XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
304 - Pendekar Aliran Hitam [Revisi]


__ADS_3

TRANG!


Trang!


Xiao Shuxiang memperhatikan pertarungan antara Lan Guan Zhi melawan Sukma Arang. Tidak ada niatan yang nampak di wajahnya untuk membantu temannya itu, ini karena dia merasa Lan Guan Zhi bisa mengatasinya sendiri.


"Aku tidak tahu apa masalahmu dengan orang itu," Xiao Shuxiang berbicara dengan Sekar Aji sambil menggunakan tatapannya untuk menunjuk Sukma Arang yang terus bertukar serangan dengan Lan Guan Zhi, dia lalu melanjutkan ucapannya.


".. Tapi harusnya kalian mencari tempat yang lebih baik untuk bertarung. Lakukanlah di tengah kota, tempat itu jauh lebih ramai dan akan banyak manusia yang terkena serangan nyasar kalian,"


Tidak ada yang lebih baik dari membuat kekacauan tepat di tengah-tengah kerumunan orang. Xiao Shuxiang memberi solusi jika pertarungan ini hanyalah untuk membuat keributan.


".. Kulihat kau juga dari Aliran Hitam, sama seperti temanmu itu. Kenapa menahan diri? Kau bisa menyerangku karena sudah ikut campur dalam masalahmu,"


Sekar Aji, pemuda berpakaian merah gelap, berwajah bersih dengan sebuah titik merah di dahinya merupakan murid dari Sekte Darah Roh, sebuah sekte Aliran Hitam yang memiliki markas di Benua Tengah.


Dia adalah pemuda berbakat dengan praktik yang berada di Grand Master Tingkat Fana. Dirinya juga menguasai satu dari enam tenaga yang dia pelajari saat masih menjadi murid Partai Paruh Rajawali.


"Tuan, kau salah mengerti. Aturan di sekteku, kami tidak akan pernah mencari masalah dengan kultivator dan pendekar manapun jika tidak diganggu duluan. Yang Anda lakukan tadi tidak termasuk gangguan, aku malah berterima kasih."


Meski berasal dari Aliran Hitam, nyatanya Sekar Aji bukanlah pemuda bar bar yang akan mengayunkan pedang ke sembarangan orang.


Dia memiliki etika dan pengendalian diri yang lebih baik, bahkan jika bukan aroma darah pekat yang tercium di tubuhnya.. Xiao Shuxiang pasti sudah menganggapnya kultivator dari Aliran Putih atau mungkin Netral.


Trang!


Trang!


Sekar Aji berkata. "Sukma Arang adalah temanku sedari kecil, kami sama-sama belajar di Partai Paruh Rajawali. Tapi aku selalu tidak cocok dengan para pendekar di sana hingga kuputuskan untuk keluar dan bergabung dengan Sekte Darah Roh. Sayangnya dia tidak bisa menerima hal itu dan malah menuduhku berkhianat,"


Xiao Shuxiang menggeleng pelan saat mendengar cerita dari Sekar Aji. Permasalahannya begitu sepele tetapi dampaknya sampai separah ini.


Tidak ada rasa curiga yang nampak di wajah Xiao Shuxiang saat mendengar ucapan pemuda di sampingnya, ini dikarenakan dirinya tahu Sekar Aji tidak sedang berbohong.


Xiao Shuxiang. "Kalian masih sama-sama dari Aliran Hitam, kenapa dia tidak bisa terima?"


"Di tempat ini, bukan hanya persaingan antar Aliran Putih dengan Aliran Hitam yang ada, tetapi juga antara sesama aliran. Yang bisa kukatakan.. Pendekar dan Kultivator tidak pernah akur di benua ini,"


Sekar Aji sebenarnya ingin memberi pemahaman pada temannya, namun Sukma Arang tidak pernah mau mendengar. Saat bertemu saja, temannya itu langsung menarik pedang dan lalu menyerangnya.


Xiao Shuxiang sendiri merasa bingung dengan kultivator dan pendekar Aliran Hitam yang ada di Benua Tengah. Mereka tidak seperti orang jahat, hanya saja bila dipikirkan lebih dalam.. Memang sifat seseorang tidak bisa ditentukan dari Aliran mana dia berasal.


