak akan bisa menjadi sedekat ini, malahan justru aku mengira kami berakhir sebagai musuh. Dia membenciku, tapi tidak membiarkanku di sakiti orang lain. Dia marah padaku, tapi selalu meluangkan waktu untuk mengerjaiku, bahkan Tuan Muda Lan harus turun tangan dan repot karenanya."
".........."
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chan terdiam dengan kening yang mengerut. Tidak keduanya sangka Ling Qing Zhu dapat begitu tertarik membicarakan seseorang, apalagi itu adalah seorang pemuda.
"... Shuxiang juga sering meledekku, mencari-cari kesalahanku, bahkan menertawaiku karena aku tidak tahu bedanya lobak dan wortel. Tapi dia malah membantuku mengingatnya dan mengajariku memasak. Dia kejam, tapi juga ramah. Dia nakal dan menjengkelkan, tapi bisa sangat perhatian. Dia seperti buku yang penuh kejutan dan membuatku ingin mengenalnya lebih jauh. Jadi kuharap Ibu dan Nenek tidak lagi mendesakku membatalkan pernikahan ini."
"Qing Zhu'Er.. Tapi perilakunya.. Sifat anak itu yang tidak tahu malu dan hubungan anehnya dengan Tuan Muda Lan.. Apa kau tidak terganggu? Dia.. Dia.." Ling Shen Yue berwajah pucat, dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Wang Rui Chan juga sama buruknya. Dia ingin mengatakan Xiao Shuxiang merupakan pemuda homo, penyuka sesama jenis, berada di jalur yang menyimpang, dan semacam itu. Namun bila mengingat kata-kata tersebut, dia langsung bergidik merinding.
"Qing Zhu'Er.. Kau tidak akan baik-baik saja andaikan hidup dengan pemuda yang diselimuti rumor seperti 'itu'. Ibu tidak akan sanggup melihatmu.."
__ADS_1
"Ibu salah. Justru aku merasa lega, bukankah aku sudah mengatakannya? Aku lebih suka mendengar rumor tentang Wali Pelindungku yang menindih laki-laki daripada perempuan."
!!
Di luar, Hou Yong dan Yang Shiwu terkejut mendengar ucapan Ling Qing Zhu. Ini merupakan kabar baru lainnya dan penting diketahui oleh satu orang. Keduanya pun bergegas pergi dan tidak lagi mencuri dengar.
*
*
Dalam kamarnya, Xiao Shuxiang tidak bisa menahan tawa kala mendengar cerita dari Hou Yong dan Yang Shiwu. Dia terlihat memegang perutnya.
Hou Yong sendiri sebenarnya belum selesai mengatakan semua yang dia dengar dari dalam kamar Ling Qing Zhu, namun tawa Saudara Xiao-nya seakan tidak akan berhenti dalam waktu yang singkat.
Bocah Pengemis Gila, Jing Mi, Yi Wen, termasuk Hu Li dan Xiao Qing Yan ada bersamanya di dalam kamar ini.
Hu Li tersenyum melihat Tuan Muda Xiao-nya tertawa lepas. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila yang geli hati melihat Xiao Shuxiang tertawa--kini mulai ikut juga.
"Ha ha ha.. Jadi Kucing Putih bilang begitu? Ha ha ha.. Aiya, dia gadis yang luar biasa,"
!?
"Itu tidak lucu sama sekali, Saudaraku. Kenapa kau tertawa heboh begini? Dan kau Bocah Pengemis Gila! Kenapa kau juga ikut-ikutan?"
Hou Yong merasa kabar yang dia sampaikan terkait Ling Qing Zhu tidaklah lucu, jadi jelas dirinya terganggu dengan tawa lepas Saudara Xiao-nya. Apalagi, Bocah Pengemis Gila juga ikut-ikutan tertawa.
"Saudara Xiao, ini sama sekali tidak benar, Nona Ling sepertinya tidak punya perasaan apa pun padamu," Yang Shiwu juga terganggu, dia tidak tahu apa yang ditertawakan oleh sepupunya.
"Aiya, Ha ha ha.. Perutku.. Ha ha ha..." Xiao Shuxiang menggeleng, dia menatap satu persatu teman-temannya dan memperhatikan wajah polos mereka.
".. Kalian masih belum sadar juga ya? Ha ha ha.. Baiklah, baiklah. Dengarkan aku, kawan. Kalian selama ini melihatku bertingkah tidak tahu malu, utamanya pada Lan Guan Zhi. Bahkan kami di cap sebagai pasangan homo, itu memang kami yang menginginkannya.."
