
Xiao Shuxiang baru akan melesat turun ke tempat Lan Guan Zhi saat dirinya teringat dengan kondisi pakaian dan wajahnya sekarang.
Dia pasti akan membuat kejutan bila langsung berdiri diantara teman-temannya dengan seragam yang penuh bekas sayatan pedang dan darah kental.
Xiao Shuxiang akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri sekaligus memakai pakaian yang lebih layak, dia menggunakan jurus Cermin Pemindah dan muncul di depan kamarnya, tepat di salah satu lantai Balai Murid.
Pertama kali Xiao Shuxiang memakai jurus Cermin Pemindah sambil melayang, beruntung dirinya tidak muncul di tempat sembarang.
Dia benar-benar memakai kecepatan kilat untuk membersihkan dirinya, Xiao Shuxiang bahkan memakai seragamnya sambil berjalan. Untunglah saat keluar kamar tadi, bagian bawah tubuhnya telah tertutup celana.
"Semoga aku tidak ketinggalan kejadian yang menarik,"
Xiao Shuxiang buru-buru melesat ke tempat teman-temannya berada, dia terlihat penasaran dengan orang asing yang berhadapan dengan Lan Guan Zhi.
*
*
Kedatangan Ling Lang Tian rupanya ingin membawa pulang adiknya, Ling Qing Zhu. Aroma samar yang dia yakini adalah pelaku pembakaran Sekte Pagoda Langit berasal dari tempat ini.
Ling Lang Tian bukanlah orang yang suka mencari masalah ataupun keributan, bila dapat diselesaikan tanpa pertarungan, kenapa tidak?
Lan Gaozu telah menjelaskan semua padanya, bahkan Ling Qing Zhu membenarkan penjelasan Kekek Janggut Tebal tersebut. Semua yang terjadi antara kedua sekte ini dan alasan mengapa Ling Qing Zhu berakhir menjadi tawanan telah diketahui olehnya.
"Kau adik yang bodoh. Bagaimana kau bisa dimanfaatkan sampai seperti ini,"
!!
Ling Lang Tian benar-benar memiliki wibawa seorang pemimpin. Tatapan bahkan cara bicaranya mengandung aura dingin yang menekan, dia jelas menyalahkan adiknya karena berhasil dimanfaatkan oleh orang lain. Sebuah penghinaan yang besar.
Kedatangan Ling Qing Zhu dan Ling Hao Yu ke Benua Timur tidak lain adalah membangun dan mengembangkan Sekte Pagoda Langit. Mereka jelas membawa nama besar keluarga Ling dan Benua Tengah.
"Kau sangat mengecewakan."
"Aku… Maaf Kakak.."
!!
Ling Qing Zhu terkejut saat mendapat tatapan dari Ling Lang Tian yang seakan memberi arti bahwa kakaknya tidak menerima permintaan maaf.
Wajah yang seputih giok dengan semburat persik milik Ling Qing Zhu nampak berubah pucat, beruntung masih ditutupi oleh cadar tipisnya.
Tatapan tersebut membuatnya tidak dapat merasakan tubuhnya sendiri, bahkan untuk bernapas pun sangat sulit. Dan entah sejak kapan Ling Qing Zhu juga tidak bisa merasakan detakan jantungnya, dia sungguh tak dapat berkutik di hadapan Sang Kakak.
"Tuan Muda Lan, maaf karena adik dan pamanku telah menimbulkan banyak masalah di tempatmu. Harga dari kerusakan sekte ini akan kubayar, namun untuk kerugian seperti nyawa.. Aku rasa paman dan adikku telah membayarnya,"
Ling Lang Tian juga mengatakan akan membawa adiknya pulang, dia berharap agar Sekte Pedang Langit memberi izin dan membebaskan Ling Qing Zhu.
"Tuan Muda Ling.."
"Mana bisa begitu..?! Aku tidak mengizinkan Kucing Putih pergi dari sini,"
!!
Ling Lang Tian, Lan Guan Zhi, serta yang lainnya mengalihkan pandangan mereka pada satu arah, itu adalah seorang pria berpakaian putih dengan rambut panjang terikat.
Semakin melihat pemuda tersebut berjalan mendekat, hidungnya dapat mencium bau yang tidak asing. Tidak salah lagi, ini bau orang yang telah membunuh pamannya.
Xiao Shuxiang sudah bisa menebak hubungan Ling Qing Zhu dengan pria asing tersebut, jauh sebelum dia mendengar ucapan Ling Lang Tian tadi.
Dirinya baru berhenti melangkah saat berada di depan Ling Lang Tian, Xiao Shuxiang tentu tidak akan membiarkan pemuda di depannya membawa korban kejahilannya pergi.
