
Xiao Shuxiang dan Hu Li dapat melihat sepuluh kapal yang masih berlabuh, tiga di antaranya berukuran besar dan yang lainnya memiliki ukuran sedang.
Tidak ada perahu yang terlihat, ini mungkin karena tempat yang Xiao Shuxiang dan Hu Li kunjungi adalah pelabuhan khusus yang hanya dihuni oleh kapal-kapal pengangkut banyak barang serta penumpang.
Tidak sulit menemukan kapal yang akan pergi ke Benua Utara. Xiao Shuxiang dan Hu Li hanya bertanya satu kali pada seorang awak kapal yang lalu meminta mereka segera naik.
".. Kapal ini memang akan ke Benua Utara. Anda sangat beruntung, Tuan.."
Pemuda yang nampak berusia 18 Tahun tersebut begitu ramah pada Hu Li dan Xiao Shuxiang, dia mengatakan kapalnya sedang mencari penumpang dan tentu saja masih ada cukup banyak tempat.
"Berapa kami harus membayarmu?"
Hu Li menjadi wakil Xiao Shuxiang. Tuannya ini tidak terlalu banyak bicara sebab warna mata dan garis biru di pelipis kirinya masih belum kembali normal. Sayang, tidak ada topeng yang dijual di sekitar tempat ini.
Melihat dari penampilan luar kedua orang yang memakai jubah bertudung dan aura aneh yang dirasakannya.. Membuat awak kapal ini tidak menarik harga yang tinggi. Dia mengatakan bahwa Hu Li hanya perlu membayar enam keping emas saja.
Xiao Shuxiang mengeluarkan sekantong emas dari Gelang Semestanya, dia melempar kantong tersebut yang refleks ditangkap oleh sang awak kapal.
Pemuda berusia 18 Tahun yang hanya manusia biasa ini terkejut sebab kantong di tangannya berat dan jelas isinya lebih dari enam keping emas.
"Tu-Tuan, ini.."
"Kau jangan membohongiku karena takut. Aku tahu perjalanan ke Benua Utara tidak semurah itu,"
Bukan waktu singkat untuk bisa tiba di Benua Utara. Enam keping emas? Yang benar saja! Meski Xiao Shuxiang tidak pernah mengatakan dirinya orang baik, bukan berarti dia pemuda yang brengsek.
Saat menumpang sebuah kapal seperti ini, umumnya para pendekar dan kultivator tidak dipatok harga yang tinggi, bahkan malah diberi harga rendah dari yang sewajarnya.
Hal itu karena pemilik dari kapal layar yang hanya seorang manusia tidak berani menyinggung kultivator dan pendekar apapun.
Uang dapat dicari lagi, tetapi nyawa hanya ada satu. Berhadapan dengan orang seperti Xiao Shuxiang dan Hu Li.. Kalau bukan sekarat, pasti ujung-ujungnya kehilangan kepala.
Mereka jelas tidak mau mengambil risiko, kasihan keluarga mereka yang menunggu di rumah. Apalagi mereka tahu pendekar dan kultivator sangat ringan tangan bila soal mengambil nyawa orang lain.
"Tuan Muda, te-terima kasih. Mari, mari saya antar Anda ke salah satu ruangan terbaik kami di kapal ini. Mari Tuan Muda, Mari..!"
Pemuda berusia 18 Tahun tersebut jelas sangat gembira, dia sudah lama menjadi awak kapal dan baru kali ini dirinya bertemu pelanggan yang memberinya sekantong emas.
Hu Li memuji kebaikan Tuannya, dia tidak menyangka Tuan Muda Xiao-nya dapat semurah hati ini. Biasanya Xiao Shuxiang lebih suka menebas satu lengan orang terlebih dahulu sebagai ancaman.
".. Mungkinkah salju akan turun?"
'Salju turun tidak pada musimnya' merupakan ungkapan yang cukup terkenal di Benua Timur. Misalnya saja, saat seseorang yang sangat malas bekerja tiba-tiba saja menjadi rajin tanpa sebab, maka ungkapan ini yang dipakai untuk menunjukkan rasa ketidakpercayaan.
Hu Li menyenggol pelan Xiao Shuxiang sambil tersenyum tipis, dia bertanya seperti itu karena tahu bahwa saat ini adalah musim panas di Benua Timur. Tuannya tiba-tiba jadi begitu baik, pasti salju akan turun.
