XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
359 - Tanah Merah Benua Selatan


__ADS_3

Penglihatan yang diambil dari sudut pandang Gerbang Dunia adalah hamparan tanah tandus berwarna merah. Bebatuan yang ada dan terlihat memiliki bentuk runcing merupakan bukti adanya kehidupan di masa lalu di Benua Selatan.



Bentuk yang unik tersebut tidak lain merupakan bekas dari pertarungan para pendekar di tempat ini--Jauh sebelum tanah berubah warna menjadi merah.


Sebenarnya bukan hanya tanah dan bebatuannya, tetapi tempat ini juga mempunyai serpihan-serpihan tulang. Bila dilihat dari atas.. Tempat ini akan jauh lebih mengerikan.


Trang!


TRAANG!


BLAAAAR..!!


Bukan waktu yang tepat untuk Xiao Shuxiang dan teman-temannya memandangi dengan jelas tanah di benua ini. Mereka semua terlalu sibuk berurusan dengan puluhan asap tipis kemerahan yang seakan keluar dari Gerbang Dunia Kesembilan.


Lan Guan Zhi mengayunkan kuat Shǎndiàn. Pedang pusakanya tersebut rupanya efektif menghilangkan asap kemerahan yang ditebasnya, rasanya bagaikan pemurnian.


"Waah, kurasa kau bisa mengatasinya Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang berseru, dia terlihat tersenyum ke arah temannya.


"Mn,"


Jawaban yang begitu singkat. Namun bukannya kesal, Xiao Shuxiang malah semakin melebarkan senyumannya. Dia sangat suka saat tatapan mata Lan Guan Zhi dipenuhi semangat pertarungan.


Xiao Shuxiang lalu melesat tanpa melepaskan Yīng xióng dari genggaman tangannya. Berbeda dengan Shǎndiàn yang berefek memurnikan, pusaka milik Xiao Shuxiang mempunyai efek menyerap asap kemerahan tersebut.


Yīng xióng seperti menggila. Dia menyerap puluhan asap tipis kemerahan yang datang, dirinya bagai senjata pusaka kelaparan.


"Yīng xióng, kau jangan pernah serakah. Meski asap itu terasa enak bagimu, tapi kau tidak boleh berlebihan,"


Xiao Shuxiang saat ini masih bisa mengendalikan gerakan Yīng xióng, namun dirinya tidak mampu mengontrol keinginan pedang pusakanya tersebut.


Bocah Pengemis Gila dan Xiao Qing Yan terlihat menangkis serangan asap yang datang ke arah mereka tanpa turun dari punggung Harimau Bulan.


GRAAAO..!


Geraman Lan Xiao menghasilkan sebuah serangan besar bak pusaran angin yang langsung menghantam puluhan asap kemerahan di depannya.


Serangan itu baru berhenti saat menghantam tanah merah yang ada di dekat Gerbang Dunia Kesembilan.


"Kucing Kecil, apa kau bisa terbang lebih tinggi?" Bocah Pengemis Gila ingin Lan Xiao membawanya terbang lebih tinggi, dia ingin memperkirakan seberapa jauh jarak hingga asap kemerahan itu tidak lagi mampu mencapai mereka.


"Sebaiknya jangan terlalu tinggi. Coba lihat awan tebal itu, rasanya tidak mengenakkan.." Xiao Qing Yan merasa yakin bahwa sebentar lagi langit akan tertutup awan hitam.


".. Aku tidak pernah takut melihat awan, tetapi mengingat ini di Benua Selatan.. Rasa-rasanya bahkan awan pun bisa menjadi musuh kita,"


Bocah Pengemis Gila mendongak ke atas, "Mungkin kau benar. Awan yang tebal itu memang terlihat aneh bagiku, tapi kita tidak bisa terus seperti ini. Apa kau dapat memakai segelmu sekarang?"


"Perlu tempat khusus untukku melakukan segel itu, tidak bisa sembarangan. Lagipula yang saat ini harus diutamakan adalah menyegel gerbang itu. Firasatku mengatakan gerbang tersebut harus disegel lebih dulu,"


"Aku juga memikirkan hal yang sama. Masalahnya, jika Shuxiang menyegel gerbang itu, akan ada makhluk mengerikan yang keluar dari dalam tanah,"


!!