"Andai dia bisa mendengarku sekali saja.. Tetapi sepertinya mustahil," Sekar Aji memegang erat pedangnya, dia kemudian mengembuskan napas berat dan mulai menundukkan kepala pelan.


Trang!


Tidak jauh di depannya, pedang Sukma Arang terus berbenturan dengan pedang Lan Guan Zhi. Mereka masih bertarung bahkan sampai mengganggu pertarungan Hu Li dan Xiao Qing Yan.


TRAANG!


Kaki Sukma Arang menginjak atap salah satu bangunan hingga dirinya jatuh terperosok, Lan Guan Zhi menyusul dengan pedang terhunus kuat, keduanya kembali bertukar serangan di dalam bangunan tanpa peduli kursi, meja, dan dinding menjadi rusak.


TRAANG!


"Aku tidak punya masalah denganmu. Tapi kau benar-benar mencari mati, maka rasakan ini..!" Sukma Arang memakai salah satu teknik terkuatnya, itu adalah Ajian Cakar Rajawali.. Dia menyatukannya dengan seni berpedang untuk memberi serangan mematikan pada lawannya.


!!


Pedang Lan Guan Zhi retak dan kemudian hancur berkeping-keping saat menahan serangan Sukma Arang. Dia bahkan terpental hingga menghantam dinding dengan begitu keras.


BAAAM!


Suara ledakan saat dirinya menghantam dinding membuat Xiao Shuxiang menatap ke bawah, dia melihat sesuatu melesat cepat dan menghantam sebuah pohon besar, bersamaan dengan terciptanya debu yang tebal.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat debu tersebut mulai menipis, dia bisa melihat bahwa yang menghantam pohon tadi adalah temannya, Lan Guan Zhi.


Pemuda berpakaian putih dengan pita di dahi tersebut nampak berdiri dengan raut wajah yang masih tenang, dia menepis pelan debu di lengan pakaiannya.


Sukma Arang terlihat berjalan keluar dari dinding yang berlubang karena dihantam Lan Guan Zhi. Dia memegang erat pedangnya sambil memperlihatkan ekspresi wajah yang angkuh.


"Kau hebat, tapi apa kau bisa menggerakkan kakimu?"


Ada nada sindiran ketika Sukma Arang bertanya, dia menyeringai saat melihat darah segar keluar dari sudut bibir lawannya. Serangannya tadi memiliki efek merusak organ dalam lawan tanpa meninggalkan bekas dari luar.


Lan Guan Zhi mengusap darah pada sudut bibirnya, dia lalu menatap Sukma Arang yang seperti telah bersiap akan menyerang dirinya kembali.


Pedangnya sudah menjadi kepingan, tetapi Lan Guan Zhi masih memiliki satu pedang lagi, senjata pusaka yang diberikan Grand Elder Sekte Pagoda Langit padanya.


"Tidak akan kubiarkan.. Kau harus mati di tempat ini sekarang juga..!"

__ADS_1


Sukma Arang melesat begitu cepat, hanya sekedipan mata dan dia sudah berada di depan Lan Guan Zhi dengan pedang yang terayun kuat. Namun kecepatan mengeluarkan Shǎndiàn dari sarungnya menyeimbangi Sukma Arang.


TRAANG!


Senjata keduanya kembali berbenturan, kali ini menciptakan angin kejut dan suara seperti gemuruh petir. Shǎndiàn merupakan pedang yang tua dan karatan, jelas sekali dia adalah senjata yang sangat rapuh.


Namun saat berada di tangan Lan Guan Zhi, Shǎndiàn berubah. Bilahnya yang karatan, tua, dan begitu rapuh menjadi tajam, besar, serta bercahaya putih keperakan, lekukan emas terlihat di pertengahan bilah Shǎndiàn.


"Kau terlalu angkuh,"


Lan Guan Zhi hanya bicara tiga kata saja, namun ekspresi wajah tenang dan suara dinginnya membuat emosi Sukma Arang terpancing. Dia sebenarnya tidak suka melihat pemuda yang masih bersikap layaknya bangsawan meski telah terkena serangan mematikannya.