Xiao Shuxiang mendengus, dia mengambil sebuah gulungan kertas yang selalu terselip di bagian belakang pinggangnya. Dirinya lalu menyerahkan gulungan itu pada Hu Li dan meminta temannya untuk membaca tulisan di dalamnya.
Hu Li jelas keheranan, namun dia tetap melakukan apa yang dikatakan Xiao Shuxiang. Saat mulai membaca gulungan kertas di tangannya.. Hu Li seketika tersentak, sebelum akhirnya mengatupkan mulutnya seperti menahan tawa.
"Tuan Muda, apa Anda sedang menerapkan salah satu Aturan Sekte Pedang Langit?"
"Lan Zhi menulisnya untukku, dia memintaku menghafal dan menerapkannya. Sebenarnya aku juga tidak mau.."
Xiao Shuxiang terus berjalan mengikuti pemuda berusia 18 Tahun di depannya. Hu Li yang ada di sampingnya nampak memuji Lan Guan Zhi karena sudah menjadi teman terbaik Tuannya.
".. Tuan Muda Lan benar-benar niat, aku belum membaca semuanya tetapi kuyakin ini jelas 5.000 Aturan Sekte Pedang Langit. Anda sangat beruntung memiliki teman seperti dirinya,"
Hu Li menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang dan mengatakan bahwa menerapkan Aturan Sekte Pedang Langit sangat cocok bila Tuannya ingin berubah menjadi manusia yang baik.
Ruangan khusus yang ditujukan untuk Xiao Shuxiang dan Hu Li terdiri dari dua tempat tidur, sebuah sekat kayu pemisah di sudut ruangan yang di baliknya ada bak mandi, serta satu set kursi dan dua buah lemari berukuran sedang.
Awak kapal yang mengantar mereka lalu meminta keduanya untuk beristirahat. Dia mengatakan akan segera kembali dengan membawa makanan.
Kapal berukuran sedang yang ditumpangi Xiao Shuxiang dan Hu Li masih berlabuh, keduanya seperti harus menunggu penumpang yang lainnya lagi.
Hu Li dapat merasakan kapal ini sedikit bergoyang. Jika diingat-ingat, dirinya baru dua kali menaiki sebuah kapal. Pertama adalah saat dirinya pergi meninggalkan Benua Utara, dan yang kedua adalah saat ini,
".. Sudah lama aku tidak pulang, tempat itu mungkin telah banyak berubah.."
Hu Li baru ingin menceritakan tempat kesukaannya di Benua Utara pada Xiao Shuxiang, namun mendadak Tuan Mudanya ini hanya duduk mematung di sisi salah satu tempat tidur dengan kedua tangan dikepal kuat.
"Tuan Muda Xiao, Anda kenapa?"
Hu Li berjalan mendekati Xiao Shuxiang tetapi baru beberapa langkah dirinya mendadak tersadar, Tuannya ini sangat tidak suka berada di air. Naik kapal layar seperti ini tentu bukanlah hal yang disenangi Xiao Shuxiang.
"Tuan, apa kau masih trauma karena kejadian di masa lalu? Harusnya kau melupakan itu, Tuan Muda.."
"Hu Li, kau tidak mengerti. Ini sesuatu yang tidak mudah kulupakan begitu saja,"
Xiao Shuxiang berusaha untuk mempertahankan kenormalan aliran Qi miliknya. Jujur saja, saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dan beberapa titik keringat terbentuk di dahinya.
Xiao Shuxiang dan Hu Li masih memakai jubah bertudung, bahkan saat awak kapal yang tadi telah kembali dengan tiga orang bersamanya.
Pemuda berusia 18 Tahun ini membawa nampan berukuran sedang yang di atasnya adalah makanan seperti sup ikan dan kepiting.
Dua rekannya yang lain juga membawa nampan berisi makanan, sementara satu orang merupakan pria bertubuh sedikit pendek dengan pakaian yang cukup bagus. Dilihat dari tampangnya, pria paruh baya tersebut seperti penanggung jawab di kapal ini.
__ADS_1
Benar seperti dugaan Xiao Shuxiang dan Hu Li. Pria yang berusia 40 Tahun dengan pakaian berwarna hijau giok bercorak kelopak bunga ini bernama Fan Chuan.
Dia masih memiliki wajah yang tegas dengan janggut sedikit panjang. Dirinya mempunyai mata dan senyuman seperti rubah pebisnis, namun bukan berarti Fan Chuan adalah orang yang licik.
