
Keesokan harinya, Xiao Shuxiang menemui Duan De. Dia ingin memperbaiki pedangnya, Yīng xióng.
Duan De memperhatikan pedang buatan Xiao Shuxiang dengan seksama, dia terkesan dengan ukiran pada sarung pedang pemuda ini.
"Hm, 'Menguasai Segalanya'.. Siapa yang membuatnya? Apa Tuan Muda Lan? Di sini ada ukiran tangannya juga.."
"Paman Tang yang membuatnya untukku, itu juga ukiran tangannya. Lan Zhi yang mengukir segelnya karena Yīng xióng sangat liar."
Duan De menarik pedang Xiao Shuxiang, dia berdecak kagum dengan warna merah kehitaman pedang ini, "Hmm.. Akan kuperbaiki. Tapi bantu aku membuat pedang terbang,"
Xiao Shuxiang mengangguk, dia membungkus rambutnya dengan kain dan mulai bekerja.
Siang harinya, Xiao Lu datang ke tempat Duan De dan membawakan makan siang untuk Xiao Shuxiang, meski sebenarnya itu tidaklah dibutuhkan.
!!
"Ini asin sekali..! Apa kau tidak pernah mencoba masakanmu?" Xiao Shuxiang langsung meminum air, lidahnya baru saja disiksa ribuan garam.
"Kau jangan bercanda, Dai Chen bilang masakan buatanku sangat enak..!"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, apalagi Xiao Lu mengatakan Dai Chen menghabiskan semua makanan buatannya.
Dalam hati, Xiao Shuxiang kasihan pada Dai Chen, "Aku akan menolongmu memperbaiki gadis ini, kawan.." dengan gerakan cepat, Xiao Shuxiang menyuapi Xiao Lu yang langsung membuat mata gadis itu terbelalak.
Xiao Lu terbatuk sambil memuntahkan apa yang baru saja dimasukkan Xiao Shuxiang ke dalam mulutnya, dia menyambar minuman adiknya.
"Sekarang kau mengerti bagaimana tersiksanya Dai Chen saat harus memakan masakan buatanmu, kan? Sebaiknya kau mulai belajar memasak sekarang.."
Xiao Lu terdiam dengan wajah murung, dia sudah merasa bersalah pada Dai Chen. Kasihan pria itu, dia selalu memberinya pujian dan menghabiskan makanan yang dapat menaikkan tekanan darah ini.
Duan De akhirnya selesai, dia memberikan kembali pedang Xiao Shuxiang. Masalahnya sekarang, Yīng xióng lebih berat dari biasanya.
!!
"Kau melakukan apa pada pedangku, Kakek?!"
Duan De tersenyum penuh arti, dia mengatakan telah mengubah sedikit pedang hasil tempaan Xiao Shuxiang. Walaupun Yīng xióng masih tetap menolak Qi milik Sang Bintang Penghancur tersebut.
Waktu tujuh hari terasa begitu cepat, meski Kota Awan Dingin masih dalam tahap perbaikan, namun para warga tetap datang menyaksikan pernikahan antara Li Qian Xie dengan Dai Chen.
Warga Kota Awan Dingin kini semakin bertambah dengan datangnya para warga Desa Tani.
Ada sebuah bangunan di Kota Awan Dingin yang dibangun khusus oleh murid Sekte Kupu-Kupu. Di dalamnya terdapat segel buatan Xiao Shuxiang, hasil dari ajaran Tianqi Mao tentang Cermin Pemindah.
Dengan segel ini, Xiao Shuxiang hanya perlu pergi ke Desa Tani dengan menggunakan pedang terbangnya, membentuk segel di sana, dan kemudian memindahkan semua warga Desa Tani ke Kota Awan Dingin dalam sekejap.