"Kau.. Pelakunya,"
Suara Ling Lang Tian dingin, tetapi tidak mengandung kemarahan ataupun dendam. Salah satu manusia yang menarik.
Xiao Shuxiang berpikir sejenak, dia merasa akrab dengan suara yang didengarnya. Benar! Ini mirip dengan suara kultivator yang memberi hormat pada Penatua Da Lin saat penjelajahan makam kuno waktu itu, serta orang yang mengambil Pil Napas Naga miliknya.
"Benar, aku memang pelakunya. Dalang dari kehancuran Sekte Pagoda Langit dan kematian pamanmu.. 'Xiao Shuxiang'"
Raut wajah Ling Lang Tian masih sama, dia tidak terkejut mendengar pernyataan dari pemuda di depannya. Justru dirinya merasa aneh, ada aura misterius yang seperti tertidur di dalam diri pemuda ini.
"Forging Qi tingkat 13 dan dua Dantian yang salah satunya adalah Dantian Berakar.."
__ADS_1
Dapat membunuh Ling Hao Yu dan mengubah Sekte Pagoda Langit menjadi abu tidak mungkin dilakukan oleh seorang kultivator yang praktiknya begitu rendah. Jelas pria ini bukan orang biasa.
Lan Gaozu berkata pada Ling Lang Tian bahwa Xiao Shuxiang bukanlah murid Sekte Pedang Langit, dia mengatakannya karena khawatir pemuda berambut putih tersebut menaruh dendam pada sektenya.
Lan Gao Zhu juga menegur Xiao Shuxiang, bisa-bisanya anak nakal ini datang dan mencari masalah. Dia tidak habis pikir, penolakan dari anak nakal ini dapat saja memicu terjadinya pertarungan.
Pemikiran Lan Gaozu dapat saja terjadi andai Ling Lang Tian adalah kultivator yang emosinya mudah tersulut. Apalagi setelah mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang secara terang-terangan mengajak Ling Lang Tian bertarung.
".. Adikmu hanya boleh pergi setelah dia meninggalkan kepalanya di tempat ini. Selain dari itu, jangan harap aku akan membiarkannya,"
"Hmph, kekanakan. Setelah membunuh banyak orang, kau masih belum puas juga?"
?!
Xiao Shuxiang menajamkan penglihatannya, dia cukup tersentak karena pemuda di depannya tahu bahwa dirinya habis melakukan banyak pembunuhan.
Padahal di sudah memastikan tubuhnya bersih dari aroma darah, bahkan sepanjang jalan dia juga mengubah semua Aura Pembunuh yang di dapatnya menjadi Aura Pendekar.
"Dia memiliki penciuman yang tajam dan itu lebih hebat dariku,"
Xiao Shuxiang baru akan bicara, namun Lan Guan Zhi menarik tangannya dan memintanya untuk berkelakuan lebih sopan.
Dia berkata Tuan Muda Ling datang secara baik-baik, jadi temannya harus dapat menjaga sikap.
Di saat yang bersamaan, Patriarch Lan akhirnya datang. Dirinya baru saja melakukan pertemuan dengan GrandElder dan para patriarch yang lain, membahas mengenai masalah Scarlet Bayangan, serta hubungan kelompok tersebut dengan Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Beruntung dirinya datang di waktu yang tepat. Hanya sekali lihat saja, dia yakin bahkan sekte besarnya ini tidak akan bisa bertahan bila Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian benar-benar bertarung, apalagi dalam pertarungan tersebut adiknya juga ikut.
Ling Lang Tian adalah jenius kultivator yang mendapat pengakuan dari tiga kekaisaran di Benua Tengah. Benua paling besar di peta dunia sekaligus tempat orang-orang yang lebih kuat berada.
Patriarch Lan bahkan dapat mengatakan bahwa jika Ling Lang Tian mengamuk, dampaknya akan sama seperti perang besar di masa lalu. Sebisa mungkin mereka harus menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Tuan Muda Ling, maaf bila sambutannya seperti ini. Xiao Shuxiang adalah manusia gunung, dia makhluk primitif yang baru saja belajar menjadi manusia. Etika dan sopan santunnya masih terlalu buruk,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut mendengar ucapan Lan Xu Jian. Dia menatap tak percaya ke arah Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit ini. Penghinaan macam apa yang dia terima barusan?!
Bukan hanya itu, ucapan Patriarch Lan bahkan disetujui oleh Lan Gaozu serta murid Sekte Pedang Langit yang lain. Lan Guan Zhi, Duan De, dan Nenek Nian juga terlihat mengangguk setuju.
"Hn, aku tahu itu. Dari yang kulihat, dia memang bukan manusia,"
!!
