
Catatan Penulis :
Revisi 'Karya' ini dilakukan secara acak. Kemungkinan besar memiliki perbedaan dengan yang ada pada Audio book. Terima kasih atas pengertiannya,^^
*
*
*
*
*
Saat ini Xiao Shuxiang terlihat berdiskusi dengan teman-temannya mengenai jalan menuju Gerbang Dunia Keenam. Mereka berkumpul di kamar milik Hu Li dan Xiao Qing Yan.
".. Lokasi gerbang itu berada di Kekaisaran Langit Utara, Kota Matahari Emas. Untuk menghemat waktu perjalanan, kita akan memasuki Cermin Pemindah dan tiba di Lembah Batu Api, kemudian dari sanalah kita memulai perjalanan,"
Hu Li, "Jika dimulai dari Lembah Batu Api, maka kita akan melewati dua kota. Apa bisa kita menggunakan pedang terbang untuk sampai ke sana?"
Xiao Shuxiang menjawab bahwa mereka bisa saja menggunakan pedang terbang, namun itu akan lebih menguras Qi dan dapat berimbas pada keselamatan nyawa mereka.
Xiao Lu, "Tempat ini terlalu minim Qi, kita juga harus berjaga-jaga supaya tidak terlalu mencolok. Memakai pedang terbang kurasa bukanlah ide yang baik,"
Yi Wen mengangguk setuju, banyak pendekar dan kultivator hebat di Benua Tengah. Hal kecil yang mereka lakukan bisa berakibat menyinggung perasaan para pendekar tersebut, dan alhasil pertarungan pasti tidak terelakkan.
Xiao Shuxiang menambahkan bahwa benua ini bukanlah tempat tinggal mereka dan sudah seharusnya mereka mampu menjaga sikap. Bukannya ini bertindak seperti pecundang, tetapi sebisa mungkin mereka tidak boleh mencari musuh yang lebih banyak lagi.
Saat Xiao Shuxiang dan teman-temannya masih serius berdiskusi.. Pintu tiba-tiba digeser kuat hingga membuat Jing Mi dan Hou Yong langsung menarik pedang.
!!
Untunglah yang membuka pintu adalah Bocah Pengemis Gila. Segera dia mendapat omelan dari Hou Yong dan Jing Mi, hampir saja keduanya melesatkan serangan.
".. Kau ini, saat masuk harusnya ketuk pintu dulu. Memang kenapa kau terburu-buru?"
"Aku punya berita besar..! Ini berita yang sangat besar..!"
Bocah Pengemis Gila tidak mengindahkan rutukan dari Xiao Lu, dia berjalan cepat hingga sampai tepat di depan Xiao Shuxiang. Dirinya berjongkok dan menggunakan tanda supaya teman-teman Xiao Shuxiang lebih dekat dengannya.
Suasana sedikit tegang karena raut wajah Bocah Pengemis Gila nampak pucat dan seperti baru terkejut dengan sesuatu. Sambil mengembuskan napas pelan.. Bocah Pengemis Gila mulai bersuara.
"Aku mendengar bahwa Grand Elder Sekte Pagoda Langit akan menikah dengan Tuan Muda Lan,"
!!
Xiao Shuxiang dan teman-temannya jelas terkejut mendengar kabar ini, Bocah Pengemis Gila yang sadar salah ucap meminta maaf dan lalu menerangkan berita yang sebenarnya.
".. Grand Elder Sekte Pagoda Langit membahas pernikahan dengan Tuan Muda Lan. Dan dia menyinggung dirimu,"
"Aku? Maksudmu pernikahanku dengan Kucing Putih?"
Bocah Pengemis Gila menggeleng, dia menceritakan semua yang dirinya dengar pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Tepat saat ceritanya selesai.. Yi Wen dan Xiao Lu nampak sangat terkejut.
"Tidak mungkin..! Adik Iparku bukanlah pria seperti itu yang berani menantang istrinya sendiri agar bisa menikah dengan Nona Ling,"
Pletak!
