XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
232 - Pengakuan


__ADS_3

Qi murni milik Lan Xiao yang mengalir di tanah, melesat cepat dan seakan membentuk petir kecil. Qi tersebut mengalir jauh dan sampai ke tempat Xiao Shuxiang serta Lan Guan Zhi.


BLAAAR!


Suara gemuruh petir terdengar bersamaan dengan geraman keras Lan Xiao di atas awan yang begitu pekat. Detik yang sama, Xiao Shuxiang mengeluhkan sakit di perutnya.


!!


Lan Guan Zhi terkejut, tangan temannya masih sangat dingin, tetapi setelah mendengar gumaman Xiao Shuxiang.. Dia merasa baru saja terjadi keajaiban.


"Xiang'Er..?"


"Apa.. Kau baru saja menangis..?"


Xiao Shuxiang masih menutup matanya, dia terlihat sedikit tersenyum. Dari suara yang dia dengar barusan.. Temannya ini seperti baru saja menangis. Jika dirinya berada dalam kondisi yang baik, Xiao Shuxiang pasti akan tertawa dan meledeknya.


Tidak dia sangka, teman yang dia anggap berwajah papan datar ini bisa juga menangis. Padahal dirinya tidak sebaik itu sampai harus ditangisi.


Lan Guan Zhi ingin menyangkal, namun Xiao Shuxiang kembali memuntahkan darah. Temannya meminta agar disandarkan pada sebuah pohon.


BLAAAR!


"Kau harus pergi.. Mereka membutuhkanmu.. Lan Zhi,"


"Sembuhkan lukamu dulu,"


Lan Guan Zhi kembali memeriksa kondisi Xiao Shuxiang dengan Qi. Ini sangat aneh, tubuh temannya tidak menolak Qi miliknya bila itu bertujuan memeriksa aliran darah dan organ dalam saja.


Tetapi tubuh Xiao Shuxiang akan menolak bila Lan Guan Zhi mengalirkan Qi untuk menyembuhkan luka dalam temannya.


!!


Lan Guan Zhi terkejut. Jantung temannya sama sekali tidak berdetak, darah dan Qi sangat lambat mengalir, api jiwa temannya juga masih redup.


Xiao Shuxiang yang perlahan membuka matanya menyadari ada keterkejutan di mata temannya. Dengan suara pelan dirinya berkata bahwa itu semua normal. Jantungnya berdetak tetapi sangat lambat, dia mengatakan tubuhnya berbeda dengan kebanyakan manusia.


Pil Napas Naga yang sebelumnya dikonsumsi Xiao Shuxiang sama sekali tidak efektif menutup lukanya. Andai dia tak memiliki dantian lain, mungkin Xiao Shuxiang tidak dapat bangun lagi.


"Lan Zhi.. Tolong berikan aku satu mutiara roh.."


Lan Guan Zhi mengeluarkan satu mutiara roh yang berwarna putih kebiruan, di dalamnya terlihat seperti gulungan ombak kecil.


Xiao Shuxiang lalu memakan mutiara tersebut seperti layaknya memakan Tanghulu, dia masih bisa merasakan ada darah yang keluar dari perutnya.


Lan Guan Zhi tidak dapat menutup luka pada perut Xiao Shuxiang dengan Qi, dirinya lalu berniat membalut perut temannya memakai kain.


Hanya saja, saat dia hendak melepaskan pakaian Xiao Shuxiang.. Temannya tersebut segera memegang tangannya.


"Ayo lepas pakaianmu,"


"Lan Zhi.. Ini tidak pantas, kawan. Kita belum melakukan upacara dan bersujud pada langit. Kau juga harus lihat situasi dan kondisi sekarang, jangan melakukan 'itu' di tempat semacam ini.."


Lan Guan Zhi tidak tahu harus mengatakan apa setelah mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan. Temannya mulai cerewet adalah hal yang bagus, tetapi kenapa ucapan pemuda ini terdengar aneh?!


Lan Guan Zhi merasakan keningnya berkedut saat Xiao Shuxiang mengatainya tidak tahu malu sambil memainkan poni rambut depannya.


Pletak!


Xiao Shuxiang merintih saat mendapat sentilan dari Lan Guan Zhi, dia mengusap-usap dahinya yang seakan hampir berlubang. Padahal dia sedang dalam kondisi kritis, tetapi temannya ini malah..


".. Kau tidak berperasaan,"


Bukan Lan Guan Zhi yang tidak berperasaan, tetapi Xiao Shuxiang yang tidak tahu diri sampai masih bisa mempermainkannya dalam kondisi luka parah.


