XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
253 - Berpamitan [Revisi 1/2]


__ADS_3

Xiao Shuxiang kemudian berpamitan pada Duan De. Dia meminta Kakek Berjanggut Panjang ini untuk selalu menjaga kesehatannya dengan baik dan kurangi bekerja.


"... Kau sudah tua, jadi jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat. Aku tidak ingin bila pulang nanti malah menemukan makammu,"


"Dasar bocah nakal, apa kau menyumpahiku? Selain janggutku ini, aku juga berumur panjang. Justru kau yang harus berhati-hati, aku tidak ingin kau pulang tanpa membawa nyawamu,"


Duan De menepuk pelan kepala pemuda yang berjongkok di depannya. Dia memberi nasehat agar Xiao Shuxiang dapat mengayunkan pedangnya demi melindungi orang-orang.


"... Kau jangan pernah bersikap angkuh, asah terus bakat menempamu dan lakukan hal yang sama pada hatimu itu,"


"Kakek Janggut Panjang..."


!!


Duan De tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba memeluknya. Dia dapat mendengar pemuda ini menggumamkan sesuatu yang tidak pernah di sangka-sangkanya.


"Aku sangat beruntung dapat bertemu denganmu. Kau tahu siapa Xiao Shuxiang ini dan ternyata masih menerimanya. Aku tidak tahu harus mengatakan apa.. Tapi terima kasih... Guru,"


"Nak, kenapa baru sekarang kau memanggilku 'Guru'? Kau ini... Bila berumur panjang dan langit mempertemukanku lagi denganmu, mari lakukan upacara guru dan murid. Aku akan mengajarimu semua yang kuketahui,"


Duan De mengusap-usap punggung Xiao Shuxiang dan lalu menepuknya pelan, dia telah berumur lebih dari 200 Tahun, tetapi belum pernah mengangkat satu orang murid pun.


Meski banyak yang ingin belajar darinya, namun langit seperti memantapkan hatinya untuk memberi Xiao Shuxiang kesempatan.


Xiao Shuxiang melepaskan pelukannya, dia lalu mengatakan telah menyimpan sesuatu yang tidak akan bisa ditolak oleh Duan De.


"... Feng Ying akan membawakannya untukmu,"


Xiao Shuxiang kemudian mengarahkan perhatiannya pada Tianqi Mao yang berdiri cukup dekat dengan Duan De. Dia juga berpamitan pada adik angkatnya ini.


".. Kau jaga Benua Timur dengan baik, aku mengandalkanmu.."


Tianqi Mao mengangguk, dia mengatakan agar Xiao Shuxiang dapat belajar giat dan mengembangkan Cermin Pemindah, pemuda ini tidak boleh cepat puas dengan kemampuannya sekarang.


".. Kalau kau dapat mengembangkan jurus itu, maka kau bisa pergi ke Benua manapun sesuka hati,"


!!


Xiao Shuxiang tidak percaya. Dia pikir ada batasan jarak menggunakan Cermin Pemindah, rupanya batasan tersebut tergantung dari penggunanya.


Xiao Shuxiang menepuk pundak Tianqi Mao, dia jadi bersemangat.


"Tianqi Mao, aku pasti akan melatihnya dengan baik. Kau luar biasa.."


Dirinya meski telah pernah berpamitan pada Yang Shu dan Yang Hao, namun tidak ada salahnya berpamitan kembali.


Sangat disayangkan Li Qian Xie, Kaisar Matahari Tengah, Thian Zhai, dan Liu Xi Ling tidak ada di sini. Sepertinya mereka memiliki urusan yang lain.


Xiao Shuxiang lalu menghampiri Nie Shang dan Mo Huai, kedua pemuda ini juga termasuk ke dalam orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanannya.


"Saudara Xiao, jaga dirimu.."


Nie Shang memeluk Xiao Shuxiang dan menepuk pelan punggung saudaranya. Saat ini dia telah menjadi penanggung jawab dari Tanah Batu, kehidupan warga di sana juga karena bantuan Saudara Xiao-nya ini.


Nie Shang hanyalah anak seorang pedagang, dia belajar di Sekte Pedang Langit juga awalnya karena dipaksa. Tetapi tidak disangka dia bertemu dan menjadi salah satu teman Xiao Shuxiang.


