XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
489 - Alur Pertempuran III [Revisi]


__ADS_3

Sebenarnya saat Xiao Shuxiang berada di Dunia Demon, Ling Lang Tian yang merupakan kakak dari Kucing Putihnya tengah bertarung sengit dengan Miao Gang.


Wanita yang selalu memeluk sebuah boneka kain dan tidak pernah berhenti meneteskan air mata itu adalah kaki tangan Qian Kun sekaligus kultivator yang lebih fokus dalam teknik penyerangan jarak jauh.


Miao Gang selama ini selalu berpindah-pindah tempat dari atap bangunan satu ke atap bangunan yang lain agar musuhnya tidak bisa melacak posisinya. Dia juga memiliki pertahanan yang kuat dan memang bisa membuat Ling Lang Tian kesusahan.


Dia yang mengontrol benang-benang merahnya di mana itu melilit beberapa kultivator termasuk para junior Ling Lang Tian, mengendalikan mereka untuk menyerang rekan sendiri.


"Aku sudah menanyaimu berulang kali dan ini adalah yang terakhir. Sebenarnya apa yang kau inginkan dengan kekacauan ini?" Ling Lang Tian berujar, sorot matanya seperti gunung es yang teramat dingin. Seseorang bisa merasakan dingin yang menusuk jika menatap mata itu.


"Aku... Tidak punya alasan memberi tahu semuanya padamu. Itu mungkin akan menjadi.. Cerita paling menyedihkan hingga membuatmu ingin menangis... Aku sedih..."


Ling Lang Tian memegang kuat pedang berbilah tumpul miliknya. Wanita di hadapannya tidak pernah berhenti meneteskan air mata, suara yang didengarnya pun nampak serak dan nyaris tidak terdengar dengan baik.


"Masih tidak memberiku jawaban. Kalau begitu aku tidak membutuhkanmu." Ling Lang Tian melesat, dia sama sekali tidak terpengaruh dengan air mata yang diteteskan oleh wanita itu.


!!


Miao Gang justru tidak bergerak di tempatnya, seulas senyuman bahkan nampak pada bibirnya itu. "Ini akan menjadi... Kematian yang paling indah hingga membuatku ingin menangis,"


Suara pedang Ling Lang Tian yang terayun kuat memecah udara begitu nyaring. Dia hampir menebas leher Miao Gang, tetapi bilah pedangnya ditangkis oleh tangan boneka kain yang dipeluk wanita itu.


!!


Ling Lang Tian melompat mundur, wajahnya masih tanpa eskpresi, namun tatapan matanya memperlihatkan keterkejutan. Boneka yang aneh itu melayang sendiri dan bahkan nampak hidup.


!!


Itu adalah boneka kain yang diberi pakaian anak perempuan. Memiliki wajah dan senyuman lebar yang mengerikan. Ling Lang Tian bahkan bisa merasakan ada aura kegelapan yang keluar dari boneka tersebut.


Miao Gang mengusap lembut kepala bonekanya dan berujar pelan, "Pergilah... Kau di sini tidak untuknya..."


Ling Lang Tian mendengarnya dan segera melesatkan beberapa serangan. Dia merasa jika boneka kain itu akan menjadi sumber kekacauan besar, walau pemikirannya tidak sepenuhnya salah.


!!


Sayangnya, serangan Ling Lang Tian yang jujur dapat meledakkan dua bangunan sekaligus itu ditangkis mudah oleh Miao Gang. Wanita tersebut bahkan hanya menggunakan satu tangannya.


Boneka kain Miao Gang tiba-tiba saja mengeluarkan suara tawa yang mengerikan. Mata yang terbuat dari rajutan benang merah itu bergerak dan seperti menatap Ling Lang Tian, dia menertawai pria itu sebelum menghilang.


Kepergian bonekanya membuat raut wajah Miao Gang memburuk. Dia seperti baru saja merelakan sesuatu yang berharga miliknya untuk pergi. Dirinya pun kembali meneteskan air mata.


"Tuan Muda Ling, akan kuberi tahu sesuatu padamu..." Miao Gang menatap Ling Lang Tian dan perlahan terlihat retakan-retakan pada wajahnya.


"... Kau tidak bisa membunuhku. Tapi dia memintaku untuk mati di tanganmu dan aku harus patuh."


!!


Ling Lang Tian mengerutkan kening, dia keheranan dengan wanita dihadapannya. Namun belum sempat bertanya, lawannya tiba-tiba saja menghilang.


