
Banyak antrian manusia yang masuk ke dalam lima Cermin Pemindah milik Tianqi Mao di Kota Embun Bunga, mereka semua dipindahkan ke sebuah pulau tak berpenghuni yang jauh dari Benua Timur.
Orang-orang kepercayaan Tianqi Mao terlihat berwajah pucat, mereka harus menjaga pikiran mereka agar tetap fokus.
Sedikit saja lengah, maka para manusia yang mereka pindahkan dapat saja berada di lokasi lain.
Siu Yixin dan seribu orang pasukannya terus menyebar di setiap desa, sementara sebagian senior dari kultivator ketiga Aliran menyebar di kota-kota untuk menyelamatkan para penduduk dan membawa mereka ke tempat Tianqi Mao.
Meski demikian, penyelamatan ini tidak berjalan mulus. Mereka beberapa kali mendapat penolakan dan tak jarang harus bertarung dengan pendekar yang tidak mau mendengar para kultivator ini.
Belum lagi, hujan yang tidak tahu kapan akan berhenti membuat kesulitan tersendiri bagi mereka.
Di tempat lain, yakni bordil terbesar di Kekaisaran Matahari Tengah nampak ramai oleh para pedagang kaya. Mereka jelas hanya menganggap suara yang terdengar hanyalah gemuruh petir biasa.
"Tarian yang bagus, sangat bagus..!"
"Nona Bie, Anda mengagumkan..!"
Terdengar suara pujian disertai tepuk tangan meriah kala sembilan orang wanita cantik telah menyelesaikan sebuah tarian indah mereka.
Masih sempat-sempatnya para pedagang kaya ini mabuk-mabukan sambil melihat pertunjukan para wanita penghibur.
Satu-satunya yang mengerti kondisi di luar tempat tinggalnya adalah Shuai Niao, pemilik dari tempat yang dianggap neraka dunia oleh Xiao Shuxiang.
Seseorang yang begitu cantik dengan kulit putih susunya dan tubuh menggoda iman ini merupakan paman angkat Xiao Shuxiang yang ternyata merupakan seekor Demonic Beast berwujud ular putih.
Dia jelas Demonic Beast yang kuat, namun sayang dirinya tidak mau ikut campur dalam perang antar dua kekaisaran. Padahal, Shuai Niao dapat menjadi tambahan kekuatan yang cukup untuk mendorong mundur pasukan Kaisar Matahari Tenggelam.
Meski tidak ikut berperang, bukan berarti
Shuai Niao hanya duduk diam dan menyaksikan kekacauan yang terjadi. Dia sebisa mungkin melindungi tempatnya beserta orang-orang yang ada di dalamnya.
Kekuatannya dapat membuat pelindung sepuluh lapisan yang sekuat milik Wu Yu, paman angkat Xiao Shuxiang di Dunia Demon.
BLAAR!
Qi Xuan, Ling Qing Zhu, dan dua puluh murid Senior Sekte Pedang Langit terlihat sedang berada di pinggiran wilayah kekaisaran, mereka bersama dengan 19 orang manusia yang sepuluh diantaranya mengalami luka cukup parah.
Sesekali Qi Xuan dan Ling Qing Zhu menangkis serangan nyasar dari pertarungan Xiao Shuxiang dan pilar atas Scarlet Bayangan.
!!
Beberapa Demonic Beast juga datang ke arah mereka, namun tidak dengan niat bertarung. Qi Xuan awalnya berniat menyerang Demonic Beast tersebut, tetapi dirinya berhenti saat melihat ada api biru kecil Xiao Shuxiang diantara Demonic Beast ini.
"Sepertinya Saudara Xiao juga berniat menolong mereka,"
Qi Xuan diam-diam tersenyum, ternyata saudaranya jauh lebih baik daripada yang dia pikirkan. Andaikan itu kultivator lain, mereka pasti hanya akan fokus pada manusia biasa atau bahkan diri sendiri tanpa peduli pada Demonic Beast.
BAAAM!
Xiao Shuxiang menghantam tanah lapang dengan cukup keras, dia segera bangun dan mengeluhkan sakit di punggungnya.
Saat melihat keadaan sekitar, dirinya tidak menyangka telah bertarung sampai di Padang Rumput Kering, wilayah paling pinggir di Kekaisaran Matahari Terbit.
