
Mutiara Pelahap Maut merupakan pusaka kuno yang memiliki ukuran sebesar kepalan tangan anak kecil. Bentuknya bulat sempurna, berwarna hitam giok dengan serat-serat tipis pada permukaannya.
Dahulu, pusaka tersebut digunakan untuk mengambil nyawa Demonic Beast terkuat di dunia ini dan hanya butuh waktu tidak sampai dua menit bagi Demonic Beast tersebut berubah menjadi abu.
Tap
Kaki Xiao Shuxiang menapak pada salah satu dahan pohon sebelum dirinya kembali melompat dan menyusul Wu Yu.
"Bagaimana bisa Nan Shui Gong mendapatkan Mutiara Pelahap Maut itu, Paman? Apa tidak ada yang mencoba merebut pusaka itu darinya?"
Tap
"Tidak tahu pasti. Tiba-tiba saja wilayah perbatasan Gunung Kaisar Putih diserang mendadak, untung saja aku dan bibimu bertindak cepat. Tapi memang, peperangan tidak bisa dihentikan."
Wu Yu melesat lebih cepat, Xiao Shuxiang mengikutinya dari belakang. Mereka tidak pernah berhenti membicarakan tentang Mutiara Pelahap Maut.
Di tempat lain, Ling Qing Zhu mendengarkan cerita tentang Wali Pelindungnya dari Lui Me Tian. Dia berulang kali mengerutkan kening sebab semua yang dikatakan padanya tidak ada satu pun yang menyangkut kebaikan Wali Pelindungnya tersebut.
".. Xiao'Er sangat suka mengoleksi tangan anak kecil. Salah satu dinding kamarnya dipenuhi dengan tangan-tangan mungil anak yang berusia satu tahun. Sementara di tempat itu, dia pernah menaruh kepala ayah dan ibunya yang telah diawetkan."
!!
Lui Me Tian merangkul lengan Ling Qing Zhu dan mengajak gadis itu ke suatu tempat yang dulunya suka dikunjungi oleh keponakan angkatnya.
"Apa Shuxiang.. Juga sering makan daging.." Ling Qing Zhu tidak enak saat menanyakannya, tetapi Lui Me Tian bisa dengan mudah menangkap maksudnya.
"Dunia ini memang berbeda dengan dunia tempat tinggalmu. Di sini satu-satunya makanan terenak tentu saja manusia. Kami menternak mereka, tapi aku tidak akan membawamu ke sana. Tempat itu tidak baik bagi kau untuk melihatnya,"
!!
Ling Qing Zhu meski terkejut, namun dia tidak bertanya lebih jauh. Jawaban dari pertanyaannya saja belum dijawab dengan jelas oleh Lui Me Tian. Padahal dia ingin tahu apa Wali Pelindungnya juga suka memakan manusia atau tidak. Dia harus mengetahui hal ini.
"Bibi.."
"Jangan khawatir. Meski sering ditawari, namun Xiao'Er tidak pernah memakan daging manusia. Dia masih lebih suka ayam,"
Ling Qing Zhu menatap wanita berpakaian serba merah yang tengah merangkulnya ini. Tidak ada aura kehidupan, dan rasanya juga sangat dingin--rasa dingin yang tidak nyaman.
"Sebenarnya mengejutkan mengetahui Xiao'Er akan menikah.." Lui Me Tian memandang lurus ke depan, dia seperti tidak menyadari sedang diperhatikan oleh Ling Qing Zhu.
".. Sejauh yang kutahu, dia tidak memiliki gadis yang disukai. Bahkan mungkin, pernikahan dan sejenisnya tidak pernah ada dalam tujuan hidupnya. Dulu, dia hanya memikirkan satu--kekuatan adalah segalanya. Jadi saat dia berkata ingin menikah, aku jelas tidak percaya. Tapi sepertinya Xiao'Er serius, buktinya dia membawamu kemari."
"Kami.. Hanya kebetulan datang. Itu.. Karena sebelumnya kami lari dari seseorang."
Ling Qing Zhu masih ingat dengan jelas bahwa dia dan Wali Pelindungnya melarikan diri dari Mei Qi. Dirinya bahkan masih belum percaya ada dunia lain selain tempat tinggalnya.