!!


Miao Gang muncul di hadapan Ling Lang Tian dengan wajah seekor hewan buas. Seluruh tubuhnya pun berubah. Dia seperti singa betina, namun dengan sayap kelelawar.


"Jadi ini wujudmu yang sebenarnya?"


"Bukan. Kau justru akan mati jika melihat rupa asliku,"


"Kalau begitu coba tunjukkan. Aku ingin melihat seangkuh apa dirimu." Ling Lang Tian mengusap bilah pedang tumpulnya. Pantulan wajah tampannya nampak pada bilah pedang tersebut. Tanda pada keningnya mulai bercahaya.


Monster yang dia lawan tidak memiliki ukuran besar, jelas seperti singa pada umumnya, hanya saja mempunyai sepasang sayap. Namun demikian, aura menekan keluar dari tubuhnya dan itu membuat monster tersebut nampak sangat berbahaya.


!!


Singa itu mengepakkan sayapnya bersamaan dengan Ling Lang Tian yang melesat.


Tiba dipertengahan, singa itu menyemburkan api pada mulutnya dan ini sulit dihindari oleh lawannya.


!!


Ling Lang Tian terkejut, namun dia benar-benar telah siap dengan segala kemungkinan yang ada. Dia bisa dengan cepat membentuk segel pelindung yang teramat kuat hingga serangan dari monster itu tidak menyentuhnya sedikit pun.


BAAAAM..!!


Serangan itu memang tidak mengenai Ling Lang Tian, tetapi justru mengenai bangunan dan beberapa pohon yang langsung membuatnya meledak. Tampilan mereka seperti bangunan dan pepohonan yang baru saja dihantam bola lahar yang besar.


!!


Tatapan Ling Lang Tian memperlihatkan kemarahan yang tidak terbantahkan. Jarak serangan barusan cukup jauh dan fakta yang membuat tangan dari Kakak Ling Qing Zhu itu gemetar saking marahnya adalah terdapat bangunan yang merupakan tempat pengungsian warga kota dan pendekar yang terluka.


"Kau..."


"Melindungi dirimu sendiri.. Tapi kau membuat banyak orang kehilangan nyawa. Kau membuatku sangat sedih.."


Miao Gang tidak punya alasan melindungi setiap nyawa di tempat ini, jadi tentu saja dia tidak menahan serangannya. Tindakannya jelas sangat jauh berbeda dari Ling Lang Tian.


Asap tipis mulai menyelimuti monster itu dan dalam sekejap dia berubah kembali menjadi seorang wanita cantik berpakaian serba merah.


"Aku melihatnya... Apa ini kegagalanmu yang pertama?" Miao Gang sudah berada di belakang Ling Lang Tian dan bersandar pada pundak pria itu.


"Tuan Muda Ling, kau memiliki banyak hal yang ingin kau lindungi. Sementara tidak denganku. Ini juga perbedaan... Mengapa penjahat itu selalu lebih kuat," Miao Gang tersenyum, tubuhnya perlahan menghilang dan kini berada tepat di depan Ling Lang Tian.


"......"


"Kau masih diam, Tuan Muda Ling.."

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya?"


"Hm, pertanyaan itu yang harusnya kau tanyakan lebih dulu..."


Ekpresi wajah Ling Lang Tian masih memperlihatkan ketenangan, tetapi tidak pada debaran jantungnya. Saat Miao Gang bersandar pada pundaknya----dia langsung tahu wanita ini tidak pernah hidup. Miao Gang hanyalah sebuah roh.


Pantas saja wanita itu mengatakan bahwa Ling Lang Tian tidak akan bisa membunuhnya. Dia tidak lebih dari sekadar roh yang memang tidak mungkin dapat dibunuh dengan teknik sembarangan.


"Kau masih mau bertarung, Tuan Muda Ling?"


!?


Miao Gang menunduk. Dia melihat perutnya ditusuk oleh pedang milik Ling Lang Tian dan membuat air matanya menetes keluar. Dengan suara pelan, Miao Gang berkata ini tidak ada gunanya.


"Aku tidak tahu siapa kau dan tidak ingin tahu.." Ling Lang Tian menatap wanita di hadapannya dan menggerakkan pedangnya lebih dalam. ".. Kau mungkin tidak lagi hidup, tapi kehadiranmu tidak diinginkan di tempat ini. Dan kenapa kau berkata, aku tidak bisa membunuhmu?"