Tempat ini sangat familiar bagi Xiao Shuxiang, sebab Padang Rumput Kering berdekatan dengan Desa Tani, yang mana di desa itulah lokasi dirinya bangkit setelah menggunakan jurus terakhirnya.
Padang Rumput Kering juga merupakan saksi dari perjalanan panjangnya yang melelahkan. Tangan kirinya menyentuh salah satu rumput kering dan mencabutnya seketika.
"Padahal dulu ini sangat sulit kucabut,"
Yang di tangan Xiao Shuxiang tidak lain adalah Rumput Bawang, tanaman penuh air dan disenangi oleh Demonic Beast berwujud Kadal Api.
Sayangnya, Xiao Shuxiang tidak merasakan kehadiran kadal kecil tersebut. Sepertinya Demonic Beast itu sudah punah atau mungkin lari menyelamatkan diri.
Dia lalu membersihkan tanah pada Rumput Bawang, melubanginya sedikit, dan meminum air pada tanaman itu.
BAM!
Mata Xiao Shuxiang menajam saat melihat pilar atas Scarlet Bayangan mendarat cukup kasar di tanah. Dirinya lalu membuang Rumput Bawang setelah meminum habis airnya.
"Selama bertarung denganmu, aku jadi tahu. Kau ternyata bukan Shouxing, karena roh pedangku tidak selemah ini."
Xiao Shuxiang segera menghilang dan muncul tepat di depan pilar atas Scarlet Bayangan dengan sebuah tendangan yang membuat lawannya terpental.
Pilar atas Scarlet Bayangan masih dapat mempertahankan keseimbangan tubuhnya, dia lalu menghilang dan muncul di samping kiri Xiao Shuxiang.
Benturan senjata keduanya kembali terjadi, kali ini Padang Rumput Kering yang menjadi medan tempur keduanya.
TRAANG!
Kecepatan gerak Xiao Shuxiang seimbang dengan pilar atas Scarlet Bayangan. Bahkan serangan mereka berdua sama besarnya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang beberapa kali terkena serangan dahsyat milik Scarlet Bayangan. Dia harusnya sudah lama tewas, namun roh Phoenix Api di punggungnya selalu muncul dan membuatnya hidup kembali.
Sementara itu, pilar atas Scarlet Bayangan juga mestinya telah lama tewas akibat terkena serangan Xiao Shuxiang. Namun, tubuhnya seketika kembali terbentuk.
Bisa dibilang, ini adalah pertarungan paling panjang dan sangat mengerikan. Yang tidak diuntungkan dalam pertarungan tersebut tentu saja Xiao Shuxiang.
Pertama, dia jelas makhluk hidup dan bernyawa. Berbeda dengan lawannya yang merupakan makhluk hampa.
BLAAAR!
__ADS_1
Kedua, Xiao Shuxiang belum dapat berkomunikasi ataupun mengendalikan kapan roh Phoenix Apinya keluar. Jangankan berkomunikasi, dia sendiri bahkan tidak bisa merasakan kehadiran Phoenix tersebut di dalam tubuhnya.
Ini tentu sangat berbahaya, sebab bisa saja roh Phoenix Api miliknya tidak menolongnya saat dia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Karena itulah, Xiao Shuxiang sebisa mungkin menghindari serangan yang dapat membahayakan nyawanya.
Ketiga, bukan hanya roh Phoenixnya saja, tetapi juga Yīng xióng. Pedangnya ini bisa membuatnya dalam bahaya sewaktu-waktu. Dia memang harus berhati-hati.
TRAANG!
Pergerakan tubuh Xiao Shuxiang serta serangan yang diterimanya sama sekali tidak mengganggu dunia di dalam Gelang Semesta miliknya.
Tempat ini sangat luas dan ternyata penuh ladang herbal. Bahkan, ada sekitar sepuluh pohon yang tumbuh subur meski belum terlalu besar.
Selain itu, nampak juga beberapa gundukan mutiara roh, spirit stone, serta Demonic Core. Lan Guan Zhi bahkan dapat melihat ada dua gundukan koin emas serta satu gundukan koin perak, jelas bahwa tempat ini penuh harta berharga.
Di depannya sekarang, ada sekitar dua puluh ekor Demonic Beast berbagai jenis dan usia. Mereka duduk tenang dan menatap kearahnya serta Huan Mei.