".. Meski kita tidak banyak melalui waktu bersama, tetapi jangan lupakan aku.."


"Itu sudah pasti. Aku punya ingatan yang bagus, tentu tidak akan lupa dengan orang-orang yang pernah kutemui. Nie Shang, kau juga jaga dirimu dengan baik.."


Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung Nie Shang, dirinya kemudian juga berpamitan dengan Mo Huai. Dia mengusap pelan kepala pemuda yang manis tersebut.


"Tuan Muda Xiao, kuharap kita dapat bertemu lagi.."


"Mn, tapi saat bertemu lagi kau jangan punya tubuh yang lemah gemulai begini, kau terlihat seperti seorang gadis. Bentuk otot-otot tubuhmu, oke?"


Mo Huai tersenyum dan lalu mengangguk senang. Dia mengatakan akan memberi Xiao Shuxiang kejutan, dan pasti pemuda berpakaian merah ini akan sangat terkejut.


".. Aku akan berlatih dengan Tuan Muda Jing,"


"Itu ide yang bagus,"


Xiao Shuxiang lalu berpamitan pada para warga, dia mendapat pelukan serta ciuman dari wanita tua dan anak-anak kecil. Dirinya merasa seperti telah melakukan hal yang baik dan berdampak besar.


"LanLan, kau tidak mau ikut memeluknya?"


Patriarch Lan bertanya pada Lan Guan Zhi saat adiknya ini hanya berdiri dengan tenang sambil terus memperhatikan Xiao Shuxiang yang sedang berpamitan oleh banyak orang termasuk saudara-saudara seperguruannya.


Lan Xu Jian bertanya seperti itu karena dia melihat Xiao Shuxiang sedang dipeluk beramai-ramai oleh murid Sekte Pedang Langit. Tetapi adiknya ini tidak bergerak bahkan se-inci pun dari tempatnya berdiri.


Ling Lang Tian juga nampak memperhatikan Lan Guan Zhi. Kedua tangan pemuda di sampingnya ini terus terkepal pelan dengan wajah dan postur badan yang penuh wibawa.


Baru saja dirinya ingin bertanya, namun Xiao Shuxiang sudah lebih dulu berjalan ke arah mereka. Pemuda berpakaian merah ini nampak terengah-engah dan berulang kali berdecak sambil mengelengkan kepalan.


".. Aku tidak percaya berpamitan dapat separah ini.. Luar biasa."


Xiao Shuxiang sepertinya sengaja menyimpan bagian terakhir untuk berpamitan dengan Lan Guan Zhi dan Lan Xiao, teman terbaiknya.


Nyawn rrr~


Harimau Bulan sebenarnya tidak ingin berpisah lama dengan Xiao Shuxiang. Dia mengusapkan kepalanya di pundak kanan kultivator yang dirinya anggap induk ini sambil mengeluarkan suara dengkuran.


"Aku tidak bisa membawamu. Lan Zhi akan kesepian jika kau tidak ada. Jadi kau harus terus bersamanya, mengerti?"


Rrrr nyawn!


Xiao Shuxiang mengusap-usap bulu lembut Lan Xiao, dia memuji Harimau Bulan sebagai anak yang pintar. Dia memberi nasehat agar Lan Xiao mendengarkan ucapan Lan Guan Zhi.


".. Aku akan sangat merindukanmu,"


Nyawn~


Saat Xiao Shuxiang berhadapan dengan Lan Guan Zhi, suasana terasa sangat berbeda. Seakan-akan semua orang mendadak berubah menjadi udara, rasanya canggung dan sedikit sedih secara bersamaan.


Sebenarnya, Xiao Shuxiang sangat ragu apakah dirinya akan dapat pulang setelah berada di Dunia Elf atau tidak. Belum lagi, dunia itu sangat jauh berbeda dengan Dunia Manusia.


Di Dunia Elf, dia memiliki tanggung jawab yang besar sebagai seorang Kaisar. Sangat sulit rasanya untuk kembali ke dunia manusia, dan bila dirinya terlalu lama di sana.. Dia kemungkinan akan berubah sikap dan mirip dengan para Elf tersebut.


