XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
412 - Kesalahpahaman [Revisi]


__ADS_3

PERINGATAN!


MENGANDUNG ADEGAN YANG SESUAI DENGAN JUDULNYA. SEBAIKNYA BIJAKLAH DALAM MEMBACA DAN BILA TIDAK SUKA, MAKA JANGAN MENGANGGU..!


*


*


*


Orang yang membenci Xiao Shuxiang melebihi rasa benci Ling Xuan Lu kepadanya kemungkinan besar sosok itu adalah Gong Zitao.


Bahkan setelah dia diselamatkan, rasa bencinya tidak pernah berkurang.


Kebenciannya itu semakin menjadi, apalagi saat dia tahu bahwa kamar yang di tempati Xiao Shuxiang merupakan kamar Ling Qing Zhu, gadis yang dicintainya.


Bila ingin ditanyakan, Gong Zitao sebenarnya memiliki wajah yang cukup tampan dan tubuh yang bagus. Dia juga populer di kalangan para murid, apalagi dengan sikapnya yang sopan itu. Bisa dibilang, Gong Zitao berada di urutan ketiga pemuda populer di Sekte Pagoda Langit setelah Ling Jian Tou.


Sayangnya, kepopuleran itu seperti layaknya angin----datang dan pergi begitu saja. Awalnya, kehadiran Lan Guan Zhi telah menurunkan posisinya di urutan paling populer, dan kini----adanya Xiao Shuxiang semakin memperburuk posisinya.


Siapa yang tidak kenal Koki Alkemis itu? Dia yang kehadirannya telah menanamkan rasa takut dan segan dari para pendekar yang pernah dilawannya.


Dia yang kehadirannya telah membuat para pendekar harus berpikir berkali-kali bila ingin merebut posisinya sebagai 'Wali Pelindung' nona Ling Qing Zhu.


Dia jugalah yang kehadirannya dapat membungkam orang-orang dari keluarga Ling. Sosok seperti dirinya yang bahkan telah membuka pikiran dari Ling Lang Tian.


Sejak awal, nama 'Xiao Shuxiang' sudah sangat terkenal. Dan sekarang, nama itu semakin terkenal walau bukan lagi gelarnya yang seorang 'Bintang Penghancur'.


Gong Zitao mengepalkan erat kedua tangannya, dia sebenarnya ingin Xiao Shuxiang pulang tanpa kepala di Sekte Pagoda Langit. Namun yang terjadi justru tidak hanya pulang dengan kepala----pemuda itu juga masih memiliki nyawanya.


"Sialan! Kenapa Qian Kun tidak membunuh orang itu saja. Bukankah dia kuat? Jadi bagaimana bisa dia membiarkan Xiao Shuxiang hidup?!"


Kemarahan terlihat jelas pada wajah dan tatapan mata Gong Zitao. Dia saat ini berdiri bersama Ge Yu Han di bawah salah satu pohon wisteria.


"Tuan Muda, jangan perlihatkan emosi Anda. Jika orang lain mendengar ini, Anda bisa dalam bahaya..." Ge Yu Han memperingatkan.


"... Saya yakin, Tuan Qian Kun memiliki rencana lain dengan tidak membiarkan Xiao Shuxiang mati. Salah satunya mungkin adalah untuk memberinya rasa yang paling menyakitkan dibanding kematian. Tuan bisa lihat, betapa menderitanya pemuda itu."


Ge Yu Han bicara serius, dia mengatakan bahwa Qian Kun merupakan orang yang berbahaya dan memiliki pikiran penjahat kelas kakap. Jika ingin mengenal Qian Kun, maka mereka harus berpikir dengan cara para penjahat gila.


"... Bagi orang seperti Tuan Qian Kun. Kematian merupakan hal yang paling indah. Pendekar sepertinya lebih suka membuat lawan menderita sejadi-jadinya,"


Gong Zitao yang mendengar ucapan Ge Yu Han mulai menoleh dan menatap pemuda tersebut, "Apa kau ingin tahu? Dibanding Qian Kun, kau jauh lebih berbahaya. Mengetahui cara berpikir penjahat sepertinya telah membuktikan kau dapat menjadi bagian dari mereka,"


Ge Yu Han terkejut, dia berusaha menyangkal ucapan Tuan Mudanya, bahkan sampai nada suaranya sedikit gemetar. Dirinya seperti kehilangan keberaniannya barusan.


"Tuan Muda, ma-maksud saya..."


Gong Zitao, "Kenapa kau terlihat kikuk begitu..? Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan tentangmu. Kau seperti lebih berpengalaman dibandingkan aku,"


!!