Ada sebuah peti mayat di depan Lan Guan Zhi, dia tidak tahu siapa yang terbaring di dalam peti tersebut, namun sepertinya mayat itu penting bagi temannya, Xiao Shuxiang.
?!
"Tu-Tuan Muda Lan,"
Huan Mei mengikuti Lan Guan Zhi kala pemuda itu berjalan dengan tenang dan seperti sedang melihat-lihat ke sekeliling. Dia jelas takut dengan kehadiran Demonic Beast ini, beruntung Huan Mei sekarang tidak sendirian.
Tidak ada matahari di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang, saat menengok ke atas.. Yang ada hanyalah hamparan putih susu. Tetapi anehnya, tanah di sini sangat subur bahkan terdapat udara dan Qi alam yang begitu murni.
Entah sampai mana batasan dari ruang di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang, namun Lan Guan Zhi yakin.. Tidak ada kultivator manapun yang memiliki pusaka sehebat ini.
Lan Guan Zhi teringat sesuatu, dia harus segera memulihkan kondisinya dan membantu temannya kembali. Dirinya lalu berjalan menuju salah satu gundukan mutiara roh, duduk bersila, dan mengambil satu mutiara berwarna hijau yang di dalamnya terdapat hewan kecil berbentuk panda.
"Tu-Tuan Muda Lan, itu milik Kakak Xiao. Kita tidak boleh menyentuhnya.."
"Dia mengizinkanku,"
Huan Mei hanya duduk di samping Lan Guan Zhi dan melihat pemuda itu menyerap salah satu mutiara roh. Dia tahu dari Qi Xuan bahwa Lan Guan Zhi adalah orang yang selalu mengirim Xiao Shuxiang ke Balai Hukuman setiap kali berbuat kenakalan.
Siapa yang menduga sejak keluar dari Gua Sekte Pedang Langit sambil membawa seekor bayi Harimau.. Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang berakhir menjadi teman akrab.
Huan Mei menoleh ke arah para Demonic Beast, terdapat satu api biru kecil yang melayang-layang dan memberi tanaman herbal pada hewan tersebut.
Api kecil itu sangat tahu dengan tanaman herbal, seakan tempat ini adalah rumahnya. Huan Mei yakin, api tersebut pasti milik Xiao Shuxiang.
BLAAAR!
Lan Guan Zhi, Huan Mei, serta para Demonic Beast tidak dapat merasakan apa yang terjadi di luar Gelang Semesta. Meski Xiao Shuxiang saat ini sedang menghantam tanah dengan keras, mereka tidak bisa merasakan efek dari hantaman itu.
Napas Xiao Shuxiang tersengal-sengal, detik berikutnya sepuluh serangan yang membuat tanah retak mengarah secara sekaligus padanya.
Pilar atas Scarlet Bayangan tidak dapat menahan serangan ini, tubuhnya tertebas menjadi beberapa bagian. Tidak hanya itu, tanah serta pepohonan ikut mengalami nasib yang sama.
Pedang Tebasan Bulan sedikit retak, Xiao Shuxiang merasa efek serangannya mulai berhasil. Dia hendak menyerang kembali sebelum pilar atas Scarlet Bayangan membentuk ulang tubuhnya, namun mendadak Pedang Tebasan Bulan mengeluarkan angin kejut.
!!
Xiao Shuxiang terdorong mundur, Pedang Pusaka Langit itu seperti melindungi pemiliknya.
Saat tubuh pilar atas kembali terbentuk, sebuah tanduk mirip tanduk rusa muda nampak di bagian kiri atas kepalanya, sebelah sisi wajah pilar itu pun membentuk sisik kehijauan.
"Apa dia akan berevolusi lagi?"
Ini semakin buruk, Xiao Shuxiang merasa serangan berikutnya pasti lebih hebat. Dia mungkin dapat menyelamatkan diri, tetapi Qi Xuan dan yang lainnya sedang menunggu sekarang.
".. Mereka akan tewas bila terkena serangannya,"
!!
Lengan kanan Xiao Shuxiang menghangat, dia tersentak saat Lan Guan Zhi muncul tepat di sampingnya. Dia penasaran bagaimana temannya ini dapat keluar dari Gelang semesta miliknya, tetapi biarkan pertanyaan itu dia ajukan nanti setelah pertarungan berakhir.
"Lan Zhi, kau sudah baikan?"
"Mn, kau sendiri?"