Lui Me Tian tidak tahu dan tidak mau tahu siapa yang ditakuti Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang hingga keduanya bisa sampai melarikan diri. Dia hanya yakin bahwa keponakan angkatnya tidak mungkin salah memilih tempat pelarian.
"Xiao'Er itu.. Dia sangat membenci manusia. Dibanding dengan yang lain, tempat ini dianggapnya sebagai rumah. Aku akan senang bila dia benar-benar menikah denganmu karena rasa cinta, bukan sebab yang lain."
Ling Qing Zhu mengerutkan keningnya, dia menatap Lui Me Tian sebab ucapan wanita ini terdengar aneh bagi dirinya. Dengan sopan dia bertanya tentang sifat Wali Pelindungnya pada Lui Me Tian.
Bibi angkat dari Xiao Shuxiang itu mulai tersenyum. Dia memang sudah lama ingin teman untuk diajak membicarakan masalah pria seperti ini, bukan seperti para pelayannya yang tidak berani menyahut tiap kali dirinya bercerita.
*
*
Jauh di tempat lain, Xiao Shuxiang dan Wu Yu sudah berada di Wilayah Lembah Terlarang. Keduanya langsung menyerang sebuah tempat yang diyakini merupakan markas dari Nan Shui Gong.
Trang!
Trang!
Craash!
Suara pertarungan antara Xiao Shuxiang dan Wu Yu dengan para Demonic Beast bawahan Nan Shui Gong mengalun merdu. Beberapa kali bunyi ledakan ikut terdengar.
"Keparat! Siapa pemuda yang bersama kera tua sialan itu?! Caranya bertarung sangat tidak waras..!"
"Dia Manusia..!!"
"Bukan, itu XIAO SHUXIANG..!"
BAAAAM..!!
!!
Para Demonic Beast terkejut dan seketika menjadi riuh. Mata mereka terbelalak saat tahu bahwa Xiao Shuxiang telah kembali. Beberapa di antara mereka dilanda ketakutan, sebagian langsung merasa makin bersemangat.
Xiao Shuxiang mencengkeram leher salah satu Demonic Beast dan langsung menjatuhkannya di tanah hingga terdengar suara debaman keras. Dia mematahkan leher Demonic Beast tersebut dan lalu meninju wajah monster itu hingga terdengar bunyi retakan tulang.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas panjang, matanya berkilat merah dan kembali bertukar serangan dengan beberapa Demonic Beast yang lain.
"Tidak mungkin kau Xiao Shuxiang yang itu, sebenarnya siapa kau..!?" salah satu Demonic Beast berwajah mirip beruang menggeram, senjata kapaknya dijepit kuat hanya dengan dua jari oleh pemuda berpakaian serba hitam ini.
"Hmph, aku sesepuhmu!" Xiao Shuxiang menyerang menggunakan siku kanannya, dia menggerakkan tubuh dan memberi tendangan pada lawan.
?!
Empat Demonic Beast datang dan menyerangnya bersamaan. Mereka memakai senjata yang berbeda dan setiap gerakannya terukur.
Xiao Shuxiang menggunakan dada bidang Demonic Beast berwujud beruang itu sebagai pijakan. Dia melentingkan tubuhnya di udara dan memberi tendangan pada keempat lawannya.
!!
Pedang salah satu Demonic Beast berhasil direbut Xiao Shuxiang. Dia mematahkan tangan demonic beast itu dan memberinya tusukan di dada, tepat mengenai jantungnya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tidak mengeluarkan satu pun senjata pusakanya. Dia saat ini lebih suka merebut senjata lawan dan menggunakannya. Gerakan yang cepat dan penuh perhitungan itu mampu mengambil nyawa lawan dalam sekali sayatan.
Di sisi lain, Wu Yu terlihat tersenyum lebar karena rencananya yang langsung menyerang markas Nan Shui Gong berjalan dengan meriah. Para Demonic Beast ini kelabakan dan sulit untuk mengatur posisi mereka dengan baik.
"Kera Tua Sialan..! Beraninya Kau Memakai Cara Kotor Seperti Ini, Akan kucabut Ekormu..!"
