
Sejak kekacauan yang diakibatkan oleh Xiao Shuxiang, banyak sekte menghilang dari Benua Timur. Di Kekaisaran Matahari Terbit saja, kini hanya tersisa 41 sekte dari 108 sekte yang ada.
Empat puluh satu sekte di Kekaisaran Matahari Terbit terdiri dari 15 sekte Aliran Hitam, 17 sekte Aliran Putih, 8 sekte Aliran Netral, dan 1 sekte Aliran Bebas.
Seperti yang diketahui, Turnamen Kultivator Muda hanya diperuntukkan oleh kultivator Aliran Putih dan Netral saja, itu pun yang ikut bertanding dibatasi.
Maksimal sebuah sekte mengirim tiga muridnya sebagai perwakilan untuk mengikuti pertandingan. Dan peraturannya adalah, hanya anak berusia 6 hingga 14 tahun yang diperbolehkan ikut di luar dari tingkat praktiknya.
Ada alasan kenapa sekte Aliran Hitam tidak diizinkan mengikuti Turnamen ini. Pertama, sangat jarang mereka mengikuti peraturan yang ditetapkan, mereka sering membuat keributan.
Kedua, sekte-sekte Aliran Hitam adalah ahlinya dalam membuat racun, dan racun juga merupakan senjata mereka. Ketiga, mereka tidak suka bertanding tanpa harus membunuh lawan.
Keempat dan yang paling mendasari tidak diikutkannya kultivator Aliran Hitam dalam Turnamen yaitu----hubungan Aliran Hitam dan Aliran Putih masih belum akur sama sekali.
Mungkin sepanjang sejarah, hanya ketika Xiao Shuxiang mengacau-lah mereka membuat aliansi. Dan setelah itu, mereka kembali bermusuhan.
Perebutan dan perluasan wilayah menjadi salah satu alasan Aliran Hitam dan Aliran Putih bermusuhan. Untuk Aliran Netral sendiri... asalkan kedua aliran ini tidak mengganggu mereka, maka Aliran Netral hanya akan diam saja dan tidak mempermasalahkan jika Aliran Putih dan Aliran Hitam berperang sekali pun.
Salah satu sekte Aliran Hitam yang sangat sering membuat gara-gara di Kekaisaran Matahari Terbit adalah Sekte Serigala Iblis.
Kultivator Sekte Serigala Iblis ini sangat memusuhi Kultivator Sekte Bunga Lotus, sebab kultivator sekte tersebut selalu saja menjadi penghalang mereka untuk memperluas wilayah.
Bukan hanya itu, dimana pun Kultivator Sekte Serigala Iblis menjalankan misi, mereka selalu saja bertemu dengan Kultivator Sekte Bunga Lotus. Bisa dibilang, kedua sekte ini sudah ditakdirkan untuk selalu berpapasan jalan.
Tidak ada suasana tenang dan bersahabat ketika kultivator kedua sekte ini bertemu. Jika tidak bertemu pun, maka salah satu di antara keduanya pasti akan mencari gara-gara duluan.
Seperti saat ini, di antara banyaknya orang yang duduk dibangku penonton----ada sekitar dua puluh orang kultivator Sekte Serigala Iblis yang menyamar.
Mereka menyembunyikan senjata dan tingkat praktik, serta mengganti seragam mereka dengan pakaian rakyat biasa.
Kali ini, kultivator Sekte Serigala Iblis menjalankan misi mengacaukan Turnamen Kultivator Muda, sekaligus menculik cucu dari Grand Elder Sekte Bunga Lotus.
Sekte Bunga Lotus sendiri memiliki segel penghalang, yang sangat sulit ditembus oleh orang lain. Dan karena kali ini Sekte Bunga Lotus-lah yang terpilih sebagai Tuan Rumah dari Turnamen Kultivator Muda, maka segel penghalang pun dibuka. Kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan!
Apalagi untuk pertama kalinya hanya sepuluh sekte saja yang mengikuti Turnamen ini dan tak ada satu pun Grand Elder atau Patriarch Sekte Besar yang hadir selain Huan Fei, Patriarch Lan dan Yuen Liang sendiri.
