
Ling Qing Zhu ingin pergi dari tempat ini. Dia tidak suka melihat wajah dan tatapan mata Xiao Shuxiang yang begitu serius. Dia jelas tidak mau dipermainkan.
Pemuda di depannya ini selalu mengerjainya setiap hari. Mana mungkin dia akan percaya dengan ucapan Xiao Shuxiang yang sepertinya hanya bualan belaka.
?!
"Kau kenapa? Apa ucapanku tadi terdengar menakutkan bagimu?" Xiao Shuxiang keheranan saat gadis di depannya seakan menahan gemetar. Padahal dia sama sekali tidak merasa telah mengeluarkan kata-kata kasar, apalagi yang menakutkan.
"Apa kau khawatir aku mengerjaimu?"
Tepat seperti pertanyaan Xiao Shuxiang. Jelas sekali bahwa Ling Qing Zhu menolak dipermainkan oleh pemuda yang nakalnya telah diakui oleh setiap makhluk di Benua Timur. Dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun mempermainkan perasaannya, termasuk Xiao Shuxiang.
"Kau tidak perlu setegang ini. Aku tidak bercanda dengan apa yang kukatakan, tapi kau tidak harus terlalu serius. Kau seperti baru pertama kali mendengar pengakuan seorang pemuda saja.. Padahal, bila kuperhatikan, kau jelas punya banyak pengalaman dalam hal ini,"
Bukan masalah pengalamannya, Ling Qing Zhu tentu saja kaget menerima pernyataan yang begitu tiba-tiba. Dia tahu selama ini Xiao Shuxiang membencinya karena dia pernah melukai Lan Guan Zhi.
Apalagi, sejauh yang Ling Qing Zhu ketahui--Tidak ada satu pun bagian dari dirinya yang seperti dapat menarik perhatian Xiao Shuxiang. Kalau untuk menarik perhatian orang lain, bahkan hanya berjalan biasa pun.. Hasilnya sudah mutlak. Tetapi akan sangat jauh berbeda bila itu adalah pemuda di depannya ini.
Ling Qing Zhu seperti ingin bertanya apa yang Alkemis muda ini lihat dari dirinya. Karena benar-benar mengejutkan mendengar pengakuan dari seseorang yang sangat membenci kita.
Xiao Shuxiang buka suara, "Sejak awal aku memang kesal padamu, tapi aku bukan orang yang mudah membenci apalagi sampai dendam pada orang lain."
Xiao Shuxiang berkata, "Kau gadis yang payah dan sangat buruk dalam memasak. Kau bahkan tidak bisa membedakan wortel dan lobak. Selain wajahmu, kau jelas tidak punya sesuatu yang patut dipertimbangkan. Aku juga tidak tahu kenapa aku sampai mengatakan itu,"
Ling Qing Zhu tersentak, namun ekspresinya tidak berubah. Dia kemudian membalas dengan suara yang tanpa nada.
"Kau.. Juga payah,"
"Hmph, terima kasih." Xiao Shuxiang malah berterima kasih saat disebut 'payah' oleh Ling Qing Zhu. Dengan santainya dia malah mengambil pangsit isi daging ayam yang telah matang. Pangsitnya sudah mulai dingin, tetapi rasanya enak.
"Aku tidak pernah mengajarimu membuat ini, tapi kau rupanya lumayan juga. Sepertinya kau telah banyak belajar.." Xiao Shuxiang memuji Ling Qing Zhu dan berkata, "Akan kuambil ini sebagai makan siangku bersama Feng Ying. Dan oh, kau jangan kemana-mana malam ini. Ada hadiah yang harus kuberikan padamu sebelum pergi meninggalkan Benua Timur besok sore."
!!
Tidak ada ekspresi apa pun yang nampak pada wajah Ling Qing Zhu yang tertutup cadar tipis. Namun dari tatapan matanya, jelas dia terlihat terkejut.
Perasaan seperti cinta tidak bisa didapatkan dengan mudah. Apalagi telah diketahui bahwa Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang sangat jarang bersama. Keduanya hanya sedikit akrab bila di dapur saja.
Tapi memang, hati perempuan jelas lebih perasa. Mendapat serangan kata-kata yang tidak terduga dari seorang Xiao Shuxiang, tentu membuat sesuatu di dalam tubuhnya seperti berguncang.
Rasanya berbeda saat dia mendapat pengakuan dari pemuda yang lain. Ini membuatnya gugup dan merasa tidak nyaman.
Ling Qing Zhu mencengkeram pakaiannya, dia tidak suka dengan perasaan ini. Dirinya segera mencari Ling Lang Tian dan meminta pendapat kakaknya.
