XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
371 - Runtuhnya Pagoda Tingkat Sembilan


__ADS_3

Teriakan Hou Yong membuat panik para murid yang berada di sekitar pagoda. Mereka bergegas berlari menjauh untuk menyelamatkan diri saat melihat salah satu langkan yang ada di lantai tiga terjatuh.


"Atur formasi..!"


Ling Chu Zhen memberi perintah dan segera dilaksanakan oleh para Patriarch Sekte Pagoda Langit.


Klan 'Ling' memang termasuk golongan manusia yang paling bisa berekspresi tenang meski dihadapkan bahaya. Mereka adalah jenis manusia yang bisa menyembunyikan emosi dibalik ketenangan wajahnya, penduduk Benua Tengah terkadang menyebut klan Ling sebagai klan tanpa perasaan.


Tidak perlu diberi penjelasan, semua itu bisa diketahui saat melihat bagaimana Ling Chu Zhen dan anggota keluarga Ling yang lainnya masing-masing mengambil tempat di sekitar pagoda tanpa kehilangan ekspresi tenang dan datar mereka.


Tap


"Pagoda ini bisa menahan serangan dari seorang kultivator Tingkat Immortal, jadi mana mungkin dapat runtuh." Ling Xuan Lu tetap bicara ketus walau kedua tangannya bergerak membentuk segel.


Tap


Ling Lang Tian menapakkan kakinya dengan anggun di tanah, dia berjarak sekitar 5 meter dari Ling Xuan Lu dan ikut membuat segel tangan. Dirinya mendengar jelas ucapan Bibinya tersebut.


"Retakan pada Pagoda Tingkat Sembilan semakin parah, Bibi. Mustahil bangunan ini bisa tetap berdiri kokoh,"


"Tapi putraku masih di dalam. Dia harus segera keluar bila ingin menyelamatkan dirinya," suara Ling Xuan Lu terdengar dingin, sangat berlainan dengan perasaannya yang begitu khawatir.


Segel yang dibuat oleh Grand Elder serta para Patriarch mampu memerangkap seluruh bangunan Pagoda Tingkat Sembilan.


Andai bila pagoda ini runtuh--efek dari reruntuhannya tidak akan menyebar apalagi sampai membahayakan keselamatan para murid.


"Yi Wen..!! Kenapa Kau Masih Di Sana..?! Ayo Pergi Ke Tempat Yang Aman..!" Hou Yong berseru, dia memanggil Yi Wen karena saudaranya itu masih berdiri tenang tanpa ada niatan untuk menyelamatkan dirinya.


"Hou Yong, kau pergilah lebih dulu..! Aku akan menyusulmu nanti..!" Yi Wen berseru tanpa berbalik ke belakang, dia terlihat memain-mainkan rambut pendeknya sambil terus mengarahkan pandangannya ke arah pagoda.


"Yi Wen..! Ayo kemari Saudaraku..!"


Kali ini Jing Mi yang berseru. Dia sepertinya tidak menyadari bahwa Yi Wen berdecak dan memasang raut wajah yang kesal.


"Yi Wen..!"


"Baiklah, baiklah..! Aku akan kesana. Tsk, kedua orang itu menyebalkan sekali.." Yi Wen berbalik saat mendengar seruan Jing Mi untuk kedua kalinya, dia mulai berjalan ke arah teman-temannya.


Selama melangkah, Yi Wen secara sengaja mencabut sehelai rambutnya dan lalu menjatuhkannya ke tanah.


Helaian rambut itu berubah menjadi asap tipis kehitaman dan langsung melesat memasuki segel yang mengelilingi Pagoda Tingkat Sembilan.


Asap yang begitu tipis tersebut melayang terus naik dan baru berhenti kala berada di lantai ketiga pagoda. Hanya dalam satu tarikan napas, asap itu menghilang bersamaan dengan terlukisnya senyuman tipis di wajah cantik Yi Wen.


"Mm.. Ini akan jadi malam yang indah.."


*


*


BLAAAR..!


Pedang Jiwa Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan pedang pusaka sosok yang menyerupai Lan Guan Zhi, bahkan pedang di tangan lawannya ini sangat mirip dengan Shǎndiàn.


