XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
138 - Pembedahan [Revisi]


__ADS_3

Di kota Langit Bintang, tepat di lantai ketiga sebuah penginapan terbesar bernama Penginapan Seribu Tahun, Kekaisaran Matahari Tengah.


Dua orang bertopeng rubah nampak seperti pria dan wanita dengan pakaian berwarna ungu gelap. Sekilas terlihat keduanya berusia 34 dan 33 tahun, namun usia mereka yang sebenarnya bahkan seratus kali lipat daripada itu.


Yang lebih tinggi dengan postur tubuh pria bernama Xou Junyan, sementara wanita di sampingnya adalah Bian Que. Keduanya adalah kultivator dari Scarlet Bayangan.


Xou Junyan dan Bian Que sedang mengawasi teman mereka yang nampak duduk bersila di atas sebuah dipan. Tak berapa lama, teman keduanya langsung tersentak dengan darah yang menetes dibalik topengnya.


!!


Xou Junyan dan Bian Que sedikit tersentak kala melihat topeng teman mereka tiba-tiba terbelah menjadi dua dan terjatuh.


"Anak itu membunuh satu nyawaku,"


Suara penuh kekesalan bersamaan dengan bunyi tangan yang dikepalkan cukup jelas terdengar dari teman Xou Junyan dan Bian Que.


Mulut orang ini mengeluarkan darah, tetapi anehnya----Dia tidak memiliki mata atau pun hidung. Jika Xiao Shuxiang melihat ini, dia tidak akan menyebut Lan Guan Zhi, 'Wajah Papan Datar' lagi.


"Bagaimana, Zhiye? Apa anak itu yang kita cari?"


Xou Junyan bertanya sambil mengeluarkan sebuah topeng rubah dari balik pakaiannya, dia lalu melempar topeng tersebut yang langsung ditangkap dengan baik oleh rekannya meski tidak memiliki mata.


"Sudah pasti dia orangnya, api biru dan cara bertarungnya sama seperti yang dikatakan Tetua," Fa Zhiye memakai topeng yang ditangkapnya dari Xou Junyan. Suara Fa Zhiye sangat mirip dengan orang yang dilawan oleh Xiao Shuxiang, begitu pun dengan postur tubuhnya.


"Aku membutuhkan wajah baru, anak itu berhasil membunuh dan membakar salah satu koleksi tubuhku yang berharga." Fa Zhiye berdiri dan mengajak kedua rekannya untuk segera kembali ke markas mereka.


Bian Que bertanya, "Bagaimana dengan Bing Mei Si?"


Fa Zhiye, "Dia telah tewas dan tidak akan mungkin hidup kembali."


Bian Que mendengus. "Baguslah, setidaknya satu sainganku sudah tidak ada."


Fa Zhiye dan Xou Junyan menggeleng, keduanya sama sekali tidak mengerti dengan persaingan antara wanita. Sudah sejak lama mereka tahu bahwa Bian Que dan Bing Mei Si tidak pernah memiliki hubungan yang akur, entah apa sebabnya.


Bian Que mengibas pelan rambutnya dengan tangan kanan. "Sekarang yang kita tunggu adalah hasil kerja peliharaan kesayanganku. Anak itu pasti sedang sangat kesakitan sekarang,"


Benar yang dikatakan Bian Que, saat ini Xiao Shuxiang mengerang sambil sesekali memuntahkan darah. Nampak jelas urat di kening dan lehernya terbentuk.


Berulang kali Xiao Shuxiang meringkuk dan berguling tidak jelas, ada sesuatu yang menggerogoti jantungnya.


Satu hal yang pasti, pertarungan antara dirinya dengan pria bertopeng rubah tersebutlah akar dari rasa sakitnya sekarang.


!!


"Saudara Xiao?!"


Yi Wen dan Jing Mi masuk dengan terburu-buru, keduanya terkejut ketika melihat Xiao Shuxiang meringkuk sambil terus menekan dadanya dan mengerang kesakitan.


Jing Mi segera mengangkat Xiao Shuxiang dan meletakkannya di atas dipan milik Patriarch Ketiga.