Kedatangan Fan Chuan kemari tidak lain untuk bertemu dan melihat secara langsung orang yang telah memberi sekantong emas pada awak kapalnya.
Dia memperkenalkan namanya pada Hu Li dan Xiao Shuxiang, sekaligus mengatakan bahwa kapal layar ini adalah miliknya pribadi.
Fan Chuan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Xiao Shuxiang dan Hu Li. Sekantong emas mungkin tidak terlalu berguna bagi para kultivator, tetapi itu sangat berguna bagi manusia.
Jujur saja, Fan Chuan lebih sering mendapat penumpang para pendekar dan kultivator. Dia merupakan orang yang penakut dan sangat sayang nyawa, maka dari itu menjadi rubah pebisnis di depan seorang pendekar dan kultivator kemungkinan akan membuatnya tewas di tempat.
Tidak semua kultivator berseragam kelam berasal dari Aliran Hitam, begitu juga sebaliknya. Karena itulah Fan Chuan selalu berhati-hati dan sebisa mungkin menjaga sikapnya.
"Tuan Muda, bila hidangannya masih kurang, kami akan mengantarkan lebih banyak lagi, jadi jangan sungkan.."
"Tidak perlu, Ini sudah cukup. Kapan kapal ini berlayar?"
Fan Chuan tersenyum ramah, dia menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang dengan mengatakan sepuluh menit lagi mereka akan segera berangkat. Dirinya lalu berpamitan bersama dengan tiga orang lainnya.
Hu Li menutup pintu saat keempat manusia biasa tersebut telah berjalan pergi. Ketika menoleh kembali, dirinya dapat melihat Xiao Shuxiang membuka tudungnya.
Warna rambut, telinga, dan mata Tuannya ternyata sudah kembali normal. Hanya saja, wajah Tuannya masih nampak pucat.
"Hu Li, kemari dan rapikan rambutku.."
Rambut Xiao Shuxiang terlalu panjang, dia meminta Hu Li untuk memangkas rambutnya sedikit, setidaknya sampai dia tidak menduduki rambutnya sendiri.
Selain mereka, yang menjadi penumpang dari kapal milik Fan Chuan juga ada Liu Xi Ling dan ayahnya, Liu Min Jie. Keduanya berada di dalam ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Xiao Shuxiang.
Liu Xi Ling memiliki rambut berwarna ungu gelap dan mata hijau muda. Sekilas, dia terlihat seperti gadis berusia duapuluh enam tahun, namun usianya yang benar adalah 32 Tahun.
Liu Xi Ling merupakan rekan kerja sama Xiao Shuxiang di Asosiasi Bangau Merak. Saat masa-masa perbaikan, asosiasi ini adalah salah satu penyumbang terbesar.
Sayangnya, tidak banyak pertemuan antara Liu Xi Ling dengan Xiao Shuxiang. Bahkan dia tidak datang kala pemuda yang menjalin kerja sama dengan asosiasinya itu pergi bersama Hu Li.
Tempat yang Liu Xi Ling tuju di Benua Utara tidak lain adalah rumahnya. Sang Ayah datang ke benua ini untuk mencari sekaligus mengajaknya pulang.
Liu Xi Ling dan ayahnya dapat merasakan kapal mulai bergerak. Setelah menikmati hidangan yang disajikan, keduanya kemudian keluar dari kamar.
Hanya saja, ketika di depan pintu Liu Xi Ling dan Liu Min Jie tersentak saat mendengar sebuah suara aneh. Saat memfokuskan pendengaran mereka, keduanya yakin itu suara seruan orang yang panik.
"Asalnya dari balik pintu itu,"
"A-Ayah, apa kita periksa saja?"
Liu Min Jie mengetuk pelan pintu yang tertutup, dia meminta izin untuk masuk namun suara panik di balik pintu ini sepertinya tidak meresponnya.
Liu Xi Ling samar-samar mendengar nama 'Tuan Muda Xiao' disebut. Dia tersentak kala suara selanjutnya seakan sangat dia kenali.
Segera dirinya membuka pintu secara kasar dan menemukan dua orang pemuda yang salah satunya adalah Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Xiao?!"
!!
Hu Li menoleh saat mendengar seruan seorang gadis. Dia tersentak kala gadis berambut ungu gelap langsung berjalan cepat ke arahnya dengan raut wajah yang khawatir.
Hu Li juga dapat melihat seorang pria dengan tubuh tegap nan berwibawa, pakaiannya berwarna ungu muda dan berbulu tebal sama seperti gadis di depannya ini.
