
Dapur Patriarch Pertama memiliki lantai salju tebal dan ruangannya pun begitu dingin. Satu hal yang ada dipikiran Xiao Shuxiang saat berada di dapur Patriarch, dia seperti berada di dalam gua es biru.
Xiao Shuxiang, setelah mengolah sebagian ginseng es menjadi pil dan sebagian dibuat menjadi manisan. Saat membuatnya, tanpa sadar dia menjatuhkan serbuk manis buatannya sendiri ke tumpukan salju.
Dan karena terburu-buru, Xiao Shuxiang malah menyandung kakinya sendiri hingga wajahnya mencium salju yang terkena serbuk manisnya.
Xiao Shuxiang segera bangun, dia mengusap wajahnya dan membersihkan mulutnya. Ada rasa manis yang terasa saat sedikit salju menyentuh lidah Xiao Shuxiang. Tiba-tiba saja, sebuah ide unik melintas dibenaknya.
Manisan ginseng es milik Xiao Shuxiang akhirnya jadi. Tidak hanya ginseng, Xiao Shuxiang juga menambahkan buah persik dan tanaman herbal yang dibawanya dari Gunung Induk, serta menambahkan salju manis di atasnya.
Xiao Shuxiang tersenyum dan memuji dirinya sendiri. Dia lalu membawa makanan buatannya untuk diberikan kepada Patriarch Pertama.
Yu Changhai bisa mencium aroma herbal yang kuat serta rasa manis. Dia sebenarnya heran karena tiba-tiba saja, seorang anak bersikap begitu akrab padanya dan bahkan memberinya makanan yang dinamakan Salju Kemalangan Manis.
Melihat wajah polos Xiao Shuxiang dan senyuman lembutnya, Yu Changhai tidak menaruh curiga. Saat mencobanya, Yu Changhai merasakan sesuatu yang selama hidupnya.. baru kali ini dirasakannya.
"Kau pandai membuatnya.."
"Tentu saja,"
Diawali dengan makanan manis, Yu Changhai dan Xiao Shuxiang sambil makan bersama----mereka juga saling mengenal. Yu Changhai sampai melupakan murid-murid Sekte Pedang Langit dan murid sekte luar yang masih berusaha untuk sampai di kediamannya.
Lan Guan Zhi dan teman-teman seperguruannya baru tiba setelah dua hari. Jika saja Lan Guan Zhi tidak membantu teman-temannya, dia pasti akan sampai di hari yang sama dengan Xiao Shuxiang.
Sementara Jing Mi dan yang lainnya baru sampai setelah lima hari. Beberapa murid sekte luar harus dibopong oleh temannya karena tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan.
Patriarch Pertama segera melepaskan segel mereka semua dan memberikan waktu untuk beristirahat sebelum latihan selanjutnya dimulai.
Seminggu berlatih di Bukit Salju Tanpa Musim, murid-murid Sekte Pedang Langit beberapa kali dijahili oleh Xiao Shuxiang.
Salah satunya adalah membagi-bagikan pil aneh hasil buatannya. Tidak hanya murid Sekte Pedang Langit, tetapi juga murid sekte luar menjadi kelinci percobaan pil milik Xiao Shuxiang.
Ada pil yang berefek merontokkan rambut, melebatkan bulu mata, membuat badan bau, sampai membuat suara berubah menjadi suara orang lain.
Yi Wen mencoba pil berwarna merah dan efeknya membuat Xiao Shuxiang serta anak yang menyaksikannya begitu terkejut.
!!
Jing Mi dan Hou Yong bahkan membuka mulut lebar saat melihat dada datar Yi Wen menjadi berisi.
"Sa-Saudara Yi...!"
"Woaah...!"
Sungguh tidak terduga, bahkan Xiao Shuxiang belum berhenti dari keterkejutannya mendadak diserbu oleh murid-murid perempuan sekte luar yang berusia 15-16 tahun. Mereka ingin agar Xiao Shuxiang memberikan pil seperti yang dimakan Yi Wen.
Beberapa dari mereka mengelus-ngelus pipi Xiao Shuxiang, menciumnya gemas, dan bahkan memberinya iming-iming permen.
Jing Mi, Bao Yu dan Hai Feng berusaha menyelamatkan Xiao Shuxiang. Hanya Lan Guan Zhi, Sian Ru dan tiga temannya yang lain sama sekali tidak ikut bergabung, mereka cuma menonton keributan yang diakibatkan Xiao Shuxiang dari jauh.