Sebenarnya, Dunia Elf berperan penting dalam perubahan sikapnya yang menjadi dingin di masa lalu. Bila Xiao Shuxiang terlalu lama di Dunia para Elf, dirinya khawatir dapat berubah menjadi seperti dulu lagi.

__ADS_1


Lan Guan Zhi mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam Kantong Penyimpanannya. Dia memberikan gulungan tersebut kepada Xiao Shuxiang tanpa mengatakan apa-apa.


"Hm? Gulungan apa ini? Surat cinta?"


Xiao Shuxiang hanya asal-asalan menyebut 'surat cinta', tetapi siapa yang tahu ternyata Lan Guan Zhi tersenyum tipis dan menjawabnya dengan, 'Mn'.


!!


Sejauh ini, Xiao Shuxiang mengartikan kata tersebut dengan 'iya'. Karenanya, dia begitu terkejut saat mendapat respon dari Lan Guan Zhi.


Bukan hanya Xiao Shuxiang, Patriarch Lan, Ling Lang Tian, dan orang-orang yang cukup mengenal Lan Guan Zhi juga mengartikan kata 'Mn' adalah 'iya' atau 'benar'.


Yi Wen dan Zhi Shu segera menghampiri Xiao Shuxiang. Keduanya penasaran dengan isi gulungan pemberian Lan Guan Zhi, mereka begitu dekat dengan Saudara Xiao-nya saat pemuda ini membuka gulungan tersebut.


Patriarch Lan juga nampak penasaran, namun dia tidak mencoba mengintip tulisan adiknya pada gulungan di tangan Xiao Shuxiang. Dia hanya memperhatikan raut wajah pemuda berpakaian merah tersebut.


!!


"Saudara Xiao, ini surat cinta terbaik yang pernah ada,"


"Kata-katanya indah sekali, kau harus membalasnya,"


Yi Wen dan Zhi Shu menahan tawa. Isi dari gulungan di tangan Xiao Shuxiang merupakan 5.000 aturan Sekte Pedang Langit yang ditulis rapi oleh Lan Guan Zhi.


"Kau ingin aku melakukan apa dengan ini, Lan Zhi?"


"Hafal dan pelajari,"


!!


Gila, tidak mungkin Xiao Shuxiang menghafal dan mempelajari Aturan Sekte Pedang Langit yang luar biasa banyak ini. Temannya pasti sedang bercanda, dia yakin itu.


!!


Sangat disayangkan, Lan Guan Zhi rupanya tidak sedang bercanda. Tatapan matanya mengandung keyakinan bahwa Xiao Shuxiang dapat mempelajari Aturan Sekte Pedang Langit bila mau berusaha.


Xiao Shuxiang menatap lama tulisan pada gulungan di tangannya, dia tersentak kala menyadari alasan pemuda berpakaian putih di depannya ini memberinya gulungan tentang 5.000 Aturan Sekte Pedang Langit.


Tulisan di gulungan ini dapat menuntunnya bila ingin melakukan sesuatu. Dia kemungkinan bisa belajar menjadi manusia yang sebenarnya.


"Aku akan menyimpannya,"


Xiao Shuxiang menyimpan gulungan tersebut ke dalam Cincin Spasialnya, dia lalu berterima kasih pada Lan Guan Zhi dan meminta temannya ini untuk menjaga diri dengan baik.


!!


Lan Guan Zhi tersentak saat tiba-tiba Xiao Shuxiang memeluknya. Temannya tersebut berujar pelan dengan mengingatkannya pada janji yang dirinya buat.


".. Kau benar-benar harus menjadi kuat, tetapi jangan memaksakan diri.."


"Kau juga, lakukan yang terbaik,"


Lan Guan Zhi menepuk pelan punggung Xiao Shuxiang, dia meminta temannya untuk tidak melupakan identitasnya.


"Kau pasti akan kesepian karena tidak ada lagi yang menggodamu. Lan'Er akan seperti anak yang kasihan.."


"Ah, benar juga.."


Xiao Shuxiang menggunakan Api Biru kecil miliknya yang berada di dalam Gelang Semesta untuk membuat sebuah Bangau kertas.