Xiao Qing Yan dan Lan Xiao tersentak mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Keduanya seketika mengarahkan pandangan, tepat di mana Gerbang Dunia berada.


"Apakah itu artinya aku yang harus melakukan segel lebih dulu?"


"Kurasa itu sama saja bunuh diri. Kau sama sekali tidak tahu apa yang kulihat. Ada.. Ada wajah mengerikan di tanah benua ini. Dia menyeringai, namun kedua matanya tertutup. Aku sangat takut asal kau tahu.." Bocah Pengemis Gila mencengkeram kuat tongkat bambunya dengan kedua tangan.


Walau dirinya adalah pendekar yang memiliki usia paling tua, namun Bocah Pengemis Gila bukan berasal dari Aliran Hitam. Dia akui suka pada sesama jenis, tetapi dirinya merupakan pemuda baik-baik. Seringaian jahat semacam itu jelas tidak pernah dia miliki.


".. Meski kukatakan kita harus menolong Lan'Er Gege dan Shuxiang.. Tapi jujur saja aku sangat takut. Ini salahku karena mencoba melihat sesuatu yang tak seharusnya kulihat.."


Nyawn, nyawn, graa..!


"Lan Xiao baru saja mengataimu 'orang yang payah', tapi aku sendiri sama sekali tidak menyalahkanmu. Sebenarnya, saat ini aku juga takut.." Xiao Qing Yan merasakan jantungnya berpacu begitu kencang, raut wajahnya juga nampak pucat.


".. Aku tidak tahu seberapa mengerikannya wajah yang kau lihat. Namun jika kubayangkan.. Itu membuatku ikut merinding, apalagi ini semakin diperburuk dengan tampilan awan hitam mengerikan di atas kita."


Ucapan Xiao Qing Yan membuat Bocah Pengemis Gila kembali mendongak ke atas. Hanya butuh satu tarikan napas sampai matanya terbelalak karena terkejut.

__ADS_1


!!


Sepuluh buah petir langsung menyambar tanpa tanda lebih dahulu. Lan Xiao bergegas menghindari sambaran tersebut sambil terus membawa Xiao Qing Yan dan Bocah Pengemis Gila di punggungnya.


!!


"Apa lagi sekarang ini?" raut wajah Xiao Shuxiang terlihat buruk. Masalah dengan puluhan asap itu saja belum selesai dan kini muncul lagi masalah baru. Ini jelas membuatnya kesal.


"Kenapa kalian tidak bisa tenang walau sebentar, hah?!"


!!


Bentakan Xiao Shuxiang membuat Bocah Pengemis Gila dan Xiao Qing Yan mengerjap. Keduanya segera protes, bahkan termasuk juga Lan Xiao.


"Apa kau pikir kami yang melakukannya?! Kami juga tidak tahu apa-apa..!"


"Kau jangan asal tuduh, Shuxiang..! Lihat baik-baik, tanganku sangat bersih!"


Nyawn!!


Xiao Shuxiang tetap tidak percaya. Menurutnya, bagaimana mungkin langit yang sebelumnya begitu cerah tiba-tiba diselimut awan tebal disertai sambaran petir. Pasti temannya sudah melakukan sesuatu yang membuat fenomena ini terjadi.


Sayangnya, kecurigaan Xiao Shuxiang kurang tepat. Fenomena di langit diakibatkan dengan kedatangan makhluk hidup di benua ini.


Diketahui bahwa Benua Selatan dihuni oleh Iblis yang tertidur, jadi sudah jelas iblis tersebut tidak suka bila kedatangan tamu yang tidak diundang. Apalagi tamunya itu berniat melakukan sesuatu di tempat ini.


BLAAAR..!!


Bocah Pengemis Gila tidak pernah menyukai petir. Namun dibandingkan dengan melihat ke bawah, dirinya lebih baik menyerang kumpulan awan hitam di atasnya.


"Kucing Kecil, kau bertahanlah sebentar.."


Xiao Qing Yan mengerutkan keningnya, "Apa yang ingin kau lakukan?" dia bisa merasakan pemuda di belakangnya seperti sedang mengganti posisi tubuhnya.


Bocah Pengemis Gila memang melakukannya. Dia kini berusaha berdiri dan memperkirakan jarak serta luas dari serangan yang akan dirinya lakukan.