Sebelumnya, lima orang kultivator Sekte Serigala Iblis telah mencari dan mengumpulkan informasi terkait dengan ketidak-hadiran Grand Elder Sekte Besar. Mereka menemukan bahwa kali ini Turnamen Kultivator Muda dan Pelelangan Besar Asosiasi Bangau Merak diselenggarakan di waktu yang sama.
Banyak sekte yang lebih memilih mengikuti pelelangan daripada pergi melihat Turnamen. Apalagi pelelangan kali ini termasuk Pelelangan Paling Besar yang pernah Asosiasi adakan sebelumnya.
Sebenarnya Huan Fei juga ingin mengikuti pelelangan tersebut andai bukan sektenya yang menjadi Tuan Rumah dari Turnamen.
Huan Fei kesal sebab semua Grand Elder dari sekte Besar, Menengah dan Kecil yang diundangnya secara khusus tidak datang. Hanya sepuluh sekte yang membawa perwakilannya, itu pun... para peserta ini ditemani oleh murid senior saja, tanpa ditemani oleh Patriarch.
Saat Huan Fei diberi tahu tentang hal ini oleh Fan Feng, wajahnya benar-benar merah. Dia lalu menyuruh Fan Feng untuk mengirim Patriarch dan murid terpercayanya untuk mengikuti Pelelangan tersebut, Huan Fei tidak ingin semua barang pelelangan diambil semua oleh Sekte Besar yang lain.
Yuen Liang terlihat mengipas wajahnya, dia begitu kepanasan sebab dirinya sendiri juga ingin mengikuti Pelelangan. Usianya yang jauh lebih muda dari Patriarch lain di Sekte Phoenix Iblis membuatnya harus berada di tempat ini.
Keindahan Sekte Bunga Lotus tidak mampu mengobati kekesalan Yuen Liang pada Grand Elder dan Patriarch di Sektenya. Bukan hanya Yuen Liang, tetapi semua perwakilan dari sepuluh sekte yang hadir ini nampak sangat tidak rela melewatkan pelelangan terbesar tersebut.
Mereka berteriak dan merutuk dalam hati sebab merasa telah dimanfaatkan oleh para Grand Elder dan Patriarch mereka.
__ADS_1
Mungkin yang paling tulus menerima undangan Huan Fei hanyalah Patriarch Lan dan Yang Shu.
Patriarch Lan secara sukarela menjadi perwakilan sektenya untuk memenuhi undangan Huan Fei, sebab Patriarch Sekte Pedang Langit lainnya tidak ada yang mau melewatkan kesempatan untuk mengikuti pelelangan tersebut.
Dua orang yang menjadi wasit dari Turnamen mulai menaiki panggung arena pertarungan. Mereka adalah Huan Shan dan Feing Chu.
Huan Shan berusia 60 tahun, dia memiliki tubuh tegap dan wajah yang tegas. Tingkat Praktiknya saat ini berada di Forging Qi tingkat 15, atau disebut Master Foundation tingkat Perak Tahap Akhir.
Sementara Feing Chu berusia 40 tahun, dia diminta menjadi wasit wanita mendampingi Huan Shan. Tingkat praktiknya saat ini berada di Forging Qi tingkat 14, atau disebut Master Foundation tingkat Perak Tahap Pertengahan.
Feing Chu pertama-tama menyapa para hadirin, ia kemudian mulai mengatakan aturan dalam Turnamen Kultivator Muda kali ini.
"Aturannnya sederhana, kalian bertarung sampai lawan keluar dari arena, menyerah, atau pun sudah tidak sadarkan diri. Sangat dilarang untuk membunuh lawan, membuatnya cacat permanen, atau pun menggunakan racun. Tidak mengikuti aturan ini kalian akan didiskualifikasi dan akan menerima hukuman yang berlaku..."
