
Lan Guan Zhi tidak mengetahui bahwa saat ini teman baiknya sedang bersenang-senang dan membuat banyak kerusakan di Benua Selatan.
Dia hanya berpikir bahwa saat ini Xiao Shuxiang beristirahat di dalam kamar dan kemungkinan sudah mulai bosan terus berbaring. Yang terburuk, teman baiknya itu sudah berjalan keluar kamar dan hendak mencarinya.
Dia harus segera pulang sebelum Xiao Shuxiang melihat tubuhnya yang sudah menjadi gumpalan daging busuk.
Jika itu sampai terjadi, maka temannya tersebut pasti akan sangat marah dan tidak bisa dibayangkan bagaimana Xiao Shuxiang melampiaskan amarahnya.
Kedua tangan Lan Guan Zhi sedikit bergerak, terkesan kaku dengan napas yang setengah dangkal. Dia mencoba untuk tetap tenang walau Shouxing menyadari kegelisahannya ini.
"Akan lebih baik jika kalian berdua berhenti bertengkar dan mulai melakukan apa yang harusnya sejak awal kita lakukan." Shouxing menegur Chi Yue An dan Dao Xiao Sheng serta mengatai mereka kekanakan. Kedua roh itu tidak mengatakan apa pun selain mendengus.
Shouxing mengembuskan napas dan kemudian menatap Lan Guan Zhi, "Mungkin kau sudah tahu siapa mereka. Dao Xiao Sheng adalah roh dari Seruling Giok Putih, sementara Chi Yue An merupakan roh dari Jubah Pelindung yang juga adalah salah satu dari pusaka langit. Keduanya memiliki masa jayanya masing-masing dan sampai sekarang, keberadaan mereka masih tetap dicari oleh para kultivator yang serakah."
Lan Guan Zhi mendengarkan ucapan Shouxing dengan begitu serius, sebelum mengarahkan pandangannya pada anak laki-laki dan wanita cantik berpakaian merah tersebut.
"Di antara kalian.. Kurasa Anda yang paling dewasa," ucapan Lan Guan Zhi ditujukan pada Shouxing dan ini membuat Dao Xiao Sheng serta Chi Yue An tersentak tak percaya.
"Anak muda, apa kau serius dengan ucapanmu barusan? Shouxing adalah roh pusaka langit yang paling berengsek yang pernah ada. Banyak pemiliknya yang berakhir gila dan menjadi monster haus darah, kau tidak akan pernah bisa membayangkan kengerian apa yang ditimbulkan olehnya,"
"Anak kecil sepertimu apa pantas berkata begitu?" Chi Yue An menegur Dao Xiao Sheng, ".. Kau tidak punya sopan santun sama sekali, ucapanmu seakan kau tidak pernah diajari."
"Kau ingin aku belajar? Lihat dirimu sendiri. Kau hanya bisa menasehati orang lain dan sama sekali tidak pernah bercermin, dan apa maksudmu barusan, huh? 'Sopan Santun'? Apa bersikap manja layaknya wanita penghibur dianggap sopan santun?"
"Dao Xiao Sheng..! Jangan sampai aku-"
"Bisakah kalian diam?"
Ini kesekian kalinya Shouxing menegur kedua roh di hadapannya. Dia benar-benar akan langsung menyerang mereka andai keduanya kembali beradu mulut lagi.
"Keberadaan kita di sini tidak untuk melihat kalian berdua bertengkar dan berkelahi satu sama lain. Pemuda ini harus segera kembali ke dunianya dan sepertinya kalian sudah lupa dengan hal itu,"
Dao Xiao Sheng dan Chi Yue An terlihat cemberut mendengar gerutuan dari Shouxing. Keduanya lalu menatap pemuda berseragam serba putih dan berpita dahi tersebut tanpa mengatakan apa pun.
Lan Guan Zhi sadar sedang dipandangi, dia lalu menyatukan tangannya dan memberi hormat serta berkata bahwa dirinya berharap mendapat bantuan dari para seniornya ini.
"Aku butuh alasan kenapa aku harus membantumu," Dao Xiao Sheng akhirnya bicara, dia terlihat serius dengan ucapannya barusan.