Nan Shui Gong, Demonic Beast berwujud Kerbau Sisik Ular. Dia memiliki tubuh berotot dan merupakan saingan terkuat Wu Yu.
BAAAM..!
Ujung tongkat Wu Yu berbenturan keras dengan kepalan tangan Nan Shui Gong. Harusnya sudah lama Demonic Beast Kerbau Sisik Ular tersebut tewas sebab kalah dari Yan Xi Fan, namun entah bagaimana dia bisa kembali hidup.
"Kehadiranmu akan membawa bahaya dalam dunia ini. Kau tidak layak hidup Nan Shu Gong, jadi matilah..!" Wu Yu mengalirkan Qi miliknya dan menyerang dengan kekuatan penuh.
Nan Shui Gong mendengus, dia menerima serangan tersebut dan kembali membalas. Dahulu mungkin dirinya sebanding dengan kera di hadapannya ini, namun sekarang--dia sudah melampaui semuanya.
".. Kau bukan lagi tandinganku, Kera Tua!" Nan Shui Gong mengeluarkan aura pembunuh yang langsung menyatu dengan Qi miliknya. Seluruh ototnya menegang dan kekuatannya menjadi berlipat ganda.
Dalam beberapa gerakan, dia mampu membuat Wu Yu mengambil posisi bertahan dan membuat paman angkat Xiao Shuxiang tersebut terpental cukup jauh.
!!
Xiao Shuxiang terkejut kala sesuatu melesat cepat ke arahnya. Dia lantas melompat menghindar hingga tidak terkena benda barusan yang tidak lain adalah pamannya.
"Paman Wu..!"
"Kau melihat ke mana, huh?"
!!
Nan Shui Gong tiba-tiba berada tepat di depan Xiao Shuxiang dan langsung mencengkeram leher pemuda berseragam serba hitam itu. Matanya berkilat dan sebuah seringai terlukis di wajah mengerikannya.
"Xiao Shuxiang.. Kita akhirnya bertemu lagi.."
"Ukh! Keparat..!" Xiao Shuxiang berusaha melepaskan tangan Nan Shui Gong yang mencengkeram lehernya, tetapi memang Demonic Beast ini memiliki kekuatan yang besar.
"Kau sejak tadi hanya bersenang-senang dengan bawahanku. Kau suka mematahkan leher mereka bukan? Bagaimana jika sekarang giliranmu, huh?"
Nan Shui Gong mengeratkan cengkeramannya hingga Xiao Shuxiang sulit bernapas. Dia tersenyum dan lalu mengangkat pemuda itu hingga kaki Xiao Shuxiang tidak lagi menapak di tanah.
"Sang Bintang Penghancur, kau bodoh karena berani datang kemari. Waktumu sudah berakhir.. Sekarang adalah masa kejayaanku. Lihat saja, bagaimana kubuat dunia ini dan duniamu berada di bawah kakiku.. Nan Shui Gong!"
!!
Xiao Shuxiang mengerang ketika Demonic Beast yang mencengkeram lehernya memberikannya aliran listrik hitam.
Sekujur tubuh Xiao Shuxiang terasa tersengat dan begitu sangat sakit. Dia bahkan tidak bisa mengontrol diri dengan baik kala dilempar begitu saja oleh Nan Shui Gong.
BAAAM..!
"Ha ha ha..!" tawa Nan Shui Gong pecah, ".. Kau membuat kesalahan Kera Tua!"
Perang beberapa waktu lalu sebenarnya tidak dimenangkan oleh Wu Yu dan Lui Me Tian. Kedua Demonic Beast itu memang tidak pulang dengan keadaan yang luka parah, tetapi itu semua adalah karena Nan Shui Gong membuat mereka berpikir telah memenangkan perang.
Perbatasan dari Wilayah Gunung Kaisar Putih atau wilayah kekuasaan Yan Xi Fan sebenarnya sukit untuk ditembus. Nan Shui Gong dapat menyerang perbatasan itu merupakan peringatan bahwa sebenarnya dia sudah bisa mengacaukan perbatasan di dua Wilayah Gunung Kaisar yang lain.