Butuh waktu sekitar empat jam bagi Ling Qing Zhu mencari saudaranya tersebut. Dia mengatakan semua yang didengarnya dari Xiao Shuxiang pada Ling Lang Tian tanpa menutupi apapun.
"Kau seperti baru saja dilamar hantu. Apa sebegitu mengerikannya dia bagimu?" Ling Lang Tian bertanya.
"Dia.. Menakutkan saat marah,"
Ling Qing Zhu tidak pernah lupa dengan ekspresi wajah Xiao Shuxiang saat membunuh pamannya, Ling Hao Yu. Pemuda itu seperti manusia yang datang dari alam kegelapan.
"Adik, kau mengenalnya lebih lama daripada aku. Menurutmu, dia orang yang seperti apa?"
Ling Qing Zhu hanya tahu Xiao Shuxiang adalah anak yang nakal dan sangat menakutkan. Tapi setelah dirinya berpikir lagi.. Pemuda yang disebutnya nakal tersebut baik dan ramah, namun tidak begitu saat bersamanya.
".. Dia juga berbakat,"
"Shuxiang tidak pernah membencimu. Kau menyakiti teman terbaiknya, jelas dirinya marah. Aku juga akan melakukannya bila ada orang yang menyakitimu,"
Ling Lang Tian dengan serius berkata bahwa sudah waktunya bagi Ling Qing Zhu untuk tidak bersedih karena masa lalu.
Dia mengusap pelan kepala adiknya sambil memberi nasehat agar Ling Qing Zhu tidak lagi memendam emosinya seorang diri.
".. Dia 'Wali Pelindungmu' sekarang. Kau harus bisa menerima ini. Jangan ragu menebas lehernya kalau dia berani menyakitimu,"
Ling Lang Tian mengatakan pada adiknya untuk sedikit terbuka pada Xiao Shuxiang dan mencoba berteman dengannya.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, karena dia akan pergi.."
Ling Lang Tian tahu ini, 'Wali Pelindung' harusnya selalu bersama adiknya. Tetapi Xiao Shuxiang sepertinya tidak berniat membawa Ling Qing Zhu pergi bersamanya.
Ling Qing Zhu juga mengatakan dia tidak ingin ikut. Ada banyak orang yang butuh bantuannya dia Benua ini. Xiao Shuxiang berniat pergi saat kondisi belum stabil jelas itu sesuatu yang sangat mendesak.
"Kau tahu, jika kuperhatikan kau seperti menaruh perhatian padanya.."
Ling Qing Zhu dengan pelan mengatakan bahwa dirinya hanya menganggap Xiao Shuxiang rekan, sekaligus juri mutlak dari masakannya. Tidak ada hubungan istimewa antara dirinya dengan Alkemis muda tersebut.
Saat Ling Qing Zhu sedang berbicara dengan kakaknya.. Di tempat lain Xiao Shuxiang sedang meminta pendapat Lan Guan Zhi, Jing Mi, Yi Wen, Zhi Shu, dan Hou Yong untuk membantunya mencari hadiah yang hanya bermodalkan satu keping perak.
".. Kalau menurutku belikan dia bunga saja, itu sudah bisa membuat seorang gadis bahagia,"
"Hou Yong, aku butuh sesuatu yang berkesan dan luar biasa. Sesuatu yang tidak mudah dia lupakan.."
Hou Yong dan Jing Mi menggeleng, satu keping perak tidak mungkin bisa membeli barang yang berkesan, apalagi yang luar biasa. Itu sesuatu yang mustahil.
"Aku sebenarnya tidak suka kau begini, Saudara Xiao. Harusnya aku yang kau lamar, kita sudah mengalami banyak hal bersama. Aku bahkan pernah mandi denganmu,"
"Yi Wen, kau hanya memijat punggungku. Kita tidak benar-benar mandi bersama,"
Yi Wen terlihat memayunkan bibirnya sambil menatap Xiao Shuxiang yang bersandar pada pohon di depannya sambil memainkan poni rambutnya.
"Saudara Xiao, kau ini sebenarnya suka pada Ling Qing Zhu atau tidak?"
"Aku tidak tahu,"
Xiao Shuxiang berkata bahwa awalnya dia ingin tertawa saat melihat respon Ling Qing Zhu atas pernyataannya, tetapi dirinya segera mengurungkan niat tersebut saat Ling Qing Zhu malah nampak terguncang.
Jing Mi dan Hou Yong menghembuskan napas lega, keduanya lalu menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang sambil memuji temannya karena tidak sampai tertawa.