Xiao Shuxiang menjawab dia masih sanggup bertarung beberapa ronde lagi, tetapi akan buruk bagi para manusia yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit.
".. Aku butuh bantuanmu,"
Xiao Shuxiang memindahkan Yīng xióng ke tangan kirinya, dia lalu memegang tangan Lan Guan Zhi dan berkata bahwa temannya tersebut harus pergi ke wilayah pinggir kekaisaran.
".. Qi Xuan dan yang lainnya pasti sedang menunggu. Kau masukkan mereka semua ke dalam pusaka ini dan selamatkan juga para manusia di tempat lain, aku mengandalkanmu.."
Tulisan berwarna hitam yang melingkar pada lengan kanan Xiao Shuxiang berubah warna menjadi emas dan bergerak menuju lengan kiri Lan Guan Zhi.
Dia meminjamkan Gelang Semesta miliknya pada GrandElder Masa Depan Sekte Pedang Langit tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa cara menggunakan gelang ini mirip dengan penggunaan Cincin Spasial.
"Berhati-hatilah,"
"Kau juga,"
Setelah melepaskan tangan Lan Guan Zhi.. Xiao Shuxiang segera melesat dan menyerang pilar atas Scarlet Bayangan. Temannya sendiri langsung pergi menuju perbatasan Kekaisaran Matahari Terbit.
Menyerap sekitar sepuluh mutiara roh membuat kekuatan Lan Guan Zhi meningkat, kondisi fisiknya juga berada dalam keadaan yang baik. Seluruh luka di tubuhnya menghilang tanpa jejak, sekarang dia dapat meningkatkan kecepatannya.
__ADS_1
BLAAAR!
Pertarungan Xiao Shuxiang dan pilar atas Scarlet Bayangan semakin sengit, Lan Guan Zhi semakin mempercepat laju pedang terbangnya.
Praktiknya sekarang telah memasuki GrandMaster tingkat Fana. Dengan dantian khusus miliknya, Lan Guan Zhi dapat sampai di tempat Qi Xuan dan yang lainnya hanya dalam waktu tiga puluh menit. Ini sangat singkat, bahkan Lan Guan Zhi sendiri tersentak karenanya.
Di tempat Qi Xuan, dirinya hanya menjelaskan secara singkat dan kemudian mengibaskan pelan tangan kirinya.
Bersamaan dengan hal tersebut, kultivator serta manusia awam yang bersama Qi Xuan terhisap masuk ke dalam Gelang Semesta yang dipakai Lan Guan Zhi.
Setelah memasukkan semua kultivator dan para warga Kekaisaran Matahari Terbit, selanjutnya adalah giliran para Demonic Beast.
Di dalam Gelang Semesta, mereka yang terluka dirawat dengan dua api biru kecil Xiao Shuxiang.
Tidak ada yang berani menyentuh emas ataupun gundukan harta yang ada. Ini dikarenakan para Demonic Beast yang telah sehat langsung menjaga setiap barang berharga milik Xiao Shuxiang.
Mereka merasa bertanggung-jawab menjaga tempat ini sebagai bentuk terima kasih atas perlindungan yang mereka dapatkan.
Setelah memasukkan semua Demonic Beast, Lan Guan Zhi melesat cepat menuju Kekaisaran Matahari Tengah, kali ini tujuannya adalah Sekte Pedang Langit.
!!
Sebuah cahaya disertai gemuruh melesat cepat diatas Lan Guan Zhi. Detik berikutnya terdengar debaman yang sangat keras seakan langit begitu murka.
Walau melayang di udara, Lan Guan Zhi tetap merasakan adanya getaran di bawah kakinya. Cahaya yang tidak bisa diikuti oleh mata tersebut adalah pertarungan Xiao Shuxiang dengan pilar atas Scarlet Bayangan.
BLAAR!
Keduanya sekarang sedang bertarung di udara, sesekali menembus awan tanpa peduli terhadap petir yang mungkin saja mengenai mereka.
Pertarungan itu sampai tepat di tengah-tengah pasukan Kekaisaran Matahari Tengah dan Kekaisaran Matahari Tenggelam.
BLAAAR!
!!
Banyak manusia di kedua belah pihak yang terluka saat pilar atas Scarlet Bayangan menghantam tanah.