Posisi mereka sekarang adalah Lan Guan Zhi terlihat melayang, sementara Xiao Shuxiang nyaris membuat kedua kakinya tertanam di lantai.


Dalam gerakan yang cepat, Lan Guan Zhi mengendurkan serangan dan detik berikutnya memakai kakinya untuk memberi tendangan pada lawannya.


Xiao Shuxiang refleks melentingkan tubuhnya ke belakang dan ikut memakai kakinya menyerang Lan Guan Zhi. Suara benturan dan angin kejut kembali terdengar.


Tap


Xiao Shuxiang mengatur napas dan mulai akan melesat kembali saat sebuah asap hitam tipis muncul dan langsung menusuk tubuhnya dari arah belakang.


!!


Xiao Shuxiang langsung memuntahkan darah, dia hanya fokus pada lawannya hingga serangan yang entah datang dari mana tersebut tidak dirinya sadari.

__ADS_1


"Kurang ajar, Lan Zhi palsu ini ternyata juga bisa memakai senjata rahasia. Tapi entah bagaimana caranya.."


Xiao Shuxiang mengusap bibirnya dengan punggung tangan kiri. Dalam hatinya dia penasaran dengan serangan yang mengenainya barusan, padahal sejak tadi perhatiannya terus fokus pada Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa serangan barusan bukanlah dibuat oleh lawan di depannya. Serangan itu berasal dari asap tipis yang merupakan perubahan dari helaian rambut Yi Wen.


!!


Darah segar kembali dimuntahkan oleh Xiao Shuxiang, dia bisa merasakan jantungnya bagai sedang ditusuk sebuah jarum. Belum sempat berpikir, dirinya langsung di serang oleh Lan Guan Zhi.


Tanpa peduli dengan sakitnya--Xiao Shuxiang berguling hingga pedang Lan Guan Zhi menghantam lantai begitu keras. Dia lalu melakukan serangan balasan dan berhasil membuat lawannya menghantam dinding.


!!


Rasa sakit pada jantung Xiao Shuxiang mulai berkurang, tetapi keadaan yang paling buruk mulai menghampirinya. Lantai dan langit-langit di atasnya mulai runtuh, ini membuat pertarungannya semakin berat saja.


!!


Lan Guan Zhi melesat, suara gemuruh saat pedangnya berbenturan dengan pusaka lawan kembali mengalun. Dia sama sekali tidak peduli bila terkena reruntuhan bangunan.


Berbeda dengannya, Xiao Shuxiang tentu merasa khawatir. Dia memang berniat meruntuhkan Pagoda Tingkat Sembilan, tetapi bukan berarti dirinya harus ikut tertimpa puing-puing bangunan ini.


"Gawat.. Ruangan ini mulai berguncang hebat.." Xiao Shuxiang bisa merasakannya, dia bahkan hampir terperosok ke lantai bawah andai tidak segera menghindar.


Lan Guan Zhi sendiri juga nyaris terkena langit-langit yang runtuh, namun tetap saja ketenangan pada raut wajahnya memancing emosi. Siapa pun pasti ingin mencubit gemas kedua pipi tampan tersebut sambil meremasnya, tak terkecuali Xiao Shuxiang.


"Meskipun kau hanyalah tiruan temanku, tidak bisakah ekspresi wajahmu sedikit berubah? Kau juga mengalami luka yang sama sepertiku, kenapa harus menahan diri menyembunyikan rasa sakitmu, huh?"


Dari banyaknya manusia yang pernah ditemui Xiao Shuxiang, makhluk semacam Lan Guan Zhi adalah spesies paling langka serta menyebalkan. Dia jadi merasa, sewaktu pembagian ekspresi wajah--temannya tersebut pasti datang paling belakangan.


"Aku kagum padamu, kau bisa meniru sifat teman baikku dengan sangat sempurna. Kau luar biasa.." Xiao Shuxiang memegang erat Pedang Jiwanya yang bilahnya berubah semakin lebar.


Lan Guan Zhi sendiri mengalirkan Qi pada pedangnya. Terlihat, bilah pedangnya mulai memunculkan kilatan petir kecil dan secara berangsur kian membesar.


Detik berikutnya, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sama-sama melesat.


Di pertengahan, kedua senjata mereka saling berbenturan.


BLAAAR..!


