XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
75 - Sang Iblis Hati (1) [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rasa terkejutnya saat kepulan asap ini membentuk wujuh pria yang terlihat berusia 39 tahun.


Pakaian pria ini berwarna giok hitam dan terlihat berwibawa, memiliki rambut panjang sehitam malam dan mata berwarna abu-abu kehitaman.


Wajah yang begitu rupaman dengan tatapan mata sedingin es. Dia sedikit tersenyum sambil menatap ke arah Xiao Shuxiang.


"KAU ADALAH..?!"


Xiao Shuxiang berteriak sambil menunjuk pria dewasa di depannya, dia masih tidak dapat menahan rasa keterkejutannya.


"Hmph, Xiang'Er... Kau terlihat lemah sekali... kasihan,"


"KAU... SHOUXING?!"


Xiao Shuxiang seakan tidak mendengarkan ucapan dari pria dewasa di depannya, dia terlalu terkejut karena Iblis Hatinya ternyata bukanlah cerminan dari dirinya.


"Ba-Bagaimana Bisa Kau Yang Menjadi Iblis Hatiku, Shouxing?!" Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan dadanya, dia benar-benar hampir jantungan sekarang.


Shouxing tidak lain adalah roh dari pedang Pusaka Langit milik Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya. Tentu saja, dia begitu terkejut karena melihat iblis hatinya ini.


Xiao Shuxiang duduk di tanah sambil mengusap wajah dan memijat keningnya. Tidak henti-hentinya dia dikejutkan dengan takdir.


Shouxing perlahan berjalan mendekati Xiao Shuxiang. Hanya dengan pandangan matanya, tanah yang diduduki oleh Xiao Shuxiang terangkat dan membentuk seperti sebuah dipan.


Xiao Shuxiang sendiri sama sekali tidak terkejut dengan tanah yang tiba-tiba bergerak dan terangkat. Semua rasa terkejutnya sudah terkuras habis saat mengetahui bahwa Shouxing adalah iblis hatinya.


Shouxing duduk di samping Xiao Shuxiang, dia hanya diam sambil melihat tanah gersang di depan mereka.


Xiao Shuxiang, "Aku tidak percaya ini..."


"Kau tidak suka bertemu denganku?"


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Tapi aku tidak suka karena kau melihatku dalam keadaan lemah begini,"


"Tapi aku suka, kau terlihat cantik."


Xiao Shuxiang memijat-mijat keningnya, dia merasa seperti mempermalukan diri sendiri saat ini.


"Shouxing, aku ini laki-laki...! Jangan ucapkan kata menyebalkan itu,"


"Kau... membencinya?"


"Tentu saja...! Kau pikir, 'kebanggaan'-ku ini hanya pajangan, hah?! Semua perempuan tidak akan pernah memilikinya meskipun bertapa selama seribu tahun..!!"


Shouxing menatap Xiao Shuxiang yang duduk di sampingnya. Tatapan matanya mengarah pada bagian bawah perut Xiao Shuxiang.


"Sekarang... 'dia' pasti sangat kecil..."


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Shouxing. Dengan pipi bergelembung, dia mengangguk kecewa. "Kau benar, 'kebanggaanku' sekarang telah menyusut jadi kurcaci. Menyebalkan..!"


Xiao Shuxiang, "Tidak hanya ukuran 'kebanggaan' dan tubuhku yang berubah, tetapi praktikku juga berada di tingkat terendah. Dan sekarang, aku malah memiliki Dantian Berakar terkutuk ini...!"


"Aku tahu semuanya... semua yang telah kau lalui sampai sekarang,"


Shouxing mengusap pelan kepala Xiao Shuxiang, "Sejak pertemuan pertama kita. Inilah pertama kalinya aku melihat wajah dan tubuhmu yang masih anak-anak."


Xiao Shuxiang tidak merasa keberatan saat Shouxing mengusap kepalanya. Dia kemudian memandangi tanah gersang dan tumpukan debu dan abu di depan mereka.


Dia berkata, "Aku masih bertanya-tanya, bagaimana bisa kau menjadi iblis hatiku?"


Shouxing menghentikan usapannya, dia juga ikut memandangi tanah gersang di depannya.


Tatapan matanya begitu dingin, namun dibandingkan dengan Lan Guan Zhi, Shouxing jelas lebih banyak bersuara. Meskipun, suara Shouxing sama dinginnya dengan tatapan miliknya.

__ADS_1


"Penyesalan..."


"Hm?! 'Penyesalan'? 'Penyesalanku'?" Xiao Shuxiang menatap bingung ke arah Shouxing, dia merasa heran dengan ucapan roh pedangnya ini.


"Jauh di dalam hatimu... kau memiliki penyesalan, Xiang'Er."


Shouxing ikut menatap Xiao Shuxiang, pandangan dinginnya seakan tidak berpengaruh sama sekali dengan anak laki-laki di sampingnya ini.