Pil merupakan barang yang langka dan sangat sulit didapat. Tentu mereka tertarik saat Xiao Shuxiang secara mengejutkan membagi-bagikan pil buatannya, tetapi kewibawaan mereka harus tetap terjaga.
__ADS_1
"Kalian tenanglah, jangan seperti ini pada Saudaraku..!" Jing Mi berdiri di depan Xiao Shuxiang sebagai pemisah antara saudaranya dengan para gadis ini. Beberapa kali dia harus merasakan pipi dan lengannya dicubit.
Xiao Shuxiang melihat Patriarch Pertama, dia segera meminta bantuannya. Mendengar Xiao Shuxiang memanggil Patriarch Pertama, seluruh murid langsung berbaris dan tidak lagi mengerubuni Xiao Shuxiang dan Jing Mi.
Kali ini, semua murid mengunjungi Bukit Pengetahuan. Tempat yang merupakan target Xiao Shuxiang untuk mencari kitab yang bisa melepaskan akar pada Dantiannya.
Kediaman milik Bai Wu Dang merupakan pagoda dengan tiga lantai. Sebelum masuk ke pagoda tersebut, Xiao Shuxiang sudah membuat murid-murid luar dan teman-teman seperguruannya untuk membantu mencari kitab itu.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku akan membuatkan pil yang kalian inginkan jika berhasil menemukan kitab tentang Dantian Berakar, sesulit apa pun pil tersebut."
"Serahkan pada kami...!"
"Kau harus menepati janjimu..! Aku pasti akan mendapatkan kitab itu...!"
"Aku yang akan mendapatkannya...!"
Ketika mulai diizinkan masuk, semua murid sekte luar termasuk Jing Mi, Bao Yu dan lainnya mulai mencari kitab yang Xiao Shuxiang inginkan.
Memakan waktu yang lama, semua kitab jurus dan obat-obatan menjadi tidak penting untuk sementara. Mereka masih memiliki waktu sepuluh hari dan pasti akan mengunjungi Bukit Pengetahuan lagi nantinya, jadi menemukan kitab Dantian Berakar menjadi prioritas utama.
Xiao Shuxiang juga bertanya pada murid yang menjaga buku-buku ini. Dia tidak mau duduk diam sambil menunggu.
Xiao Shuxiang, "Kakak? Apa kau pernah melihat kitab yang membahas tentang Dantian Berakar?"
"Aku... sepertinya pernah melihat kitab itu...?"
!!
Murid yang menjaga buku mengusap-usap dagunya, dia mengingat di mana dirinya pernah melihat buku tersebut. "Aku akan mencarinya sebentar..."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia kemudian mencari di tempat yang lain. Lantai satu hingga tiga digunakan oleh murid-murid sekte luar untuk mewujudkan keinginan Xiao Shuxiang.
Sayangnya kitab itu tidak juga ditemukan.
Xiao Shuxiang kembali menghampiri murid itu, "Apa sudah ditemukan?"
Murid penjaga berkata, "Kitab itu ada di sekitar tempatku berjaga. Aku yakin pernah melihatnya di sekitar sini..."
Xiao Shuxiang tidak melihat tumpukan buku apa pun, hanya melihat Bai Wu Dang yang sedang duduk bersila sambil menutup mata.
Xiao Shuxiang, "Kau yakin?"
"Aku sangat yakin. Aku melihat kitab itu di sekitar sini..."
Saat murid penjaga dan Xiao Shuxiang sedang berpikir, seketika keduanya saling bertatapan seperti memiliki pemikiran yang sama.
Murid Penjaga mulai meminta izin agar Bai Wu Dang sedikit berdiri. "Aku minta maaf, Patriarch. Bolehkan Anda berdiri? Anak ini mencari kitab tentang Dantian Berakar,"
"Hm, kitab Dantian Berakar...? Sepertinya aku mendudukinya..." Bai Wu Dang tanpa membuka matanya, mulai berdiri.
Benar saja, kitab yang begitu lama dicari ternyata diduduki oleh Bai Wu Dang. Murid penjaga mulai mengambil kitab tersebut, dia bisa merasakan kitabnya hangat----terasa seperti telah diduduki sangat lama.
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Kakak. Tolong bacakan isi di dalam kitab itu."
Murid Penjaga, "Baiklah. Di sini dikatakan, akar pada Dantian tidak bisa dihilangkan, tetapi dalam beberapa kondisi akar tersebut dapat berubah menjadi Dantian baru. Apabila Qi yang sudah diserap dan terkunci mulai banyak, maka akar itu akan berubah."