"Apa katamu?! Perhatikan dengan jelas bocah kurang ajar..! Pemuda setampan diriku ini, dari mananya yang bukan manusia?! Patriarch, kau juga sama. Sejak kapan aku jadi manusia gunung?! Bercandamu sangat keterlaluan,"
Patriarch Lan tidak peduli dengan protesan Xuao Shuxiang, dia memberi tatapan pada adiknya, yang segera dijawab anggukan dan salam hormat.
Lan Guan Zhi kemudian menarik tangan Xiao Shuxiang dan mengajaknya pergi. Tindakannya jelas membuat orang yang dia tarik tersentak sekaligus keheranan.
"Tu-tunggu dulu, Lan Zhi..!"
Xiao Shuxiang meminta Lan Guan Zhi untuk melepaskan pegangan tangannya, urusan dirinya dengan pemuda berambut putih itu belum selesai.
Setelah Patriarch Lan merasa adiknya dan Xiao Shuxiang sudah pergi jauh.. dia mulai mengajak Ling Lang Tian untuk berbicara di tempat yang sepantasnya.
Memang benar, posisi mereka berada di halaman Sekte Pedang Langit dan sambil berdiri. Kondisi semacam ini tidak terlalu baik untuk membicarakan masalah yang terbilang sensitif karena dapat memicu terjadinya pertarungan.
".. Nona Ling, kau juga harus ikut,"
"Baik,"
Ling Lang Tian sebenarnya tidak ingin berlama-lama di tempat ini, namun setelah melihat Xiao Shuxiang dia berubah pikiran. Ada sesuatu dalam diri pemuda itu yang membuatnya tertarik.
Dia lalu mengikuti Patriarch Lan ke Pagoda Tingkat Sembilan bersama dengan adiknya.
Lan Gaozu sendiri nampak membubarkan kerumunan yang ada. Semenjak Xiao Shuxiang tinggal di sekte ini, banyak muridnya yang mulai tidak menaati peraturan.
Bahkan dalam sehari, selalu ada 2-3 murid yang mengambil jatah di Balai Hukuman. Tentu saja, nama 'Xiao Shuxiang' tetap berada di atas sebagai pengambil hukuman terbanyak.
Seperti saat ini, dimana Xiao Shuxiang berdiri diantara dua murid Sekte Pedang Langit yang bertugas di Balai Hukuman. Dia memberi tatapan tidak suka pada Lan Guan Zhi.
"Haah.. Sebenarnya apa salahku kali ini? Aku hanya tidak mau pria berambut putih itu membawa pergi gadis menyebalkan setelah apa yang dirinya lakukan pada sekte ini. Lan Zhi, kau jangan terlalu naif.."
__ADS_1
Salah satu murid Sekte Pedang Langit yang mendengar ucapan Xiao Shuxiang mulai menyebutkan kesalahan pemuda tersebut satu persatu.
Dimulai dari pelanggarannya yang pergi entah kemana tanpa meminta izin terlebih dahulu sampai sikapnya yang hampir memancing keributan di sekte ini.
".. Apa kau akan mati bila tidak membuat masalah sehari, hah? Kau sudah dewasa, setidaknya bertindaklah layaknya orang dewasa,"
"Kalian memintaku untuk bersikap seperti apa? Memasang wajah kaku, hemat bicara, duduk seharian sambil melakukan hal membosankan? Hah! Mustahil Xiao Shuxiang akan melakukannya! Lan Guan Zhi memang cocok dengan rutinitas membosankan itu, tapi tidak denganku..!"
Xiao Shuxiang sepertinya hanya tahu temannya tersebut selalu berada di Pagoda Tingkat Sembilan, duduk di dalam salah satu ruangan sambil menulis sajak.
Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Lan Guan Zhi selalu mengasah kemampuan bertarungnya dengan melawan Lan Xiao, kelima Patriarch, dan GrandElder Sekte Pedang Langit.
Di kamar GrandElder terdapat sebuah pintu dimensi yang menjadi tempat pelatihan khusus bagi calon penerus Sekte Pedang Langit. Sebuah padang luas yang kesulitannya akan semakin bertambah setiap kali dimasuki.
Sekarang ini, praktik Lan Guan Zhi tidak jauh berbeda dengan Xiao Shuxiang. Namun kemampuannya mulai setara dengan kelima patriarch dan GrandElder sendiri.
Bahkan jika ingin dikatakan, Lan Guan Zhi sebenarnya sudah melampaui para petinggi sektenya dan dia lebih kuat dari Xiao Shuxiang.
Ini dikarenakan dirinya memiliki satu jurus hasil ciptaannya sendiri yang dapat membuat kultivator tidak mampu merasakan Qi.