"Aku tidak bisa melayang seperti yang dilakukan Lan'Er Gege, jadi kau harus membantuku Kucing Kecil.. Apa kau mengerti?"


Nyawn!


Bocah Pengemis Gila segera melesat, dia menggunakan Tenaga Dalam Udara untuk membuat tubuhnya lebih ringan.


Sepuluh buah petir langsung menyerangnya namun dengan sigap Bocah Pengemis Gila membalas serangan tersebut, dia memakai tongkat bambunya yang berwarna hitam.


!!


Serangan Bocah Pengemis Gila begitu kuat, suara menggelegar hingga nyaris memecah gendang telinga tercipta dari benturan serangannya pada kesepuluh petir tersebut.


Cahaya matahari mulai mampu menembus tebalnya awan meski itu hanya berlangsung beberapa saat sebelum tertutup kembali.


"Sepertinya ini masih belum cukup,"


Harimau Bulan sepertinya tahu dengan apa yang dipikirkan Bocah Pengemis Gila. Dirinya terlihat menjadi pijakan pendekar tersebut sambil ikut membantu menyingkirkan awan merah kehitaman itu.


CRAASH..!


Di sisi lain, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi fokus menyerang puluhan asap tipis yang dapat menajam, bahkan sampai bisa menyobek pakaian termasuk menusuk tubuh mereka bila tidak ditangkis atau dihindari dengan baik.


Gerakan berpedang kedua pemuda itu saling menyatu, padahal Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sama sekali tidak menggunakan tanda apa pun, mereka bahkan tidak saling bicara.


BAAAM..!


Hanya sekali ayunan pedang milik Xiao Shuxiang, lima buah serangan tercipta dan menghantam kuat tanah merah hingga menghasilkan suara debaman keras.


BLAAAR..!


Walau pedang Lan Guan Zhi tidak dapat menghasilkan lima buah serangan dalam sekali ayunan seperti temannya, namun efek dari Shǎndiàn tidak main-main.


Suara bagai gemuruh petir tersebut tidak hanya keras, tetapi juga mampu membuat tanah menjadi rusak. Ini secara tidak langsung membuat tanah tersebut bergetar dan memunculkan lebih banyak asap tipis berwarna merah.


"Lan Zhi, kenapa kau melakukan itu?" untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang mulai bersuara.

__ADS_1


"Aku terlalu bersemangat,"


"Huh, ucapan dan raut wajahmu sama sekali berbeda. Kalau kau begitu semangat, jangan pasang muka papan datar itu. Kau benar-benar menyebalkan,"


Menurut Xiao Shuxiang, adik dari Patriarch Lan itu adalah pemuda yang aneh. Lihat saja, Lan Guan Zhi mengatakan bahwa dirinya terlalu bersemangat, tetapi wajah dan nada bicaranya begitu tenang bahkan terkesan datar.


"Kalau dipikir-pikir lagi.. Aku memang tidak pernah punya teman-teman yang normal. Mereka semua adalah orang-orang yang aneh,"


Xiao Shuxiang kembali melakukan serangan. Kali ini jauh lebih sulit sebab asap tipis kemerahan itu tidak hanya keluar dari Gerbang Dunia Kesembilan, tetapi juga berasal dari tanah merah Benua Selatan.


BLAAAR..!


Fokus Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sebenarnya sedang terbagi dua. Yang pertama adalah bagaimana cara mereka mengatasi banyaknya kepulan asap merah itu, dan satunya lagi disebabkan dengan sambaran petir tiada henti yang harus mereka waspadai.


"Tsk, ini akan memakan waktu lebih lama lagi.." Xiao Shuxiang jelas merasa demikian. Pasalnya, berulang kali dia mengayunkan Yīng xióng--namun tetap saja puluhan asap tipis kemerahan selalu datang.


Untuk Lan Guan Zhi, pedang pusakanya memang dapat memurnikan--tetapi bukan tidak mungkin dirinya kewalahan. Bila terus menyerang seperti ini, entah berapa lama mereka sanggup bertahan.


Xiao Shuxiang juga mengerti itu, namun untuk sekarang tidak ada yang bisa dia lakukan. Satu-satunya cara hanyalah terus menyerang, bertahan, dan sambil memikirkan apa yang bisa dia perbuat.


BLAAAR..!