"Itu.. Itu tidak benar, Tuan. Sa-saya tidak mungkin bisa bila dibandingkan dengan Tuan Muda."


"Aku hanya bercanda, tapi apa yang kau katakan tadi memang ada benarnya. Qian Kun pasti memiliki rencana, namun belum memberitahukannya pada kita-"


"Senior..!"


Gong Zitao dan Ge Yu Han tersentak saat mendengar suara asing yang rupanya merupakan saudara seperguruan mereka.


Pemuda yang nampak berusia 16 Tahun dengan pakaian berwarna putih, bercorak bunga wisteria merah menghampiri Gong Zitao dan Ge Yu Han. Seketika itu juga, keramah-tamahan Gong Zitao terlihat.


"Senior, apa yang kalian lakukan di tempat ini? Aku tadi mencarimu, kami sangat butuh bantuan,"


"Aku akan segera ke sana," Gong Zitao tersenyum ramah dan lalu mengajak Ge Yu Han bersamanya.


Dia tidak menjawab pertanyaan dari murid Sekte Pagoda Langit itu dan murid tersebut pun sama sekali tidak mempermasalahkannya. Raut wajahnya sudah memperlihatkan bahwa dia lebih mementingkan perbaikan sektenya dibanding mengurusi masalah seniornya.


*.......*


Sinar matahari saat ini semakin tinggi dan untuk kesekian kalinya----Xiao Shuxiang belum juga bisa keluar dari kamarnya.


Kondisinya memang semakin membaik, namun karena Paku Penembus Tulang masih ada di tubuhnya----dia jadi tidak dapat bergerak bebas.


?


Suara pintu digeser dan aroma cendana seketika menyeruak memenuhi ruangan tempat Xiao Shuxiang berada.


Dia membuka matanya perlahan dan menoleh sedikit ke arah pintu. Terlihat sosok pemuda berpakaian serba putih yang beberapa hari terakhir ini tidak pernah menjenguknya.


"........"


Xiao Shuxiang tidak bicara, tatapan matanya bertemu pandang dengan mata teduh pemuda yang berjalan mendekat ke arahnya. Jujur saja, dia merindukan teman baiknya ini.


"........"


Tidak seperti suasana saat teman-temannya yang lain datang, di mana rasanya begitu hangat, ramai dan berisik. Suasana saat ini malah terasa seperti berada di pinggiran danau yang tenang.


Lan Guan Zhi mulai duduk di samping teman baiknya, dia tidak pernah mengalihkan pandangan pada wajah Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu juga melakukan hal yang sama.


"Bagaimana keadaanmu?" Lan Guan Zhi akhirnya membuka suara lebih dulu. Dia menyentuh dahi pemuda di sampingnya untuk memastikan suhu tubuh teman baiknya dalam keadaan normal.


Xiao Shuxiang berkedip, tangan kirinya terulur dan lalu menyentuh tangan Lan Guan Zhi. Dia menjawab pertanyaan dari temannya dan berkata bahwa keadaannya sedikit lebih baik.


Tidak lupa, Xiao Shuxiang mengeluhkan dirinya yang tidak diizinkan keluar kamar. Dia merasa sangat bosan terus terkurung di ruangan ini, dan kenapa Lan Guan Zhi baru datang menjenguknya sekarang? Ke mana perginya teman baiknya ini beberapa hari terakhir?!

__ADS_1


"... Kau keterlaluan. Apa begini caramu memperlakukan temanmu sendiri? Semua orang datang menjengukku, kecuali kau. Aku jadi merasa bahwa hubungan kita sama sekali tidak ada artinya..." Xiao Shuxiang terlihat cemberut, dia menggerutukan banyak hal bahkan sampai membuat Lan Guan Zhi berkedip karena tidak menyangka teman baiknya dapat secerewet ini.


"Kau masih sakit,"


"Jangan mengalihkan pembicaraan Lan'Er. Aku sedang kesal padamu. Ke mana saja kau ini? Apa kau tidak lagi peduli padaku?"


Mata teduh Lan Guan Zhi sedikit tertunduk, "Itu.. Tidak benar." suaranya pelan dan seakan dia ingin melanjutkan ucapannya, namun nampaknya cukup sulit.


Xiao Shuxiang memalingkan wajahnya sedikit, dia seperti menolak memandang teman baiknya. Raut wajahnya masih ditekuk saat dirinya kembali menggerutu.


"Menyebalkan. Kau adalah teman yang kuanggap berharga, seseorang yang amat penting bagiku. Tapi yang kulihat, kau justru tidak menganggapku siapa-siapa. Aku mengharapkanmu, Lan Zhi. Apa kau tidak bisa sedikit peduli padaku?"