Xiao Shuxiang terbatuk, seluruh tubuhnya gemetar tetapi dia masih bisa tersenyum. "Sialan kau Nan Shui Gong, untung bukan wajah tampanku yang duluan menghantam tanah. Kalau tidak, kau benar-benar akan kukirim ke neraka."
?!
Mata Xiao Shuxiang berubah merah, lima orang Demonic Beast berbadan kekar mulai menyerangnya dan seperti tidak membiarkan dirinya mengatur posisi dengan baik.
Sebelumnya, serangan listrik hitam dari Nan Shui Gong membuat aliran Qi dan darah Xiao Shuxiang kacau. Sekarang yang bisa dia lakukan hanya berusaha sekuat tenaga menghindari serangan yang datang padanya, walau beberapa sayatan tetap mengenai tubuhnya.
BAAAM..!!"
"Jangan biarkan dia mengambil napas..!"
"Terus serang dia hingga tewas..!"
"Berani sekali manusia menginjakkan kaki ke tempat ini..!"
Xiao Shuxiang benar-benar dihajar habis-habisan. Pukulan, tendangan, dan tebasan yang dialamatkan padanya membuat pakaian serta tubuhnya penuh dengan darahnya sendiri. Dia didesak untuk terus berada dalam posisi menerima setiap serangan.
!!
Salah satu Demonic Beast terkejut saat kepalan tangannya tiba-tiba dihentikan oleh pemuda berseragam serba hitam yang mereka serang beramai-ramai. Tatapan mata pemuda itu terlihat amat sangat dingin.
"Aku memberimu kesempatan memukulku tapi jangan lampaui batasanmu. Kalian bebas memberiku sayatan atau bahkan menarik ususku keluar, tapi jangan pernah menggores wajahku.."
Sudah cukup Xiao Shuxiang membuktikan dirinya masih bisa merasakan sakit. Dia mencengkeram kuat kepalan tangan Demonic Beast dihadapannya ini dan dalam beberapa tarikan napas, suara erangan kesakitan mulai terdengar.
!!
Demonic Beast yang menyerang Xiao Shuxiang mundur beberapa langkah saat melihat tubuh rekan mereka dipenuhi urat kehitaman. Mata mereka terbelalak kala menyaksikan bagaimana wajah dari Demonic Beast itu berubah hitam sebelum akhirnya menjadi debu.
!!
Setiap sayatan yang ada di tubuh Xiao Shuxiang perlahan menghilang. Regenerasinya membuat para Demonic Beast yang menyaksikan itu semua tanpa sadar menelan ludah.
Mereka telah lupa bahwa jangan membiarkan Sang Bintang Penghancur itu menarik napas. Sekarang, keadaan akan buruk bagi mereka semua.
!!
Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang dan detik berikutnya puluhan cermin berukuran sedang muncul di berbagai tempat, beberapa bahkan nampak melayang di udara.
Sebelum para Demonic Beast itu saling melempar pertanyaan, lesatan merah mulai melintas dan menerjang mereka satu persatu. Suara retakan tulang, jeritan pilu, dan muncratan darah menjadi pemandangan mengerikan di tempat ini.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi-!!" salah satu Demonic Beast merasakan dadanya dihantam sesuatu yang kuat, dia mengerang sebab tulang dadanya seperti ditarik keluar.
!!
Demonic Beast yang menyaksikan itu kembali dikejutkan kala wajah mereka seperti ditimpuk sesuatu. Saat memegangnya, mereka nyaris bagai terkena sambaran petir. Benda yang menimpuk mereka adalah organ dalam makhluk hidup.
"Sialan..! Manusia itu..!"
"Bukan. Tapi Xiao Shuxiang,"
!!
Satu nada mulai terdengar, begitu nyaring dan memekakkan telinga. Nan Shui Gong yang sedang bertarung dengan Wu Yu bahkan langsung menghentikan pertarungannya.
"Sepertinya sekarang keadaan berbalik, Kerbau Tua! Kau sudah membuat keponakan angkatku marah, ini akan jadi akhir untukmu..!" Wu Yu menyeringai, dia meludahkan darah dan kemudian melesat masuk ke salah satu cermin milik Xiao Shuxiang.