Dengan suara serak dan berusaha menahan sakit, Xiao Shuxiang memanggil Yi Wen. Dia membisikkan sesuatu di telinga Yi Wen yang membuat saudaranya itu terkejut.


"Saudara Xiao..." Yi Wen menatap Xiao Shuxiang, wajah saudaranya begitu pucat dengan keringat dingin mengucur di pelipis dan dahinya. Sudah pasti saudaranya merasakan sakit yang amat sangat.


"Saudara Jing! Pegang erat kedua tangannya," Yi Wen melihat Bao Yu dan Hai Feng baru memasuki ruangan, dia lalu menyeru agar kedua saudaranya tersebut ikut membantu.


!!


Bao Yu dan Hai Feng tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi melihat Xiao Shuxiang berteriak kesakitan membuat keduanya langsung mengikuti arahan Yi Wen.


"Pegang Kuat Kaki Saudara Xiao!"


Bao Yu dan Hai Feng mengangguk, keduanya mencengkeram kuat kaki Xiao Shuxiang.


Yi Wen dibantu oleh Jing Mi melepaskan pakaian Xiao Shuxiang hingga bagian atas tubuhnya terlihat. Keduanya agak kesusahan saat melakukannya sebab Xiao Shuxiang terus bergerak dan mengerang kesakitan.


"Aku akan melakukannya, Saudara Xiao." Yi Wen menarik pedangnya, dia menatap saudaranya yang menyuruhnya untuk bertindak cepat.

__ADS_1


!!


Jing Mi, Hai Feng dan Bao Yu terkejut bukan main saat Yi Wen mengiris pelan perut Xiao Shuxiang.


Apa yang dilakukan Yi Wen adalah permintaan dari Xiao Shuxiang. Dia diminta untuk mengeluarkan benda bergerak yang sedang menggerogoti jantung Xiao Shuxiang.


Kaki dan tangan Xiao Shuxiang mengeluarkan asap tipis berwarna hitam, sekali sentakan dari kakinya membuat Bao Yu dan Hai Feng terpental nyaris menabrak dinding.


"Aakh! Cepat Yi Wen!"


"Tenanglah!"


Yi Wen mulai menelusupkan tangannya ke dalam tubuh Xiao Shuxiang, dipan Patriarch Ketiga kini dipenuhi oleh darah segar.


Jing Mi baru pertama kali melihat pembedahan manusia di depan matanya, dia juga terlihat berkeringat karena sekuat tenaga menahan kedua tangan Xiao Shuxiang.


!!


"Aaaaaah!" Yi Wen berteriak, ada sesuatu yang seperti memakan jari-jarinya, dia lalu menarik tangannya cepat.


"Apa Itu?! Aku merasa ada binatang bergigi tajam di sekitaran jantungnya?!"


Bersamaan saat Yi Wen akan melakukannya lagi, Feng Ying masuk bersama Lan Guan Zhi dan Xiao Lu.


"Apa yang terjadi pada Xiao'Er?!" Xiao Lu terbelalak, dia begitu terkejut ketika adiknya berteriak dengan darah pada dada dan perutnya.


Lan Guan Zhi juga terlihat terkejut, dia segera membantu Jing Mi untuk memegangi tangan Xiao Shuxiang.


Yi Wen, "Ada hewan bergigi tajam di dalam tubuhnya, dia seperti memakan jantung Saudara Xiao..!"


!!


Baik Xiao Lu, Lan Guan Zhi dan yang lainnya terkejut bukan main. Namun mereka segera tersadar ketika Xiao Shuxiang kembali berteriak.


"Aku tidak bisa mengeluarkannya, hewan itu menggigit jari-jari tanganku. Kita harus segera mengeluarkannya sebelum Saudara Xiao mati kehilangan banyak darah atau mati karena jantungnya dimakan hewan itu!" napas Yi Wen tersengal-sengal, dia merasakan tangannya seperti terbakar.