Lan Guan Zhi tersentak, namun dia mulai menjawab Dao Xiao Sheng dengan penuh keyakinan. "Aku tidak bisa mati sekarang. Ada teman yang membutuhkanku untuk tetap ada di sampingnya dan membunuhnya saat dia tenggelam dalam kegelapan."
"Anak muda, Xiao Shuxiang sama sekali tidak membutuhkanmu. Baginya, kau adalah beban sekaligus orang yang ingin dia singkirkan. Kau sudah salah menilai teman baikmu itu," ekspresi wajah Dao Xiao Sheng nampak serius, dia membuat Lan Guan Zhi tersentak sekaligus keheranan.
Dia pun kembali mendengus, "Bahkan tanpa kau sebutkan nama temanmu itu, aku tahu dia adalah Xiao Shuxiang.." Dao Xiao Sheng menyilangkan tangannya di depan dada, dia sekarang tidak seperti yang tadi. Terdapat aura penuh Wibawa yang terpancar di tubuhnya saat ini.
".. Aku sudah banyak menyaksikan beragam sifat manusia dan paling sering adalah mereka yang penuh kebencian, keserakahan, serta rasa haus darah. Xiao Shuxiang merupakan makhluk dengan hati yang penuh ketiga hal ini, bahkan lebih buruk lagi."
!!
Lan Guan Zhi sebenarnya ingin membantah, dia tidak percaya teman baiknya adalah orang yang seperti itu. Namun Dao Xiao Sheng terlihat tidak bercanda.
"Perasaan dan prediksiku tidak pernah salah, Tuan Muda Lan. Orang yang kau anggap sebagai teman baik itu, merupakan makhluk paling buruk yang pernah ada."
__ADS_1
Chi Yue An menatap anak kecil di sampingnya, dia terlihat mengerutkan kening. "Kau sejak tadi hanya mengatakan Xiao Shuxiang itu orang yang buruk, memang apa yang sudah dia lakukan? Kuakui dia mempunyai masa lalu yang kelam, tetapi pemuda tampan itu sangat menghargai teman-temannya. Dia bahkan dengan berani jujur pada ibunya sendiri,"
Chi Yue An masih ingat jelas bagaimana Xiao Shuxiang mengaku pada Xiao WeiWei saat perang melawan Wyvern dahulu.
Itu merupakan pengakuan terbesar sekaligus paling berat yang pernah ada, karena kemungkinan Xiao WeiWei dapat membunuh Xiao Shuxiang saat itu juga.
Shouxing tidak mengatakan apa pun, apalagi membantah ucapan Chi Yue An. Hanya saja, dia tahu maksud dari ucapan Dao Xiao Sheng dan memang--Sang Bintang Penghancur adalah sosok dari kejahatan itu sendiri.
"Yue An, biarkan aku bicara." Dao Xiao Sheng menegur wanita berpakaian merah di sampingnya, dia lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Lan Guan Zhi.
".. Aku bukannya tidak mau membantumu, Nak. Namun kau harus ingat untuk tidak terlalu menaruh kepercayaan besar pada siapa pun, apalagi pada orang seperti Xiao Shuxiang."
Dao Xiao Sheng juga mengatakan bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa diungkap sekarang. Dia hanya mengingatkan Lan Guan Zhi agar selalu berhati-hati.
Selama ini, Dao Xiao Sheng selalu melawan kultivator dari Aliran Hitam, jadi apa yang tersembunyi di dalam benak orang seperti Xiao Shuxiang bisa dia baca dengan jelas.
Sang Bintang Penghancur itu punya rahasia yang terlalu mengerikan untuk dijelaskan pada sosok seperti Lan Guan Zhi. Apalagi, pemuda dengan pita dahi ini sangat mempercayai Xiao Shuxiang.
Jika Dao Xiao Sheng nekat menjelaskannya, maka yang ada justru dirinyalah yang akan diragukan. Jadi jauh lebih baik membiarkan waktu yang memperlihatkan semuanya pada Lan Guan Zhi.
Shouxing juga berpikir demikian, penting bagi pemuda berpita dahi ini untuk tidak terlalu mengetahui banyak hal tentang Xiao Shuxiang. Lagi pula, mereka tidak berkumpul di tempat ini untuk membahas tentang Sang Bintang Penghancur sekaligus Koki Alkemis itu.