TRAANG!


Darah segar kembali keluar dari sudut bibir Lan Guan Zhi. Dia jelas sedang mengalami luka dalam, tetapi wajahnya masih memperlihatkan ketenangan, dirinya terus bergerak dan menyerang Sukma Arang.


!


Terkejut sekaligus kebingungan, itulah yang nampak pada wajah Sukma Arang sekarang ini. Dia tahu serangannya kuat dan lawannya mustahil bisa bergerak kembali, apalagi menangkis dan memberinya serangan balik.


".. Tapi kenapa orang ini dapat melakukannya?! Cakar Rajawaliku bisa membunuh seorang kultivator dalam sekali serangan, apalagi aku menggabungkannya dengan teknik berpedang, sudah seharusnya dia tewas. Cih!"


TRAANG!


Satu hal yang tidak diketahui oleh Sukma Arang, lawannya bukanlah kultivator biasa. Lan Guan Zhi berteman dengan seorang Koki Alkemis selama bertahun-tahun, tak terhitung berapa jumlah pil yang dia konsumsi demi menyelamatkan saudara-saudara seperguruannya dari menjadi kelinci percobaan teman tidak warasnya itu.


Benar, Xiao Shuxiang pernah membuat keributan di Sekte Pedang Langit saat dia baru menjadi Alkemis. Pil aneh yang dirinya buat telah menciptakan kegaduhan di antara para murid Sekte Pedang Langit.


TRAANG!


Tidak ada yang mau mencoba pil buatan Xiao Shuxiang setelah tahu bahwa dirinya membuat pil yang aneh. Dia kesulitan mencari orang yang rela menjadi kelinci percobaannya, dan saat menemui Lan Xiao untuk diberi makan.. Dirinya mengajukan permintaan pada Lan Guan Zhi.


Dia sebenarnya hanya sekadar bertanya biasa saja, tetapi siapa sangka temannya tersebut menyetujuinya. Mungkin karena hal itu jugalah yang membuat Xiao Shuxiang menganggap Lan Guan Zhi sebagai teman terbaiknya.


BAAAM!


Sukma Arang menghantam salah satu dinding rumah saat serangan Lan Guan Zhi tidak dapat dia tangkis. Dirinya segera bangkit dan kembali menyerang, kali ini setiap serangannya tanpa jeda sedikit pun.


Lan Guan Zhi mengelak dari hunusan pedang Sukma Arang, andai tidak gesit.. Dia mungkin telah tertusuk tepat di tengah leher.


TRAANG!


TRANG!


TRAANG!


Hu Li, O Zhan, dan Xiao Qing Yan juga nampak bertarung melawan tiga rekan Sukma Arang, sementara rekan-rekan Sekar Aji memilih mundur dan berdiri di belakang teman mereka.


Terlihat, ketiga rekan Sekar Aji sedang berusaha menahan sakit. Pertarungan mereka tadi memang tidak menguntungkan, Qi mereka terlalu banyak terkuras hanya untuk bertahan dari serangan yang datang, apalagi kondisi lingkungan tidak menguntungkan kultivator seperti mereka.


["Di mana Randa?"]


Salah satu teman Sekar Aji mulai bertanya, dia mencari keberadaan temannya. Sayang, rekan di sampingnya menjawab bahwa orang yang dia cari telah tewas, begitu pun dengan lawannya.


Xiao Shuxiang masih bersama Sekar Aji dan ketiga rekan pemuda tersebut, dirinya terus memperhatikan pertarungan Lan Guan Zhi dan teman-temannya, sambil sesekali menangkis serangan yang nyasar dengan memakai Seruling Giok Putihnya.


TRAANG!


Dirinya lalu menoleh dan memperhatikan ketiga kultivator berpakaian merah gelap tersebut, "Teman-temanmu terlihat tidak sanggup bertarung lagi. Jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tatapan Xiao Shuxiang lalu mengarah pada Sekar Aji.


"Aku hanya ingin membuat Sukma Arang mau mendengarku, apa kau bisa memberitahu temanmu untuk tidak membunuh Sukma Arang?"