Kejadian ini mengejutkan kelima Patriarch Sekte Pedang Langit yang hampir mencapai batasannya. Ling Lang Tian juga berada di antara mereka, dia masih terlihat tenang walau ada beberapa bekas sayatan pada pakaiannya.
Tap
"Xiao'Er?"
Lai Kuan Ye melihat Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah. Keponakannya itu berwajah tenang walau sebenarnya sedang menyembunyikan betapa lelahnya dia.
Tidak hanya Lai Kuan Ye, tetapi Lan Gaozu, dan Xiao WeiWei juga melihat dirinya. Ibu Xiao Shuxiang tersebut membantu pasukan Kaisar Matahari Tengah bersama kultivator dari sekte lain..
Dia tidak dapat menghampiri putranya karena masih harus bertarung dengan kultivator yang dikendalikan ini. Dirinya hanya dapat melihat Xiao Shuxiang dari kejauhan.
"Aku pernah bertarung selama empat puluh hari dengan para kultivator kuat ketiga aliran, tetapi aku tidak pernah selelah ini. Kecepatan barusan terlalu menguras tenaga,"
Xiao Shuxiang mengalirkan banyak Qi pada Yīng xióng dan memadatkannya, tindakannya dapat di lihat oleh empat anggota pilar atas yang berada di markas Kaisar Matahari Tenggelam.
"Dia datang,"
Liao Fa Xun terus menyaksikan Xiao Shuxiang dari gumpalan air besar yang melayang di depannya. Hanya beberapa detik, namun dia merasakan tubuhnya gemetar saat melihat betapa padatnya Qi yang berkumpul pada pedang pemuda itu.
Qi tersebut begitu murni, tajam, dan membahayakan. Dia tersentak saat Xiao Shuxiang menghilang dan langsung muncul di depan pilar atas Scarlet Bayangan dengan serangan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
!!
Ling Lang Tian mengeluarkan jurus pelindung terkuatnya untuk menghalau efek dari serangan Xiao Shuxiang, dia melindungi para kultivator yang berada dalam radius tiga puluh meter dari tempatnya berdiri.
Kultivator seperti GrandElder dan kelima Patriarch Sekte Pedang Langit serta sekte lainnya juga menggunakan segel pelindung terkuat mereka.
Serangan Xiao Shuxiang ini membuat akar pada dantiannya melemah, sekaligus membuat pilar atas Scarlet Bayangan berubah menjadi debu, Pedang Tebasan Bulan miliknya mengalami retakan yang lebih dari sebelumnya.
Melemahnya akar pada dantiannya adalah sesuatu yang baik. Xiao Shuxiang merasa bisa melepas semua akar-akar tersebut secara sekaligus.
Masalahnya, belum sempat dia melakukannya.. Pedang Tebasan Bulan menghilang dan muncul dengan ujung tajamnya terhunus kearahnya.
!!
Xiao Shuxiang tersentak kala Lan Gaozu berdiri di depannya dan menghadang pedang tersebut dengan tubuhnya sendiri. Patriarch Lan dan Sian Ru yang melihatnya jelas terkejut.
Pedang Tebasan Bulan menarik dirinya, ini membuat darah memuncrat dari mulut dan dada Lan Gaozu.
"Kakek Janggut Tebal?!"
Xiao Shuxiang segera menahan tubuh Lan Gaozu agar tidak sampai terjatuh. Dia menatap Pedang Tebasan Bulan yang melayang sendiri dengan asap hitam pekat yang menyelimutinya.
"Harusnya kau tidak melakukan ini, Kakek Janggut Tebal,"
Lan Gaozu tidak mengatakan apapun, dia hanya terbatuk darah dengan pandangan mata yang menggelap.
Xiao Shuxiang baru akan menyembuhkan Lan Gaozu, namun tiba-tiba saja terjadi sesuatu yang tidak terduga.
!!
Matanya membulat, cairan kental kemerahan mengalir di sudut kiri bibirnya. Xiao Shuxiang menatap ke arah perutnya, sebuah tangan yang tajam saat ini menembus ke dalam tubuhnya, memegang dantian utamanya dan berusaha menariknya keluar.
"Apa.. Ya-yang kau lakukan ini, Tua Bangka?"
__ADS_1
Tangan tersebut tidak lain adalah milik Lan Gaozu, Kakek Janggut Tebal yang baru saja melindungi Xiao Shuxiang dari serangan Pedang Tebasan Bulan.
***