"Lukamu harus ditutup, cepat lepas pakaianmu,"


"Aku tidak mau, ini memalukan.."


Lan Guan Zhi menghembuskan napas, dia sedikit memijat keningnya. Dirinya tidak menyuruh Xiao Shuxiang untuk membuka semua pakaiannya, hanya bagian atas saja supaya perutnya dapat dibalut.


Dan lagi, apanya yang memalukan? Dia bahkan pernah melihat semuanya saat mereka mandi bersama di tempat Tianqi Mao, jelas bahwa Xiao Shuxiang sedang mempermainkannya lagi.


Xiao Shuxiang dapat melihat tatapan mata Lan Guan Zhi yang seolah memperingatkan bahwa bukan waktunya untuk bercanda. Mereka harus segera kembali dan menyelamatkan semua orang.


"Lepas pakaianmu,"


"Apa kau sudah tidak sabar, Lan Zhi?"


Xiao Shuxiang tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, dia paling suka menggoda orang yang minim ekspresi seperti Lan Guan Zhi dan Dai Chen.


!!


Masalahnya, Xiao Shuxiang menggoda Lan Guan Zhi di waktu yang salah. Dia terkejut saat mendapat serangan tiba-tiba dan tidak bisa melakukan perlawanan karena kondisi tubuhnya yang luka parah.


BLAAAR!


Di tempat lain, Ling Lang Tian bersama Lan Xiao sedang bertarung dengan Wyvern. Naga ini memiliki kemampuan menyemburkan asam pada mulutnya, yang mana bila terkena asam tersebut secara langsung.. Kultivator yang berada di bawah GrandMaster dapat sekarat atau bahkan meleleh.


Hujan deras kali ini sedikit lebih hangat, itu dikarenakan cairan asam milik Wyvern bercampur dengan air hujan. Sungguh beruntung, sebab para kultivator terlihat baik-baik saja.


TRAANG!


Zhou Yan menyerang pilar atas Scarlet Bayangan, yakni Zhe Eryu hingga keduanya bertarung sampai di Kekaisaran Matahari Terbit.


Benturan keras senjata mereka menghasilkan angin kejut dan beberapa pohon harus tumbang dengan kondisi terpisah-pisah.


TRAANG!


Sementara itu, Jing Mi dan teman-temannya fokus menangkis serangan dari para kultivator yang dikendalikan dan memberi waktu sampai GrandElder dan Patriarch Ketiga Aliran dapat membunuh Liao Fa Xun dan Meng Yaoya.


Kedua pilar atas Scarlet Bayangan itulah yang dicurigai telah mengendalikan semua manusia dari Kekaisaran Matahari Tenggelam.


TRAANG!

__ADS_1


TRAANG!


Saat para kultivator sedang bertarung sekuat tenaga mereka.. Akar Pohon Teratai Iblis mulai menghisap energi mayat dari Tiga Kekaisaran, semakin lama.. Bunga teratai pada pohon itu semakin banyak.


Di tempat lain, Xiao Shuxiang sudah tiga kali memuntahkan darah. Dia bersandar pada pohon dengan tubuh yang sangat lemas, perutnya telah dibalut kain berwarna putih oleh Lan Guan Zhi.


"Aiya.. Bokongku sangat sakit. Lan Zhi, kau sangat keterlaluan..,"


"Aku tidak menyentuh bokongmu,"


Lan Guan Zhi merapikan pakaiannya, dia tidak habis pikir harus bergulat demi bisa melepas pakaian temannya yang begitu kekanakan ini.


"Kau tidak pantas menjadi tabib, seseorang akan mati bila dirawat oleh orang sepertimu,"


Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan. Salahnya karena menolak untuk melepas pakaiannya sendiri, padahal Lan Guan Zhi hanya ingin membalut perutnya dengan kain.


Lan Guan Zhi berkata ingin mengembalikan Gelang Semesta milik temannya, namun Xiao Shuxiang menolak.


".. Kondisiku sekarang.. Tidak bisa memakainya. Kau lebih membutuhkannya.. Jadi pinjam saja dulu.."


Xiao Shuxiang meminta diberikan lima butir Pil Napas Naga dan tiga mutiara roh, dia juga mencari pedangnya, Yīng xióng.


Lan Guan Zhi memberikan apa yang diminta Xiao Shuxiang termasuk Yīng xióng. Temannya tersebut lalu memintanya untuk segera menuju ke medan perang.


".. Naga itu.. Dia sedang bermain-main dengan mereka semua.."


Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa kekuatannya yang sudah lama tersegel harusnya telah kembali, namun Dantian Berakarnya berada dalam tubuh Wyvern.


