
Cukup lama murid-murid Sekte Kupu-Kupu bisa keluar dari Teknik Penguatan Mental. Yang pertama kali membuka mata adalah Yang Shu, dia merasa lebih baik sekarang.
Yang Shu kemudian melihat murid-muridnya. Wajah Jing Mi dan Hou Yong begitu buruk sekali. Bukan hanya mereka berdua, tetapi juga Yi Wen, Hai Feng, Ro Wei, Zhi Shu, Bao Yu dan Feng Ying.
Ke-delapan anak ini mengeluarkan keringat dingin, bahkan pakaian mereka basah oleh keringat. Satu-satunya yang terlihat biasa saja dan raut wajahnya tidak berubah adalah Xiao Shuxiang.
Sama seperti saudara seperguruannya, Xiao Shuxiang juga melihat sesuatu yang sangat mengerikan. Dia melihat seluruh warga Desa Tani termasuk orang tua, kakek, dan saudara seperguruannya terbaring kaku dengan tubuh yang mengenaskan.
Xiao Shuxiang juga bisa melihat mayat-mayat temannya perlahan bangun dengan tubuh dan wajah mengerikan. Mereka mengeluarkan kata-kata kutukan dan berniat membunuhnya.
Hanya saja, Xiao Shuxiang bukannya menyesal dan merasa ketakutan seperti Jing Mi, tetapi dia malah menyerang teman-temannya yang menjadi mayat dengan mengandalkan kedua tangannya sendiri.
Murid Sekte Pedang Langit yang memegang tangan Xiao Shuxiang seketika membuka mata perlahan. Dia ingin melihat anak yang sama sekali tidak terpengaruh dengan gambaran mengerikan buatannya.
"Anak ini... dia punya mental lebih kuat..."
Murid Sekte Pedang Langit sebenarnya sedikit tersentak saat melihat bahwa anak di depannya ternyata memiliki usia yang begitu muda.
"Tidak banyak anak yang seberani ini sebelumnya, apalagi dengan wajah yang begitu tenang meski melihat kematian orang-orang terkasihnya. Dia... Memiliki potensi menjadi seseorang yang hebat,"
Andai murid Sekte Pedang Langit tahu, bahwa Xiao Shuxiang sama sekali tidak merasakan apa pun terhadap semua penglihatan yang dilihatnya tadi.
Xiao Shuxiang pernah melihat kejadian yang jauh lebih mengerikan, bahkan dia sendirilah yang menjadi pemeran utama dari kejadian tersebut.
Xiao Shuxiang perlahan membuka mata, dia lalu menghembuskan napas pelan dan merutuk di dalam hati. "Andai yang kulihat tadi nyata. Pasti sangat menyenangkan... haah, sayang sekali..."
Tidak berselang lama, Jing Mi, Feng Ying dan Zhi Shu mulai membuka mata mereka, disusul oleh teman-temannya yang lain.
Perasaan mereka kini lebih baik setelah sempat gemetar ketakutan. Syukurlah mereka semua bisa bertahan dari Teknik Penguatan Mental.
Sebenarnya, murid-murid Sekte Kupu-Kupu membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa lolos dari Teknik Penguatan Mental dibandingkan dengan murid sekte lainnya.
Ini wajar sebab mereka memang tidak pernah melihat atau berada di dalam situasi yang membahayakan.
Murid Sekte Pedang Langit kemudian memberi waktu bagi Yang Shu dan murid-muridnya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Pembersihan Iblis Hati.
Pada tahapan ini, baik Yang Shu maupun murid-muridnya tidak akan dibantu sama sekali oleh murid-murid Sekte Pedang Langit. Mereka harus bisa mengatasi sendiri iblis di dalam hati mereka.
__ADS_1
Umumnya, kultivator Aliran Hitam tidak melakukan pembersihan iblis hati, tetapi lebih memilih berteman dengan iblis di dalam hati mereka.
Alasannya, berteman dengan iblis hati akan membuat mereka semakin kuat. Mereka tidak menyadari bahwa ada risiko yang harus mereka tanggung jika iblis hati terus ada dan membesar.
Salah satu murid Sekte Pedang Langit mulai menjelaskan mengenai Pembersihan Iblis Hati kepada Yang Shu dan murid-muridnya.
Dia berkata, "Pembersihan Iblis Hati tidak hanya dilakukan sekali. Ini di karenakan iblis hati meliputi perasaan dan hasrat terkuat di dalam diri manusia. Jika hasrat terkuat di dalam diri kalian adalah 'Keserakahan', maka iblis hati kalian adalah 'Keserakahan'..."
Murid Sekte Pedang Langit kembali berkata, "Wujud dari iblis hati merupakan cerminan dari pemilik tubuh itu sendiri. Hanya saja, dia memiliki sifat terburuk manusia. Aku memberi sedikit peringatan agar kalian tidak boleh termakan dengan bujuk rayu serta ucapan Sang Iblis Hati. Kalian masih memiliki pengontrolan terhadap diri kalian. Jika tidak sanggup, kalian harus berhenti."