Ling Lang Tian memang juga bukan orang yang terlalu suka banyak bicara. Dan kemungkinan ini adalah ucapan yang cukup panjang dia lontarkan.


Gerakan Ling Lang Tian terlihat seperti akan memeluk Miao Gang, tetapi yang sebenarnya adalah dia menggunakan tangan kirinya untuk memegang bilah pedang yang masih menancap di tubuh wanita itu.


Dia lantas menarik pedangnya bersamaan dengan tangan kirinya yang terluka. Darah Ling Lang Tian yang ada pada bilah tersebut melewati perut Miao Gang dan membuat wanita itu tersentak.


!!


"Aah... Rupanya ada cara ini..." Miao Gang masih tersenyum walau darah mengucur pada sisi bibirnya.


"Roh sebenarnya tidak memiliki darah, dan tubuh mereka tidak mungkin bisa dibunuh dengan cara yang biasa. Kau mendekat, berarti kau meremehkanku."


"Tidak.. Aku mempermudah dirimu.."


!!


"Kau..!"


Tidak pernah ada musuh yang mengatakan itu bahkan dengan seulas senyum di bibirnya pada Ling Lang Tian. Kakak dari Ling Qing Zhu itu tidak tahu jalan pikiran makhluk seperti Miao Gang. Wanita itu kuat, tetapi malah menyerahkan nyawa kepadanya.


"Tuan Muda Ling, roh memang tidak memiliki darah. Tapi kau menggunakan darahmu untuk melengkapiku. Ini kematian yang indah hingga membuatku menangis..."


!


Ling Lang Tian melihat tubuh Miao Gang yang perlahan memudar dan akhirnya menghilang. Dia berpikir wanita itu mungkin akan muncul lagi, tetapi rupanya tidak. Dia benar-benar masih belum mengerti apa yang sebenarnya diincar oleh wanita itu dan Scarlet Darah.


Jujur, orang seperti Miao Gang bisa dengan mudah mengalahkannya dan membuat kekacauan yang lebih besar dari ini. Tetapi kenapa wanita itu justru memilih mati dengan cara yang bahkan sama sekali tidak mengenaskan.


"......"


Ini pertama kali dalam hidupnya, Ling Lang Tian merasa gelisah dengan pertarungannya. Dia selama ini sudah menghadapi banyak musuh, mereka tewas dengan kepala yang terpisah di tangannya, tetapi untuk yang satu ini.. Rasa-rasanya kematian Miao Gang agak janggal.


"......"


Dan di samping itu.. Satu serangan saja dari musuhnya sudah menyisakan luka yang dalam, tepat di hatinya.


Jika pertarungan Ling Lang Tian menyisakan tanya serta rasa sesak di dadanya, maka tidak demikian dengan pertarungan yang dialami oleh Bocah Pengemis Gila.


BAAAAM..!!


Pemuda itu menghantam sebuah pohon yang langsung patah dan tumbang. Dia merasakan sakit pada punggungnya dan seperti tulangnya diremukkan.


!?


Belum sempat mengambil napas, sebuah lesatan mengarah padanya dan kali ini tidak bisa dihindari. Bocah Pengemis Gila hanya memejamkan mata dengan kuat sambil memeluk erat tongkat bambunya.


BLAAAAR..!!


Gendang telinganya seperti meledak saat mendengar suara keras itu. Bocah Pengemis Gila berpikir sudah mati terbelah, tetapi entah kenapa dia tidak merasakan sakit apa pun, padahal sekarang ini dia tidak lagi dapat mendengar debaran jantungnya.


Mata Bocah Pengemis Gila mulai terbuka, telinga kanannya terasa panas. Dia dengan ragu-ragu menoleh ke samping dan amat terkejut melihat tanah di sisi telinganya terbelah dan menyisakan lubang yang dalam.


!!


Tidak bisa digambarkan bagaimana ekspresi Bocah Pengemis Gila yang sekarang, tetapi dia benar-benar amat terkejut. Adalah sebuah keberuntungan dia masih bernyawa sekarang ini.


Langkah seorang wanita terdengar, dilihat dari bawah----Dia memiliki kulit yang mulus dengan pakaian yang mempunyai belahan pada bagian pahanya.


Wanita berambut sedikit bergelombang itu nampak cantik, tetapi ekspresi yang dia perlihatkan saat ini tidak dalam keadaan baik. Ada sorot kemarahan pada tatapannya matanya itu.


