XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
242 - Tradisi Kuno Klan 'Ling'


__ADS_3

Meski sedikit, namun hasil perbaikan di berbagai tempat yang ada di Tiga Kekaisaran mulai terlihat.


Sungguh sesuatu yang langka, dimana kultivator ketiga aliran saling bekerjasama dengan para Demonic Beast serta masyarakat biasa di Benua Timur.


".. Apa mungkin ini Era Kedamaian?"


Tianqi Mao dan orang-orang di Pulau Pengungsian telah kembali ke Benua Timur empat hari yang lalu. Mereka juga ikut membantu membersihkan hasil dari kekacauan akibat Wyvern dan Scarlet Bayangan.


Tianqi Mao terlihat memakai pakaian berwarna hijau giok dengan corak daun tiga warna, dia sosok anak kecil berusia 9 Tahun yang cantik. Sebuah penyemangat rahasia bagi manusia yang melihatnya.


"Entahlah.. Tapi semoga saja. Selama ini, kultivator Aliran Hitam dan Putih selalu bermusuhan, tidak tahu apa sebabnya. Sementara para Demonic Beast memusuhi manusia karena mereka diganggu duluan, padahal Demonic Beast juga ingin hidup tenang di tempat ini.."


Tianqi Mao tidak sendiri, dia bersama dengan Shuai Niao. Sosok yang dijuluki Penggoda Terbaik di Tiga Kekaisaran. Wanita jadi-jadian ini adalah ahlinya dalam menaklukkan hati wanita dan pria di atas tempat tidur.


Shuai Niao merupakan primadona yang selalu diincar oleh para pelanggannya saat datang ke Bordil terbesar di Kekaisaran Matahari Tengah. Dia pernah di tantang membuat seorang GrandElder dari salah satu Aliran Hitam jatuh hati hanya dalam lima detik dan itu benar-benar terjadi.


GrandElder tersebut bahkan rela memberikan seluruh hartanya termasuk upah para muridnya hanya demi bisa tidur sehari bersama Shuai Niao.


Meski terkenal sebagai primadona, nyatanya tidak sembarangan yang bisa tidur bersama Shuai Niao. Dapat melihatnya berjalan-jalan di luar sudah termasuk salah satu keajaiban dunia.


?!


"Dia melihat kemari?!"


Tiga orang murid dari sekte yang berbeda langsung mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain, mereka kesulitan menelan ludah dan begitu gugup saat tahu bahwa Shuai Niao barusan menoleh dan menatap mereka.


"Aah~ Jantungku seperti akan keluar,"


"Aku malah merinding, dia benar-benar cantik.."


"Kalau disejajarkan dengan Nona Ling dan Alkemis Zhou.. Mereka bertiga adalah yang tercantik di Benua ini.."


Ketiga kultivator dari sekte yang berbeda tersebut tidak ada yang pernah melihat wajah asli dari Zhou Yan karena beliau selalu memakai cadar tebal. Namun dari tatapan matanya, ketiga kultivator muda ini yakin Zhou Yan merupakan Alkemis wanita.


Perlu diketahui, hanya sedikit kultivator yang pernah mendengar Zhou Yan bicara, ketiga kultivator ini jelas termasuk ke dalam golongan manusia yang belum pernah mendengar suara dari Zhou Yan.


"Shuai Niao, ini hanya perasaanku saja atau memang mereka sedang memperhatikanmu..?"


Tianqi Mao memainkan kipas yang berwarna senada dengan pakaiannya. Dia akhirnya mulai mengatakan apa yang dirasakannya selama bersama dengan Shuai Niao.


Tianqi Mao tahu rasanya digemari banyak orang, tetapi tidak pernah dia mendapati tatapan mata manusia yang seperti ingin menerkam layaknya hewan di masa kawin.


Shuai Niao menjawab bahwa itu adalah hal yang biasa, inilah sebabnya dia memakai pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuhnya serta membawa enam orang pengawal sebagai pelindung.


"Harusnya kau menutupi wajahmu,"


"Mereka malah akan lepas kendali jika aku melakukan itu, ayo cari tempat yang lain.."


Tianqi Mao mengikuti Shuai Niao untuk berjalan-jalan lagi. Keduanya akrab dengan cepat karena sama-sama dari jenis Demonic Beast. Berjalan bersama seperti ini membuat mereka terlihat bak kakak dan adik.