!!


Lima orang pendekar Sekte Pagoda Langit terpental keluar dan menghantam segel pelindung yang dibuat Grand Elder serta para Patriarch.


Lantai keempat pagoda mulai runtuh, diikuti dengan lantai selanjutnya. Ini tidak bisa lagi dihentikan dan tak ada siapa pun yang dapat mencegahnya.


Yi Wen yang berdiri di samping Jing Mi dan para murid lainnya menyaksikan bagaimana bangunan pagoda tersebut runtuh hingga menimbulkan getaran pada tanah yang dirinya pijak.


Raut wajahnya nampak begitu serius, tapi dalam hati dirinya menyayangkan karena pagoda itu terlalu cepat runtuh. Padahal dia masih ingin Saudara Xiao-nya melewati rintangan di lantai yang lain.


"Mmh.. Seperti ini juga tidak masalah.." Yi Wen tersenyum samar, tatapan mata dan ekspresi wajahnya bagai penjahat kelas kakap yang telah berhasil melancarkan siasat liciknya.


"Yi Wen, kau kenapa?" Jing Mi menyadari ekspresi wajah Saudaranya dan langsung menepuk bahu gadis cantik berambut pendek di sampingnya. Ini membuat Yi Wen tersentak dan langsung menoleh.


".. Jangan bilang kau senang Saudara Xiao tertimbun reruntuhan bangunan?"


"Aku memang mengharapkannya.. Tapi saudaraku sepertinya tidak akan mati begitu mudah,"


!!


"Yi Wen, kau ingin Saudara Xiao mati?!" Hou Yong terkejut, suaranya terlalu keras hingga membuat tersentak para murid Sekte Pagoda Langit termasuk Yi Wen dan Jing Mi.


"Sssst..!" Yi Wen membekap mulut Hou Yong dan meminta saudaranya untuk diam. "Kau akan membuatku terlihat seperti orang jahat. Bagaimana jika ada yang salah paham saat mendengar ucapanmu tadi, huh?!"


Hou Yong menepuk-nepuk pelan tangan Yi Wen sebagai isyarat agar saudaranya tersebut berhenti membekap mulutnya. Dia mulai kesulitan bernapas sekarang.


Yi Wen berkedip dan mulai melepaskan Hou Yong, dirinya meminta maaf karena sudah bertindak kelewatan. Sungguh, yang barusan itu berasal dari refleksnya.

__ADS_1


"Haah.. Yi Wen, kau keterlaluan.." Hou Yong mengusap-usap dadanya dan mulai mengatur napas dengan baik.


Jing Mi, "Kalian berdua, lihat itu..!"


!!


Seruan dari Jing Mi membuat Yi Wen dan Hou Yong menoleh ke arah Pagoda Tingkat Sembilan. Bangunan benar-benar runtuh sekarang, untung saja segel pelindung di sekelilingnya kuat hingga efek runtuhnya pagoda itu tidak terlalu berdampak pada mereka.


Di dalam segel pelindung, terlihat Ling Jian Tou yang mulai berdiri kembali. Wajahnya masih begitu tenang, tetapi tidak dengan tatapan matanya. Bisa dibilang, dirinya sedang marah saat ini.


Banyak bekas sayatan pedang di tubuh Ling Jian Tou, semua ini karena apa yang dirinya lawan di lantai tiga sangat merepotkan. Bagus juga sebenarnya lantai tersebut meledak, sehingga dirinya bisa lolos dari kematian.


Ukh..!


Tiga orang murid dari Sekte Pagoda Langit juga berusaha berdiri. Tubuh mereka mengalami luka yang tidak sedikit, bahkan salah satu di antara ketiganya sedang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.


Gong Zitao sendiri nampak terbatuk darah, dia merutuki orang yang sudah membuat Pagoda Tingkat Sembilan runtuh. Dirinya benar-benar kesal, cengkeraman pada pedangnya terlihat begitu kuat.


"Hanya ada dua orang yang menurutku punya kesempatan membuat pagoda kematian sampai seperti ini. Yang pertama adalah Ling Jian Tou dan satunya lagi.."


Gong Zitao mengedarkan pandangannya, dia berusaha mencari seseorang yang paling ingin dirinya bunuh.