["Seratus tahun... Aku menunggumu selama seratus tahun. Dan kemudian aku mendengar berita kematianmu... Tetapi sekarang kau muncul di depanku dan istrimu sendiri sebagai orang asing?!"] Tangan kanan wanita itu bergerak, membuka kipas merahnya yang langsung mengeluarkan aura menekan yang kuat.


Bocah Pengemis Gila berusaha bangun. Wajahnya pucat dan napasnya tersengal-sengal, dia menatap wanita yang terus berjalan ke arahnya.


["Nona Darah Madu. Ada beberapa hal yang salah pada perkataanmu. Dua... Tiga... Tunggu. 40 Tahun! Aku hanya memalsukan kematianku 40 Tahun yang lalu. Kenapa kau bisa menunggu selama seratus tahun?! Bukankah itu agak berlebihan. Dan... Dan juga. Ka-kapan kita menikah?! Aku tidak ingat pernah menikahimu. Lagipula... Lagipula aku tidak suka perempuan."]


["Pembohong!!"]


!!


Bocah Pengemis Gila merinding saat lima buah serangan beruntun mengarah padanya. Dia pun menangkis tiga serangan, sementara dua sisanya berusaha dia hindari sekuat tenaga.


BAAAAM..!!


"Tidak waras. Apa wanita itu ingin membunuhku?" Bocah Pengemis Gila sudah sejak tadi menahan sakit dan sekarang tubuhnya lebih sakit lagi.


Lawan yang dia hadapi adalah Nona Darah Madu, wanita yang sebenarnya paling tidak ingin dia temui. Jujur, Bocah Pengemis Gila memiliki masa lalu yang rumit dengan wanita itu, dan tentu tidak mau dia ingat-ingat lagi.


["Aku menunggumu! Mungkin bagimu hanya empat puluh tahun, tapi yang kurasakan saat kau tidak ada bahkan lebih dari itu.."] suara Nona Darah Madu terdengar serak, dia sudah berteriak sejak tadi karena Bocah Pengemis Gila. Bahkan saat ini, dia hampir menangis karenanya.

__ADS_1


["Kau tadi mengatakan 'memalsukan kematianmu'? Apa Kau Melakukannya Karena Tidak Ingin Bersamaku?!"]


!!


Bocah Pengemis Gila terlonjak ketika mendengar jeritan lawannya. Inilah sebabnya dia takut pada perempuan. Mereka nampak mengerikan saat sedang marah.


["... Kenapa.. Kenapa Cakrabuana! Kenapa?!"]


BLAAAAAR..!!


Suara keras itu seperti langit akan terbelah saja. Bocah Pengemis Gila bahkan menutup telinga dan matanya saking kerasnya suara itu. ["Nona Darah Madu..! Apa kau tidak bisa berhenti menyebut namaku?! Kau ingin aku mati?!"]


["Biarkan! Akan kusebut namamu puluhan bahkan ratusan kali..! Kau menipu, kau membohongiku..! Kau membuatku kecewa.."]


!!


Wanita yang memegang kipas itu akhirnya tidak bisa menahan tangisnya lagi. Dia tersungkur hingga lututnya menyentuh tanah. Hatinya terasa sangat sakit dan seperti berdarah saat ini.


Dia membuat Bocah Pengemis Gila terkejut. Pria dengan tongkat bambu itu tertunduk, ekspresi wajahnya terlalu sulit untuk dilihat.


["Aku... Aku sebenarnya senang kau masih hidup. Tapi kenapa kau mengatakan.. Kau memalsukan kematianmu? Apa.. Sebegitu bencinya kau padaku?"]


!!


Tidak ada yang tahu bagaimana kisah antara Bocah Pengemis Gila dengan wanita yang sekarang ini telah menjadi bagian dari Scarlet Darah itu.


Mata yang kini tidak saling berpandangan, mungkin sekarang masih menyimpang banyak kenangan satu sama lain. Sesuatu yang dahulunya terasa indah, namun saat ini sudah jauh berbeda.


"......"


"......."


Bibir Bocah Pengemis Gila terkatup, jika dia bicara----mungkin akan salah lagi dan berakhir dengan semakin runyamnya masalah ini. Dia hanya sedikit melirik wanita yang masih menangis itu. Lawannya seperti sedang mengingat masa lalu mereka.


"......"


["Kau mau ke mana?"]


!?