"Tuan Muda Xiao, kau kenapa?!"
Liu Xi Ling dapat mengenali Xiao Shuxiang dari suara dan matanya. Tidak banyak orang yang ketika menatap matanya dengan teliti, kita bisa melihat sebuah bunga yang mekar. Sejauh ini, hanya Xiao Shuxiang yang sepertinya memiliki hal tersebut.
Pemuda berusia 21 Tahun di depannya terlihat mempesona, namun sepertinya bukan waktu yang tepat untuk kagum. Xiao Shuxiang berulang kali mual sambil memegangi perutnya.
"Apa yang terjadi dengannya?"
Liu Xi Ling bertanya pada Hu Li karena Xiao Shuxiang tidak memberinya jawaban. Pemuda berambut putih yang nampak berusia 20 Tahun di depannya ini terlihat ragu-ragu mengeluarkan suara.
"Tuan Muda Xiao.. Ehm.. Dia mabuk laut.."
!!
Hu Li menggaruk tengkuknya. Dia benar-benar malu saat mengatakannya. Liu Xi Ling dan ayahnya yang mendengar hal tersebut berkedip beberapa kali seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Sementara itu, Xiao Shuxiang masih terus mual. Dia meminta Hu Li memijat-mijat punggungnya. Padahal dia telah berusaha mengontrol Qi dan Aliran darah di dalam tubuhnya agar tetap mengalir normal, namun bayangan tentang dirinya tenggelam ke laut masih sangat membekas.
"Ya ampun, kau payah sekali. Kau ini 'Kultivator', kenapa bisa mabuk laut?!"
Liu Xi Ling menampar lengan Xiao Shuxiang karena merasa kesal. Baru kali ini dia bertemu kultivator yang sangat payah. Tidak! Bukan begitu. Dirinya kesal karena pemuda payah tersebut adalah Xiao Shuxiang.
Seperti yang diketahui, pemuda yang memiliki wajah mempesona ini adalah Penyelamat Benua Timur. Seseorang yang dijuluki Koki Alkemis dan Sang Bintang Pelindung. Tetapi kenapa pahlawan tersebut bisa mabuk laut?!
".. Entah apa kata orang lain saat melihat ini.."
Liu Xi Ling memijat keningnya. Sungguh dia telah melihat sisi lain dari Xiao Shuxiang. Pemuda yang duduk di lantai sambil bertopang pada kedua tangannya dengan wajah pucat ini langsung memukul lengannya pelan.
__ADS_1
"Kau pikir aku mau? I-ini diluar kekuasaanku.. Aiih! Aku seperti hampir mati. Kenapa kapalnya terus bergoyang,"
Xiao Shuxiang benar-benar mengumpulkan tenaga untuk merutuki Liu Xi Ling. Entah sampai kapan dirinya bisa bertahan, dia sungguh lebih memilih pingsan daripada harus merasakan tubuhnya berada di atas kapal yang sedang berlayar.
"Dia pemuda yang tidak biasa,"
Liu Min Jie menggeleng pelan, dia juga baru kali ini melihat ada kultivator yang bisa mabuk laut. Dirinya lalu menghampiri Xiao Shuxiang dan memeriksa kondisinya.
!!
Liu Min Jie terkejut, seluruh darah serta Qi milik Xiao Shuxiang mengalir tidak beraturan. Belum lagi detak jantung pemuda ini jauh lebih cepat dari kebanyakan orang yang juga sering mabuk laut.
Hu Li menjelaskan secara singkat bahwa Tuan Mudanya pernah tenggelam dan nyaris mati. Itulah sebabnya Xiao Shuxiang tidak suka air yang dalam apalagi laut.
"Apa hanya itu? Tidak ada alasan lain?"
"Alasan lain..? Apa Dantian Phoenix Api juga bisa dijadikan alasan?"
!!
Liu Min Jie sepertinya sudah tahu akar masalahnya. Dalam sebuah catatan yang pernah dia baca, empat dari sepuluh orang yang memiliki Dantian Phoenix Api sangat membenci air.
".. Kurasa pemuda ini salah satu dari empat orang itu,"
"Apa Anda punya cara membantu Tuan Mudaku?"
Hu Li jelas tidak bisa menolong Xiao Shuxiang. Sebelumnya dia telah mencoba mengalirkan Qi untuk membantu menormalkan kembali aliran darah Tuan Mudanya, tetapi Qi miliknya ditolak.