Xiao Shuxiang kembali tertawa sebelum melanjutkan ucapannya. Anak-anak ini sepertinya belum juga sadar.
".. Lan Zhi, aku dan Bocah Pengemis Gila sama-sama mempesona. Kami mempunyai wajah yang luar biasa menawan. Apalagi aku, banyak gadis yang sebenarnya mau dekat denganku. Tapi coba bayangkan, jika para gadis berpikiran bahwa kami punya kelainan menyimpang, maka tidak akan ada yang mau dekat-dekat lagi. Aku sendiri sengaja bertingkah seperti itu agar para gadis menjauhiku. Dan dengan begini, Kucing Putih tidak perlu khawatir aku selingkuh di belakangnya. Kalian semua mengerti sekarang? Ha ha ha.."
!!
Xiao Shuxiang sudah lama hidup bersama teman-temannya, namun baru Kucing Putih yang sadar betul dengan perilakunya selama ini. Dia benar-benar kagum dengan calon istrinya itu, apalagi saat mendengar cerita dari Hou Yong tadi.
Yi Wen berkedip beberapa kali, dia memikirkan ucapan Saudara Xiao-nya sejenak sebelum ikut angkat suara. "Tidak mungkin.. Bocah Pengemis Gila.. Maksudmu dia sebenarnya bukanlah orang yang homo?"
Bocah Pengemis Gila mendengus, "Awalnya aku memang berbohong, itu saat usiaku masih 19 Tahun. Tapi karena pernah sekali 'mencobanya'.. Ehm.. Itu berlanjut sampai sekarang,"
!!
Senyum Xiao Shuxiang seketika membeku, dia menoleh ke arah pemuda yang berada di sampingnya. Bocah Pengemis Gila terlihat malu-malu sambil memeluk tongkat bambunya.
".........."
".........."
Jing Mi, Hu Li, dan yang lain termasuk Xiao Shuxiang tiba-tiba saja terdiam. Pandangan mereka semua mengarah pada pemuda berpakaian hitam kemerahan tersebut.
Apa yang dipikirkan oleh Jing Mi, juga dipikirkan oleh Hu Li dan yang lainnya. Hanya saja, untuk Xiao Qing Yan--dia butuh waktu beberapa saat dalam mencerna ucapan Bocah Pengemis Gila.
"Saudara Xiao.. Apa sekarang dia berbohong,"
"Saudara Jing. Kebohongannya sudah terlalu banyak, hidungku bahkan tidak bisa lagi membedakan aroma kejujuran di antara banyaknya kebohongan orang ini,"
Bocah Pengemis Gila melihat Xiao Shuxiang yang memberinya pandangan aneh. Dia kemudian menatap teman-temannya yang lain dan merasa seolah menjadi objek bully-an.
"A-aku awalnya hanya pura-pura, kalian tahu.. Tapi.. Dalam hidup kau tidak bisa menentukan hatimu.. Akan terjatuh pada siapa.." suara terakhir dari Bocah Pengemis Gila terdengar pelan, dia membelai rambutnya dengan malu-malu sebelum kembali berbicara.
".. Aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.. Semuanya berjalan begitu saja. Ja-jadi aku.. Ehm.. Ke-kenapa kita harus membahas soal ini?! Kalian semua memalukan..!"
!?
Bocah Pengemis Gila tiba-tiba saja berlari dan bersembunyi di balik sekat kayu yang ada di dalam kamar Xiao Shuxiang. Dia meninggalkan Koki Alkemis itu bersama teman-temannya yang seakan belum berkedip sama sekali.
"A.. Saudara Xiao?" Yang Shiwu akhirnya bicara, ".. Sebaiknya sekarang kau lebih berhati-hati. Aku takut jika awalnya kau hanya bersandiwara menjadi homo dengan Tuan Muda Lan dan malah berakhir menjadi homo sungguhan."
Hou Yong mengangguk, "Dia benar Saudara Xiao. Kau harus berhati-hati.."
Jing Mi berkedip, dia baru saja terpikirkan sesuatu. "Tapi aku penasaran dengan satu hal,"
?!
Xiao Shuxiang dan yang lainnya menoleh, mereka menatap Jing Mi karena pemuda itu seakan baru saja menggantung ucapannya.