"Sebaiknya segera kita lakukan. Tuan Muda Lan, kau bersiaplah."
"Baik," Lan Guan Zhi menjawab Shouxing sambil memberi hormat, dia pun mulai mengatur posisinya menjadi duduk bersila.
Shouxing lalu mengarahkan pandangannya pada Dao Xiao Sheng, "Kau yang pertama."
"Hmph, tentu saja. Aku memang lebih pantas untuk didahulukan." Dao Xiao Sheng berjalan dan berdiri tepat di hadapan Lan Guan Zhi. Ucapan dan cara berjalannya masih saja penuh aura keangkuhan.
"Tuan Muda Lan, perlu kau ketahui. Aku dan kedua roh di sampingku ini hanya membawa separuh dari kekuatan kami yang sebenarnya. Separuhnya lagi masih tersimpan pada senjata yang dibawa Xiao Shuxiang. Namun tentunya, kau tidak bisa menguasai kekuatan kami dengan mudah."
"Aku mengerti,"
Dao Xiao Sheng mengangguk dan kemudian tersenyum tipis. Dia lalu menutup matanya dan mulai mengucapkan kata yang tidak dimengerti oleh Lan Guan Zhi.
"Aku terbentuk dari tulang di dasar bumi yang telah ada ribuan tahun lalu.
Takdir mempertemukanku dengan dia yang perkasa.
Penempaan dengan jiwa naga dan jeritan pilu dari mereka yang merupakan bahan penciptaanku akan menjadi pondasi awal dari tubuh barumu."
!!
Pandangan Lan Guan Zhi tiba-tiba menjadi gelap. Dia tidak tahu apa yang terjadi, namun Shouxing memintanya untuk tidak perlu khawatir. Dirinya cukup merasa tenang sebab masih mendengar suara roh dari Pedang Bintang Malam itu.
Tubuh Dao Xiao Sheng sepenuhnya telah menjadi asap dan sekarang itu nampak menyelimuti Lan Guan Zhi.
Pemuda dengan pita dahi tersebut mulai merasakan kehangatan yang semakin lama kian terasa panas, dia pun kembali menutup matanya.
Chi Yue An melangkah maju ke depan. Dia berdiri di titik yang mana di tempati oleh Dao Xiao Sheng sebelumnya. Dia membelai pelan rambut panjangnya sambil menatap ke arah Lan Guan Zhi.
__ADS_1
"Kau harus menahannya, Tuan Muda Lan. Panas yang kau rasakan ini adalah karena roh dari Xiao Sheng mulai membentuk ulang tubuhmu.." Chi Yue An mengeluarkan senyuman paling menggoda miliknya.
Dia menjelaskan bahwa tubuh baru dari Lan Guan Zhi akan semakin kuat dan kali ini sulit untuk dilukai. Dirinya sendiri akan menjadi pelindung sekaligus roh yang akan membuat tubuh Lan Guan Zhi menjadi abadi.
".. Panas dari dendam akan mencairkan hati yang beku. Aku akan menjadi aliran darah dalam tubuhmu dan akan tetap bersamamu, Tuan Muda Lan~"
Chi Yue An sebenarnya sedikit menyesal karena tidak punya banyak waktu berbicara dengan pemuda tampan ini, tetapi karena dia akan menjadi bagian dari tubuh Lan Guan Zhi--dirinya tidak mengeluhkan apa pun lagi.
Tubuhnya perlahan diselimuti asap tipis kemerahan yang kemudian semakin tebal. Asap tersebut bergerak dan lalu menyelimuti tubuh Lan Guan Zhi yang secara bersamaan menyatu dengan asap dari tubuh Dao Xiao Sheng.
Kini, panas yang dirasakan Lan Guan Zhi memudar dan berubah menjadi rasa hangat seperti pelukan seorang ibu.
Untuk sesaat, pemuda berpita dahi itu mencoba mengingat kenangan kecil yang sebenarnya begitu samar dalam benaknya.