Tidak butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang mengeluarkan Bangau Kertas tersebut dan memberikannya pada Lan Guan Zhi.


Dia menjelaskan fungsi dari Bunga Kertas itu pada temannya. Dengan cara ini, mereka dapat berkomunikasi meski terpisah oleh jarak.


Xiao Shuxiang baru tersadar, sepertinya ada seseorang yang tidak dia lihat sejak tadi. Dirinya mulai mengarahkan pandangan ke sekeliling, dan ternyata orang itu memang tidak ada.


"Dimana adikmu?"


Xiao Shuxiang bertanya pada Ling Lang Tian. Dia jelas sedang mencari adik dari pemuda berambut putih ini, sayangnya Ling Lang Tian mengatakan tidak mengetahui adiknya pergi kemana.


"..."


Xiao Shuxiang baru akan melangkah pergi, tetapi dirinya kembali berbalik dan melihat patung setinggi sepuluh meter di belakangnya.


"Ada yang ingin kulakukan,"


Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pedang pusaka dari dalam Gelang Semestanya. Dia seketika menarik napas dan lalu melesat ke arah patung dirinya.


!!


Sekali ayunan, kepala patung tersebut langsung tertebas rapi dan tidak sampai terjatuh. Melihat bahwa Xiao Shuxiang menyerang patung dirinya sendiri.. Membuat semua orang kaget.


"Sa-Saudara Xiao?!"


"Saudaraku..!"


Bao Yu dan Jing Mi terlihat tidak menyangka, mereka sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk membuat patung tersebut, tetapi teman mereka itu malah merusaknya.


Xiao Shuxiang memasukkan kembali pedangnya ke Gelang Semesta. Dia lalu mengangkat kepala patung yang lumayan berat tersebut dan kemudian menapakkan kakinya di tanah.


Xiao Shuxiang rupanya meletakkan kepala tersebut di kaki patung dirinya. Dia melakukannya dengan hati-hati.


Semua orang jelas terkejut serta kebingungan dengan apa yang dia lakukan. Hou Yong bertanya padanya, namun dia mengatakan inilah yang terbaik.


"Saudara Xiao, tapi kami sudah.."


"Hou Yong, orang hebat selalu memiliki kepala yang tertunduk. Benda yang kalian buat ini terlalu angkuh, bahkan meski tanpa kepala pun.. Dia masih begitu angkuh.."


Meskipun di protes, Xiao Shuxiang tidak peduli. Tampilan patung yang kepalanya tergeletak di kaki ini mengingatkan dirinya pada akhir riwayat Guan Wei, saat sebelum dia menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali.


"Sejak menggunakan jurus kebangkitan itu, semuanya benar-benar di mulai dari awal. Fisik yang lemah, dantian cacat, dan tempat tinggal yang terpencil. Kemudian perjalanan yang sangat melelahkan, membosankan, dan juga menyulitkan. Tetapi karena itu semua hingga aku bisa seperti sekarang. Haah, kelahiranku yang satu ini benar-benar luar biasa..!"


Xiao Shuxiang merasa kagum pada dirinya sendiri karena telah melalui begitu banyak hal. Terkadang dia mengeluh, namun tidak ada satu hari pun yang membuatnya ingin berhenti meraih impiannya.


Jing Mi dan saudara-saudara seperguruannya serta kultivator Ketiga Aliran sebenarnya ingin mengomeli Xiao Shuxiang, tetapi semua sudah terlambat.


Patung yang susah payah mereka bangun kini kepalanya telah tertebas dan diletakkan di bagian kaki. Meski tidak rela, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit. Ayo Hu Li,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang mulai berjalan pergi diikuti oleh Hu Li. Keduanya dapat mendengar seruan dari Jing Mi, Yi Wen, Hou Yong, dan yang lainnya.


Teman-teman Xiao Shuxiang dan Hu Li menyerukan agar mereka tidak melupakan Benua Timur.


Setelah cukup berjalan, Xiao Shuxiang dan Hu Li segera melesat. Tujuan keduanya adalah wilayah pinggiran Kekaisaran Matahari Tenggelam.


Karena tidak ada lagi segel pembatas di setiap kota, Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak harus turun dan berjalan kaki. Lagipula sekarang masih masa-masa perbaikan.