"Saudara Xiao, jika kau hanya berpura-pura memiliki perilaku menyimpang dengan Tuan Muda Lan karena tidak ingin didekati para gadis, lalu kenapa kau melakukannya juga sawaktu kita mencari Duan De dulu? Saat itu tidak ada gadis yang ikut di antara kita, kan?"
__ADS_1
Yang Jing Mi bahas adalah kejadian di Pulau Demonic Beast. Saat itu dia, Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Dai Chen, Hu Li, dan Mo Huai berusaha membebaskan Duan De dari salah satu anggota Scarlet Bayangan. Sampai sekarang pun, Jing Mi masih ingat bagaimana Saudara Xiao-nya bersikap tidak tahu malu dengan pemuda berpita dahi itu.
"Saat itu aku hanya menggoda Dai Chen. Dia penggemar fanatik Lan Guan Zhi. Hu Li dan kau juga lihat bagaimana Dai Chen bersikap padaku. Dia itu orang yang serius, jadi bagaimana mungkin aku tidak gatal untuk mengerjainya?"
"Tapi, bagaimana dengan sisanya? Tidak hanya sekali atau dua kali kau bertingkah seperti 'itu' pada Tuan Muda Lan. Bahkan aku yakin, tanpa dilihat orang lain pun--kau selalu melakukannya,"
"Hmm.." Xiao Shuxiang menatap Jing Mi, pemuda berotot ini seperti mencari pembenaran dari ucapannya.
Perlahan, cengiran khas Xiao Shuxiang mulai muncul. ".. Aku memang bersikap 'begitu' untuk menghindari para gadis, dan Lan Zhi juga ikut terbantu. Tapi untuk sisanya.. Kurasa kami kebablasan."
"Saudara Xiao..!!"
!!
Teriakan nyaring dari teman-temannya membuat Xiao Shuxiang spontan menutup telinga. Bocah Pengemis Gila yang bersembunyi bahkan keluar akibat teriakan Jing Mi dan yang lainnya.
Yi Wen mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "Saudara Xiao. Kenapa kau sangat suka disebut 'homo'? Haiih.. Kau melukai hatiku. Apa kau tidak bisa menjadi pemuda yang biasa-biasa saja?"
"Tentu saja tidak. Aku tidak memiliki bakat untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, apalagi yang seperti Mo Huai. Xiao Shuxiang ini.. Mempunyai takdir menjadi yang Luar Biasa."
Hou Yong dan Jing Mi berdecak-decak beberapa kali. Entah sudah berapa lama mereka hidup bersama, tetapi masih saja jengkel melihat bagaimana Saudara Xiao mereka bersikap begitu percaya diri.
"Saudara Xiao, bukan maksud Yi Wen memintamu menjadi orang biasa seperti Mo Huai. Tapi setidaknya jadilah seperti kami."
"Saudara Jing benar. Kau memiliki gelar yang hebat. Kami hanya tidak mau mendengar orang-orang berkata, 'Xiao Shuxiang adalah pelindung Benua Timur dan seorang pahlawan yang mempunyai perilaku menyimpang.'"
"Hou Yong, kau dan Saudara Jing tidak tahu saja bagaimana susahnya menjadi pemuda yang sangat amat tampan. Kalian hanya memiliki wajah standar, jadi tidak mengerti penderitaan pemuda yang penuh pesona seperti kami."
!
Tatapan Hou Yong dan Jing Mi menggelap. Apalagi ucapan Xiao Shuxiang disetujui oleh Bocah Pengemis Gila. Sementara itu, Yang Shiwu terlihat tersenyum pahit.
Ucapan saudara mereka mungkin terdengar biasa saja. Namun nada suaranya itu sangat tidak enak di telinga.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas berat tanpa memperhatikan ekspresi Jing Mi dan Hou Yong, "Aku dan Lan Zhi itu terlahir dengan keberuntungan langit. Saat pembagian wajah, kalian antriannya paling belakang. Jadi hanya mendapat wajah dengan ketampanan yang standar, sangat berbeda denganku dan Lan Zhi yang antriannya paling depan. Kalian yang berwajah standar ini.. Jelas tidak mengerti susahnya orang-orang tampan seperti kami. Terkadang pujian itu.. Hanya manis diawal, kemudian menjadi hambar diakhir. Aku dan Lan Zhi ingin sesuatu yang berbeda.. Rasa.. Yang mungkin penuh ledakan,"
Xiao Shuxiang mulai menggumam sendiri. Bocah Pengemis Gila kembali dan ikut membagi pengalaman kesusahannya menjadi seseorang yang berwajah tampan. Dia dan teman baik Lan'Er Gege-nya berada di kelas berbeda daripada Jing Mi dan Hou Yong.