Lan Guan Zhi berkedip melihat temannya bisa mengeluarkan gerutuan yang sedikit mirip dengan istri yang sedang mengomeli suaminya. Dia menggelengkan kepalanya pelan, pandangan matanya melembut seolah mengerti benar sifat teman baiknya ini.


"Aku marah padamu, Lan'Er. Kau harus membujukku bagaimanapun caranya--Aah!"


Xiao Shuxiang menjerit tertahan saat Lan Guan Zhi menampar pelan bahu kanannya. Dia langsung menatap ke arah pemuda di sampingnya dengan mata yang sedikit berarir.


"Dengarkan aku," Lan Guan Zhi bicara serius. Dia tidak ingin berlama-lama di tempat ini dan terus mendengar gerutuan memalukan dari Xiao Shuxiang. Bisa saja, dia tidak sanggup menahan diri dan justru melakukan hal yang kasar dan bukan-bukan pada teman baiknya.


"... Aku sudah menemukan cara melepaskan pusaka itu dari tubuhmu."


Xiao Shuxiang menatap temannya, raut wajahnya berbeda dari yang tadi. Kali ini dia seperti antusias mendengarkan ucapan Lan Guan Zhi, dirinya bahkan melupakan sakitnya tadi.


"Aku baru sadar... Kau sedikit pucat Lan Zhi. Kau juga terlihat seperti kurang tidur, apa saja yang sudah kau lakukan?"


"........"


Lan Guan Zhi tidak menjawab pertanyaan dari Xiao Shuxiang. Hanya saja, tatapan matanya yang kian melembut seakan membuktikan bahwa dia seperti ini adalah demi teman baiknya.


!!


Xiao Shuxiang bukan orang yang tidak peka, dia jelas mengetahui jawaban dari pertanyaannya barusan hanya dengan menatap mata Lan Guan Zhi.


"Kau ini... Harusnya tidak perlu memaksakan diri. Kau terlalu baik padaku," suara Xiao Shuxiang pelan, tatapan matanya seperti mengandung rasa bersalah.


"Itu tidak benar. Kulakukan apa yang kuanggap bisa membantumu,"


Mata yang teduh dari Lan Guan Zhi dan ketulusan ucapannya tersebut----entah bagaimana selalu membuat Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman dan tersentuh secara bersamaan.


Ada sesuatu di hatinya yang seperti tertumpuk dan sulit dikeluarkan. Ada keinginan untuk mengatakan sesuatu pada teman baiknya, tetapi itu seakan tersangkut di tenggorokannya.


Pada akhirnya, Xiao Shuxiang hanya mengembuskan napas pelan dan memegang erat tangan Lan Guan Zhi. "Kau pasti sangat menyayangiku yah.. Hmm.. Aku beruntung mempunyai teman sepertimu Lan'Er.."


"Jangan katakan itu. Kau seperti orang yang akan mati saja," Lan Guan Zhi membantu temannya untuk kembali berbaring, dia mengatakan akan membawakan sarapan segera.


"Tapi aku tidak mau tidur, Lan Zhi. Kau bahkan belum mengatakan padaku cara melepaskan paku ini,"


"Penjelasannya nanti saja. Kau istirahatlah dan tunggu aku," Lan Guan Zhi menyelimuti tubuh teman baiknya dan kemudian berjalan pergi ke arah pintu.


Xiao Shuxiang hanya berbaring, kedua matanya sama sekali tidak terpejam. Dia menatap Lan Guan Zhi sampai punggung temannya itu terhalang oleh pintu yang digeser.


Di luar, Lan Guan Zhi berjalan ke arah dapur. Dia sempat mendengar pesan Xiao Shuxiang yang memintanya agar tidak terlalu lama pergi, dia juga memang tidak berniat membuat temannya menunggu.


Dapur Sekte Pagoda Langit tidak terlalu jauh dari kamar Ling Qing Zhu yang sedang dihuni Xiao Shuxiang saat ini, jadi Lan Guan Zhi tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sana.


Pintu dapur terlihat terbuka lebar, Lan Guan Zhi lalu masuk dan seketika dirinya bertemu pandang dengan seorang gadis berambut putih panjang yang rupanya adalah Ling Qing Zhu.


Gadis cantik bercadar tipis itu terlihat baru selesai membuat semangkuk bubur. Dia tahu bahwa ada seseorang yang datang, tetapi dirinya tidak menyangka orang tersebut adalah Lan Guan Zhi.