Feing Chu kembali berkata, "... Para peserta tidak boleh saling mendendam saat dikalahkan oleh lawannya, apalagi membawa dendam tersebut keluar dari Sekte Bunga Lotus. Keputusan wasit adalah mutlak. Jika ada yang keberatan dengan ini, silahkan angkat tangan dan sampaikan sekarang!"
Tak ada seorang pun dari peserta maupun wali yang membawa mereka mengeluarkan suara. Feing Chu kemudian mengatakan bahwa mereka yang tidak mengeluarkan suara atau mengangkat tangan dianggap setuju dengan aturan ini. Ia lalu mempersilahkan Huan Shan untuk memulai pertandingan.
"Kultivator yang pertama akan bertanding mewakili sektenya adalah Rong Rui, Sekte Pulau Hujan melawan Jing Mi, Sekte Kupu-Kupu. Bagi peserta yang disebutkan namanya, silahkan naik ke Arena Pertarungan."
Jing Mi begitu sangat terkejut saat dirinya yang lebih dulu dipanggil. Bukan hanya Jing Mi, tetapi juga Qi Xuan dan Xiao Lu.
"A-Aku...?! Ba-barusan Yang Kudengar I-Itu... Namaku...?!" Jing Mi begitu tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Tangannya mulai dingin dan sedikit gemetar, jantungnya berdegup kencang. Menjadi peserta pertama dan bertanding sambil dilihat oleh banyak orang membuatnya tertekan.
"Perwakilan Sekte Kupu-Kupu?! Segera Naik Ke Arena!" Huan Shan berseru dan mengatakan bahwa Jing Mi harus segera naik ke arena sebab lawannya sudah menunggu.
Tangannya juga ikut dingin, dia berusaha sebisa mungkin untuk mengontrol detak jantungnya. Dia juga sebenarnya gugup jika harus bertarung sambil dilihat oleh banyak orang, apalagi oleh orang-orang yang sama sekali tidak dikenalnya.
"Jing Mi dari Sekte Kupu-Kupu!? Apakah Tidak Ada?!" Huan Shan berseru kembali.
Jing Mi mengusap pelan dadanya, dia lalu menarik napas pelan kemudian menghembuskannya perlahan. Dia berusaha untuk menghadapi ini, "Baiklah... ini hanya pertarungan biasa. Anggap seperti aku sedang bertarung melawan Saudara Zong Ming, anggap tidak ada yang menonton!"
"...Haaah... Aku Siap!" Jing Mi mengangkat tangannya dan berseru bahwa dia akan segera datang, pandangan anak-anak dari sekte lain langsung mengarah padanya. Dan hal itu membuatnya kembali gugup.
plak!
"Akh! Kakak Lu?!"
Xiao Lu langsung menampar punggung Jing Mi dengan keras hingga merasakan nyeri dipunggungnya.
"Kau payah, jangan gugup hanya karena dilihat oleh banyak orang. Berhenti bersikap lemah dan cepat naik kesana!" Xiao Lu mencubit gemas pipi Jing Mi.
"Saudara Jing, gunakan pedang ini." Qi Xuan menyerahkan pedang yang diberikan Xiao Shuxiang kepadanya, dia bisa melihat bahwa pedang yang dibawa oleh lawan saudaranya ini bukanlah pedang tua nan usang.
Jing Mi dan Xiao Lu sebenarnya ingin bertanya mengenai pedang yang ada di tangan Qi Xuan, namun niat mereka terhenti ketika Huan Shan memanggil Jing Mi agar segera baik ke arena pertarungan.
Segera, Jing Mi berjalan cepat sambil membawa pedang yang diberikan Qi Xuan padanya. Tamparan Xiao Lu pada punggungnya membuat Jing Mi merasa tenang dan tidak gugup lagi.
"Kau ini lama sekali...!"
__ADS_1
"Ma-maaf"
Huan Shan menggeleng saat anak yang lama ditunggu ini hanyalah bocah biasa dan terlihat seperti anak ayam yang baru saja menetas.
Jing Mi melihat lawannya adalah seorang perempuan, berusia sekitar 12 tahun. Pakaian berwarna biru dengan garis-garis kecil berwarna hitam dan putih, tatapan mata gadis ini terlihat kesal. Jing Mi bisa merasakan bahwa gadis di depannya mulai menargetkannya sebagai musuh.