"Ke mana dia..? Apa mungkin orang itu tertimpa reruntuhan?"


Baru saja ingin tersenyum, sebuah suara batuk terdengar dan Gong Zitao bisa langsung mengenali siapa pemilik suara tersebut.


!!


Segel pelindung mulai memudar dan lalu menghilang, Grand Elder Sekte Pagoda Langit, para Patriarch termasuk Ling Xuan Lu mulai melihat kondisi kelima murid sekte dan memastikan mereka semua masih hidup.


Di tempat lain, tepatnya di salah satu reruntuhan bangunan--Xiao Shuxiang terbatuk akibat debu di sekelilingnya. Punggungnya terasa berat karena tertimpa reruntuhan bangunan, terdapat darah segar yang mengucur di dahinya.


Dada Xiao Shuxiang terasa hangat, dia juga dapat mencium aroma kayu cendana yang cukup pekat. Dirinya ternyata menimpa sosok yang begitu mirip dengan teman baiknya, Lan Guan Zhi. Posisi tubuhnya ini seakan sedang melindungi lawan bertarungnya sendiri.


!!


Xiao Shuxiang terkejut karena menindih seseorang. Baru saja dia ingin bergerak, pemuda yang ada di bawahnya perlahan berubah menjadi cahaya kembali.


Seruling Giok Putih yang selama ini berada di tangan kirinya tiba-tiba saja bergetar. Dalam tiga tarikan napas, cahaya putih yang sebelumnya menjadi lawan Xiao Shuxiang melesat dan memasuki seruling tersebut.


Seruling Giok Putih sedikit berubah menjadi warna ungu muda, corak padanya pun berevolusi.


Awalnya, seruling ini memiliki corak bagai gelombang di laut. Sekarang corak yang ada mirip gulungan awan dengan kelinci kecil. Itu terlihat sangat indah dan menawan secara bersamaan.


Xiao Shuxiang belum menyadari perubahan pada senjatanya. Dia lebih fokus menyelimuti tubuhnya dengan Qi dan seketika meledakkan puing bangunan yang telah berani menimpanya.


!!


Xiao Shuxiang membuat terkejut Ling Chu Zhen dan yang lainnya. Dirinya menjadi pusat perhatian kembali.


Ini memang bukan hal yang aneh, sebab dia sendiri sudah memperkirakan sebelumnya. Xiao Shuxiang juga telah siap dengan risiko yang mungkin akan dirinya dapatkan karena telah berani meruntuhkan Pagoda Tingkat Sembilan.


"Seluruh tubuhku sangat sakit, tapi mereka tidak boleh tahu ini.." Xiao Shuxiang berusaha bersikap senormal mungkin, dia berjalan ke arah Grand Elder Sekte Pagoda Langit sambil meyakinkan diri sendiri bahwa wibawanya tidak boleh terpengaruh dengan rasa sakit yang dirinya alami.


!!


Ling Dong Hun memperhatikan Wali Pelindung Keponakannya yang berjalan santai ke arahnya. Dia terkejut saat melihat ada semacam asap tipis putih keemasan yang samar-samar di belakang pemuda itu.


"Tetua, apa Anda melihatnya?" Ling Dong Hun bertanya pada Grand Elder Sekte Pagoda Langit. Dia ingin menyakinkan apa yang sebenarnya dirinya lihat ini.


Ling Chu Zhen menoleh setelah mendengar pertanyaan dari Ling Dong Hun. Dia pun ikut memperhatikan setiap gerak-gerik pemuda yang pakaiannya penuh bekas sayatan tersebut, sampai di detik tertentu--Dirinya juga terkejut bukan main.


!!


"Pemuda itu.. Dia memiliki Cahaya Roh Leluhur. Bagaimana bisa ini terjadi? Cahaya itu harusnya tidak ada di dalam Pagoda Kematian. Jadi ini sangat tidak mungkin."


Ling Lang Tian berkedip setelah mendengar ucapan Ayahnya sendiri, Grand Elder Sekte Pagoda Langit.

__ADS_1


Dia lalu mengarahkan pandangannya pada Xiao Shuxiang. Pemuda berwajah mempesona tersebut baru saja mendapat sebuah keberuntungan yang tidak disangka-sangka.


***


__ADS_2