"........"


"........"


Lan Guan Zhi tidak bicara, dia berjalan ke arah Ling Qing Zhu dan berhenti tepat di samping gadis tersebut. Dirinya disapa lebih dulu walau dengan suara yang terkesan datar.


"Tuan Muda Lan ingin membuat sarapan untuknya?"


"Mn. Tapi Nona Ling sepertinya sudah lebih dulu membuatnya,"


Ling Qing Zhu sedikit menundukkan pandangannya, dia menatap ke arah bubur ginseng merah yang dibuatnya, tangannya sedikit gemetar.


Sama seperti Ling Lang Tian dan para anggota keluarga Ling yang lain----di mana Lan Guan Zhi dapat membaca sesuatu yang tersembunyi dari raut wajah tenang nan datar milik Ling Qing Zhu.


Gadis cantik bercadar tipis ini nyatanya begitu peduli dengan teman baiknya. Ling Qing Zhu memang hanya tidak suka jujur pada Xiao Shuxiang, sebab pemuda itu pasti akan besar kepala.


Lan Guan Zhi mengembuskan napas pelan. Andai itu dirinya, dia juga pasti akan melakukan hal yang sama. Xiao Shuxiang sangat menyebalkan bila penyakit besar kepalanya kambuh.


"Tuan Muda Lan, tolong berikan ini padanya." Ling Qing Zhu memberikan mangkuk berisi bubur ginseng merah pada Lan Guan Zhi.


!


"Nona Ling, jauh lebih baik bila Nona sendiri yang mengantarkan padanya, saya-!!"


Lan Guan Zhi terkejut saat Ling Qing Zhu malah memberikan mangkuk berisi bubur ginseng merah yang jelas-jelas ditujukan untuk Xiao Shuxiang. Gadis cantik itu juga nampak buru-buru pergi dengan berkata bahwa dia akan mengambilkan pakaian untuk Wali Pelindungnya.


"Nona Ling-" Lan Guan Zhi terdiam beberapa saat sebelum mengembuskan napas pelan. Ling Qing Zhu pergi begitu cepat meninggalkannya dengan semangkuk bubur.


Bila keadaannya seperti ini, maka dengan sangat terpaksa dirinyalah yang harus mengantar masakan buatan gadis cantik itu pada Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi kembali mengembuskan napas pelan dan lalu berjalan menuju ke kamar teman baiknya. Xiao Shuxiang ternyata hanya berbaring tanpa menutup mata, temannya seperti sedang menunggu dirinya.


"Aku bosan Lan Zhi.."


"Bangunlah, dan makan makananmu." Lan Guan Zhi menutup pintu.

__ADS_1


Dia berjalan ke arah Xiao Shuxiang, duduk di samping temannya dan meletakkan semangkuk bubur ginseng buatan Ling Qing Zhu.


Xiao Shuxiang meringis saat berusaha bangun, dia segera dibantu oleh Lan Guan Zhi. Dirinya begitu malas untuk makan, padahal biasanya--soal semacam ini selalu membuatnya bersemangat.


"Aku tidak lapar Lan Zhi.."


"Jangan manja, kau seperti bukan dirimu saja."


Lan Guan Zhi menyodorkan sendok pada Xiao Shuxiang, namun pemuda itu tidak bisa memakai tangan kanannya, dia juga tidak terbiasa makan dengan menggunakan tangan kiri.


Dengan sangat tidak tahu malu, Xiao Shuxiang meminta disuapi oleh teman baiknya. Lan Guan Zhi sendiri tidak keberatan, dia melakukan apa yang diminta oleh pemuda di depannya.


"Kau yang membuat ini? Rasanya begitu hambar.." Xiao Shuxiang mengomentari bubur ginseng merah yang dia rasa merupakan buatan teman baiknya.


"Nona Ling yang memasaknya untukmu,"


"Mn? Benarkah? Lalu kenapa kau yang membawanya kemari? Kalau dia yang datang, kan aku bisa disuapi oleh Kucing Putih. Rasanya agak memalukan bila aku malah disuapi olehmu,"


"Kalau begitu gunakan tanganmu sendiri,"


"Lan Zhi, kalau aku bisa, maka sudah kulakukan sejak tadi, aku tidak mungkin meminta bantuanmu untuk hal-hal semacam ini,"


Xiao Shuxiang mengigit sendoknya dengan singkat saat Lan Guan Zhi berusaha menariknya keluar. Dia menatap kesal ke arah temannya dan merutuk di dalam hati sebab bukan Kucing Putihnya yang sedang menyuapinya.


