
Xiao Shuxiang mendongak ke atas sambil melihat papan nama bertuliskan 'Balai Hukuman'. Dia mengembuskan napas pelan dan mulai melangkah masuk.
Hal pertama yang dilihatnya adalah ruangan yang bernuansa cokelat kayu. Beberapa lukisan pemandangan dan sajak menghiasi dinding ruangan ini.
Ada sebuah kertas kain yang memiliki ukuran besar. Terlihat 20 baris nama pada kertas kain tersebut.
Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dia juga melihat ada dua orang murid Sekte Pedang Langit yang duduk di lantai dengan kayu pukul di depan mereka.
"Hei, Nak? Apa yang kau lakukan di sini?"
Sebuah suara yang didengar Xiao Shuxiang membuatnya menoleh. Dia melihat dua orang murid Sekte Pedang Langit lainnya duduk sambil terlihat menulis sesuatu.
Xiao Shuxiang melangkah dan mendekati meja yang lebih tinggi dari tubuhnya.
Dia berjinjit untuk bisa memperlihatkan wajahnya pada dua orang murid Sekte Pedang Langit di depannya. Meski begitu, Xiao Shuxiang hanya bisa memperlihatkan kedua matanya saja.
"Aku kemari karena disuruh oleh kakek berjanggut tebal,"
"Kakek berjanggut tebal..?" kedua murid Sekte Pedang Langit mengelus-elus dagu mereka. Detik berikutnya, keduanya mengangguk dan mulai bertanya kepada Xiao Shuxiang tentang kelas yang diambilnya pagi ini.
"Kelas apa yang kau ambil?"
"Aku mengambil kelas etika,"
"Sudah kuduga, pasti guru Gaozu yang menyuruhmu kemari. Iya, kan?"
Xiao Shuxiang cemberut sambil mengangguk, "Aku hanya tidur sedikit dan kakek janggut tebal itu langsung memarahiku, bahkan sampai menyuruhku kemari untuk mengambil hukuman."
"Nak, kuberitahu padamu. Aturan sekte ini sangat ketat. Kau beruntung karena menerima hukuman ringan, biasanya guru Gaozu sendiri yang menghukum murid-muridnya."
Murid Sekte Pedang Langit yang lain berkata, "Hukuman langsung dari guru Gaozu adalah yang paling berat. Kuperingatkan padamu agar tidak mencari masalah atau membuatnya marah. Sekarang beritahu aku siapa namamu dan mulai terima hukumanmu di sana."
Xiao Shuxiang kemudian memberitahukan namanya dan sama seperti murid Sekte Pedang Langit yang lain----mereka tersentak ketika mendengarkan nama Xiao Shuxiang.
"Jadi kau anak baru itu.." murid Sekte Pedang Langit kemudian menulis nama Xiao Shuxiang pada kertas di depannya. Ia lalu meminta Xiao Shuxiang agar pergi ke tempat di mana dua temannya yang lain sedang duduk di lantai.
Xiao Shuxiang hanya menurut. Dia ingin cepat-cepat keluar dari sini agar bisa membalas anak yang menurutnya bersalah dengan keadaannya sekarang.
"Apa kau siap, Nak?" salah satu murid Sekte Pedang Langit bertanya pada Xiao Shuxiang yang berdiri diantara mereka. Kedua murid ini memegang kayu tebal sepanjang 70 cm.
Xiao Shuxiang mengangguk, keduanya kemudian mulai memukul punggungnya secara bergantian.
bak!
bak!
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya sambil menahan pukulan dari kedua murid Sekte Pedang Langit.
Kedua kening murid yang memukul Xiao Shuxiang mengerut, mereka selama ini selalu mendengar rintihan murid yang berada di bawah praktik Forging Qi tingkat 4.
"Jelas-jelas dia masih berada di Forging Qi tingkat dua, ini.."
"Hmm, ketahanan tubuhnya lumayan.."
bak!
bak!
Kedua Murid Sekte Pedang Langit tidak mengetahui bahwa praktik Xiao Shuxiang harusnya sudah berada di Forging Qi tingkat 4. Hanya saja, Qi milik Xiao Shuxiang tersegel oleh akar pada Dantiannya.
Tepat saat pukulan ke-sepuluh, kedua murid Sekte Pedang Langit mulai berhenti. Xiao Shuxiang berusaha mengusap-usap punggung dan juga pinggangnya karena merasa gatal.
"Ka-kau bisa berjalan, Nak?"
"Yaa, begitulah..!" Xiao Shuxiang berjalan pelan dan kembali menghampiri murid Sekte Pedang Langit yang mencatat namanya tadi.
Xiao Shuxiang diberi semacam stempel pada punggung tangan kirinya, ini sebagai bukti bahwa dia telah menyelesaikan hukumannya.
"Ingat, kau jangan datang kemari lagi. Kalau kau datang lagi, namamu akan tertulis di sana. Kau bisa lihat dua puluh nama yang ada di dinding ruangan ini. Mereka adalah nama murid-murid yang melakukan tiga pelanggaran berturut-turut dan itu merupakan hal yang memalukan,"
Murid Sekte Pedang Langit juga mengatakan kepada Xiao Shuxiang untuk tidak masuk kembali ke Balai Utama, sebab akan membuat Lan Gaozu marah.
Xiao Shuxiang mengangguk lemah, dia sebenarnya lebih suka untuk membolos daripada harus mendengarkan ceramahan Lan Gaozu yang membuat kantuk itu.
Xiao Shuxiang kemudian melangkah pergi dan meninggalkan Balai Hukuman. Kali ini, apa pun yang terjadi.. dia akan membalas perbuatan anak yang sudah membuatnya dihukum.