Jurus Cermin Pemindah ini hanya dimiliki oleh Demonic Beast berwujud kucing seperti Tianqi Mao. Sangat jarang kultivator yang dapat melakukannya meski dia belajar Teknik Terlarang. Mungkin di Benua ini hanya Xiao Shuxiang yang bisa, walau kemampuannya terbilang masih pemula.
Untuk menggunakan Cermin Pemindah, harus ada tanda yang diletakkan di suatu tempat sebagai titik kemunculan Cermin ini, karena jika tidak.. Maka akan sama dengan insiden Nona-Nona Cantik di Pemandian kala itu.
Xiao Shuxiang dan saudara-saudara seperguruannya bertugas untuk berjaga di setiap perbatasan. Mereka dibantu oleh murid Sekte Pedang Langit, Murid Sekte Akar Teratai dan beberapa orang di Asosiasi Bangau Merak.
Perwakilan dari Kaisar Matahari Terbit juga datang, termasuk GrandElder Bunga Lotus. Untuk Kekaisaran Matahari Tenggelam, hanya perwakilan Sekte Phoenix Iblis yang datang.
Xiao Shuxiang tahu dengan jelas, Kekaisaran Matahari Tenggelam memang lebih di dominasi dengan Sekte Aliran Hitam. Kebanyakan dari mereka tidak berminat menghadiri pernikahan bangsawan, sebagiannya malah ingin mencari keributan.
"Saudara Xiao, sebaiknya kau pergilah dan saksikan pernikahan Kakakmu. Biar di sini aku yang berjaga," Jing Mi menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang.
"Baiklah, lakukan tugasmu dengan baik, Saudara Jing. Aku akan segera kembali.." Xiao Shuxiang mulai membentuk segel cermin, dia sebelumnya sudah memberi tanda di istana kekaisaran agar dirinya dapat sampai di tempat tersebut.
Saat Xiao Shuxiang melangkah keluar dari cermin, dia langsung di sambut dengan nuansa merah nan meriah layaknya pesta besar sebuah pernikahan.
Dia meletakkan tanda tersebut berdekatan dengan kamar Kaisar, ini juga memudahkan dirinya untuk melihat kondisi Kaisar Matahari Tengah.
Cermin di belakang Xiao Shuxiang mulai kembali menjadi butiran air lalu menghilang, bersamaan saat dirinya melangkah pergi ke kamar Kaisar.
Samar-samar Xiao Shuxiang mendengar pembicaraan Kaisar Matahari Tengah dengan seseorang yang suaranya tidak asing di telinganya.
__ADS_1
Di dalam kamar Kaisar, rupanya yang sedang berbicara adalah Yang Shu dan adiknya, Yang Fu. Keduanya membicarakan tentang Xiao Lu dan Dai Chen.
Li Jing Hua terlihat terkejut saat tahu bahwa kedua orang ini tidak lain adalah Kaisar dan Pangeran Benua Utara yang sudah lama menghilang. Dia juga semakin terkejut saat tahu menantunya akan menikah dengan dua orang gadis bangsawan yang tidak biasa.
Belum sempat Li Jing Hua bicara, dia tersentak saat mendengar suara ketukan pintu yang ternyata adalah Xiao Shuxiang. Dirinya lalu menyuruh pemuda tersebut masuk.
"Yang Mulia, aku datang kemari untuk memeriksa kondisimu. Kebetulan obatnya telah jadi," Xiao Shuxiang hanya mendengar samar-samar perbincangan Li Jing Hua dan kakeknya, namun dia tidak terlalu peduli dengan apa yang mereka bicarakan.
"Xiao'Er, ada yang ingin Kakek sampaikan padamu. Kau sudah dewasa sekarang, jadi sudah seharusnya Kakek memberitahumu yang sebenarnya.."
?
Xiao Shuxiang yang sedang memeriksa denyut nadi Li Jing Hua, terlihat menaikkan alisnya dan menatap Yang Shu. Dia jelas memperlihatkan wajah keheranan karena tidak biasanya Kakeknya akan bicara seserius ini.