Tidak hanya Xiao Shuxiang, tetapi juga Bocah Pengemis Gila, Xiao Qing Yan, dan Lan Xiao. Mereka fokus dengan sambaran petir dan berusaha memunculkan kembali cahaya matahari.


Ketiganya tidak bisa mengabaikan langit yang terus tertutup awan merah kehitaman berpetir, ini karena Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi akan jauh lebih mendapatkan kesulitan daripada sebelumnya bila petir itu tidak segera dimusnahkan.


BAAAM..!


Semakin lama menyerang, kecepatan asap-asap tipis itu semakin menggila. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi juga terpaksa mempercepat serangan mereka.


"Ini tidak bisa, menggunakan Yīng xióng untuk melawan sesuatu yang bukan makhluk bernyawa hanya akan membuat lelah saja. Aku butuh cara lain,"


Xiao Shuxiang cukup lama berpikir, dia bahkan terkena serangan pada bagian lengan kanannya. Syukurlah serangan itu tidak begitu fatal, namun lengan kanannya tetap terluka.


Karena pakaiannya yang berwarna hitam, luka karena serangan tersebut tidak begitu nampak. Xiao Shuxiang juga terlihat tak begitu mempedulikannya. Dia lebih memilih kembali menyerang dengan kecepatan yang sama gilanya dengan asap-asap tipis kemerahan itu.


!!


Melihat temannya membuat Lan Guan Zhi tidak tinggal diam. Dia melesat dan membantu Xiao Shuxiang dengan gerakan yang tidak kalah cepatnya.


Pertarungan semacam ini sebenarnya lebih merugikan bagi Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Ini jelas karena mereka bertarung dengan sesuatu yang tidak memiliki wujud tetap.


Di saat Xiao Shuxiang mulai kewalahan dengan tingkah Yīng xióng yang hampir lepas kendali.. Seruling Giok Putihnya tiba-tiba muncul dan melayang pelan, tepat di depannya.


?!


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia merasa heran karena baginya--dia tidak mengeluarkan Seruling Giok Putih dari dalam Gelang Semestanya. Pertanyaan tentang mengapa pusaka tersebut ada begitu saja jelas nampak pada raut wajahnya.


Seruling berwarna seputih goik itu bersinar redup, seakan memberi isyarat agar Xiao Shuxiang menggunakannya.


Usaha seruling itu tidak sia-sia, Xiao Shuxiang benar-benar memakainya setelah menyimpan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya. Dia kemudian langsung memainkan nada-nada tinggi dan ini berdampak besar bagi asap kemerahan tersebut.


Dengan suara serulingnya, Xiao Shuxiang mampu mengendalikan kecepatan asap-asap kemerahan itu termasuk dapat menggunakan asap tersebut untuk melakukan serangan.


Nada yang dimainkan olehnya begitu nyaring dan seperti penuh tekanan. Ini sangat berbeda dengan suara saat Xiao Shuxiang memainkan lagu 'Ketenangan', seakan-akan nada yang terdengar ini lebih kepada memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu.


Bocah Pengemis Gila terkesan kala mendengar suara seruling Xiao Shuxiang. Hanya saja itu tidak berlangsung lama sampai dia kembali fokus menyerang sambaran petir yang datang.


Lan Guan Zhi sendiri masih menggunakan Shǎndiàn, dia membantu temannya dengan cara memurnikan asap-asap tipis itu memakai pedang pusakanya.


BLAAAR..!


Lan Guan Zhi menoleh sejenak ke arah Lan Xiao, dia lalu mengeluarkan sebuah buku dan langsung melemparnya ke arah Harimau Bulan tersebut tanpa mengatakan apa-apan.


!!


Xiao Qing Yan menyadarinya, dia refleks menangkap buku itu dan mulai membuka isinya. Dirinya tersentak kala membacanya dengan cukup teliti. Salah satu halaman buku tersebut nyatanya bergambar peta Benua Selatan. Seketika itu juga, mata Xiao Qing Yan terbelalak.


"Bocah Pengemis Gila..! Apa kau bisa mengatasinya sendirian? Aku dan Lan Xiao harus pergi ke suatu tempat, sekarang juga.."


!!

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila terkejut, dia tidak bisa melayang begitu lama, apalagi terbang. Namun belum sempat dirinya protes, Xiao Qing Yan dan Lan Xiao sudah pergi.


***


__ADS_2