Apapun yang terjadi, mereka harus mendapatkan dantian itu atau menghancurkannya.


Wyvern yang mempunyai Dantian Berakar miliknya bukanlah makhluk lemah yang bisa dipojokkan begitu saja. Dia dapat membunuh seluruh kultivator hanya dengan beberapa geraman saja.


".. Kau harus tahu, Lan Zhi. Tidak ada kultivator di Benua ini yang berada di praktik Grand Master tingkat Langit ataupun di atasnya.."


Bahkan Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit yang selalu disebut kultivator Immortal hanya berada di GrandMaster tingkat Bumi. Dibanding dengan kultivator di Benua Lain, mereka adalah yang terlemah.


".. Tapi kurasa, kau dapat mengulur waktu sampai aku kembali.. Aku yang akan menyelesaikannya,"


"Kondisimu.."


Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata ini bukanlah masalah, dia cukup merindukan rasa sakit semacam ini. Lagipula dia telah mendapat obatnya dari menggoda Lan Guan Zhi.


".. Anggap saja itu sedikit hiburan dalam kondisi yang menegangkan ini. Sekarang pergilah dan simpan bagian terbaiknya untukku.."


Xiao Shuxiang tersenyum penuh percaya diri sambil memegang Yīng xióng, dia lalu memakan satu persatu Pil Napas Naga.


Lan Guan Zhi mengangguk pelan, temannya seperti tidak berada dalam kondisi yang membuatnya khawatir, Xiao Shuxiang sudah mulai membaik.


Saat Lan Guan Zhi pergi, senyuman Xiao Shuxiang mulai memudar. Dia kembali mengeluarkan darah pada mulutnya. Sungguh, rasa sakit ini jauh lebih buruk dari jantungnya yang pernah digerogoti oleh laba-laba.


"Aku harus segera pulih.."


Xiao Shuxiang berdecak kesal, regenerasi tubuhnya benar-benar lambat dan roh Phoenix Api miliknya sama sekali tidak keluar. Dia juga tidak dapat memanggil api biru kecilnya karena aliran Qi di dalam tubuhnya terganggu.


Dia memang pernah bernapas setiap dua menit sekali, namun kondisi hibernasi dan sekarang adalah dua hal yang berbeda.


Setelah memakan lima Pil Napas Naga dan tiga mutiara roh, Xiao Shuxiang perlahan menutup matanya. Tubuhnya separuh telanjang, tidak ada luka sayatan pedang pada tubuhnya, hanya beberapa bekas kecil kemerahan akibat terkena kuku Lan Guan Zhi.


BLAAAR!


Ling Lang Tian kini menggabungkan kemampuan yang dia dapatkan dari menyerap Qi Tu Liao dengan pedang tumpul miliknya.


Dalam dua kali ayunan, tercipta enam buah petir yang langsung mengarah pada tubuh Wyvern. Kekuatannya di perkuat dengan api yang dikeluarkan Lan Xiao dari mulutnya.


Wyvern menggunakan sebelah sayapnya untuk menangkis serangan yang datang, dia lalu membalas dengan cara mengibaskan ekornya.


Wyvern menatap nyalang ke arah Lan Xiao, dia seketika melesat dan menyerang Harimau Bulan tersebut.


BAAAM!


Lan Xiao menghantam tanah di wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Tenggelam. Ukuran tubuhnya memang tidak sebesar Wyvern, namun dalam bergulat.. Lan Xiao tidak terkalahkan.


Harimau Bulan menyemburkan api di mulutnya yang tepat mengenai wajah Wyvern, dirinya dapat bebas dari cengkraman naga tersebut.


Tanpa merasa takut, Lan Xiao menyerang Wyvern dengan gigitannya yang kuat. Dia memang pernah terkena cairan asam naga ini, namun karena sering mengkonsumsi tanaman herbal, dirinya memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat dari Demonic Beast lain.


GRRR, RAOOR!


Lan Xiao seperti berbicara dengan Wyvern. Geramannya seakan menyuruh naga tersebut untuk mati.


"Kau hanya kucing kecil, bertingkahlah seperti seekor kucing..!"


!!


Lan Xiao terpental dan menghantam sebuah gunung tinggi saat terkena geraman keras Wyvern. Dirinya hampir digigit oleh naga tersebut andai Ling Lang Tian tidak datang menolongnya.


"Masih banyak manusia di tempat ini,"


Ling Lang Tian mengepalkan tangannya. Untuk menyerang Wyvern, dirinya harus berhati-hati. Dia tahu bahwa kultivator di Benua Timur tidak ada yang praktiknya sampai di GrandMaster Tingkat Langit, kalaupun ada.. Pasti hanya satu atau dua orang.