Yang Shu mengangguk, dia sebenarnya sudah beberapa kali melakukan Pembersihan Iblis Hati. Tentu, saat dirinya baru memasuki dunia Para Kultivator.
Jing Mi, Hou Yong, dan saudara-saudara seperguruan mereka juga ikut mengangguk. Mereka sudah melalui Teknik Penguatan Mental, jadi melakukan tahap selanjutnya bukanlah masalah besar.
Sayangnya, tahap Pembersihan Iblis Hati sangat jauh berbeda daripada Teknik Penguatan Mental.
Ke-duabelas murid Sekte Pedang Langit yang duduk bersila, mulai satu persatu berdiri dan mengambil tempat duduk di pinggir, meninggalkan Yang Shu dan murid-muridnya.
Salah satu murid Sekte Pedang Langit mengajak Feng Ying untuk ikut duduk di pinggir dan menyaksikan Tahap Pembersihan Iblis Hati yang sebentar lagi akan dimulai.
Pembersihan Iblis Hati hanya boleh dilakukan oleh anak yang berusia tujuh tahun ke atas. Karena itulah, Feng Ying masih belum boleh melakukan tahapan ini.
Jing Mi dan Hou Yong mulai menutup mata, diikuti oleh saudara-saudara seperguruan mereka yang lain. Hanya dengan lima tarikan napas, Jing Mi dan yang lainnya mulai berada di alam bawah sadar mereka.
Ruangan 'Dinding Batu Putih', salah satu tempat di Sekte Pedang Langit yang mampu membuat seseorang dapat berkonsentrasi penuh, tempat yang sangat cocok untuk melakukan Pembersihan Iblis Hati.
Awalnya, alam bawah sadar Yang Shu dan murid-muridnya terlihat sama. Yaitu mereka berdiri sendirian di tempat yang memiliki nuansa putih susu.
Mereka tidak melihat langit, tanah, tumbuhan, atau pun orang lain. Yang ada hanya diri mereka sendiri.
Secara perlahan, tepat di bawah kaki mereka masing-masing... mulai nampak seberkas cahaya hitam yang dengan cepat mulai menyebar dan menutupi sekeliling mereka. Detik berikutnya, mereka sudah bisa melihat berbagai pemandangan yang berbeda-beda.
Jing Mi terlihat berdiri dengan di kelilingi oleh warga Desa Tani, guru, paman, bibi, serta saudara-saudara seperguruannya. Suasana hangat dan dipenuhi oleh kasih sayang menyelimuti perasaannya.
Hanya saja, tidak berlangsung lama sampai semua orang di sekelilingnya mulai satu persatu berbalik dan meninggalkannya sendirian.
Tiba-tiba saja, perasaan yang tidak mengenakkan mulai dirasakan Jing Mi. Dirinya selalu menolak perasaan ini. Jauh di dalam hatinya, dia tidak ingin sendirian.
__ADS_1
Jing Mi menekan dadanya, dia bahkan tidak sadar sudah berlutut di tanah. Dia bisa mendengar suara langkah kaki yang perlahan mendekat.
Bersamaan dengan itu, suara seseorang yang tidak asing baginya mulai terdengar. Jing Mi mulai merasakan ada orang lain yang berdiri di belakangnya. Saat dirinya menoleh, dia bisa melihat dirinya sendiri.
!
"Dia... apakah Iblis Hatiku..?" Jing Mi tersentak saat melihat orang yang begitu mirip dengannya ini ternyata memiliki mata berwarna hitam dengan pupil berwarna merah darah.
Bukan hanya Jing Mi yang bertemu dengan iblis hatinya, tetapi juga Yang Shu, Hou Yong, Yi Wen dan saudara-saudara seperguruan mereka, termasuk Xiao Shuxiang.
Sama seperti Jing Mi, Xiao Shuxiang juga awalnya berada di tempat yang di kelilingi oleh warna putih.
Cahaya hitam mulai terbentuk di bawah kakinya, menyebar dan berubah menjadi tanah gersang tanpa satu pun pepohonan.
Di atas tanah gersang ini, Xiao Shuxiang bisa melihat beberapa tumpukan abu seperti bekas pembakaran, beberapa di antaranya adalah tumpukan debu.
Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ini aneh, kupikir aku akan melihat tumpukan mayat atau gambaran dari perang terakhirku. Tapi..."
"Lama tidak bertemu, Xiang'Er."
!!
Xiao Shuxiang tersentak kaget saat mendengar suara seseorang yang begitu sangat dikenalnya. Terdengar seperti suara pria dewasa, benar..! Suara pria dewasa.
Xiao Shuxiang menurunkan tangannya dan perlahan membalikkan badan. Terlihat kepulan asap tipis yang mulai berkumpul dan memadat, membentuk sebuah wujud manusia.
Mata Xiao Shuxiang membulat saat mulai terlihat jelas wujud dari kepulan asap tersebut.
!!
***
-
-
-
__ADS_1
Catatan Penulis :
Terima kasih karena kamu membantu Dasha dengan mempromosikan karya ini. 'Kami' jadi bisa fokus menulis. Arigatou dan tetap dukung karya ini, ( ´ ▽ ` )ノ