Shouxing kemudian maju, dia menggelengkan kepalanya pelan dan memperingatkan Lan Guan Zhi untuk tidak tenggelam ke dalam masa lalu. Kenangan seperti itu jauh lebih membuat hati terasa bebas ketika tidak diingat.
".. Alasan mengapa Xiang'Er terlihat begitu menikmati hidup bahkan tak terasa beban di pundaknya adalah karena dia tidak pernah merasa bersalah atas semua nyawa yang hilang karena dirinya. Dia adalah makhluk yang sulit untuk peduli pada siapa pun. Kau sangat beruntung jika dia mau membahayakan nyawanya karena menyelamatkanmu."
Shouxing juga mengatakan bahwa Lan Guan Zhi harus selalu mengawasi Xiao Shuxiang. Sang Bintang Penghancur itu butuh seseorang yang harus selalu mengingatkannya tentang hubungan yang dia miliki saat ini.
".. Sulit bagi air yang keruh untuk kembali jernih. Keadaan yang sama, berlaku pada Xiang'Er. Aku juga akan mengatakan bahwa ada saat di mana hubunganmu dengannya akan diuji, dan jika itu terjadi--kuharap kau tidak akan pernah meninggalkannya."
"Aku berjanji,"
"Kau tidak perlu berjanji, Tuan Muda Lan. Ingat saja pesanku ini. Xiao Shuxiang dapat langsung masuk ke dalam kelamnya kegelapan saat sesuatu yang dianggapnya sebagai pelita berhenti untuk meneranginya. Jika itu sampai terjadi, tragedi yang sama dengan saat Benua Timur nyaris musnah akan terjadi kembali."
Shouxing serius dengan ucapannya barusan. Dia mulai berkonsentrasi dan mengucapkan kata-kata yang asing di telinga Lan Guan Zhi. Gaya bicaranya sekarang terkesan mirip dengan Dao Xiao Sheng tadi.
Asap tipis kehitaman berkumpul di bawah kaki Shouxing dan dengan cepat menyelimuti tubuhnya. Dia terlihat menyatu dengan asap itu dan mulai bergerak ke arah Lan Guan Zhi.
!!
Proses dari pembentukan tubuh yang baru untuk Lan Guan Zhi memakan waktu yang lama. Rasa sakit dan panas tidak terhingga harus selalu ditahan setiap saat walau ada beberapa waktu di mana sakitnya sedikit berkurang.
Sebenarnya, Pusaka Langit adalah senjata yang digunakan untuk melindungi manusia dari sesuatu yang bisa membawa kehancuran.
Namun, terkadang seseorang yang beruntung mendapat salah satu pusaka itu menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri. Tak jarang, mereka saling membunuh demi supaya bisa mendapat pusaka tersebut.
Shouxing, Dao Xiao Sheng, dan Chi Yue An juga sebenarnya adalah roh suci. Hati dan hasrat manusia yang pernah terikat dengan merekalah yang membuat ketiganya dapat menjadi roh kejam dan haus darah.
!!
Lan Guan Zhi bisa merasakan darahnya berdesir dan seperti memanas. Dia berusaha menahan diri untuk tidak berteriak kesakitan. Sungguh, teknik dari pembentukan tubuh ini amat sangat menyiksa.
Tidak ada suara apa pun yang dapat dia dengar, tidak ada apa pun yang dapat dirinya lihat, hanya perasaan tidak karuan serta rasa ingin muntah yang seolah membayangi dirinya.
Lan Guan Zhi sebenarnya sulit untuk mengimbangi ketiga roh pusaka langit walaupun mereka hanyalah separuh dari kekuatannya yang asli. Jika sakit yang dirasakan Lan Guan Zhi terus berlanjut, maka ini jelas sangat berbahaya.
!!
Pendengaran pemuda berpita dahi tersebut mulai kembali. Hal pertama yang dia dengar adalah suara dari debaran jantungnya yang amat sangat cepat. Dirinya bahkan sulit percaya bahwa suara tersebut berasal dari dalam dadanya.
__ADS_1
Sedetik berikutnya, Lan Guan Zhi memuntahkan darah hitam kemerahan. Dia perlahan membuka mata dan samar-samar melihat sosok berpakaian serba putih yang berdiri tepat di depannya.
***