"Temanmu baru bisa mendengarkan saat pipinya dihantam oleh kepalan tangan, tetapi Lan Zhi hanya tahu cara menebas. Kau tunggu saja di sini, biar aku yang mewakilimu untuk memberi pukulan pada wajah temanmu itu,"


Xiao Shuxiang memutar-mutar serulingnya dan detik berikutnya langsung melesat ke tempat di mana Lan Guan Zhi dengan Sukma Arang bertarung.


TRAANG!


"LanLan..!"


?!


Lan Guan Zhi tersentak, dirinya segera melompat mundur saat mendengar seruan Xiao Shuxiang. Serangan Cakar Rajawali milik Sukma Arang berbenturan dengan Seruling Giok Putih hingga menghasilkan retakan cukup dalam pada tanah dan suara debaman keras.


Tanpa bicara pada Sukma Arang.. Xiao Shuxiang kembali menyerangnya tanpa jeda, dirinya benar-benar mengambil alih pertarungan temannya.


Lan Guan Zhi sendiri tidak merasa keberatan, dia menyarungkan kembali Shǎndiàn dan berjalan tenang ke tempat di mana kuda-kuda mereka serta Lan Xiao berada.


TRAANG!


"Aku sudah lama ingin menghajarmu. Wajahmu itu sangat memuakkan..!"

__ADS_1


Sukma Arang mengumpat Xiao Shuxiang. Entah mengapa dia merasa lawannya ini membuatnya mengingat Sekar Aji, dan dirinya paling membenci pemuda itu.


TRAANG!


"Jangan. Jangan pernah menumbuhkan kebencian pada temanmu, kau bisa kehilangan segalanya.."


"Berani menceramahiku?! Kau jelas belum pantas melakukan itu!"


TRAANG!


Xiao Shuxiang sedikit mengerutkan kening, dia merasa tidak sedang mengatakan hal yang salah, tetapi Sukma Arang terlihat sangat tidak suka. Ini terbukti dari betapa kuatnya serangan yang dia berikan.


BAAAM!


Xiao Shuxiang mengalihkan arah serangan Sukma Arang dengan cara memukul pergelangan tangan lawannya menggunakan seruling.


"Aku ini bukan sedang baik padamu. Tapi kulihat.. Kau masih amatir menjadi bagian dari Aliran Hitam,"


Tangan kanan Xiao Shuxiang yang memegang seruling bersentuhan dengan pergelangan tangan Sukma Arang, suaranya barusan terdengar begitu dekat, bahkan sedikit terdengar rendah.


"Pendekar Aliran Hitam tidak ditakuti dengan seberapa banyak nyawa yang dirinya ambil, tetapi seberapa lama dia dapat membuat lawannya menjerit kesakitan.."


Xiao Shuxiang menyentuh tengah punggung Sukma Arang dengan jari telunjuk kirinya, gerakan yang cepat membuat lawannya tidak sempat bereaksi.


!!


Tubuh Sukma Arang terasa panas, dia merasa tulang-tulangnya seperti dibakar. Dirinya mengerang dan memutar tubuhnya untuk memberi serangan pada Xiao Shuxiang.


BAAAM!


Serangannya meleset, namun berikutnya dia terkena pukulan tepat di pipi sebelah kanannya. Xiao Shuxiang hanya memakai tenaga biasa, tetapi itu sudah cukup untuk membuat Sukma Arang jatuh menubruk tanah.


"Kebanyakan pendekar Aliran Hitam adalah orang-orang yang tidak mau mendengarkan, dan mereka baru bisa sadar saat semuanya terlambat.."


Kalau saja Xiao Shuxiang sedang merasa kesal, dia pasti sudah menguliti Sukma Arang hidup-hidup, mengiris setiap daging di tubuh pemuda itu hingga mencapai tulang, kemudian melemparkannya ke setiap warga kota yang dia lihat.


Meski tangan Xiao Shuxiang sering gatal ingin melakukannya, tetapi dirinya masih bisa mengendalikan diri. Yang lebih penting baginya sekarang adalah menekan nafsu membunuhnya dan berusaha menjadi manusia.