Saudaranya bisa-bisa menjadi pria brengsek bila berani mempermainkan perasaan perempuan. Xiao Shuxiang tidak mempedulikan itu, yang penting sekarang adalah bagaimana dirinya membeli sesuatu untuk Ling Qing Zhu.
"Lan Zhi, apa kau punya usul?"
"Mnn, coba berikan dia bangau kertas,"
"Kurasa itu bagus juga, Nona Ling dapat membuat banyak bangau kertas sebagai pengingat dirimu. Mungkin saja keinginannya dapat terkabul bila berhasil membuat seribu,"
"Siapa yang mau melakukan hal merepotkan itu? Aku jelas tidak mau,"
Yi Wen dan Zhi Shu malah beradu mulut. Keduanya secara cepat dihentikan oleh Jing Mi dan Hou Yong.
"Aku masih harus memikirkannya. Punya saran yang lain lagi, Lan Zhi?"
Xiao Shuxiang tidak punya banyak waktu, besok dia harus segera pergi. Sepertinya tidak ada dari teman-temannya yang menyadari bahwa telapak tangan kiri Xiao Shuxiang kini memiliki pola seperti sepasang sayap.
Bila pola ini berubah menjadi tiga pasang sayap, maka seseorang dari Dunia Elf telah tiba ke Dunia Manusia.
"Lentera,"
"Lan'Er, lentera adalah pengingat pertemanan kau dan aku. Tidak boleh,"
Yiwen dan Zhi Shu langsung protes dengan ucapan Xiao Shuxiang barusan. Saudaranya ini seakan hanya menganggap Lan Guan Zhi saja sebagai teman, padahal mereka juga ikut menerbangkan lentera kertas bersama-sama.
Mendengar kata 'Lentera' dan kata 'menerbangkan'.. Membuat Xiao Shuxiang mendapat pencerahan. Sepertinya dia sudah tahu hadiah dengan modal satu keping perak untuk Ling Qing Zhu.
Sesuai permintaan Xiao Shuxiang, adik dari Ling Lang Tian ini tidak pergi kemana-mana saat malam hari. Dia berada di dalam sebuah bangunan yang ternyata dihuni oleh Xiao WeiWei dan Yang Hao.
Sebenarnya, tidak hanya kedua orang tua Xiao Shuxiang yang tinggal di tempat ini. Tetapi juga Yang Shu, Duan De, dan beberapa murid dari sekte ketiga Aliran.
Bangunan ini merupakan tempat tinggal sementara untuk mereka. Sebab masih banyak pekerjaan yang mereka harus selesaikan.
?!
Ling Qing Zhu yang berada di dalam kamarnya langsung mengambil pedang miliknya dan berjalan menuju jendela. Dia mendengar sebuah suara ketukan yang asalnya dari luar.
__ADS_1
Orang yang mengetuk-ngetuk jendela kamarnya tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Pemuda ini terlihat berseragam hitam, tampilan semacam ini membuatnya nampak seperti malaikat kegelapan.
Jing Mi, Hou Yong, Yi Wen, dan Zhi Shu ternyata diam-diam mengikuti Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu yang mulai berjalan pergi.
Di antara mereka juga ada Lan Guan Zhi. Pemuda ini jelas dipaksa oleh teman-teman Xiao Shuxiang untuk datang kemari. Dia sebenarnya tidak ingin mencampuri urusan pribadi teman terbaiknya itu, tetapi keempat manusia nakal ini membuat dirinya berada di sini.
Xiao Shuxiang rupanya mengajak Ling Qing Zhu ke atap bangunan yang paling tinggi dan telah selesai dibangun. Kelima temannya terus mengawasi Xiao Shuxiang dengan baik.
Tidak jauh dari tempat mereka.. Ling Lang Tian juga ada. Dia seperti ingin memastikan apa yang dapat diberikan pemuda berambut panjang itu untuk adiknya.
Xiao Shuxiang memperhatikan Ling Qing Zhu dari atas sampai bawah. Gadis cantik ini memakai seragam berwarna putih dengan motif bunga wisteria biru. Sebuah cadar tipis masih menjadi penghias wajahnya.
Xiao Shuxiang mulai mengatakan tujuannya mengajak Ling Qing Zhu ke tempat ini saat malam hari adalah karena dirinya ditantang oleh Ling Lang Tian.
".. Dia memintaku membelikanmu hadiah hanya dengan satu keping perak. Kau harus tahu, andai ini bukan tantangan.. Aku juga akan tetap melakukannya,"
Xiao Shuxiang tulus mengatakan ingin membantu Ling Qing Zhu melupakan kesedihannya dan agar gadis ini dapat terbuka pada siapa pun.