Lan Guan Zhi menatap Xiao Lu agar gadis tersebut membantu Jing Mi memegang tangan Xiao Shuxiang. Dia lalu menaikkan lengan seragamnya dan mulai memasukkan tangan kanannya ke dalam tubuh Xiao Shuxiang yang dibelah oleh Yi Wen.


!!


Lan Guan Zhi juga merasakan tangannya digigit, tetapi dia berusaha menahannya. Dia mendengar Xiao Shuxiang terus berteriak dan menyuruhnya untuk mengeluarkan binatang tersebut.


Lan Guan Zhi mendapatkannya! Dia perlahan mengeluarkan tangannya dan melempar binatang tersebut hingga menghantam dinding.


Jing Mi dan saudara-saudaranya terkejut, binatang yang berlumuran darah milik Xiao Shuxiang adalah seekor laba-laba berukuran sedang, bentuk perutnya seperti jantung manusia dengan ukuran yang kecil.


"Dia masih hidup!" Jing Mi berseru ketika melihat laba-laba itu bergerak dan seperti ingin kabur dari mereka. "Ying'Er...! Bunuh hewan itu."


Feng Ying segera mengejar hewan tersebut. Di saat yang bersamaan akhirnya Xiao Shuxiang kini bisa tenang. Dia tidak lagi mengerang kesakitan, masalahnya sekarang adalah tubuhnya mengeluarkan banyak darah.


"Ba-Bagaimana cara menutup lukanya?!" Xiao Lu begitu khawatir, dia bahkan bisa melihat sedikit organ dalam adiknya.


Lan Guan Zhi baru akan menutup luka Xiao Shuxiang menggunakan Qi miliknya, namun dirinya dihentikan oleh Xiao Shuxiang.


"Tidak... Tidak perlu Lan Zhi. Luka ini akan tertutup dan sembuh dengan sendirinya. Aku... Aku hanya butuh istirahat,"


Lan Guan Zhi mengangguk, dia meminta agar Jing Mi dan yang lainnya tetap menjaga Xiao Shuxiang, sementara dia akan membantu Feng Ying untuk membunuh laba-laba tersebut.


Xiao Lu menatap Xiao Shuxiang yang telah menutup matanya, "Aku akan pergi untuk mengambil air sekaligus pakaian ganti."


Laba-laba yang berusaha dibunuh Feng Ying begitu gesit dan juga kuat. Ketika pedang Feng Ying menyentuh tubuhnya, terdengar suara seperti pedang yang saling berbenturan.


Bukan hanya itu, laba-laba tersebut bahkan menyemburkan cairan beracun berwarna merah seperti warna tubuhnya.


Cairan itu hampir mengenai mata dan wajah Feng Ying andai tidak dilindungi oleh seragam Lan Guan Zhi.


"Terima kasih, Tuan Muda Lan."

__ADS_1


Lan Guan Zhi mengangguk, dia lalu melesat untuk menyerang laba-laba tersebut namun tetap saja, hewan itu tidak juga mati.


Lan Guan Zhi merasakan ada yang aneh dengan laba-laba ini, padahal serangannya sudah sangat kuat. Dia kemudian menarik pita di dahinya.


Pita yang begitu panjang dan terlihat dimain-mainkan oleh angin perlahan mengeras dan membentuk sebuah tombak bercorak naga dengan dua ujung runcing.


Dia tidak melakukan gerakan apa pun selain memegang tombak itu dengan tangan kanannya.


Saat pegangannya dilonggarkan----secara cepat tombak tersebut melesat dan menusuk perut laba-laba hingga tubuhnya berubah menjadi abu.


!!


Feng Ying takjub saat melihatnya, tidak dia sangka pita dahi Lan Guan Zhi dapat berubah menjadi senjata. Dia jadi memikirkan apa mungkin semua pita dahi murid Sekte Pedang Langit bisa berubah?


Sayangnya, tidak semua pita dahi murid Sekte Pedang Langit dapat berubah bentuk. Hanya pita dahi milik Grand Elder dan Lan Guan Zhi saja yang bisa. Itu merupakan senjata pembunuh sekaligus pemurni roh.