Xiao Lu mendapat sentilan keras di kepala dari Xiao Shuxiang. Rasanya sakit dan berdenyut-denyut, adiknya sungguh tidak punya hati.
"Siapa yang kau sebut Adik Ipar? Dan apa maksudmu dengan kata 'istri'? Kalau kau ingin menjodohkanku dengan Lan'Er, harusnya aku yang berada diposisi mendominasi, bukan dia."
Xiao Shuxiang paling tidak suka disanding-sandingkan dengan seorang pria karena dirinya masih normal. Tetapi jika ada yang melakukannya--dia harus yang menjadi 'Suami', meski itu hanya sekadar gurauan saja.
Jing Mi, "Saudara Xiao, jika ucapannya benar, maka kau harus bertarung dengan Tuan Muda Lan. Menurutku, hanya orang gila yang tidak mau mengambil kesempatan ini untuk bisa mendapatkan Nona Ling,"
"Saudara Jing benar. Sejauh ini, banyak orang yang memilih Tuan Muda Lan menjadi pasangan Nona Ling. Dan kau harus tahu Saudaraku, anggota keluarga 'Ling' yang lain juga suka dengan Tuan Muda Lan. Kau sama sekali tidak diuntungkan.."
Hou Yong dan Jing Mi sebenarnya mengkhawatirkan Saudara Xiao mereka.
Keduanya jujur tidak ingin Xiao Shuxiang sampai bertarung dengan Lan Guan Zhi, mereka tidak mau melihat dua sahabat itu bertarung habis-habisan hanya karena memperebutkan gelar 'Wali Pelindung'. Tapi andai itu terjadi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Xiao Shuxiang sendiri malah terlihat biasa-biasa saja. Raut wajahnya tidak menampakkan kekhawatiran seperti Jing Mi, Hou Yong, dan Hu Li.
Untuk Xiao Qing Yan, dia sebenarnya tidak terlalu mengerti arah pembicaraan teman-temannya, dia lebih memilih mengusap-usap kepala O Zhan dan Lan Xiao sambil terus menjadi pendengar.
Xiao Shuxiang, "Kalau begitu, satu-satunya pilihan untuk membuktikan ucapan Bocah Pengemis Gila adalah kita tunggu Lan Zhi dan dengarkan penjelasannya,"
Sejauh yang dirinya ketahui, Lan Guan Zhi bukanlah pemuda yang akan memberinya tantangan demi memperebutkan seorang gadis.
Dia tahu benar temannya itu sangat menghargai wanita dan orang lain, jadi mustahil memperlakukan Ling Qing Zhu sebagai hadiah kemenangan.
".. Kalaupun Lan Zhi ternyata menyukai Kucing Putih dan gadis itu juga suka padanya, maka dengan senang hati akan kurestui hubungan mereka. Yaah.. Ini juga karena Lan'Er sudah menganggapku Kakeknya,"
Hati Xiao Shuxiang sebenarnya perih karena mendengar pengakuan tak terduga Lan Guan Zhi. Padahal dia berharap hubungan mereka layaknya Kakak dengan Adik, tetapi yang terjadi justru dirinya dianggap jauh lebih tua dari itu.
Selama kurang lebih empat puluh menit menunggu kedatangan temannya.. Akhirnya Lan Guan Zhi pun datang dengan wajah yang masih begitu tenang.
Bagi Hou Yong, Jing Mi, Xiao Lu, Hu Li dan Yi Wen, ini adalah suasana yang penuh ketegangan lagi menyesakkan. Mereka bahkan harus bernapas pelan-pelan. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila menganggap ini akan menjadi tontonan yang menarik dan tak boleh dilewatkan.
__ADS_1
Xiao Shuxiang menyapa Lan Guan Zhi seperti biasa dan meminta temannya untuk duduk karena mereka masih mau mendiskusikan tentang perjalanan selanjutnya.