Ada hal menarik selama proses perbaikan berlangsung, murid-murid Sekte Pedang Langit kompak menutupi mata mereka dengan kain berwarna putih supaya tidak melihat wajah Shuai Niao.


Bukan hanya mereka, tetapi GrandElder dan kelima Patriarch Sekte Pedang Langit juga melakukan hal yang sama.


Wajah Shuai Niao, selain dapat menimbulkan penyakit jantung berdetak tidak stabil, gula darah naik, bagian 'bawah' sesak, juga akan menimbulkan penyakit iri hati.


Untuk menghindari hal memalukan tersebut dan tetap menjaga kehormatan mereka.. Para kultivator Sekte Pedang Langit sepakat melakukan ini. Yaah.. Kemungkinan hanya satu orang yang tidak melakukannya, itu adalah Lan Guan Zhi.


Selama seminggu penuh ini, sudah ada dua puluh orang perempuan cantik termasuk Zhi Shu yang mencoba akrab dengannya, namun mereka sama sekali tidak diperhatikan.


Lan Guan Zhi terlalu dingin untuk diajak bicara, ada semacam dinding transparan yang menghalangi mereka dekat dengan pemuda mempesona tersebut. Padahal saat bersama Xiao Shuxiang dan Lan Xiao.. Dinding itu malah tidak ada.


Tetapi tentu mereka tidak menyerah begitu saja. Sifat dingin Lan Guan Zhi malah semakin membuat para gadis-gadis cantik itu tertantang untuk menaklukkannya. Bisa membuat adik dari Patriarch Lan bicara lebih dari satu kata adalah pencapaian yang tidak ternilai.


".. Aku akan mencobanya lagi, kali ini pasti berhasil,"


"Berjuanglah, Saudaraku. Kami mendukungmu,"

__ADS_1


Seorang gadis berusia sekitar 19 Tahun dengan pakaian berwarna merah muda dari Sekte Tanah Merah, Kekaisaran Matahari Tenggelam nampak merapikan rambut dan pakaiannya yang sedikit terbuka di bagian bawah sebelum melangkah menuju tempat Lan Guan Zhi berada.


Pemuda tampan tersebut baru saja keluar dari salah satu tenda seorang diri.


Dia dan tiga rekannya sudah berusaha mendekati Lan Guan Zhi selama empat hari belakangan ini. Mereka bersaing dengan gadis di sekte lain untuk bisa akrab dan bicara banyak hal dengan Lan Guan Zhi.


Setelah menghembuskan napas, gadis cantik berambut panjang sepunggung itu mulai melangkahkan kakinya. Kain pada belahan paha kirinya sedikit tersingkap, memperlihatkan kulitnya yang mulus nan indah.


Sayang langkahnya harus terhenti saat seorang pria berpakaian merah darah dengan rambut hitam juga ikut keluar dari dalam tenda dan berjalan di samping Lan Guan Zhi.


?!


Baik gadis ini maupun ketiga temannya tidak pernah melihat pemuda itu sebelumnya. Mereka lalu perlahan-lahan mendekat dan berusaha mencuri dengar.


...


"Harusnya kau ganti pakaian dulu,"


"Tidak masalah, ini hanya koyakan kecil.."


!!


Gadis dari Sekte Tanah Merah dan ketiga temannya terkejut sampai tidak sadar membuka mulut mereka lebar kala mendengar Lan Guan Zhi bicara lebih dari satu kata, apalagi dirinya seperti begitu perhatian pada teman di sampingnya.


"Tubuhmu.. Apa masih sakit?"


"Hanya sedikit nyeri, tapi jangan khawatir. Regenerasi tubuhku hebat, nyerinya juga sebentar lagi akan menghilang.."


"Mn,"


!!


Kedua kalinya keempat gadis yang bersembunyi diam-diam ini mendengar Lan Guan Zhi bicara lebih dari satu kata.


Mereka kembali terkejut saat kultivator tampan dari Sekte Pedang Langit mengeluarkan pakaian berwarna putih dari Cincin Spasialnya dan memberikan pakaian tersebut kepada pemuda di sampingnya.


Gadis dari Sekte Tanah Merah hampir tidak bisa berkata-kata saat melihat Lan Guan Zhi menarik tangan pria di sampingnya dan mengajaknya ke salah satu pohon.