Baru beberapa langkah, Xiao Shuxiang mendengar sebuah seruan yang memanggil-manggil namanya.
"Saudara Xiao..!" Jing Mi dan seorang murid Sekte Pedang Langit berusia sekitar 13 tahun, terlihat berjalan cepat ke arahnya.
"Saudara Jing? Ada apa..?" tanya Xiao Shuxiang, saat Jing Mi dan murid Sekte Pedang Langit sudah berada didekatnya.
Jing Mi dengan raut wajah khawatir memegang pundak Xiao Shuxiang, membalik-balikkannya dan menyentuh gemas wajah Xiao Shuxiang sambil menanyakan keadaannya.
"Bagaimana kondisimu, Saudaraku? Kau baik-baik saja?"
"Saudara Jing, apa aku akan terlihat baik jika kau melakukan ini padaku?" Xiao Shuxiang melepaskan tangan Jing Mi yang seakan hampir mengacak-acak wajahnya.
"Ciih, kau pikir wajahku ini bantal..?!" Xiao Shuxiang mengusap pelan kedua pipinya, perhatiannya lalu terarah pada anak yang bersama dengan saudara seperguruannya.
Jing Mi mengenalkan teman barunya kepada Xiao Shuxiang. "Anak laki-laki ini bernama Nie Shang, dia merupakan anak saudagar yang dikirim untuk belajar di Sekte Pedang Langit. Saudara Nie baru tiga hari di sini. Jadi bisa dibilang, Saudara Nie sama seperti kita..!"
__ADS_1
Jing Mi menepuk pelan pundak Nie Shang, dia begitu senang memperkenalkan teman barunya kepada Xiao Shuxiang.
"Baiklah, tapi apa yang membuat kalian datang kemari? Apa pelajaran kakek berjanggut tebal itu sudah selesai?" Xiao Shuxiang bertanya sambil berjalan, Jing Mi dan Nie Shang juga ikut berjalan di sampingnya.
"Itu benar, pelajarannya sudah selesai.." Jing Mi mengangguk, "Kakiku benar-benar sulit digerakkan untuk beberapa menit dan pelajaran yang dibawa kakek itu sama sekali tidak kumengerti."
Nie Shang, "Di antara guru yang ada, hanya pelajaran guru Gaozu sajalah yang membuat beberapa murid mengantuk..."
"Kalau menurutku, dia tidak pantas menjadi guru..." ucap Nie Shang, setengah berbisik.
Jing Mi mengangguk setuju. Sepanjang jalan, dia banyak menceritakan sikap Lan Gaozu saat Xiao Shuxiang tidak ada.
"Dia sangat menyeramkan. Aku bahkan kesulitan untuk bernapas karenanya,"
"Kau baru satu hari Saudara Jing, aku sudah tiga hari di tempat ini. Rasanya benar-benar berat.." Nie Shang mengusap-usap dadanya.
?!
Jing Mi dan Nie Shang tersadar bahwa Xiao Shuxiang tidak berjalan bersama mereka lagi. Keduanya menoleh dan menemukan anak itu berhenti dengan tatapan mata yang mengarah pada suatu tempat.
"Saudara Xiao? Kenapa berhenti?" Jing Mi menghampiri Xiao Shuxiang dan menepuk pundaknya pelan.
Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan dari Jing Mi. Matanya tertuju pada seorang anak laki-laki yang sedang berdiri sambil nampak mendengarkan temannya bicara.
"Saudara Xiao, kau melihat siapa?" Nie Shang juga ikut menyentuh pelan pundak Xiao Shuxiang. Dia mengarahkan pandangannya mengikuti tatapan mata Xiao Shuxiang.
Nie Shang akhirnya mengetahui bahwa teman barunya sedang menatap Lan Guan Zhi. "Ah... Dia tuan muda Lan Guan Zhi, murid yang paling terkenal di Sekte Pedang Langit ini."
Nie Shang, " Di usia yang ke-9 tahun, tuan muda Lan Guan Zhi telah berada di tahap akhir Mortal Foundation. Tidak ada anak yang bisa meningkat sepesat dirinya. Tuan muda Lan itu... adalah jenius yang hanya ada sekali selama seratus tahun.."
Nie Shang dengan panjang lebar mengatakan bahwa selama tiga hari berada di Sekte Pedang Langit, dirinya selalu mendengar tentang Lan Guan Zhi. Ini dikarenakan setiap tindakan Lan Guan Zhi, bahkan hal sepele sekali pun.. pasti selalu menjadi perbincangan yang hangat di antara murid-murid junior dan senior Sekte Pedang Langit.
Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, entah kenapa dirinya malah semakin kesal saat mendengar cerita Nie Shang tentang bocah laki-laki bermuka papan datar itu..!
Qi mulai berkumpul di kepalan tangan Xiao Shuxiang. Jing Mi dan Nie Shang tersentak saat menyadarinya, mereka berdua lalu bertanya mengenai yang terjadi pada Xiao Shuxiang.
"Sa-Saudara Xiao, Ka-!!"
Ucapan Jing Mi langsung terpotong saat Xiao Shuxiang secara tiba-tiba langsung melesat cepat ke arah Lan Guan Zhi.
!!
Lan Guan Zhi sadar bahwa ada yang berniat menyerangnya, segera dia melompat mundur dan bersamaan dengan itu----kepalan tangan Xiao Shuxiang langsung menghantam tanah tempat Lan Guan Zhi berdiri tadi.
BAAAM!!
__ADS_1
Bunyi yang begitu keras, mengejutkan semua murid di sekitar tempat itu. Jing Mi dan Nie Shang secara tidak sadar membuka mulut mereka karena begitu terkejut dengan tindakan tiba-tiba Xiao Shuxiang.
***