!!


Telapak tangan Xiao Shuxiang mulai menghangat, simbol sayap pada telapak tangan kirinya mengeluarkan cahaya redup berwarna biru. Dia meminta Hu Li mempercepat laju lesatannya.


Baru satu jam melesat, Xiao Shuxiang dan Hu Li tersentak kala melihat seseorang berdiri di ujung sebuah pohon. Itu rupanya adalah gadis berambut putih panjang yang Xiao Shuxiang cari sebelumnya.


Tap


Xiao Shuxiang dan Hu Li menapakkan kakinya di ujung daun tempat Ling Qing Zhu berada. Pakaian gadis tersebut berwarna putih kebiruan, dia memakai cadar tipis yang tidak akan bisa menyembunyikan kecantikannya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Xiao Shuxiang berjalan mendekat, dia meminta Ling Qing Zhu untuk kembali. Gadis di depannya ini seperti ingin mengatakan sesuatu, namun terlihat ragu ada Hu Li.


Xiao Shuxiang memberi isyarat agar Hu Li menjauh sebentar, temannya tersebut mengangguk dan lalu melesat pergi.


"Jadi apa yang ingin kau katakan?"


"Aku.. Sudah memikirkannya.."


Hal yang mau disampaikan Ling Qing Zhu adalah tentang hubungannya dengan Xiao Shuxiang. Pemuda ini memintanya untuk memilih masa depan yang dia inginkan sendiri tanpa terikat dengan Aturan Keluarga.


Ling Hao Yu merupakan 'Wali Pelindung' pertama dirinya, saat pamannya itu berhasil dibunuh, maka orang yang membunuh Ling Hao Yu akan menjadi pasangan hidupnya, sekaligus 'Wali Pelindung'-nya.


Masa depan yang dikatakan Xiao Shuxiang adalah tentang pasangan hidup yang Ling Qing Zhu pilih sendiri, bukan akibat karena membunuh pamannya.


Xiao Shuxiang meminta Ling Qing Zhu untuk menikah dengan orang yang dia sukai. Meski menurut Aturan Keluarga 'Ling', Xiao Shuxiang harus bertarung sampai mati dengan pemuda yang dipilih Ling Qing Zhu nantinya.


"Jadi apa jawabanmu? Dengar Kucing Putih, siapa pun yang kau pilih.. Aku tidak akan mengalah,"


Xiao Shuxiang mengatakan bahwa dia akan bertarung den siapapun yang ingin menjadi 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu. Dia tentu tidak akan rela mati di tangan seorang pemuda yang bahkan tidak dapat mengalahkannya.


".. Jujur saja, kau sebenarnya belum layak. Aku masih menilaimu sebagai gadis yang biasa kutemui. Kau memang pemberani, tidak bergantung pada orang lain, dan aku suka itu. Tapi kau sepertinya belum sanggup menanggung beban dari mengikat hubungan denganku.."


Ling Qing Zhu tahu maksud Xiao Shuxiang. Pemuda ini suka kebebasan, meski dia memiliki ikatan dengan seseorang.. Dirinya masih ingin dapat bebas.


"Aku juga demikian. Tapi.. Aku akan menunggumu.."


"Kau akan lelah sendiri. Kau jalani saja hidupmu seperti biasa, semoga kau menemukan seseorang yang benar-benar kau sukai dan dia juga menyukaimu. Jangan menungguku.."


Ling Qing Zhu terdiam sejenak sebelum mengulang ucapannya. Tidak ada yang Xiao Shuxiang bisa temukan saat menatap mata gadis ini, jelas Ling Qing Zhu adalah perempuan yang cukup sulit ditebak mengenai isi hatinya.


Hu Li nampak memperhatikan Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu dari jarak sepuluh meter. Dengan pendengaran rubahnya, dia dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh Tuannya.


Bagi Hu Li, Tuan Muda Xiao-nya tidak tahu cara mengatasi sesorang yang memiliki wajah datar dan minim bicara. Sama seperti saat Xiao Shuxiang menghadapi Ling Qing Zhu.


"Tuan Muda bukan orang yang berpengalaman dalam hal ini, hubungan keduanya pasti akan rumit.."