Yang Shiwu sendiri tidak ikut-ikutan. Sebagai seorang pangeran yang terlahir dengan wajah sempurna, mulus, dan tanpa cacat. Dia kurang lebih tahu bagaimana kesusahan yang dialami orang-orang seperti Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila.
Jing Mi dan Hou Yong yang mendengar ucapan Yang Shiwu tidak sanggup lagi dan akhirnya melampiaskan kekesalan mereka pada pangeran tersebut.
!!
Yang Shiwu jelas kaget. Apalagi dia diapit di antara ketiak Jing Mi sambil diguncang-guncangkan oleh Hou Yong. Dia berakhir menjadi korban pelampiasan, padahal yang duluan memancing adalah Xiao Shuxiang.
Suasana hangat dan menyenangkan khas persahabatan menyelimuti ruangan itu. Mereka tertawa, saling meledek, bertengkar kecil, kemudian kembali tertawa. Rasanya luar biasa menggembirakan, hingga dua orang pelayan datang dengan kabar bahwa penobatan 'Kaisar' akan segera dilaksanakan.
Di Benua Utara, ada tiga hari untuk prosesi dan resepsi pernikahan Xiao Shuxiang. Acara ini juga dirangkaikan dengan penobatan 'Yang Shu' sebagai kaisar dari Wilayah Salju Putih.
Jujur saja, dalam sebuah rapat anggota inti keluarga 'Yang'--Kakek dari Xiao Shuxiang sebenarnya telah mengatakan bahwa dia sudah memberikan hak tahta 'Kaisar' pada cucu laki-laki kesayangannya.
Namun, rumor Xiao Shuxiang dengan Hu Li sudah menyebar lebih dahulu hingga banyak dari anggota keluarga kekaisaran yang tidak setuju dengan pengangkatan pemuda itu sebagai 'Kaisar'.
Xiao Shuxiang sendiri juga tidak mau menerimanya. Beban tanggung jawab dan masalahnya sudah terlalu banyak, apalagi menjadi 'Kaisar' bukanlah hal yang mudah. Dia tahu benar bagaimana rasanya.
*
*
Meski Yang Shu menolak dan mengatakan dirinya tidak pantas, namun tetap saja siang itu dialah yang dinobatkan.
Yang Chai Jidan termasuk Yang Hao mendukungnya. Dia pun mendapat pengakuan dari Yang Ni, pangeran yang mana memiliki pengaruh sebanding dengan Sang Putra Mahkota.
Tidak ada yang menolak penobatan ini, bahkan masyarakat Kekaisaran Salju Putih telah memenuhi halaman istana sejak jam empat pagi.
Yang Shu memang adalah 'Kaisar' yang telah lama mereka tunggu. Kehadirannya di altar membuat para rakyat menangis bahagia, apalagi mereka yang telah berumur dan sangat mengenal kakek dari Xiao Shuxiang itu.
Salah seorang rakyat yang datang bersama putra dan cucunya terlihat meneteskan air mata. Dia sebenarnya ingin berlari sekuat tenaga dan memeluk Yang Shu untuk melepaskan rindu selama puluhan tahun ini.
Banyak masyarakat yang sama sepertinya. Yang Shu adalah pangeran yang sangat akrab dengan mereka hingga telah menjadi bagian dari anggota keluarga mereka sendiri.
Penobatan itu berlangsung hingga sore hari. Masyarakat yang ada di halaman istana dan yang berada di luar gerbang mendapat makanan, mereka juga diberi hadiah oleh para pangeran dan putri. Xiao Shuxiang dan teman-temannya ikut andil dalam hal ini.
Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, Jing Mi, Hou Yong, Hai Feng, dan Hu Li berada di antara para pangeran. Sementara Yi Wen dan Zhi Shu ada di sisi lain istana bersama dengan para putri, Ling Qing Zhu pun ada di antara mereka.
Xiao Qing Yan dan Ling Ya Bing sendiri berada di tempat para pangeran serta putri kecil, yakni anak-anak yang usianya tidak berbeda jauh dari mereka. O Zhan dan Lan Xiao ikut terlihat di antara keduanya.
Nuansa hangat penuh kebahagiaan serta kemeriahan di istana kaisar Wilayah Salju Putih yang berada di Benua Utara itu amat berbeda dengan suasana tegang yang terjadi di Benua Tengah saat ini.
***
__ADS_1