Xiao Shuxiang akhirnya mendapat informasi yang tidak terduga.
"Kau sepertinya memiliki Dantian Berakar sepertiku.."
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Bai Wu Dang yang mengatakan dirinya juga memiliki Dantian Berakar. Segera, Xiao Shuxiang menanyainya dengan berbagai hal termasuk cara agar dirinya bisa menggunakan seluruh kekuatannya.
Bai Wu Dang, "Akar pada Dantianku berjumlah tiga. Ulurkan tanganmu, biar kuperiksa kondisi tubuhmu serta jumlah akar pada dantian yang kau miliki,"
Xiao Shuxiang tanpa ragu mengulurkan tangan kanannya. Kedua kening Bai Wu Dang mengerut, dia tidak bisa menghitung akar pada dantian milik Xiao Shuxiang.
Bai Wu Dang, "Kau seorang Alkemis, bukan? Kau harus mengolah cahaya matahari dan lima jenis petir untuk bisa mengurangi sedikit akar pada Dantianmu.."
!!
Jing Mi dan beberapa murid yang mendengarnya tidak bisa berkata apa-apa, mereka langsung mengarahkan pandangan kepada Xiao Shuxiang.
"Cahaya matahari dan petir..." Xiao Shuxiang menyentuh poni depannya, "Aku memang tahu satu tempat di mana bisa mendapatkan kelima jenis petir itu, tapi aku tidak memahami cara mengolah cahaya matahari. Dan lagi, tidak baik bagiku ke tempat dengan lima jenis petir sekarang. Xiao Shuxiang hanya akan mengantar nyawa.."
Xiao Shuxiang berterima kasih kepada Bai Wu Dang, dia lalu meminta agar teman-temannya kembali mencari jurus yang lain. Murid sekte luar terlihat cemberut, mereka tidak jadi dibuatkan pil oleh Xiao Shuxiang.
Jing Mi mengambil sebuah kitab jurus yang menurutnya sesuai untuk dipelajari. Dia lalu membawanya kepada Xiao Shuxiang agar dinilai. Entah kenapa, tetapi dia begitu percaya pada saudaranya itu.
"Kitab ini hanya satu jurus, Saudara Jing. Kau yakin akan mempelajarinya?"
"Aku tidak pandai memakai bermacam-macam jurus.."
Xiao Shuxiang memperhatikan Jing Mi dari atas sampai bawah. Anak yang baru seminggu berumur 15 tahun ini memiliki tubuh tegap yang kekar, mengingatkan Xiao Shuxiang kepada Gong Peng.
"Kau pernah menciptakan jurus saat di Pondok Pengelana, bukan?"
"Iya, tapi jarang kugunakan.."
Xiao Shuxiang tersenyum, dia baru menemukan pengikut yang tepat sekaligus korban kedua dari Jurus Kebangkitan Kembali miliknya.
"Kau cocok menggunakan dua pedang, Saudara Jing. Dan kitab jurus yang kau pilih itu, bisa berevolusi.."
"Maksudmu, Saudaraku?" Jing Mi merasa bingung dengan ucapan Xiao Shuxiang. Namun belum sempat anak laki-laki di depannya menjawab, Yi Wen dan Bao Yu menghampiri mereka dan menanyakan pendapat Xiao Shuxiang mengenai kitab yang mereka ambil.
"Kalian sepertinya sudah tau kemampuan masing-masing, itu bagus. Pelajari saja kitab yang sudah kalian pilih, aku mau membaca tentang tanaman herbal.."
Xiao Shuxiang mengusap-usap tangannya, sorot matanya seperti haus akan tanaman herbal serta buku racikan pil. Belum pernah dia pergi ke tempat seberharga ini, Xiao Shuxiang tidak akan menyia-nyiakannya.
Selama berada di Bukit Pengetahuan, Xiao Shuxiang tidak hanya memberi arahan kepada teman-temannya, tetapi juga memberi arahan kepada murid sekte luar ataupun murid Sekte Pedang Langit yang meminta bantuan.
Xiao Shuxiang seakan tidak sadar saat membantu mereka. Padahal harusnya dia lebih memilih untuk tidak peduli. Sepertinya hidup di lingkungan yang bisa dibilang menenangkan, mengubah sedikit demi sedikit sifat Xiao Shuxiang.
__ADS_1
***