Hu Li tidak merasakan apapun saat Xiao Shuxiang bersama Ling Qing Zhu. Biasanya, dia akan malu atau senyum-senyum sendiri saat Tuan Mudanya bersama dengan Lan Guan Zhi, tetapi kali ini berbeda.


Dirinya masih ingin membandingkan antara Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zh saat bersama Xiao Shuxiang, namun Tuannya tersebut telah datang ke arahnya.


Xiao Shuxiang rupanya sudah selesai berbicara dengan Ling Qing Zhu. Gadis cantik tersebut masih berdiri di tempatnya dengan tatapan mata yang mengarah pada mereka.


Saat tatapan mata Tuannya bertemu kembali dengan Ling Qing Zhu.. Hu Li dapat melihat bahwa Tuannya ini dan gadis berambut putih tersebut mengangguk pelan, seakan keduanya telah menyepakati sesuatu.


Xiao Shuxiang segera melesat kembali bersama Hu Li. Perjalanan cukup panjang sebab Xiao Shuxiang menyesuaikan diri dengan kecepatan Demonic Beast berwujud rubah ini.


Andai dirinya meletakkan beberapa segel Cermin Pemindah di Kekaisaran Matahari Tenggelam, mungkin Xiao Shuxiang tidak perlu repot untuk melesat seperti ini.


Seperti yang dikatakan Tianqi Mao, dirinya harus mengembangkan Cermin Pemindah supaya dapat pergi kemanapun dirinya mau tanpa perlu meletakkan segel sebagai titik kemunculan cermin miliknya.


Jarak dari perbatasan Kekaisaran Matahari Tengah hingga ke wilayah pantai Kekaisaran Matahari Tenggelam memakan waktu tiga hari perjalanan dengan kecepatan milik Hu Li.


Xiao Shuxiang jelas dapat lebih cepat lagi, namun tiga hari sudah waktu yang telah dia perkirakan sebelumnya.


Tap


Saat Hu Li dan Xiao Shuxiang menapakkan kaki mereka ke bebatuan yang ada dipinggiran pantai.. Simbol pada telapak tangan kiri Xiao Shuxiang sudah membentuk tiga pasang sayap.


!!


Suasana di sekeliling Hu Li dan Xiao Shuxiang mendadak berubah. Ada sebuah titik hitam langsung terbentuk di bawah kaki mereka.


Titik hitam tersebut membesar dan secara cepat menutupi pandangan Hu Li dan Xiao Shuxiang.


Belum sempat Hu Li bertanya mengenai apa yang terjadi, tiba-tiba sebuah cahaya kecil berwarna putih keemasan seakan muncul dari warna hitam pekat yang membungkus mereka.


"Dia cepat sekali,"


Xiao Shuxiang menepuk lengan Hu Li dan mengatakan bahwa dia akan menjelaskannya nanti, detik berikutnya Demonic Beast berwujud rubah ini terhisap masuk ke dalam Gelang Semesta miliknya.


Xiao Shuxiang dapat melihat seseorang datang dari cahaya berwarna putih keemasan tersebut. Perlahan, bentuk tubuh orang itu semakin jelas.


Pemuda tersebut memiliki kulit seputih susu, namun jauh lebih menawan dari kulit manusia. Rambut berwarna hijau muda dengan mata biru yang berbeda dari mata Ling Qing Zhu.


Melihat pakaian serta enam pasang sayap pemuda yang perlahan ke arahnya, membuat Xiao Shuxiang merasakan napasnya sesak. Dia ingin mencari tempat bersembunyi, tetapi tidak bisa.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Arigatou Gozaimasu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. 'Penulis' senang bisa membuat karya yang dapat menemani di waktu luang Teman-Teman. (⌒▽⌒)


Selain dukungan di lapak ini, Teman-Teman juga bisa mendukung kami di K*ryakarsa.c*m/HamtaroDasha. Tentu saja, tidak ada paksaan di dalamnya. Teman-Teman suka dengan cerita ini sudah membuat Dasha sangat bersyukur. Semoga Teman-Teman tetap semangat dan sehat selalu..! ( ´ ▽ ` )ノ

__ADS_1


__ADS_2