Bocah Pengemis Gila berhenti saat baru saja akan melangkah. Napasnya tercekat kala mendengar suara yang serak, dingin dan menusuk itu.


["Nona, tidak baik terus mengingat masa lalu. Kau tahu... Ehm.. Aku merasa kau wanita yang baik. Kurang pantas jika kau seperti ini hanya karena... Seseorang sepertiku. Aku..."] Bocah Pengemis Gila begitu gugup, dia khawatir jika kata-katanya melukai perasaan Nona Darah Madu.


["Kau apa..? Karena kau tidak suka perempuan? Kau memiliki perilaku menyimpang, begitu?! Apa kau pikir aku percaya padamu?! Kau pembohong Cakrabuana!"]


BLAAAAAR..!!


Nona Darah Madu tiba-tiba saja melesat dan menyerang Bocah Pengemis Gila. Kali ini dia menjatuhkan tubuhnya hingga menabrak pria dengan tongkat bambu itu.


!!


Tidak ada niatan membunuh dan Bocah Pengemis Gila bahkan terlambat menghindar. Tangannya spontan menahan tubuh wanita berpakaian merah yang menabrak dadanya ini.


["Kau pembohong..! Kau menipuku..! Aku menunggumu tapi kau bahkan tidak peduli padaku. Apa kau pernah mengingatku sekali saja?! Apa kau pernah ingat aku, hah?!"]


Nona Darah Madu memukul-mukul dada Bocah Pengemis Gila dan seakan meluapkan kesedihannya. Saat sudah lelah, dia pun memeluk erat pria itu dan kembali terisak.


!!


Bocah Pengemis Gila tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan wanita ini. Dia memang tidak pernah tega jika berhadapan dengan lawan wanita.


["Mm... Nona...?"]


["Jangan bicara. Kau tidak pernah benar saat bicara, ucapanmu itu selalu saja menyakitkan."]


"......"


Bocah Pengemis Gila hanya bisa diam dan mendengarkan dirinya berulang kali dikutuk. Dia lebih kepada menghentikan wanita ini saat akan menyebut namanya. Sungguh, hal yang paling menakutkan bagi Bocah Pengemis Gila adalah ketika namanya selalu membuat langit marah.


["Apa kau tidak pernah menyukaiku Ca-"]


["Jangan menyebut namaku, tolong.."]


["Apa kau tidak pernah menyukaiku..?"]


["Aku.."] Bocah Pengemis Gila bernapas pelan-pelan, dia menelan ludah saat akan melanjutkan ucapannya. [".. .Nona, aku.. Minta maaf. Tapi.. Aku benar-benar tidak memiliki rasa apa pun padamu,"]


Suara itu terdengar lembut, namun membuat dada terasa sangat sesak hingga seperti disayat. Nona Darah Madu memeluk pria ini semakin erat dan seperti ingin menyangkal ucapan Bocah Pengemis Gila.


"......"


"......"


Kedua pendekar itu harusnya bertarung sengit, saling membunuh satu sama lain. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, atau bisa dikatakan--kondisi yang sengit akan terjadi tergantung dengan bagaimana tindakan Bocah Pengemis Gila berikutnya.


Sebenarnya, sebagai pendekar yang kuat.. Bocah Pengemis Gila selalu menghindari pertarungan dengan wanita, apalagi jika lawannya adalah sosok yang dia kenal seperti Nona Darah Madu.


"......."


Bocah Pengemis Gila jelas tertahan di kondisi ini, namun keadaan di Kekaisaran Langit Tengah sudah agak membaik dengan lenyapnya Miao Gang di tangan Ling Lang Tian.


Para pendekar sudah lepas dari kendali benang-benang merah wanita itu. Mereka kini satu persatu mulai dibawa ke tempat pengungsian untuk dirawat.


Salah satu tempat pengungsian di Kota Bintang Biduk adalah Sekte Pagoda Langit. Ling Chu Zhen yang merupakan Grand Elder sekte ini baru saja datang dengan membawa dua orang pendekar dari Partai lain kemari. Keduanya nampak terluka.

__ADS_1


Tidak jauh di belakangnya, beberapa kultivator juga datang. Mereka terluka, tetapi berusaha memapah kultivator lain yang kondisinya jauh lebih parah. Salah satu kultivator yang dahi, wajah, serta lehernya banyak di penuhi darah adalah Gong Zitao. Pria yang entah kapan akan tewas.


***


__ADS_2