Lembah Terlarang atau yang juga disebut Lembah Neraka merupakan tempat yang cocok untuk melakukan pembantaian massal. Setidaknya di sini Xiao Shuxiang tidak harus memikirkan tentang siapa yang layak dibiarkan hidup.
"Sudah lama aku tidak bermain.. Sekarang kau harus mengeluarkan pusaka itu Nan Shui Gong.. Kau tidak ingin mereka semua tewas mengenaskan, bukan?" Xiao Shuxiang terus memainkan nada-nada tinggi pada Seruling Giok Putihnya, dia juga melesatkan jarum beracun pada setiap cermin pemindahnya yang membuat lawan-lawannya tidak berkutik.
!!
Saat mengganti nada dari tinggi ke yang paling tinggi, Xiao Shuxiang ikut mengeluarkan Teknik Pengendalian Darahnya yang membuat beberapa Demonic Beast kesulitan mengendalikan tubuh mereka.
Lima Demonic Beast berteriak tertahan kala kaki mereka tiba-tiba saja terpelintir hingga terdengar bunyi tulang yang patah. Tangan dan pinggul mereka pun mengalami nasib yang sama.
Rasa sakitnya sangat tidak tertahankan. Jantung mereka seperti diledakkan dari dalam dan seketika pandangan mereka menjadi gelap.
Mata Xiao Shuxiang berkilat kemerahan, memelintir leher lawan dengan memakai Teknik Pengendalian Darah adalah bagian terakhir setelah menyiksa mereka. Walau dia suka melakukannya dengan tangan langsung, tetapi musuhnya saat ini lumayan banyak.
Nan Shui Gong menggertakkan giginya. Ukuran tubuhnya tiba-tiba membesar dan mulai mengalami perubahan. Dia melesat dan lalu menerjang pemuda berseragam serba hitam yang tengah memainkan serulingnya.
"XIAO SHUXIANG..!!"
!!
*
*
BLAAAAR..!!
Wu Yu dapat mendengar suara petir yang menggelegar dan juga merasakan getaran di bawah kakinya. Saat ini dia berada sangat jauh dari wilayah Lembah Terlarang.
"Nan Shui Gong pasti sangat marah.." Wu Yu mengusap-usap tongkat pusakanya, dia menggelengkan kepala pelan dan berusaha untuk memulihkan kondisinya.
Walau terlihat seperti dia dan Xiao Shuxiang datang mengantarkan nyawa, namun sebenarnya isi kepala keponakan angkatnya itu penuh dengan siasat.
Xiao Shuxiang tidak pernah mengatakan apa pun tentang rencananya pada Wu Yu, jadi Wu Yu harus bisa memutar otak agar mampu mengimbangi kegilaan keponakannya tersebut. Jika tidak, dia pasti akan ditelan hidup-hidup.
"Nan Shui Gong tidak akan memiliki kehidupan lagi. Saat sedang bersemangat, Xiang'Er akan sulit mengendalikan diri. Apalagi sepertinya.. Tidak ada rantai yang mengekang kekuatannya lagi,"
Wu Yu jadi memikirkan untuk kembali saja ke tempat Lui Me Tian. Bila dipikirkan, sebenarnya cukup Xiao Shuxiang saja yang memporak-porandakan Wilayah Terlarang. Kehadirannya jelas tidak terlalu dibutuhkan.
"Keponakanku.. Semoga kau tidak terlalu gila untuk membunuh mereka semua.." Wu Yu menatap langit yang kini dihiasi petir tiada henti. Dia bernapas pelan-pelan dan lalu mengusap keringat di dahinya.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu tidak menyangka cerita Lui Me Tian tentang Wali Pelindungnya sangat berbeda dari yang dirinya ketahui selama ini.
"Shuxiang.. Bagiku dia pemuda yang baik. Hanya terkadang suka bertindak memalukan."
"Nona, kau pikir pemuda yang menebas leher kedua orang tuanya dan memajang mereka seperti sebuah lukisan dianggap baik? Xiao'Er bahkan mempunyai banyak koleksi tangan bayi, dia sendiri yang membunuh mereka. Kau tidak tahu saja betapa tidak warasnya dia.."