"Ada yang harus kusampaikan," Lan Guan Zhi dengan tenang berujar, dia mulai duduk di depan Xiao Shuxiang.
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu,"
"Mn?"
Xiao Shuxiang sepertinya dipersilahkan lebih dulu untuk bicara. Dia tanpa ragu mengatakan bahwa Bocah Pengemis Gila telah memberinya kabar yang membuat teman-temannya terkejut.
".. Dia sudah menguping pembicaraanmu dengan calon Ayah Mertuaku. Aku mendengar darinya bahwa Tua Bangka itu ingin kau menikah dengan Kucing Putih, apa benar begitu?"
?!
Bocah Pengemis Gila langsung menolehkan pandangannya ke arah lain saat mendapat tatapan dari Lan Guan Zhi. Dirinya nampak sedang bersiul-siul.
Lan Guan Zhi menggeleng pelan dan kemudian mengembuskan napas. Dia lalu kembali menatap Xiao Shuxiang dan menceritakan pembicaraannya dengan Grand Elder Sekte Pagoda Langit pada temannya tersebut.
Memang benar Lan Guan Zhi membahas tentang pernikahan, tetapi bukan untuknya. Dialah yang dipilih menjadi wali Xiao Shuxiang daripada Xiao Lu, karena bagi Grand Elder.. gadis tersebut adalah saudara kandung Wali Pelindung putrinya.
Alasan semacam ini dia ambil sebab menurutnya Xiao Lu pasti akan mengatakan segala hal baik tentang adiknya dan kemungkinan akan melebih-lebihkan. Karenanya dia memilih Lan Guan Zhi yang tidak mungkin melakukan hal itu.
".. Aku memberitahunya, tapi tidak semua.."
Lan Guan Zhi mengatakan bahwa dia memberi tahu Ling Chu Zhen mengenai identitas Xiao Shuxiang yang adalah seorang murid Alkemis Zhou Yan sekaligus cucu dari Kaisar Benua Utara.
Selain itu, dia juga mengatakan pada Ling Chu Zhen bahwa mustahil untuk mengatur rencana pernikahan temannya tanpa memberi tahu anggota keluarga Xiao Shuxiang, apalagi saat ini temannya sedang dalam misi penting.
".. Tapi semua keputusan tetap ada padamu. Aku tidak bisa membantumu lebih dari ini,"
Xiao Lu, "Xiao'Er tidak bisa memutuskannya sendiri. Kita juga harus mendengar pendapat dari orang yang terlibat dalam pernikahan ini. Yi Wen, ayo ikut denganku."
?!
Yi Wen tersentak saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Xiao Lu. Dia paksa berdiri dan kemudian diajak pergi meninggalkan teman-temannya. Hou Yong dan Jing Mi nampak keheranan melihat tingkah mereka itu.
Kedua gadis tersebut ternyata berniat mencari Ling Qing Zhu. Menurut Xiao Lu, gadis itu harus tahu masalah ini. Tidak baik bila hanya adiknya saja yang membuat keputusan.
Butuh waktu yang tidak sedikit bagi keduanya untuk menemukan Ling Qing Zhu, mereka berkeliling di banyak tempat sampai akhirnya menemukan orang yang dicari sedang berlatih pedang dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 7 Tahun.
Trang!
Anak kecil itu nampak menahan serangan dari Ling Qing Zhu. Dengan sekuat tenaga dia mendorong pedang kecilnya namun segera Ling Qing Zhu mengurangi tenaga dan detik berikutnya menyerang lawannya tanpa ampun sama sekali.
!!
Xiao Lu dan Yi Wen terkejut kala anak perempuan berusia 7 tahun tersebut dengan lincahnya menghindari setiap serangan Ling Qing Zhu dan sesekali menangkis serangan yang datang.
TRANG!
TRANG!
!!
Xiao Lu dan Yi Wen segera melesat untuk menolong anak kecil yang hampir mendapat tusukan di jantung dari Ling Qing Zhu andai keduanya tidak segera bertindak.