"Hah, ha ha ha ha...! Aku menyesal? hmph hahahahaha..! Shouxing, dengarkan aku. Xiao Shuxiang tidak pernah menyesal melakukan pembunuhan, tidak sekali pun! Kau jangan bercanda,"


Xiao Shuxiang menggeleng sambil menenangkan dirinya untuk tidak tertawa keras. Kapan terakhir kali dia menyesal? Tidak ada dalam setiap pembunuhan yang dilakukan Xiao Shuxiang, membuatnya merasa menyesal.


"Bukan pembunuhan, Xiang'Er. Kau menyesal karena 'itu'..."


!!


Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya, mengikuti pandangan Shouxing. Di tanah gersang di depan mereka, mulai terlihat kepulan asap tipis dan membentuk sebuah benda.


Xiao Shuxiang mulai berwajah serius, dia kemudian tersentak saat melihat bahwa kepulan asap tersebut ternyata membentuk sebuah pedang berwarna sehitam malam.


"Itu kan..."


"Salah satu dari tiga Pusaka Langit. Karena penyesalanmu tentang senjata itu, membuatku ada di sini."


Xiao Shuxiang tersenyum tipis dan terlihat sedih. Dia jadi mengingat saat perang terakhirnya. Sebelum dia menggunakan 'Jurus Kebangkitan Kembali', Pedang Bintang Malamnya hancur dan berubah menjadi debu.


"Yaah, aku memang menyesali hal itu. Aku jadi kehilangan dirimu,"


Xiao Shuxiang menatap Shouxing, "Apa kau tahu bagaimana caranya agar aku bisa memiliki pedang bintangku lagi? Atau paling tidak, aku bisa membuatmu kembali menjadi roh pedangku."


"Aku tidak tahu caranya. Mungkin jika pedang itu hanya patah atau hancur berkeping-keping masih bisa diperbaiki. Tetapi, pedang itu malah menjadi debu dan yang tersisa hanya pegangannya saja. Dan kurasa, itu juga sudah hancur karena terkena jurusmu..."


Xiao Shuxiang memegang tangan Shouxing yang begitu besar dan terasa dingin. "Aku menyesal karena sudah menghancurkanmu, apa tidak ada cara lain agar kita bisa bertarung bersama lagi? Xiao Shuxiang tidak akan bisa menjadi 'Sang Bintang Penghancur' tanpa 'Bintang-nya'..!"


"Tapi aku tak menyesali apa pun dan aku tidak ingin melihatmu menyesal, apalagi itu karena diriku..."


"Banyak yang memperebutkan pedang itu karena kekuatannya. Selama ini, setiap kultivator yang mengayungkannya selalu mengisi pedang tersebut dengan dendam dan hasrat membunuh serta keinginan menjadi yang terkuat..."


"... Pedang Bintang Malam merupakan pusaka langit yang berada di wilayah Aliran Hitam. Kebanyakan pemilik terdahulu pedang ini adalah Kultivator Aliran Hitam..."


"... Siapa pun yang menyentuh dan mengayungkannya, aku akan berubah sesuai hati orang tersebut. Tidak banyak kultivator berhati bersih sanggup mengayungkan pedang yang sudah diselimuti oleh dendam tanpa terpengaruh olehnya.."


Shouxing berkata, "Aku masih mengingat salah satu kultivator Aliran Putih yang pernah memakai Pedang Bintang Malam dengan mengeluarkan seluruh kekuatan terpendamnya. Orang tersebut mengisi pedang Pusaka Langit itu dengan 'Harapan'. Saat itu, aku berubah seperti sifatnya. Tapi, hanya satu orang yang tidak merubahku menjadi siapa pun. Itu adalah kau... Xiang'Er."


"Apa itu buruk?"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya, dia seakan ingin mendengar penjelasan dari Shouxing. Ini pertama kalinya, dia bisa mendengar Shouxing berbicara sepanjang ini.


"Kau tidak pernah mengisi pedangmu dengan 'dendam', kau juga tidak mengisinya dengan 'harapan'. Tetapi kau bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya, bahkan jauh lebih besar lagi..."


"Senjata yang memiliki roh mampu mengendalikan siapa pun yang memegangnya. Jika senjata itu terus diisi dengan dendam, maka roh pada pedang tersebut akan menjadi pendendam dan haus darah,"


"Aku akan mengendalikan pikiran pemakainya, termasuk jika yang memegangnya adalah orang berhati bersih. Ini karena sulit untuk menghilangkan dendam pada sebuah senjata yang terus menerus diisi dengan kejahatan. Tetapi kau membuatku menjadi diriku yang sebenarnya. Aku bahkan tidak bisa mempengaruhimu, kau... aneh, Xiang'Er."


"Kau harusnya mengatakan, 'Kau istimewa, Tuanku.' Bukannya malah mengataiku 'aneh'.."


Xiao Shuxiang protes karena merasa tidak dianggap sebagai tuan lagi oleh Shouxing.


"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai 'Tuan'."


!!


Xiao Shuxiang mengedut-ngedutkan bibir atasnya saat mendengar penyataan Shouxing barusan.