Yang Shu mulai mengungkap identitasnya pada Xiao Shuxiang dan tentang rakyatnya di Benua Utara yang selama ini selalu menunggu kepulangannya.
Xiao Shuxiang cukup terkejut, pantas saja selama ini Yang Shu tidak terlihat seperti kultivator, dan lebih sering menghabiskan waktunya di lingkungan Sekte Kupu-Kupu saja.
Xiao Shuxiang mendapat banyak informasi baru, terutama tentang kursi Kaisar di Benua Utara yang menunggu kedatangan pemiliknya.
".. Kakek sudah memberikannya pada ayahmu, namun dia menolak dan mengatakan bahwa hanya kau atau kakakmu yang pantas menerimanya.."
Di samping kenyataan ini, Xiao Shuxiang merasa telah memberikan keuntungan besar pada Dai Chen sekaligus bahayanya. Dia membuat temannya menikah dengan dua orang putri kaisar secara sekaligus.
"Apa Xiao Lu tahu?"
"Ayahmu mungkin sedang mengatakan padanya saat ini,"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas, sudah bertahun-tahun dan dirinya baru sadar marganya ternyata ikut ibu, bukan ayah. Sepertinya tingkat ketelitiannya terhadap keluarganya sendiri berada di bawah angka satu.
"Kalau begitu.. Tidak boleh ada orang lain lagi yang tahu identitas Xiao Lu. Kuharap Yang Mulia juga bersedia menyimpan rahasia ini.."
Yang Shu, Yang Fu, dan Li Jing Hua mengerti maksud ucapan Xiao Shuxiang. Berita ini akan sangat menggemparkan bila sampai tersebar, lebih buruknya.. Para utusan di Benua Utara akan datang kemari dan mungkin saja untuk tujuan yang buruk.
Pertempuran antar Benua, keadaan itu dapat terjadi mengingat Yang Shu dibenci oleh semua anggota kerajaan kecuali ayah dan ibunya sendiri.
"Xiao'Er, Kakek tidak memintamu untuk ke Benua Utara sekarang. Tapi Kakek harap, kau bisa pergi ke sana suatu hari nanti.."
"Bukannya sombong, tapi Xiao Shuxiang memang memiliki jiwa petualang. Aku sebenarnya tidak suka menetap di suatu tempat, namun ada permintaan teman yang harus kupenuhi. Biarkan langit yang menjadi penentu takdirku.."
Xiao Shuxiang memberikan sebuah pil pada Li Jing Hua, dia berpamitan pada Kaisar Matahari Tengah dan juga kedua Kakeknya.
Teman yang dimaksud Xiao Shuxiang tidak lain adalah Shouxing. Andai dia ingin menganggap seseorang sebagai 'Kakak' atau keluarga, maka Roh Pedangnya-lah yang terpilih.
Xiao Shuxiang berjalan di depan kamar milik Li Qian Xie, pintu yang terbuka membuatnya bisa melihat putri dari Kaisar Matahari Tengah tersebut sedang bersama ibunya dan beberapa pelayan.
Xiao Shuxiang kemudian berjalan-jalan di sekitar istana, banyak pelayan yang sedang sibuk menyajikan makanan dan menghias halaman depan istana.
".. Malam hari akan semakin banyak orang yang datang. Penjagaan di sini harus lebih ketat, tidak boleh ada masalah-!!" Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar sebuah geraman, suara ini sangat dikenalnya.
Baru saja dia berbalik, seekor Harimau besar melompat ke arahnya hingga membuat Xiao Shuxiang terjatuh. Dia tidak lain adalah Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.
Nyawn! Rrrrrr
Lan Xiao mendengkur sambil mengusap-usapkan hidungnya di pipi Xiao Shuxiang. Dia sudah lama tidak melihat orang yang dianggapnya 'ibu' ini.
Nyawn!