BAAAM!
!!
Ling Qing Zhu sungguh tidak tanggung-tanggung dalam menyerang, dia menggunakan segenap kekuatannya untuk melawan seorang anak kecil. Bahkan Xiao Lu dan Yi Wen juga merasakan serangan gadis berambut putih nan bercadar tipis tersebut begitu kuat.
Lihat saja, tanah tempat mereka berpijak bahkan retak dan angin kejut tercipta saat keduanya menahan serangan Ling Qing Zhu tadi.
"Nona Ling, apa kau sudah gila?! Dia hanya anak kecil, kenapa kau harus menyerangnya seperti itu?!" Raut wajah Xiao Lu masih belum berubah dari ekspresi terkejut sekaligus tak menyangka.
"Aku setuju," Yi Wen melihat Ling Qing Zhu, ekspresinya sama dengan Xiao Lu. "Andai kami tidak segera bertindak, mungkin saja anak perempuan ini sudah mati. Nona Ling, kau tidak seharusnya begitu keterlaluan."
Ling Qing Zhu menyarungkan kembali pedangnya dan masih dengan wajah yang tenang, "Tidak ada gunanya menahan kekuatan bila berlatih tanding, anak kecil itu tidak akan bisa menjadi kuat jika dia tidak memakai seluruh tenaga yang dirinya miliki."
Xiao Lu "Tapi Nona Ling, kau bisa membunuhnya..!"
"Bibi ini kenapa? Aku baik-baik saja. Kalian berdua menganggu waktu latihanku,"
!!
Xiao Lu dan Yi Wen terkejut saat mendengar suara nyaring seorang bocah. Segera keduanya membalikkan badan dan menatap gadis cantik dengan luka sayatan di pipi kanannya itu.
Anak berpakaian ungu gelap dengan corak bunga wisteria hitam tersebut nampak kesal karena latih tandingnya sudah dikacaukan.
Jarang-jarang dia mendapat kehormatan bertarung dengan Ling Qing Zhu, tetapi kedua orang di depannya malah membuat kesempatannya hilang.
Xiao Lu mendengus, "Apa kau tidak tahu kami baru saja menolongmu? Kau bisa mati jika tidak ditolong, bocah kerdil!"
"Apa kau bilang?! Berani sekali kau mengataiku kerdil, memang siapa kau hah?!"
Xiao Lu mengepalkan erat kedua tangannya, dia baru akan menjitak kepala anak perempuan di depannya namun malah keduluan oleh Yi Wen.
!!
__ADS_1
Anak perempuan tersebut tidak lain adalah Ling Ya Bing, dia merintih kesakitan dan kemudian mulai menangis kencang.
"Waaa.. Bibi Ling, mereka menjahatiku..!"
!!
Yi Wen dan Xiao Lu tanpa sadar membuka mulut lebar. Anak kecil yang mereka lihat ini sejak tadi tidak menangis meski dirinya menderita luka sayatan, namun baru menangis kencang kala Yi Wen menjitak kepalanya.
"Anak ini sudah tidak waras. Apa jitakanku lebih sakit dari luka yang dibuat Nona Ling?" Yi Wen menggeleng tak menyangka.
Ling Qing Zhu, "Ya Bing tenanglah. Dan kalian, untuk apa datang kemari?"
Xiao Lu dan Yi Wen hampir lupa sebab kedatangan mereka. Keduanya lalu mengajak Ling Qing Zhu pergi dan menemui Xiao Shuxiang. Ling Ya Bing mendengar ini dan meminta dibawa juga.
".. Bibi, aku ingin bertemu calon paman iparku~"
Ling Ya Bing sebenarnya adalah anak dari Ling Lang Tian. Dia jauh lebih ekspresif dibandingkan dengan ayah dan bibinya sendiri. Kemampuannya dalam mengontrol Qi juga nampak hebat, buktinya dia dapat menutup luka yang dirinya alami dalam waktu singkat.
Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun dan kemudian berjalan pergi. Mengetahui bibinya tidak melarang.. Ling Ya Bing pun ikut.
Xiao Lu dan Yi Wen jujur baru pertama kali melihat Ling Ya Bing, keduanya menanyakan identitas bocah ini pada Ling Qing Zhu dan jawaban dari gadis cantik berambut putih tersebut mengejutkan mereka.
!!
Xiao Lu, "Maksudmu dia.. Dia anak Kakakmu? Anaknya sungguhan?!"
Yi Wen, "Sejak kapan Tuan Muda Ling menikah?!"
Kedua gadis itu mengapit Ling Qing Zhu, mereka butuh penjelasan. Di sisi lain, Ling Ya Bing malah diabaikan dan hanya berjalan mengikuti ketiga orang di depannya ini.
Ling Qing Zhu, "Sudah lama, bahkan sebelum aku.. Ke Benua Timur,"
!!
Yi Wen mengusap-usap dadanya. "Itu mustahil. Siapa gadis yang bisa menaklukkan hati Tuan Muda Ling? Maksudku, aku tidak percaya dia bisa menikah. Haah.. Tsk, padahal selama ini aku sudah menargetkan Tuan Muda Ling sebagai pengganti Saudara Xiao-ku andai saudaraku itu menolak menikah denganku, tapi ternyata Tuan Muda Ling sudah menikah dan aku jelas tidak bisa percaya! Dia itu terlihat seperti pemuda yang sulit didekati, jadi bagaimana mungkin dirinya.. Haah.."
Xiao Lu tahu jelas bagaimana perasaan Yi Wen saat ini. Dia mengatakan ikut terkejut dan tentu tidak percaya. Namun bukti sudah ada di depan mereka dan untuk apa Ling Qing Zhu berbohong? Gadis tersebut tidak punya alasan melakukannya.
Yi Wen menoleh ke belakang dan memperhatikan anak perempuan berusia 7 Tahun tersebut dengan seksama. Memang ada kemiripan antara anak ini dengan Tuan Muda Ling, salah satunya adalah warna mata itu yang terlihat mirip sekali.
Bukan hanya Xiao Lu dan Yi Wen yang terkejut, tetapi juga Xiao Shuxiang, Jing Mi, serta teman-teman mereka selain Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila.
Ekspresi wajah Jing Mi dan Hou Yong yang paling kentara. Saat Xiao Lu dan Yi Wen datang bersama Ling Qing Zhu, keduanya penasaran dengan anak kecil yang mengikuti mereka dan langsung saja Ling Ya Bing memperkenalkan dirinya sendiri.
Selama ini, Ling Ya Bing memang tidak pernah berkeliaran kemana-mana tanpa pelayan, namun di selalu saja bisa lolos dari penjagaan para pelayannya. Dia sering menyelinap ke tempat ayahnya bekerja dan di sanalah dirinya bertemu Lan Guan Zhi.
Bagi Ling Ya Bing, ini pertama kalinya dia bertemu Bocah Pengemis Gila. Tetapi pemuda itu sudah tahu mengenai dirinya sejak lama, bahkan sejak dia masih bayi.
?!
"Calon Paman Ipar..! Dilihat dari dekat ternyata kau jauh lebih tampan. Kau sudah mencuri hatiku..!"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Ling Ya Bing bergegas dan malah memeluknya gemas. Dia seumur-umur tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang bocah. Teman-temannya juga nampak terkejut.
"Ini.. Apa benar dia anak Ling Lang Tian?" Xiao Shuxiang agak ragu-ragu.
"Mn," Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu membenarkan. Jawaban singkat keduanya tidak perlu diragukan lagi.
Pembicaraan kembali berjalan, kali ini Ling Ya Bing duduk di pangkuan calon Paman Iparnya karena menyukai wangi tubuh Xiao Shuxiang, apalagi dirinya menggemari cara bertarung pemuda ini.