Xiao Shuxiang yang duduk di samping Yang Shu melihat Jing Mi baru memasuki arena pertarungan menggeleng pelan. "Kupikir dia tidak akan naik..."
"Baiklah, karena kedua peserta sudah ada. Maka langsung saja kita mulai pertarungannya! Kalian berdua ingat peraturannya, tidak boleh saling membunuh atau membuat lawan cacat, mengerti?!"
Rong Rui dan Jing Mi mengangguk sebagai jawaban. Keduanya mulai bersama-sama menarik pedang dan memasang kuda-kuda masing-masing.
Huan Shan perlahan menaikkan tangan kanannya, dia mengatakan kepada keduanya bahwa ketika tangan kanannya diturunkan maka kedua peserta sudah bisa bertarung.
Jing Mi menarik napas, dan kemudian mengangguk. Dia memegang erat pedangnya, "Ini... Berat!" dia menggeleng pelan dan mulai menyelimuti pedangnya dengan Qi.
Sebenarnya para penonton merasa pertarungan Jing Mi dan Rong Rui tidak akan menarik sama sekali sebab mereka tahu bahwa Sekte Pulau Hujan hanyalah sekte kecil, sementara nama Sekte Kupu-Kupu sama sekali belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Mereka pikir Sekte Kupu-Kupu hanyalah sekte yang baru di daerah terpencil, semua murid di sekte tersebut pasti tidak memiliki kemampuan sama sekali.
Namun saat mereka melihat pedang di tangan Jing Mi mulai diselimuti Qi berwarna biru, para penonton termasuk kultivator yang ada terlihat tercengang. Ada yang berpandangan bahwa senjata di tangan Jing Mi adalah pusaka tingkat menengah, ada juga yang mengatakan bahwa tingkat praktik Jing Mi sudah mencapai Forging Qi Tingkat 5.
Sebab umumnya, hanya kultivator yang berada di Forging Qi Tingkat 5 ke ataslah yang bisa menyelimuti senjata mereka dengan Qi.
Namun bagi kultivator yang memiliki mata jeli, mereka bisa melihat bahwa praktik Jing Mi hanya berada di Forging Qi tingkat 3 dan pedang di tangannya hanyalah senjata biasa.
Kultivator dari Sekte Serigala Iblis juga ikut tercengang, mereka baru pertama kali melihat ada anak yang masih berada di Forging Qi tingkat 3 dapat menyelimuti senjatanya dengan Qi, apalagi senjata tersebut adalah senjata biasa.
"Bukankah senjata biasa akan hancur saat dialiri Qi...?"
Banyak orang yang bertanya-tanya mengenai hal ini termasuk Huan Shan dan Feing Chu. Tak hanya mereka, bahkan Patriarch Lan, Huan Fei dan Yuen Liang juga sama.
"Aku baru bisa mengalirkan Qi ke senjata biasa saat berada di Forging Qi tingkat 8. Itu pun.. senjataku akan berubah menjadi debu setelah tiga ayunan..." ucap Yuen Liang.
"Senior... kau punya murid yang berbakat," Huan Fei tersenyum tipis.
Feing Chu menatap Jing Mi dengan teliti, dia bisa tahu bahwa seragam yang dipakai oleh anak laki-laki berusia 13 tahun ini hanyalah pakaian biasa, bukanlah sebuah pusaka.
"Anak yang menarik, kita lihat akan sehebat apa dirimu..."
Huan Shan mulai menurunkan tangannya, dan bersamaan dengan itu... Rong Rui langsung melompat dan menyerang Jing Mi lebih dulu.
Traaang!
Pedang Jing Mi dan Rong Rui berbenturan, tekanan yang diberikan Rong Rui membuat tubuh Jing Mi sulit digerakkan.
"Tanganku... Mati rasa!"
Jing Mi berusaha mendorong Rong Rui sambil pedangnya dan pedang anak perempuan ini saling bergesekan.
***
__ADS_1