Rasa bubur ginseng merah sebenarnya enak andai Xiao Shuxiang menyantapnya dalam keadaan prima. Namun sayang, tubuhnya yang lemah berpengaruh pada kepekaan lidahnya dalam menyicip rasa.


"Aku tidak mau lagi, Lan Zhi.. Sudah cukup."


"Satu suap lagi," tingkah Lan Guan Zhi mirip seperti seorang ayah yang tengah membujuk anak laki-lakinya untuk makan. Tetapi bila dilihat dari sudut pandang sosok seperti Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi seperti suami yang begitu perhatian pada istrinya.


Kebetulan sekali, orang yang sedang disebut----yakni Bocah Pengemis Gila terlihat berjalan ke arah kamar Xiao Shuxiang. Langkahnya terhenti kala mendengar suara yang samar-samar.


"Sudah cukup.. Aku tidak sanggup lagi.." nada suara Xiao Shuxiang lemah.


"Sekali lagi.. Ini yang terakhir,"


?


"Bisakah kita ke tahap selanjutnya saja, Lan'Er? Aku sudah tidak kuat.."


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut, namun tidak mengeluarkan suara. Hanya mata dan mulutnya yang terbuka lebar kala mendengar suara lemah nan aneh dari balik pintu kamar yang tertutup di depannya.


"Lan Zhi.. Ayolah.. Jangan membuatku menunggu lama.. Aku tidak kuat.."


"Mn, aku mengerti. Mari kubantu melepaskan pakaianmu lebih dulu,"


!!


"ASTAGA..!! APA YANG BARU SAJA KUDENGAR INI?!" Bocah Pengemis Gila berteriak girang di dalam hati. Pikirannya seperti mengirimkan sinyal yang seakan sudah memiliki jawaban.


Mata Bocah Pengemis Gila berbinar, kedua pipinya bersemburat kemerahan. Dia tersenyum lebar dan dengan perlahan mendekatkan telinganya ke pintu.


Dia bisa mendengar suara ringisan serta suara lembut penuh perhatian yang dia sangat yakini merupakan milik Lan'Er Gegenya.


"Lan Zhi.. Bagaimana selanjutnya..?"


"Rileks.. Dan biarkan aku yang melakukannya,"


"Mn.."


!!


Bocah Pengemis Gila tidak tahu kenapa, tapi dia sangat antusias mencuri dengar. Hati dan pikirannya mengatakan bahwa di balik pintu ini tengah terjadi sesuatu yang sangat luar biasa.


Tidak jauh di tempatnya berada, Jing Mi dan Hou Yong terlihat berjalan bersama. Keduanya sedikit mengerutkan kening saat melihat Bocah Pengemis Gila. Mereka saling berpandangan sebelum sama-sama mengangguk.


Jing Mi dan Hou Yong segera menghampiri Bocah Pengemia Gila, keduanya penasaran dengan tingkah pemuda ini yang seperti tengah memata-matai Saudara Xiao mereka.


"Sepertinya seru.. Apa yang sedang kau lakukan?" Jing Mi menepuk pundak Bocah Pengemis Gila dan segera mendapat balasan berupa bekapan pada mulutnya.


"Sssst.. Pelankan suaramu. Jangan berisik.."


?!


Jing Mi dan Hou Yong mengerutkan keningnya. Keduanya lalu mengikuti Bocah Pengemis Gila untuk mencuri dengar, mereka menempelkan telinga dengan anggapan Saudara Xiao mereka sedang bersama dengan seorang gadis yang kemungkinan besar adalah Ling Qing Zhu.


"Khh.. Aah!"


"Tenanglah,"


!!


Mata Jing Mi dan Hou Yong terbelalak saat mendengar suara dua orang yang mereka yakini mempunyai jenis kelamin yang sama----yakni laki-laki.


"Tunggu. Bukannya barusan suara Saudara Xiao dan Tuan Muda Lan?" Jing Mi menatap Hou Yong yang rupanya juga dianggukkan oleh temannya tersebut.


Wajah kedua pemuda ini berubah pucat, pikiran mereka bercabang dan jelas keduanya membayangkan sesuatu yang bukan-bukan.


Jing Mi setengah berbisik, "Sebenarnya apa yang dilakukan Saudara Xiao di dalam sana?"


Hou Yong, "Apa hanya perasaanku atau barusan memang terdengar seperti Saudara Xiao mendesah?"


Bocah Pengemis Gila, "Kalian berdua anak-anak yang polos. Bukankah itu sudah jelas, Lan'Er Gege tengah mengambil jatah."

__ADS_1


!!


***


__ADS_2