Walau Ling Qing Zhu memintanya duduk dengan benar, namun tetap saja Ling Ya Bing tidak mau lepas dari Xiao Shuxiang. Untunglah tindakan memalukan keponakannya tidak sampai diambil hati oleh pemuda menawan itu.
"Nona Ling, alasan kami mengajakmu kemari adalah untuk membahas mengenai pernikahanmu dengan Xiao'Er.." Xiao Lu tanpa basa-basi menceritakan tentang Lan Guan Zhi yang sebelumnya bertemu Grand Elder Sekte Pagoda Langit, dan keinginan Tua Bangka itu yang berniat melangsungkan pernikahan putri kesayangannya dengan Sang Wali Pelindung.
".. Adikku terlihat setuju-setuju saja. Tapi aku ingin tahu bagaimana keputusanmu,"
Xiao Shuxiang, "Yaah.. Aku memang tidak menolak menikah denganmu. Tapi sebaiknya kau ingat dengan apa yang dulu pernah kukatakan. Jika kau menyukai orang lain dan bukannya aku, maka akan kubantu agar kau terbebas dari Aturan Kuno klanmu. Kau bukanlah hadiah kemenangan dan masa depanmu kau sendiri yang mengaturnya,"
Jing Mi, "Saudara Xiao, setidaknya berjuanglah sedikit. Ucapanmu seolah kau merelakan Nona Ling untuk menikah dengan orang lain. Bukankah kau menyukainya?"
Hou Yong mengangguk, "Aku setuju dengan Saudara Jing. Menurutnya, jika kau menyukai seseorang.. Maka sudah seharusnya kau berjuang untuk mendapatkan orang itu Saudaraku. Tapi kau seakan tidak benar-benar suka dengan Nona Ling,"
"Hou Yong, bukannya begitu. Aku menyukainya dan hatiku benar-benar diruntuhkan. Tapi aku tidak pernah mau memaksa seseorang. Kalau Kucing Putih tidak suka padaku, lalu aku harus apa? Mengikatnya? membawanya kabur dan mengeluarkan otaknya kemudian mencucinya? Haah.. Lagipula jujur saja, pernikahan terlalu rumit untukku,"
Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan tangan Ling Ya Bing, tidak disangka anak perempuan ini malah tidur sambil bersandar pada dada bidangnya entah sejak kapan.
"Rumit bagaimana?" Xiao Lu mengerutkan kening, dia mempunyai pemikiran yang sama dengan Yi Wen, Jing Mi, Hou Yong, dan Bocah Pengemis Gila.
Sementara itu, Lan Guan Zhi dan Hu Li sepertinya tahu maksud ucapan Xiao Shuxiang. Hanya saja keduanya tetap diam dan mendengarkan penjelasan pemuda berpakaian serba hitam tersebut.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan kemudian menatap Xiao Lu sekilas, sebelum dirinya menjelaskan maksud dari ucapannya.
"Menikah tidak semudah itu Kawan. Pertama, Kakek, ayah dan ibuku harus tahu. Kakek Janggut Panjang harus tahu. Patriarch Ketiga, Paman Lai Kuan Ye, dan Kakekku yang ada di Benua Utara juga. Belum lagi rakyatku di Dunia Elf, Paman dan Bibi Angkatku di Dunia Demon, kemudian Bibiku yang ada di Dunia Siren. Tidak mungkin aku mengabaikan mereka semua. Haah.. Hidupku ini benar-benar rumit andai kalian mengetahuinya,"
Xiao Shuxiang kembali menghembuskan napas dan kembali berkata. "Perjalanan dari Benua Timur ke Benua Tengah juga begitu jauh. Dan lagi, aku masih harus menyelesaikan misiku dan membawa Kucing Hitam kembali ke tempat asalnya, tidak mungkin-"
"Akan kutunggu,"
__ADS_1
!!
***