"Ayo berdiri, Lan Xiao. Kau sudah sangat berat, apa kau harus selalu melakukan ini saat kita bertemu? Ukh! Ya Tuhan. Sudah cukup, Lan Xiao. Biarkan aku bangun, kau kucing nakal.."
Xiao Shuxiang merasakan tulang punggungnya pegal, tindakan Lan Xiao barusan membuat semua orang terkejut. Namun seketika mereka dipenuhi rasa kekaguman karena melihat tubuh Demonic Beast ini begitu perkasa.
"Kau kucing yang menggemaskan..! Aku merindukan bulu-bulu halus ini..! Kau wangi sekali, Lan Xiao..! Lan Zhi selalu memandikanmu setiap hari, huh? Menggemaskan sekali..!"
Nyawn! Rrrrrrr
Lan Xiao menggoyang-goyangkan ekornya begitu semangat. Dia seperti sangat gembira bisa bertemu Xiao Shuxiang lagi, di belakangnya.. Lan Guan Zhi berjalan bersama Patriarch Lan.
__ADS_1
Lan Gaozu dan Sian Ru juga datang, beberapa kultivator dari sekte lain yang dikenal Xiao Shuxiang juga ikut hadir, salah satunya adalah Wen Tian, Tan Bao, dan Tou Li.
Mereka semua telah tumbuh dewasa, tapi sifat Wen Tian masih sama saja. Dia melihat Xiao Shuxiang lebih dulu, dan itu membuatnya hampir tersedak napasnya sendiri.
"Ayo jalan, kuharap dia tidak melihatku.." Wen Tian buru-buru menarik Tan Bao dan Tou Li ke arah kerumunan, syukurlah Xiao Shuxiang masih setia bersama Lan Xiao.
Matahari perlahan terbenam, suasana di lingkungan istana semakin meriah. Di penuhi dengan lampion berwarna merah, kuning emas, putih, dan biru.
Yi Wen, Ying Liu, dan Zhi Shu yang meminta bantuan Xiao Shuxiang untuk menyumbangkan api biru miliknya agar mempercantik hiasan yang ada.
Ada kejadian dimana Xiao Shuxiang hampir merusak acara pernikahan temannya Dai Chen, yakni ketika saudara seperguruannya mengeluarkan banyak kupu-kupu biru beserta rumput air miliknya.
Xiao Shuxiang begitu terkejut, tanaman kesayangannya malah sengaja dihadapkan pada kematian. Anak-anak itu sungguh keterlaluan! Berani sekali mereka melakukan ini!
"Bernapaslah, Saudara Xiao.. Tarik napas perlahan dan hembuskan.." Hai Feng dan Zong Ming mencoba menenangkan Xiao Shuxiang, mereka mengusap-usap punggung saudaranya.
"Kalian.. Anak yang kurang ajar.. Apa kalian tahu berapa harga rumput air itu, hah? Satu rumput air yang paling murah itu seharga 1.500 Spirit Stone, tau! Haah.. Hatiku sakit.. Kalian anak nakal.." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia ingin menangis saat banyak kupu-kupu biru yang hinggap di tanaman rumput airnya.
".. Hama itu akan membunuh tanamanku.. Haah.. Sabar Xiao Shuxiang.. Kenapa aku harus punya saudara seperguruan seperti mereka..? Ya Tuhan, kau sangat adil padaku.." Xiao Shuxiang memijat keningnya sambil menggeleng pelan. Dirinya menjadi lemas dan menjadi kurang semangat.
Dia meminta teman-temannya untuk pergi dan membantu yang lain, ".. Aku akan berjaga di sebelah sana.."
Beruntung Xiao Shuxiang mengingat salah satu aturan Sekte Pedang Langit yang membahas tentang 'Kesabaran', walau dalam menerapkannya sangatlah sulit.
Ketika sedang berjalan, Xiao Shuxiang sedikit tersentak. Dia langsung mendongak dan menatap atap istana Kaisar yang begitu tinggi, perasaannya mengatakan ada seseorang di atas sana.