Di sana, Lan Guan Zhi membantu temannya mengganti pakaian. Hanya lapisan luar bagian atas dan bawah yang diganti dengan seragam berwarna putih, tetapi kejadian ini sudah membuat gadis dari Sekte Tanah Merah dan ketiga temannya hampir di serang kejang otot.


"Lan Zhi, kau ini perhatian sekali. Apa karena aku tidak menggodamu seharian jadi kau yang mengambil tindakan duluan, hm?"


"Berhenti membual,"


Pemuda yang bersama Lan Guan Zhi tidak lain dan tidak bukan adalah Xiao Shuxiang. Dia berniat untuk mencari Ling Lang Tian, namun dirinya lupa berganti pakaian sebelum keluar dari tenda.


Xiao Shuxiang sepertinya berada dalam mode malas mengganti seragamnya yang memiliki koyakan di beberapa bagian akibat saat darahnya memuncrat keluar kala tertidur tadi.


Dirinya tadi hanya membasuh wajah saja, tanpa berniat membersihkan tubuh dari darahnya sendiri. Ketidakpedulian Xiao Shuxiang pada penampilan seperti mulai memasuki gerbang kekhawatiran.


Ini di karenakan, biasanya dia tidak mau dilihat berpenampilan acak-acakan di depan temannya, Lan Guan Zhi. Tetapi sekarang sepertinya telah berbeda.


Bila diibaratkan, hubungan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sedikit mirip dengan hubungan pengantin baru. Awal-awalnya saja Sang Istri menjaga penampilannya di depan suami, lama-kelamaan kebiasaan buruknya mulai tersingkap.


Xiao Shuxiang malah tertawa ketika membayangkan hal tersebut. Dia ternyata memiliki teman-teman yang baik di kehidupan keduanya ini. Rasanya sedikit melegakan, dia mungkin dapat mewujudkan keinginan dari roh pedangnya, Shouxing.


"Kurasa, aku akan mulai menjalani kehidupan keduaku ini dengan lebih baik,"


Xiao Shuxiang perlahan mulai berhenti tertawa. Saat dia mengatakan pada Lan Guan Zhi apa yang barusan dirinya bayangkan mengenai hubungan mereka.. Xiao Shuxiang langsung mendapat tatapan aneh dari temannya.


"Memalukan,"


"Aku hanya mengatakan menurut pandanganku saja. Tidak ada niat terselubung, kecuali jika kau menanggapi ucapanku lain. Itu malah akan menimbulkan kesalapahaman besar.."


Lan Guan Zhi berjalan pergi, dia meminta temannya berhenti bicara. Mendengar Xiao Shuxiang cerewet dan membahas hal yang bukan-bukan membuatnya ingin menampar keras bokong temannya.


Meski diminta berhenti bicara, nyatanya Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Lan Guan Zhi. Sepanjang jalan dia membahas banyak hal yang beberapa diantaranya merupakan hubungan pertemanan mereka yang disalah-artikan oleh banyak orang.

__ADS_1


Gadis dari Sekte Tanah Merah dan ketiga temannya terus mengikuti Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi dari belakang. Kehadiran mereka jelas diketahui oleh kedua pemuda ini, namun baik Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tidak melakukan tindakan apapun.


"Mereka sepertinya penggemarmu, LanLan. Apa kau mau kubantu?"


Lan Guan Zhi tahu maksud dari temannya, Xiao Shuxiang baru saja menawarkan bantuan agar gadis-gadis yang bersembunyi diam-diam di belakang mereka tidak mengikuti keduanya lagi.


Masalahnya, Lan Guan Zhi tidak yakin dengan bantuan Xiao Shuxiang, sebab senyum dan tatapan mata temannya ini seakan mengandung makna tersirat.


"Kau tidak mau menjawab, berarti kuanggap kau setuju,"


!!


Lan Guan Zhi tersentak saat temannya langsung merangkul tangan kirinya sambil bersandar. Sudah dia duga, bantuan yang diberikan Xiao Shuxiang akan membuat nama baiknya ternoda.