!!


Tubuh Sukma Arang tidak dapat digerakkan, ini karena rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya. Dia menggertakkan gigi dan berusaha menahan untuk tidak sampai berteriak.


"A-Apa Yang Sudah Kau Lakukan Padaku!"


Sukma Arang berusaha bicara, dia dapat mendengar suara tulangnya seperti kayu yang dibakar oleh api. Rasanya setiap tulangnya diremukkan bagian demi bagian.


"Tenang saja, kau tidak akan mati. Rasa sakitmu akan hilang setelah kau mendengar temanmu itu bicara.."


Xiao Shuxiang memberi tanda agar Sekar Aji turun dari atap bangunan. Pemuda berpakaian merah gelap tersebut melompat di susul oleh teman-temannya.


Tap


Kaki Sekar Aji menapak dengan mulus di tanah, dia kembali mengucapkan terima kasih pada Xiao Shuxiang dan lalu mengarahkan pandangannya pada Sukma Arang.


Xiao Shuxiang lalu melesat dan membantu teman-temannya yang seperti akan menghabisi lawan mereka bila tidak segera dihentikan. Hu Li memang tidak berniat memberi ampun, dirinya menebas salah satu lengan dan lutut lawannya.


Xiao Qing Yan juga demikian, dia tidak segan menusuk kemudian menyayat perut lawan dengan katana miliknya. Dirinya lalu memberi tendangan keras pada lawan hingga terjatuh dari atap bangunan.


!!


Mereka masih belum mati, namun kondisi yang begitu mengkhawatirkan dapat membuat mereka kehilangan nyawa hanya dalam waktu beberapa detik. Beruntung Xiao Shuxiang cukup baik dengan memberi mereka Pil Napas Naga.


O Zhan sendiri hanya memberi beberapa kerusakan pada wajah lawannya, dia melakukan itu dengan memakai cakarannya yang kuat dan tajam. Xiao Shuxiang kembali menolong rekan Sukma Arang tanpa berpikir dua kali.


Tidak hanya mereka, dirinya juga mengobati teman-teman Sekar Aji dan Lan Guan Zhi. Xiao Shuxiang meracik herbal secara langsung, mulai dari menghaluskan tanaman hingga menjadikannya cairan hijau yang memiliki rasa sangat pahit.


Sementara itu, Sekar Aji nampak berbicara dengan Sukma Arang. Ini pertama kali dirinya bicara begitu lama dengan teman masa kecilnya. Dia ingin menyelesaikan masalah ini sehingga tidak berkepanjangan.


Selama tiga jam lebih, Sukma Arang terus berbaring. Meski dia sudah tidak berasa sakit lagi, tetapi dirinya masih belum mencoba bangun. Dia mendengarkan Sekar Aji bicara hingga selesai.


[".. Aku sama sekali tidak berpisah jalan denganmu. Bagiku, kau satu-satunya keluarga yang kumiliki,"]


["Omong kosong. Kalau memang aku sepenting itu, kau tidak mungkin pergi tanpa mengatakan apapun padaku,"]


Xiao Shuxiang tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan Sekar Aji dengan Sukma Arang, kedua pemuda itu memakai bahasa dari Benua Tengah. Tetapi yang dirinya lihat, kedua orang tersebut sepertinya sudah mulai akrab.


Tidak ingin mengganggu, Xiao Shuxiang hanya berpamitan dengan teman-teman Sekar Aji dan Sukma Arang. Dia, Lan Guan Zhi, serta rekan mereka yang lain.. Kembali melanjutkan perjalanan.


Mereka tidak hanya diberitahu tentang jalan tercepat melewati Kota Relung Bunga oleh teman-teman Sekar Aji, tetapi juga diantar langsung melewati jalan tersebut.


Rekan-rekan Sukma Arang juga ikut bersama. Meski berasal dari Aliran Hitam, nyatanya mereka tahu cara membalas budi dengan baik. Xiao Shuxiang dan teman-temannya jelas menemui sesuatu yang langka dari pendekar Aliran Hitam.

__ADS_1


***


__ADS_2