"Kalau begitu jangan panggil aku 'Xiang'Er'..! Kau selalu memanggilku seperti itu sejak tadi, tapi tidak mengakuiku sebagai 'Tuan', Dasar..!"

__ADS_1


"Kau masih tidak suka dipanggil 'begitu'? Bukankah kau harusnya dipanggil 'Xiang'Er' dan bukan 'Xiao'Er'..?"


"Shouxing, kau selalu memperdebat ini bahkan setelah seratus tahun berlalu..! Hanya orang yang Xiao Shuxiang akui----yang boleh memanggilku dengan nama 'itu'. Aku memperkenankanmu menyebutku begitu karena kau adalah roh pedangku, dan berbanggalah..! Karena hanya kau satu-satunya di Benua ini yang memiliki kesempatan untuk menyebutku, 'Xiang'Er'..!"


Xiao Shuxiang menghirup napas banyak-banyak. Pertama kalinya, dia bicara sebanyak ini hanya dengan dua tarikan napas. Dia bahkan tidak sadar sedang berdiri sambil berkacak pinggang sekarang.


"Hah, hah, hah"


"Kau sudah puas, mengomelnya?"


"Tsk, jadi sekarang bagaimana? Kau sekarang adalah iblis hatiku, dan harusnya sekarang aku melakukan pembersihan iblis hati.." Xiao Shuxiang mulai kembali duduk di samping Shouxing.


"Sepertinya, kau sangat ingin aku pergi.."


"Tentu saja tidak, aku sangat merindukanmu. Bagaimana jika, aku berteman denganmu saja. Jadi kita akan tetap bersama..!"


Xiao Shuxiang memeluk Shouxing, dia memantapkan hatinya untuk tidak melakukan pembersihan iblis hati. Hanya saja, Shouxing menolak.


"Aku tidak ingin kau berakhir seperti dulu lagi. Jujur saja … aku sebenarnya lebih suka kau memiliki Dantian Berakar dan menjadi lemah seperti ini …"


!!


Xiao Shuxiang melepaskan pelukannya sambil memperlihatkan wajah cemberutnya kepada Shouxing. "Kau tega sekali … Aku tidak mau menjadi lemah, Shouxing..! Sekarang sudah seratus tahun berlalu, dan semua usahaku sia-sia untuk menghancurkan Benua ini. Apalagi dengan keadaanku sekarang … Haaah, ini sangat menyebalkan, asal kau tahu itu..!"


Xiao Shuxiang, "Aku hampir saja tewas terinjak seekor Demonic Beast dan hampir juga tewas di tangan salah satu Perampok Bersaudara. Jika bukan karena kecerdikanku, Xiao Shuxiang ini pasti sudah lama bertemu dengan tetua Guan Wei dan senior Li Fu Chen.


Dia kembali berkata, "Awalnya aku memiliki Dantian Cacat, kemudian Dantian Berakar dan sekarang..! Aku harus terjebak di tempat yang memiliki lima ribu aturan..! Kau tidak tahu saja bagaimana rasanya menjadi Xiao Shuxiang!!"


"Bukankah itu salahmu, karena menggunakan jurus yang tidak sempurna?"


Hik!!


Xiao Shuxiang seperti merasakan kepala dan jantungnya di hujami anak panah kebenaran saat mendengar ucapan dari Shouxing.


Dan bukannya peka terhadap anak laki-laki di sampingnya ini.. Shouxing malah melanjutkan ucapan menusuknya.


"Siapa suruh kau menciptakan jurus sambil bermalas-malasan, kau bahkan selalu membakar banyak kitab pusaka tanpa pernah membacanya dengan benar."


Hik!


"Andaikan kau membaca sampai habis kitab tentang Dantian Berakar, mungkin kau tidak semenderita sekarang.."


"Kau, dengan segala kemalasanmu itulah yang membuatmu jadi seperti ini.."


Hik!


"Su-sudahlah, Shouxing. Sudah cukup. Kau semakin menaburkan garam di atas luka-lukaku..."


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, sungguh..! Tidak ada yang bisa dia bantah dari ucapan pria dewasa di sampingnya ini.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Kalian Pasti Tahu Dengan Kebijakan NT Yang Baru^^ Kebijakan Yang Berlaku Sejak Tanggal 15 Kemarin..^^


Banyak Author Yang Sebenarnya Kecewa Dengan Kebijakan Ini, Bahkan Sampai Menurunkan Semangat Menulis Mereka.^^


Semoga Saja Kebijakan Ini Hanya Bersifat Sementara. Dan Teman-Teman Semua, Terus Beri Semangat 'Author' Kesukaan Kalian, Yah! Jangan Biarkan Mereka Patah Semangat..!!

__ADS_1


ヾ(@^▽^@)ノヾ(@^▽^@)ノ


Kalian Juga, Tetaplah Jaga Kesehatan Dan Kebersihan Kawan..! Jumpa Lagi Di Chapter Berikutnya!ヽ(´▽`)/


__ADS_2