"Pegal,"


"Baru saja sebentar, kau jangan lembek begini. Aku biasa melakukannya dengan Saudara Jing dan Feng Ying, jangan khawatir. Xiao Shuxiang ini ahlinya dalam membuat kesalahpahaman,"


Lan Guan Zhi sebenarnya ingin bertanya tentang kenormalan teman yang merangkul lengan kirinya ini, namun tidak jadi. Entah mengapa dia merasa pernah melihat kejadian semacam ini di suatu tempat.


Dirinya langsung teringat, kakaknya Lan Xu Jian juga pernah merangkul lengan GrandElder Sekte Bunga Lotus, tetapi tidak sampai ke tahap bersandar seperti yang dilakukan Xiao Shuxiang.


"Ini tidak baik,"


"Lan Zhi, anggap ini untuk menguji sekotor apa pikiran orang yang melihat kita,"


Xiao Shuxiang menarik Lan Guan Zhi dan memintanya cepat berjalan, mereka harus menemukan Ling Lang Tian.


Gadis dari Sekte Tanah Merah dan ketiga temannya membeku di tempat. Mereka tidak tahu harus berekspresi seperti apa, keempatnya baru saja menyaksikan hubungan terlarang antara dua orang pemuda.


Ucapan Xiao Shuxiang terbukti, keempat gadis ini sudah membayangkan hal yang aneh-aneh tentang dirinya dengan Lan Guan Zhi.


Kultivator yang dicari Xiao Shuxiang rupanya sedang membuat balok-balok kayu dari pohon tumbang dengan memakai pedang tumpulnya.


Ling Lang Tian begitu serius saat bekerja, tangannya hanya sedikit menarik pedang tanpa mengeluarkan senjatanya dari sarung, namun pohon tumbang di depannya langsung terbelah menjadi lima potongan.


Banyak gadis yang berdiri di jarak tujuh meter dari tempatnya berada nampak berdecak kagum dan berteriak tertahan saat melihat aksinya.


!


Ling Lang Tian menoleh kala menyadari ada orang yang mendekat ke arahnya. Dia mendengus saat wajah pertama yang dia lihat adalah Xiao Shuxiang, apalagi pemuda ini dengan tidak tahu malunya malah berpegangan tangan dengan Lan Guan Zhi. Adegan ini membuat ingin muntah saja.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Ling Lang Tian. Melihat ketiga pemuda tampan berkumpul dalam satu tempat entah mengapa membuat para gadis yang berjarak sekitar tujuh meter tersebut merasa tegang sendiri.


Diam selama lebih dari lima menit, akhirnya orang yang pertama bicara adalah Ling Lang Tian. Dia meminta dengan sopan pada Lan Guan Zhi untuk membuang Xiao Shuxiang pergi karena merusak pemandangan.


Xiao Shuxiang berdecak tak percaya, dia mengatakan tidak seharusnya Ling Lang Tian bicara seperti itu dengan calon adik iparnya.


".. Kau tahu jelas apa maksud kedatanganku kemari,"


"Kalau mau bicara, berhenti bertindak memalukan dengan memegang tangan Tuan Muda Lan. Kau ini pria, bersikaplah seperti seorang pria,"


Ling Lang Tian memasukkan pedangnya, dia lalu menatap ke arah tangan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang saling berpegangan. Dia tidak habis pikir orang yang telah membunuh pamannya adalah pria dengan selera aneh seperti ini.


!!


Xiao Shuxiang lupa melepaskan tangan temannya. Dia berdeham dan kemudian mulai berekspresi serius. Lan Guan Zhi sendiri juga sepertinya lupa mengingatkan Xiao Shuxiang.


"Baiklah, sekarang saatnya serius. Ling Lang Tian, apa tradisi klan 'Ling' masih berlaku sampai sekarang?"


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang sekilas. Suasana di sekitar temannya agak berubah saat pemuda di sampingnya ini berekspresi serius.


Apa yang ditanyakan oleh Xiao Shuxiang adalah tradisi kuno keluarga 'Ling'. Di kehidupan pertamanya, klan 'Ling' pernah tinggal di Benua Timur.


Sebenarnya, tradisi ini lebih dianggap sebagai Aturan Mutlak. Dimana para perempuan dari klan 'Ling' memiliki satu orang sebagai 'Wali Pelindung' mereka.


Bila orang lain berhasil membunuh 'Wali Pelindung' tersebut, maka perempuan yang kehilangan pelindungnya akan menjadi milik Sang Pembunuh.

__ADS_1


***


__ADS_2