Liu Min Jie juga barusan mengalirkan Qi untuk memeriksa kondisi tubuh Xiao Shuxiang, beruntung punyanya diterima. Namun saat dia mengalirkan Qi untuk kedua kalinya dengan tujuan menormalkan aliran darah pemuda ini.. Qi-nya seketika ditolak.
".. Pelayaran ke Benua Utara sangat panjang, kau jangan menolak bantuan dariku, Nak.."
Sambil terengah-engah, Xiao Shuxiang mengatakan dia tidak menolak bantuan dari Liu Min Jie. Hanya saja tubuhnya memang sedikit istimewa.
Liu Xi Ling menggeleng pelan, dia mengusap-usap punggung Xiao Shuxiang dan berusaha membuatnya tenang. Dirinya lalu mencoba mengalirkan Qi di tubuh pemuda ini, namun sama seperti Hu Li dan ayahnya, Qi miliknya juga ditolak.
Tidak ingin menyerah, Liu Xi Ling mencoba lagi dan lagi. Hanya saja hasilnya tetap sama.
"Tuan Muda Xiao, aku minta maaf. Aku tidak bisa membantumu.."
Liu Xi Ling memegang tangan Xiao Shuxiang, dia merasa bersalah karena tidak mampu menolong pemuda ini. Wajahnya memperlihatkan rasa kasihan yang amat dalam.
!!
Xiao Shuxiang dapat merasakan jantungnya perlahan berdetak normal, dia juga sudah tidak mual lagi. Keadaan ini terjadi begitu saja dan itu membuatnya tidak percaya.
Dia kembali merasa jantungnya hampir melompat keluar saat Liu Xi Ling menarik kembali pegangan tangannya. Segera Xiao Shuxiang meraih tangan gadis di sampingnya dan meminta untuk terus berpegangan tangan seperti ini.
"Tu-Tuan Muda Xiao?!"
Liu Xi Ling jelas tersentak dan kebingungan, dia menatap ayahnya serta Hu Li. Namun kedua orang tersebut juga terlihat bingung.
"Apa ini berhasil?"
"Sepertinya.. Karena aku merasakan aliran darahku mulai normal,"
Liu Xi Ling saling menatap dengan ayahnya dan Hu Li, dia lalu memperhatikan wajah Xiao Shuxiang yang memang sudah berubah lebih baik dari sebelumnya.
"Tuan Muda Xiao, ini tidak ada maksud terselubung, kan?"
"Nona Liu, apa wajahku terlihat seperti gurauan bagimu?"
Liu Xi Ling menggeleng, dia tahu Xiao Shuxiang adalah orang yang suka bercanda. Namun melihat ekspresi pemuda di depannya.. Dia yakin ini bukan gurauan.
"Nona Liu, terima kasih karena sudah datang. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi, tapi aku membutuhkanmu.."
!
"O-oh.. Ba-baiklah, sepertinya ini memang efektif. Meskipun, a-aku juga tidak mengerti.."
Hu Li juga merasa begitu, dirinya lalu meminta agar tangannya dipegang oleh Tuan Muda Xiao-nya, barang kali itu juga berlaku padanya.
Hanya saja, saat Xiao Shuxiang melepaskan tangan Liu Xi Ling dan memegang tangan Hu Li.. Dirinya kembali merasakan detak jantungnya berdetak cepat dan seperti ingin muntah.
"Bagaimana dengan tanganku?"
Xiao Shuxiang memegang tangan Liu Min Jie dan hasilnya sama seperti Hu Li. Dirinya yang tidak sanggup lagi, kini kembali memegang tangan Liu Xi Ling.
Ini sangat aneh, tetapi memang hanya saat memegang tangan gadis berambut ungu gelap dan bermata hijau muda di depannya-lah yang membuat Xiao Shuxiang dapat merasa tenang kembali.
"Tuan Muda Xiao, kau bujangan terlalu lama. Makanya segeralah menikah,"
"Hu Li, coba lihat dirimu sendiri. Jangan hanya menyalahkanku,"
Xiao Shuxiang sudah bisa mengomel membuktikan bahwa dirinya telah membaik, namun tangan kanannya masih tetap memegang tangan kiri gadis cantik di sampingnya.
Kejadian ini benar-benar aneh, bahkan untuk Liu Min Jie, Hu Li, Xiao Shuxiang, dan Liu Xi Ling sendiri.
__ADS_1
***