Jurus ini tidak dapat ditiru, dan tidak seorang pun tahu bagaimana cara Lan Guan Zhi melakukannya. Sebab ini jugalah Xiao Shuxiang berusaha mendekatinya supaya bisa diajari, walau pada akhirnya dia tetap tak mau mengajari temannya tersebut.
Di tempat lain, Patriarch Lan yang berada di Pagoda Tingkat Sembilan nampak berbicara dengan Ling Lang Tian. Dia mengatakan bahwa permintaan pemuda tersebut sebenarnya harus diputuskan melalui rapat para tetua.
".. Tuan Muda pasti sudah mendengar cerita lengkapnya. Masalah ini jujur saja bukan hal yang sepele, tapi kami juga tidak akan membuatnya menjadi sulit. Keputusan akhir tetap berada di tangan Nona Ling,"
!!
Ling Qing Zhu cukup terkejut saat mendengar ucapan Lan Xu Jian. Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit tersebut mengatakan sudah lama memaafkan semua kesalahannya.
Dan demi menjaga keselamatan Ling Qing Zhu, para patriarch Sekte Pedang Langit membuatnya menjadi sandera.
".. Sebenarnya sudah lama kami mendengar tentang Scarlet Bayangan, tapi saat itu informasinya masih simpang siur. Baru setelah sekte ini di serang, kami mulai mengumpulkan informasi secara besar-besaran, dan Nona Ling juga termasuk ke dalamnya.."
Ling Lang Tian menatap sekilas ke arah adiknya, dia menjadi tahu maksud dari perkataan Lan Xu Jian. Adiknya ternyata dikendalikan, mirip seperti manipulasi pikiran.
".. Selama ini Nona Ling selalu mendapat pemeriksaan rutin oleh Patriarch Ketiga. Memang sangat sulit mengembalikan keadaan Nona Ling pada kondisi semula, apalagi sekarang keadaannya diperparah dengan kematian pamannya,"
"Aku mengerti.. Dari penjelasan Anda, ini memang bukan masalah sepele.."
Ling Lang Tian terdiam cukup lama, dia lalu mengingat beberapa informasi yang mungkin dapat membantu.
Perjalanannya dari Benua Tengah hingga ke Benua Timur memakan waktu yang lumayan panjang sampai akhirnya dia menginjakkan kaki pertama kali di Kekaisaran Matahari Tenggelam.
".. Wilayah itu sangat jauh berbeda dengan Kekaisaran ini. Di sana terlalu tertutup dan mirip dunia para monster,"
"Sebenarnya Kekaisaran Matahari Tenggelam lebih banyak dikuasai oleh kultivator Aliran Hitam. Demonic Beast di sana juga jauh lebih banyak,"
Ling Lan Tian mengangguk mendengar penjelasan Patriarch Lan. Dia kemudian melanjutkan ucapannya, sebuah informasi tentang persiapan perang dari Kaisar Matahari Tenggelam. Mendengarnya membuat Lan Xu Jian dan Ling Qing Zhu terkejut.
"Bagaimana Anda bisa mendapat informasi semacam ini..?!"
"Banyak hambatan dalam perjalananku kemari, dan salah satu kejadian membuatku mendapatkannya. Tapi aku juga tidak dapat menjamin kebenaran informasi ini,"
Bila memang apa yang dikatakan Ling Lang Tian benar, maka Kekaisaran Matahari Tengah akan terancam. Jelas wilayah ini berdampingan dengan Kekaisaran Matahari Tenggelam.
".. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?"
Patriarch Lan meminta Ling Lang Tian untuk tinggal di Sekte Pedang Langit, perjalanan jauh pasti membuatnya kelelahan. Dia mengatakan akan menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan.
Patriarch Lan juga mengingatkan agar Ling Lang Tian tidak mengambil hati tindakan Xiao Shuxiang tadi. Dia menjelaskan pemuda tersebut memang biang masalah di tempat ini.
"Kuharap dia tidak menjadi pengganggu adikku,"
!!
Patriarch Lan tersenyum, dia hanya menatap Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih tersebutlah yang lebih tahu daripada dirinya.
Informasi yang diberikan Ling Lang Tian benar adanya. Kaisar Matahari Tengah memang sedang melakukan persiapan perang yang sepertinya hampir siap secara keseluruhan.
Sama seperti Ling Qing Zhu yang dimanipulasi, Kaisar Matahari Tenggelam juga bernasib sama.
Entah bagaimana salah satu pilar atas Scarlet Bayangan menjadi tangan kanan Kaisar. Sepertinya Xiao Shuxiang terlalu banyak bermain-main hingga tidak tahu ada bahaya besar yang sedang mendekatinya.
__ADS_1
***