Tombak tersebut kembali ke tangan Lan Guan Zhi dan berubah menjadi bentuknya semula. Feng Ying jadi ingin menyentuh dan memegang pita dahi itu.


!!


Di tempat lain, Bian Que tersentak kala merasa peliharaannya telah mati. Dia berdecak kesal, "Aku mengutuk siapa pun yang telah membunuh hewan peliharanku agar tidak pernah menikah dengan gadis manapun jika pelaku pembunuhan tersebut adalah laki-laki. Dan kalau perempuan, dia akan menikah dengan kakek tua pendek berjanggut panjang!"


Kedua rekan Bian Que memang terlihat tenang, tetapi sebenarnya mereka tersentak ketika Bian Que tiba-tiba saja merutuk.


Laba-laba yang dibunuh oleh Lan Guan Zhi merupakan Laba-Laba Pemakan Jantung, hewan ini berhasil masuk ke dalam tubuh Xiao Shuxiang lewat asap beracun yang dilemparkan Fa Zhiye padanya.


Jika racun Fa Zhiye mempan pada Xiao Shuxiang, maka laba-laba tersebut akan mati dan tidak akan masuk ke dalam tubuhnya, begitu juga dengan sebaliknya.


Laba-Laba Pemakan Jantung awalnya hanya sekecil butiran debu, namun ketika masuk ke tubuh melalui mulut atau hidung.. Dia pun perlahan berubah sedikit lebih besar dan akan semakin besar sesuai dengan ukuran jantung yang dimakannya.


Xiao Lu dan Yi Wen baru selesai membersihkan tubuh serta mengganti pakaian Xiao Shuxiang. Saudara mereka itu belum juga bangun dan sama sekali tidak bereaksi apa pun ketika tubuhnya disentuh.


Ada yang aneh! Xiao Shuxiang tidak merespon bahkan saat Xiao Lu memanggil nama dan mencubit lengannya. Merasa khawatir, Xiao Lu memeriksa denyut nadi dan napas Xiao Shuxiang.


"Aku tidak merasakan denyut nadinya!"


!!


Ucapan Xiao Lu jelas membuat saudara-saudaranya terkejut termasuk Lan Guan Zhi dan Feng Ying.


"Kakak Lu, kau jangan bercanda!" Yi Wen ikut memeriksa, dia bahkan meletakkan telinganya di dada Xiao Shuxiang untuk mendengar detak jantungnya, hanya saja dia tidak mendengar suara apa pun.


!!


"Sa-Saudara Xiao?!" Yi Wen mulai khawatir, dia menepuk pelan pipi Xiao Shuxiang dan terus memanggil namanya.


Jing Mi, Bao Yu dan Hai Feng ikut memeriksa. Tubuh Xiao Shuxiang hangat, namun seperti yang dikatakan Xiao Lu dan Yi Wen. Ketiganya tidak merasakan denyut nadi atau mendengar detak jantung Xiao Shuxiang.


"Apa dia mati?"


!!


Ucapan Feng Ying membuat teman-temannya terkejut. Segera mereka menegur Feng Ying untuk tidak berkata yang bukan-bukan.


Yi Wen membentak, "Saudara Xiao tidak mungkin mati, jangan bicara sembarangan!"


Feng Ying cemberut ketika Yi Wen membentaknya, dia lalu merangkul lengan Lan Guan Zhi dan memberi tatapan memelas minta dibela.


Lan Guan Zhi menepuk pelan kepala Feng Ying, dia lalu berjalan ke arah Xiao Shuxiang yang masih terbaring untuk memeriksa kondisi tubuhnya.


?!


Lan Guan Zhi merasakan aliran Qi dan darah di tubuh Xiao Shuxiang lancar, hanya jantungnya saja yang tidak berdetak.


Cukup lama dia memeriksa tubuh Xiao Shuxiang dan akhirnya Lan Guan Zhi mengerti bahwa jantung temannya hanya sekali berdetak setiap dua menit.


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang dalam, dia jadi penasaran dengan siapa sebenarnya Xiao Shuxiang ini.

__ADS_1


***


__ADS_2