Ling Qing Zhu tahu Lui Me Tian bukan manusia, tetapi wanita berpakaian merah ini tidak terlihat seperti orang jahat baginya. Namun tetap saja, dia harus selalu berhati-hati.
"Nak.. Sebagai sesama perempuan dan merupakan orang yang mengenal baik Xiao'Er, aku harus memberitahukan sesuatu padamu.." Lui Me Tian meraih tangan Ling Qing Zhu dan kemudian menggenggamnya.
".. Kau harus jadi gadis yang kuat, Xiao'Er tidak suka gadis lemah yang selalu menjadi beban. Sebisa mungkin, kau jangan pernah bergantung pada siapa pun. Kau harus percaya pada dirimu sendiri,"
"Aku.. Tidak tahu apa bisa menjadi lebih kuat. Aku hanya tahu.. Kerja kerasku masih belum cukup,"
Lui Me Tian membalik tangan Ling Qing Zhu dan memperhatikan telapak tangan gadis bercadar tipis itu. Untuk seseorang yang memiliki wajah cantik, Ling Qing Zhu mempunyai telapak tangan yang kasar. Jelas sekali itu bukti bahwa dia terlalu keras berlatih pedang.
"Gadis sepertimu harusnya bisa merawat diri, kau jangan kalah dari Xiao'Er. Dia seorang pria, tetapi mempunyai telapak tangan halus dan lembut. Biar kubantu menghaluskan kembali kulitmu ini.."
"Tidak, Bibi." Ling Qing Zhu menolak, rasa kasar pada tangannya akan selalu menjadi pengingat bahwa dirinya tidak hanya mengandalkan nama keluarga dan bakat yang diturunkan langit padanya. Dia menyukai telapak tangannya yang kasar ini.
"Kau sama anehnya dengan Xiao'Er. Dia juga suka dengan rasa sakit yang didapatnya dalam pertarungan. Dia selalu berkata rasa sakit itu menjadi pengingat bahwa dirinya juga bisa mati.." Lui Me Tian menggeleng, dia mengambil satu tusuk rambutnya dan mulai melukai tangan Ling Qing Zhu.
?!
Tindakan Lui Me Tian jelas mengejutkan, Ling Qing Zhu sampai meringis tetapi tidak bisa menarik tangannya. Dia menatap wanita berpakaian serba merah di hadapannya ini.
"Aku menyukai Xiao'Er.. Dia mirip seperti suamiku saat sedang tidak dalam kondisi banyak bicara.." Lui Me Tian menggambar lukisan bunga di tangan Ling Qing Zhu dengan memakai tusuk rambutnya. Dia menjelaskan bahwa ini sebagai tanda bahwa sekarang Ling Qing Zhu menjadi bagian dari Dunia Demon.
Lukisan bunga dan lengkungan yang mirip akar merambat itu pernah juga dimiliki Xiao Shuxiang dahulu, saat Sang Bintang Penghancur tersebut masih berada di tubuh aslinya, bukan tubuh reinkarnasi seperti sekarang.
".. Kau tidak akan dianggap sebagai makanan ataupun penyusup bila memiliki tanda ini. Dan jika kau giat berlatih, mungkin kau bisa membuka rahasia tanda ini suatu hari nanti. Kau harus membantuku menjaga Xiao'Er. Paling tidak.. Buat agar dia mau mendengarmu,"
"…"
Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Semakin lama bersama Lui Me Tian, dirinya jadi merasa nyaman di dekat makhluk yang tidak hidup ini. Dirinya ingin sekali menanyakan, apakah Lui Me Tian sudah mati atau tidak? Tetapi pertanyaan itu sulit keluar dari bibirnya.
Ling Qing Zhu juga sepertinya lupa bahwa Wali Pelindungnya saat ini tengah bertarung sengit dengan Nan Shui Gong di Wilayah Lembah Terlarang.
Koki Alkemis itu tidak lagi menggunakan Seruling Giok Putihnya. Dia memukul dan menendang Demonic Beast berwujud Kerbau Bersisik Ular itu serta mendesaknya untuk mengeluarkan Mutiara Pelahap Maut.
***
__ADS_1