Bila dia memakai kekuatan yang penuh, maka segel pelindung setiap kultivator tidak akan mampu menahan tekanan pada serangannya. Ling Lang Tian harus memikirkan cara yang lain.


TRAANG!


Xiao WeiWei yang sedang bertarung dengan salah satu patriarch dari Sekte Phoenix Iblis yang dikendalikan.. Hampir saja terkena serangan kuat dari kultivator itu, beruntung Lan Guan Zhi cepat datang dan menangkis serangan tersebut.


"Tuan Muda Lan, dimana Xiao'Er?"


Xiao WeiWei saat bertarung tadi, dia melihat putranya dibawa oleh Lan Guan Zhi. Dia sebenarnya ingin menyusul mereka, namun tidak bisa karena dihalangi patriarch dari Sekte Phoenix Iblis, Yuen Liang.


Wanita itu menggunakan kipas sebagai senjatanya, selain berbakat pada serangan jarak jauh.. Yuen Liang juga ahli dalam serangan jarak dekat.


Wanita dengan pakaian berwarna hitam, bercorak Phoenix, dan agak terbuka pada bagian bawah serta atasnya ini merupakan lawan merepotkan untuk Xiao WeiWei karena dirinya harus menahan kekuatan agar tidak sampai menebas leher Yuen Liang.

__ADS_1


TRAANG!


Lan Guan Zhi mengatakan lokasi dirinya mengistirahatkan Xiao Shuxiang pada Xiao WeiWei, dia menangkis serangan dari Yuen Liang dan membuat wanita tersebut terpental cukup jauh.


"Aku akan ke tempat Xiao'Er, kau berhati-hatilah.."


Xiao WeiWei menaiki pedang terbang dan meninggalkan Lan Guan Zhi yang sedang bertarung. Tidak terlihat koyakan pada pakaiannya, padahal Xiao WeiWei telah bertarung sangat lama.


Hanya wajahnya yang sedikit kotor, namun itu tersapu derasnya hujan. Dia jelas adalah seorang wanita cantik yang begitu dipuja oleh Jing Mi dan saudara seperguruannya.


Suaminya sendiri sedang berada di markas Kaisar Matahari Tengah. Dan mungkin sekarang berada dalam bahaya, namun dia tahu suaminya bisa mengatasi hal tersebut.


Yang lebih penting sekarang adalah memeriksa kondisi putranya, Xiao WeiWei sudah sejak tadi merasa sangat tidak nyaman, dan khawatir akan keselamatan Xiao Shuxiang.


BLAAAR!


Suara gemuruh petir tidak mengurangi kecepatan terbang Xiao WeiWei. Dia tidak peduli dengan pertarungan yang berlangsung di bawahnya, satu-satunya yang dia pikirkan adalah putranya.


!!


Xiao WeiWei tersentak saat melihat orang yang dia cari bersandar pada sebuah pohon sambil menutup mata. Dia lalu menapakkan kakinya di tanah dan menghampiri putranya.


"Xiao'Er..?"


Xiao WeiWei menyentuh wajah Xiao Shuxiang, pipi putranya sangat dingin, namun dia bersyukur sebab anaknya ini masih bernapas.


"Xiao'Er..!"


Xiao WeiWei segera menangkap putranya yang hampir terjatuh, dia memperbaiki posisi tidur Xiao Shuxiang dan menjadikan pahanya sendiri sebagai bantal dari kepala anaknya.


Meski di panggil, Xiao Shuxiang sama sekali tidak mendengar apalagi sampai merespon. Hanya saja, Xiao WeiWei dapat melihat Qi alam memasuki tubuh putranya.


".. Anak ini.. Dia dapat menyembuhkan tubuhnya dalam kondisi tertidur.."


Xiao Shuxiang memang dapat memulihkan kondisinya dengan cara tidur. Sama seperti dirinya melakukan hibernasi untuk menekan penyakit gilanya yang selalu ingin melakukan pembantaian bila melihat darah.


Di dalam tubuh Xiao Shuxiang, darahnya mulai mengalir lancar, dantian kecilnya yang sebelumnya menghilang mulai terlihat kembali, dan kini ukurannya sedikit lebih besar.


Dantian tersebut kembali menghilang, bersamaan dengan detak jantung Xiao Shuxiang yang mulai stabil. Perlahan, indra pendengarannya kembali. Xiao Shuxiang dapat mendengar suara hujan dan gemuruh petir.