Xiao Shuxiang juga berkata, bahwa dirinya sangat kesulitan memberi hadiah yang berkesan bagi Ling Qing Zhu. Dia sampai-sampai harus meminta bantuan teman-temannya untuk memikirkan hadiah apa yang pantas dibelinya.
".. Tapi sekarang aku sudah tahu. Coba lihat ke atas,"
Ling Qing Zhu mengikuti arah tatapan mata Xiao Shuxiang. Bulan bersinar dengan sangat terang, dihiasi dengan gemerlapnya bintang-bintang. Langit sungguh terlihat sangat indah.
".. Apa yang kau lihat merupakan hadiah pemberian dariku. Langit bertahtakan bulan dan ribuan bintang sudah kubeli dengan satu keping perak. Keindahan ini sekarang adalah milikmu.."
!!
Yi Wen dan teman-temannya dapat mendengar ucapan dari Xiao Shuxiang. Dia sebagai perempuan, jelas tidak rela bila saudaranya itu memberikan hadiah yang seberharga ini.
"Tunggu, Saudara Xiao membeli langit penuh bintang pada siapa? Aku juga mau membelinya,"
"Kau lebih cocok membeli sungai penuh lumpur, Yi Wen.."
Xiao Shuxiang dapat mendengar suara berisik teman-temannya, namun dia masih bisa mengendalikan diri untuk tidak marah.
Ling Qing Zhu tidak tahu harus merespon Xiao Shuxiang apa, karena pemberian dari pemuda ini tidak bisa dia sangka.
"Sombong, kau membeli keindahan langit hanya dengan sekeping perak. Benar-benar sombong,"
Xiao Shuxiang malah tersenyum, dia mengatakan telah beruntung karena dapat membeli langit yang penuh bintang dan diterangi rembulan hanya untuk diberikan pada seorang gadis.
".. Kuharap hadiah ini dapat mengobati kesedihanmu,"
Ini memang hadiah yang berkesan dan tidak terduga. Ling Qing Zhu kemungkinan tidak akan pernah melupakannya.
Xiao Shuxiang mulai menjelaskan tentang kepergian dirinya besok. Dia sebenarnya tidak ingin menjadi 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu, karena melindungi sesuatu bukan seperti dirinya saja.
".. Aku tahu apa arti Wali Pelindung bagi seseorang yang berada di luar klan kalian. Jujur saja, aturan dari keluargamu sangat kaku. Kau harusnya dapat mengambil keputusan atas masa depanmu sendiri,"
Xiao Shuxiang sambil menatap langit berbintang.. dirinya mengatakan tentang dia yang sebenarnya tidak suka memiliki hubungan dengan perempuan yang lemah, apalagi selalu membuatnya khawatir.
".. Besok aku akan pergi dan tidak tahu kapan akan kembali. Aku tidak bisa membawamu, perjalananku mungkin akan penuh bahaya, dan aku tidak suka membawa beban. Maaf bila ucapanku kasar, tapi penilaianku pada perempuan memang seperti ini.."
Ling Qing Zhu sama sekali tidak merasa keberatan atas ucapan Xiao Shuxiang. Dia juga merasa seperti itu, selama ini yang dilihatnya.. Perempuan selalu saja menjadi beban.
Ling Qing Zhu juga menatap ke arah langit. Dia berkata tidak ingin ikut meskipun diajak, dirinya hanya akan berada di Benua Timur.
".. Aku tidak akan menjadi orang yang lemah. Kau akan mati jika menganggapku begitu,"
Ling Qing Zhu mengatakannya dengan serius. Dia berkata akan menjadi lebih kuat agar bisa membuat siapapun mengakuinya, termasuk Xiao Shuxiang.
"Semangat yang bagus. Kalau begitu kau harus berlatih keras,"
Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung Ling Qing Zhu. Dia berjanji tidak akan menyebutnya 'Kucing Putih' bila gadis ini dapat membuatnya terkesan.
Harusnya malam ini sedikit lebih romantis, sangat disayangkan kehadiran Yi Wen, Zhi Shu, Hou Yong, dan Jing Mi menjadi pengganggu bagi Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Lan Guan Zhi sendiri tidak berniat mengganggu temannya lebih dari ini. Masalahnya, sebelum dia benar-benar pergi.. Yi Wen dan Zhi Shu menariknya untuk ikut bergabung sebagai pengganggu Xiao Shuxiang.
***