Tidak ingin terlalu mencolok dalam menggunakan pedang terbang, Xiao Shuxiang memilih melompat ke setiap langkan hingga tiba di atap istana Kaisar. Tentu dia memilih lokasi yang minim cahaya.
Seperti dugaannya, memang ada orang yang sedang duduk di atap. Dia berpakaian putih, berambut panjang, dan memakai cadar tebal, Xiao Shuxiang menghembuskan napas saat tahu bahwa orang tersebut tidak lain adalah Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, Zhou Yan.
"Tetua Tiga, kupikir kau tidak datang.." Xiao Shuxiang berjalan menghampiri Zhou Yan dan duduk di sampingnya.
"Kau memberiku undangan, jadi bagaimana mungkin aku tidak datang. Selain itu.. Dimana arak milikku?"
Xiao Shuxiang berdecak, Patriarch Ketiga ternyata hanya datang untuk araknya. Dia lalu mengeluarkan tiga guci arak berukuran sedang dan memberikannya pada Zhou Yan.
".. Sebaiknya jangan meminumnya di sini. Arak Kaisar Naga milikku ini adalah buatan terbaru, aromanya akan langsung menyebar jika di buka. Aku tidak ingin ini diperebutkan.."
"Aku juga tidak mau ada yang memilikinya selain aku,"
Xiao Shuxiang meminta Zhou Yan untuk tetap tinggal, kehadiran Patriarch Ketiga bisa membantunya menjaga keamanan istana kaisar dari keributan yang mungkin saja ditimbulkan oleh orang lain.
Saat Xiao Shuxiang melompat turun dari atap istana Kaisar, dia hampir saja menabrak seorang gadis berambut panjang berwarna putih.
!
Keduanya cukup lama saling berpandangan, seakan waktu berjalan melambat. Cadar transparan yang dipakai gadis ini tak mampu menyembunyikan keindahan wajahnya.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak berkedip, dia bahkan entah sejak kapan menahan napas. Gadis ini memiliki mata berwarna biru langit dengan tatapan sendu nan memikat. Bahkan meriahnya pesta pernikahan Dai Chen tidak terdengar oleh Xiao Shuxiang.
Gadis di depan Xiao Shuxiang sendiri juga melakukan hal yang sama. Dia tanpa sadar menahan napasnya, namun bukan terpesona. Melainkan lebih kepada merasakan bahwa makhluk kegelapan baru saja mendarat dengan anggun di depannya.
Untunglah Xiao Shuxiang memiliki wajah yang tampan dan menenangkan, sehingga gadis ini tidak menarik pedangnya.
Seseorang berpakaian serba hitam dan bertudung tiba-tiba muncul di belakang gadis cantik ini, "Nona Ling, Tuan memanggilmu.."
!
Xiao Shuxiang baru berkedip dan bernapas saat gadis di depannya mulai berbalik. Dia memperhatikan gadis tersebut yang mulai berjalan pergi meninggalkannya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Gadis yang dilihat Xiao Shuxiang adalah Ling Qing Zhu, kultivator Sekte Pagoda Langit. Kedatangannya dalam memenuhi undangan Kaisar Matahari Tengah menarik begitu banyak perhatian, sama seperti kehadiran Lan Guan Zhi.
Bahkan bisa dibilang, kultivator yang berasal dari ketiga Aliran datang ke tempat ini hanya untuk melihat Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi secara bersamaan.
Teman-teman Xiao Shuxiang termasuk dirinya merasa.. Kehadiran Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu telah merusak serta meredupkan cahaya dari pengantin pria dan wanita. Buktinya, semua orang hanya menatap ke arah mereka.
Saat Xiao Shuxiang memperhatikan arah pandangan semua orang.. Feng Ying menghampirinya dan berkata bahwa salah satu perbatasan sedang di serang.
__ADS_1
***