Kedua matanya mulai terbuka, dia tersadar saat mendengar suara lembut yang memanggil namanya.


!


"Kau.. Ibu..?"


Suara Xiao Shuxiang masih lemah. Dia baru saja bangun, dirinya belum bisa menggerakkan tangan ataupun kakinya, dia hanya dapat menatap Xiao WeiWei dan membalas ucapan ibunya dengan suara pelan.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Mulai membaik.."


Xiao WeiWei mengusap pelan wajah putranya. Dia mengungkapkan rasa khawatirnya saat melihat putranya dibawa Lan Guan Zhi pergi dalam kondisi terluka parah, dirinya meminta maaf karena baru datang.


Xiao Shuxiang terdiam beberapa saat sebelum mengatakan bahwa tidak seharusnya Xiao WeiWei meminta maaf.


".. Ada.. Yang harus aku katakan.."


Xiao Shuxiang mencoba bangun, tetapi Xiao WeiWei memaksanya untuk tetap tidur. Dia akhirnya hanya dapat menuruti wanita ini.


".. Putramu.. Sebenarnya sudah meninggal. Dia meninggal saat berusia tujuh tahun.. Sebulan setelah dia melakukan penggantian dantian seorang diri.."


Xiao Shuxiang hanya dapat menatap hujan saat mengatakannya. Dia pikir Xiao WeiWei harus tahu ini, untuk risikonya.. Dia akan memikirkannya nanti.


".. Aku tidak tahu cara menjelaskannya.. Tetapi setelah menggunakan jurus kebangkitan kembali, aku malah hidup di tubuh putramu. Aku bertemu dengannya saat tidur panjangku.."


Xiao Shuxiang mulai menatap mata Xiao WeiWei, raut wajah wanita ini sama sekali tidak berubah. Dia kembali berkata bahwa dirinya tidak berbohong, tetapi wanita di dekatnya justru tersenyum dan mengusap pelan kepalanya.


"Apa yang kau katakan..? Siapapun dirimu, kau jelas adalah Putraku. Apa kau ingat pernah memukul Kakakmu dan memaksanya memanggilmu 'Tuan Muda Xiao'?"


"Setelah hibernasi.. Aku mengingatnya, tapi itu bukan.."


"Kau juga memaksa Ayah, Kakek, dan seluruh warga desa menyebut namamu begitu. Kau bilang sangat menghargai namamu dan hanya orang yang kau setujui sajalah yang pantas menyebutnya.."


Xiao Shuxiang terdiam. Dia bangkit dengan usia 7 Tahun, ingatan sebelum usianya menginjak 7 Tahun baru dia dapatkan setelah hibernasi. Jadi, apa yang dikatakan Xiao WeiWei, dia ingat dengan jelas.


".. Kalau kau mengingatnya, maka kau adalah putraku,"


Xiao WeiWei sebenarnya telah mendengar pengakuan Jing Mi yang bercerita bahwa putranya merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur.


Hanya saja, kepribadian Xiao Shuxiang sama sekali tidak mencerminkan seorang kultivator yang terkenal dengan sifat jahatnya.


Putranya lebih seperti anak nakal yang suka memasak makanan bagi saudara seperguruannya setelah menyiksa mereka.


"Ibu.. Kau terlalu baik.. Itu membuatku takut.."


"Kenapa harus takut..? Kau sendiri anak yang baik.."


Xiao Shuxiang tersenyum sambil menutup matanya, dia berkata butuh mengumpulkan Qi dan tidur selama dua menit. Dia juga mengatakan ini pertama kali dirinya tidur dengan paha wanita cantik sebagai bantalnya.


".. Sepertinya hatiku telah jatuh.."


"Kau berani menggoda ibumu? Dasar anak nakal,"


Xiao WeiWei tersenyum sambil mengusap pelan kepala putranya, tatapan matanya mengarah pada senjata milik Xiao Shuxiang.


Yīng xióng terlihat mengeluarkan cahaya merah redup, pedang itu juga nampak bergetar. Xiao WeiWei mengatakan sesuatu yang langsung diberi senyuman tipis oleh Xiao Shuxiang.


Dia perlahan membaringkan kepala putranya di tanah. Xiao WeiWei melepaskan pakaian luarnya yang ternyata adalah sebuah jubah transparan.


Jubah ini mulai berubah warna, dari yang awalnya transparan menjadi keemasan dengan banyak ukiran berwarna merah.


Xiao WeiWei menggunakan jubah tersebut untuk menyelimuti tubuh putranya. Dia segera melesat dengan Yīng xióng di tangannya.

__ADS_1


***


__ADS_2